Jangan Salah! Inilah Cara Mengenali Gejala Alergi pada Anak

Jangan Salah! Inilah Cara Mengenali Gejala Alergi pada Anak,- Alergi yang menyerang anak bisa terjadi kapanpun. Hal ini bisa membuat anak rewel, merasa tidak nyaman, sampai-sampai kehilangan nafsu makan karena lemas.

Bagi para orangtua baru, tentu keluhan pada anak tersebut seringkali menimbulkan tanda tanya besar. Apakah gangguan tersebut merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau mungkin karena serangan alergi.

Sebagian besar kasus alergi terjadi karena faktor genetik. Namun, ada pula yang disebabkan karena faktor luar, seperti makanan atau lingkungan. Beberapa makanan yang sering menyebabkan alergi diantaranya seperti kacang, susu, telur, kerang, dan ikan.

Sedangkan alergi yang disebabkan oleh lingkungan biasanya terjadi saat anak menginjak usia 18 bulan. Beberapa hal yang menjadi penyebabnya antara lain serbuk sari, debu, tungau, bubu binatang, atau jamur.

Untuk mengetahui apakah anak memiliki alergi atau tidak, memang perlu dilakukan pemeriksaan medis dan berkonsultasi dengan dokter. Namun selain itu, alangkah lebih baik jika sebagai orangtua, Anda juga perlu mengetahui beberapa gejala alergi.

Agar tidak salah, inilah cara mengenali gejala alergi pada anak yang perlu diketahui, yaitu :

Alergi makanan

Alergi dan toleransi makanan biasanya terjadi secara bergantian. Alergi merupakan reaksi dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang masuk karena dianggap membahayakan.

Reaksi yang timbul diantaranya gatal, bibir bengkak, muntah, diare, dan bantuk mengi atau berbunyi. Ketika seorang bayi memiliki alergi terhadap makanan, maka ia akan kehilangan enzim yang diperlukan untuk memecah protein menjadi bagian mudah dicerna.

Akibatnya, adanya gas yang berlebihan atau kram pada perut yang membuatnya rewel. Gejala dari keduanya dapat terjadi ketika si kecil mulai kenyang, termasuk juga saat diberi susu formula atau menyusui. Jika curiga anak mengalami hal ini, maka segera konsultasikan kondisinya dengan dokter spesialis alergi.

Baca juga : Tisu Basah Ternyata Bisa Picu Alergi pada Anak

Ruam

Ruam merupakan tanda yang biasanya timbul pertama. Beberapa bayi yang baru lahir memiliki jerawat kecil di wajah. Namun, berbeda lagi dengan eksim, yang merupakan ruam wajah yang menyebar secara luas, berwarna merah, bersisik, dan gatal. Setelah timbul di wajah, akan timbul pada bagian lengan, kaki, lipatan lutut, bahkan pada siku.

Untuk mengatasinya, mandikan bayi dengan sabun hypoallergenic dan gunakan pelembab tanpa aroma. Jika tak kunjung mereda, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Nantinya dokter akan memberikan obat topikal dan antihistamin untuk menyembuhkan dan mengontrol gatal.

Batuk berkepanjangan

Asma merupakan salah satu bentuk alergi yang menyebabkan peradangan di saluran napas. Ditandai dengan timbulnya batuk mengi atau berbunyi dan sesak napas. Bayi yang memiliki alergi eksim dan makanan lebih mungkin terkena asma.

Biasanya gejalanya tidak disebabkan oleh pilek atau virus. Tetapi timbul batuk berbunyi terus menerus dan tak kunjung sembuh. Jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter.

Mengejutkan! Tisu Basah Ternyata Bisa Picu Alergi pada Anak

Mengejutkan! Tisu Basah Ternyata Bisa Picu Alergi pada Anak,- Tisu basah merupakan salah satu keperluan yang selalu tersedia dalam tas bayi, terutama saat melakukan perjalanan jauh. Saat si kecil buang air besar atau buang air kecil, orantua akan mengandalkan tisu basah untuk membersihkan area yang kotor tersebut.

Selain itu, jika tangan dan kaki anak kotor dan tidak ada air, maka tinggal di lap saja. Tisu basah memang memiliki peranan yang cukup besar di kehidupan sehari-hari. Namun, ternyata penggunaan tisu basah secara terus menerus memiliki dampak negatif.

Sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology mengungkapkan bahwa kebiasaan orangtua menggunakan tisu basah untuk membersihkan kulit anak dapat meningkatkan risiko alergi.

Hal ini disebabkan karena kandungan sabun pada tisu basah dapat menghilangkan lipid atau minyak alami yang berfungsi untuk melindungi kulit. Jika sisa sabun ini tidak segera dibilas, maka bayi akan menyerap lebih banyak zat kimia yang dapat memicu reaksi alergi.

Inilah mengapa, jumlah kasus alergi di Amerika Serikat meningkat sebanyak 20% selama 20 tahun terakhir. Para penelitin secara khusus memperinagtkan para orangtua yang anaknya secara genetis berpotensi memiliki alergi dengan kondisi dermatitis atopik.

Perlu diketahui, dermatitis atau eksim atopik adalah kondisi kronis yang menyebabkan gatal-gatal. Kondisi ini disebabkan oleh mutasi genetik yang mengganggu protein kulit yang berfungsi menciptakan perlindungan.

Penulit utama studi dan profesor alergi-imunologi di Northwestern University, Joan Cook-MIlls, mendapati bahwa dermatitis atopik tidak serta merta terjadi hanya karena paparan terhadap alergen, seperti kacang.

Ia mendapatkan ide mengenai pengaruh tisu basah setelah membaca beberapa studi yang menunjukkan bahwa obat-obatan untuk dermatitis atopik diberikan kepada kulit yang baru disabun untuk memecah perlindungannya.

Untuk membuktikan hipotesisnya, Mills bersama dengan koleganya kemudian melakukan pengujian terhadap bayi tikus yang memiliki mutasi dermatitis atopik.

Mereka mengaplikasikan natrium laurel sulfat, bahan sabun yang biasa ditemukan pada tisu basah, ke kulit tikus. Setelah itu, selama 2 minggu, bayi tikus diberi 3 sampai 4 kali paparan terhadap alergen dengan durasi 40 menit dan diberi makan kacang atau telur.

Meskipun seharunya tikus tidak menunjukkan reaksi gatal-gatal dan kulit kering sampai berusia beberapa bulan yang setara dengan usia manusia dewasa muda, bayi tikus dalam studi langsung mengalami iritasi pada usus dan area kulit yang terpapar. Bayi tikus juga menunjukkan anafilaksis atau reaksi alergi berat di seluruh tubuh.

Ia menyebutkan, bayi mungkin tidak memakan alergen ketika baru lahir, namun mereka mendapatkannya dari kontak kulit. Misalnya saat saudara dengan selai kacang diwajahnya mencium bayi, atau orangtua yang mempersiapkan makanan dengan kacang tiba-tiba menggendong bayi.

Dibandingkan dengan menggunakan tisu basah, Cook-Mills lebih menyarankan untuk mencuci tangan bayi karena efek sabun akan terbilas, Selain itu, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum memegang bayi untuk mengurangi paparan terhadap alergen.

 

Artikel terkait :

Cara Menghindarkan Anak dari Alergi
Obat Alergi Anak 1 Tahun
Obat Alergi Anak Tradisional

Mengenal Penyebab dan Jenis Alergi yang Sering Dialami Bayi

Mengenal Penyebab dan Jenis Alergi yang Sering Dialami Bayi,- Alergi merupakan bentuk reaksi imun tubuh secara berlebihan pada benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Hampir setiap orang pasti pernah mengalami reaksi alergi, baik itu karena debu, makanan yang dikonsumsi, paparan zat kimia, atau yang lainnya. Kondisi alergi ternyata juga bisa dialami oleh bayi. Bahkan, bayi merupakan sumjek yang paling rentan mengalami alergi, mengingat sistem imunitas tubuhnya belum terbentuk dengan sempurna.

Meksipun alergi merupakan reaksi normal dari tubuh, namun alergi pada bayi tidak boleh disepelekan begitu saja. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan bayi mengalami alergi. Namun, faktor genetiklah yang paling sering memainkan peran penting dalam terjadinya alergi pada bayi. Selain itu, faktor lain yang sering menjadi penyebab alergi pada bayi adalah makanan dan lingkungan.

Hampir sekitar 6 juta anak memiliki alergi terhadap makanan. Alergi ini juga biasanya lebih banyak dialami oleh anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan. Jenis makanan yang paling sering membuat anak mengalami alergi diantaranya adalah kacang, susu sapi, telur, sea food, kedelai, dan tepung terigu.

Sedangkan alergi yang disebabkan oleh faktor lingkungan biasanya terjadi karena paparan dari benda-benda yang ada di dalam ataupun di luar ruangan, seperti serbuk sari, debu tungau, bulu binatang, jamur, atau kecoak.

Selain 3 faktor tersebut, ada juga beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan bayi mengalami alergi. Seperti gigitan serangga yang menyebabkan kulit bengkak, gatal, dan memerah. Atau efek obat-obatan dan bahan kimia tertentu, misalnya detergen yang bisa menyebabkan alergi pada kulit bayi.

Mengenal Jenis Alergi yang Sering Dialami Bayi

Ada 4 jenis alergi yang sering dialami bayi yang perlu diketahui dan diwaspadai, diantaranya adalah :

Dermatitis kontak

Dermatitis kontak adalah jenis alergi pada bayi yang ditandai dengan kulit kemerahan yang timbul segera setelah terpapar dengan suatu iritan atau pemicu alergi. Kulit bayi akan terlihat kering dan tampak bersisik. Konsultasikan dengan dokter jika Anda mencurigai gejala-gejala yang dialami oleh si kecil.

Urtikaria kronis

Urtikaria kronis merupakan reaksi alergi pada bayi yang tergolong berat. Urtikaria timbul dengan ditandai adanya ruam kemerahan yang lebar setelah kontak dengan alergen. Tiak seperti alergi kulit yang lainnya, urtikaria kronis tidak menyebabkan kulit menjadi kering. Gejala lain yang timbul antara lain sulit bernapas atau bengkak pada mulut dan wajah. Pada sebagian besar kasus, urtikaria kronis akan hilang dengan sendirinya selama terhindar dari paparan alergen.

Dermatitis atopik (eksem)

Diperkirakan sekitar 1 dari 10 bayi dilaporkan mengalami kondisi dermatitis atopik atau yang lebih sering dikenal dengan nama eksem. Dermatitis atopik merupakan kondisi peradangan kulit yang ditandai dengan kulit kemerahan dan terasa gatal.

Sebagian besar kondisi alergi ini dialami oleh bayi yang tidak mendapatkan ASI dan diberikan susu formula dengan bahan dasar susu sapi. Namun, seiring waktu, alergi susu ini bisa hilang mengingat pencernaan bayi yang sudah semakin sempurna.

Beberapa gejala yang bisa timbul jika bayi mengalami dermatitis atopik, seperti diantaranya :

*) Ruam merah yang tersebar pada tubuh akibat digaruk
*) Gatal-gatal, terutama di malam hari
*) Luka melepuh yang mengeluarkan cairan. Dalam beberapa kasus, luka ini akan menjadi luka terbuka jika digaruk
*) Kulit kering, pecah-pecah, dan bersisik

Alergi rhinitis

Apa ibu pernah menemukan si kecil yang bersih tanpa henti secara tiba-tiba ? Jika iya, mungkin anak ibu sedang mengalami alergi rhinitis. Gejala utama dari alergiini memang berupa bersin-bersin, beringus, hingga hidung tersumbat. Umumnya, alergi rhinitis disebabkan karena bayi terpapar debu, serbuk sari, atau bulu binatang. Dalam kondisi yang tergolong berat, gejala rhinitis yang dialami bisa meliputi serangan asma atau sesak napas.

 

Artikel terkait :

Mengobati Alergi pada Wajah Bayi
Cara Mengatasi Gejala Alergi Bayi
Cara Menghilangkan Bintin Merah pada Dada dan Perut Bayi

Kenalkan Makanan Ini Lebih Awal Hindarkan Anak dari Alergi

Kenalkan Makanan Ini Lebih Awal Hindarkan Anak dari Alergi,- Seringkali anak-anak menjadi alergi terhadap beberapa jenis makanan tertentu yang disebabkan oleh beberapa faktor. Sehingga banyak ibu yang khawatir dan lebih memilih untuk tidak memberikan beberapa jenis makanan dan minuman yang diduga dapat memicu alergi, seperti susu, telur dan lainnya hingga berusia satu tahun.

Padahal, menurut penelitian terbaru, hal tesebut justru akan menjadikan anak mengalami peningkatan kesempatan berkembangnya alergi pada makanan tersebut. Hasil sebuah penelitian yang dilakukan di Kanada menyebutkan bahwa bayi yang tidak diberi susu pada tahun pertama mereka hampir 4 kali lebih sensitif terhadap susu pada usia satu tahun. Risiko tersebut akan berlipat ganda untuk kasus telur dan kacang tanah.

Saat ini, sebuah badan kesehatan di Inggris menyarankan untuk menunda pengenalan produk telur dan kacang tanah seperti selai kacang hingga anak berusia 6 bulan, dengan tujuan untuk mencegah alergi. Namun, para ilmuwan yang menulis untuk Prediatric Allergy and Immunology mengatakan bahwa penundaan tersebut dapat menyebabkan peningkatan alergi pada anak.

Disebutkan bahwa sebaiknya anak-anak sudah dikenalkan dnegan kacang tanah, telur, dan susu sapi lebih awal antara usia 4 hingga 6 bulan. Menurut penulis studi, Maxwell Tran, ini merupakan pergeseran penting dalam berpikir jauh dari menghindari makanan yang berpotensi alergen, menuju pengenalan awal mereka untuk mengurangi risiko alergi makanan dikemudian hari.

Menghindari makanan ini sebelum bayi menginjak usia 12 bulan dapat meningkatkan risiko asma, eksim, dan rhinitis di masa kanak-kanak mereka nanti.

Tim peneliti yang bekerja pada CHILD Study, dipimpin oleh McMaster University, melihat data lebih dari 2.100 anak-anak Kanada. Mereka menemukan bayi yang tidak diberi makanan alergik sebelumnya memiliki kesempatan untuk mendapatkan sensitivitas makanan yang lebih tinggi.

Penelitian ini juga menemukan bahwa sebagian besar orangtua benar-benar menunda untuk mengenalkan mereka pada makanan, terutama telur dan kacang tanah karena takut akan reaksi yang timbul akan merugikan si kecil.

Hanya 3% orangtua yang memperkenalkan telur sebelum usia 6 bulan, sedangakn hanya 1% yang memperkenalkan kacang tanah sebelum usia 6 bulan. Dan 63% orangtua lebih memilih untuk menghindari memberi makan kacang sepenuhnya selama tahun pertama anak.

Padahal, awal pengenalan telur sebelum usia satu tahun nampaknya sangat bermanfaat, karena secara signifikan dapat mengurangi kemungkinan pengembangan sensitisasi terhadap salah satu dari tiga alergen makanan tersebut.

Nah, jadi bunda, kini tidak perlu ragu lagi untuk memberikan telur dan kacang tanah kepada si kecil. Karena seperti yang telah dijelaskan diatas, ini akan memberikan manfaat bagi si kecil untuk mengurangi risiko alergi pada anak.

Trik Agar Alergi Anak Tidak Menetap Hingga Dewasa

Pengobatan Alergi,- Alergi pada anak merupakan reaksi tubuh yang menyimpang atau berubah dari normal yang dapat menimbulkan gejala yang merugikan tubuh, mulai dari gangguan pernapasan, kulit, hingga mata. Anda jangan mengangkap enteng alergi yang terjadi pada anak, pasalnya hal tersebut dapat berisiko terhadap tumbuh kembang sang anak, bahkan jika tidak ditangani dengan baik alergi pada anak dapat berlanjut hingga dewasa.

Namun, walaupun begitu, Anda tentu bisa memperkecil risiko tersebut. Berikut ini beberapa trik agar alergi anak tidak menetap hingga dewasa yang bisa dilakukan, diantaranya adalah :

Ketahui dan hindari pemicunya

Jika si kecil sudah terdiagnosis alergi, maka yang harus dilakukan selanjutnya adalah mencegahnya dengan menghindari pemicunya. Perhatikan kapan dan dimana biasanya reaksi alergi timbul. Jika masik belum diketahui secara pasti pencetusnya, maka Anda bisa melakukan tes alergi atau skin prick test.

Beberapa faktor yang sering memicu timbulnya reaksia lergi diantaranya adalah debu, tungau, serbuk sari, susu dan produk olahannya, kosmetik (seperti bedak bayi), dan obat-obatan (misalnya antibiotik).

Jauhi asap rokok

Selain menghindari faktor pemicu alergi, Anda juga harus menjauhkan si kecil dari asap rokok. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa paparan asap rokok dapat mengiritasi saluran napas. Asap rokok juga berkontribusi terhadap perkembangan alergi ataupun asma pada anak.

Berikan ASI eksklusif

Memberikan anak ASI secara eksklusif hingga usia 6 bulan merupakan trik agar alergi anak tidak menetap hingga dewasa selanjutnya. Setelah memberiakn ASI secara eksklusif, berikan pula anak makanan pendamping ASI (MPASI). Dengan demikan, maka daya tahan tubuh akan akan meningkat, dan risiko alergi bisa berkurang.

MPASI

Menginjak usia 6 bulan ke atas, kenalkan anak dengan makanan yang sering menimbulkan alergi (alergik), seperti susu formula, kacang, keju, telur matang, dan lainnya. Jika tidak ada reaksi alergi yang timbul setelah mengonsumsi beberapa jenis makanan tersebut, maka tambah jumlahnya dan lanjutkan tanpa mengubah menu selama 3-5 hari.

Namun sebaliknya, jika reaksi alergi timbul setelah mengonsumsi makanan tersebut, segera eliminasi makanan tersebut dari menu harian si kecil.

Konsultasikan pada dokter anak

Trik agar alergi anak tidak menetap hingga dewasa yang terakhir adalah berkonsultasi dengan dokter anak. Dokter akan membantu mencari tahu penyebab alergi anak dan cara untuk mencegahnya. Jika yang dialami anak adalah asma atau rhinitis alergi, maka dokter biasanya akan menyertakan obat alergi anak untuk dikonsumsi secara rutin untuk mencegah kekambuhan.

Hewan Peliharaan Lucu yang Aman Bagi Anak yang Alergi

Hewan Peliharaan Lucu yang Aman Bagi Anak yang Alergi,- Memberikan hewan peliharaan pada si kecil memang bisa mengajarkan dia arti sebah tanggungjawab. Namun, terkadang hal tersebut menjadi beban tersendiri ketika Anda mengetahui jika si kecil memiliki alergi terhadap hewan peliharaan. Sehingga mereka tidak diizinkan untuk mengadopsi hewan peliharaan.

Namun, bukan berarti anak yang memiliki alergi tidak bisa memilihi hewan peliharaan. Si kecil tetap bisa meiliki hewan peliharaannya sendiri. Tapi, perlu diingat, bunda harus memperhatikan jenis hewan yang aman untuk anak yang alergi.

Hindari memilih hewan yang dapat memicu timbulnya alergi pada anak, seperti kucing dan anjing. Kucing dan anjing merupakan salah satu hewan peliharaan yang dapat memicu timbulnya alergi. Namun, bunda tidak perlu khawatir, berikut ini beberapa pilihan hewan peliharaan lucu yanga man bagi anak yang alergi :

Hamster

Hamster merupakan hewan peliharaan yang pintar dan mudah diajari. Usianya bisa bertahan sekitar 1 hingga 3 tahun. Hewan ini memang termasuk mamalia yang memiliki potensi alergi seperti anjing dan kucing. Namun, karena ukuran mereka yang jauh lebih kecil, sehingga memproduksi alergen yang lebih sedikit.. Jadi, hamster bisa jadi salah satu pilihan yang aman bagi anak yang alergi.

Ikan

Ikan merupakan salah satu hewan peliharaan yang cukup banyak disukai oleh anak kecil. Memelihara ikan tidak akan memicu kekambuhan pada anak yang alergi. Hal ini disebabkan karena ikan diletakkan di dalam akuarium yang memberi jarak antara anak dengan hewan peliharaannya.

Walaupun begitu, orangtua juga harus rajin membersihkan akuariumnya. Karena jika tidak bersih, jamur bisa timbul di akuarium dan sporanya berhembus ke udara yang bisa memicu reaksi alergi pada beberapa orang.

Reftil dan Amfibi

Walaupun tidak selucu anjing dan kucing, namun reptil dan amfibi juga bisa menjadi hewan peliharaan yang eksotis dan menyenangkan. Selain itu, mereka juga tidak memiliki bulu yang bisa memicu kekambuhan alergi anak.

Namun, jika bunda memilih kura-kura sebagai hewan peliharaan bagi si kecil, Anda harus sedikit berhati-hati dalam merawatnya. Pasalnya, jika tidak dirawat dengan benar, kura-kura juga bisa membawa virus salmonella.

Burung Parkit atau Kenari

Salah satu alternatif hewan peliharaan lucu yang bisa bunda berikan pada si kecil yang alergi adalah burung. Mereka bisa bertahan hidup sekitar 10-15 tahun. Orang yang alergi terhadap kucing dan anjing jarang memiliki masalah pada burung spesies ini. Selain itu, ukurang kedua hewan ini kecil. Sehingga meminimalisir potensi kambuhnya alergi pada anak.

Jadi, kini bunda tidak perlu khawatir lagi untuk memberikan hewan peliharaan pada anak yang alergi. Dengan beberpa pilihan hewan peliharaan lucu yang aman bagi anak yang alergi tersebut, bunda tidak perlu khawatir jika alergi yang si kecil idap kambuh. Namun, bunda harus tetap waspada dan hindari si kecil dari faktor penyebab alergi lainnya.

Artikel Terkait :

Alergi Hewan Peliharaan
Bahaya Bulu Kucing Bagi Kesehatan

Waspada, Mainan Bisa Memicu Alergi pada Anak

Mainan merupakan salah satu beda yang sering dijadikan sebagai sarana bermain dan berlajar anak. Namun, Anda tidak boleh sembarangan dalam memilih mainan bagi anka. Terlebih lagi jika anak memiliki riwayat alergi sebelumnya, atau jika ia memiliki riwayat alergi dari orangtua dan keluarga.

Hal ini disebabkan karena mainan juga bisa memicu timbulnya reaksi alergi. Hampir semua zat dapat menyebabkan alergi, namun ada beberapa jenis mainan yang perlu dihindari karena terbilang cukup sering menyebabkan alergi.

Alergi hirup

Bayi, baik perempuan ataupun laki-laki umumnya menyukai boneka, terlebih lagi boneka berbulu yang lucu dan menggemaskan. Namun, jika anak memiliki bakat alergi, sebaiknya Anda memindahkan boneka berbulu tersebut dari kamar atau tempat bermainnya. Atau minimal Anda menyimpannya di lemar tertutup yang tidak dapat dijangkau oleh anak.

Walaupun menggemaskan, namun boneka yang berbulu dapat menyimpan debu dan tungau. Debu dan tungau adalah alergen hirup yang paling sering menyebabkan alergi pada anak, terutama asma dan rinitis.

Asma dan rinitis merupakan dua jenis alergi yang umumnya dialami oeh anak yang telah menginjak usia sekolah. Alergi tersebut dapat sangat meresahkan anak dan orangtua, pasalnya berpotensi mengganggu tidur dan aktivitas anak. Akibatnya, anak bangun dengan perasaan tidak segar, kurang dapat berkonsentrasi dan fokus untuk mengikuti pelajaran di sekolah, memiliki mood yang kurang baik, dan berpotensi memiliki masalah perilaku.

Jika anak tetap ingin menyimpan mainan kesukaannya tersebut didalam kamar, pastikan hanya ada 1 atau 2 boneka saja. Dan Anda juga harus membersihkan dan mencucinya sesering mungkin, karena tidak boleh ada debu atau tungau yang tertinggal.

Baca Juga :

Obat Alergi Kulit Kaligata pada Anak

Mengobati Anak Sesak Napas Karena Alergi

Alergi kontak

Selain boneka yang berbulu, hindari juga mainan anak yang mengandung partikel logam seperti nikel dan memiliki kandungan parfum. Nikel dan parfum merupakan jenis zat yang paling sering menyebabkan alergi kontak pada anak.

Alergi kontak ini terjadi jika kulit anak bersentuhan dengan zat tersebut. Reaksi timbul dalam waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 24-72 jam setelah bersentuhan. Gejala alergi yang ditimbulkan bisa berupa ruam merah yang gatal atau pedih di kulit, atau bisa juga berbentuk bdiuran.

Gejala alergi tersebut dapat aiobati dengan pemberian lotion atau bedak kocok yang mengandung kalamin, serta pemberian obat alergi minum antihistamin. Obat tersebut dapat membantu meredakan gejala alergi yang ringan. Namun, jika kulit terasa perih setelah diberikan bedah kocok kalamin, lebih baik bawa anak ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Penting untuk diingat, hindari penggunaan krim kartiokosteroid tanpa petunjuk dan pengawasan dokter, karena dapat menimbulkan efek samping jika digunakan dalam waktu yang lama dan dalam dosis yang besar.

Pengobatan Alternatif Konjungtivitis Alergi pada Anak

Pengobatan konjungtivitis alergi pada anak biasanya tidak sama dengan orang dewasa. Konjungtivitis alergi pada anak sembuh dengan cara yang lebih lembut daripada orang dewasa. Selain dengan menggunakan pengobatan alergi dari dokter, Anda juga bisa melakukan pengobatan alternatif konjungtivitis alergi pada anak dengan QnC Jelly Gamat yang telah teruji mampu mengatasi alergi secara alami dan efektif. Tidak hanya itu, QnC Jelly Gamat ini juga termasuk obat herbal yang legal dan resmi, karena telah terdaftar di DEPKES P-IRT No. 109321601291-1229 dan bersertifikat HALAL MUI.

Konjungtivitis Alergi pada Anak

pengobatan-alternatif-konjungtivitis-alergi-pada-anak

Konjungtivitis adalah peradangan selaput yang meliputi bagian depan mata atau konjungtiva dan menyebabkan mata berwarna kemerahan. Konjungtivitis awalnya hanya menjangkiti satu mata, namun biasanya setelah beberapa jam akan menjangkit kedua mata.

Konjungtivitis memiliki gejala seperti mata berair dan terasa gatal. Selain itu, jika konjungtivitis terjadi karena alergi, terkadang disertai dengan timbulnya lapisan lengket pada bulu mata.

Konjungtivitis alergi umumnya terjadi pada orang-orang yang memiliki gejala-gejala lain dari penyakit alergi, seperti demam, asma, dan eksim. Konjungtivitis ini sering disebabkan oleh antigen seperti serbuk sari, tungau, debu, atau kosmetik.

Alergi konjungtivitis pada anak hasil dengan mekanisme yang sama seperti orang dewasa dapat memberikan ketidaknyamanan yang cukup besar. Gatal di mata dapat membuat anak terus menerus menggosokan tangan mereka yang kemungkinan tidak selalu bersih, sehingga mengancam aksesi infeksi. Maka dari itu, para orang tua perlu memantau kebersihan tangan anak dan terutama pada mereka yang memiliki keluhan alergi.

Pengobatan Alternatif Konjungtivitis Alergi pada Anak dengan QnC Jelly Gamat

Seperti yang disebutkan sebelumnya, pengobatan konjungtivitis alergi pada anak tentu memiliki perbedaan dengan orang dewasa. Untuk mengatasi konjungtivitis alergi pada anak, QnC Jelly Gamat bisa menjadi solusi terbaik yang aman.

Pengobatan Alternatif Konjungtivitis Alergi pada Anak

QnC Jelly Gamat adalah produk herbal yang dibuat dari 100% bahan alami teripang emas asli yang diambil langsung dari perairan terbaik Indonesia. Teripang yang digunakan adalah teripang besar dan segar, serta memiliki hasil ekstraksi yang sama.

Dalam dunia medis, teripang memiliki begitu banyak khasiat bagi kesehatan dan pengobatan penyakit. Dengan kandungan nutrisinya yang lengkap menjadikan teripang emas ini banyak dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit, termasuk salah satunya alergi.

Kandungan nutrisi yang ada didalam teripang emas ini diantaranya adalah protein, kolagen, mukopolisakarida, glucosaminoglycans (GAGs), glucosamine dan chondroitin, lektin, saponin, asam amino, antiseptik alamiah, omega 3, 6, dan 9, serta vitamin dan mineral.

Artikel Terkait Alergi Anak :

Tidak hanya teripang emas, didalam QnC Jelly Gamat ini juga didukung oleh bahan alami lainnya, seperti Sweetener Stevia, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, serta Ekstrak Buah dan Sayur. Semua bahan alami tersebut dapat melengkapi dan memperkaya kandungan serta khasiat yang dimilikinya.

Nah, kini Anda tidak perlu khawatir lagi untuk memilih QnC Jelly Gamat sebagai solusi pengobatan alternatif konjuntivitis alergi pada anak.

Dan bagi Anda yang berminat ingin merasakan khasiatnya secara langsung, silahkan lakukan pemesanan dengan mengirimkan format berikut :

SRG: Jumlah pesanan: Nama: Alamat  Lengkap: No. Hp./tlp.

kirim ke :

SMS/WA : 082320970600
atau PIN BB : 53227614

Contoh

SRG: 5 botol: Ilham Nuralamsyah: Jl.  Perintis Kemerdekaan No. 35 Jakarta:  081648537XXX

PERHATIAN  !!

Dalam setiap pemesanan harap   mencantumkan kode SRG agar dapat terdeteksi oleh kami, dan pesanan Anda akan segar kami proses.

Untuk informasi lengkap daftar harga, silahkan KLIK DISINI.

Anda jangan khawatir berbelanja secara online, karena disini kami akan memberikan pelayanan terbaik dengan KIRIM BARANG DULU, BARU BAYAR (pemesanan 1-2 botol) dan juga ‘Garansi Uang Kembali’ jika pesanan tidak sampai ke tempat Anda.

Semoga lekas sembuh.

Ternyata Ada Plester Kulit Khusus Atasi Alergi Kacang Anak

Tidak dapat dipungkiri, kacang merupakan salah satu sumber makanan yang dapat menimbulkan reaksi alergi, khususnya pada anak. Gejala yang timbul akibat alergi kacang ini pada setiap orang berbeda-beda. Reaksi alergi bisa timbul sesaat setelah mengonsumsi kacang atau makanan yang mengandung kacang atau juga timbul dalam waktu satu atau dua jam. Gejala alergi kacang bisa saja hanya ringan, namun pada kasus tertentu juga bisa menjadi parah dan bahkan hingga mengancam jiwa.

ternyata-ada-plester-kulit-khusus-atasi-alergi-kacang-anak

Namun, sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology, menyebutkan adanya plester kulit khusus yang dapat mengobati alergi kacang.

Selama setahun, para peneliti dari Konsorsium Alergi Makanan menguji anak usia 4 hingga 20 tahun yang memiliki alergi kacang sebanyak 74 anak. Mereka mengamati apakah plester kulit tersebut ampuh untuk mengatasi alergi kacang atau tidak.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak yang menerima dosis tinggi protein kacang tanah terbukti cocok menggunakan plester kulit khusus tersebut. Namun, plester bekerja paling efektif pada anak-anak yang berusia 4 sampai 11 tahun. Pada anak diatas 12 tahun, plester tersebut kurang efektif, menurut pernyataan dari National Institutes of Health.

Risiko Penggunaan Plester Kulit Khusus Atasi Alergi Kacang Anak

Yang menjadi perhatian utama bagi para peneliti adalah apakah plester kulit khusus akan memicu reaksi alergi yang berbahaya. Dari 74 anak yang diikut sertakan dalam penelitian, 1 diantaranya terpaksa dipulangkan karena reaksi plester.

Sekitar 80% dari anak-anak yang menggunakan plester kulit khusus memiliki beberapa reaksi yang termasuk ringan, seperti timbulnya benjolan dan kemerahan pada kulit di sekitar plester yang ditempelkan.

Artikel Terkait Alergi pada Anak :

Obat Alergi Anak
Obat untuk Atasi Alergi Kulit pada Anak
Penyakit Alergi Makanan pada Anak

Kepala Alergi dan Imunologi Rumah Sakit Anak Arkansas, Dr Stacie M Jones, menjelaskan bahwa plester kulit khusus yang diproduksi DBV Technologies dilapisi dosis menengah. Anak-anak yang menggunakan plester memiliki potensi yang sangat kecil untuk menimbulkan reaksi alergi karena terbuatd ari kacang mentah.

“Protein kacang dari plester kulit khusus tidak memasuki aliran darah. Setelah anak-anak memakai plester, mereka diperingatkan untuk tidak menyentuh mata atau mulut  dan tidak segera mencuci tangan,” jelasnya.

Walaupun penggunaan plester kulit khusus atasi alergi kacang anak ini cukup efektif, Dr Jennifer Shihasisten, asisten profesor di Emory University School of Medicine berpendapat jika plester kulit tidak mengakhiri masalah penyakit alergi kacang. Hal ini disebabkan karena label makanan yang tersedia di kantin sekolah sulit dihindari dari kacang-kacangan. Masalah itu membawa kecemasan, terutama anak-anak yang sensitif alergi kacang.

Tidak hanya itu, hasil penelitia itu tidak 100% terbukti meskipun sekitar setengah dari anak-anak berhasil memakai plester kulit khusus. “Ketika melihat studi ini, saya sangat bersemangat karena dapat memberikan harapan. Tapi hal itu bukan sesuatu yang akan membuat kita lari ke toko untuk mendapatkan plester secepatnya,” lanjutnya.

Obat Alami untuk Atasi Alergi Kulit Kaligata pada Anak

Bunda, bingung mencari solusi obat alami untuk atasi alergi kulit kaligata pada anak yang aman dan juga efektif ? Jangan khawatir. Karena disini kami memiliki informasi yang lengkap untuk membantu mengatasi kaligata pada si kecil dengan aman dan efektif. Namun, sebelum itu, alangkah baiknya jika bunda mengetahui terlebih dahulu apa yang menyebabkan si kecil mengalami kaligata. Yu, simak informasi lengkapnya disini
!!

Penyebab Alergi Kulit Kaligata pada Anak

obat-alami-untuk-atasi-alergi-kulit-kaligata-pada-anak

Kaligata merupakan salah satu bentuk dari reaksi alergi pada kulit, bisa berupa gatal-gatal, kemerahan, bentol-bentol atau biduran, atau bisa juga berbentuk kulit yang melepuh karena terpapar oleh obat atau cuaca yang merupakan pencetus alergi. Kaligata muncul disebabkan karena adanya tanggapan terhadap histamin, yaitu zat yang diproduksi sel tertentu ke dalam darah untuk melawan alaergen yang ada di dalam tubuh. Ketika proses perlawanan ini terjadi, maka cairan plasma darah bocor keluar dari pembuluh darah kecil dan mengakibatkan timbulnya tonjolan tipis yang pucat pada kulit.

Kaligata bisa disebabkan oleh beberapa pemicu, seperti zat kimia atau bahan tambahan pada makanan, racun atau gigitan serangga, bulu hewan peliharaan, paparan serbuk sari dan tumbuhan tertentu, reaksi terhadap pengobatan tertentu, paparan sinar ultraviolet, beberapa situasi seperti panas, dingin, atau stress emosional.

Solusi Obat Alami untuk Atasi Alergi Kulit Kaligata pada Anak

Biasanya untuk mengatasi alergi dilakukan dengan mengonsumsi antihistamin untuk mencegah reaksi yang timbul berlebihan ketika pemicu alergi tidak dapat dihindari. Namun, jika bunda merasa ragu dan khawatir untuk memberikannya pada si kecil, bunda bisa mengganti antihistasmin dengan obat alergi alami QnC Jelly Gamat yang telah terbukti aman dan ampuh atasi alergi pada si kecil.

Obat Alami untuk Atasi Alergi Kulit Kaligata pada Anak

QnC Jelly Gamat merupakan salah satu terobosan obat herbal yang menjadi banyak pilihan keluarga Indonesia. Selain terbuat dari 100% bahan alami, QnC Jelly Gamat ini juga kaya akan kandungan nutrisi yang lengkap dan ampuh untuk proses pengobatan serta menjaga kesehatan secara menyeluruh.

QnC Jelly Gamat dibuat dengan menggunakan bahan dasar teripang emas yang diambil langsung dari perairan terbaik Indonesia dan diproses dengan masih menggunakan cara tradisional untuk menjaga kualitas dan keaslian dari bahan. Dalam proses pengolahannya, QnC Jelly Gamat ini juga tidak menggunakan campuran bahan kimia, sehingga 100% alami.

Menurut penelitian, teripang ini mampu mengurangi gatal pada permukaan kulit dan juga mempercepat penyembuhan luka yang bisa saja timbul akibat garukan. Didalam teripang emas ini juga terkandung asam amino yang dapat membantu menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh si kecil untuk membantu melawan reaksi yang berlebihan dari tubuh.

Artikel Terkait :

Tidak hanya teripang emas, QnC Jelly Gamat ini juga diperkaya dengan kandungan alami lain, seperti diantaranya Sweetener Stevia, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, serta Ekstrak Buah dan Sayur.

Untuk keamanan dan kualitasnya, tentu saja tidak perlu diragukan. karena QnC Jelly Gamat ini telah terdaftar di DEPKES P-IRT No. 109321601291-1229 dan juga bersertifikat HALAL.

Nah, bunda, kini saatnya untuk beralih dan kembali ke alam. Dan kami memberikan kemudahan kepada Anda dengan menghadirkan produk berkualitas terbaik yang aman dan efektif untuk atasi alergi kulit kaligata pada anak secara alami.

Bagi Anda yang berminat ingin merasakan khasiatnya secara langsung, silahkan KLIK DISINI untuk informasi lengkap daftar harga dan cara pemesanannya.

Semoga lekas sembuh..