Apakah Bayi Bisa Mengalami Alergi ASI? Ini Penjelasannya

Apakah Bayi Bisa Mengalami Alergi ASI? Ini Penjelasannya,- www.pengobatanalergi.com – ASI merupakan sumber makanan utama bagi bayi untuk mendukung tumbuh kembangnya. Namun, apakah ibu pernah mendapati si kecil rewel atau mengalami ruam di kulit setelah menyusu? Hal ini bisa saja menjadi pertanda bahwa bayi mengalami alergi ASI.

Alergi ASI

Apakah bayi bisa mengalami alergi ASI?

Memberikan ASI secara eksklusif selama 2 tahun pertama sering kali disarankan untuk membantu tumbuh kembang bayi. Namun, sayangnya ada berbagai halangan yang sering kali timbul pada masa menyusui, salah satunya yaitu bayi mengalami alergi ASI.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena umumnya ASI tidak akan menyebabkan alergi pada bayi. Faktanya, hanya sedikit seklai bayi yang mengalami reaksi alergi ketika mengonsumsi ASI.

Sayangnya, banyak yang salah kaprah menganggap bahwa bintik merah yang timbul akibat bayi terpapar atau terkena ASI secara langsung. Padahal, yang terjadi adalah bayi sensitif terhadap asupan tertentu yang dikonsumsi si ibu dan sampai ke bayi melalui ASI.

Oleh karena itu, ibu harus mencari tahu makanan apa sebenarnya yang bisa menyebabkan alergi bagi si kecil. Jika penyebab alergi tersebut telah diketahui, maka sebaiknya hindari makanan tersebut atau minimal kurangi konsumsinya.

Meskipun reaksi setiap bayi terhadap makanan yang dikonsumsi ibu berbeda-beda, namun makanan dan minuman tertentu memang bisa memberikan rasa dan pengaruh berbeda pada ASI ibu.

Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dicermati karena kemungkinan menjadi pemicu timbulnya reaksi alergi pada bayi, seperti diantaranya brokoli, coklat, bawang, cabai, dan produk olahan susu. Selain itu, bayi juga bisa mengalami alergi setelah minum ASI jika ibu mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, susu sapo, dan minuman yang mengandung alkohol.

Gejala Alergi ASI Pada Bayi

Gejala ringan atau yang sering terjadi akibat alergi yaitu eksim (eksema) pada kulit yang terjadi pada daerah-daerah khas atau atopi, seperti di daerah pipi saja atau di daerah-daerah lipatan saja (seperti siku dan lutut) berupa bintik-bintik kecil dan bisa juga disertai dengan warna yang memerah.

Bayi yang mengalami alergi ASI juga bisa mengalami gumoh (seperti muntah) yang terjadi secara spontan. Namun, terdapat perbedaan antara gumoh dengan muntah, dimana gumoh biasanya hanya sedikit cairan yang dikeluarkan serta tidak disertai dengan kontraksi otot perut. Gumoh ini dikatakan normal jika frekuensi terjadinya sekitar 1-4 kali sehari.

Namun, jika bayi mengalami gumoh lebih dari frekuensi normal, maka ibu harus waspada dan periksakan si kecil ke dokter, karena bisa jadi bayi mengalami alergi susu. Tidak hanya itu, gumoh yang tidak ditangani dengan baik dikhawatirkan ada air susu yang masuk ke lambung saat gumoh. Di dalam lambung terdapat asam lambung, sehingga jika air susu tercampur dengan asam lambung dan masuk ke paru-paru akan menyumbat saluran napas. Terlebih lagi terjadi dalam frekuensi yang sering diatas 4 kali sehari.

Jika bayi diketahui mengalami alergi ASI, maka langkah yang seharusnya diambil bukanlah menghentikan pemberian ASI eksklusif, namun menghentikan makanna yang bisa menyebabkan terjadinya alergi tersebut.

Jika pemberian ASI ini dihentikan dan diganti dengan susu formula, justru akan semakin mengurangi nilai gizi yang diterima oleh bayi. Karena bagaimana pun nilai gizi yang terkandung didalam ASI tidak bisa digantikan oleh susu formula. Selain itu, penggunaan susu formula juga bisa menyebabkan bayi enggan untuk menyusu ASI kedepannya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *