Bawang Putih Ternyata Bisa Sebabkan Alergi, Ini Penyebabnya

Bawang Putih Ternyata Bisa Sebabkan Alergi, Ini Penyebabnya,- Makanan merupakan salah satu penyebab alergi yang cukup sering. Tidak sedikit orang yang mengalami alergi setelah mengonsumsi beberapa jenis makanan tertentu, seperti telur, ikan, kacang, atau makanan lainnya. Namun, selain itu, ternyata ada pula yang mengalami alergi terhadap bawang putih.

Bawang putih biasanya digunakan sebagai salah satu bumbu masakan dan juga diketahui memiliki manfaat sebagai obat herbal yang efektif. Namun, siapa sangka ternyata bawang putih ini dapat memicu timbulnya alergi. Alergi bawang putih sendiri disebabkan oleh enzim khusus yang terkandung dalam bawang putih.

Alergi biasanya disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang bereaksi secara berlebihan terhadap zat yang dianggap berbahaya bagi tubuh. Alergi bawang putih diduga disebabkan oleh enzim alliin lyase yang ada didalam bawang putih. Pernyataan ini didukung oleh sebuah studi yang diterbitkan alam Journal of Allergy and Clinical Immunology pada tahun 2004.

Ketika sistem imun gagal pahan dan menduga bahwa enzim tersebut membahayakan nyawa si pemilik tubuh, kemudian imun akan mulai menyerang balik dengan memproduksi antibodi yang pada akhirnya menimbulkan serangkaian gejala alergi.

Dalam beberapa kasus yang dilaporkan, terdapat sebagian orang yang alergi terhadap bawang putih mentah namun tidak alergi terhadap bawnag putih yang sudah dimasak. Para ahlimenyimpulkan bahwa hal ini bisa saja mengindikasikan protein dalam bawang putih yang mentah ataupun matang dapat memicu timbulnya alergi dan rasa panas pada pencernaan tubuh.

Baca juga :

Obat Alergi Bibir Gatal dan Tebal
Penyakit Angiodema pada Kulit
Mitos dan Fakta Alergi Makanan

Gejala yang biasa timbul pada penderita alergi bawang putih diantaranya berupa kulit ruam kemerahan gatal bertekstur kering mengelupas, yang jika digaruk berlebihan akan meninggalkan bekas luka. Gejala alergi bawang putih juga bisa termasuk pilek, bersin, batuk, mengi, dan sesak napas.

Terkadang alergi juga menimbulkan rasa gatal yang disertai dengan kondisi bengkak. Bengkak yang timbul akibat alergi ini umumnya terjadi pada bagian wajah, bibir, mulut, lidah dan tenggorokan sebagai reaksi terhadap paparan bawang putih. Terkadang pembengkakan bisa sangat parah sehingga mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bernapas. Hal ini bisa menyebabkan mengi, pusing, dan bahkan pingsan karena tubuh kekurangan oksigen.

Menurut Journal of American Medical Association, reaksi alergi terhadap bawnag putih juga bisa berdampak pada saluran pencernaan. Reaksinya bisa berupa muntah, sakit perut serta kram, hingga diare dan mual. Gejala ini biasanya terjadi dalam beberapa menit setelah mengonsumsi makanan yang mengandung bawang putih.

Pada kasus yang langka, alergi ini bisa menimbulkan syok anafilaktik yang mengancam nyawa. Gejala anafilaktik ini termasuk penurunan tekanan darah, sulit bernapas karena penyempitan saluran udara, peningkatan denyut nadi, pusing, dan kehilangan kesadaran.

Gatal di Perut Bisa Disebabkan Karena Alergi Celana Jeans

Gatal di Perut Bisa Disebabkan Karena Alergi Celana Jeans,- Jelana jeans memang kini menjasi salah satu fashion yang cukup banyak dipilih, terutama oleh para remaja untuk menyempurnakan penampilan mereka. Namun, menggunakan jelana jeans yang ketat atau longgar terlalu sering bisa menimbulkan berbagai masalah pada tubuh. Bahkan, celana jeans juga bisa menyebabkan reaksi alergi pada kulit.

Namun, selain jeans, juga terdapat benda-benda lain yang sering digunakan sehari-hari yang bisa menimbulkan reaksi alergi. Berikut ini beberapa benda sehari-hari yang bisa timbulkan reaksi alergi, diantaranya adalah :

Jeans

Presiden Allergy and Asthma Care Center, Andy Nish menyebutkan bahwa kancing pada celana atau rok jeans bisa menyebabkan reaksi alergi. Hal ini disebabkan karena logam mengandung nikel dan bagi sebagian orang yang memiliki kulit sensitif bisa menimbulkan reaksi alergi nikel. Umumnya ruam dan gatal pada perut bagian bawah menjadi salah satu reaksi alergi yang timbul.

Perhiasan

Selain ditemukan pada logam kancung celama jeans, alergi nikel juga bisa disebabkan karena penggunaan perhiasan atau aksesoris. Emas, logam, perka, dan bahan perhiasan lainnya mengadnung nikel dan merupakan benda yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit.

Clifford Bassett, dari American Academy of Allergy, Asthma and Immunology, mencatat banyak wanita yang mengalami reaksi alergi ini. Biasanya kulit menjadi iritasi. Untuk mencegah hal tersebut, ia menyarankan untuk menggunakan perhiasan perak atau emas diatas 18 karat karena tidak memiliki kadar nikel yang tinggi.

Alat makeup mata

Selain pakaian dan perhiasan, makeup juga tidak pernah lepas untuk mempercantik diri. Namun, Anda harus pandai dalam memilih makeup yang tepat untuk kulit Anda. Pasalnya, penggunaan makeup yang tidak cocok bukan hanya dapat menyebabkan jerawat, tetapi juga reaksi alergi.

Makeup yang paling berisiko dengan reaksi alergi yaitu riasan mata. Menurut Nish, reaksi alergi dari riasan mata biasanya terjadi akibat alat makeup yang telah kadaluwarsa. Makeup yang sudah bertahun-tahun lamanya biasanya akan menimbulkan ruam merah, gatal, dan bersisik di kelopak mata.

Ternyata Hal Sederhana Berikut Bisa Memicu Alergi

Ternyata Hal Sederhana Berikut Bisa Memicu Alergi,- Kulit gatal, sesak napas, atau bersin tidak berhenti merupakan hal yang umum dirasakan ketika alergi datang. Alergi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti makanan laut, debu, bulu binatang, hingga serbuk bunga.

Terkadang lergi bisa menimbulkan efek yang fatal. Tidak jarang alergi bisa membuat penderita meninggal jika alergen yang masuk dalam jumlah yang banyak. Agar hal tersebut tidak terjadi, maka kenali dan hindari hal-hal yang bisa membuat Anda alergi.

Ternyata Hal Sederhana Berikut Bisa Memicu Alergi

ternyata-hal-sederhana-berikut-bisa-memicu-alergi1Sebuah penelitian menemukan bahwa ternyata ada beberapa benda yang sering digunakan sehari-hari yang bisa memicu alergi. Berikut ini hal sederhana yang bisa memicu alergi :

Aksesoris

Bisa saja aksesoris yang sering Anda gunakan bisa memicu alergi. Terutama aksesoris yang terbuat daru bahan karet atau perak. Kulit yang alergi akan bahan tersebut akan memerah dan gatal karenanya.

Kacang

Kacang-kacangan ternyata bisa membuat beberapa orang menderita alergi. Biasnaya reaksi yang timbul berupa gatal-gatak ditenggorokan setelah Anda mengonsumsinya.

Susu Sapi

Minuman yang dianggap menyehatkan ini ternyata bisa memicu alergi. Kandungan lemak didalam susu sapi inilah yang bisa memicu reaksi alergi seperti perut kembung dan tidak nyaman.

Jeruk

Selain nikmat, jeruk juga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Namun, siapa sangka ternyata jeruk ini bisa menyebabkan alergi pada beberapa orang yang menderita leargi jeruk atau buah-buahan sitrus lainnya. Dan reaksi alergi jeruk adalah bersin secara terus menerus, mata perih, hingga gatal-gatal.

Artikel Terkait :

Sakit Kepala Sering Dialami Anak Bisa Jadi Tanda Alergi

Gejala pusing atau sakit kepala merupakan salah satu keluhan yang bukan hanya bisa dialami oleh orang dewasa, anak bahkan bayi dan balita pun bisa mengalami pusing atau sakit kepala. Bedanya orang dewasa jika merasa pusing bisa langsung menyampaikan dan segera melakukan tindakan untuk mengatasinya. Sedangkan jika pusing atau sakit kepala tersebut dialami oleh anak, bayi, atau balita, masalahnya justru pada masih sulitnya akan untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya.

Sakit Kepala Sering Dialami Anak Bisa Jadi Tanda Alergi

Meskipun umumnya sakit kepala disebabkan oleh penyebab yang tidak berbahaya, namun jika anak terlalu sering sakit kepala bisa mengganggu aktivitas, tidur, dan menurunkan kualitas hidupnya.

Jika ibu atau ayah mengamati jika anak sering mengalami sakit kepala, terutama setelah ia mengonsumsi jenis makanan tertentu, maka bisa jadi sakit kepala yang dialaminya disebabkan oleh alergi.

Sakit Kepala Sering Dialami Anak Bisa Jadi Tanda Alergi

Sakit kepala yang disebabkan karena alergi biasanya berupa migrain dan nyeri sinus. Jika sakit kepala yang dirasakannya migrain, maka anak akan merasakan nyeri berdenyut pada satu sisi kepala. Selain itu, mual dan muntah juga bisa menyertai sakit kepala migrain ini.

Beberapa faktor yang dapat menimbulkan migrain diantaranya seperti hidung tersumbat, makanan tertentu, seperti susu sapi dan produk turunannya (keju, yoghurt, krim,mentega, dll), telur, makanan laut, kacang-kacangan, asap rokok, serta asap kendaraan bermotor.

Untuk mengatasinya, para orangtua harus mengetahui terlebih dahulu apa pencetusnya. Ibu juga bisa memberikan obat antinyeri dan obat alergi yang dijual bebas untuk membantu mengatasi gejalanya. Jika kondisi anak belum membaik, segera bawa anak ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga : Penanganan Batuk Alergi pada Anak

Selain karena alergi, sakit kepala pada anak juga bisa disebabkan karena peradangan sinus atau disebut juga sinusitis. Sinusitis ini terjadi karena rongga sinus (rongga yang berisi udara di tulang wajah) mengalami peradangan dan pembengkakan, sehingga aliran lendir dalam rongga hidung tersumbat. Hal ini mengakibatkan peningkatan tekanan dalam rongga sinus dan menyebabkan nyeri pada wajah dan kepala.

Sinusitis dapat kambuh jika terdapat pencetus alergi, terutama alergen yang dihirup seperti debu, tungau, jamur, dan serbuk sari bunga.

Untuk mencegahnya, kenali dan hindari pencetus alergi anak. Pecnetus alergi yang dapat terhirup biasanya ada di dalam kamar tidur. Maka dari itu, orangtua harus rajin membersihkan kamar di kecil, mengganti seprai dan selimut, serta menuci saringan penyejuk udara dan gorden. Jangan lupa untuk tidak menyimpan karpet atau boneka di kamar anak yang alergi debu. Sebaiknya anak juga tidak memelihara binatang peliharaan. Namun, jika sudah memiliki hewan peliharaan, usahakan agar hewan peliharaan tidak masuk kedalam rumah, terutama ke dalam kamar anak.

Artikel Terkait :

Obat Alergi Anak Tradisional

Perhatikan !! Ternyata Alergi Bisa Kambuh Karena Kecoak

Perhatikan !! Ternyata Alergi Bisa Kambuh Karena Kecoak

Apakah Anda termasuk penderita alergi ? Dan di rumah sering berkeliaran kecoak ? Waspadai, karena kecoak juga bisa bikin alergi Anda kambuh.

Selain, debu, kotoran, makanan, ataupun cuaca, ternyata salah satu jenis serangga ini juga bisa membuat alergi kambuh. Kecoak merupakan hewan pemakan bangkai, maksudnya, kecoak akan keluar dari sarangnya untuk mencari dan mengompulkan makanan untuk dikonsumsi dalam beberapa hari kemudian. Jika mereka tidak dapat menemukan makanana, maka mereka akan terus mencari hingga menemukannya. Dan inilah yang menjadi penyebab mereka datang ke rumah Anda.

