Solusi Alternatif Bagi Penderita Alergi Kondom Lateks

Solusi Alternatif Bagi Penderita Alergi Kondom Latek,- Penggunaan kondom mungkin bukan sesuatu hal yang aneh bagi Anda yang telah aktif secara seksual. Kondom umumnya terbuat dari bahan lateks atau getah karet sebagai bahan dasarnya. Namun, tidak semua orang bisa memakai atau menerima sentuhan kondom dengan bahan dasar lateks.

Beberapa orang mungkin memiliki alergi terhadap lateks, karena pada dasarnya lateks terbuat dari getah karet yang seringkali menimbulkan gatal dan ruam kemerahan pada kulit.

Bagi Anda yang memiliki alergi terhadap lateks, maka perlu jeli dalam memilih dan mengidentifikasi bahan yang digunakan untuk membuat kondom tersebut. Sebagai solusi alternatif bagi penderita alergi kondim lateks, berikut ini beberapa pilihan kondom yang bisa dipilih sebagai pengganti kondom lateks, diantaranya :

Kondom berbahan polisuprena

Kondom ini terbuat dari bahan lateks sintetis tanpa kandungan protein getah karet yang bisa memicu timbulnya reaksi alergi. Karena kondom bahan polisuprena merupakan hasil uji laboratorium, kondom ini didesain dengan keuntungan yang didapatkan dari gabungan kondom lateks dan kondom poliuretan.

Kondom ini juga dinilai lebih kuat dan elastis. Walapun sedikit tebal dari kondom lateks atau poliuretan, namun setidaknya kondom ini lebih pas mengikuti bentuk masing-masing penis saat digunakan. Kekurangannya, kondom ini hanya tidak dapat digunakan bersamaan dengan pelumas.

Kondom berbahan poliuretan

Poliuretan merupakan salah satu kondom yang tidak memiliki bau dan tahan terhana panas pencahayaan sinar UV. Keuntungan dari kondom poliuretan adalah kondom ini juga dapat menghantarkan hangat tubuh antara penis dan vagina. Banyak orang yang menyebutkan bahwa kondom poliuretan ini menawarkan sensasi yang lebih nikmat dan menyenangkan daripada kondom lateks.

Dibandingkan dengan kondom lateks, sayangnya kondom poliuretan lebih tipis dan kurang elastis. Kondom jenis ini juga bisa dugunakan bersama dengan pelumas, beruntungnya lagi Anda juga tidak perlu menghirup aroma karet saat berhubungan dengan pasangan Anda.

Artikel Terkait : Gejala dan Cara Mendiagnosa Alergi Lateks

Kondom alami

Umumnya kondom alami ini sudah digunakan sejak lama untuk mengontrol lonjakan angka kelahiran di bumi. Kondom yang terbuat dari kulit domba ini lebih dahulu haidr dan tidak menimbulkan efek alergi kondom lateks seperti umumnya.

Banyak orang yang menggunakan kondom ini karena mereka merasa tekstur kondom yang tipis, dan yang paling penting bisa menstransfer hangat tubuh melalui penis dan vagina saat berhubungan seksual. Bahkan, banyak pria yang menggunakan kondom dari kulit domba menyatakan bahwa mereka hampir tidak merasakan perbedaan antara memakai kondom atau tidak. Kondom ini didapuk bisa mendukung gerakan cinta lingkungan dengan tidak menghasilkan limbah lateks yang berbahaya.

Kondom wanita

Bukan hanya pada pria, ternyata kondom juga tersedia bagi wanita. Kondom yang digunakan pada lubang vagina ini menawarkan keuntungan bagi wanita yang ongin dobel pengaman saat bercinta serta menghindari kehamilan ataupun infeksi seksual menular. Kondom perempuan berbentuk tipis, dan fleksibel mengikuti dorongan penis dan ruang vagina.

Kondom ini juga dapat digunakan dengan pelumas berbasis silikon atau pelumas lainnya. Kondom wanita merupakan pilihan yang tepat bagi mereka yanga lergi atau sensitif terhadap bahan kimia.

Selain beberapa solusi alternatif bagi penderita alergi lateks tersebut, sebenarnya alergi ini bisa diobati. Pengobatan dengan menggunakan obat-obatan seperti kortikosteroid, antihistamin, suntikan epinefrin, ataupun dengan obat alergi lateks alami. Umumnya epinefrin diberikan untuk reaksi hipersensitif atau anafilaksis.

Tips dan Trik Mengatasi Alergi Debu saat Berpuasa

Tips dan Trik Mengatasi Alergi Debu saat Berpuasa,- Pada saat berpuasa, tubuh mengistirahatkan diri dan tidak ada apapun yang masuk ke dalam badan. Walaupun begitu, terkadang beberapa kondisi menyebabkan seseorang harus mengonsumsi obat untuk mengatasinya, seperti salah satunya alergi. Terdapat beberapa jenis alergi yang bisa dialami, termasuk salah satunya adalah alergi debu.

Penyakit ini terbilang sangat sensitif. Sedikit saja terpapar oleh faktor penyebab alergi, maka tubuh akan langsung memberikan respon. Obat alergi menjadi salah satu cara yang ampuh untuk mengembalikan kondisi tubuh penderita alergi. Namun, ketika puasa, mengonsumsi obat tidak diperbolehkan. Selain itu, mengonsumsi obat secara terus menerus juga dapat menimbulkan dampak negatif pada tubuh.

Lalu, bagaimana tips mengatasi alergi debu saat berpuasa tanpa harus mengonsumsi obat ?

Anda tidak perlu khawatir. Meskipu tanpa obat, alergi debu tetap bisa diatasi dengan melakukan beberapa tips berikut :

Masker alergi

Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi alergi yaitu menggunakna masker dengan filter HEPS built-in. Penggunaannya juga tidak berkepanjangan. Anda hanya perlu menggunaannya ketika Anda ingin memotong rumput, menyapu, atau aktivitas lain yang berhubungan langsung dengan debu dan udara.

Nasal Gel

Mengoleskan nasal gel bisa membantu mengurangi alergi. Cara ini cocok bagi mereka yang alergi terhadap debu. Dengan kandungan Galfimia Glauca, itu cukup baik untuk mengembalikan pernafasan yang segar dan sehat.

Tutup jendela dan nyalakan AC

Tips mengatasi alergi debu saat berpuasa ini mungkin cukup sederhana dan mudah untuk dilakukan. Pasalnya, jika Anda berada di dalam rumah, Anda hanya perlu menutup semua jendela dan menyalakan AC. Jangan biarkan ada debu yangmasuk. Udara yang diciptakan pendingin ruangan biasanya mampu meminimalisir kuman bakteri yang memicu alergi.

Pergi ke wilayah berair

Tips dan trik mengatasi alergi debu saat berpuasa yang terakhir adalah dengan pergi ke tempat atau daerah yang berair. Pantai bisa menjadi pilihan yang tepat. Pantai memiliki serbuk sari dan jamur yang sedikit, sehingga dapat meminimalisir alergi debu dan kotoran yang dirasakan. Panasnya matahari juga dapat membantu memulihkan suhu tubuh yang tidak stabil.

Artikel terkait alergi debu :

Obat Alami Alergi Debu
Pengobatan Alergi Debu Anak dan Dewasa

Mengatasi Alergi Kepiting dan Udang dengan Minyak Jarak

Mengatasi Alergi Kepiting dan Udang dengan Minyak Jarak,- Kepiting dan udang merupakan salah satu jenis seafood yang cukup banyak diminati karena memiliki rasa yang nikmat dan juga kaya akan khasiat. Meskipun begitu, pada beberapa orang kepiting dan udang dapat memicu timbulnya reaksi alergi.

Menurut pakar kesehatan, timbulnya alergi ketika mengonsumsi udang dan kepiting ini disebabkan oleh kadar protein yang ada didalam makanan tersebut. Bagi sebagian orang, konsumsi proteien dalam jumlah yang tinggi memang bisa menyebabkan gejala alergi.

Alergi akibat udah dan kepiting biasanya ditandai dengan gatal-gatal dikulit tubuh, bentol-bentol atau sembab, atau kulit berwarna merah-merah. Jika Anda mengalami alergi setelah mengonsumsi udang atau kepiting, tidak perlukhawatir. Dalam hitungan hari alergi tersebut akan sembuh dengan sendirinya.

Akan tetapi, penderita alergi biasanya akan mengonsumsi obat alergi agar reaksi alergi cepat hilang. Namun, selain mengonsumsi obat, And ajuga bisa memanfaatkan minyak jarak sebagai salah satu alternatif untuk menghilangkan gejala alergi.

Untuk mendapatkan manfaat dari minyak jarak ini cukup mudah, Anda hanya tinggal mengoleskannya secara merata pada kulit yang mengalami alergi. Anda juga bisa minum 1 gelas air hangat yang telah diberi 2-3 tetes minyak jarak.

Meskipun udang dan kepiting kaya akan kandungan nutrisi, khususnya omega 3, namun alangkah baiknya penderita alergi menghindarinya untuk mencegah timbulnya reaksi alergi. Selain itu, perhatikan pula makanan yang akan Anda konsumsi, pastikan jika makanan tersebut tidak mengandung bahan yang berasal dari kepiting atau udang.

Artikel Terkait :

Mengatasi Alergi Udang
Alasan Makanan Laut Bisa Menyebabkan Alergi
Masalah Alergi Makanan Laut
Cara Menghindari Alergi saat Makan Seafood

Tips Sederhana untuk Mengatasi Alergi Tanpa Obat

Tips Sederhana untuk Mengatasi Alergi Tanpa Obat,- Alergi merupakan suatu kondisi yang sangat mengganggu, bahkan bisa menurunkan kualitas hidup penderitanya. Ketika kambuh, banyak penderita alergi yang langsung minum obat alergi atau obat antihistamin untuk mengurangi dan menghilangkan reaksi alergi yang timbul. Padahal, tidak semua jenis alergi butuh obat.

Secara umum, alergi dapat diartikean sebagai bentuk reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap suatu unsur yang sebenarnya tidak berbahaya. Gejala alergi yang timbul dapat berupa bersin-bersin, batuk, ruam pada kulit, gatal, atau sesak napas.

Walaupun tidak dapat disembuhkan, tetapi beberapa jenis alergi tertentu bisa diatasi dan dikendalikan tanpa harus minum obat. Alergi yang dimaksud adalah alergi dengan derajat ringan-sedang. Tips sederhana untuk mengatasi alergi tanpa obat diantaranya adalah sebagai berikut :

Menghindari faktor penyebab alergi (alergen)

Menghindari alergen merupakan cara yang paling baik dan harus dilakukan untuk mengendalikan alergi. Karena pada dasarnya, alergi tidak akan timbul jika tidak ada faktor pencetusnya. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui faktor penyebab alergi yang Anda alami agar bisa menghindarinya.

Mandi

Ketika keluar rumah, tubuh berpotensi besar untuk terpapat beragam alergen, seperti debu, asap, atau serbuk sari. Di satu sisi, mandi dapat menghilangakn dan mencegah alergen tersebut menempel di tempat tidur, pakaian, atau perabotan rumah yang sering Anda gunakan.

Hindari asap rokok

Asap rokok bisa menjadi salah satu faktor penyebab alergi, termasuk asma. Selain itu, zat berbahaya ini juga dapat memperparah gejala hidung dan mata gatal, bersin-bersin, serta pilek.

Mencuci hidung

Bagi penderita rhinitis alergi, umumnya menimbulkan gejala berupa hidung mampet, bersin, atau gatal di hidung. Sebelum memutuskan untuk minum obat, cobalah untuk mencuci hidung dengan air hangat yang dicampur dengan garam.

Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi ramuan herbal QnC Jelly Gamat yang terbuat dari 100% bahan alami dengan bahan dasar ekstrak teripang emas untuk membantu mengurangi gejala alergi secara alami, efektif, dan minim efek samping.

Informasi lengkapnya, silahkan kunjungi laman Pengobatan Alergi untuk Anak dan Dewasa.

Nah, sekarang Anda telah mengetahui bagaimana cara sederhana untuk mengatasi alergi tanpa obat. Perlu diingat, cara tersebut hanya berlaku jika alergi yang terjadi masih dalam tahap ringan-sedang. Jangan menggunakannya untuk alergi derajat berat. Segera temui dokter jika Anda mengalami gejala alergi yang lebih serius. Semoga bermanfaat.

Trik Agar Alergi Anak Tidak Menetap Hingga Dewasa

Pengobatan Alergi,- Alergi pada anak merupakan reaksi tubuh yang menyimpang atau berubah dari normal yang dapat menimbulkan gejala yang merugikan tubuh, mulai dari gangguan pernapasan, kulit, hingga mata. Anda jangan mengangkap enteng alergi yang terjadi pada anak, pasalnya hal tersebut dapat berisiko terhadap tumbuh kembang sang anak, bahkan jika tidak ditangani dengan baik alergi pada anak dapat berlanjut hingga dewasa.

Namun, walaupun begitu, Anda tentu bisa memperkecil risiko tersebut. Berikut ini beberapa trik agar alergi anak tidak menetap hingga dewasa yang bisa dilakukan, diantaranya adalah :

Ketahui dan hindari pemicunya

Jika si kecil sudah terdiagnosis alergi, maka yang harus dilakukan selanjutnya adalah mencegahnya dengan menghindari pemicunya. Perhatikan kapan dan dimana biasanya reaksi alergi timbul. Jika masik belum diketahui secara pasti pencetusnya, maka Anda bisa melakukan tes alergi atau skin prick test.

Beberapa faktor yang sering memicu timbulnya reaksia lergi diantaranya adalah debu, tungau, serbuk sari, susu dan produk olahannya, kosmetik (seperti bedak bayi), dan obat-obatan (misalnya antibiotik).

Jauhi asap rokok

Selain menghindari faktor pemicu alergi, Anda juga harus menjauhkan si kecil dari asap rokok. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa paparan asap rokok dapat mengiritasi saluran napas. Asap rokok juga berkontribusi terhadap perkembangan alergi ataupun asma pada anak.

Berikan ASI eksklusif

Memberikan anak ASI secara eksklusif hingga usia 6 bulan merupakan trik agar alergi anak tidak menetap hingga dewasa selanjutnya. Setelah memberiakn ASI secara eksklusif, berikan pula anak makanan pendamping ASI (MPASI). Dengan demikan, maka daya tahan tubuh akan akan meningkat, dan risiko alergi bisa berkurang.

MPASI

Menginjak usia 6 bulan ke atas, kenalkan anak dengan makanan yang sering menimbulkan alergi (alergik), seperti susu formula, kacang, keju, telur matang, dan lainnya. Jika tidak ada reaksi alergi yang timbul setelah mengonsumsi beberapa jenis makanan tersebut, maka tambah jumlahnya dan lanjutkan tanpa mengubah menu selama 3-5 hari.

Namun sebaliknya, jika reaksi alergi timbul setelah mengonsumsi makanan tersebut, segera eliminasi makanan tersebut dari menu harian si kecil.

Konsultasikan pada dokter anak

Trik agar alergi anak tidak menetap hingga dewasa yang terakhir adalah berkonsultasi dengan dokter anak. Dokter akan membantu mencari tahu penyebab alergi anak dan cara untuk mencegahnya. Jika yang dialami anak adalah asma atau rhinitis alergi, maka dokter biasanya akan menyertakan obat alergi anak untuk dikonsumsi secara rutin untuk mencegah kekambuhan.

Pilihan Hewan Peliharaan yang Tidak Memicu Alergi

Pengobatan Alergi,- Hewan seperti kucing dan anjing termasuk ke dalam salah satu faktor pemicu timbulnya alergi. Namun, tidak sedikit penderita alergi yang justru ingin memiliki hewan peliharaan. Alangkah baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kulit sebelum memutuskan untuk memelihara hewan. Dengan begitu, dokter bisa merekomendasikan beberapa pilihan hewan peliharaan yang tidak memicu alergi.

Berikut ini daftar hewan peliharaan yang ramah alergi :

Tikus, anak tikus, gerbil, dan hamster

Gerbil, hamster, anak tikus, dan tikus memang berpotensi membawa alergi layaknya kucing dan anak anjing. Namun, ukuran keempat hewan ini terbilang jauh lebih kecil, sehingga lebih sedikit menghasilkan alergen, atau zat yang menyebabkan timbulnya reaksi alergi.

Bettas dan goldfish

Anak-anka pasti akan langsung jatuh hati ketika pertama kali melihat ikan lucu dan meggemaskan ini. Hewan peliharaan yang disebut dapat mengenali pemiliknya ini memang tidak memicu alergi. Namun, Anda perlu memperhatikan kebersihan kolam atau akuarium.

Menurut Mitchell Grayson MD, seorang ahli alergi dari Amerika Serikat, bukan ikannya yang dapat memicu alergi, tetapi jamur dan lumut yang dapat melepaskan spora ke udara. Pada beberapa orang, hal tersebut bisa memicu timbulnya reaksi alergi.

Parkit, canaries, dan finches

Ketiga jenis burung ini pintar dan tidak memicu alergi. Dr. Grayson mengatakan, orang-orang yang sangat sensitif terhadap kucing dan anjing jarang memiliki masalah dengan burung, terutama spesies ini, yang tidak menghasilkan serbuk bersin pada sayapnya. Selain itu, ukurannya yang kecil akan meminimalkan pemicu lain yangmungkin terjadi.

Bearded dragon

Reptil ini mudah berinteraksi dengan manusia. Reptil tidak menyebabkan alergi juga tidak memiliki bulu yang dapat memicu timbulnya alergi. Namun perlu diketahui, reptil dapat membawa salmonella dan tidak dianjurkan untuk disentuh anak usia di bawah 5 tahun, wanita hamil, atau orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Sebaiknya segera cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh hewan yang satu ini.

Artikel terkait : Hewan Peliharaan Lucu yang Aman Bagi Anak yang Alergi

Tips Berwisata Aman dan Nyaman Bagi Penderita Alergi

Bagi penderita alergi, terkadang berwisata menjadi tantangan tersendiri. Makanan, cuaca, debu, dan lainnya bisa memicu timbulnya alergi jika tidak dihindari. Walaupun begitu, bukan berarti penderita alergi tidak bisa pergi berwisata.

Anda tetap bisa berwisata dengan teman atau keluarga secara aman dan nyaman tanpa terganggu alergi dengan beberapa tips berikut :

Pilih destinasi wisata

Memilih destinasi wisata yang akan dikunjungi merupakan tips berwisata aman dan nyaman bagi penderita alergi yang pertama. Sebagai gambaran, Rmania dan Srilanka terkenal ramah dan fleksibel bagi penderita alergi, sama halnya dengan Transylvia yang menyajikan masakan sederhana namun sehat. Pednerita alergi susu bisa mengunjungi negara-negara Asia yang tidak memiliki masakan yang berbasis susu sebanyak Prancis atau Belanda, namun Asia tidak begitu dianjurkan bagi Anda yang mengidap alergi kacang.

Berani

Ketakutan dan kecemasan berlebih tidak akan membawa Anda ke mana-mana. Untuk mengatasinya, lakukan riset kecil-kecilan mengenai kuliner di lokasi wisata yang menjadi tujuan Anda serta cermati yang sesuai dengan kondisi karena setiap destinasi negara memiliki kecenderungan makanan yang berbeda.

Pesan menu dengan hati-hati

Bahan makanan yang menjadi pemicu alergi terkadang tidak mudah terdeteksi, sehingga Anda perlu mencermati betul makanan yang akan dipsar. Pastikan bahan dari saus pelengkap atau minyak yang digunakan tidak mengandung alergen atau produk turunannya.

Pastikan makanan aman

Selain berhati-hati dalam memesan menu di tempat makan, Anda juga harus berhati-hati saat akan mengonsumsi makanan yang disediakan oleh maskapai penerbangan dan hotel. Meskipun sejumlah maskapai dan hotel telah menyediakan makanan yang aman bagi penderita alergi, namun tidak ada salahnya untuk memastikan kembali dan bertanya terlebih dahulu. Jika kondisi alergi benar-benar parah, koki pada sejumlah layanan pariwisata itu biasanya akan menyediakan makanan lain yang di masak secara khusus.

Makanan cadangan

Sebelum berwisata, Anda bisa menyiapkan wadah khusus untuk menyimpan makanna cadangan. Hal ini bisa membantu Anda ketika tidak menemukan tempat makan yang aman untuk penderita alergi. Persiapan ini juga penting sebagai bekal jika makanan di tempat asing tampak tidak cocok dengan selera Anda, namun pastikan makanan yang Anda bawa tahan lama meskipun disimpan dalam waktu yang lama.

