Konsumsi Ini saat Hamil Agar Anak Tak Lahir Alergi

Konsumsi Ini saat Hamil Agar Anak Tak Lahir Alergi,- Alergi adalah kondisi diman asistem kekebalan tubuh memberikan respons berlebihan terhadap bahan yang disebut alergen (zat penyebab alergi). Salah satu penyebab alergi yang paling umum adalah makanan.

Kondisi ini memiliki kecenderungan diwariskan dari orangtua kepada anaknya. Jika ayah atau ibu memiliki alergi, maka anak kemungkinan juga terkena alergi. Anak yang memiliki orangtua alergi juga semakin berisiko tinggi jika dilahirkan melalui operasi caesar. Pasalnya, pada aank yang lahir melalui operasi caesar, bisa jadi ada gangguan flora normal baik secara jumlah ataupun kualitasnya.

Untuk mencegah timbulnya alergi pada anak, ibu hamil perlu meningkatkan asupan makann yang bergizi. Di masa lalu, masyarakan menganut kepercayaan bahwa ibu hamil harus menghindari konsumsi makanan yang sering menyebabkan alergi, seperti ikan, telur, atau kacang agar nantinya bayi tidak mengidap alergi.

Namun, berbagai penelitian membuktikan bahwa membatasi konsumsi makanan tersebut tidak membuat bayi terhindar dari alergi. Sebaliknya, membatasi makanan justru menimbulkan risiko ibu kekurangan mikronutreien yang penting untuk kesehatan janin dalam kandungan.

Berbagai kandungan nutrisi penting seperti asam lemak omega-3 pada ikan atau folat pada kacang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Sehingga ibu hamil tidak perlu menghindari makanan pemicu alergi. Kecuali jika ibu memang mengidap alergi terhadap makanan tersebut.

Selain itu, ibu yang memiliki alergi atau ibu dengan suami yang memiliki alergi disarankan untuk mengonsumsi probiotik. Hal ini bisa membantu mencegah timbulnya alergi pada bayi.

Mengonsumsi probiotik saat hamil. ketika persalinan normal tidak bisa dilakukan akibat kondisi tertentu, dan ibu harus melahirkan melalui operasi caesar, alergi pada bayi bisa dihindari. Terlebih lagi jika ayah dan ibu, salah satu atau keduanya memiliki riwayat alergi.

Diketahi, probiotik memiliki efek perlindungan terhadap alergi. Namun, hal tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut. Logikanya, probiotik dikenal sebagai penyeimbang bakteri yang hidup dalam usus dan saluran pencernaan. Padahal, bakteri dalam usus dan saluran pencernaan ini yang memegang kendali kesehatan sistem kekebalan, sehingga konsumsi probiotik dianggap mampu membantu menopang sistem imun yang sehat.

 

Baca juga :

Pengobatan Alergi untuk Ibu Hamil
Penyakit Alergi pada Ibu Hamil
Tips Mengatasi Alergi Selama Masa Kehamilan

Meningkatkan Kualitas Udara di Rumah Bantu Cegah Alergi

Meningkatkan Kualitas Udara di Rumah Bantu Cegah Alergi,- Polusi udara saat ini semakin buruk di luar rumah, terutama bagi Anda yang tinggal di daerah perkotaan tentu akan membuat Anda lebih senang berada di dalam ruangan. Walaupun begitu, belum tentu kualitas udara yang berada di dalam ruangan bersih dan bebas dari polusi. Ternyata udara dalam ruangan diketahui memiliki polutan yang memiliki kadar dua hingga 50 kali lebih tinggi daripada di luar.

Sumber polusi udara atau polutan bisa baerasa dari debu, jamur, serbuk sari, asap rokok, atau bulu-bulu hewan peliharaan. Polutan ini bisa memicu gangguan kesehatan, terutama memperburuk kondisi penderita asma dan memicu reaksi alergi. Tak jarang, polutan juga dapat mempermudah penyebaran kuman penyebab penyakit seperti infeksi saluran pernapasan. Sehingga timbul keluhan batuk, bersin-bersin, hingga gangguan pernapasan seperti hidung mampet dan sesak.

Untuk mengurangi risiko alergi, sangat penting untuk membersihkan rumah secara teratur. Membersihkan rumah juga bisa memperbaiki kualitas udara di dalam rumah. Selalu bersihkan area rumha yang sering menjadi lokasi berkumpulnya keluarga, terutama ruang tamu, kamar tidur dan kamar mandi. Kemudian juga area rumah yang memiliki risiko dihinggapi kotoran, debu, kuman, atau bakteri.

Untuk mencegah masuknya serbuk sari dan debu serta kotoran, Anda bisa mengurangi pemakaian kipas angin. Penggunaan pendingin ruangan juga bisa membantu mencegah serbuk sari masuk ke dalam ruangan. Terlebih lagi pendingin ruangan dapat mengurangi tingkat kelembaban di dalam ruangan yang sangat bermanfaat bagi penderita alergi, namun pastikan agar pendingin ruangan dibersihkan secara rutin.

Selain pendingin ruangan, Anda juga bisa menggunakan pembersih udara di dalam ruangan, sebagai alat yang dapat membantu untuk menciptakan udara bersih di rumah. Umumnya pembersih udara memiliki sistem penyaring udara yang dianggap efektif untuk membersihkan debu dan polutan lain, salah satunya yaitu menggunakan penyaring dengan teknologi high efficiency particular air (HEPA).

Pembersih udara akan menkena udara memasuki kain penyaring yang sangat halus, yang membuat polutan terperangkap. Kemudian udara yang sudah bersih dikeluarkan. Sehingga penggunaan alat ini dapat mengurangi risiko terjadinya alergi.

Selain itu, juga terdapat pembersih udara yang memiliki kemampuan menghasilkan ion-ion yang dialirkan ke udara di sekitar ruangan. Ion-ion ini ditujukan untuk membantu mengurangi penyebaran virus melalui udara yang kerap menimbulkan penyakit dan juga jamur serta aroma lembab yang sering ditimbulkannya, sehingga dapat memperbaiki kondisi udara di dalam ruangan.

Gunakan pembrsih udara ini, terutama untuk ruangan yang sering digunakan, termasuk kamar tidur. Pilihlah alat pembersih udara yang berukuran kecil dan portabel, sehingga lebih mudah dipindahkan dari satu ruangan ke ruangan lainnya.

Pembrsih udara dapat mendukung upaya Anda dalam menciptakan kualitas udara yang lebih baik di dalam rumah. Tetap bersihkan kotoran, debu, dan polutan yang menempel pada berbagai sudut ruangan, serta bersihkan kipas angin, AC, dan saringan pada alat pembersih udara secara rutin dan berkala. Jangan lupa juga untuk mengganti saringan. Dengan demikian, maka kualitas udara dapat ditingkatkan, dan kesehatan keluarga selalu terjaga.

 

Baca juga :

Pengobatan Bersin Karena Alergi
Tips Mengobati Alergi Serbuk Sari
Obat Alergi Tungau Debu
Pengobatan Alergi Saluran Pernapasan

Bebaskan Rumah dari Debu dengan 5 Langkah Efektif Berikut!

Bebaskan Rumah dari Debu dengan 5 Langkah Efektif Berikut!,- Bagi penderita alergi tungau debu, debu merupakan salah satu hal yang harus dihindari. Namun, tidak semudah itu untuk menghindari debu, karena debu terdapat di sekeliling kita, tidak terkecuali di rumah.

Tumpukan debu di rak, bangku, lemari, meja, dan berabotan rumah lainnya seakan tidak ada habisnya. Membersihkan debu menjadi hal yang melelahkan, namun debu tidak boleh dibiarkan begitu saja. Tidak membersihkan debu secara teratur justru akan memicu timbulnya masalah kesehatan pada seluruh anggota keluarga, salah satunya seperti alergi debu.

Jika dibiarkan menumpuk, debu bisa mengganggu pernapasan dan menyebabkan alaergi. Agar rumah tetap bersih dan sehat, berikut ini 5 langkah efektif bebas rumah dari debu yang bisa Anda lakukan, diantaranya :

*) Lap microfiber

Simpan beberapa lap microfiber yang berbeda-beda untuk mengelap perabotan rumah setiap harinya. Ganti setiap hari untuk mencegah bertumpuknya debu pada kain lap. Jenis microfiber sangat ampuh untuk mengelap rak, meja, dan juga figura foto. Carilah lap dengan teknologi HEPA filter, sehingga debu terkunci di dalam lap dan tidak kembali menempel pada permukaan perabot.

Untuk menyingkirkan debu dari perabotan rumah yang berbahan dasar kain berlapis, gunakan sarung tangan karet dan gosok permukaan dengan sedikit tekanan. Gesekan bahan karet dapat membuat tarikan statis yang mampu menarik debu, rambut, serta bulu halus.

*) Vacum cleaner

Anda bisa menggunakan vacum cleaner denganujung brush yang halus, Mulailah menyedot dari bagian atas rak buku menuju ke bawah. Jangan lupa untuk mengelap bagian belakang rak buku, karena ada banyaks eklai debu yang menempel di sana.

*) Bersihkan dari atas ke bawah

Sebagian besar orang memulai proses pembersihkan dari bawah, namun hal tersebut ternyata hanya menyebabkan kotoran dari atas jatuh lagi ke bawah. Agar hal tersebut tidak terjadi, Anda bisa mulai dengan membersihkan langit-langit serta kipas angin terelbih dahulu sebelum menyapu lantai. Bersihkan dengan menggunakan campuran cuka dan air untuk dioleskan dengan lap microfiber.

*) Alat elektronik

Peralatan elektronik, seperti telepon, laptop, dan TV seringkali menjadi sarang debu meskipun tidak kasat mata. Umumnya, alat elektronik memancarkan gas kimia seperti phthalates dan retardant yang dapat memicu datangnya debu. Maka dari itu, bersihkan alat elektronik setidaknya semingg sekali dengan menggunakan lap microfiber.

*) Ramuan khusus untuk furnitur

Tek dapat membantu menyingkirkan debu dari perabotan rumah berbahan kulit. Campurkan setengah cangkir minyak zaitun dengan 1/4 teh hitam dan 1/4 cuka. Kocok hingga merata dan oleskan pada bahan kulit menggunakna lap microfiber. Sofa juga seringkali terbuat dari material yangmengandung retardant. Untuk mencegah menempelnya debu, Anda bisa menggunakan foam anti retardant dan menutupi sofa dengan cover.

Semoga bermanfaat.

 

Baca juga :

Mengatasi Reaksi Alergi Debu pada Hidung
Debu Pertanian Lindungi Anak dari Alergi
Penyakit Alergi Debu
Hal yang Perlu Dilakukan Jika Ingin Bebas Alergi Tungau

Mengenali dan Mewaspadai Alergi Gula Beserta Gejalanya

Mengenali dan Mewaspadai Alergi Gula Beserta Gejalanya,- Gula merupakan suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komodoto perdangan utama. Gula digunakan untuk mengubah rasa makanan atau minuman menjadi manis. Maka dari itu, bagi mereka yang menyukai makanan manis pasti sudah sangat akrab dengan gula.

Meskipun memiliki rasa manis yang nikmat, namun siapa sangka bahwa gula ini juga dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang. Mungkin hal ini terdengar asing, namun alergi gula ini memang dapat terjadi pada mereka yang sensitif terhadap jenis makanan atau minuman tertentu, salah satunya gula atau makanan dan minuman yang mengandung gula.

Bagi sebagian orang, gula yang masuk ke tubuh dianggap sebagai racun yang kemudian memancing reaksi alergi di tubuh. Setelah merasakan bahwa gula adalah ancaman, maka sistem kekebalan tubuh mencoba melawannya dengan cara melepaskan antibodi. Antibodi yang dilepaskan ini kemudian memicu terjadinya reaksi kimia seperti meningkatakn kadar histamin yang dapat menyebabkan peradangan.

Beberapa gejala yang bisa timbul akibat alergi gula diantaranya yaitu peradangan, pembengkakan sinus, sakit kepala, bersin, pilek, dan hidung tersumbat. Kemudian juga dapat timbul komplikasi lainnya, seperti mual, muntah, atau sakit perut. Semua efek tersebut timbul sebagai reaksi tubuh untuk mengeluarkan gula.

Jika Anda merasakan beberapa gejala tersebut setelah mengonsumsi gula atau makanan yang mengandung gula, maka segeralah periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti yang Anda alami, apakah disebabkan karena alergi atau masalah kesehatan lainnya.

Untuk mencegah dan mengatasi alergi gula ini, disarankan untuk selalu teliti dalam memilih makanan. Hindari konsumsi makanan manis atau makanan yang diduga memiliki kandungan gula didalamnya. Atau Anda juga bisa meminta saran dokter untuk cara pencegahan lainnya. Dengan begitu, maka Anda bisa terhindari dari reaksi alergi gula.

 

Baca juga :

Bawang Putih Ternyata Bisa Sebabkan Alergi, Ini Penyebabnya

Bawang Putih Ternyata Bisa Sebabkan Alergi, Ini Penyebabnya,- Makanan merupakan salah satu penyebab alergi yang cukup sering. Tidak sedikit orang yang mengalami alergi setelah mengonsumsi beberapa jenis makanan tertentu, seperti telur, ikan, kacang, atau makanan lainnya. Namun, selain itu, ternyata ada pula yang mengalami alergi terhadap bawang putih.

Bawang putih biasanya digunakan sebagai salah satu bumbu masakan dan juga diketahui memiliki manfaat sebagai obat herbal yang efektif. Namun, siapa sangka ternyata bawang putih ini dapat memicu timbulnya alergi. Alergi bawang putih sendiri disebabkan oleh enzim khusus yang terkandung dalam bawang putih.

Alergi biasanya disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang bereaksi secara berlebihan terhadap zat yang dianggap berbahaya bagi tubuh. Alergi bawang putih diduga disebabkan oleh enzim alliin lyase yang ada didalam bawang putih. Pernyataan ini didukung oleh sebuah studi yang diterbitkan alam Journal of Allergy and Clinical Immunology pada tahun 2004.

Ketika sistem imun gagal pahan dan menduga bahwa enzim tersebut membahayakan nyawa si pemilik tubuh, kemudian imun akan mulai menyerang balik dengan memproduksi antibodi yang pada akhirnya menimbulkan serangkaian gejala alergi.

Dalam beberapa kasus yang dilaporkan, terdapat sebagian orang yang alergi terhadap bawang putih mentah namun tidak alergi terhadap bawnag putih yang sudah dimasak. Para ahlimenyimpulkan bahwa hal ini bisa saja mengindikasikan protein dalam bawang putih yang mentah ataupun matang dapat memicu timbulnya alergi dan rasa panas pada pencernaan tubuh.

Baca juga :

Obat Alergi Bibir Gatal dan Tebal
Penyakit Angiodema pada Kulit
Mitos dan Fakta Alergi Makanan

Gejala yang biasa timbul pada penderita alergi bawang putih diantaranya berupa kulit ruam kemerahan gatal bertekstur kering mengelupas, yang jika digaruk berlebihan akan meninggalkan bekas luka. Gejala alergi bawang putih juga bisa termasuk pilek, bersin, batuk, mengi, dan sesak napas.

Terkadang alergi juga menimbulkan rasa gatal yang disertai dengan kondisi bengkak. Bengkak yang timbul akibat alergi ini umumnya terjadi pada bagian wajah, bibir, mulut, lidah dan tenggorokan sebagai reaksi terhadap paparan bawang putih. Terkadang pembengkakan bisa sangat parah sehingga mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bernapas. Hal ini bisa menyebabkan mengi, pusing, dan bahkan pingsan karena tubuh kekurangan oksigen.

Menurut Journal of American Medical Association, reaksi alergi terhadap bawnag putih juga bisa berdampak pada saluran pencernaan. Reaksinya bisa berupa muntah, sakit perut serta kram, hingga diare dan mual. Gejala ini biasanya terjadi dalam beberapa menit setelah mengonsumsi makanan yang mengandung bawang putih.

Pada kasus yang langka, alergi ini bisa menimbulkan syok anafilaktik yang mengancam nyawa. Gejala anafilaktik ini termasuk penurunan tekanan darah, sulit bernapas karena penyempitan saluran udara, peningkatan denyut nadi, pusing, dan kehilangan kesadaran.

Cara Efektif Cegah Gatal dan Iritasi Karena Pembalut

Cara Efektif Cegah Gatal dan Iritasi Karena Pembalut,- Menstruasi merupakan salah satu hal yang harus dialami oleh wanita setiap bulannya. Siklus bulanan ini memang terkadang menyiksa sejak PMS hingga pada saat haid. Salah satu keluhan yang sering dialami oleh para wanita saat menstruasi adalah timbulnya rasa gatal dan iritasi yang timbul didaerah kewanitaan akibat pembalut.

Untuk mencegah hal tersebut, hal pertama yang perlu dilakukan dan yang paling penting adalah memilih pembalut yang pasling pas dengan Anda. Pembalut yang berkualitas baik dapat membantu mencegah terjadinya iritasi dan gatal di daerah kewanitaan. Pembalut yang baik adalah pembalut yang dapat menyerap cairan dengan cepat, memiliki permukaan lembut untuk mengurangi gesekan penyebab iritasi, tidak mengandung parfum, dan tidak menimbulkan alergi.

Baca juga : Obat Gatal Akibat Alergi Pembalut

Pembalut haruslah cepat menyerap cairan, hal ini disebabkan karena akan mencegah organ intim menjadi terlalu lembab. Organ intim yang terlalu lembab dapat memicu perkembangbiakan kuman dan jamur yang menyebabkan iritasi bahkan keputihan. Pembalut ini juga akan membuat kulit bernafas dan tetap kering sehingga kulit tidak akan terasa panas.

Untuk mencapatkan jenis pembalut yang sesuai, tentu saja Anda harus mencobanya terlebih dahulu. Jika memang Anda merasa tidak nyaman dengan pembalut yang kenakan, atau kulit terasa panas dan lembab segeralah hentikan penggunaannya.

Anda juga harus sering mengganti pembalut ketika darah yang dikeluarkan berbentuk gumpalan. Darah yang menggumpal akan sulit diserap oleh pembalut, dan jika terus dibiarkan terlalu lama, maka akan menyebabkan iritasi.

Itulah beberapa cara efektif cegah gatal dan iritasi karena pembalut yang bisa dilakukan. Mulai sekarang, pilihlah pembalut yang tepat dan nyaman untuk menjaga kebersihan dan juga kesehatan daerah kewanitaan Anda. Semoga bermanfaat.

Mengenali Gejala Alergi Pembalut yang Perlu Diwaspadai

Mengenali Gejala Alergi Pembalut yang Perlu Diwaspadai,- Penggunaan pembalut atau tampon sudah menjadi suatu keharusan saat haid. Kedua benda ini berfungsi untuk menyerap darah haid sekaligus menjaga kebersihkan daerah kewanitaan pada saat haid.

Namun, sayangnya tidak semua wanita bisa menggunakan pembalut. Terdapat beberapa wanita yang mengalami reaksi alergi setelah menggunakan pembalut. Alergi merupakan suatu gambaran perubahan reaksi tubuh seseorang terhadap lingkungan yang berhubungan dengan gangguan pada mekanisme sistem kekebalan tubuh (imunitas). Seorang penderita alergi memiliki bakat sensitif atau rentan terhadap zat-zat tertentu.

Pada dasarnya pembalut sudah dibuat seaman dan senyaman mungkin untuk digunakan. Sebelum dipasarkan, tentunya proses pembuatannya sendiri sudah melalui serangkaian penelitian dan uji coba yang panjang. Meskipun demikian, tetap saja terdapat beberapa zat yang ada didalam pembalut, seperti pewangi, pewarna, bahan perekat, pengawet, pelembut, dan sebagainya bisa menimbulkan efek negatif pada tubuh. Pasalnya tidak semua wanita bisa tahan terhadap zat-zat tersebut.

Bagi mereka yang memiliki alergi, pewangi pada pembalut bisa menjadi salah satu sumber alergi ataupun iritasi yang paling banyak ditemukan. Selain itu, perekat yang ada pada pembalut dan tampon, yang bersentuhan dengan kulit, juga bisa menimbulkan alergi. Beberapa gejala alergi pembalut yang bisa timbul diantaranya adalah :

  • Adanya kemerahan dan peradangan
  • Gatal di sekitar organ kewanitaan yang dapat menjalar hingga ke daerah sekeliling anus
  • Terasa nyeri yang terkadang disertai dengan perasaan terbakar atau tidak nyaman
  • Keluarnya cairan yang agak keruh dan berbau tidak sedap
  • Dapat disertai dengan gejala sistemik berupa pusing dan lemas

Setiap gejala yang ditimbulkan harus disertai dengan riwayat yang jelas. Hal ini disebabkan karena peradangan atau keluhan pada organ kewanitaan dapat juga ditimbulkan oleh adanya infeksi. Infeksi bsia terjadi jika organ kewanitaan tidak terjaga kebersihannya ketika menstruasi, atau juga dapat berkaitan dengan adanya penyakit lain yang dialaminya.

Alergi yang timbul akibat penggunaan pembalut dan tampon disebut sebagai dermatitis kontak, dimana reaksi alergi ini dapat hilang jika sudah dijauhkan dan dihindarkan dari pencetus alergi tersebut. Namun, selain itu Anda juga bisa mengobati alergi pembalut dengan mengonsumsi obat alergi pembalut yang telah direkomendasikan dan memiliki khasiat serta manfaat efektif dan juga aman.

Untuk menghindari alergi pembalut dan tampon, sebaiknya selalu cuci tangan dengan bersih jika akan menyentuh daerah kewanitaan, atau ketika akan menggunakan pembalut atau tampon.

3 Tanda Penting yang Harus Diwaspadai saat Terkena Alergi

3 Tanda Penting yang Harus Diwaspadai saat Terkena Alergi,- Alergi menjadi salah satu gangguan kesehatan yang umum dialami oleh hampir semua orang. Gejala alergi seringkali menyerupai penyakit lain, sehingga terkadang membuat kita tidak sadar untuk mencegah dan mengobati reaksi alergi dengan benar.

Setiap orang memiliki alergi yang berbeda-beda, bahkan reaksi yang tombul pun juga berbeda. Sangat penting untuk kita mengetahui tanda-tanda alergi, agar tepat waktu dalam mengobatinya. Untuk itu, berikut ini kami berikan informasi seputar 3 tanda penting yang harus diwaspadai saat terkena alergi, diantaranya :

Ruam pada kulit

Ruam menjadi salah satu gejala alergi yang sangat mudah untuk dikenali. Ruam ini biasanya berbentuk seperti bekas gigitan nyamuk. Perlu diingat, beberapa orang bisa merasa alergi akan gigitan nyamuk. Namun, ruam kulit ini juga bisa disebabkan karena alergi pada detergen yang Anda gunakan.

Gejala menyerupai pilek

Jika tiba-tiba Anda batuk secara terus-menerus, bisa jadi itu merupakan tanda dari alergi. Pada penyakit pilek, batuk yang dirasakan biasanya disertai dengan tenggorokan sakit dan bengkak. Jika Anda tidak merasakan tanda tersebut, maka bisa jadi batuk yang dialami termasuk salah satu gejala alergi.

Mata terasa gatal dan kelopak mata bengkak

Ini juga termasuk salah satu dari 3 tanda penting yang harus diwaspadai saat alergi. Gejala ini seringkali dijumpai dan biasanya mata akan terasa lebih berair dan gatal. Gejala ini timbul pada mereka yang alergi serbuk bunga atau bulu binatang.

Pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, salah satunya kelopak mata juga menjadi tanda alergi. Biasanya gejala ini timbul karena alergi terhadap makanan tertentu.

Jika terus dibiarkan, gejala alergi ini tentu bisa berakibat fatal. Maka dari itu, jangan menganggap remeh gejala alergi, karena ini merupakan tanda bahwa tubuh mengalami reaksi gangguan kesehatan.

Jika Anda telah mengetahui zat yang menyebabkan timbulnya alergi, maka sebaiknya selalu hindari zat tersebut dan jangan lupa untuk selalu minum obat alergi (antihistamin) jika gejala timbul. Jika reaksi alergi terjadi lebih dari sekali dalam seminggu, bahkan tidak kunjung sembuh setelah minum obat antihistamin, maka Anda bisa langsung segera memeriksakan diri ke dokter.

Gejala yang Timbul pada Penderita Alergi Kondom

Gejala yang Timbul pada Penderita Alergi Kondom,- Selain untuk mengontrol kehamilan, penggunaan kondom juga merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual (PMS). Namun, sayangnya tidak semua orang bisa menggunakan kondom, pasalnya ada sebgian orang yang akan mengalami reaksi alergi jika bersentuhan dengan kondom.

Alergi kondom biasanya disebabkan oleh karet lateks, pelumas yang digunakan pada kondom, atau bahkan keduanya. Reaksi alergi ini dapat terjadi hanya dalam beberapa menit setelah kontak dengan kondom atau setelah beberapa jam kemudian.

Gejala yang ditimbulkan oleh alergi kondom bisa berbeda pada setiap orang, tergantung dengan sistem kekebalan tubuh yang dimilikinya. Namun, berikut ini merupakan beberapa gejala yang timbul pada penderita alergi kondom yang umum terjadi, diantaranya adalah :

Panas

Ketika mengalami alergi kondom, kulit bisa terasa panas yang menyiksa seperti terbakar. Ini merupakan reaksi alergi yang cukup parah dan memerlukan waktu untuk penyembuhannya. Terlebih lahi kulit di area vital biasanya sensitif dan mudah bereaksi terhadap alergen.

Gatal

Rasa gatal dapat terjadi setelah penggunaan alat kontrasepsi dari lateks tersebut, terkadang juga disertai dengan merah, dan ruam. Reaksi alergi tersebut memang tidak langsung timbul, namun bisa timbul setelah 5-10 menit setelah pemakaian.

Melepuh

Setelah mengalami gatal dan panas, kulit juga bisa melepuh sama seperti luka bakar. Jika hal tersebut terjadi, segera hubungi pihak medis untuk mendapatkan penanganan. Namun, kondisi ini juga bisa sembuh tanpa penanganan medis, asalka tidak banyak disentuh. Anda juga bisa menggunakan salep untuk mendinginkan dan menghilangkan reaksi alergi yang timbul.

Sesak napas

Jika alergi sampai masuk ke dalam aliran darah, maka Anda bisa saja mengalami sesak nafas. Racun lateks yang direspon negarif oleh tubuh akan menyebabkan pembengkakan di saluran pernapasan. Bahkan bisa menghalangi aliran darah dan mengganggu pasokan oksigen ke seluruh tubuh, teramsuk ke jantung.

Gejala alergi kondom terkadang hampir mirip dengan infeksi jamur yang menyerang kelamin, namun bedanya alergi kondom biasanya tidak menyebabakn keluarnya cairan dari vagina.

Artikel terkait :

Solusi Bagi Penderita Alergi Kondom Lateks
Cara Mengobati Alergi Lateks

Memahami Gejala dan Cara Mendiagnosa Alergi Lateks

Memahami Gejala dan Cara Mendiagnosa Alergi Lateks,- Tidak sedikit orang yang sering merasakan reaksi alergi, seperti gatal-gatal pada kulit setelah bersentuhan dengan benda-benda yang terbuat dari bahan dasar lateks. Lateks disini mengacu pada lateks karet alam, yaitu produk yang dibuat dari cairan getah yang berasal dari pohon karet, Hevea brasiliensis. Beberapa jenis karet sintetis juga disebut sebagai lateks, namun ia tidak melepaskan protein yang menimbulkan reaksi alergi.

Lateks alam sering digunakan sebagai bahan pembuat berbagai produk, seperti sarung tangan karet, karet gelang, dot, sol sepatu, balon, mainan karet, popok seklai pakai, pembalut, penghapus pensil, kondom, botol air, dan barang-barang lainnya yang bahkan sering kita gunakan sehari-hari.

Pada sebagian individu, lateks ini bisa menimbulkan beberapa gejala atau reaksi alergi yang disebut dengan alergi lateks. ALergi lateks sendiri merupakan reaksi terhadap protein tertentu dalam karet lateks. Jumlah paparan lateks yang diperlukan untuk menghasilkan sensitisasi atau reaksi alergi tidak diketahui. Meningkatkan paparan protein lateks juga dapat meningkatkan risiko mengalami gejala alergi.

Mengetahui dan memahami gejala dan cara mendiagnosa alergi lateks bisa membantu Anda untuk menghindari perkembangan alergi lateks agar tidak semakin parah. Untuk mengetahui informasi lengkapnya, silahkan simak penjelasan di bawah ini !

Memahami Gejala Alergi Lateks

Sensitivitas terhadap lateks bisa timbul baik disebabakn oleh kontak langsung ataupun dengan menghirup partikel lateks dari udara. Gejalanya pun bisa terjadi ringan hingga berat, tergantung pada jenis alergi yang terjadi.

Pada orang yang peka, biasanya gejala akan mulai timbul dalam beberapa menit setelah pemaparan, tetapi gejala juga dapat terjadi beberapa jam kemudian dan dapat cukup bervariasi. Gejala alergi lateks juga akan bervariasi pada setiap individu.

Reaksi ringan terhadap lateks bisa menimbulkan kulit kemerahan, ruam, gatal-gatal, atau bercak merah. Reaksi yang lebih parah mungkin melibatkan gejala pada pernafasan, seperti pilek, bersin, mata gatal, gatal tenggorokan, dan asma (sesak nafas, batuk, dan mengi). Shock juga dapat terjadi meskipun kasusnya jarang. Reaksi yangmenganam nyawa dapat menjadi tanda pertama dari alergi lateks, namun jarang.

Cara Mendiagnosa Alergi Lateks

Untuk mengetahui atau mendiagnosa alergi lateks sendiri, terdapat 2 tes yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan tes pada kulit dan yang lain adalah melalui tes darah. Tes darah merupakan salah satu pilihan, karena dapat lebih cermat untuk diketahui pada beberapa orang. Selain itu, alergi lateks juga bisa didiagnosa dengan bantuan tes patch, dan RAST atau Radio-Allergo-Sorbent-Test.

Mereka yang bekerja pada industri karet lebih rentan mengalami alegi lateks, hal ini disebabkan karena mereka akan sering terkena lateks dan produk-produknya dalam jangka waktu yang lama. Beberapa anak dengan myelomenongocele dan orang-orang yang telah menjalani prosedur bedah banyak juga rentan terhadap alergi ini.

Walaupun obat alergi lateks bisa meringankan gejala, namun belum ada obat atau metode pengobatan yang bisa menyembuhkan alergi lateks sepenuhnya. Satu-satunya cara terbaik untuk menghindari timbulnya alergi lateks adalah dengan menjauhi atau menghindari penyebab alergi lateks itu sendiri, seperti produk yang mengandung lateks.

Orang yang mengalami alergi lateks berisiko mengalami alergi pula terhadap buah-buahan tertentu, seperti pisang, stroberi, nanas, buah kiwi, markisa, dan alpukat. Hal tersebut disebabkan karena buah-buahan tersebut mengadnung alergen yang sama seperti yang ditemukan pada lateks.