Kecoak berkembang biak dalam kondisi hangat dan menyukai tempat-tempat yang gelap. Maka dari itu, Anda mungkin tidak dapat menemukan kecoak merangkak di tempat terbuka dengan cahaya yang terang. Bahkan jika ada banyak kecoak di dalam sebuah ruangan, ketika lampu menyala maka mereka akan menyebar ke segala arah untuk menemukan tempat bersembunyi.

Baca Juga : Pengobatan Alergi

Lalu, bagaimana kecoak bisa membuat alergi kambuh ?

Ke manapun kecoak pergi, maka mereka aka meninggalkan jejak keberadaan mereka. Baik itu tinja, air liur, atau bahkan bagian dari tubuh mereka yang jatuh. Persis seperti tungau atau debu, bagian-bagian dari kecoak ini mengandung protein tertentu atau alergen (zat penyebab alergi) yang dapat menyebabkan timbulnya reaksi alergi.

selain protein, kecoak juga membawa kandungan patogen dalam tubuh mereka. Hal yang lebih menakutkan yaitu kecoak dapat menyebarkan beberapa penyakit serius, diantaranya adalah Salmonella typhi yang menyebabkan tipoid telah ditemukan pada kecoak. Poliomyelitis yang menyebabkan polio juga terdapat pada serangga ini. Mereka juga dapat menyebabkan disentri, yaitu penyakit yang memicu diare yang parah, termasuk perdarahan.

Nah, itulah sebabnya mengapa kecoak bisa membuat alergi kambuh. Untuk itu, selalu jaga kebersihan rumah danlingkungan sekitar agar dapat terhindar dari alergen yang kapanpun dapat menimbulkan reaksi alergi. Semoga bermanfaat.

Sering Digunakan, Benda Ini Ternyata Bisa Timbulkan Alergi

Ada berbagai macam halyang bis amenyebabkan timbulnya reaksi alergi pada seseorang, seperti makanan, lingkungan, hewan peliharaan, atau yang lainnya. Namun, perlu diketahui, selain beberapa faktor tersebut, ternyata ada hal lain yang biasa kita gunakan sehari-hari juga bisa menimbulkan reaksi alergi.

Dilansir dari laman Health. kompas.com, berikut ini beberapa benda sehari-sehari yang  bisa menimbulkan reaksi alergi :

Sering Digunakan, Benda Ini Ternyata Bisa Timbulkan Alergi

  • Perhiasan

Perhisan merupakan benda yang sering kita temukan sehari-sehari, terutama pada wanita. Lalu, bagaimana perhiasan bisa memicu reaksi alergi ? Perhiasan yang terbilang cukup murah, umumnya terbuat dari nikel. Nah, bahan nikel inilah yang menjadi penyebab paling umum dari ruam gatal atau yang dikenal juga dengan sebutan dermatitis alergi.

Menurut Kevin McGrath, MD, juru bicara American College of Allergy, Asthma, and Immunology, sekitar 17% perempuan dan 3% laki-laki memiliki alergi terhadap nikel.

  • Ponsel dan Tablet

Bagi siapapun yang memiliki alergi terhadap logam, kemungkinan akan mengalami kesulitan untuk menggunakan ponsel, PDA, ataupun tablet. Pasalnya, produk elektronik tersebut mengandung nikel dan kobalt yang berpotensi untuk menimbulkan alergi. McGrath mengatakan bahwa hal tersebut bisa mengakibatkan ruam pada wajah, telinga, tangan, dan iritasi dibagian mata.

  • Kancing Celana

Alergi yang satu ini kembali di sebabkan oleh nikel. Kali ini, nikel terletak di bagian celana yang sering kita gunakan, tepatnya pada kancing celana. Seperti pada kancing celana jeans. Ketika kita menggunakna celana tersebut, maka logam pada kancing celana tersebut akan menyentuh kulit secara langsung. Akibatnya, hal tersebut bisa menyebabkan ruam merah yang melingkar.

Baca Juga : Benarkah Air Laut Bisa Sembuhkan Alergi ?

  • Wol

Tidak dipungkiri, terkadang wol dapat menyebabkan gatal pada kulit. Beberapa orang yang sensitif terhadap lanolin (zat alami yang dihasilkan domba) akan merasakan gatal ketika menggunakan pakaian atau selimut yang berbahan wol.

Sebenarnya, lanolin juga bisa ditemukan pada beberapa jenis kosmetik, seperti lip balm atau shampo. Jadi, bagi seseorang yang sesnsitif terhadap zat tersebut, perlu mencari item lain yang bebas dari lanolin.

  • Detergen

Detergen merupakan benda yang paling sering digunakan sehari-hari. Beberapa bahan yang terkandung didlam detergen, terutama pewarna atau aroma dapat memicu timbulnya reaksi alergi. Selain itu, perlu diketahui bahwa detergen ini juga menempel pada pakaian, seperti baju, celana, ataupun handuk. Maka dari itu, bagi Anda yang memiliki alergi pada detergen, maka harus berhati-hati ketika menggunakan bahan ini.

Gigitan Kutu Ini Bisa Sebabkan Alergi Daging Merah

Terdapat berbagai jenis alergi yang sering terjadi, mulai dari jenis alergi yang umum, seperti alergi makanan hingga alergi yang langka, seoerti alergi sinar matahari. Semua jenis alergi tersebut pada intinya sama, yaitu disebabkan karena sistem imun yang berubah agresif menyerang tubuh sendiri.

Alasan mengapa sistem imun bisa berubah ganas masih menjadi misteri, namun satu hal yang diketahui adalah terkadang reaksi tersebut bisa dipicu. Seperti salah satunya adalah alergi daging merah yang disebabkan karena gigitan kutu Ixodes Holocyclus yang dikenal dengan nama paralysis tick (kutu lumpuh).

Alergi Daging merah Akibat Gigiyan Kutu Ini

Sesuai dengan namanya, gigitan dari kutu Ixodes ini dapat membuat kelumpuhan, karena ia menyuntikan racun saraf. Biasanya kelumpuhan ini terjadi pada hewan dan tidak terlalu berpengaruh pada manusia. Namun, terkadang pada beberapa kasus kombinasi racun dari kutu dan protein mamalia yang ada, dalam hal ini daging merah dapat memicu reaksi alergi yang cukup hebat.

Ahli alergi dari Royal North Shore Hospital, Australia, sheryl van Nunen mengatakan awalnya kondisi tersebut tidak dikenal. Baru mulai diketahui pada awal tahun 2000 ketika mulai banyak orang yang menemui dokter dengan alergi daging merah dan memiliki latar belakang cerita yang sama.

Mereka sebelumnya makan dan kemudian terbangun dari tidur karena mengalami anaphylaxis atau reaksi alergi berat sekitar satu setengah jam kemudian. Mereka tak tahu apa penyebabnya,” kata Sheryl.

Pemeriksaan lebih jauh menunjukkan bahwa para pasiennya memiliki kesamaan lain, yaitu ada reaksi alergi lokal terhadap gigitan kutu. Jika biasanya bekas gigitan kutu hanya menimbulkan bentolan kecil, maka pada pasien bentol yang terjadi bisa memiliki diameter antara 10-15 cm.

Namun, Sheryl menegaskan tidak semua orang yang digigit oleh kutu berarti akan memiliki alergi. Alasan mengapa hal ini terjadi pastinya belum diketahui, namun ilmuwan bisa menjelaskan bahwa ada perubahan pada sistem imuun ketika racun kutu masuk ke dalam tubuh.

Racun tersebut membuat sistem imun bereaksi terhadap karbohidrat bernama Alpha-gal yang ada pada semua mamalia kecuali promata, termasuk manusia didalamnya. Ketika seseorang mengonsumsi daging merah, maka elemen tersebut masuk ke dalam tubuh dan memicu reaksi alergi.

Sherylmengatakan langkah terbaik untuk mencegahnya yaitu dengan mengangkat kutu dengan dibekukan terlebih dahulu. Jangan asal dicabut atau dipencet, karena justru akan merasngsang kutu menyuntikkan lebih banyak racun sehingga meningkatakn kemungkinan diperolehnya alergi.

Ketahui Pemicu Alergi yang Bisa Mengancam Nyawa Berikut

Ketahui Pemicu Alergi yang Bisa Mengancam Nyawa Berikut

Alergi merupakan salah satu reaksi tubuh yang berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan lain yang dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik.

Sedangkan anafilaksis merupakan gejala reaksi alergi yang sangat parah dan bisa mengancam nyawa jika tidak segera diatasi dengan benar. Tidak semua penderita alaergi memiliki anafilaksis, dan pemicu anafilaksis pada setiap penderita berbeda-beda.

Dan inilah beberapa alergen (zat pemicu alergi) yang paling banyak menyebabakn anafilaksis :

  • Biji-bijian

Biji wijen yang kecil dapat menyebabkan reaksi anafilaksis pada beberapa orang. Kacang-kacangan seperti lentil, kacang polong, kacang kedelai, dan kacang-kacangan lainnya juga dapat menyebabakn reaksi alergi yang membahayakan. Begitu juga dengan kcang mete dan kenari.

  • Kacang-kacangan

Sama halnya dengan biji-bijian, kacang juga merupakan salah satu penyebab paling umum kematian akibat alergi yang berhubungan dengan makanan. Kacang dapat memicy anafilaksis (reaksi alergi parahyang bisa berakibat fatal, bahkan mengancam nyawa jika tidak segera ditangani).

Biasanya gejala timbul beberapa menit setelah pemaparan. Namun juga bisa dalam hitungan detik atau jam. Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami gejala seperti bengkak, gatal-gatal, kesulitan bernapas, denyut nadi cepat, atau pusing.

Baca Juga : Obat Alergi Makanan

  • Susu, Gandum, dan Telur

Selain kacang, anak-anka juga sering mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi gandum, susu, dan telur. Ketiga makanan tersebut seringkali tersembunyi di dalam makanan lain, seperti kue bolu yang biasanya mengandung telur dan susu, atau roti yang mengandung gandum.

Untuk menghindari timbulnya reaksi alergi, baca dan perhatikan terlebih dahulu label kemasan makanan dengan seksama atau bisa juga menanyakan kepada penjualnya, apakah makanan yang akan Anda beli mengandung bahan makanan tersebut. Kedelai bisa tampil dengan nama lain pada kemasan, yaitu lesitin dan whey untuk susu.

  • Kerang dan Ikan

Kerang-kerangans eperti udang, lobster, dan kepiting adalah pemicu anafilaksis bagia sebagian orang. Alergi kerang dan ikan bisa sangat serius, sehingga terkadang meskipun hanya menghirup uapnya saja bisa memicu reaksi alergi.

Beberapa kemungkinan reaksi alergi yangtimbul adalah pembengkakan jaringan tubuh dan penyumbatan saluran udara, sehingga penderitanya merasa sesak napas dan bermasalah dengan jantungnya.

Ketahui Pemicu Alergi yang Bisa Mengancam Nyawa Berikut

  • Obat-obatan

Pinisilin dan antibiotik lainnya juga bisa menjadi pemicu anafilaksis. Bagitu juga dengan obat kemoterapi, pewarna obat, dan relaksasi otot yang digunakna dalam anestesi. Untuk mencegah anafilaksis akibat obat, dokter mungkin menyarankan suntik alergi atau meresepkan obat yang berbeda.

  • Serangga Terbang

Lebah termasuk salah satu jenis serangga terbang yang juga dapat menyebabkan anafilaksis. Jika Anda memiliki reaksi terhadap sengatan atau mencurigai alergi, pertimbangkan untuk suntik alergi.

Jika menurut Anda, Anda alergi berat terhadap gigitan serangga terbang seperti lebah, mintalah kepada dokter spesialis alergi untuk memberikan suntikan alergi. Suntikan alergi efektif untuk mencegah anafilaksis. Hindari menggunakan parfum atau cologne dan warna-warna cerah karena dapat menarik serangga untuk mendekati Anda.

  • Semut dan Kutu

Selain serangga terbang, beberapa orang juga ada yang menderita alergi berat terjadap gigitanserangga yang berjalan di tanah, seperti semut dan kutu. Jika Anda mencurigai ada banyak semut didaerah sekitar Anda, maha gunakanlah alas kaki tertutup ketika beraktivitas. Selain itu, bersihkan dan rajin menjemur alas tidur serta sofa untuk mencegah keberadaan kutu.

  • Olahraga

Ada beberapa orang yang benar-benar alergi terhadap olahraga, namun kasusnya sangat jarang terjadi. Aktivitas fisik seperti berjalan, menari, atau berenang dapat menyebabkan beberapa orang merasa kepayahan dan sesak napas akut.

Mminta dokter untuk menguji reaksi alergi Anda untuk memastikan apakah Anda memang alergi terhadap olahraga atau tidak. Dokter juga akan bisa memberyahu batasan gerak fisik yang aman untuk Anda.

Alasan Mengapa Makanan Laut Bisa Menyebabkan Alergi

Banyak jenis makanan laut yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, seperti udang, kepiting, ataupun ikan. Namun, di sisi lain, makanan laut merupakan salah satu jenis makanan yang dapat menimbulkan reaksi alergi. Reaksi alergi timbul beberapa jam setelah mengonsumsi makanan laut. Umumnya, pada orang yang menderita alergi seafood akan merasa gatal di sekitar mulut dan tangan, bahkan sampai seluruh tubuhnya terasa gatal. Selain itu juga akan timbul bercak kemerahan pada kulit. Parahnya lagi, ada yang terjadi pembengkakan, mual, sampai muntah.

Alergi makanan laut pada umumnya disebabakn oleh makanan yang termasuk dalam golongan crustacean, seperi udang dan kepiting, dan molluscs seperti kerang. Alergi makanan laut dan ikan lebih banyak ditemukan pada orang dewasa dan bersifat seumur hidup yang tidak dapat hilang seiring dengan pertambahan usia.

 

 

alasan mengapa makanan laut bisa menyebabkan alergi

 

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan alergi pada seafood, terutama dengan kebersihan. Di pinggir jalan banyak yang menjual aneka hidangan laut, namun apakah Anda berpikir bahwa cara pengolahannya sudah benar ? Atau mengetahui bagaimana kualitas dari bahan-bahan yang di masak ? Mungkin saja hewan laut yang mereka hidangkan sudah tidak sehat lagi, sebab sekarang ini banyak area pantai tau laut yang tercemar oleh zat kimia, seperti mercuri. Jika zat tersebut masuk ke dalam tubuh, tentu akan menimbulkan reaksi dan juga alergi, terutama ketika kondisi sedang tidak fit atau sistem kekebalan tubuh sedang menurun.

Selain itu, kandungan protein yang tinggi pada seafood juga menjadi salah satu penyebab kenapa Anda alergi. Karena ada beberapa orang yang tidak bisa mengonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung protein tinggi, seperti udang, kepiting, dan lobster. Namun, yang paling sering mengalaminya adalah anak-anka, sebab mereka mengikat protein yang terkandung pada udang atau lobster lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa. Biasanya lambat laun alergi akan menghilang seiring dengan bertambahnya usia.

Perlu diketahui, alergi makanan laut atua seafood ternyata juga bisa disebabkan oleh faktor genetik (keturunan).

Alergi terhadap makanan laut biasanya bersifat spesifik pada satu golongan tertentu, yaitu antara alergi ikan, alergi kerang, alergi udang, dan alergi crustacean lainnya. Maksudnya, seseorang yang alergi ikan terhadap 1 golongan ikan dan makanan laut tertentu belum tentu mengalami alergi terhadap golongan makanan laut lainnya. Misalnya seseorang yang mengalami alergi terhadap kepiting belum tentu alergi terhadap udang. Begitu juga sebaliknya. Namun, seseorang yang alergi terhadap satu jenis makanan laut pada satu golongan tertentu rentan mengalami alergi terhadap jenis makanan laut lain pada golongan yang sama. Misalnya seseorang yang alergi terhadap ikan tuna biasanya akan rentan mengalami alergi terhadap ikan lainnya.

Hingga saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan alergi secara total. Sehingga yang bisa dilakukan bagi orang yang menderita alergi adalah dengan menghindari penyebab atau pencetusnya. Namun, jika Anda sudah terlanjur mengonsumsi seafood atau makanan laut dan timbul reaksi alergi, untuk penanganan pertama Anda bisa mengonsumsi obat alergi. Hindari menggaruk kulit yang gatal atau ruam yang timbul akibat alergi agar tidak mengalami iritasi. Untuk mengurangi rasa gatal, penderita bisa mengolesi kulit dengan bedak salisil. Atau minum obat antihistamin sebagai langkah pertama untuk mengatasi reaksi alergi agar tidak semakin parah. Jika reaksi alergi tidak kunjung mereda, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Mengetahui Allergic Shiners, Lingkaran Hitam Dibawah Mata

Meskipun sudah tidur secara cukup, tapi masih terlihat lelah karena adanya lingkaran hitam dibawah mata. Jangan terus dibiarkan, mungkin tanpa disadari itu merupakan salah satu gejala alergi.

Lingkaran hitam dibawah mata bukan disebabkan karena kurangnya wakti istirahat atau kualitas tidur yang kurang baik. Lingkaran tersebut muncul setelah istirahat yang cukup dan dengan gejala alergi rhinitis seperti hidung tersumbat, gatal, dan mata lelah.

Warna hitam yang timbul di bawah mata mungkin merupakan sebuat tanda alergi yang terjadi ketika darah dan cairan menyatu di jaringan tipis di sekitar mata karena alergi dan hidung tersumbat. Dan Anda akan terlihat seperti baru saja di pukul tepat dimata, atau disebut juga dengan ‘shiners’.

 

mengetahui allergic shiners, lingkaran hitam dibawah mata

 

Allergic shiners merupakan suatu lingkaran gelap di sekeliling mata yang sering disebut juga dengan “black eyes” atau “shiner” yang disebabkan oleh proses peradangan yang diperantarai oleh histamin pada penderita alergi.

Allergic shinner yaitu tanda yang paling umum pada penderita alergi. Dimana terdapat daerah di sekeliling mata terjadi akibat sumbatan pada sinus yang menyebabkan overflow cairan ke dalam ruang di bawah bola mata. Sebagai tambahan, lipatan yang terbetuk di bawah kelopak mata disebut lipatan Dennie-Morgan juga merupakan ciri dari alergi.

Untuk mengurangi risiko allergic shinners, cobalah untuk untuk menemukan penyebab alergi ditempat pertama. Penyebab yang mungkin bisa menjadi kasus sederhana yaitu dari jamur, debu, serbuk sari, atau bahkan bulu kucing atau anjing.

Mengidentifikasi penyebab akan menjadi tantangan dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Tapi, ketika penyebab tesebut telah di temukan, maka sebisa mungkin dihindari.

Menurut Dr Sushil, hal pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi allergic shiners adalah dengan menjaga lingkungan rumah, mengecek debu tungau di kasur, selimut, sofa, atau bantal dan mungkin juga diperlukan vakum pembersih dengan HEPA filter yang dibuat untuk menghilangkan alergi.

Dosis antihistamin bisa membantu mengurangi alergi, tapi obat ini hanya solusi praktis dan bukan untuk jangkan panjang. Kompres dingin pada mata juga bisa membantu mengurangi rasa gatal dan bengkak. Lainnya, letakkan handuk panas diatasi mata dan hidung untuk mengurangi bengkak dan membantu mengeringkan saluran hidung. Proses ini perlu di ulang beberapa kali sehari untuk membantu membersihkan dan mencegah hidung tersumbat.

Jika semua upaya yang dianjurkan gagal, imunoterapi dalam bentuk suntikan alergi dapat menjadi pertimbangan. Imunoterapi paling tepat sebagai obat alergi, terutama untuk seangga penyengat dan aleri rhinitis. Namun, imunoterapi membutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar, dan kemungkinan juga tidak cocok pada semua orang. Ini umumnya di cadangkan untuk pengobatan terhadap alergi yang berpotensi mengancam nyawa, reaksi alergi terhadap sengatan lebah dan tawon, serta alergi rhinitis yang parah (demam).

“Imunoterapi tidak 100 persen obat untuk alergi, tetapi dapat membantu merasa lebih baik. Masalahnya adalah Anda harus dirawat selama tiga sampai lima tahun, dan bahkan mungkin lebih lama untuk melihat perkembangan, “kata Dr Sushil.