Mengatasi Alergi Udang

udangpengobatanalergi.com,- Alergi atau hipersensitivitas tipe 1 merupakan gagalnya tubuh sehingga membuat seseorang terkena hipersensitif secara imunologi pada jenis bahan tertentu yang umumnya antigenic atau sesuatu yang berhubungan dengan sifat atopik. Secara umum tubuh akan mengalami suatu reaaksi yang berlebihan baik pada lingkungan sekitar maupun pada benda asing atau benda yang berbahaya. Terjadinya alergi ini disebabkan adanya produksi antibody sejenis IgE.

Banyak orang yang mengalami masalah ketika mengalami reaksi alergi. Alergi dapat sangat mengganggu penderitanya karena harus menghindari hal-hal tertentu yang dapat memicu terjadinya reaksi alergi, salah satunya adalah makanan laut/seafood. Udang merupakan salah satu makanan laut yang sering menjadi penyebab alergi. Memang bagi sebgaian orang udang dapat menyebabkan alergi, namun tidak semua udang dapat menyebabkan alergi, yang paling umum menyebabkan alergi adalah udang kecil seperti ebi. Seseorang yang memiliki alergi terhadap udang biasanya akan mengalami gejala seperti gatal-gatal atau ruam pada kulit diseluruh tubuh, asma, batuk, dan kesulitan bernapas.

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi alergi udang, salah satu cara mengatasi alergi udang yaitu dengan menggunakan bahan-bahan alami yang terdapat disekitar kita .Berikut beberapa bahan alami yang dapat digunakan untuk mengatasi alergi udang :

Jeruk Nipis Atau Lemon

Jeruk nipis atau lemon dipercaya dapat membantu maengatasi berbagai jenis alergi, termasuk alergi terhadap udang. Dengan mencampurkan segelas air hangat dengan perasan buah lemon dapat membantu mengatasi gejala alergi yang timbul.

Madu

Selain jeruk nipis, ternyata madu juga dapat mengatasi alergi udang. Minumlan campuran segelas air hangat dengan satusendok madu ketika gejala alergi mulai timbul. Didalam madu terdapat beberapa kandungan vitamin yang dapat membantu meringankan gatal.

Minyak Biji Jarak

Cara mengonsumsi minyak biji jarak untuk mengatasi alergi udang yaitu dengan melarutkan biji jarak kedalam segelas air hangat. Sebaiknya larutan ini tetap diminum hingga satu minggu setelah sembuh.

Makanan Yang Mengandung Vitamin E

Makanan yang mengandung vitamin E juga sangat baik untuk mengatasi alergi udang, seperti acar zaitun, pistachio, kacang tanah, dll. Vtamin E bersifat antialergen yang dapat membantu menghilangkan dan mencegah jenis alergi makanan .

Jus Sayuran

Protein yang terkandung didalam jus sayuran dapat membantu mengurangi gejala pembengkakan dilidah. Jus sayuran seperti wortel yang dipadukan dengan mentimun atau akar bit dengan bayam dapat membantu mengatasi alergi.

Jahe

Dengan meminum secangkir teh jahe hangat dapat membantu mengatasi alergi udang dan makanan laut lainnya. Jahe bermanfaat untuk mengurangi ruam merah dan gatal yang timbul akibat dari alergi udang.

Nah, itulah beberapa bahan yang dapat digunakan untuk mengatasi alergi udang. Semoga tips diatas dapat bermanfaat dan membantu Anda untuk mengatasi alergi udang yang timbul. Selamat mencoba .

 

Alergi Sinar Matahari

alergi matahariSinar matahari merupakan salah satu faktor alam yang paling penting bagi manusia. Sinar matahari sangat dibutuhkan manusia salah satunya untuk mengeringkan pakaian, membantu dalam proses produksi suatu produk bagi suatu perusahaan, dan tentunya juga bagi manusia sendiri bermanfaat untuk memproduksi vitamin D dalam tubuh dan juga diketahui mampu meningkatkan hormon endoferinyang dapat membuat suasana hati menjadi lebih baik. Namun, tidak semua orang dapat mendapatkan manfaat dari sianar matahari tersebut. Terdapat sebagian orang yang dapat mengalami reaksi alergi jika terpapar oleh sinar matahari.

Alergi sinar matahari merupakan suatu reaksi sistem kekbalan tubuh terhadap sinar matahari yang ditandai adanya ruam didaerah kulit yang terpapar oleh sinar  matahari atau disebut juga fotosensitifitas. Alergi sinar matahari terjadi saat sistem kekbalan tubuh memperlakukan kulit yang berubah akibat dari paparan sinar matahari sebagai zat asing dan memicu mekanisme pertahanan tubuh, sehingga menyebabkan terjadinya reaksi alergi. Secara umum yang melatarbelakangi timbulnya alergi yaitu kurang berfungsinya dari sistem kekbalan tubuh.

Walaupun disebut sebagai alergi, namun penyakit ini bukanlah benar-benar alergi yang sesuai dengan alergi dalam arti secara medis. Alergi sinar matahari lebih ke reaksi toksik lokal yang membuat kulit sensitif terhadap sinar matahari. Alergi kulit muncul pada hari pertama atau kedua saat kulit terpapar oleh sinar matahari. Yang bertanggung jawab atas reaksi-reaksi inflamasi tersebut adalah sinar UV, terutama UVA. Namun tidak jarang juga obat atau komponne dalam krim tabir surya dapat memperparah reaksi tersebut.

Gejala alergi sinar matahair dapat berbeda pada setiap orang tergantung dari penyebabnya. Namun, secara umum gejala yang timbul pada penderita, khususnya pada kuliy yaitu sebagai berikut :

  • Kemerahan
  • Gatal atau nyeri
  • Benjolan kecil
  • Pengerasan kulit atau perdarahan
  • Lecet atau gatal-gatal

Biasanya gejala tersebut muncul jika kulit terpapar oleh sinar matahari dan berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam setelah kulit terpapr sinar matahari.

Penyebab Alergi Sinar Matahari

Para ilmuwan tidak mengetahui secara pasti terhadap sebagian orang yang mengalami alergi terhadap sinar matahari sedangkan sebagian lagi tidak. Terdapat bukti yang menjelaskan bahwa faktor genetik/keturunan dapat membentuk alergi sinar matahari, dalam artian alergi terhadap sinar matahari ini diwariskan dari orang tua yang juga mengidap alergi.

37-84-thickboxSelain karena faktor genetik, alergi sinar matahari ini juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti produk kosmetik, tabir surya dan partikel kecil yang berasal dari serbuk sari tanaman. Alergi sinar matahari juga dapat dipicu oleh penyakit serius seperti hepatitis dan sirosis hati, gangguan sistem kekbalan tubuh, penyakit darah, serta penggunaan oba-obatan tertentu dalam jangka panjang, seperti obat antibiotik, barbiturat, atau kontrasepsi oral.

Pengobatan dan Pencegahan Alergi Sinar Matahari

Pengobatan terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari faktor pemicu. Tapi terdapat obat-obatan yang dapat digunakan sesuai dengan jenis dan gejala dari alergi sinar matahari yang dialami oleh penderita. Krim yang mengandung kortikosteroid bisa digunakan oleh penderita untuk mengatasi reaksi yang terjadi pada kulit yang parah.

Selain pengobatan, penderita juga harus melakukan pencegahan agar reaksi alergi sinar matahari tidak kembali muncul. Berikut beberapa tips pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu sebagai berikut :

  1. Lindungi diri Anda dari pancaran sinar UV rays secara benar.
  2. Sebelum melakukan aktifitas diluar ruangan, sebaiknya gunakan lotion sunscreen dan lip balm dengan kadar SPF minimal 15.
  3. Gunakan pelindung kulit dengan tingkat perlindungan yang tinggi, dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit mengenai keamanannya.
  4. Gunakanlah celana dan baju yang panjang untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahri secara langsung.

Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya alergi sinar matahari. Jika gejala yang dirasakan semakin parah, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat .

Mengatasi Alergi Bersin

bersinApabila Anda mengalami bersin yang  terus menerus dan berkepanjangan  terutama pada pagi hari, kemungkina itu  merupakan salah satu dari gejala rhinitis  alergi atau alergi bersin. Meskipun tidak  membahayakan, namun bersin alergi ini  daapt mengganggu aktivitas si penderita.

Bersin alergi dapat disebabkan oleh  berbagai zat tertentu, seperti debu, bulu  binatang, serbuk sari, dan sebagainya.  Jika penyebab dari alergi itu sendiri  belum diketahui, maka bersin alergi  akan sulit untuk diatasi. Karena biasanya  secara umum alergi dapat diatasi dengan  cara menghindari penyebabnya. Dengan  melakukan tes alergi mungkin dapat  membantu untuk mengidentifikasi  penyebab alergi tersebut.

Cara Mengatasi Alergi Bersin

Secara umum mengatsasi alergi bersin  dapat dilakukan dengan beberapa cara.  Dari cara tersebut masing-masing  memiliki kekurangan dan kelebihan  tersendiri, sehingga dapat disesuaikan  dengan keperluan si penderita.Berikut  cara yang dapat dilakukan untuk  mengatasi bersin alergi, yaitu :

  1. Menghindari alergen pemicu bersin- bersin. Penderita harus mengamati dan  mengetahui faktor yang menjadi  penyebab dari bersin-bersin tersebut.
  2. Penggunaan obat-obatan. Cara mengatasi alergi bersin tersebut  merupakan salah satu cara yang paling  sering dilakukan oleh penderita. Namun,  penderita juga harus berhati-hati dalam  menggunakan obat-obatan tersebut.  Karena jika dikonsumsi secara terus  menerus juga tidak baik.
  3. Desensitisasi. Merupakan pengurangan  kepekaan secara perlahan. Caranya yaitu  dengan memberikan bahan pemicu  alergi dalam porsi yang kecil secara rutin  kepada penderita. Kesabaran   merupakan kunci dari proses ini, karena  proses ini membutuhkan waktu yang  relatif lama. Derajat kesembuhannya  sekitar 80-90%.
  4. Pengobatan dan treatmen atau  perawatan secara alami.

Itulah beberapa cara yang dapat  dilakukan untuk mengatasi alergi bersin.  lakukan pengontrolah terhadap kondisi  alergi bersin Anda dan berkonsultasilah  dengan dokter mengenai penyakit  tersebut untuk mengetahui  perkembangannya. Semoga bermanfaat  .

Jenis Penyakit Alergi Dan Imunologi

pengobatanalergi.com,- Ketika mendengar kata alergi pasti kita langsung terbayang dengan kondisi seperti gata-gatal disertai dengan bintik  merah atau bentol, bersin-bersin dipagi hari, hidung berair kadang juga batuk dari ringan sampai sesak napas. Alergi dapat disebabkan oleh  berbagai macam seperti debu, udara dingin, obat, makanan dan bahan-bahan yang sering kita gunakan sehari-hari.

Jenis penyakit alergi dan imunologi sangat bermacam-macam. Asma merupakan salah satu jenis penyekit alergi yang relatif paling sering  terjadi, diikuti dengan rhinitis alergi, serta urtikaria kronik. Jenis alergi lainnya yang tidak kalah penting yaitu reaksi alergi obat. Sementara  itu dalam bidang imunologi, terdapat penyakit autoimun, khususnya Lupus Eritematosis Sistemik (LES). Sedangkan dari penyakit  imunodefisiensi yang palin terkenal salah satunya yaitu penyakit Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

Dibawah ini merupakan beberapa penyakit yang termasuk kedalam jenis penyakit alergi dan imunoligi, diantaranya :

  1. Asma Bronchial

    asma-bronkialTak jarang ditemukan rasa sesak disangka penyakit janung atua batuk-batuk kronis yang disebabkan oleh penyakit bronkitis atau ssusah  tidur karena insomnia. Keluhan batuk mengi atau sesak saja bukan merupakan monopoli penyakit asma. Beberapa penyakit atau kondisi  dapat menyerupai asma, misalnya Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), bronkitis kronik, dan emfisema, infeksi paru, sinusitis paranasal,  tuberkulosis, refluks gastroesofageal dan penyakit jantung seperti gagal jantung.

    Dalam praktiknya sering ditemukan pasien yang  mengobati penyakitnya sendiri dengan menggunakan obat semprot untuk mengatasi gejala  asma. Namun dalam jangka panjang kondisi ini malah akan memperburuk gejala asma dan serangan asma akan semakin sering.

    Hal yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan penderita obat antinflamasi, menghindari faktor pencetus, dan mendapatkan  pengetahuan mengenai asma dan penyebabnya.

  2. Rhinitis Alergi

    Obat-Rhinitis-AlergiRhinitis alergi merupakan salah satu bentuk rinitis yang secara umum menkanismenya melaui sistem imun, atua IgE secara khusus.  Rhinitis alergi dapat diderita oleh anak sampai dewasa. Gejala yang timbul berupa rinoera, hidung gatal, bersin dan hidung tersumbat,  terkadang disertai gatal dimata. Berdasarkan lama dan serignya gejala, rinitis dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu rinitis alergi intermiten  jika gejalanya berlangsung selama empat hari/minggu dan lamanya kurang dari empat minggu dan rinitis alergi persisten juka gejala  berlangsung selama lebih dari empat hari/minggu dan lamanya lebih dari empat minggu. Rinitis alergi merupakan salah satu faktor resiko  terjadinya serangan asma. Dengan pengobatan yang baik, maka gejala rinitis dapat terkontrol dengan baik.

  3. Alergi Obat

    cara-mengatasi-alergi-obatAlergi obat adalah respon yang tidak diinginkan pada pemberian obat tertentu. Banyak keadaan dimana gejalanya mirip atau sama dengan  gejala alergi, namun mekanismenya bukan alergi seperti sesak napas atau angiederma karena aspirin atau antiinflamasi non steroid, maka  dari itu diperkenalkanlah intilah hipersensitivitas obat.

    Gejala alergi obat sanga beragam. Namun yang paling sering muncul adalah gejala pada kulit, mulai dari eritema, urtikaria, pruritus,  angioderma, vesikula, bula sampai kulit melepuh. Selain itu, terdapat beberapa gejala lain namun lebih jarang terjadi, misalnya sesak napas,  pusing hingga pingsan seperti halnya pada anafilaksisi, bisa juga terjadi anemia, serta gangguan fungsi hati atau ginjal. Komplikasi alergi  obat yang paling berbahay adalah anafilaksis, Steven Juhnson Syndrome, nekrosis epidermal toksik, dan Drug Rash Eosinophilia and  Systemic Symptoms (DRESS).

  4. Urtikaria dan Angioderma

    Urtikari adan angioderma yaitu kelainan kulit yang berupa bentol, kemerahan dan gatal. Sebagian besatr urtiakria kronik tidak diketahui  penyebabnya dan biasanya gejala berlangsung selama lebih dari enam minggu bahkan hingga 20 tahun. Sedangkan Angioderma  menyerupai urtikaria, namun lebih mengenai jaringan kulit yang lebih dalam. Gejala yang tidak muncul sering tidak terasa gatal, tetapi  terasa sakit. Angioderma umunya menyerang pada mukosa mata, bibir atau kemaluan. Jika mengenai trakea atau bronkus, seperti pada  reaksi anafilaksis dapat membahayakan nyawa penderita.

  5. Lupus Eritematosus Sistemik (LES)

    Karena menyerang beberapa organ, baik secara bersamaa atau berurutan maka LES termasuk kedalam salah satu dari penyakit autoimun  yang bersifat sistemik. Radang sendi dan demam yang berkepanjangan merupakan salah satu dari gejal lupus. Gejala seperti kemerahan  diwajah, sariawan, anemia, lekopeni atau trambositopeni merupakan petunjuk kearah LES. Semakin dini penanganan dilakukan, makan  diharapkan komplikasi yang serius dapat dicegah dan dihindari.

  6. Penyakit Imunodefisiensi

    Virus_HIVPenyakit Imunodefisiensi yang dapat diperoleh ketika lahir. Salah satunya infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang merupakan  salah satu dari penyebab imunodefisiensi yang dikenal dengan AIDS. Penyakit kronis lainnya seperti diabetes mellitus, gagal ginjal kronik,  sirosis hati, dan PPOK dapat menurunkan daya tahan tubuh. Oleh sebab itu, menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh sangat  diperlukan untuk menghindari bahayanya penyakit infeksi.

Pemicu alergi dapat diketahui melalui riwayat penyakit seperti bengkak setelah mengonsumsi makanan tertentu. Apabila diperlukan, tes  alergi dapat dilakukan dengan pemeriksaan kulit atau darah. Tes kulit yang umum dilakukan yaitu seperti uji cukit kulit (skin prick test) dan  uji tempel (patch test). Adapun tes darah dengan pemeriksaan IgE lebih spesifik terhadap jenis alergen tertentu.

Demikian artikel tentang Jenis Penyakit Alergi dan Imunologi ini saya buat. Semoga dapat bermanfaat dan bisa memberikan sedikit  informasi mengenai jenis penyakit alergi dan imunologi. Serta dapat membantu kita dalam menjalani hidup yang lebih sehat.

Penyakit Alergi Protein Hewani

protein-food-sources1pengobatanalergi.com,- Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang sangat diperlukan oleh tubuh. Telur, ikan laut dan udang merupakan sumber protein tan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Namun, sayangnya terdapat beberapa orang yang justru menderita rekasi gatal-gatal begitu mengonsumsi makanan sumber protein tersebut. Nutrisi protein tersebut memang dapat memicu terjadinya reaksi alergi, terutama yang terdapat pada protein hewani. Pada beberapa penderita alergi, memang terdapat jenis-jenis protein tertentu yang dapat memicu alergi dengan gejala yang bervariasi, mulai dari gatal dikulit sampai gangguan pencernaan pada penderita. Jika alergi yang terjadi sudah mencapai tahap parah, maka pencerita akan mengalami sesak napas.

Protein yang belum diuraikan menjadi nutrisi memasuki peredaran darah melalui dinding usus sebagai zat yang tidak dikenal yang dapat menimbulkan reaksi alergi. Mengonsumsi protein hewani yang berlebihan dan reaksi alaeragi yang ditimbulkan dapat menyebabkan meningakatnya kasus-kasus dermatitis atopic, kaligata, penyakit kolagen, colitus ulserativa, dan penyakit Crohn.

Secara umum protein memang sangat dibutuhkan oleh tubuh, namun beberapa jenis protein dapat memicu reaksi yang berlebihan. Dibandingkan dengan jenis protein nabati jenis protein hewani lebih sering memicu alergi, sedangkan jenis protein hewani pada umumnya lebih bisa ditoleransi oleh tubuh.

Protein pada dasarnya sangat diperlukan oleh tubuh untuk membangun daya tahan tubuh terhadap penyakit. Namun, apabila jumlahnya ditambah maka bisa menyebabkan hiper yang berujung pada meracuni tubuh atau disebut dengan auto-imun. Alergi ini diawali dengan hipersensitif yang kemudian akan menyebabkan auto-imun jika berlebihan.

Alergi jensi ini memang sulit untuk disembuhkan, namun para penderita dapat mengontrol dan melakukan pencegahan dengan menjauhi sumber yang menjadi pemicu alergi untuk menghindari gejala gatal-gatal atau reaksi alergi lain yang tidak diinginkan. Namun, perlu Anda ketahui bahwa protein merupakan gizi makro yang sangat penting bagi tubuh. Jadi, sebaiknya Anda berlatih untuk membiasakan tubuh Anda agar terbiasa menerima protein.

Jika alergi protein diketahui ketika masih kecil, para orang tua dapat melakukan pengenalan secara bertahap pada sumber-sumber alergi. Ibu dapat memberikan suber protein pada menu si kecil dalam porsi yang kecil. Ketika tubuh sudah terbiasa menerima protein, maka ibu dapat menambah jumlah porsi menjadi lebih besar. Dengan demikian, tubuh dapat belajar menyesuaikan dengan sumber nutrisi penting bagi tubuh dan sebaiknya diusahakan untuk tidak dihindari.

Semoga informasi penyakit alergi protein hewani diatas dapat bermanfaat.

Makanan Sehat Bagi Penderita Alergi

alergi-makanan sehatMakanan Sehat Bagi Penderita Alergi,- Alergi merupakan masalah kesehatan yang cukup banyak diderita orang. Alergi dialami sepanjang yang disebabkan oleh berbagai sebab, seperti bulu hewan, makanan tertentu, debu, tungau, cuaca dingin, dan sebagainya. Memilih makanan yang sehat untuk dikonsumsi memang suatu keharusan bagi penderita alergi. Para penderita alergi harus pintar dalam memilih makanan pengganti yang relatif aman dan gizinya bagus, karena pada umumnya makanan penyebab alergi memiliki gizi yanag tinggi, seperti ayam dan telur diganti dengan daging sapi, mentega diganti margarine, dan seterusnya.

Salah satu cara untuk mengurangi tingkat keparahan akibat alergi yaitu dengan meningkatkan kekebalan tubuh dengan makan makanan penambah daya tahan tubuh. Makanan-makanan tersebut adalah makanan yang banyak mengandung Vitamin C, Magnesium, Beta-Caronete, dan Quercetin. Berikut makanan dan minuman yang dapat meringankan Alergi :

Teh

Langkah paling sederhana dan mudah untuk meringankan alergi adalah dengan minum teh, baik teh hitam maupun teh hijau. menurut penelitian di United States Departement Of Agriculture (USDA), antioksidan pada teh dapat meredakan alergi dan meningkatkan sistem imun tubuh. Diamkan teh setidaknya 3 menit untuk memaksimalkan antioksidan larut dalam minuman.

Kenari

Biji kenari merupakan makanan yang dianjurkan untuk meredakan alergi. Dalam biji eknari terkandung asam alfa linolenat (ALA) dan omega 3 yang cepat bereaksi untuk meredakan alergi.

Plain Yoghurt

alergi-plain yoghurtDalam sebuah penelitian di Italia, minum dua cangkir yoghirt tawar dapat mencegah alergi hingga 40 persen. menurut penjelasan Jeanne Drisko, MD bakteri baik yang ada pada yogurt memiliki fungsi sebagai antiinflamasi. Molekulnya juga memberikan kekbalan pada daya tahan tubuh. Maka dari itu, Anda disarankan untuk memilih yoghurt bebas gula. Karena pemanis buatan yang biasa digunakan untuk perasa justru akan memperburuk kondisi tubuh.

Sayur-sayuran

Terdapat beberapa jenis sayuran yang mengandung zat yang dapat membantu mengurangi alergi dan serangan asma, diantaranya tomat, terong, zucchini, dan kacang-kacangan.

Vitamin C dan Antioksidan

Vitamin C dan antioksidan dapat ditemukan dalam sebagian besar buah, seperti : jeruk, kiwi, mangga, stroberi, nanas, pepaya, tomat, melon, jambu biji, dan blackkurrant.

Madu

Satu sendok makan madu murni setiap hari dapat membangun antibodi tubuh terhadap alergen, kecuali jika Anda alergi terhadap madu. Gunakan madu sebagai saus salad atau campuran kedalam minuman.

Alergi merupakan kejadian yang muncul akibat dari menurunnya kekebalan tubuh manusia. Maka dari itu, bagi para penderita alergi harus tepat dalam memilih makanan yang baik yang dapat menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, para penderita juga harus menghindari makanan yang menjadi pemicu dari alergi terutama makanan yang mengandung protein seperti makanan laut, telur, susu, kacang-kacangan, ikan, dan sebagainya.

Bagi para penderita alergi harus benar-benar memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi untuk menghindari timbulnya lergi. Semoga informasi makanan sehat bagi penderita alergi di atas dapat bermanfaat dan dapat membantu Anda untuk mendapatkan kesembuhan.