Bawa obat darurat

Penderita alergi berat dianjurkan untuk selalu membawa obat alergi, surat keterangan dokter, dan sertifikat medis ke manapun Anda pergi. Penting juga membawa EpiPen ekstra, alat penyuntik untuk mengobati reaksi alergi yang merupakan pertolongan pertama sebelum memanggil layanan bantuan darurat.

Atasi kendala bahasa

Bahasa yang Anda pakai tidak selalu menjadi bahasa yang dimengerti di tempat wisata tujuan. Menghindari kesalahpahaman, Anda bisa membawa kartu bergambar atau menyiapkan kertas bertulisan terjemahan bahasa setempat mengenai kondisi alergi untuk menjamin masakan serta tempat aman bagi penderita alergi.

Jaket

Selalu bawa jaket atau penghangat lainnya. Terutama jika Anda alergi pada udara atau barang-barang tertentu seperti bulu. Jaket bisa menjadi bantal pengganti Anda.

Udara

Tips berwisata aman dan nyaman bagi penderita alergi yang terakhir yaitu memperhatikan udara. Jika Anda alergi pada debu ataupun cuaca tertentu, misalnya udara dingin, pastikan Anda bisa melakukan pencegahan untuk hal ini. Jangan sembarangan memilih hotel jika alergi Anda terhadap debu tergolong parah. Bawalah masker penutup hidung dan mulut.

Pendingin udara juga perlu diperhatikan jika Anda sensitif terhadap udara dingin. Tidak masalah jika menginap di hotel, namun bagaimana jika di hotel dengan tipe dorm atau asrama. Jangan nekat pula pergi di saat musim dingin atau musim hujan.

Tips Hindari Alergi Perhiasan Nikel yang Perlu Diketahui

Setiap wanita tentu senang ketika dapat tampil menarik dan cantik. Ada banyak cara untuk membuat penampilan Anda terlihat lebih cantik dan menarik, salah satunya dengan menggunakan perhiasan. Memilih perhiasan yang tepat akan membuat penampilan Anda semakin menarik. Perhiasan memiliki banyak jenis dan bahan, salah satu bahan yang sering dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan perhiasan adalah nikel. Sayangnya, jika kulit sensitif menggunakan perhiasan dari nikel akan memicu timbulnya alergi.

Alergi perhiasan nikel ini ditandai dengan timbulnya ruam pada kulit dan gatal. Ruam biasanya timbul sekitar 6-24 jam setelah pemakaian perhiasan berbahan nikel. Jadi, ruam tidak segera timbul ketika Anda menggunakan perhiasan yang berbahan nikel.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengruangi risiko alergi perhiasan nikel adalah dengan melakukan pengobatan alergi. Gunakan krim hidrokortison serta tablet antihistamin akan membantu mengurnagi alergi nikel.

Jika alergi semakin parah, maka Anda bisa menggunakan krim steroid. Krim ini akan meredakan reaksi alergi yang timbul. Dan agar lebih aman, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda mengenai penggunaan obat ini.

Dan yang tidak kalah penting yaitu ketika kulit mengalami alergi, sebaiknya Anda segera melepaskan perhiasan nikel yang digunakan. Hindari menggunakan kembali perhaisan berbahan nikel, karena memaksa menggunakan perhiasan nikel justru akan memperparah kondisi kulit Anda.

Tetapi, jika Anda memang terpaksa menggunakan perhiasan nikel, pastikan perhiasan terbust terbuat dari bahan stainless steel dengan mas kuning ukuran 14, 18, dan 24 karat. Perhiasan ini relatif lebih akan digunakan oleh Anda yang memiliki kulit sensitif.

Hindari memilih emas putih yang cenderung lebih mengandung nikel. Perhiasan berbahan perak murni, tembaga, platinum, dan titanium diperbolehkan karena bebas bahan nikel. Pemilihan bahan perhiasan sangat penting untuk menghindari kulit dari alergi.

Semoga informasi tersebut bermanfaat. Tampil cantik memang perlu, namun menjaga kulit bebas dari masalah alergi juga jauh lebih penting. Jadi, mulai dari sekarang, perhatikan terlebih dahulu perhiasan yang akan Anda gunakan.

