Cara Aman Menggunakan Henna Agar Tak Sebabkan Alergi

Cara Aman Menggunakan Henna Agar Tak Sebabkan Alergi,- Bagi sebagian orang, tato merupakan seni yang indah yang ada di bagian tubuh. Risiko rasa sakit dan jaminan kesehatan pada tato permanen membuat sebagian orang lebih memilih untuk menggunakna tato temporer dengan cara pembuatan yang tidak sakit dan aman. Dan henna merupakan salah satu cara untuk membuat tato temporer yang cukup banyak dipilih.

Henna biasanya digunakan untuk mempercantik kulit, terutama dibagian tangan. Henna sendiri merupakan tumbuhan alami yang tidak berbahaya dan sudah sering digunakan sejak zaman Mesir Kuno sebagai bahan kosmetik. Henna juga sering digunakan oleh wanita India di acara khusus seperti pernikahan.

Serbuk dari tumbuhan henna tersebut umumnya berwarna hijau dan akan berubah menjadi merah kecoklatan ketika dicampur dengan air. Sampai tahap ini, henna terbilang aman untuk digunakan. Namun, luka bakar yang dialami oleh anak perempuan usia 7 tahun asal Inggris akibat penggunaan henna sempat membuat penggunanya trauma. Banyak yang bertanya-tanya, benarkah henna memiliki efek samping yang berbahaya ?

Menurut konsultan National Skin Centre Singapura, Dr Suzanne Cheng, persepsi tentang henna selama ini salah. Banyak orang yang menganggap henna itu alami dan organik, maka pasti aman. Namun, mereka tidak menyadar bahwa pengertian itu hanya berlaku bagi henna asli.

Henna asli berasal dari tanaman yang ketika dihancurkan akan menghasilkan warna kejingga-jinggaan pada kulit. Henna ini umumnya tidak akan menimbulkan kerusakan atau dampak pada kulit. Kecuali jika dicampur dengan PPD (paraphenylene-diamine) untuk menghasilkan warna coklat tua atau hitam dan agar henna lebih cepat kering.

PPD sendiri sudah familiar digunakan pada campuran produk cat rambut. Sifatnya biasanya tidak berbahaya, namun bisa menyebabkan alergi bagi beberapa orang. Mereka yang alergi dengan PPD akan mengalami kemerahan pada kulit hingga menimbulkan gatal atau melepuh dalam waktu 24-48 jam bagi mereka yang berkulit sensitif. Kemerahan ini bisa bertahan hingga 2 minggu bahkan pada beberapa kasus, bekasnya baru akan menghilang beberapa bulan setelah henna dibersihkan.

Kondisi alergi henna ini bisa menjadi lebih berat jika penderita menggunakan jenis henna pabrikan kecil yang sering diproduksi dengan menambahkan sejumlah senyawa minyak pelarut yang ternyata akan membuat penderita memiliuki banyak agen alergi.

Agar Anda bisa terhindar dari alergi henna, sebaiknya pastikan terlebih dahulu produk henna yang Anda gunakan tidak mengandung PDD. Agar lebih aman, apliaksikan sedikit henna pada tangamn bagian dalam, atau dibelakang telinga, atau di samping leher selama 48-72 jam. Jika timbul reaksi berupa kemerahan, bersisik, atau gatal selama 72 jam, maka kemungkinan Anda alergi dengan produk tersebut.

Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi gejala alergi henna, salah satunya yaitu dengan mengoleskan salep kortisol pada area yang terkena iritasi. Akan lebih baik jika segera diatasi dengan salep kortisol tepat ketika rasa gatal mulai muncul dan tanda merah mulai timbul untuk mencegah agar kulit tidak semakin teriritasi.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan obat alergi henna yang telah diresepka dokter ataupun memanfaatkan bahan alami yang direkomendasikan untuk membantu meredakan inflamasi atau gejala alergi henna yang timbul.

Lukisan henna memang menarik dan memikat, namun Anda harus tetap waspada terhadap risiko yang mungkin terjadi. Pastikan Anda melakukan uji alergi sebelum menggunakan jenis henna pabrikan. Ini dapat membantu Anda terhindar dari alergi henna, dan penampilan yang menarik pun tidak akan terganggu karena alergi kulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *