Apakah Bayi Bisa Mengalami Alergi ASI? Ini Penjelasannya

Apakah Bayi Bisa Mengalami Alergi ASI? Ini Penjelasannya,- www.pengobatanalergi.com – ASI merupakan sumber makanan utama bagi bayi untuk mendukung tumbuh kembangnya. Namun, apakah ibu pernah mendapati si kecil rewel atau mengalami ruam di kulit setelah menyusu? Hal ini bisa saja menjadi pertanda bahwa bayi mengalami alergi ASI.

Alergi ASI

Apakah bayi bisa mengalami alergi ASI?

Memberikan ASI secara eksklusif selama 2 tahun pertama sering kali disarankan untuk membantu tumbuh kembang bayi. Namun, sayangnya ada berbagai halangan yang sering kali timbul pada masa menyusui, salah satunya yaitu bayi mengalami alergi ASI.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena umumnya ASI tidak akan menyebabkan alergi pada bayi. Faktanya, hanya sedikit seklai bayi yang mengalami reaksi alergi ketika mengonsumsi ASI.

Sayangnya, banyak yang salah kaprah menganggap bahwa bintik merah yang timbul akibat bayi terpapar atau terkena ASI secara langsung. Padahal, yang terjadi adalah bayi sensitif terhadap asupan tertentu yang dikonsumsi si ibu dan sampai ke bayi melalui ASI.

Oleh karena itu, ibu harus mencari tahu makanan apa sebenarnya yang bisa menyebabkan alergi bagi si kecil. Jika penyebab alergi tersebut telah diketahui, maka sebaiknya hindari makanan tersebut atau minimal kurangi konsumsinya.

Meskipun reaksi setiap bayi terhadap makanan yang dikonsumsi ibu berbeda-beda, namun makanan dan minuman tertentu memang bisa memberikan rasa dan pengaruh berbeda pada ASI ibu.

Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dicermati karena kemungkinan menjadi pemicu timbulnya reaksi alergi pada bayi, seperti diantaranya brokoli, coklat, bawang, cabai, dan produk olahan susu. Selain itu, bayi juga bisa mengalami alergi setelah minum ASI jika ibu mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, susu sapo, dan minuman yang mengandung alkohol.

Gejala Alergi ASI Pada Bayi

Gejala ringan atau yang sering terjadi akibat alergi yaitu eksim (eksema) pada kulit yang terjadi pada daerah-daerah khas atau atopi, seperti di daerah pipi saja atau di daerah-daerah lipatan saja (seperti siku dan lutut) berupa bintik-bintik kecil dan bisa juga disertai dengan warna yang memerah.

Bayi yang mengalami alergi ASI juga bisa mengalami gumoh (seperti muntah) yang terjadi secara spontan. Namun, terdapat perbedaan antara gumoh dengan muntah, dimana gumoh biasanya hanya sedikit cairan yang dikeluarkan serta tidak disertai dengan kontraksi otot perut. Gumoh ini dikatakan normal jika frekuensi terjadinya sekitar 1-4 kali sehari.

Namun, jika bayi mengalami gumoh lebih dari frekuensi normal, maka ibu harus waspada dan periksakan si kecil ke dokter, karena bisa jadi bayi mengalami alergi susu. Tidak hanya itu, gumoh yang tidak ditangani dengan baik dikhawatirkan ada air susu yang masuk ke lambung saat gumoh. Di dalam lambung terdapat asam lambung, sehingga jika air susu tercampur dengan asam lambung dan masuk ke paru-paru akan menyumbat saluran napas. Terlebih lagi terjadi dalam frekuensi yang sering diatas 4 kali sehari.

Jika bayi diketahui mengalami alergi ASI, maka langkah yang seharusnya diambil bukanlah menghentikan pemberian ASI eksklusif, namun menghentikan makanna yang bisa menyebabkan terjadinya alergi tersebut.

Jika pemberian ASI ini dihentikan dan diganti dengan susu formula, justru akan semakin mengurangi nilai gizi yang diterima oleh bayi. Karena bagaimana pun nilai gizi yang terkandung didalam ASI tidak bisa digantikan oleh susu formula. Selain itu, penggunaan susu formula juga bisa menyebabkan bayi enggan untuk menyusu ASI kedepannya. Semoga bermanfaat.

Tanda dan Gejala Alergi Gluten yang Perlu Diketahui

Tanda dan Gejala Alergi Gluten yang Perlu Diketahui,- www.pengobatanalergi.com – Akhir-akhir ini Anda mungkin sering melihat banyak produk yang berlabel bebas gluten. Makanan dengan kandungan gluten kini mulai dihindari oleh masyarakat yang dingin mulai hidup sehat. Gluten sering disebut sebagai silent killer karena bisa menyebabkan kerusakan kronis di seluruh tubuh secara diam-diam. Bahkan, terkadang penderita tidak menyadari jika mereka memiliki intoleransi gluten.

Lalu, apa itu gluten ?

Gluten adalah protein yang ditemukan pada endosperma gandum. Gluten memelihara embrio tanaman selama perkecambahan dan memengaruhi elastisitas bagian tanaman, yang akan memengaruhi kekenyalan produk gandum.

Gluten bisa mengancam mereka yang memiliki intoleransi gluten, atua kelainan pada respons imun saat memecah gluten dari makanan berbahan dasar gandum di pencernaan. Diperkirakan sekitar 99% orang dengan intoleransi gluten tidak terdeteksi, sedangkan kondsii ini bisa menimbulkan dampak negatif.

