Anda Penderita Alergi? Selalu Sediakan Barang-Barang Ini!

Anda Penderita Alergi? Selalu Sediakan Barang-Barang Ini!,- Respon alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang bereaksi secara abnormal terhadap zat yang umum dalam lingkungan. Zat ini dikenal juga sebagai alergen, yang bis amenyebabkan respon peradangan dalam tubuh yang dapat berkisar dari ringan hingga mengancam nyawa.

Setiap orang berisiko terkena alergi, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Terlebih lebih jika telah memiliki riwayat alergi dari orang tua, maka diperlukan deteksi dini dan mengetahui apa saja yang perlu dilakukan agar alergi tidak semakin parah.

Untuk mencegah timbulnya alergi, hal pertama yang harus dilakukan yaitu dengan menghindari berbagai faktor yang menjadi penyebabnya, seperti makanan pemicu alergi, tidak pergi keluar rumah ketika udara dingin, memilih mandi dengan air hangat saat udara dingin, dan selalu menyediakan obat alergi untuk mengatasi gejala yang timbul.

Selain itu, juga terdapat barang-barang yang harus selalu disediakan penderita alergi agar kondisi alergi tidak semakin buruk, seperti diantaranya :

  • Antihistamin

Obat ini memang diresepkan untuk mengurangi gejala alergi. Histamin sendiri merupakan suatu zat yang terbentuk saat sistem kekebalan tubuh melawan zat yang sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh.

Obat ini tidak dijual bebas di pasaran, tetapi harus dibeli dengan menggunakan resep dokter. Adapun beberapa jenis obat alergi lainnya yaitu desloratadine, fexofenadine, levocetirizine, cetirizine, dan loratidine. Sayangnya, semua jenis obat alergi tersebut membuat konsumennya mudah mengantuk. Maka dari itu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan jenis obat alergi yang tepat untuk Anda.

  • Krim dan losion

Selalu sediakan krim pelembap, losion, atau salep yang mengandung hidrokortison untuk kulit. Dapatkan jenis obat tersebut dari dokter atau pun apoteker. Kemudian, gunakan krim untuk melembapkan kulit yang kering dan gatal, serta gunakan salep hidrokortison untuk meredakan peradangan yang terjadi. Namun, jika gejala alergi yang timbul semakin serius, seperti mengalami eksem, maka segeralan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan medis.

  • Obat tetes mata

Selain bisa membuat kulit gatal dan kemerahan, alergi juga biasanya menyebabkan mata merah, berair, dan gatal. Semua kondisi tersebut tentu akan sangat mengganggu, terlebih lagi jika Anda sedang beraktivitas di luar ruangan.

Maka dari itu, selalu sediakan obat tetes mata agar gejala tersebut bisa segera diatasi. Sebaiknya pilihlah obat tetes mata yang mengandung antihistamin atau ketotifen. Jika mata membengkak dan membuat Anda tidak nyaman, maka segera periksakan diri ke dokter untuk perawatan lebih lanjut.

  • Obat semprotan hidung

Beberapa jenis alergi mungkin akan menimbulkan gejala hidung kering. Jika Anda mengalami hal ini, maka cobalah untuk melembapkannya dengan semprotan hidung yang mengandung dekongestan. Namun, sebaiknya jangan gunakan alat ini lebih dari 3 hari secara berturut-turut, pasalnya bisa jadi gejalanya akan semakin memburuk.

  • Epinefrin

Apakah Anda tahu jika terdapat jenis alergi yang cukup berbahaya, karena sangat cepat berkembang dan berisiko tinggi menyebabkan kematian? Jenis alergi tersebut dikenal sebagai alergi anafilaksis. Untungnya, jenis alergi ini termasuk yang jarang ditemukan.

Jika Anda mengalami alergi ini, maka sebaiknya selalu sediakan epinefrin berbentuk suntikan, agar gejalanya bisa segera diatasi. Untuk memastikan jensi alergi yang Anda alami, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Mintalah bantuan dokter untuk memberitahu cara menggunakan epinefrin dengan benar.

  • Dekongestan

Jika alergi membuat Anda sulit bernapas karena hidung tersumbat atau berair, maka sebaiknya selalu sediakan dekongestan di tas Anda. Dekongestan merupakan obat untuk membuka saluran pernapasan yang tersumbat dalam waktu singkat.

Pilihlah dekongestan yang mengandung antihistamin, karena pada sebagian orang dapat membantu meredakan reaksi alergi dengan cepat. Namun, jika Anda memiliki masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, glukoma, ataupun penyakit tiroid, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum menggunakan obat ini.

  • Bronkodilator

Jika Anda mengidap asma, baik itu asma karena alergi atau penyakit asma biasa, tentu sudah tidak asing lagi dengan inhaler atau disebut juga sebagai bronkodilator. Obat semprot ini bisa membantu meredakan gejala asma dengan cepat. Jika Anda alergi yang Anda alami disertai dengan asma, maka sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter agar bisa mendapatkan obat ini.

  • Sarung bantal bersih

Jika Anda memiliki alergi pada tungau debu dan sering melakukan perjalanan jauh, sebaiknya selaly bawa sarung bantal dan seprai pribadi yang bersih.

  • Informasi medis

Informasi medis, seperti kartu yang memuat segela informasi mengenai kesehatan Anda, juga merupakan hal yang tidak boleh dilupakan oleh penderita alergi. Didalam kartu tersebut bisa disebutkan jenis alergi apa yang Anda alami, nama dokter yang menangani dan nomor teleponnya, informasi kontak darurat, serta informasi asuransi kesehatan. Hal ini sangat membantu ketika Anda memerlukan bantuan ketika alergi kambuh.

Jika Anda sudah memiliki semua barang-barang tersebut, maka sebaiknya kemas dalam satu tas agar lebih mudah dibawa saat akan bepergian. Selain itu, jangan lupa untuk selalu periksa kualitas obat denagn cara membaca ketentuan penyimpanan hingga tanggal kedaluwarsanya. Semoga bermanfaat.

Mengetahui Gejala Alergi Coklat Serta Cara Mengatasinya

Mengetahui Gejala Alergi Coklat Serta Cara Mengatasinya,- Siapa yang tidak suka makan coklat. Hampir setiap orang pasti menyukai makanan manis yang satu ini, baik anak-anak atau pun orang dewasa. Terlebih lagi coklat bisa merangsang hormon yang membuat seseorang bahagia.

Walaupun begitu, sayangnya tidak semua orang bisa menikmati coklat. Pasalnya, terdapat beberapa orang yang memiliki alergi terhadap coklat. Biasanya alergi coklat terjadi karena seseorang mengonsumsi coklat secara langsung atau mengonsumsi makanan dan minuman yang berbahan dasar atau mengandung coklat.

Coklat mengandung sejumlah bahan seperti bubuk coklat, susu, gula, dan lemak, Penyebab alergi coklat sendiri bisa berasal dari biji coklat itu sendiri atau dari susu. Jika alergi coklat disebabkan oleh biji coklat, maka penderita bisa mengalami beberapa gejala, seperti :

  • Biduran
  • Nyeri perut
  • Sulit bernapas
  • Batuk dan mengi
  • Mual dan muntah
  • Lidah, bibir, dan tenggorokan mengalami pembengkakan

Lebih lanjut lagi, gejala alergi coklat tersebut bisa berkembang menjadi reaksi anafilaksis yang bisa mengancam jika tidak tidak segera ditangani.

Sebenarnya alergi murni terhadap bahan coklat saja sangat jarang terjadi. Terdapat beberapa bahan makanan yang sering menimbulkan reaksi alergi, seperti diantaranya telur, susu sapi, kacang-kacangan, udang, kerang, dan ikan.

Maka dari itu, jika Anda mengalami alergi setelah mengonsumsi makanan berbahan coklat, ada kemungkinan jika alergi tersebut disebabkan oleh bahan lainnya.

Selain biji coklat, alergi coklat juga bisa disebabkan oleh susu yang terkandung didalam coklat. Gejala ini bisa timbul dalam waktu 1 jam sampai beberapa hari setelah mengonsumsi coklat. Gejala-gejala yang mungkin timbul diantaranya yaitu :

  • Diare
  • Batuk
  • Kran perut
  • Ruam kulit atau biduran
  • Rasa tidak nyaman di perut
  • Produksi lendir di hidung dan paru

Pada beberapa coklat terkadang juga mengandung kacang. Orang yang memiliki alergi terhadap kacang bisa mengalami gejala seperti reaksi di kulit seperti ruam, gatal, dan eksim, gangguan saluran cerna seperti nyeri perut, kram perut, kembung, dan begah, serta gejala asma seperti sesak atau batuk.