Artikel Terkait :

Ini yang Perlu Anda Ketahui Jika Alergi Terhadap Rumput

Bau rumput yang segar memang banyak disukai. Namun, bagi orang-orang yang memiliki riwayat alergi, hal ini dapat menyulitkan mereka. Terlebih lagi jika Anda sedang berada di luar rumah atau mungkin sedang bepergian.

Menurut direktur eksekutif medis dan mantan preiden the American College of Allergy, Asthma & Immunology, Bob Lanier, MD, jika Anda memiliki alergi terhadap rumut, maka kemungkinan besar Anda juga alergi terhadap serbuk sari pada rumput. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menghindarinya, diantaranya :

  • Sebisa mungkin agar jendela, pintu rumah, dan pintu mobil tertutup
  • Lebih baik berdiam diri di rumah ketika jumlah serbuk sari dilingkungan sekitar rumah Anda cenderung tinggi
  • Setelah pulang kerja atau main di luar ruangan, segeralah mandi, keramas, dan mengganti pakaian Anda.

Namun, ada satu hal yang tidak ampuh untuk orang-orang dengan alergi rumput, seperti misalnya memenuhi halaman rumah dengan batu. Padahal, serbuk sari rumput dapat mengapung di udara sejauh ratusan mil, sehingga apa yang ada di halaman rumah relatif tidak penting dan tidak membantu. Serbuk sari tersebut dikirimkan oleh rumput-rumput tinggi di taman atau parit dilingkungan Anda.

Karena Anda tidak bisa menghindari serbuk sari tersebut sekaligus, maka Anda perlu untuk mengonsumsi obat antihistamin. Obat alergi ini dapat membantu mengurangi gejala, dengan cara memblokis histamin kimia yang diproduksi tubuh Anda ketika ada reaksi alergi.

Selain itu, semprotan steroid hidung yang dapat mengurangi peradangan dan kemacetan juga bisa Anda gunakan. Namun jika ingin menggunakannya, harus sesuai dengan resep dokter.

Baca Juga : Tips Mengobati Alergi Serbuk Sari

Orang yang alergi terhadap serbuk sari rumput bisa juga memiliki alergi terhadap beberapa buah dan sayuran. Hal ini disebabkan oleh serbuk sari rumput yang terdapat pada makanan tersebut.

Jika memilikinya, kadang Anda dapat mengalami rasa gatal di mulut dan leher, pembengkakan bibir, mulut, lidah, dan tenggorokan ketika mengonsumsi seledri, melon, jeruk, peach, dan tomat.

Namun, gejala tersebut biasanya dapat hilang dengan cepat ketika Anda langsung mengeluarkan makanan tersebut dari mulut ANda. Memasak buah-buahan dan sayuran juga dapat membantu mengruangi gejala alergi Anda.

Mengejutkan, Cara Ini Ampuh Kurangi Serangan Alergi

Bagi penderita alergi, menghindari faktr pemicu alergi merupakan cara terbaik terhindari dari gejala alergi. Namun, ada kalanya alergi timbul tanpa diketahui, sehingga gejala alergi mulai dari kulit gatal kemerahan, hingga sesak napas datang. Namun, apakah Anda tahu kalau menjalani hidup dengan bahagia atau jarang stress bisa membuat serangan gejala alergi lebih ringan.

mengejutkan-cara-ini-ampuh-kurangi-serangan-alergi

Fakta ini diketahui setelah peneliti mendata tingkat stress dan gejala alergi dari 179 orang selama 12 minggu. Setelah dianalisis, penulis studi mengungkapkan ketika seseorang mengalami stress kronis terkait dengan meningkatnya gejala alergi. Namun, kondisi ini tidak terjadi pada meraka yang mengalami stress akut (stress dalam jangka waktu lama).

Sayangnya, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Allergy, Asthma, & Immunology ini tidak mengungkapkan mekanisme hubungan antara tingkat stress yang rendah terhadap gejala alergi yang lebih ringan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan bagaimana stress dan alergi benar-benar terhubung.

Walaupun belum diketahui hubungan antara keduanya, namun tidak ada salahnya bukan untuk menjauhkan pikiran dari stress yang berkepanjangan. Ada banyak manfaat baik dalam menjalani kehidupan tanpa terlalu memikirkan tekanan. Mulai dari Anda menjalani hidup lebih bahagia, tidak mudah tersinggung serta sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuh lebih baik.