Gejala Alergi Gluten

Mengetahui Tanda dan Gejala Alergi Gluten

Para dokter memperkirakan sebanyak 15% populasi masyarakat mengalami alergi gluten. Sayangnya, masih banyak yang belum mengetahinya. Agar lebih waspada, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengenali kondisi tubuh yang mengalami alergi gluten.

Berikut merupakan tanda dan gejala alergi gluten yang perlu diketahui :

  • Pembengkakan

Pembengkakan atau sakit di jari-jari, lutut, atau paha merupakan salah satu hasil dari respons negatif tubuh terhadap makanan yang kaya akan kandungan gluten.

  • Kelelahan

Kelelahan atau kebingungan sesaat setelah mengonsumsi makanan gandum mengandung gluten merupakan salah satu gejala bahwa Anda sensitif terhadap gluten.

  • Masalah kulit

Kulit merupakan satu hal yang paling terkena dampaknya jika Anda memang alergi gluten. Berbagai bentuk dematitis pun bisa berkembang, seperti eksim dan ruam kulit. Jerawat juga bisa sebagai isu potensial lainnya dari alergi gluten.

  • Masalah pencernaan

Masalah pencernaan merupakan gejala alergi gluten yang paling umum dialami. Pemebntukan gas, disentri, konstipasi, dan perut kembung merupakan beberapa gejalanya. Konstipasi merupakan keluhan masalah pencernaan yang sering dirasakan oleh penderita alergi gluten.

  • Gejala saraf

Sakit kepala atau ketidakseimbangan tubuh merupakan masalah saraf yang menjadi indikasi adanya gluten dalam makanan dan gejala tubuh Anda memiliki alergi gluten.

Nah, itulah beberapa tanda dan gejala alergi gluten yang perlu diketahui dan diwaspadai. Segera kunjungi dokter jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala yang telah disebutkan diatas untuk mencari tahu kemungkinan alergi gluten. Semoga bermanfaat.

Anda Penderita Alergi? Selalu Sediakan Barang-Barang Ini!

Anda Penderita Alergi? Selalu Sediakan Barang-Barang Ini!,- Respon alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang bereaksi secara abnormal terhadap zat yang umum dalam lingkungan. Zat ini dikenal juga sebagai alergen, yang bis amenyebabkan respon peradangan dalam tubuh yang dapat berkisar dari ringan hingga mengancam nyawa.

Setiap orang berisiko terkena alergi, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Terlebih lebih jika telah memiliki riwayat alergi dari orang tua, maka diperlukan deteksi dini dan mengetahui apa saja yang perlu dilakukan agar alergi tidak semakin parah.

Untuk mencegah timbulnya alergi, hal pertama yang harus dilakukan yaitu dengan menghindari berbagai faktor yang menjadi penyebabnya, seperti makanan pemicu alergi, tidak pergi keluar rumah ketika udara dingin, memilih mandi dengan air hangat saat udara dingin, dan selalu menyediakan obat alergi untuk mengatasi gejala yang timbul.

Selain itu, juga terdapat barang-barang yang harus selalu disediakan penderita alergi agar kondisi alergi tidak semakin buruk, seperti diantaranya :

  • Antihistamin

Obat ini memang diresepkan untuk mengurangi gejala alergi. Histamin sendiri merupakan suatu zat yang terbentuk saat sistem kekebalan tubuh melawan zat yang sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh.

Obat ini tidak dijual bebas di pasaran, tetapi harus dibeli dengan menggunakan resep dokter. Adapun beberapa jenis obat alergi lainnya yaitu desloratadine, fexofenadine, levocetirizine, cetirizine, dan loratidine. Sayangnya, semua jenis obat alergi tersebut membuat konsumennya mudah mengantuk. Maka dari itu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan jenis obat alergi yang tepat untuk Anda.

  • Krim dan losion

Selalu sediakan krim pelembap, losion, atau salep yang mengandung hidrokortison untuk kulit. Dapatkan jenis obat tersebut dari dokter atau pun apoteker. Kemudian, gunakan krim untuk melembapkan kulit yang kering dan gatal, serta gunakan salep hidrokortison untuk meredakan peradangan yang terjadi. Namun, jika gejala alergi yang timbul semakin serius, seperti mengalami eksem, maka segeralan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan medis.

  • Obat tetes mata

Selain bisa membuat kulit gatal dan kemerahan, alergi juga biasanya menyebabkan mata merah, berair, dan gatal. Semua kondisi tersebut tentu akan sangat mengganggu, terlebih lagi jika Anda sedang beraktivitas di luar ruangan.

Maka dari itu, selalu sediakan obat tetes mata agar gejala tersebut bisa segera diatasi. Sebaiknya pilihlah obat tetes mata yang mengandung antihistamin atau ketotifen. Jika mata membengkak dan membuat Anda tidak nyaman, maka segera periksakan diri ke dokter untuk perawatan lebih lanjut.

  • Obat semprotan hidung

Beberapa jenis alergi mungkin akan menimbulkan gejala hidung kering. Jika Anda mengalami hal ini, maka cobalah untuk melembapkannya dengan semprotan hidung yang mengandung dekongestan. Namun, sebaiknya jangan gunakan alat ini lebih dari 3 hari secara berturut-turut, pasalnya bisa jadi gejalanya akan semakin memburuk.

  • Epinefrin

Apakah Anda tahu jika terdapat jenis alergi yang cukup berbahaya, karena sangat cepat berkembang dan berisiko tinggi menyebabkan kematian? Jenis alergi tersebut dikenal sebagai alergi anafilaksis. Untungnya, jenis alergi ini termasuk yang jarang ditemukan.

Jika Anda mengalami alergi ini, maka sebaiknya selalu sediakan epinefrin berbentuk suntikan, agar gejalanya bisa segera diatasi. Untuk memastikan jensi alergi yang Anda alami, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Mintalah bantuan dokter untuk memberitahu cara menggunakan epinefrin dengan benar.

  • Dekongestan

Jika alergi membuat Anda sulit bernapas karena hidung tersumbat atau berair, maka sebaiknya selalu sediakan dekongestan di tas Anda. Dekongestan merupakan obat untuk membuka saluran pernapasan yang tersumbat dalam waktu singkat.

Pilihlah dekongestan yang mengandung antihistamin, karena pada sebagian orang dapat membantu meredakan reaksi alergi dengan cepat. Namun, jika Anda memiliki masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, glukoma, ataupun penyakit tiroid, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum menggunakan obat ini.

  • Bronkodilator

Jika Anda mengidap asma, baik itu asma karena alergi atau penyakit asma biasa, tentu sudah tidak asing lagi dengan inhaler atau disebut juga sebagai bronkodilator. Obat semprot ini bisa membantu meredakan gejala asma dengan cepat. Jika Anda alergi yang Anda alami disertai dengan asma, maka sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter agar bisa mendapatkan obat ini.

  • Sarung bantal bersih

Jika Anda memiliki alergi pada tungau debu dan sering melakukan perjalanan jauh, sebaiknya selaly bawa sarung bantal dan seprai pribadi yang bersih.

  • Informasi medis

Informasi medis, seperti kartu yang memuat segela informasi mengenai kesehatan Anda, juga merupakan hal yang tidak boleh dilupakan oleh penderita alergi. Didalam kartu tersebut bisa disebutkan jenis alergi apa yang Anda alami, nama dokter yang menangani dan nomor teleponnya, informasi kontak darurat, serta informasi asuransi kesehatan. Hal ini sangat membantu ketika Anda memerlukan bantuan ketika alergi kambuh.

Jika Anda sudah memiliki semua barang-barang tersebut, maka sebaiknya kemas dalam satu tas agar lebih mudah dibawa saat akan bepergian. Selain itu, jangan lupa untuk selalu periksa kualitas obat denagn cara membaca ketentuan penyimpanan hingga tanggal kedaluwarsanya. Semoga bermanfaat.

Rekomenasi Produk Pengganti Susu yang Aman untuk Penderita Alergi

Rekomenasi Produk Pengganti Susu yang Aman untuk Penderita Alergi,- www.pengobatanalergi.com – Makanan termasuk salah satu faktor yang menjadi penyebab tersering timbulnya alergi. Ada berbagai jenis makanan penyebab alergi yang perlu dihindari oleh penderita alergi, salah satunya yaitu susu sapi. Selain menghindari susu, penderita alergi juga harus menghindari berbagai bentuk olahannya.

Sayangnya, susu sapi sering dianggap sebagai salah satu komponen terpenting dalam memasak. Produk ini umumnya digunakan untuk membuat roti, dikonsumsi sebagai minuman, digunakan sebagai pelengkap sereal, dan berbagai jenis makanan lainnya.

Mengingat begitu pentingnya susu dalam kehidupan sehari-hari, maka Anda tidak boleh meninggalkannya begitu saja. Lalu, bagaimana dengan penderita alergi susu ?

Anda tidak perlu khawatir, jika Anda memiliki intoleransi terhadap produk diary atau susu, terdapat beberapa rekomendasi produk pengganti susu untuk penderita alergi susu yang aman untuk dikonsumsi, diantaranya yaitu :

  • Susu macadamia (sejenis kacang)

Nutrisi yang terkandung didalam susu macadamia sebagain besar adalah air dans ekitar 3% adalah sari kacang macadamia. Rasa susu ini cenderung lebih kaya, dengan tekstur lembut dan lebih creamy.

Dalam satu cangkir susu macadamia terkadnung 55 kalori, 4,5 gram lemak, 4 gram protein, dan 1 gram karbohidrat. Susu macadamia paling baik digunakan untuk membuat makanan pencuci mulut dan bahan campuran kopi.

  • Susu beras

Dari semua alternatif, susu beras mengandung hampir 2 kali lipay karbohidrat. Satu cangkir susu beras mengandung 140 kalori, 3 gram lemak, 1 gram protein, da 33 gram karbohidrat.

Minuman ini bisa menjadi pilihan yang aman yang mereka yang memiliki alergi atau intoleransi terhadap produk dairy, gluten, kedelai, atau kacang. Susu beras bisa digunakan untuk membuat kue, smoothie, atau makanan pencuci mulut.

  • Susu kelapa (santan)

Susu kelapa atau santan telah digunakan secara tradisional dalam berbagai jenis hidangan khas Asia, seperti Indonesia, India, dan Thailand. Teknik pengolahannya sendiri cenderung lebih mudah jika dibandingkan dengan alternatif susu lainnya. Untuk membuatnya, Anda cukup menambahkan air pada parutan daging kelapa tua, kemudian peras untuk mendapatkan sarinya.

Satu cangkir santan mengandung sekitar 45 kalori, 4 gram lemak, namun tidak mengandung protein dan karbohidrat. Susu kelapa ini bisa digunakan untuk membuat kari, minuman panas dan dingin, roti, dan makanan penutup.

  • Susu kedelai

Minuman ini terbuat dari kacang kedelai atau isolate protein kedelai, dan biasanya mengandung pengental serta minyak sayur untuk meningkatkan rasa dan konsistensi.

Nutrisi yang terkandung didalam susu kedelai ini mirp dengan susu sapi. Dalam satu cangkir susu kedelai tanpa pemanis mengandung 90 kalori, 9 gram protein, 4,5 gram lemak, dan 4 gram karbohidrat. Susu kedelai juga bisa digunakan untuk campuran kopi, ceokelat panas, teh, kue, atau seral.

  • Susu gandum (oat)

Susu ini dibaut dari sari gandum yang dicampurkan minyak dan garam untuk meningkatkan rasa dan teksturnya. Dibandingkan dengan susu lainnya, susu gandum mengandung lebih banyak serat. Khasiatnya tentu saja dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan menurunkan kolesterol.

Dalam satu cangkir susu gandum terkandung 170 kalori, 5 gram lemak, 5 gram protein, dan 29 gram karbohidrat. Paling baik digunakan untuk memasak dan membuat kue.

Nah, itulah beberapa rekomendasi produk pengganti susu yang aman dikonsumsi oleh penderita alergi susu sapi. Jadi, bagi Anda yang memiliki alergi terhadap susu atau intoleransi laktosa, tetap bisa mendapatkan berbagai kandungan nutrisi yang ada didalam susu dengan mengonsumsi beberapa produk pengganti tersebut. Semoga bermanfaat.

Waspada! Hal Ini Ternyata Bisa Memperparah Gejala Alergi

Waspada! Hal Ini Ternyata Bisa Memperparah Gejala Alergi,- Alergi merupaakn salah satu reaksi tubuh yang berlebihan terhadap benda asing yang sebenarnya tidak berbahaya. Alergi biasanya menimbulkan beberapa gejala, seperti diantaranya bersin, kulit gatal, hidung berair, batuk, dan lainnya. Gejala alergi ini tentu akan sangat mengganggu aktivitas penderitanya.

Terdapat beberapa langkah pengobatan alergi yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejala alergi yang timbul. Namun, sayangnya terdapat beberapa hal yang tanpa disadari bisa memperparah gejala alergi yang timbul. Apakah itu ?

Berikut ini beberapa hal yang bisa memperparah gejala alergi, diantaranya yaitu :

  • Pakaian

Pakaian, khususnya yang terbuat dari kain bertekstur kasar atau wol bisa membuat debu dan serbuk sari lebih mudah terperangkat didalam serat-seratnya. Ketika Anda akan mencuci pakaian tersebut dengan baik, bisa memperburuk alergi karena kotoran dan debu yang masih menempel.

  • Buah dan sayur

Meskipun memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan, tetapi beberapa jenis buah dan sayur bisa memperburuk gejala alergi. Hal ini disebabkan karena beberapa buah dan sayur mengandung protein yang mirip dengan yang ditemukan pada serbuk sari. Ini bisa membingungkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan timbulnya reaksi alergi. Beberapa jensi sayuran yang sebaiknya dihindari oleh penderita alergi diantaranya yaitu kentang dan bawang.

  • Asap rokok

Sebuah studi dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology menemukan bahwa asap rokok yang dihirup oleh perokok pasif bisa memperburuk gejala alergi yang dialami. Peneliti menemukan bahwa tingkat antibodi alergen IgE 16,6 kali lebih tinggi pada mereka yang terpapar asap rokok dibandingkan dengan mereka yang terpapar udara bersih. Asap merupakan zat iritan yang bisa mengganggu saluran pernapasan, sehingga bisa membuat gejala alergi sulit sembuh.

  • Pembersih debu

Membersihkan rumah dan lingkungan di sekitar merupakan hal yang tepat dilakukan untuk mencegah timbulnya alergi debu. Akan tetapi, Anda juga paerlu memperhatikan cara membersihkannya.

Ketika membersihkan rumah, sebenarnya lebih dianjurkan untuk menggunakan kain basah dibandingkan dengan menggunakan sapu ataupun kemoceng. Membersihkan perabotan rumah dengan kain lap kering atau kemoceng justru bisa membuat debu beterbangan dan bisa memperburuk reaksi alergi yang dialami.

  • Parfum dan lilin

Aroma aatu wewangian ternyata juga bisa berisiko mengiritasi lapisan kelopak mata dan saluran hidung. Jika Anda memiliki alergi terhadap parfum dan lilin, maka segeralah menghindar ketika seseorang yang berada di sekiatr Anda ingin menyemprotkan parfum atau membakar lilin.

  • Lari pagi

Bukan aktivitas lari pagi yang bisa membuat gejala alergi semakin memburuk, tetapi serbuk sari tanaman dan debu jalanan yang terhirup saat berlari. Serbuk sari paling banyak menyebar dan beterbangan di udara ketika pagi hari. Maka dari itu, Anda perlu segera mandi, mecuci rambut, dan mengganti pakaian setelah lari pagi, terutama jika Anda berlari di tempat yang terdapat banyak tanaman.

  • Stres

Stres bukanlah penyebab alergi, tetapi bisa membuat gejala alergi semakin memburuk akibat respons tubuh untuk melindungi diri. Ketika Anda stres, otak akan memberikan perintah untuk melepaskan hormon stres adrenalin dan kortisol, serta histamin, zat kimia penyebab timbulnya gejala alergi.

Stres yang terjadi berkepanjangan akan memperlambat respons melawan zat atau benda asing, sehingga Anda lebih rentan terkena penyakit, seperti influenza, batuk pilek, atau penyakit infeksi lainnya.

Setelah mengetahui beberapa hal yang bisa memperparah gejala alergi tersebut, kini Anda harus bisa lebih waspada dan hindari berbagai hal yang bisa memperburuk kondisi gejala alergi yang Anda alami. Semoga bermanfaat.

Mengetahui Gejala Alergi Coklat Serta Cara Mengatasinya

Mengetahui Gejala Alergi Coklat Serta Cara Mengatasinya,- Siapa yang tidak suka makan coklat. Hampir setiap orang pasti menyukai makanan manis yang satu ini, baik anak-anak atau pun orang dewasa. Terlebih lagi coklat bisa merangsang hormon yang membuat seseorang bahagia.

Walaupun begitu, sayangnya tidak semua orang bisa menikmati coklat. Pasalnya, terdapat beberapa orang yang memiliki alergi terhadap coklat. Biasanya alergi coklat terjadi karena seseorang mengonsumsi coklat secara langsung atau mengonsumsi makanan dan minuman yang berbahan dasar atau mengandung coklat.

Coklat mengandung sejumlah bahan seperti bubuk coklat, susu, gula, dan lemak, Penyebab alergi coklat sendiri bisa berasal dari biji coklat itu sendiri atau dari susu. Jika alergi coklat disebabkan oleh biji coklat, maka penderita bisa mengalami beberapa gejala, seperti :

  • Biduran
  • Nyeri perut
  • Sulit bernapas
  • Batuk dan mengi
  • Mual dan muntah
  • Lidah, bibir, dan tenggorokan mengalami pembengkakan

Lebih lanjut lagi, gejala alergi coklat tersebut bisa berkembang menjadi reaksi anafilaksis yang bisa mengancam jika tidak tidak segera ditangani.

Sebenarnya alergi murni terhadap bahan coklat saja sangat jarang terjadi. Terdapat beberapa bahan makanan yang sering menimbulkan reaksi alergi, seperti diantaranya telur, susu sapi, kacang-kacangan, udang, kerang, dan ikan.

Maka dari itu, jika Anda mengalami alergi setelah mengonsumsi makanan berbahan coklat, ada kemungkinan jika alergi tersebut disebabkan oleh bahan lainnya.

Selain biji coklat, alergi coklat juga bisa disebabkan oleh susu yang terkandung didalam coklat. Gejala ini bisa timbul dalam waktu 1 jam sampai beberapa hari setelah mengonsumsi coklat. Gejala-gejala yang mungkin timbul diantaranya yaitu :

  • Diare
  • Batuk
  • Kran perut
  • Ruam kulit atau biduran
  • Rasa tidak nyaman di perut
  • Produksi lendir di hidung dan paru

Pada beberapa coklat terkadang juga mengandung kacang. Orang yang memiliki alergi terhadap kacang bisa mengalami gejala seperti reaksi di kulit seperti ruam, gatal, dan eksim, gangguan saluran cerna seperti nyeri perut, kram perut, kembung, dan begah, serta gejala asma seperti sesak atau batuk.

Untuk mencegah terjadinya alergi coklat, selain menghindari mengonsumsi coklat, Anda juga harus membaca label produk makanan dan minuman terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. Pastikan didalamnya tidak mengandung coklat.

Tidak hanya itu, penderita alergi coklat juga disarankan untuk melakukan tes alergi untuk memastikan apakah Anda memiliki pencetus alergi lainnya selain coklat atau tidak. Jika terjadi komplikasi, maka kasus alergi bisa terjadi hebat dan mengancam jiwa.

Penyebab dan Gejala Alergi Buah yang Perlu Diketahui

Penyebab dan Gejala Alergi Buah yang Perlu Diketahui,- Selain sayur, buah juga termasuk salah satu makanan sehat yang cukup banyak direkomendasikan untuk sering dikonsumsi. Hal ini disebabkan karena didalamnya terkandung vitamin dan mineral lengkap yang baik untuk kesehatan tubuh.

Walaupun begitu, ternyata tidak semua orang bisa mengonsumsi buah. Pasalnya, pada beberapa orang buah bisa memicu timbulnya reaksi alergi. Sama halnya dengan alergi makanan lainnya, alergi buah juga akan menimbulkan rasa gatal di kulit setelah mengonsumsi berbagai jenis buah.

Alergi Buah

Mengapa seseorang bisa mengalami alergi buah ?

Seseorang bisa mengalami alergi buah karena tubuh memproduksi imunoglobulin E atau IgE antibodi untuk makanan tertentu. Ini merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh yang terjadi setelah mengonsumsinya.

Alergi buah termasuk dalam kondisi yang dikenal juga sebagai sindrom alergi oral (OAS), yang disebabkan oleh buah-buahan yang mengandung protein tertentu. Sindrom alergi oral atau disebut juga Pollen-food allergy syndrome, terjadi karena beberapa buah dan sayuran segar mengandung protein yang mirip dengan protein penyebab alergi. Perotein penyebab alergi ini biasanya ditemukan didalam serbuk sari, seperti regweed, birch, muqwort, dan rumput.

Baca juga : Alergi Buah dan Sayur pada Anak

Beberapa jenis buah yang paling sering menyebabkan alergi diantaranya adalah apel, pir, ceri, persik, dan prem. Selain itu, buah-buahan yang mengandung banyak air seperti semangka dan melon juga diketahui dapat memicu alergi.