Untuk mencegah terjadinya alergi coklat, selain menghindari mengonsumsi coklat, Anda juga harus membaca label produk makanan dan minuman terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. Pastikan didalamnya tidak mengandung coklat.

Tidak hanya itu, penderita alergi coklat juga disarankan untuk melakukan tes alergi untuk memastikan apakah Anda memiliki pencetus alergi lainnya selain coklat atau tidak. Jika terjadi komplikasi, maka kasus alergi bisa terjadi hebat dan mengancam jiwa.

Tips Pakai Lensa Kontak yang Aman untuk Penderita Alergi Mata

Tips Pakai Lensa Kontak yang Aman utnuk Penderita Alergi Mata,- pengobatanalergi.com – Lensa kontak termasuk salah satu pilihan alternatif yang biasanya dipilih untuk membantu penglihatan sekaligus mempercantik mata. Lensa merupakan salah satu peralatan medis yang paling aman jika digunakan secara bertanggungjawab.

Akan tetapi, bagi mereka yang memiliki alergi mata sering kali merasa ragu ketika ingin menggunakan lensa kontak. Tanpa menggunakan lensa kontak saja alergi mata bisa menyebabkan mata terasa gatal, berair, bahkan hingga bengkak. Kondisi ini tentu akan semakin parah jika Anda menggunakan lensa kontak pada kornea mata yang sensitif.

Jadi, apakah ada cara aman yang bisa dilakukan agar penderita alergi bisa menggunakan lensa kontak ? Tentu saja. Simak uraian berikut untuk informasi lengkapnya !

Tips Pakai Lensa Kontak

Tips Aman Gunakan Lensa Kontak utnuk Penderita Alergi Mata

Alergi mata dikenal juga sebagai alergi konjungtivitis, dimana reaksi alergi ini bisa timbul jika mata terkena berbagai faktor penyebab alergi yang menyebar di udara, seperti debu, bulu binatang, asap, serbuk sari, parfum, atau bahkan serpihan makanan.

Menggunakan lensa kontak saat alergi mata kambuh tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan pada penderitanya. Bahkan, hal ini bisa membuat mata terasa gatal, memerah, berair, hingga bengkak.

Walaupun begitu, bukan berarti Anda harus menghindari penggunaan lensa kontak. Berikut ini merupakan tips pakai lensa kontak yang aman untuk penderita alergi mata yang bisa dilakukan, yaitu diantaranya :

  • Ganti dengan lensa kontak sekali pakai

Jika Anda terbiasa menggunakan lensa kontak yang bisa digunakan selama beberapa bulan, sebaiknya mulai beralih ke lensa kontak sekali pakai. Umumnya lensa kontak sekali pakai lebih aman bagi penderita alergi.

Lensa kontak semi-permanen membuka kesempatan bagi alergen menempel pada permukaan lensa kontak. Semakin lama dibiarkan menumpuk, maka semakin besar pula kemungkinan alergi kambuh dan memicu iritasi pada mata.

Akan tetapi, jika Anda menggunakan lensa kontak sekali pakai, maka mata akan lebih terlindungi dari paparan zat pemicu alergi. Pasalnya, setelah digunakan selama beberapa jam, Anda hanya tinggal membuangnya bersama dengan semua alergen yang menempel. Dengan begitu, maka mata akan lebih aman dan sehat.

  • Bersihkan lensa kontak sesering mungkin

Membersihkan lensa kontak secara rutin bisa membuatnya terbebas dari alergen. Namun sebelumnya perhatikan terlebih dahulu jenis larutan pembersih yang Anda gunakan.

Sebagian orang memiliki alergi terhadap kandungan pengawet yang ada pada cairan disinfektan. Oleh karena itu, gunakan cairan disinfektan bebas pengawet untuk menghindari kemungkinan timbulnya reaksi alergi.

Jangan ragu untuk menggunakan cairan disinfektan yang sedikir lebih mahal, yang terpenting aman untuk Anda gunakan. Mintalah bantuan dokter untuk menentukan jenis cairan disinfektan yang aman dan tidak memicu alergi mata.

  • Gunakan kacamata

Alergen seperti sebuk sari dan debu akan lebih mudah menempel pada permukaan lensa kontak yang tipis. Jika Anda sudah mulai tidak tahan dengan reaksi alergi yang ditimbulkan, maka tidak ada salahnya untuk menggunakan kacamata sesekali.

