Alergi Kian Memburuk di Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya

Alergi Kian Memburuk di Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya,- Alergi yang terus kambuh dan semakin memburuk di malam hari tentu akan sangat mengganggu penderitanya. Waktu tidur penderita pasti akan terganggu dengan timbulnya berbagai gejala alergi, seperti kulit kemerahan dan gatal, batuk, dan gejala alergi lainnya.

Layaknya sesuatu yang datang tiba-tiba, alergi juga bisa semakin menjadi pada waktu yang tak terduga, misalnya saat hendak tidur di malam hari. Berdasarkan penjelasan Purvi Parikh, ahli alergi dan imunologi dari Allergy & Asthma Network dan Allergy & Asthma Associates Murray Hill, New York, yang dilansir dari TIME, ada beberapa faktor-faktor penyebab alergi kian memburuk di malam hari, diantaranya adalah :

Faktor pikiran

Saat Anda sibuk di siang hari, Anda mungkin melupakan alergi dan merasa sedikit lebih baik. Namun, ketika Anda berbaring di tempat tidur dan sudah tidak memikirkan apa-apa, maka gejala alergi bisa saja muncul dan terasa semakin memburuk.

Maka dari itu, malam hari adalah saat yang tepat untuk mencoba obat alergi tanpa resep. Anda bisa menggunakan obat seperti antihistamin untuk meminimalisir efek buruk dari alergi.

Antihistamin akan bekerja lebih baik jika digunakan sebelum Anda merasakan gejala-gejala aelrgi. Jika digunakan secara teratur, maka antihistamin bisa membentuk perlindungan dalam darah untuk melawan alergen dan pelepasan histamin. Namun, Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Berbaring tanpa menggunakan penyangga kepala

Ketika Anda berbaring, pada dasarnya segala sesuatu di hidung akan mulai mengalir ke tenggorokan. Mengingat anatomi hidung dan tenggorokan yang berdekatan, hal itu dapat menyebabkan batuk dan kesulitan bernapas karena hidung mampet.

Alergi bisa menjadi semakin parah jika hal tersebut terjadi. Oleh karena itu, gunakan beberapa bantal tambahan untuk membantu mengganjal kepala, dan mengurangi sesak napas karena saluran pernapasan tersumbat.

Kamar tidur kotor

Alergi bisa menjadi kian buruk di malam hari karena kondisi kebersihan kamar yang tak terjaga. Menurut Parikh, benda-benda seperti jamur, debu, hingga tungay dapat memicu alergi secara responsif. Selain itu, David Rosentreich, salah satu direktur dari Albert Einstein College of Medicine and Montefiore Medical Center di New York, memberikan fakta soal kamar yang tak pernah di duga sebelumnya.

Menurutnya, kamar tidur cenderung menjadi bagian yang paling sering menjadi alergen dibandingkan dengan bagian rumah lainnya. Alergi yang Anda hadapi di luar, ditambah dengan kondisi kamar yang kotor, bisa membuat gejala menjadi lebih buruk.

Perhatikan kebersihan sekitar seperti kasur, dinding dan lantai. Anda juga harus memeriksa kipas angin atau pendingin ruangan secara rutin, karena siapa tahu kondisinya kotor.

Jangan lupa juga untuk tidur dengan jendela tertutup untuk meminimalisir masuknya benda-benda seperti debu, serbuk sari, dan kuman-kuman dari jalanan yang nantinya bakal mengendap di kamar.

Inilah Alasan Kenapa Ada Orang yang Alergi Jika Olahraga

Inilah Alasan Kenapa Ada Orang yang Alergi Jika Olahraga,- Tak dipungkiri timbulnya reaksi alergi dapat mengganggu aktivitas penderitanya. Rasa gatal di kulit, sesak nafas, atau gejala alergi lainnya akan sangat mengganggu dan membuat penderitanya tidak nyaman.

Ada beberapa faktor yang dapat memicu timbulnya alergi, seperti makanan, debu, bulu binatang, dan lain sebagainya. Namun, terkadang ada pula orang yang mengalami gejala alergi seperti gatal sangat parah ketika berolahraga.

Jika mengalami hal tersebut, mungkin Anda mengidap kondisi exercise urticaria. Gejala ini bisa berkembang selama atau setelah olahraga dan meninggalkan tanda-tanda seperti gundukan datar atau bekas pada kulit, bintik-bintik merah atau lecet.

Alergi karena olahraga bisa terjadi karena adanya peningkatan histamin selama latihan. Histamin adalah bahan kimia yang dilepaskan dalam tubuh sebagai bagian dari suatu reaksi alergi.

Selain ruam dan gatal, alergi olahraga juga bisa menyebabkan gejala lain seperti kemerahan pada kulit, kram perut, sakit kepala, serta pembengkakan di lidah, wajah, dan tangan.

Berdasarkan penelitian medis, terdapat beberapa alasan kenapa ada orang yang alergi jika olahraga, diantaranya :

Alergi olahraga memang ada dan kondisi ini dialami oleh sekitar 2% orang dari total populasi

Digambarkan dalam spektrum untuk pelevelannya, anaphylaxis yang dipicu oleh olahraga atau lebih dikenal dengan Exercise-Induced Anaphylaxis (EIA) memang benar ada. Kondisi ini seringkali terjadi sebagai akibat dari aktivitas berlebihan saat jogging, bermain tenis, menari, atau bersepeda. Namun, pada beberapa kasus, olahraga ringan seperti berjalan pun bisa memicu timbulnya kondisi ini.

Pola makan juga bisa memicu kondisi alergi olahraga

EIA juga memiliki tipe food-dependent exercise-induced anaphylaxis (FDEIA), yaitu bentuk alergi yang timbul ketika Anda berolahraga tepat setelah mengonsumsi makanan tertentu. Anda mungkin tidak akan alergi ketika mengonsumsi makanan tersebut secara biasa, tetapi jika langsung berolahraga makan ini bisa menimbulkan alergi.

Makanan paling umum yang berkolerasi dengan FDEIA adalah gandum, kerang, tomat, kacang, dan jagung. Beberapa makanan lainnya yang juga berpengaruh adalah daging, buah, biji-bijian, susu, kedelai, selada, dan nasi. Walaupun demikian, bukan berarti Anda harus menghindari makanan tesebut sebelum olahraga, tetapi berilah jarak waktu yang cukup panjang antara makan dan olahraga.

Ketika penderita EIA berolahraga, antibodi akan diproduksi untuk melawan sesuatu, padahal sedang tidak diperlukan

Disebut alergi karena reaksinya sama dengan berbagai bentuka lergi, bentukan pun berbeda pada setiap orang, bisa gatal, kemerahan, dan terkadang dalam bentuk masalah pencernaan. Selama terjadi reaksi alergi, sistem imun, pertahanan tubuh akan membentuk antibodi, yaitu sekelompok protein dalam darah yang melawan bakteri dan benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Jika Anda tetap berolahraga ketika hal ini terjadi, maka reaksinya akan semakin parah. Bahkan hingga bisa menyebabkan tersumbatnya tenggorokan atau tekanan darah rendah, yang bisa memicu timbulnya gangguan sirkulasi udara ataupun darah.

Walaupun begitu, EIA masih bisa dikendalikan. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan olahraga intensitas rendah. Jika Anda senang dengan olahraga intensitas berat, maka cobalah untuk berenang karena belum dikaitkan dengan EIA.

Selain itu, cobalah berhenti makan selama 6 sampai 8 jam sebelum berolahraga. Cuaca yang terlalu panas atau dingin juga bisa memperburuk reaksi EIA.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran dan mengetahui seberapa parah reaksi yang Anda miliki. Dokter mungkin akan memberikan Epipen yang dilengkapi dengan adrenalin darurat (epinefrin) yang menghentikan reaksinya.

Artikel terkait :

Ternyata Olahraga Bisa Timbulkan Reaksi Alergi
Jenis Alergi Bukan Makanan yang Tidak Banyak Diketahui

Bawang Putih Ternyata Bisa Sebabkan Alergi, Ini Penyebabnya

Bawang Putih Ternyata Bisa Sebabkan Alergi, Ini Penyebabnya,- Makanan merupakan salah satu penyebab alergi yang cukup sering. Tidak sedikit orang yang mengalami alergi setelah mengonsumsi beberapa jenis makanan tertentu, seperti telur, ikan, kacang, atau makanan lainnya. Namun, selain itu, ternyata ada pula yang mengalami alergi terhadap bawang putih.

