Penyebab dan Gejala Alergi Tabir Surya yang Perlu Diwaspadai

Penyebab dan Gejala Alergi Tabir Surya yang Perlu Diwaspadai,- pengobatanalergi.com – Melindungi kulit dari paparan sinar matahari secara langsung tentu diperlukan. Paparan sinar ultraviolet tinggkat tinggi selama 20 tahun terakhir telah mengakibatkan lonjakan dalam jumlah kasus kanker kulit, dengan statistik yang tidak menunjukkan tanda-tanda melamba.

Untuk memperkecil risiko tersebut, maka cara yang bisa dilakukan dengan mudah yaitu dengan menggunakan tabir surya, terutama ketika akan beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan tabir surya dapat mencegah sun burn atau kulit terbakar karena sinar matahari hingga mencegahnya dari kanker kulit.

Akan tetapi, pada sebagian orang penggunaan tabir surya justru menimbulkan reaksi alergi. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Grup Dermatitis Amerika Utara atau NADCG antara tahun 2001-2002 menemukan, terdapat 1% dari 24 ribu orang yang mengalami alergi tabir surya. Meskipun jarang terjadi, akan tetapi kita harus tetap mewaspadai risiko alergi tabir surya ini.

Alergi Tabir Surya

Reaksi alergi biasanya timbul jika Anda menggunakan tabir surya dengan kadar SPF yang tinggi. Hal ini disebabkan karena semakin tinggi kadar SPF yang terkandung didalamnya, maka semakin banyak pula zat kimia yang digunakan. Hal ini tentu akan membuat risiko timbulnya efek samping juga semakin tinggi.

Berdasarkan penyebabnya, alergi tabir surya dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu :

  • Alergi kontak atau dermatitis

Alergi dermatitis terjadi ketika bahan kimia dalam produk memicu reaksi langsung pada kulit saat diaplikasikan. Ruam kulit merupakan reaksi alergi yang biasanya timbul.

  • Alergi fotoalergi

Alergi ini biasanya akan timbul ketika seseorang pergi ke luar ruangan dan terpapar sinar matahari secara langsung. Sinar matahari akan bereaksi dengan bahan kimia yang terkandung dalam tabir surya, sehingga menimbulkan reaksi alergi.

Dan berikut ini merupakan beberapa gejala yang biasanya timbul akibat alergi tabir surya, diantaranya yaitu :

  • Gatal
  • Kulit memerah
  • Kulit melepuh yang disertai dengan cairan
  • Pembengkakan

Bagi Anda yang memiliki alergi terhadap tabir surya, alangkah baiknya untuk melakukan tes. Tes darah bisa memberitahu Anda mengetahui zat apa yang memicu timbulnya alergi. Karena didalam tabir surya terdapat banyak zat yang bisa memicu timbulnya reaksi alergi, sedangkan pemicu alergi pada setiap orang berbeda-beda.

Tes ini akan membuat Anda lebih mudah untuk menghindari zat pemicu alergi. Anda juag bisa memilih tabir surya yang tidak memiliki kandungan zat yang bisa memicu timbulnya reaksi alergi.

Walaupun Anda memiliki alergi terhadap tabir surya, bukan berarti Anda akan menghindari penggunaan tabir surya dan membiarkan kulit terpapar sinar matahari secara langsung. Paslanya, paparan radiasi sinar UV bisa memicu penuaan dini dan meningkatkan risiko kanker kulit. Semoga bermanfaat.

Waspadai 6 Hal yang Menjadi Pemicu Alergi Seks Berikut !

Waspadai 6 Hal yang Menjadi Pemicu Alergi Seks Berikut !,- Mungkin kita sering mendengar mengenai alergi makanan, alergi udara, alergi bulu binatang, dan lainnya. Namun, apakah Anda pernah mendengar mengenai alergi seks ?

Ya, selain alergi makanan, ternyata ada alergi seks juga. Sebenarnya yang paling tepat bukan aktivitas seksnya yang membuat alergi namun reaksi alergi timbul akibat kontak permukaan kulit dengan sperma, untuk mengatasi masalah ini perempuan yang mengidap alergi sperma harus menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks.

Seorang seksolog klinis dan pembawa acara seri Sexpectation di YouTube, Lindsey Doe, menyebutkan ada beberapa gejala umum alergi seks, diantaranya sesak napas, kulit gatal, mata berair, hidung berair, pembengkakan vagina, sesak dada, muntah, diare, dan hilang kesadaran.

Dan berikut ini merupakan 6 hal yang menjadi pemicu alergi seks yang perlu diketahui, yaitu :

1. Rutinitas pra-seks

Jangan salah, apa yang diasup sebelum berhubungan pun bisa merusak hubungan seks. Anda mungkin tidak alergi terhadap seks, tetapi makanan yang dikonsumsi sebelum berhubungan seksual atau obat-obatan yang diminum sebelum tidur dan berhubungan dapat mengacaukan sistem kekebalan.

Beberapa hal bisa saja terjadi seperti reaksi tubuh karena menggunakan sabun yang mengiritasi kulit saat mandi. Bahan lain misalnya minyak pijat juga terkadang bisa memicu reaksi di kulit.

Jika memperhatikan reaksi alergi, pikirkan kembali apa yang telah dilakukan, kemudian coba hilangkan terlebih dahulu, jika reaksinya tidak timbul, maka besar kemungkinan memang itu penyebabnya.

2. Pelumas

Seperti kondom, pelumas mengadnung bahan yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Gejala-gejalanya akan sangat mirip, seperti rasa terbakar, bengkak, dan ruam.

Doe menjelaskan, pelumas yang menawarkan rasa, sensasi dingin atau panas dapat memiliki sejumlah tambahan yang mungkin tidak disukai sistem tubuh.

Ia melanjutkan, gliserin merupakan salah satu bahan lain yang tidak hanya bisa menyebabkan reaksi alergi, juga memiliki potensi untuk mengubah menjadi gula dan memicu infeksi ragi dengan gejala yang mirip dengan alergi.

Bahan pengiritasi lain yang mungkin termasuk penghilang rasa sakit benzocaine dan lidocaine, L-Arginine untuk meningkatkan gairah, nitrosamine pengawet atau nonoxynol-9 untuk membunuh sperma.

Jika merasa memiliki alergi pelumas, disarankan berhenti menggunakannya untuk melihat apakah gejalanya hilang. Jika tidak, segera konsultasi ke dokter.

3. Lateks

Lateks merupakan salah satu bahan utama yang digunakan dalam kondom, tetapi sayangya banyak orang yang alergi terhadap bahan yang satu ini.

Lateks juga biasanya digunakan dalam beberapa mainan seks, sehingga memiliki alergi ini dapat menyebabkan sedikit masalah di ranjang. Jika Anda memiliki alergi lateks, maka kemungkinan akan mengalami iritasi vagina, gatal dan rasa seperti terbakar. Beberapa orang mungkin juga akan mengalami ruam.

Cara termudah untuk menentukan apakah kita memiliki alergi terhadap lateks atau tidak, yaitu jika timbul reaksi setiap kali berhubungan seks dengan menggunakan kondom atau produk lain yang mengandung lateks.

Selain itu, ada juga bahan lain dalam kondom dan alat kontrasepsi lain yang juga dapat menyebabkan reaksi buruk, yaitu kasein dan paraben. Reaksi ini biasanya hilang dalam beberapa hari.

Tidak ada peraturan untuk produk seks, sehingga produsen tidak perlu mencantumkan semua materi dalam produk mereka walau ada kemungkinan menyebabkan alergi. Untuknya, ada kondom non-lateks yang bisa dibeli, jadi Anda masih tetap bisa menikmati seks tanpa rasa khawatir.

4. Alat kontrasepsi

Beberapa perempuan mungkin mengalami respons alergi terhadap alat kontrasepsi, terutama jika baru mengubah metode kontrasepsi. Hal mudah yang bisa dilakukan adalah cari tahu apa yang terjadi setelahnya.

Apa gejalanya dan apa yang terjadi situ sama atau berbeda dari hari-hari tanpa ada reaksi alergi. Efek samping dari pil KB dapat termasuk sakit kepala, mual dan muntah, masalah perut dan diare, ruam, dan tekanan darah tinggi atau rendah.

Ini mirip dengan reaksi alergi, dan jika terus berlanjut, maka segera konsultasi dengan dokter untuk mencari opsi lain. Reaksi serupa dapat terjadi dengan kontrasepsi lain seperti implan, injeksi, dan NuvaRing.

Baca juga : Gejala yang Timbul pada Penerita Alergi Kondom

5. Orgasme

Meskipun sangat jarang, namun seseorang bisa saja mengalami alergi terhadap orgasme. Orang tersebut biasanya memiliki kondisi yang disebut dengan sindrom penyakit pasca-orgasme (POIS), atau sindrom penyakit pasca-ejakulasi.

Hal ini bisa membuat seseorang merasa lemah, demam, lelah, dan mudah tersinggung. Menurut Doe. Kondisi langka ini juga menyebabkan gejala mirip flu dimulai sesaat setelah ejakulasi.

Mereka kesulitan berkonsentrasi dan berusaha melawan kepala tersumbat segera setelah ejakulasi. Ia melanjutkan, para peneliti yang mempelajari POIS tidak semuanya setuju, tetapi banyak dari mereka percaya bahwa penyebabnya adalah sperma, baik pada spermanya sendiri atau wanita yang tubuhnya mengeluarkan respon alergi pada sperma pasangannya.

Pada dasarnya, protein dalam cairan memicu reaksi alergi, biasanya rasa sakit dan terbakar. Kita juga mungkin mengalami gatal-gatal, bengkak, sesak dada, pusing, diare, dan kehilangan kesadaran.

Menurut penelitia Tulan University baru-baru ini, POIS pertama kali didokumentasikan pada tahun 2002 dan ada lebih dari 50 kasus yang tercatat di seluruh dunia, tetapi bisa lebih tinggi jika pria belum pernah mendengar kondisi sebelumnya.

6. Trauma

Beberapa perempuan dapat mengalami reaksi di ranjang jika memiliki hubungan buruk dengan seks.

“Sepengetahuan saya, tidak ada alergi nyata untuk hubungan seksual, tetapi ada sesuatu yang sangat dekat yang disebut dispareunia atau hubungan seks yang menyakitkan” kata Doe.

Pada dasarnya, katanya, sesuatu yang bersifat psikologis yang mengendapkan respons fisiologis. Misalnya kekerasan dalam hubungan, rasa malu, atau tabu terhadap seksualitas atau kurangnya kepercayaan pada pasangan.

Gejala dispeurania termasuk rasa sakit saat penetrasi, rasa sakit saat berhubungan seks, rasa seperti terbakar yang bisa berlangsung selama berjam-jam setelah berhubungan seks.

Hal tersebut bisa disebabkan oleh masalah fisik dan emosional. Jika mengalami hal tersebut, Anda harus segera konsultasi dengan dokter.

Waspada! Faktor Pemicu Alergi Juga Ada di Dalam Rumah

Waspada! Faktor Pemicu Alergi Juga Ada di Dalam Rumah,- Alergi merupakan mekanisme perlindungan alami yang muncul saat sistem imun tubuh bekerja melawan balik partikel asing berpotensi bahaya yang masuk ke dalam tubuh. Ironisnya, banyak hal yang dianggap asing oleh sistem imun tubuh ini ternyata adalah hal-hal yang biasa kita temukan di sekitar kita.

Bagi sebagian orang, alergi menjadi suatu penyakit yang sangat mengganggu. Tidak hanya di luar rumah, tetapi juga di dalam rumah. Beberapa pemicu alergi juga terdapat di dalam rumah, sehingga dapat meningkatkan kemungkinan kambuhnya alergi.

Rumah adalah sebuah perangkat besar bagi alergen, yang membuat alergi semakin sulit untuka dihindari. Reaksi alergi bisa timbul sepanjang tahun, dipicu oleh alergen dalam ruangan. Dan berikut ini merupakan beberapa faktor pemicu alergi yang ada di dalam rumah yang perlu diwaspadai, yaitu :

Debu

Debu adalah kumpulan partikel sisa dari berbagai macam hal, mulai dari rerontokan daun kering, sel kulit mati, tanah, bangkai serangga, sisa makanan, serat, dan sampah lainnya.

Lumut

Lumut dan jamur akan tumbuh berkembang semakin baik di tempat gelap, basah, dan lembap, seperti kamar mandi, gudang, atau tempat-tempat dengan kebocoran.

di masa panennya, jamur dan lumut akan melepaskan spora mikrobik pemicu reaksi alergi. Sama halnya dengan gejala aelrgi serbuk sari bunga, asma bisa timbul akibat menghirup spora dalam jumlah yang besar.

Tungau

Tungau adalah penyebab utama dari alergi, dan debu yang terkumpul di sudut-sudut rumah menyediakan tempat tinggal yang nyaman bagi kutu mikroskopik ini. Tungau hidup dari sel-sel kulit mati yang dilepaskan setiap hari. Oleh karena itu, salah satu area favorit mereka adalah kasur, bersembunyi di seprai, sela-sela jahitan pinggir kasur, bantal, bahkan boneka koleksi anak.

Hewan peliharaan

Sebagai mekanisme adaptasi alami, anjing dan kucing jenis tertentu akan merontokkan bulu-bulunya. Bulu dan sel kulit mati yang rontok inilah yang menjadi penyebab timbulnya reaksi alergi, bukannya bulu yang masih menempel di badan dbinatang.

Selain itu, reaksi alergi juga bisa timbul akibat protein yang terkandung di dalam air liur dan/atau urin anjing, kucing, dan binatang-binatang pengerat (hamster, kelinci, tikus).

Partikel asing sisa binatang ini ringan, sehingga bisa beterbangan di udara, menempel di perabotan rumah dan bertahan sampai berbulan-bulan, hingga kemudian menjadi sarang tumbuhnya mutasi alergen yang mudah tersebar melalui udara.

Kecoa

Kecoa merupakan serangga penyebar bakteri dan penyakit. Yang lebih menyebalkan lagi, kecoa adalah salah stau binatang paling tahan banting dan sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar, terutama jika daerah tersebut memiliki banyak persediaan air dan makanan.

Apa yang menyebabkan alergi kecoa ? Hal ini disebabkan karena alergennya bisa ditemukan dalam enzim pencernaan, air liur, feses, dan tubuh kecoa. Bagi sebagian orang, alergi yang disebabkan oleh kecoa ini bis amenjadi faktor utama penyebab asma serius dan masalah pernapasan lainnya.

Insektisida pembasmi kecoa pun bisa menimbulkan reaksi alergi jika digunakan secara sembarangan, akibat racun yang terkandung dalam gas tersebut.

Namun, penderita bisa meminimalisir hadirnya pemicu alergi ini dengan menjauhkannya dari penderita alaergi. Menjaga rumah tetap bersih dan kering mungkin merupakan langkah paling penting untuk meminimalisir hadirnya pemicu alergi di dalam rumah.

Membersihkan rumah secara total adalah langkah awal untuk menjaga rumah bebas alergen. Air purifier atau pemurni udara juga memiliki peran penting untuk menjaga suhu ruangan tetap netral.

Langkah lain yang bisa dilakukan adalah menjauhkan hewan lpeliharaan agar tidak tidur di ranjang. Selain itu, sterilisasi kasur dari ngengat dan kutu busuk tidak kalah penting, jika perlu Anda juga bisa meminta bantuan dari profesional.

Langkah pencegah alergi lain adalah mencegah karpet dan plafon menjadi lembab akibat tumpahan atau kebocoran air. Jika hal ini terjadi, segera keringkat untuk mencegah kelembaban penyebab timbulnya jamur.

Terakhir, pilihlah perabot dan dekorasi rumah yang tepat untuk menciptakan rumah sehat bebas alergi.

 

Artikel terkait :

Cara Jadikan Rumah Anti Alergi
5 Langkah Efektif Bebaskan Rumah dari Debu
Meningkatkan Kualitas Udara di Rumah Bantu Cegah Alergi

Alergi Kian Memburuk di Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya

Alergi Kian Memburuk di Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya,- Alergi yang terus kambuh dan semakin memburuk di malam hari tentu akan sangat mengganggu penderitanya. Waktu tidur penderita pasti akan terganggu dengan timbulnya berbagai gejala alergi, seperti kulit kemerahan dan gatal, batuk, dan gejala alergi lainnya.

Layaknya sesuatu yang datang tiba-tiba, alergi juga bisa semakin menjadi pada waktu yang tak terduga, misalnya saat hendak tidur di malam hari. Berdasarkan penjelasan Purvi Parikh, ahli alergi dan imunologi dari Allergy & Asthma Network dan Allergy & Asthma Associates Murray Hill, New York, yang dilansir dari TIME, ada beberapa faktor-faktor penyebab alergi kian memburuk di malam hari, diantaranya adalah :

Faktor pikiran

Saat Anda sibuk di siang hari, Anda mungkin melupakan alergi dan merasa sedikit lebih baik. Namun, ketika Anda berbaring di tempat tidur dan sudah tidak memikirkan apa-apa, maka gejala alergi bisa saja muncul dan terasa semakin memburuk.

Maka dari itu, malam hari adalah saat yang tepat untuk mencoba obat alergi tanpa resep. Anda bisa menggunakan obat seperti antihistamin untuk meminimalisir efek buruk dari alergi.

Antihistamin akan bekerja lebih baik jika digunakan sebelum Anda merasakan gejala-gejala aelrgi. Jika digunakan secara teratur, maka antihistamin bisa membentuk perlindungan dalam darah untuk melawan alergen dan pelepasan histamin. Namun, Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Berbaring tanpa menggunakan penyangga kepala

Ketika Anda berbaring, pada dasarnya segala sesuatu di hidung akan mulai mengalir ke tenggorokan. Mengingat anatomi hidung dan tenggorokan yang berdekatan, hal itu dapat menyebabkan batuk dan kesulitan bernapas karena hidung mampet.

Alergi bisa menjadi semakin parah jika hal tersebut terjadi. Oleh karena itu, gunakan beberapa bantal tambahan untuk membantu mengganjal kepala, dan mengurangi sesak napas karena saluran pernapasan tersumbat.

Kamar tidur kotor

Alergi bisa menjadi kian buruk di malam hari karena kondisi kebersihan kamar yang tak terjaga. Menurut Parikh, benda-benda seperti jamur, debu, hingga tungay dapat memicu alergi secara responsif. Selain itu, David Rosentreich, salah satu direktur dari Albert Einstein College of Medicine and Montefiore Medical Center di New York, memberikan fakta soal kamar yang tak pernah di duga sebelumnya.

Menurutnya, kamar tidur cenderung menjadi bagian yang paling sering menjadi alergen dibandingkan dengan bagian rumah lainnya. Alergi yang Anda hadapi di luar, ditambah dengan kondisi kamar yang kotor, bisa membuat gejala menjadi lebih buruk.

Perhatikan kebersihan sekitar seperti kasur, dinding dan lantai. Anda juga harus memeriksa kipas angin atau pendingin ruangan secara rutin, karena siapa tahu kondisinya kotor.

Jangan lupa juga untuk tidur dengan jendela tertutup untuk meminimalisir masuknya benda-benda seperti debu, serbuk sari, dan kuman-kuman dari jalanan yang nantinya bakal mengendap di kamar.

Inilah Alasan Kenapa Ada Orang yang Alergi Jika Olahraga

Inilah Alasan Kenapa Ada Orang yang Alergi Jika Olahraga,- Tak dipungkiri timbulnya reaksi alergi dapat mengganggu aktivitas penderitanya. Rasa gatal di kulit, sesak nafas, atau gejala alergi lainnya akan sangat mengganggu dan membuat penderitanya tidak nyaman.

Ada beberapa faktor yang dapat memicu timbulnya alergi, seperti makanan, debu, bulu binatang, dan lain sebagainya. Namun, terkadang ada pula orang yang mengalami gejala alergi seperti gatal sangat parah ketika berolahraga.

Jika mengalami hal tersebut, mungkin Anda mengidap kondisi exercise urticaria. Gejala ini bisa berkembang selama atau setelah olahraga dan meninggalkan tanda-tanda seperti gundukan datar atau bekas pada kulit, bintik-bintik merah atau lecet.

Alergi karena olahraga bisa terjadi karena adanya peningkatan histamin selama latihan. Histamin adalah bahan kimia yang dilepaskan dalam tubuh sebagai bagian dari suatu reaksi alergi.

Selain ruam dan gatal, alergi olahraga juga bisa menyebabkan gejala lain seperti kemerahan pada kulit, kram perut, sakit kepala, serta pembengkakan di lidah, wajah, dan tangan.

Berdasarkan penelitian medis, terdapat beberapa alasan kenapa ada orang yang alergi jika olahraga, diantaranya :

Alergi olahraga memang ada dan kondisi ini dialami oleh sekitar 2% orang dari total populasi

Digambarkan dalam spektrum untuk pelevelannya, anaphylaxis yang dipicu oleh olahraga atau lebih dikenal dengan Exercise-Induced Anaphylaxis (EIA) memang benar ada. Kondisi ini seringkali terjadi sebagai akibat dari aktivitas berlebihan saat jogging, bermain tenis, menari, atau bersepeda. Namun, pada beberapa kasus, olahraga ringan seperti berjalan pun bisa memicu timbulnya kondisi ini.

Pola makan juga bisa memicu kondisi alergi olahraga

EIA juga memiliki tipe food-dependent exercise-induced anaphylaxis (FDEIA), yaitu bentuk alergi yang timbul ketika Anda berolahraga tepat setelah mengonsumsi makanan tertentu. Anda mungkin tidak akan alergi ketika mengonsumsi makanan tersebut secara biasa, tetapi jika langsung berolahraga makan ini bisa menimbulkan alergi.

Makanan paling umum yang berkolerasi dengan FDEIA adalah gandum, kerang, tomat, kacang, dan jagung. Beberapa makanan lainnya yang juga berpengaruh adalah daging, buah, biji-bijian, susu, kedelai, selada, dan nasi. Walaupun demikian, bukan berarti Anda harus menghindari makanan tesebut sebelum olahraga, tetapi berilah jarak waktu yang cukup panjang antara makan dan olahraga.

Ketika penderita EIA berolahraga, antibodi akan diproduksi untuk melawan sesuatu, padahal sedang tidak diperlukan

Disebut alergi karena reaksinya sama dengan berbagai bentuka lergi, bentukan pun berbeda pada setiap orang, bisa gatal, kemerahan, dan terkadang dalam bentuk masalah pencernaan. Selama terjadi reaksi alergi, sistem imun, pertahanan tubuh akan membentuk antibodi, yaitu sekelompok protein dalam darah yang melawan bakteri dan benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Jika Anda tetap berolahraga ketika hal ini terjadi, maka reaksinya akan semakin parah. Bahkan hingga bisa menyebabkan tersumbatnya tenggorokan atau tekanan darah rendah, yang bisa memicu timbulnya gangguan sirkulasi udara ataupun darah.

Walaupun begitu, EIA masih bisa dikendalikan. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan olahraga intensitas rendah. Jika Anda senang dengan olahraga intensitas berat, maka cobalah untuk berenang karena belum dikaitkan dengan EIA.

Selain itu, cobalah berhenti makan selama 6 sampai 8 jam sebelum berolahraga. Cuaca yang terlalu panas atau dingin juga bisa memperburuk reaksi EIA.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran dan mengetahui seberapa parah reaksi yang Anda miliki. Dokter mungkin akan memberikan Epipen yang dilengkapi dengan adrenalin darurat (epinefrin) yang menghentikan reaksinya.

Artikel terkait :

Ternyata Olahraga Bisa Timbulkan Reaksi Alergi
Jenis Alergi Bukan Makanan yang Tidak Banyak Diketahui

Bawang Putih Ternyata Bisa Sebabkan Alergi, Ini Penyebabnya

Bawang Putih Ternyata Bisa Sebabkan Alergi, Ini Penyebabnya,- Makanan merupakan salah satu penyebab alergi yang cukup sering. Tidak sedikit orang yang mengalami alergi setelah mengonsumsi beberapa jenis makanan tertentu, seperti telur, ikan, kacang, atau makanan lainnya. Namun, selain itu, ternyata ada pula yang mengalami alergi terhadap bawang putih.

Bawang putih biasanya digunakan sebagai salah satu bumbu masakan dan juga diketahui memiliki manfaat sebagai obat herbal yang efektif. Namun, siapa sangka ternyata bawang putih ini dapat memicu timbulnya alergi. Alergi bawang putih sendiri disebabkan oleh enzim khusus yang terkandung dalam bawang putih.

Alergi biasanya disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang bereaksi secara berlebihan terhadap zat yang dianggap berbahaya bagi tubuh. Alergi bawang putih diduga disebabkan oleh enzim alliin lyase yang ada didalam bawang putih. Pernyataan ini didukung oleh sebuah studi yang diterbitkan alam Journal of Allergy and Clinical Immunology pada tahun 2004.

Ketika sistem imun gagal pahan dan menduga bahwa enzim tersebut membahayakan nyawa si pemilik tubuh, kemudian imun akan mulai menyerang balik dengan memproduksi antibodi yang pada akhirnya menimbulkan serangkaian gejala alergi.

Dalam beberapa kasus yang dilaporkan, terdapat sebagian orang yang alergi terhadap bawang putih mentah namun tidak alergi terhadap bawnag putih yang sudah dimasak. Para ahlimenyimpulkan bahwa hal ini bisa saja mengindikasikan protein dalam bawang putih yang mentah ataupun matang dapat memicu timbulnya alergi dan rasa panas pada pencernaan tubuh.

Baca juga :

Obat Alergi Bibir Gatal dan Tebal
Penyakit Angiodema pada Kulit
Mitos dan Fakta Alergi Makanan

Gejala yang biasa timbul pada penderita alergi bawang putih diantaranya berupa kulit ruam kemerahan gatal bertekstur kering mengelupas, yang jika digaruk berlebihan akan meninggalkan bekas luka. Gejala alergi bawang putih juga bisa termasuk pilek, bersin, batuk, mengi, dan sesak napas.

Terkadang alergi juga menimbulkan rasa gatal yang disertai dengan kondisi bengkak. Bengkak yang timbul akibat alergi ini umumnya terjadi pada bagian wajah, bibir, mulut, lidah dan tenggorokan sebagai reaksi terhadap paparan bawang putih. Terkadang pembengkakan bisa sangat parah sehingga mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bernapas. Hal ini bisa menyebabkan mengi, pusing, dan bahkan pingsan karena tubuh kekurangan oksigen.

Menurut Journal of American Medical Association, reaksi alergi terhadap bawnag putih juga bisa berdampak pada saluran pencernaan. Reaksinya bisa berupa muntah, sakit perut serta kram, hingga diare dan mual. Gejala ini biasanya terjadi dalam beberapa menit setelah mengonsumsi makanan yang mengandung bawang putih.

Pada kasus yang langka, alergi ini bisa menimbulkan syok anafilaktik yang mengancam nyawa. Gejala anafilaktik ini termasuk penurunan tekanan darah, sulit bernapas karena penyempitan saluran udara, peningkatan denyut nadi, pusing, dan kehilangan kesadaran.

Gatal di Perut Bisa Disebabkan Karena Alergi Celana Jeans

Gatal di Perut Bisa Disebabkan Karena Alergi Celana Jeans,- Jelana jeans memang kini menjasi salah satu fashion yang cukup banyak dipilih, terutama oleh para remaja untuk menyempurnakan penampilan mereka. Namun, menggunakan jelana jeans yang ketat atau longgar terlalu sering bisa menimbulkan berbagai masalah pada tubuh. Bahkan, celana jeans juga bisa menyebabkan reaksi alergi pada kulit.

Namun, selain jeans, juga terdapat benda-benda lain yang sering digunakan sehari-hari yang bisa menimbulkan reaksi alergi. Berikut ini beberapa benda sehari-hari yang bisa timbulkan reaksi alergi, diantaranya adalah :

Jeans

Presiden Allergy and Asthma Care Center, Andy Nish menyebutkan bahwa kancing pada celana atau rok jeans bisa menyebabkan reaksi alergi. Hal ini disebabkan karena logam mengandung nikel dan bagi sebagian orang yang memiliki kulit sensitif bisa menimbulkan reaksi alergi nikel. Umumnya ruam dan gatal pada perut bagian bawah menjadi salah satu reaksi alergi yang timbul.

Perhiasan

Selain ditemukan pada logam kancung celama jeans, alergi nikel juga bisa disebabkan karena penggunaan perhiasan atau aksesoris. Emas, logam, perka, dan bahan perhiasan lainnya mengadnung nikel dan merupakan benda yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit.

Clifford Bassett, dari American Academy of Allergy, Asthma and Immunology, mencatat banyak wanita yang mengalami reaksi alergi ini. Biasanya kulit menjadi iritasi. Untuk mencegah hal tersebut, ia menyarankan untuk menggunakan perhiasan perak atau emas diatas 18 karat karena tidak memiliki kadar nikel yang tinggi.

Alat makeup mata

Selain pakaian dan perhiasan, makeup juga tidak pernah lepas untuk mempercantik diri. Namun, Anda harus pandai dalam memilih makeup yang tepat untuk kulit Anda. Pasalnya, penggunaan makeup yang tidak cocok bukan hanya dapat menyebabkan jerawat, tetapi juga reaksi alergi.

Makeup yang paling berisiko dengan reaksi alergi yaitu riasan mata. Menurut Nish, reaksi alergi dari riasan mata biasanya terjadi akibat alat makeup yang telah kadaluwarsa. Makeup yang sudah bertahun-tahun lamanya biasanya akan menimbulkan ruam merah, gatal, dan bersisik di kelopak mata.

Ternyata Hal Sederhana Berikut Bisa Memicu Alergi

Ternyata Hal Sederhana Berikut Bisa Memicu Alergi,- Kulit gatal, sesak napas, atau bersin tidak berhenti merupakan hal yang umum dirasakan ketika alergi datang. Alergi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti makanan laut, debu, bulu binatang, hingga serbuk bunga.

Terkadang lergi bisa menimbulkan efek yang fatal. Tidak jarang alergi bisa membuat penderita meninggal jika alergen yang masuk dalam jumlah yang banyak. Agar hal tersebut tidak terjadi, maka kenali dan hindari hal-hal yang bisa membuat Anda alergi.

Ternyata Hal Sederhana Berikut Bisa Memicu Alergi

ternyata-hal-sederhana-berikut-bisa-memicu-alergi1Sebuah penelitian menemukan bahwa ternyata ada beberapa benda yang sering digunakan sehari-hari yang bisa memicu alergi. Berikut ini hal sederhana yang bisa memicu alergi :

Aksesoris

Bisa saja aksesoris yang sering Anda gunakan bisa memicu alergi. Terutama aksesoris yang terbuat daru bahan karet atau perak. Kulit yang alergi akan bahan tersebut akan memerah dan gatal karenanya.

Kacang

Kacang-kacangan ternyata bisa membuat beberapa orang menderita alergi. Biasnaya reaksi yang timbul berupa gatal-gatak ditenggorokan setelah Anda mengonsumsinya.

Susu Sapi

Minuman yang dianggap menyehatkan ini ternyata bisa memicu alergi. Kandungan lemak didalam susu sapi inilah yang bisa memicu reaksi alergi seperti perut kembung dan tidak nyaman.

Jeruk

Selain nikmat, jeruk juga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Namun, siapa sangka ternyata jeruk ini bisa menyebabkan alergi pada beberapa orang yang menderita leargi jeruk atau buah-buahan sitrus lainnya. Dan reaksi alergi jeruk adalah bersin secara terus menerus, mata perih, hingga gatal-gatal.

Artikel Terkait :

Sakit Kepala Sering Dialami Anak Bisa Jadi Tanda Alergi

Gejala pusing atau sakit kepala merupakan salah satu keluhan yang bukan hanya bisa dialami oleh orang dewasa, anak bahkan bayi dan balita pun bisa mengalami pusing atau sakit kepala. Bedanya orang dewasa jika merasa pusing bisa langsung menyampaikan dan segera melakukan tindakan untuk mengatasinya. Sedangkan jika pusing atau sakit kepala tersebut dialami oleh anak, bayi, atau balita, masalahnya justru pada masih sulitnya akan untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya.

Sakit Kepala Sering Dialami Anak Bisa Jadi Tanda Alergi

Meskipun umumnya sakit kepala disebabkan oleh penyebab yang tidak berbahaya, namun jika anak terlalu sering sakit kepala bisa mengganggu aktivitas, tidur, dan menurunkan kualitas hidupnya.

Jika ibu atau ayah mengamati jika anak sering mengalami sakit kepala, terutama setelah ia mengonsumsi jenis makanan tertentu, maka bisa jadi sakit kepala yang dialaminya disebabkan oleh alergi.

Sakit Kepala Sering Dialami Anak Bisa Jadi Tanda Alergi

Sakit kepala yang disebabkan karena alergi biasanya berupa migrain dan nyeri sinus. Jika sakit kepala yang dirasakannya migrain, maka anak akan merasakan nyeri berdenyut pada satu sisi kepala. Selain itu, mual dan muntah juga bisa menyertai sakit kepala migrain ini.

Beberapa faktor yang dapat menimbulkan migrain diantaranya seperti hidung tersumbat, makanan tertentu, seperti susu sapi dan produk turunannya (keju, yoghurt, krim,mentega, dll), telur, makanan laut, kacang-kacangan, asap rokok, serta asap kendaraan bermotor.

Untuk mengatasinya, para orangtua harus mengetahui terlebih dahulu apa pencetusnya. Ibu juga bisa memberikan obat antinyeri dan obat alergi yang dijual bebas untuk membantu mengatasi gejalanya. Jika kondisi anak belum membaik, segera bawa anak ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga : Penanganan Batuk Alergi pada Anak

Selain karena alergi, sakit kepala pada anak juga bisa disebabkan karena peradangan sinus atau disebut juga sinusitis. Sinusitis ini terjadi karena rongga sinus (rongga yang berisi udara di tulang wajah) mengalami peradangan dan pembengkakan, sehingga aliran lendir dalam rongga hidung tersumbat. Hal ini mengakibatkan peningkatan tekanan dalam rongga sinus dan menyebabkan nyeri pada wajah dan kepala.

Sinusitis dapat kambuh jika terdapat pencetus alergi, terutama alergen yang dihirup seperti debu, tungau, jamur, dan serbuk sari bunga.

Untuk mencegahnya, kenali dan hindari pencetus alergi anak. Pecnetus alergi yang dapat terhirup biasanya ada di dalam kamar tidur. Maka dari itu, orangtua harus rajin membersihkan kamar di kecil, mengganti seprai dan selimut, serta menuci saringan penyejuk udara dan gorden. Jangan lupa untuk tidak menyimpan karpet atau boneka di kamar anak yang alergi debu. Sebaiknya anak juga tidak memelihara binatang peliharaan. Namun, jika sudah memiliki hewan peliharaan, usahakan agar hewan peliharaan tidak masuk kedalam rumah, terutama ke dalam kamar anak.

Artikel Terkait :

Obat Alergi Anak Tradisional

Perhatikan !! Ternyata Alergi Bisa Kambuh Karena Kecoak

Perhatikan !! Ternyata Alergi Bisa Kambuh Karena Kecoak

Apakah Anda termasuk penderita alergi ? Dan di rumah sering berkeliaran kecoak ? Waspadai, karena kecoak juga bisa bikin alergi Anda kambuh.

Selain, debu, kotoran, makanan, ataupun cuaca, ternyata salah satu jenis serangga ini juga bisa membuat alergi kambuh. Kecoak merupakan hewan pemakan bangkai, maksudnya, kecoak akan keluar dari sarangnya untuk mencari dan mengompulkan makanan untuk dikonsumsi dalam beberapa hari kemudian. Jika mereka tidak dapat menemukan makanana, maka mereka akan terus mencari hingga menemukannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mereka datang ke rumah Anda.

Kecoak berkembang biak dalam kondisi hangat dan menyukai tempat-tempat yang gelap. Maka dari itu, Anda mungkin tidak dapat menemukan kecoak merangkak di tempat terbuka dengan cahaya yang terang. Bahkan jika ada banyak kecoak di dalam sebuah ruangan, ketika lampu menyala maka mereka akan menyebar ke segala arah untuk menemukan tempat bersembunyi.

Baca Juga : Pengobatan Alergi

Lalu, bagaimana kecoak bisa membuat alergi kambuh ?

Ke manapun kecoak pergi, maka mereka aka meninggalkan jejak keberadaan mereka. Baik itu tinja, air liur, atau bahkan bagian dari tubuh mereka yang jatuh. Persis seperti tungau atau debu, bagian-bagian dari kecoak ini mengandung protein tertentu atau alergen (zat penyebab alergi) yang dapat menyebabkan timbulnya reaksi alergi.

selain protein, kecoak juga membawa kandungan patogen dalam tubuh mereka. Hal yang lebih menakutkan yaitu kecoak dapat menyebarkan beberapa penyakit serius, diantaranya adalah Salmonella typhi yang menyebabkan tipoid telah ditemukan pada kecoak. Poliomyelitis yang menyebabkan polio juga terdapat pada serangga ini. Mereka juga dapat menyebabkan disentri, yaitu penyakit yang memicu diare yang parah, termasuk perdarahan.

Nah, itulah sebabnya mengapa kecoak bisa membuat alergi kambuh. Untuk itu, selalu jaga kebersihan rumah danlingkungan sekitar agar dapat terhindar dari alergen yang kapanpun dapat menimbulkan reaksi alergi. Semoga bermanfaat.