Selain menghindari reaksi alergi, menggunakan kacamata juga dapat memberikan kesempatan bagi mata untuk beristirahat dari tempelan lensa kontak setiap hari.

  • Jaga kelembaban mata

Umumnya alergen yang menyerang mata membuat mata menjadi kering. Jika terus dibiarkan, maka hal ini bisa membuat alergi mata semakin parah, terlebih lagi jika Anda langsung menggunakan lensa kontak pada saat yang bersamaan.

Sebagai solusinya, pastikan kondisi mata tetap lembap sepanjang hari. Anda bisa menggunakan bantuan air mata buatan atau obat tetes mata untuk membantu membilas alergen dan meredakan iritasi yang timbul pada mata.

Air mata buatan umumnya dijual bebas di pasaran dan bisa dibeli tanpa harus menggunakan resep. Anda bisa menggunakan air mata buatan ini sesering mungkin, bahkan jika diperlukan bisa digunakan 2 jam sekali. Semakin sering air mata buatan digunakan, maka semakin kecil pula kemungkinan alergen dapat menempel ke permukaan lensa kontak.

  • Kompres mata

Ketika mata merah dan bengkak, jangan pernah sekali-kali menggosoknya. Kebiasaan mengucek mata justru bisa menyebabkan alergen menyebar dan memperparah kondisi peradangan di sekitar mata.

Agar lebih aman, kompres mata dengan air dingin untuk membantu meredakan peradangan pada mata. Anda juga bisa meletakkan air mata buatan di dalam kulkas sebelum menggunakannya bersama lensa kontak. Dengan begitu, maka mata akan lebih terasa dingin sekaligus dapat membantu meredakan mata merah.

  • Lakukan pemeriksaan ke dokter mata secara rutin

Meskipun gejala alergi mata sudah berkurang, Anda herus tetap memeriksakan kondisi kesehatan mata secara rutin. Dokter mungkin akan meresepkan beberapa obat tetes mata yang lebih ampuh untuk membantu mengurangi gejala alergi yang timbul.

Selain itu, konsultasikan juga jenis lensa kontak yang Anda gunakan saat ini. Pasalnya bisa jadi lensa kontak yang Anda gunakan tidak lagi aman untuk kesehatan mata Anda. Semoga bermanfaat.

Perawatan yang Tepat untuk Mencegah Alergi Kewanitaan

Perawatan yang Tepat untuk Mencegah Alergi Kewanitaan,- Selain pada tangan atua badan, reaksi alergi juga bisa timbul di daerah kewanitaan. Terdapat banyak faktor yang bisa menyebabkan timbulnya reaksi alergi di daerah kewanitaan, seperti diantaranya hubungan seksual, kebersihan organ intim, atau produk-produk tertentu yang mengandung zat penyebab alergi.

Sama halnya dengan kulit bagian tubuh lainnya, kulit di sekitar vagina juga bisa mengalami alergi. Alergi akan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat-zat tertentu (alergen). Alergi ini bisa menyebabkan vulvitis, vagina gatal, kemerahan, iritasi, dan timbul rasa perih di sekitar organ kewanitaan.

Perawatan yang Tepat untuk Mencegah Alergi Kewanitaan

Menjaga kebersihan daerah kewanitaan dan perawatan organ intim wanita yang tepat merupakan salah satu langkah jitu untuk menjaga kesehatan dan kebersihan vagina serta mencegah timbulnya berbagai masalah pada organ kewanitaan.

Merawat dan menjaga kebersihan serta kesehatan organ intim wanita harus dilakukan dengan rutin dan harus didukung dengan penerapan pola hidup sehat. Selain itu, berikut ini merupakan beberapa cara perawatan yang tepat untuk mencegah alergi kewanitaan yang bisa dilakukan :

  • Menghindari faktor penyebab alergi dan iritasi

Untuk mencegah timbulnya alergi di daerah kewanitaan, hindari zat-zat yang bisa menyebabkan alergi, seperti tidak menggunakan tisu toilet atau sabun pembersih dengan wewangian. Selain itu, hindari juga menggunakan pakaian yang terlalu ketat dan gunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun agar dapat menyerap keringat dan nyaman digunakan.

  • Produk hipoalergenik

Terdapat berbagai jenis produk pembersih kewanitaan yang beredar di pasaran, namun sebagian diantaranya mengandung bahan kimia yang memicu alergi. Untuk meminimalkan reaksi alergi ini, pilihlah sabun atau produk kewanitaan yang berlabel hipoalergenik.