Bawang putih biasanya digunakan sebagai salah satu bumbu masakan dan juga diketahui memiliki manfaat sebagai obat herbal yang efektif. Namun, siapa sangka ternyata bawang putih ini dapat memicu timbulnya alergi. Alergi bawang putih sendiri disebabkan oleh enzim khusus yang terkandung dalam bawang putih.

Alergi biasanya disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang bereaksi secara berlebihan terhadap zat yang dianggap berbahaya bagi tubuh. Alergi bawang putih diduga disebabkan oleh enzim alliin lyase yang ada didalam bawang putih. Pernyataan ini didukung oleh sebuah studi yang diterbitkan alam Journal of Allergy and Clinical Immunology pada tahun 2004.

Ketika sistem imun gagal pahan dan menduga bahwa enzim tersebut membahayakan nyawa si pemilik tubuh, kemudian imun akan mulai menyerang balik dengan memproduksi antibodi yang pada akhirnya menimbulkan serangkaian gejala alergi.

Dalam beberapa kasus yang dilaporkan, terdapat sebagian orang yang alergi terhadap bawang putih mentah namun tidak alergi terhadap bawnag putih yang sudah dimasak. Para ahlimenyimpulkan bahwa hal ini bisa saja mengindikasikan protein dalam bawang putih yang mentah ataupun matang dapat memicu timbulnya alergi dan rasa panas pada pencernaan tubuh.

Baca juga :

Obat Alergi Bibir Gatal dan Tebal
Penyakit Angiodema pada Kulit
Mitos dan Fakta Alergi Makanan

Gejala yang biasa timbul pada penderita alergi bawang putih diantaranya berupa kulit ruam kemerahan gatal bertekstur kering mengelupas, yang jika digaruk berlebihan akan meninggalkan bekas luka. Gejala alergi bawang putih juga bisa termasuk pilek, bersin, batuk, mengi, dan sesak napas.

Terkadang alergi juga menimbulkan rasa gatal yang disertai dengan kondisi bengkak. Bengkak yang timbul akibat alergi ini umumnya terjadi pada bagian wajah, bibir, mulut, lidah dan tenggorokan sebagai reaksi terhadap paparan bawang putih. Terkadang pembengkakan bisa sangat parah sehingga mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bernapas. Hal ini bisa menyebabkan mengi, pusing, dan bahkan pingsan karena tubuh kekurangan oksigen.

Menurut Journal of American Medical Association, reaksi alergi terhadap bawnag putih juga bisa berdampak pada saluran pencernaan. Reaksinya bisa berupa muntah, sakit perut serta kram, hingga diare dan mual. Gejala ini biasanya terjadi dalam beberapa menit setelah mengonsumsi makanan yang mengandung bawang putih.

Pada kasus yang langka, alergi ini bisa menimbulkan syok anafilaktik yang mengancam nyawa. Gejala anafilaktik ini termasuk penurunan tekanan darah, sulit bernapas karena penyempitan saluran udara, peningkatan denyut nadi, pusing, dan kehilangan kesadaran.

Gatal di Perut Bisa Disebabkan Karena Alergi Celana Jeans

Gatal di Perut Bisa Disebabkan Karena Alergi Celana Jeans,- Jelana jeans memang kini menjasi salah satu fashion yang cukup banyak dipilih, terutama oleh para remaja untuk menyempurnakan penampilan mereka. Namun, menggunakan jelana jeans yang ketat atau longgar terlalu sering bisa menimbulkan berbagai masalah pada tubuh. Bahkan, celana jeans juga bisa menyebabkan reaksi alergi pada kulit.

Namun, selain jeans, juga terdapat benda-benda lain yang sering digunakan sehari-hari yang bisa menimbulkan reaksi alergi. Berikut ini beberapa benda sehari-hari yang bisa timbulkan reaksi alergi, diantaranya adalah :

Jeans

Presiden Allergy and Asthma Care Center, Andy Nish menyebutkan bahwa kancing pada celana atau rok jeans bisa menyebabkan reaksi alergi. Hal ini disebabkan karena logam mengandung nikel dan bagi sebagian orang yang memiliki kulit sensitif bisa menimbulkan reaksi alergi nikel. Umumnya ruam dan gatal pada perut bagian bawah menjadi salah satu reaksi alergi yang timbul.

Perhiasan

Selain ditemukan pada logam kancung celama jeans, alergi nikel juga bisa disebabkan karena penggunaan perhiasan atau aksesoris. Emas, logam, perka, dan bahan perhiasan lainnya mengadnung nikel dan merupakan benda yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit.

Clifford Bassett, dari American Academy of Allergy, Asthma and Immunology, mencatat banyak wanita yang mengalami reaksi alergi ini. Biasanya kulit menjadi iritasi. Untuk mencegah hal tersebut, ia menyarankan untuk menggunakan perhiasan perak atau emas diatas 18 karat karena tidak memiliki kadar nikel yang tinggi.

Alat makeup mata

Selain pakaian dan perhiasan, makeup juga tidak pernah lepas untuk mempercantik diri. Namun, Anda harus pandai dalam memilih makeup yang tepat untuk kulit Anda. Pasalnya, penggunaan makeup yang tidak cocok bukan hanya dapat menyebabkan jerawat, tetapi juga reaksi alergi.

Makeup yang paling berisiko dengan reaksi alergi yaitu riasan mata. Menurut Nish, reaksi alergi dari riasan mata biasanya terjadi akibat alat makeup yang telah kadaluwarsa. Makeup yang sudah bertahun-tahun lamanya biasanya akan menimbulkan ruam merah, gatal, dan bersisik di kelopak mata.

Ternyata Hal Sederhana Berikut Bisa Memicu Alergi

Ternyata Hal Sederhana Berikut Bisa Memicu Alergi,- Kulit gatal, sesak napas, atau bersin tidak berhenti merupakan hal yang umum dirasakan ketika alergi datang. Alergi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti makanan laut, debu, bulu binatang, hingga serbuk bunga.

Terkadang lergi bisa menimbulkan efek yang fatal. Tidak jarang alergi bisa membuat penderita meninggal jika alergen yang masuk dalam jumlah yang banyak. Agar hal tersebut tidak terjadi, maka kenali dan hindari hal-hal yang bisa membuat Anda alergi.

Ternyata Hal Sederhana Berikut Bisa Memicu Alergi

ternyata-hal-sederhana-berikut-bisa-memicu-alergi1Sebuah penelitian menemukan bahwa ternyata ada beberapa benda yang sering digunakan sehari-hari yang bisa memicu alergi. Berikut ini hal sederhana yang bisa memicu alergi :

Aksesoris

Bisa saja aksesoris yang sering Anda gunakan bisa memicu alergi. Terutama aksesoris yang terbuat daru bahan karet atau perak. Kulit yang alergi akan bahan tersebut akan memerah dan gatal karenanya.

Kacang

Kacang-kacangan ternyata bisa membuat beberapa orang menderita alergi. Biasnaya reaksi yang timbul berupa gatal-gatak ditenggorokan setelah Anda mengonsumsinya.

Susu Sapi

Minuman yang dianggap menyehatkan ini ternyata bisa memicu alergi. Kandungan lemak didalam susu sapi inilah yang bisa memicu reaksi alergi seperti perut kembung dan tidak nyaman.

Jeruk

Selain nikmat, jeruk juga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Namun, siapa sangka ternyata jeruk ini bisa menyebabkan alergi pada beberapa orang yang menderita leargi jeruk atau buah-buahan sitrus lainnya. Dan reaksi alergi jeruk adalah bersin secara terus menerus, mata perih, hingga gatal-gatal.

Artikel Terkait :

Sakit Kepala Sering Dialami Anak Bisa Jadi Tanda Alergi

Gejala pusing atau sakit kepala merupakan salah satu keluhan yang bukan hanya bisa dialami oleh orang dewasa, anak bahkan bayi dan balita pun bisa mengalami pusing atau sakit kepala. Bedanya orang dewasa jika merasa pusing bisa langsung menyampaikan dan segera melakukan tindakan untuk mengatasinya. Sedangkan jika pusing atau sakit kepala tersebut dialami oleh anak, bayi, atau balita, masalahnya justru pada masih sulitnya akan untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya.

Sakit Kepala Sering Dialami Anak Bisa Jadi Tanda Alergi

Meskipun umumnya sakit kepala disebabkan oleh penyebab yang tidak berbahaya, namun jika anak terlalu sering sakit kepala bisa mengganggu aktivitas, tidur, dan menurunkan kualitas hidupnya.

Jika ibu atau ayah mengamati jika anak sering mengalami sakit kepala, terutama setelah ia mengonsumsi jenis makanan tertentu, maka bisa jadi sakit kepala yang dialaminya disebabkan oleh alergi.

Sakit Kepala Sering Dialami Anak Bisa Jadi Tanda Alergi

Sakit kepala yang disebabkan karena alergi biasanya berupa migrain dan nyeri sinus. Jika sakit kepala yang dirasakannya migrain, maka anak akan merasakan nyeri berdenyut pada satu sisi kepala. Selain itu, mual dan muntah juga bisa menyertai sakit kepala migrain ini.

Beberapa faktor yang dapat menimbulkan migrain diantaranya seperti hidung tersumbat, makanan tertentu, seperti susu sapi dan produk turunannya (keju, yoghurt, krim,mentega, dll), telur, makanan laut, kacang-kacangan, asap rokok, serta asap kendaraan bermotor.

Untuk mengatasinya, para orangtua harus mengetahui terlebih dahulu apa pencetusnya. Ibu juga bisa memberikan obat antinyeri dan obat alergi yang dijual bebas untuk membantu mengatasi gejalanya. Jika kondisi anak belum membaik, segera bawa anak ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga : Penanganan Batuk Alergi pada Anak

Selain karena alergi, sakit kepala pada anak juga bisa disebabkan karena peradangan sinus atau disebut juga sinusitis. Sinusitis ini terjadi karena rongga sinus (rongga yang berisi udara di tulang wajah) mengalami peradangan dan pembengkakan, sehingga aliran lendir dalam rongga hidung tersumbat. Hal ini mengakibatkan peningkatan tekanan dalam rongga sinus dan menyebabkan nyeri pada wajah dan kepala.

Sinusitis dapat kambuh jika terdapat pencetus alergi, terutama alergen yang dihirup seperti debu, tungau, jamur, dan serbuk sari bunga.

Untuk mencegahnya, kenali dan hindari pencetus alergi anak. Pecnetus alergi yang dapat terhirup biasanya ada di dalam kamar tidur. Maka dari itu, orangtua harus rajin membersihkan kamar di kecil, mengganti seprai dan selimut, serta menuci saringan penyejuk udara dan gorden. Jangan lupa untuk tidak menyimpan karpet atau boneka di kamar anak yang alergi debu. Sebaiknya anak juga tidak memelihara binatang peliharaan. Namun, jika sudah memiliki hewan peliharaan, usahakan agar hewan peliharaan tidak masuk kedalam rumah, terutama ke dalam kamar anak.

Artikel Terkait :

Obat Alergi Anak Tradisional

Perhatikan !! Ternyata Alergi Bisa Kambuh Karena Kecoak

Perhatikan !! Ternyata Alergi Bisa Kambuh Karena Kecoak

Apakah Anda termasuk penderita alergi ? Dan di rumah sering berkeliaran kecoak ? Waspadai, karena kecoak juga bisa bikin alergi Anda kambuh.

Selain, debu, kotoran, makanan, ataupun cuaca, ternyata salah satu jenis serangga ini juga bisa membuat alergi kambuh. Kecoak merupakan hewan pemakan bangkai, maksudnya, kecoak akan keluar dari sarangnya untuk mencari dan mengompulkan makanan untuk dikonsumsi dalam beberapa hari kemudian. Jika mereka tidak dapat menemukan makanana, maka mereka akan terus mencari hingga menemukannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mereka datang ke rumah Anda.

Kecoak berkembang biak dalam kondisi hangat dan menyukai tempat-tempat yang gelap. Maka dari itu, Anda mungkin tidak dapat menemukan kecoak merangkak di tempat terbuka dengan cahaya yang terang. Bahkan jika ada banyak kecoak di dalam sebuah ruangan, ketika lampu menyala maka mereka akan menyebar ke segala arah untuk menemukan tempat bersembunyi.

Baca Juga : Pengobatan Alergi

Lalu, bagaimana kecoak bisa membuat alergi kambuh ?

Ke manapun kecoak pergi, maka mereka aka meninggalkan jejak keberadaan mereka. Baik itu tinja, air liur, atau bahkan bagian dari tubuh mereka yang jatuh. Persis seperti tungau atau debu, bagian-bagian dari kecoak ini mengandung protein tertentu atau alergen (zat penyebab alergi) yang dapat menyebabkan timbulnya reaksi alergi.

selain protein, kecoak juga membawa kandungan patogen dalam tubuh mereka. Hal yang lebih menakutkan yaitu kecoak dapat menyebarkan beberapa penyakit serius, diantaranya adalah Salmonella typhi yang menyebabkan tipoid telah ditemukan pada kecoak. Poliomyelitis yang menyebabkan polio juga terdapat pada serangga ini. Mereka juga dapat menyebabkan disentri, yaitu penyakit yang memicu diare yang parah, termasuk perdarahan.

Nah, itulah sebabnya mengapa kecoak bisa membuat alergi kambuh. Untuk itu, selalu jaga kebersihan rumah danlingkungan sekitar agar dapat terhindar dari alergen yang kapanpun dapat menimbulkan reaksi alergi. Semoga bermanfaat.

Sering Digunakan, Benda Ini Ternyata Bisa Timbulkan Alergi

Ada berbagai macam halyang bis amenyebabkan timbulnya reaksi alergi pada seseorang, seperti makanan, lingkungan, hewan peliharaan, atau yang lainnya. Namun, perlu diketahui, selain beberapa faktor tersebut, ternyata ada hal lain yang biasa kita gunakan sehari-hari juga bisa menimbulkan reaksi alergi.

Dilansir dari laman Health. kompas.com, berikut ini beberapa benda sehari-sehari yang  bisa menimbulkan reaksi alergi :

Sering Digunakan, Benda Ini Ternyata Bisa Timbulkan Alergi

  • Perhiasan

Perhisan merupakan benda yang sering kita temukan sehari-sehari, terutama pada wanita. Lalu, bagaimana perhiasan bisa memicu reaksi alergi ? Perhiasan yang terbilang cukup murah, umumnya terbuat dari nikel. Nah, bahan nikel inilah yang menjadi penyebab paling umum dari ruam gatal atau yang dikenal juga dengan sebutan dermatitis alergi.

Menurut Kevin McGrath, MD, juru bicara American College of Allergy, Asthma, and Immunology, sekitar 17% perempuan dan 3% laki-laki memiliki alergi terhadap nikel.

  • Ponsel dan Tablet

Bagi siapapun yang memiliki alergi terhadap logam, kemungkinan akan mengalami kesulitan untuk menggunakan ponsel, PDA, ataupun tablet. Pasalnya, produk elektronik tersebut mengandung nikel dan kobalt yang berpotensi untuk menimbulkan alergi. McGrath mengatakan bahwa hal tersebut bisa mengakibatkan ruam pada wajah, telinga, tangan, dan iritasi dibagian mata.

  • Kancing Celana

Alergi yang satu ini kembali di sebabkan oleh nikel. Kali ini, nikel terletak di bagian celana yang sering kita gunakan, tepatnya pada kancing celana. Seperti pada kancing celana jeans. Ketika kita menggunakna celana tersebut, maka logam pada kancing celana tersebut akan menyentuh kulit secara langsung. Akibatnya, hal tersebut bisa menyebabkan ruam merah yang melingkar.

Baca Juga : Benarkah Air Laut Bisa Sembuhkan Alergi ?

  • Wol

Tidak dipungkiri, terkadang wol dapat menyebabkan gatal pada kulit. Beberapa orang yang sensitif terhadap lanolin (zat alami yang dihasilkan domba) akan merasakan gatal ketika menggunakan pakaian atau selimut yang berbahan wol.

Sebenarnya, lanolin juga bisa ditemukan pada beberapa jenis kosmetik, seperti lip balm atau shampo. Jadi, bagi seseorang yang sesnsitif terhadap zat tersebut, perlu mencari item lain yang bebas dari lanolin.

  • Detergen

Detergen merupakan benda yang paling sering digunakan sehari-hari. Beberapa bahan yang terkandung didlam detergen, terutama pewarna atau aroma dapat memicu timbulnya reaksi alergi. Selain itu, perlu diketahui bahwa detergen ini juga menempel pada pakaian, seperti baju, celana, ataupun handuk. Maka dari itu, bagi Anda yang memiliki alergi pada detergen, maka harus berhati-hati ketika menggunakan bahan ini.

Gigitan Kutu Ini Bisa Sebabkan Alergi Daging Merah

Terdapat berbagai jenis alergi yang sering terjadi, mulai dari jenis alergi yang umum, seperti alergi makanan hingga alergi yang langka, seoerti alergi sinar matahari. Semua jenis alergi tersebut pada intinya sama, yaitu disebabkan karena sistem imun yang berubah agresif menyerang tubuh sendiri.

Alasan mengapa sistem imun bisa berubah ganas masih menjadi misteri, namun satu hal yang diketahui adalah terkadang reaksi tersebut bisa dipicu. Seperti salah satunya adalah alergi daging merah yang disebabkan karena gigitan kutu Ixodes Holocyclus yang dikenal dengan nama paralysis tick (kutu lumpuh).

Alergi Daging merah Akibat Gigiyan Kutu Ini

Sesuai dengan namanya, gigitan dari kutu Ixodes ini dapat membuat kelumpuhan, karena ia menyuntikan racun saraf. Biasanya kelumpuhan ini terjadi pada hewan dan tidak terlalu berpengaruh pada manusia. Namun, terkadang pada beberapa kasus kombinasi racun dari kutu dan protein mamalia yang ada, dalam hal ini daging merah dapat memicu reaksi alergi yang cukup hebat.

Ahli alergi dari Royal North Shore Hospital, Australia, sheryl van Nunen mengatakan awalnya kondisi tersebut tidak dikenal. Baru mulai diketahui pada awal tahun 2000 ketika mulai banyak orang yang menemui dokter dengan alergi daging merah dan memiliki latar belakang cerita yang sama.

Mereka sebelumnya makan dan kemudian terbangun dari tidur karena mengalami anaphylaxis atau reaksi alergi berat sekitar satu setengah jam kemudian. Mereka tak tahu apa penyebabnya,” kata Sheryl.

Pemeriksaan lebih jauh menunjukkan bahwa para pasiennya memiliki kesamaan lain, yaitu ada reaksi alergi lokal terhadap gigitan kutu. Jika biasanya bekas gigitan kutu hanya menimbulkan bentolan kecil, maka pada pasien bentol yang terjadi bisa memiliki diameter antara 10-15 cm.

Namun, Sheryl menegaskan tidak semua orang yang digigit oleh kutu berarti akan memiliki alergi. Alasan mengapa hal ini terjadi pastinya belum diketahui, namun ilmuwan bisa menjelaskan bahwa ada perubahan pada sistem imuun ketika racun kutu masuk ke dalam tubuh.

Racun tersebut membuat sistem imun bereaksi terhadap karbohidrat bernama Alpha-gal yang ada pada semua mamalia kecuali promata, termasuk manusia didalamnya. Ketika seseorang mengonsumsi daging merah, maka elemen tersebut masuk ke dalam tubuh dan memicu reaksi alergi.

Sherylmengatakan langkah terbaik untuk mencegahnya yaitu dengan mengangkat kutu dengan dibekukan terlebih dahulu. Jangan asal dicabut atau dipencet, karena justru akan merasngsang kutu menyuntikkan lebih banyak racun sehingga meningkatakn kemungkinan diperolehnya alergi.

Ketahui Pemicu Alergi yang Bisa Mengancam Nyawa Berikut

Ketahui Pemicu Alergi yang Bisa Mengancam Nyawa Berikut

Alergi merupakan salah satu reaksi tubuh yang berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan lain yang dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik.

Sedangkan anafilaksis merupakan gejala reaksi alergi yang sangat parah dan bisa mengancam nyawa jika tidak segera diatasi dengan benar. Tidak semua penderita alaergi memiliki anafilaksis, dan pemicu anafilaksis pada setiap penderita berbeda-beda.

Dan inilah beberapa alergen (zat pemicu alergi) yang paling banyak menyebabakn anafilaksis :

  • Biji-bijian

Biji wijen yang kecil dapat menyebabkan reaksi anafilaksis pada beberapa orang. Kacang-kacangan seperti lentil, kacang polong, kacang kedelai, dan kacang-kacangan lainnya juga dapat menyebabakn reaksi alergi yang membahayakan. Begitu juga dengan kcang mete dan kenari.

  • Kacang-kacangan

Sama halnya dengan biji-bijian, kacang juga merupakan salah satu penyebab paling umum kematian akibat alergi yang berhubungan dengan makanan. Kacang dapat memicy anafilaksis (reaksi alergi parahyang bisa berakibat fatal, bahkan mengancam nyawa jika tidak segera ditangani).

Biasanya gejala timbul beberapa menit setelah pemaparan. Namun juga bisa dalam hitungan detik atau jam. Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami gejala seperti bengkak, gatal-gatal, kesulitan bernapas, denyut nadi cepat, atau pusing.

Baca Juga : Obat Alergi Makanan

  • Susu, Gandum, dan Telur

Selain kacang, anak-anka juga sering mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi gandum, susu, dan telur. Ketiga makanan tersebut seringkali tersembunyi di dalam makanan lain, seperti kue bolu yang biasanya mengandung telur dan susu, atau roti yang mengandung gandum.

Untuk menghindari timbulnya reaksi alergi, baca dan perhatikan terlebih dahulu label kemasan makanan dengan seksama atau bisa juga menanyakan kepada penjualnya, apakah makanan yang akan Anda beli mengandung bahan makanan tersebut. Kedelai bisa tampil dengan nama lain pada kemasan, yaitu lesitin dan whey untuk susu.

  • Kerang dan Ikan

Kerang-kerangans eperti udang, lobster, dan kepiting adalah pemicu anafilaksis bagia sebagian orang. Alergi kerang dan ikan bisa sangat serius, sehingga terkadang meskipun hanya menghirup uapnya saja bisa memicu reaksi alergi.

Beberapa kemungkinan reaksi alergi yangtimbul adalah pembengkakan jaringan tubuh dan penyumbatan saluran udara, sehingga penderitanya merasa sesak napas dan bermasalah dengan jantungnya.

Ketahui Pemicu Alergi yang Bisa Mengancam Nyawa Berikut

  • Obat-obatan

Pinisilin dan antibiotik lainnya juga bisa menjadi pemicu anafilaksis. Bagitu juga dengan obat kemoterapi, pewarna obat, dan relaksasi otot yang digunakna dalam anestesi. Untuk mencegah anafilaksis akibat obat, dokter mungkin menyarankan suntik alergi atau meresepkan obat yang berbeda.

  • Serangga Terbang

Lebah termasuk salah satu jenis serangga terbang yang juga dapat menyebabkan anafilaksis. Jika Anda memiliki reaksi terhadap sengatan atau mencurigai alergi, pertimbangkan untuk suntik alergi.

Jika menurut Anda, Anda alergi berat terhadap gigitan serangga terbang seperti lebah, mintalah kepada dokter spesialis alergi untuk memberikan suntikan alergi. Suntikan alergi efektif untuk mencegah anafilaksis. Hindari menggunakan parfum atau cologne dan warna-warna cerah karena dapat menarik serangga untuk mendekati Anda.

  • Semut dan Kutu

Selain serangga terbang, beberapa orang juga ada yang menderita alergi berat terjadap gigitanserangga yang berjalan di tanah, seperti semut dan kutu. Jika Anda mencurigai ada banyak semut didaerah sekitar Anda, maha gunakanlah alas kaki tertutup ketika beraktivitas. Selain itu, bersihkan dan rajin menjemur alas tidur serta sofa untuk mencegah keberadaan kutu.

  • Olahraga

Ada beberapa orang yang benar-benar alergi terhadap olahraga, namun kasusnya sangat jarang terjadi. Aktivitas fisik seperti berjalan, menari, atau berenang dapat menyebabkan beberapa orang merasa kepayahan dan sesak napas akut.

Mminta dokter untuk menguji reaksi alergi Anda untuk memastikan apakah Anda memang alergi terhadap olahraga atau tidak. Dokter juga akan bisa memberyahu batasan gerak fisik yang aman untuk Anda.