Diantara jenis buah-buahan tersebut, diketahui jika buah kiwi dapat menyebabkan gejala alergi yang paling berat. Anak yang memiliki alergi terhadap kiwi kemungkinan bisa memiliki alergi terhadap pisang, alpukat, dan juga lateks.

Selain buah, reaksi silang dari serbuk sari tanaman ini juga bisa terjadi pada sayuran segar dan kacang-kacangan. Gejalanya mungkin akan terasa gatal di bagian mulut atau tubuh lainnya, rasa terbakar, sensasi menyengat di mulut, serta tenggorokan.

Perlu diketahui, gejala alergi buah umumnya hanya terjadi beberapa detik atau menit. Hal ini disebabkan karena protein buah bisa dengan cepat dipecah oleh air liur. Biasanya alergi ini bisa hilang dengan cepat dan tidak memerlukan perawatan serius.

Untuk mencegah alergi buah, salah satu cara yang perlu dilakukan yaitu dengan menghindari mengonsumsi buah-buahan yang diketahui dapat memicu timbulnya reaksi alergi. Jika sudah terlanjur timbul gejala alergi, maka Anda bisa mengonsumsi obat alergi berupa antihistamin untuk membantu menghilangkan gejalanya.

Dalam beberapa kasus, memasak buah dan sayuran tertentu dapat menghancurkan dan mengubah protein yang menyebabkan sindrom alergi oral. Namun, ini tergantung pada buah, kacang dan sayuran apa yang dapat memicu alergi.

Kacang-kacangan dan rempah-rempah umumnya memiliki kondisi tertentu saat dimasak. Kacang-kacangan dan seledri mengandung beberapa alergen dan tidak semuanya bisa dihancurkan oleh panas. Selain itu, alergen dalam stroberi juga tahan terhadap panas.

Selain itu, jus buah yang sudah dipanaskan atau dimasak (dipasteurisasi) umumnya tidak apa dikonsumsi. Kemudian, sebagian sumber makanan seperti tomat, apel, kentang, pir, dan sebagian ebsar buah-buahan lunak lainnya juga aman dimasak untuk mengancurkan protein yang menjadi penyebab alergi.

Semoga bermanfaat.

Benarkah Hidup Terlalu Higienis Bisa Picu Timbulnya Alergi?

Benarkah Hidup Terlalu Higienis Bisa Picu Timbulnya Alergi?,- pengobatanalergi.com – Menjaga kebersihan, baik tubuh ataupun lingkungan sekitar memang dianjurkan agar kita tetap sehat dan terhindar dari serangan berbagai jenis penyakit. Namun, apakah Anda tahu, jika hidup terlalu higienis ternyata justru bisa memicu timbulnya alergi. Benarkah demikian ?

Menurut beberapa ilmuwan, hidup terlalu higienis itu salah karena bisa mempercepat timbulnya gejala asma dan alergi. Sederhanaya, sistem imun tubuh kita terdiri dari sel-sel imun yang bertugas menghalau datangnya kuman. Ketika tubuh terpapar kuman, maka sel-sel imun sibuk atau sangat aktif mengangkap dan menjinakkan kumah tersebut agar tidak terjadi infeksi.

Jika tubuh tidak pernah terpapar kuman atau bakteri, karena selalu berada di lingkungan yang sangat bersih, maka sel-sel imun tubuh tidak terlatih. Sel imun yang memang didesain untuk selalu aktif ini kemudian menjadi bodoh dan bereaksi berlebihan ketika terdapat paparan benda asing. Padahal, benda asing tersebut tidak mengancam, seperti debu atau bulu binatang. Anda juga akan mengalami reaksi alergi.

hidup terlalu higienis picu alergi

Hipotesis Alergi dan Hidup Terlalu Higienis

Memiliki kebiasaan hidup higienis memang merupakan hal yang baik. Namun, apakah Anda pernah berpikir jika ternyata hidup terlalu bersih juga bisa menimbulkan dampak bagi kesehatan, salah satunya yaitu memicu timbulnya alergi.

Hal ini berhubungan dengan teori hipotesis higiene yang mengindikasikan angka kejadian alergi di negara maju lebih tinggi dibandingkan dengan negara berkembang. Ini sama halnya dengan angka alergi di kota yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan di desa.

Hipotesis higiene merupakan sebuah teori yang menyatakan jika peningkatan kebersihan akan meningkatkan angka kejadian alergi dan penyakit yang berhubungan dengan kekebalan.

Seperti yang dijelaskan oleh Prof Budi Setiabudiawan, Konsultan Alergi-Imunologi Anak RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung, jika kurang terpapar kotoran justru akan membuat sistem kekebalan tidak terlatih. Alasannya, alergi diperantarai oleh sel T helper2 atau Th2 yang tinggi. Anak-anak yang tidak bersih memiliki Th1 yang tinggi, sering terkena infeksi, sehingga hal ini justru menekan Th2 yang membuat mereka menjadi mudah terkena alergi.

Walaupun begitu, bukan berarti Anda tidak boleh hidup bersih. Tetapi alangkah baiknya Anda tidak terlalu berlebihan dalam menjaga kebersihan. Pasalnya tidak semua bakteri atau mikroba buruk.

Terdapat beberapa jenis bakteri yang memang bisa menyebabkan timbulnya penyakit, atau bahkan mematikan. Akan tetapi, lebih banyak lagi bakteri yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan juga lingkungan. Jadi, hidup terlalu higienis denan mematikan semua bakteri ternyata tidak selalu baik, karena hal ini memiliki dampak yang cukup mengerikan.

Semoga bermanfaat.

Mengenal Alergi Musiman Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Mengenal Alergi Musiman : Penyebab, Gejala, dan Pengobatan,- Bersin, batuk, pilek, dan hidung tersumbat merupakan beberapa gejala alergi yang mungkin dialami. Pilek biasanya bisa terjadi dalam waktu beberapa hari, namun berbeda jika anda mengalami alergi musiman yang bisa terjadi dalam waktu yang lebih lama.

Jika Anda mengalami batuk, bersin, atau umumnya merasa sesak ketika terjadi perubahan musim, maka itu bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami alergi musiman.

Apa itu alergi musiman ?

Alergi musiman adalah reaksi alergi yang bisa dialami seseorang karena perubahan musim, atau dikenal juga sebagai alergi rhinitis atau demam hay. Ada jutaan orang di seluruh dunia yang memiliki masalah ini, merasakan hidungnya berair, kongesti, mata gatal, dan reaksi alergi lainnya hingga alergi musim tertentu.

Alergi musiman ini menyebabkan reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh, sebagai respon dari alergen berbeda yang ada di udara. Alergen adalah zat yang bertanggung jawab terhadap reaksi alergi. Ada banyak alergen yang dapat menyebabkan kondisi ini, biasanya dihadapi oleh individu yang mengidap alergi saat perubahan musim, sepert sebuk sari, jamur, debu, atau bulu hewan peliharaan.

Umumnya alergi musiman timbul beberapa kali selama setahun, dengan penderita mengalami gejala pada masa tertentu dalam tahun tersebut. Sebagian orang tidak sadar bahwa mereka memiliki alergi musiman, dan menganggap gejala yang dirasakan adalah pilek dan virus lainnya.

Demam hay atau alergi musiman ini seringkali menyerang anak-anak, namun reaksi alergi ini dialami pasien dengan berbagai usia. Berlawanan dengan anggapan umum, demam hay tidak disebabkan oleh jerami, dan reaksi alerginya tidak menyebabkan demam. Pada dasarnya, ini adalah peradangan pada hidung yang menimbulkan gejala seperti pilek, yang dapat berkurang atau hilang setelah udara bersih dari alergen.

Penyebab alergi musiman

Sama halnya dengan alergi lainnya, alergi musiman juga disebabkan oleh paparan pada alergen tertentu yang membuat sistem kekebalan tubuh menjadi kacau. Serbuk sari merupakan yang paling umum, dan datang dari berbagai sumber, seperti bunga, pohon, gulma, rerumputan, dan tanaman. Alergi musiman yang disebabkan oleh serbuk sari hanya muncul pada waktu tertentu dalam satu tahun.

Alergi serbuk sari tidak hanya timbul saat musim semi. Namun, saat musim panas, atau saat hari terasa panas, berangin, dan kering. banyak pusaran serbuk sari terbawa angin, dan dapat dihirup kapan saja. Saat hujan juga bisa menyebabkan alergi serbuk sari, hal ini disebabkan karena banyak bagian tumbuhan yang terbawa oleh hujan.

Sebagian orang juga alergi terhadap bulu hewan peliharaan seperti kucing dan anjing. Yang lain mengalami alergi musiman saat terpapar tungau, yang sering timbul pada cuaca kering dan berangin. Kecoa dan jamur juga merupakan pemicu alergi yang umum. Alergi ini biasanya ditemukan dalam ruangan, dan menyerang penderita sepanjang tahun.

Sebagian pasien menemui alergennya di tempat kerja. Serbuk kayu, binatang yang digunakan untuk penelitian di laboratorium, gandum dan sereal, zat kimia dan uap tertentu, dapat menyebabkan reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh.

Ketika seseorang dengan alergi musiman terpapar alergen, maka sisten kekebalan tubuh akan melepaskan berbagai jenis zat biokimia yang dapat menyebabkan peradangan pada membran mukus, dan lapisan dalam dari hidung. Ketika membran membengkak, akan menghasilkan lebih banyak lendir, sehingga hidung jadi berair.

Penelitian menunjukkan, alergi musiman bisa jadi merupakan kondisi turunan. Seseorang yang memiliki orangtua yang mengalami gejala serupa pada waktu tertentu dalam satu tahun, bisa jadi memiliki alergi rhinitis. Penelitian juga menemukan bahwa pasien dengan ibu yang memiliki alergi rhinitis, biasanya memiliki kondisi yang sama. Alergi rhinitis pada beberapa orang juga bisa disebabkan oleh makanan tertentu.

Gejala utama alergi musiman

Kebanyakan gejala alergi musiman hanya seputar sistem pernapasan, karena alergen ada di udara yang dihirup oleh individu. Namun, seringkali terjadi kesalahan dengan menganggap gejala alergi rhinitis dengan pilek, karena cukup sama.

Ketipa penderita terpapar alergen, biasanya akan mengalami kesulitan untuk mencium sesuatu, hidung berair, bersin-bersin, mata berair, hidung, mata, mulut, tenggorokan, dan kulit terasa gatal. Beberapa penderita juga mengalami hidung mampet, batuk, telinga tersumbat, mata bengkak dan timbul area gelap di sekitarnya, radang tenggorokan, sakit kepala, merasa lelah dan mudah tersinggung.

Pencegahan dan pengobatan yang tersedia

Gejala alergi musiman biasanya ringan dan tidak memerlukan kunjungan ke unit gawat darurat. Dokter keluarga atau dokter umum dapat memberikan resep obat alergi jika diperlukan atau tips hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi gejalanya.

Pengobatan terbaik untuk mengatasi alergi musiman yaitu membuat hidup bebas dari alergen. Pastinya, sulit untuk sepenuhnya menghindari alergen yang ada di udara, namun kewaspadaan dapat membantu. Mengurangi debu dan tungau di dalam rumah, juga jamur, tentunya dapat membantu. Membersihkan rumah secara teratur adalah langkay mudah yang dapat mengurangi timbulnya alergi musiman.

Memasan penyaring udara di dalam rumah, menggantu perabot dan kain pelapis, selimut, karpet, dan bahan tekstil lainnya yang dapat menyebabkan alergi, dan menggunakan alat untuk mengurangi kelembaban udara juga dapat membantu. Tetap di dalam ruangan saat musim sebuk sari juga dapat mengurangi timbulnya alergi.

Obat-obatan juga dapat bekerja untuk meredakan gejalanya. Antihistamine sering digunakan, dan dapat dibeli secara bebas. Antihistamine terdapat dalam bentuk cairan, kapsul, pil, namun dapat menyebabkan kantuk. Formula baru antihistamine tidak lagi menyebabkan kantuk, dan seharusnya dikonsumsi saat penderita perlu melakukan pekerjaan penting.

Waspada! Ternyata Pewarna Makanan Juga Bisa Picu Alergi

Waspada! Ternyata Pewarna Makanan Juga Bisa Picu Alergi,- Makanan yang memiliki beragam warna memang sangat menarik dan menggiurkan, terutama bagi anak-anak. Si kecil akan sangat menyukai makanan yang memiliki warna-warna yang cerah, karena dianggap lebih menggiurkan dan nikmat.

Namun, dibalik penampilannya yang cantik tersebut, ternyata pewarna dapat menimbulkan dampak negatif bagi sebagian orang. Beberapa orang tidak bisa mencerna pewarna makanan dan akhirnya mengalami alergi.

Mengapa seseorang bisa mengalami alergi pewarna makanan ?

Hampir semua zat aditif makanan pada dasarnya aman dikonsumsi. Namun, tidak semua orang bisa mencerna semua zat buatan dalam makanan, termasuk pewarna makanan. Meskipun jarang terjadi, namun bahan pewarna makanan tersebut diketahui dapat menimbulkan reaksi intoleransi.

Intoleransi makanan berarti tubuh tidak dapat memecah dan mencerna makanan dengan baik dan akhirnya menimbulkan dampak yang buruk. ntoleransi ini dapat berupa rasa gatal, hidung berair, dan asma. Sedangkan alergi adalah respon sistem kekebalan tubuh yang menganggap bahwa zat tertentu tersebut ebrbahaya, sehingga menimbulkan respon perlawanan.

Penelitian membuktikan 4 dari 9 pewarna makanan menyebabkan reaksi alergi. Meskipun terbilang jarang, namun dokter dari Universitas Michigan telah membuktikan bahwa alergi pewarna makanan bisa mengancam jiwa.

Sama halnya dengan gejala alergi lainnya, alergi pewarna makanan juga bisa menimbulkan gejala berupa, sakit kepala, diare, gatal-gatal, wajah atau bibir bengkak, sesak napas, mengi, pusing, detak jantung lebih cepat dari baisanya, tekanan darah rendah, pingsan, dan ruam kemerahan.

Lalu, pewarna makanan apa saja yang bisa memicu gejala alergi ?

Terdapat beberapa jenis pewarna makanan yang telah terbukti bisa memicu reaksi alergi, diantaranya yaitu :

*) Yellow 5

Yellow 5 atau disebut juga tartrazine adalah salah satu pewarna makanan kuning yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Efek pewarna makanan tartrazine ini bisa menyebabkan gatal dan bengkak pada wajah serta dapat memicu asma pada anak.

Kelompok makanan yang biasanya menggunakan pewarna kuning ini adalah permen, sayuran kaleng, keju, minuman kemasan, es krim, dan saus tomat.

*) Carmine

Carmine atau disebut juga ekstrak cochineal atau dikenal sebagai natural red 4 telah digunakan sebagai pewarna makanan sejak abad ke-16. Namun, berbagai penelitian menemukan bukti bahwa pewarna tersebut bisa membuat berbagai reaksi alergi seperti pembengkakan pada wajah, ruam, hingga mengi.

Selain pada makanan, carmine juga banyak ditemukan dalam kosmetik. jika mengalami alergi pewarna makanan yang parah, maka bukan tidak mungkin akan timbul syok anafilaktik yang dapat mengancam jiwa.

Carmine biasanya ditemukan dalam berbagai bahan seperti sosis, permen, yoghurt buah, dan minuman kemasan.

*) Annato

Pewarna makanan annato berasal dari biji pohon achiote yang biasanya tumbuh di negara-negara tropis. Annato memberikan warna kuning oranye.

Beragai penelitian membuktikan jika pewarna kunnig ini bisa memicu reaksi alergi kulit ringan seperti gatal-gatal dan ruam. Selain itu, beberapa orang yang sensitif dengan pewarna makanan ini juga bisa menimbulkan syok anafilaktik.

Umumnya annato ditemukan dalam berbagai produk, seperti sereal, keju, minuman kemasan, dan makanan ringan.

Untuk menghindarinya, bacalah label kemasan sebelum membeli produk tertentu. Usahakan untuk membatasi atau menghindari produk yang mengandung pewarna buatan untuk meminimalisir risiko terjadi efek negatif pada tubuh.