Produk hipoalergenik baik digunakan untuk kulit sensitif dan kulit normal, karena diklaim dapat membantu mengurangi risiko alergi dibandingkan dengan produk biasa. Penggunaan produk hipoalergenik bukan berarti 100% bebas dari risiko alergi, tetapi reaksi yang terjadi pada kulit yang sangat sensitif terhadap bahan tertentu dapat dibatasi hingga sangat minimal.

Agar lebih aman digunakan, sebelum digunakan, disarankan untuk melakukan pengujian produk. Caranya yaitu dengan mengaplikasikannya di kulit lengan dan perhatikan apakah terjadi reaksi alergi atau tidak. Jika timbul reaksi alergi, maka jangan gunakan produk tersebut.

  • Produk dengan kandungan kolagen

Salah satu manfaat kolagen yang paling populer adalah menjaga elastisitas kulit, menjaga kulit agar tetap sehat, serta mencegah keriput dan kekeringan pada kulit.

  • Sabun pembersih tanpa wewangian dan antiseptik

Jika Anda ingin menggunakan sabun pembersih kewanitaan, gunakanlah produk yang lembut, ringan, dan tanpa wewangian. Hal ini disebabkan karena penggunaan sabun yang menggunakan pewangi dan antiseptik dapat menyebabkan iritasi serta memngaruhi keseimbangan pH dan membunuh bakteri baik di dalam vagina. Ketika hal ini terjadi, maka vagina akan rentan mengalami infeksi.

  • Produk dengan Lactobacillus

Produk kewanitaan dengan formula yang mengandung Lactobacillus juga bisa digunakan. Lactobacillus merupakan bakteri baik yang hidup di vagina, yang menjaga keseimbangan pH vagina dan mencegah timbulnya bakteri penyebab vaginosis bakterialis, infeksi jamur, dan keputihan yang tidak normal.

  • Mengandung bahan alami

Salah satu bahan alami yang sering digunakan adalah lidah buaya atau aloe vera. Tanaman ini dikenal memiliki khasiat untuk kesehatan kulit dan kaya akan kandungan enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida, serta zat lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aloe vera baik untuk menjaga kelembapan kulit, juga dapat mengatasi berbagai masalah kulit, seperti psoriasis, dermatitis seboroik, luka bakar ringan, dan lecet pada kulit.

 

Baca juga :

6 Hal yang Menjadi Pemicu Alergi Seks
Obat Gatal Akibat Alergi Pembalut
Gejala Alergi Kondom

Tips Mengatasi Alergi Wajah Karena Makeup dengan Makeup

Tips Mengatasi Alergi Wajah Karena Makeup dengan Makeup,- Wanita memang tidak bisa lepas dari makeup. Sebagian besar wanita mungkin Anda juga termasuk salah satunya tidak akan percaya diri keluar ruamh tanpa menggunakan makeup. Bahkan, kemanapun Anda pergi, kantung makeup pasti selalu ada di dalam tas.

Namun, bagi Anda yang memiliki kulit sensitif, makeup yang mengandung bahan-bahan tertentu mungkin bisa menyebabkan alergi. Setipa kulit wanita memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap produk perawatan kulit atau makeup tertentu.

Untuk beberapa wanita, beberapa makeup tertentu bisa memicu alergi dan efek samping berupa ruam-ruam, kulit kering, berjerawat, bahkan terasa terbakar untuk kulit sensitif. Beberapa wanita yang mengalami alergi pada kulit wajah mungkin akan segera memutuskan untuk pergi ke klinik kecantikan atau dokter kulit untuk mengobati kulit mereka. Namun, kenyataannya tidak semua wanita memiliki cukup biaya untuk mengobati alergi kulit mereka dengan obat dari klinik kecantikan atau dokter kulit, mengingat biayanya yang cukup besar.

Walaupun begitu, Anda sebaiknya tidak membiarkan alergi kulit karena makeup begitu saja. Selain dengan melakukan perawatan di klinik kecantikan atau dokter kulit, Anda juga bisa mengatasi alergi dengan cara menggunakan makeup. Bagaimana caranya ?

Berikut ini merupakan beberapa tips mengatasi alergi wajah karena makeup dengan makeup yang bisa dilakukan, yaitu diantaranya :

Kompres wajah sebelum menggunakan makeup

Sebelum menggunakan makeup, redakan bengkak dengan cara mengompres wajah dengan airhangat agar ruam kemerahan mereda dan wajah lebih baik. Jangan menggunakan makeup apapun agar tidak semakin parah. Anda bisa mengoleskan krim lidah buaya sebelum tidur dan cukup bilas wajah dengan air untuk mengurangi alergi kemerahan sebelum menggunakan makeup.

Gunakan waterproof eye makeup

Ketika mengalami alergi, biasanya kulit akan lebih sensitif, merah-merah dan terasa perih. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan waterproof eye makeup untuk tetap terlihat cantik namun tidak menyentuh bagian wajah lain. Hal ini dapat membantu makeup tak luntur meskipun terjadi reaksi alergi.

Gunakan color corrector

Jika alergi di wajah cukup parah, maak Anda bisa menutupinya sementara dengan menggunakan color corrector. Cara ini bisa membantu Anda untuk meminimalisasi tampilan alergi pada wajah. Rona kemerahan pada kulit akan disamarkan dan ditutup sehingga warna kulit tampak lebih rata.

Baca juga : Cara Mengobati Wajah Bengkak Karena Alergi Secara Alami

Cara Mengobati Wajah Bengkak Karena Alergi Secara Alami

Cara Mengobati Wajah Bengkak Karena Alergi Secara Alami,- Wajah Anda tiba-tiba membengkak dan terasa gatal ? Jangan panik, bengkak pada wajah terutama pada kelopak mata dan bibir bisa jadi merupakan salah satu gejala alergi. Biasanya gejala alergi langsung timbul saat terpapar langsung oleh alergen atau zat penyebab alergi.

Gigitan atau sengatan binatang, obat, komponen tanaman, kacang, bulu binatang, atau makanan laut, bisa menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Bahkan, komponen tersebut bisa menyebabkan reaksi alergi parah, atau disebut juga anafilaksis. Kondisi ini sangat serius dan memerlukan penanganan secepatnya.

Selain pada wajah, pembengkakan juga bisa terjadi pada tenggorokan dan mulut. Biasanya gejala alergi ini diikuti dengan gejala lainnya, seperti diantaranya sulit bernapas dan menelan, detak jantung lemah dan tidak beraturan, pusing, serta ruam.

Reaksi alergi juga biasanya menyebabkan angiodema, yaitu pembengkakan yang mirip dengan urtikaria (bilur berwarna merah dan putih yang terasa gatal), yang terbentuk di dalam lapisan kulit. Umumnya wajah akan bengkak di dekat mata dan mulut.

Untuk mengendalikan gejala tersebut, Anda bisa melakukan beberapa hal, seperti minum obat pereda gatal (antihistamin), menghindari faktor penyebab alergi dan jika perlu kompres hangat, hentikan penggunakan obat (jika ada), dan periksakan diri ke dokter jika kondisi berlanjut atau semakin memburuk.

Selain itu, ada juga cara lain yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi dan mengendalikan gejala alergi pada wajah tersebut, salah satunya dengan memanfaatkan bahan-bahan herbal sebagai langkah pengobatan alergi yang efektif dan aman.

Cara Mengobati Wajah Bengkak Karena Alergi Secara Alami

Ada banyak bahan-bahan herbal yang bisa dimanfaatkan untuk membantu mengobati wakah bengkak karena alergi secara alami, salah satunya yaitu teripang emas. Teripang merupakan salah satu biota laut yang kaya akan kandungan nutrisi sehingga banyak dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional. Bahkan, teripang emas ini telah digunakan oleh nenek moyang sejak dulu.

Untuk membantu mengatasi gejala alergi sendiri, teripang emas ini memiliki kandungan asam amino yang dapat membantu menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan antiseptik yang dimilikinya juga dapat berfungsi sebagai antibakteri, antijamur, serta dapat mencegah timbulnya infeksi. Tidak hanya itu, mengonsumsi teripang atau ekstrak teripang emas secara rutin juga dapat membantu mengurangi rasa sakit dan gatal pada permukaan kulit.

Karena kandungan serta manfaat yang dimilikinya, maka teripang emas ini cukup banyak dicari masyarakat untuk dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Bahkan, kini telah banyak produsen herbal yang menjadikan teripang emas sebagai bahan utamanya.

Diantara banyaknya produk ekstrak teripang emas, QnC Jelly Gamat hadir dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya. Mengapa harus memilih QnC Jelly Gamat untuk membantu mengobati wajah bengkak karena alergi ?

