Apakah Anak Kembar Identik Memiliki Alergi yang Sama?

Apakah Anak Kembar Identik Memiliki Alergi yang Sama?,- www.pengobatanalergi.com – Siapapun bisa mengalami alergi, termasuk anak-anak. Pada sebagian besar kasus, alergi merupakan kondisi gangguan kesehatan yang diturunkan dari orangtua ke anak. Data menunjukkan bahwa risiko alergi anak meningkat sekitar 2-4 kali lipat jika keluarganya memiliki riwayat alergi.

Risiko anak mengalami alergi akan semakin tinggi jika ibu atau kedua orangtuanya juga memiliki alergi. Penelitian menunjukkan bahwa anak dari orangtua yang alergi kacang berisiko 7 kali lipat memiliki alergi yang sama dibandingkan dengan anak yang orangtuanya tidak memiliki alergi kacang.

Jika faktor genetik atau keturunan menjadi salah satu pemicu alergli pada anak, apakah anak kembar identik akan memiliki alergi yang sama?

Alergi Pada Anak Kembar Identik

Meskipun kembar identik berasal dari satu zigot (hasil pembuahan satu sperma dan satu sel telur) yang sama dan akhirnya membelah dua, namun anak kembar identik tidak sepenuhnya sama persis dalam segala hal. Mereka tentu masih memiliki jenis kelamin sama, golongan darah yang sama, dan secara fisik pun terlihat hampir seperti hasil salinan.

Namun, rantaian genetik tidak sepenuhnya stabil. Mutasi genetik bisa terjadi setiap saat, bahkan di masa kehamilan, dan ini bisa dipengaruhi oleh banyak hal yang berbeda. Oleh karena itu, ketika zigot membelah, beberapa karakteristik anak kembar identik juga terkadang bisa berbeda.

Perubahan genetik ini pun berlanjut seiring mereka tumbuh besar karena faktor paparan lingkungan yang berbeda. Ini berarti sekalipun anak kembar lahir identik, secara genetik mereka bisa berbeda seiring dengan bertambahnya usia.

Jadi, apakah anak kembar identik memiliki alergi yang sama?

Anak kembar identik memang berbagi rangkaian DNA yang sama, sehingga mereka lebih cenderung berbagi jenis alergi yang sama dibandingkan dengan kembar fraternal. Namun, ini tidak ototmatis terjadi pada setiap kasus. Walaupun gen mereka identik, namun kecil kemungkinannya untuk setiap anak kembar identik memiliki jenis alergi yang sama persis.

Sebuah penelitian lain yang dilakukan Mt. Sinai School of Medicine, mengklaim bahwa faktor genetik menyumbang 81,6% pada risikoa lergi kacang tanah. Hal ini diperkuat oleh kelompok peneliti di Inggris yang menyebutkan bahwa alergi tersebut diwariskan sebanyak 82% sampai 87%. Para peneliti ini juga menyebutkan ketika faktor genetik diabaikan, maka persentasenya turun menjadi 18,99%.

Penelitian lain mengamati sebanyak 58 pasang anak kembar, yang terdiri dari 44 pasang kembar fraternal (dua sperma dan dua sel telur menghasilkan dua embrio berbeda) dan 14 pasang kembar identik. Di setiap kelompok anak kembar, setidaknya satu dari dua orang ini memiliki riwayat alerti kacang. Keseluruhan anak kembar ini diamati tanda-tanda reaksi alergi yang dialaminya, termasuk gatal-gatal, batuk, muntah dan diare dalam waktu 60 menit setelah makan kacang.

Hasilnya, pada anak dengan kembar fraternal, kemungkinannya untuk memiliki alergi yang sama hanya sebesar 7%. Sedangkan pada kembar identik kemungkinannya bisa mencapai 65%.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa anak kembar identik lebih mungkin sensitif terhadap alergen yang sama. Hanya saja, gejala yang timbul bisa menyeruak dengan cara berbeda. Misalnya, ketika satu anak mengalami ruam kulit saat alergi kacang yang dialaminya kambuh, kembarannya mengalami gangguan pernapasan (sesak napas atau batuk-batuk).

Perbedaan gejala ini pun dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satunya yaitu cara kerja sistem imun tubuh dan sensitivitasnya terhadap paparan alergen (pemicu alergi). Sistem imun masing-masing anak kembar akan berkembang dan bereaksi dengan cara yang berbeda, khususnya pada tahun-tahun awal.

Hal yang penting diketahui, yaitu bahwa genetika dan lingkungan sama-sama berpotensi menjadi faktor utama dalam menyebabkan alergi. Walaupun begitu, ketika terjadi reaksi alergi yang tidak biasa atau mengkhawatirkan, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Posted on Categories Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *