Kenalkan Makanan Ini Lebih Awal Hindarkan Anak dari Alergi

Kenalkan Makanan Ini Lebih Awal Hindarkan Anak dari Alergi,- Seringkali anak-anak menjadi alergi terhadap beberapa jenis makanan tertentu yang disebabkan oleh beberapa faktor. Sehingga banyak ibu yang khawatir dan lebih memilih untuk tidak memberikan beberapa jenis makanan dan minuman yang diduga dapat memicu alergi, seperti susu, telur dan lainnya hingga berusia satu tahun.

Padahal, menurut penelitian terbaru, hal tesebut justru akan menjadikan anak mengalami peningkatan kesempatan berkembangnya alergi pada makanan tersebut. Hasil sebuah penelitian yang dilakukan di Kanada menyebutkan bahwa bayi yang tidak diberi susu pada tahun pertama mereka hampir 4 kali lebih sensitif terhadap susu pada usia satu tahun. Risiko tersebut akan berlipat ganda untuk kasus telur dan kacang tanah.

Saat ini, sebuah badan kesehatan di Inggris menyarankan untuk menunda pengenalan produk telur dan kacang tanah seperti selai kacang hingga anak berusia 6 bulan, dengan tujuan untuk mencegah alergi. Namun, para ilmuwan yang menulis untuk Prediatric Allergy and Immunology mengatakan bahwa penundaan tersebut dapat menyebabkan peningkatan alergi pada anak.

Disebutkan bahwa sebaiknya anak-anak sudah dikenalkan dnegan kacang tanah, telur, dan susu sapi lebih awal antara usia 4 hingga 6 bulan. Menurut penulis studi, Maxwell Tran, ini merupakan pergeseran penting dalam berpikir jauh dari menghindari makanan yang berpotensi alergen, menuju pengenalan awal mereka untuk mengurangi risiko alergi makanan dikemudian hari.

Menghindari makanan ini sebelum bayi menginjak usia 12 bulan dapat meningkatkan risiko asma, eksim, dan rhinitis di masa kanak-kanak mereka nanti.

Tim peneliti yang bekerja pada CHILD Study, dipimpin oleh McMaster University, melihat data lebih dari 2.100 anak-anak Kanada. Mereka menemukan bayi yang tidak diberi makanan alergik sebelumnya memiliki kesempatan untuk mendapatkan sensitivitas makanan yang lebih tinggi.

Penelitian ini juga menemukan bahwa sebagian besar orangtua benar-benar menunda untuk mengenalkan mereka pada makanan, terutama telur dan kacang tanah karena takut akan reaksi yang timbul akan merugikan si kecil.

Hanya 3% orangtua yang memperkenalkan telur sebelum usia 6 bulan, sedangakn hanya 1% yang memperkenalkan kacang tanah sebelum usia 6 bulan. Dan 63% orangtua lebih memilih untuk menghindari memberi makan kacang sepenuhnya selama tahun pertama anak.

Padahal, awal pengenalan telur sebelum usia satu tahun nampaknya sangat bermanfaat, karena secara signifikan dapat mengurangi kemungkinan pengembangan sensitisasi terhadap salah satu dari tiga alergen makanan tersebut.

Nah, jadi bunda, kini tidak perlu ragu lagi untuk memberikan telur dan kacang tanah kepada si kecil. Karena seperti yang telah dijelaskan diatas, ini akan memberikan manfaat bagi si kecil untuk mengurangi risiko alergi pada anak.

Manfaat Susu Unta untuk Meringankan Gejala Alergi

Manfaat Susu Unta untuk Meringankan Gejala Alergi,- Mengalami gejala aergi memang dapat mengganggu penderitanya, terlbih lagi ketika berada diluar rumah. Antihistamin atau obat alergi merupakan salah satu solusi efektif yang banyak dipilih untuk mengatasi gejala alergi yang timbul.

Namun, selain itu, ternyata ada cara yang nikmat untuk membantu mengurangi gejala alergi selain dengan obat, yaitu dengan mengonsumsi susu unta.

Susu unta memiliki kandungan vitamin, mineral, dan imunoglobin yang tinggi. Namun, seperti hewan penghasil susu lainnya, komposisi susu unta bergantung pada spesies unta dan makananya.

Karena memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik, susu unta juga diketahui memiliki khasiat yang baik pula bagi kesehatan tubuh. Mengonsumsi susu unta secara rutin dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Senyawa organik dan protein yang terkandung dalam susu unta memiliki kemampuan antimikroba yang kuat. Jika dikonsumsi secara rutin, hal ini mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membuat kita tetap sehat.

Disamping itu, mengonsumsi susu unta secara teratur juga dapat mengurangi reaksi alergi. Susu unta tidak menyebabkan jenis yang sama pada reaksi intoleransi laktosa seperti susu sapi, karena kandungan komponen yang dimilikinya berbeda.

Susu unta memiliki kandungan laktosa 4,46 gram per 100 gram. Jumlah ini lebih rendah jika dibandingkan dengan susu sapi yang memiliki kandungan laktosa sebanyak 5,26 gram dalam setiap 100 gramnya. Maka dari itu, susu unta sering kali dimanfaatkan sebagai obat alternatif untuk membantu mengurangi gejala alergi.

Selain itu, kandungan berbagai mineral seperti kalium, magnesium, besi, tembaga, mangan, natrium, dan seng pada susu unta lebih tinggi dibandingkan pada susu sapi. Kandungan lemak dan proteinnya juga dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan susu sapi.

Artikel terkait :

Pengobatan Alergi Susu Sapi pada Bayi
Mengobati Sesak Napas karena Alergi Susu Sapi
Perbedaan Intoleransi Laktosa dan Alergi Susu

Tips dan Trik Mengatasi Alergi Debu saat Berpuasa

Tips dan Trik Mengatasi Alergi Debu saat Berpuasa,- Pada saat berpuasa, tubuh mengistirahatkan diri dan tidak ada apapun yang masuk ke dalam badan. Walaupun begitu, terkadang beberapa kondisi menyebabkan seseorang harus mengonsumsi obat untuk mengatasinya, seperti salah satunya alergi. Terdapat beberapa jenis alergi yang bisa dialami, termasuk salah satunya adalah alergi debu.

Penyakit ini terbilang sangat sensitif. Sedikit saja terpapar oleh faktor penyebab alergi, maka tubuh akan langsung memberikan respon. Obat alergi menjadi salah satu cara yang ampuh untuk mengembalikan kondisi tubuh penderita alergi. Namun, ketika puasa, mengonsumsi obat tidak diperbolehkan. Selain itu, mengonsumsi obat secara terus menerus juga dapat menimbulkan dampak negatif pada tubuh.

Lalu, bagaimana tips mengatasi alergi debu saat berpuasa tanpa harus mengonsumsi obat ?

Anda tidak perlu khawatir. Meskipu tanpa obat, alergi debu tetap bisa diatasi dengan melakukan beberapa tips berikut :

Masker alergi

Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi alergi yaitu menggunakna masker dengan filter HEPS built-in. Penggunaannya juga tidak berkepanjangan. Anda hanya perlu menggunaannya ketika Anda ingin memotong rumput, menyapu, atau aktivitas lain yang berhubungan langsung dengan debu dan udara.

Nasal Gel

Mengoleskan nasal gel bisa membantu mengurangi alergi. Cara ini cocok bagi mereka yang alergi terhadap debu. Dengan kandungan Galfimia Glauca, itu cukup baik untuk mengembalikan pernafasan yang segar dan sehat.

Tutup jendela dan nyalakan AC

Tips mengatasi alergi debu saat berpuasa ini mungkin cukup sederhana dan mudah untuk dilakukan. Pasalnya, jika Anda berada di dalam rumah, Anda hanya perlu menutup semua jendela dan menyalakan AC. Jangan biarkan ada debu yangmasuk. Udara yang diciptakan pendingin ruangan biasanya mampu meminimalisir kuman bakteri yang memicu alergi.

Pergi ke wilayah berair

Tips dan trik mengatasi alergi debu saat berpuasa yang terakhir adalah dengan pergi ke tempat atau daerah yang berair. Pantai bisa menjadi pilihan yang tepat. Pantai memiliki serbuk sari dan jamur yang sedikit, sehingga dapat meminimalisir alergi debu dan kotoran yang dirasakan. Panasnya matahari juga dapat membantu memulihkan suhu tubuh yang tidak stabil.

Artikel terkait alergi debu :

Obat Alami Alergi Debu
Pengobatan Alergi Debu Anak dan Dewasa

Dampak Jalani Diet Bebas Gluten Bagi Penderita Alergi

Dampak Jalani Diet Bebas Gluten Bagi Penderita Alergi,- Diet bebas gluten merupakan salah satu jenis diet yang populer di negara-negara barat dan kini tidak sedikit masyarakat Indonesia yang juga mengikuti program diet tersebut.

Gluten merupakan sejenis protein pada tepung dan juga sereal. Saat ini diet bebas gluten dianggap sebagai pola makan yang sehat. Produk-produk bebas gluten pun semakin banyak membajiri pasaran, mulai dari roti, cake, tepung, hingga es krim.

Meskipun banyak yang meyakini bahwa diet bebas gluten baik bagi kesehatan, namun studi terbaru menyebutkan bahwa diet ini justru lebih berbahaya, terutama bagi mereka yang menderita masalah celiac.

Bagi penderita celiac atau alergi makanan yang menjalani diet bebas gluten berisiko mengalami gangguan pencernaan. Gejalanya antara lain perut kembung, diare, sakit perut, dan gangguan pada kulit.

Para periset meneliti orang sehat yang mengonsumsi makanan bebas gluten. Hal ini bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit jantung. Para peneliti menganalisis data lebih dari 100.000 orang tanpa riwayat penyakit jantung koroner. Merka menyelesaikan kuesioner makanan rinci setiap beberpa tahun dari 1986 hingga 2010.

Setelah menyesuaikan hasilnya, periset menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan gluten yang diperkirakan dan risiko penyakit jantung. Temuan ini menggarisbawahi potensi bahwa orang-orang yang sagat membatasi asupan gluten secara signifikan membatasi asupan biji-bijian. Sebenarnya terkait dengan risiko penyakit kardiovaskular yang merigukan.

“Promosi diet bebas gluten untuk tujuan pencegahan penyakit jantung koroner di antara orang-orang dengan penyakit celiac tidak direkomendasikan,” tambahnya.

Gejala alergi yang timbul bisa ringan atau parah. Termasuk mereka mengalami masalah usus, rambut rontok, dan sebagainya.

Baca Juga : 2 Jenis Kecoa yang Berpotensi Sebabkan Alergi

Dua Jenis Kecoa yang Berpotensi Sebabkan Alergi

Dua Jenis Kecoa yang Berpotensi Sebabkan Alergi,- Siapa yang tidak kenal dengan kecoa. Salah satu jenis serangga yang bisa dengan mudah ditemukan disekitar rumah ini dikenal sebagai serangga yang menjijikan. Selain dapat menularkan bakteri, ternyata kecoa juga diketahui dapat memicu atau memperburuk kondisi alergi.

Kecoa menghasilkan air liur, kulit kering, kotoran, telur, dll yang berpotensi menjadi penyebab alergi. Sisa kecoa mati yang berubah menjadi serpihan juga bisa beterbangan dan tercampur dengan udara disekitar rumah. Protein yang terkandung didalam kecoalah yang bertanggung jawab dengan timbulnya reaksi alergi.

Gejala yang timbul akibat alergi kecoa hampir sama seperti reaksi alergi lainnya, diantaranya seperti hidung gatal dan berair, tenggorokan gatal, hidung tersumbat, batuk, bersin, ruam, rhinoconjunctivitis, iritasu mata dan mata berair, serta timbulnya asma.

Namun, dari sekian banyak kecoa yang berkeliaran, hanya ada dua jenis kecoa yang berpotensi sebabkan alergi atau memperparah kondisi alergi, yaitu kecoa Jerman (Blatella Germanica) dan kecoa Amerika (Periplaneta Americana).

Kecoa Amerika ialah sumber alergen yang terdapat didalam ruangan. Ada lebih dari 20 komponen pengikat IgE yang diidentifikasi. Namun, hanya 9 alergen yang harus diwaspadai.

Kecoa mengandung protein yang merupakan salah satu faktor penyebab alergi, zat yang bisa menyebabkan reaksi alergi, bagi sebagian besar orang. Seluruh bagian tubuh kecoa, termasuk air liur dan kutu kecoa merupakan alergen. Bahkan, kecoa yangs sudah mati pun bisa memicu reaksi alergi.

Baca Juga : Pengobatan Alergi Saluran Pernapasan

Timbulnya alergi ini hampir sama dengan tungau debu yang bisa masuk ke selaput lendir mata, hidung, dan paru yang memicu terjadinya reaksi alergi. Biasanya, alergen ditemukan saat Anda sedang membersihkan rumah.

Maka dari itu, hindarilah paparan kecoa dan kotorannya. Anda bisa mencegah alergi kecoa dengan rajin membersihkan rumah. Hal ini disebabkan karena hama yang satu ini memerlukan makanan, air, dan tempat berlindung untuk bertahan hidup.

Teknik pembersihan yang tepat dapat membantu mencegah perkembangbiakan kecoa, sehingga mengurangi kandungan alergen didalam rumah.

Mengatasi Alergi Kepiting dan Udang dengan Minyak Jarak

Mengatasi Alergi Kepiting dan Udang dengan Minyak Jarak,- Kepiting dan udang merupakan salah satu jenis seafood yang cukup banyak diminati karena memiliki rasa yang nikmat dan juga kaya akan khasiat. Meskipun begitu, pada beberapa orang kepiting dan udang dapat memicu timbulnya reaksi alergi.

Menurut pakar kesehatan, timbulnya alergi ketika mengonsumsi udang dan kepiting ini disebabkan oleh kadar protein yang ada didalam makanan tersebut. Bagi sebagian orang, konsumsi proteien dalam jumlah yang tinggi memang bisa menyebabkan gejala alergi.

Alergi akibat udah dan kepiting biasanya ditandai dengan gatal-gatal dikulit tubuh, bentol-bentol atau sembab, atau kulit berwarna merah-merah. Jika Anda mengalami alergi setelah mengonsumsi udang atau kepiting, tidak perlukhawatir. Dalam hitungan hari alergi tersebut akan sembuh dengan sendirinya.

Akan tetapi, penderita alergi biasanya akan mengonsumsi obat alergi agar reaksi alergi cepat hilang. Namun, selain mengonsumsi obat, And ajuga bisa memanfaatkan minyak jarak sebagai salah satu alternatif untuk menghilangkan gejala alergi.

Untuk mendapatkan manfaat dari minyak jarak ini cukup mudah, Anda hanya tinggal mengoleskannya secara merata pada kulit yang mengalami alergi. Anda juga bisa minum 1 gelas air hangat yang telah diberi 2-3 tetes minyak jarak.

Meskipun udang dan kepiting kaya akan kandungan nutrisi, khususnya omega 3, namun alangkah baiknya penderita alergi menghindarinya untuk mencegah timbulnya reaksi alergi. Selain itu, perhatikan pula makanan yang akan Anda konsumsi, pastikan jika makanan tersebut tidak mengandung bahan yang berasal dari kepiting atau udang.

Artikel Terkait :

Mengatasi Alergi Udang
Alasan Makanan Laut Bisa Menyebabkan Alergi
Masalah Alergi Makanan Laut
Cara Menghindari Alergi saat Makan Seafood

Jenis Alergi yang Bisa Membahayakan Nyawa Manusia

www.pengobatanalergi.com,- Ada beberapa faktor yang bisa membuat seseorang mengalami hipersensitifitas atau alergi dan menimbulkan reaksi seperti gatal, ruam, bersin, atau mata berair secara terus-menerus.

Alergi merupakan suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap benda asing. Alergi berbeda-beda pada setiap orang. Ada alergi yang levelnya biasa, ada pula yang dapat mengancam nyawa. Hal ini tentu perlu diwaspadai dengan mengetahui dan menghindari penyebab alergi agar tidak menimbulkan reaksi alergi yang berbahaya.

Ager lebih waspada, alangkah baiknya Anda ketahui beberapa jenis alergi yang bisa membahayakan nyawa manusia berikut ini :

Alergi perubahan musim

Di negara yang memiliki 4 musim setiap 3 bulan sekali mengalami perubahan cuaca. Pada kondisi tersebut, terkadang memicu timbulnya reaksi alergi pada sebgain orang. Alergi ini bisa mengakibatkan gejala seperti flu atau gangguan pernapasan.

Alergi debu

Banyak polusi mebuat orang mudah mengalami alergi debu yang membuat kulit gatal dan timbulnya penyakit pernapasan.

Alergi pendingin udara

Tidak banyak yang mengetahui bahwa pendingin udara dapat memicu alergi. Dan alergi ini akan timbul pada mereka yang menghabiskan waktu berjam-jam di ruangan yang memiliki pendingin udara sehingga menyebabkan masalah pernapasan dan kulit kering.

Alergi antibiotik

Banyak obat antibiotik seperti penisilin dan amoxillin yang bisa menyebabkan alergi. Gejalanya adalah gatal-gatal, ruam, dan demam.

Alergi nikel

Nikel merupakan logam yang banyak ditemukan di barang yang sering digunakan sehari-hari, seperto ponsel atau wajan anti lengket. Alergi nikel ini bisa menyebabkan ruam dan peradangan pada kulit.

Alergi makanan laut

Makanan laut termasuk jenis makanan yang menjadi penyebab umum timbulnya alergi. Hal ini disebabkan karena kontimasi bahan kimia yang bisa dicerna ikan dari air laut. Alergi makan laut bisa menimbulkan ruam kulit dan gangguan pernapasan bagi mereka yang mengonsumsinya.

Alergi Posion Ivy

Posion Ivy merupakan sejenis tanaman yangbisa membuat orang mengalami alergi ketika menyentuhnya. Alergi Posion Ivy menimbulkan ruam dan peradangan.

Baca juga :

Trik Agar Alergi Anak Tidak Menetap Hingga Dewasa
Obat Gejala Alergi Bulu Anjing
Pengobatan Jerawat karena Alergi Makanan

Gatal di Perut Bisa Disebabkan Karena Alergi Celana Jeans

Gatal di Perut Bisa Disebabkan Karena Alergi Celana Jeans,- Jelana jeans memang kini menjasi salah satu fashion yang cukup banyak dipilih, terutama oleh para remaja untuk menyempurnakan penampilan mereka. Namun, menggunakan jelana jeans yang ketat atau longgar terlalu sering bisa menimbulkan berbagai masalah pada tubuh. Bahkan, celana jeans juga bisa menyebabkan reaksi alergi pada kulit.

Namun, selain jeans, juga terdapat benda-benda lain yang sering digunakan sehari-hari yang bisa menimbulkan reaksi alergi. Berikut ini beberapa benda sehari-hari yang bisa timbulkan reaksi alergi, diantaranya adalah :

Jeans

Presiden Allergy and Asthma Care Center, Andy Nish menyebutkan bahwa kancing pada celana atau rok jeans bisa menyebabkan reaksi alergi. Hal ini disebabkan karena logam mengandung nikel dan bagi sebagian orang yang memiliki kulit sensitif bisa menimbulkan reaksi alergi nikel. Umumnya ruam dan gatal pada perut bagian bawah menjadi salah satu reaksi alergi yang timbul.

Perhiasan

Selain ditemukan pada logam kancung celama jeans, alergi nikel juga bisa disebabkan karena penggunaan perhiasan atau aksesoris. Emas, logam, perka, dan bahan perhiasan lainnya mengadnung nikel dan merupakan benda yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit.

Clifford Bassett, dari American Academy of Allergy, Asthma and Immunology, mencatat banyak wanita yang mengalami reaksi alergi ini. Biasanya kulit menjadi iritasi. Untuk mencegah hal tersebut, ia menyarankan untuk menggunakan perhiasan perak atau emas diatas 18 karat karena tidak memiliki kadar nikel yang tinggi.

Alat makeup mata

Selain pakaian dan perhiasan, makeup juga tidak pernah lepas untuk mempercantik diri. Namun, Anda harus pandai dalam memilih makeup yang tepat untuk kulit Anda. Pasalnya, penggunaan makeup yang tidak cocok bukan hanya dapat menyebabkan jerawat, tetapi juga reaksi alergi.

Makeup yang paling berisiko dengan reaksi alergi yaitu riasan mata. Menurut Nish, reaksi alergi dari riasan mata biasanya terjadi akibat alat makeup yang telah kadaluwarsa. Makeup yang sudah bertahun-tahun lamanya biasanya akan menimbulkan ruam merah, gatal, dan bersisik di kelopak mata.

Pilihan Hewan Peliharaan yang Tidak Memicu Alergi

Pengobatan Alergi,- Hewan seperti kucing dan anjing termasuk ke dalam salah satu faktor pemicu timbulnya alergi. Namun, tidak sedikit penderita alergi yang justru ingin memiliki hewan peliharaan. Alangkah baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kulit sebelum memutuskan untuk memelihara hewan. Dengan begitu, dokter bisa merekomendasikan beberapa pilihan hewan peliharaan yang tidak memicu alergi.

Berikut ini daftar hewan peliharaan yang ramah alergi :

Tikus, anak tikus, gerbil, dan hamster

Gerbil, hamster, anak tikus, dan tikus memang berpotensi membawa alergi layaknya kucing dan anak anjing. Namun, ukuran keempat hewan ini terbilang jauh lebih kecil, sehingga lebih sedikit menghasilkan alergen, atau zat yang menyebabkan timbulnya reaksi alergi.

Bettas dan goldfish

Anak-anka pasti akan langsung jatuh hati ketika pertama kali melihat ikan lucu dan meggemaskan ini. Hewan peliharaan yang disebut dapat mengenali pemiliknya ini memang tidak memicu alergi. Namun, Anda perlu memperhatikan kebersihan kolam atau akuarium.

Menurut Mitchell Grayson MD, seorang ahli alergi dari Amerika Serikat, bukan ikannya yang dapat memicu alergi, tetapi jamur dan lumut yang dapat melepaskan spora ke udara. Pada beberapa orang, hal tersebut bisa memicu timbulnya reaksi alergi.

Parkit, canaries, dan finches

Ketiga jenis burung ini pintar dan tidak memicu alergi. Dr. Grayson mengatakan, orang-orang yang sangat sensitif terhadap kucing dan anjing jarang memiliki masalah dengan burung, terutama spesies ini, yang tidak menghasilkan serbuk bersin pada sayapnya. Selain itu, ukurannya yang kecil akan meminimalkan pemicu lain yangmungkin terjadi.

Bearded dragon

Reptil ini mudah berinteraksi dengan manusia. Reptil tidak menyebabkan alergi juga tidak memiliki bulu yang dapat memicu timbulnya alergi. Namun perlu diketahui, reptil dapat membawa salmonella dan tidak dianjurkan untuk disentuh anak usia di bawah 5 tahun, wanita hamil, atau orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Sebaiknya segera cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh hewan yang satu ini.

Artikel terkait : Hewan Peliharaan Lucu yang Aman Bagi Anak yang Alergi

Ternyata Olahraga Bisa Timbulkan Reaksi Alergi

Pengobatan Alergi,- Olahraga merupakan aktivitas fisik yang banyak direkomendasikan untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Namun, pada sebagian orang, olahraga bisa menimbulkan reaksi alergi.

Jika Anda mengalami gejala alergi seperti gatal-gatal, ruam kulit, kemerahan setelah berolahraga, maka bisa jadi Anda mengidap kondisi yang disebut exercise urticaria. Gejala ini bisa berkembang selama atau setelah olahraga dan meninggalkan tanda-tanda seperti gundukan datar atau bekas pada kulit, bintik-bintik merah atau lecet.

Alergi olahraga bisa terjadi akibat peningkatan bahan kimia yang dilepaskan oleh tubuh, yaitu histamin selama latihan. Selain itu, alergi olahraga juga bisa disebabkan karena telah terjadi pelebaran kapiler darah dan kebocoran cairan ke dalam dermis kulit.

Pada tahap yangmasih tergolong ringan, alergi terhadap segala jenis aktivitas fisik hanya menimbulkanr uam atau gangguan pencernaan. Namun, pada beberapa kasus, bisa berubah menjadi lebih berbahaya dan mengancam jiwa. Atau disebut juga dengan anafilaksis (anaphylaxis).

Anafilaksis akibat olahraga (EIA) termasuk langka, namun jika tidak segera ditangani dapat berlanjut ke gejala yang lebih parah, termasuk angiodema, laring edema, hipotensi, dan juga bisa berujung pada kolaps kardiovaskular.

Beberapa orang juga mengembangkan alergi olahraga jika mengonsumsi makanan tertentu sebelum latihan, seperti alkohol, keju, makanan laut, atau tomat.

Baca Juga :

Obat Alergi Kulit Gatal Berair
Hal Sederhaan yang Bisa Memicu Alergi

Untuk mencegah timbulnya reaksi alergi olahraga, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Family Physician, hindari latihan yang lebih mungkin menyebabkan reaksi alergi, seperti menari, jogging, berjalan, ski, dan bola voly yang sering terkait dengan anaphylaxis. Penderita anafilaksis sebaiknya tidak berolahraga selama masa menstruasi.

Selain itu, penderita exercise urticaria sebaiknya melakukan olahraga 4 hingga 6 jams etelah makan. Dan hindari menggunakan obat anti inflamasi non steroid atau aspirin sebelum latihan. Hal ini disebabkan karena obat ini yang paling sering dikaitkan dengan exercise urticaria.

Jika Anda mulai mengalami gejala alergi ketika berolahraga, perlambatlah kecepatan atau beristirahatlah selama sekitar 5 hingga 10 menit agar gejala alergi tidak semakin parah.