QnC Jelly Gamat merupakan salah satu produk herbal yang dibuat dengan memanfaatkan ekstrak teripang emas sebagai komposisi utamanya dan dikombinasikan dengan bahan alami lainnya, sehingga kandungan dan khasiatnya lebih banyak.

QnC Jelly Gamat diproses secara tradisional dengan dukungan teknologi higienis tanpa campuran bahan kimia obat (BKO) serta tanpa pengawet dan pemanis buatan, sehingga benar-benar aman untuk dikonsumsi, bahkan oleh semua kalangan usia, termasuk ibu hamil dan menyusui.

Disamping itu, QnC Jelly Gamat juga telah teregistrasi Badan POM TR 173301471 dan terdaftar di DEPKES P-IRT No. 109321601291-1229. Juga QnC Jelly Gamat ini telah memiliki lisensi HALAL dari MUI, sehingga 100% aman dan berkualitas.

Itulah beberapa kandungan serta khasiat yang dimiliki oleh QnC Jelly Gamat sebagai salah satu solusi cara mengobati wajah bengkak karena alergi secara alami yang tepat dan aman.

*Disclaimer : Reaksi dan efektifitas produk mungkin berbeda pada setiap individu. Hal ini tergantung pda stadium penyakit, kondisi tubuh, serta dosis dan keteraturan minum. Selain itu, bagi penderita alergi seafood, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi QnC Jelly Gamat.

Keterangan produk :

Nama produk : QnC Jelly Gamat
Komposisi :
Ekstrak Teripang Emas, Sweetener Stevia, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, Ekstrak Buah dan Sayur
Harga : Rp. 155.000,-/botol
Isi : 300 ml
Cara konsumsi : 2 kali 2 sendok makan sehari
*Harga belum termasuk ongkos kirim

Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat dan bisa membantu menjadi solusi terbai untuk mengatasi masalah kesehatan yang Anda alami.

Bagi Anda yang berminat untuk merasakan khasiatnya secara langsung, silahkan klik tautan di bawah ini untuk informasi lengkap cara pemesanan dan daftar harga.

=> Cara Pemesanan QnC Jelly Gamat

Semoga lekas sembuh.

Wajib Baca! Ini Cara Membedakan Henna Palsu dengan Asli

Wajib Baca! Ini Cara Membedakan Henna Palsu dengan Asli,- Henna adalah seni membuat tatto temporary dan pewarnaan permukaan kulit tubuh kita dengan menggunakan ramuan herbal berbagan dasar tumbuhan yang diolah berbentuk pasta henna. Tato henna merupakan salah satu pilihan yang banyak digunaklan oleh wanita.

Henna sendiri merupakan tumbuhan alami yang sering digunakan untuk kosmetik. Banyak yang menyebut henna sebagai innai atau pacar, namun fungsinya tetap sama, yaitu untuk membuat hiasan pada bagian tubuh.

Henna sudah dikenal sejak lebih dari 5.000 tahun lalu di Pakistan, Indoa, Afrika, dan Timur Tengah. Bahkan Cleoparta dalah salah satu wanita terkenal yang menggunakan produk ini untuk mempercantik kulitnya.

Saat ini, tren penggunaan henna sudah semakin luas, tidak hanya digunakan untuk melukis tangan di hari istimewa, henna juga sering digunakan untuk mewarnai kuku dan rambut, atau tato temporer untuk bergaya.

Walaupun banyak orang yang percaya bahwa henna besifat alami dan aman digunakan, sebaiknya Anda harus tetap waspadai sebelum menggunakan tato henna. Terlebih lagi sempat ada pernyataan dari American Academy of Dermatology yang menyebutkan bahwa tato henna bisa menyebabkan timbulnya reaksi alergi. Alergi henna ini disebabkan oleh henna yang telah dicampur dengan bahan kimia berbahaya.

Memang bukan hal yang mudah untuk mengetahui apakah bahan henna yang digunakan adalah bahan yang aman. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahuinya. Berikut ini merupakan cara membedakan henna paslu dengan asli yang perlu diketahui, diantaranya :

*) Warna

Rata-rata warna henna natural adalah reddish-brown, tapi kembali lagi beda orang yang menggunakan bisa beda juga hasil level warnanya. Terlebih lagi jika merek yang digunakan juga berbeda. Berbeda dengan henna natural, henna yang palsu atau berwarna hitam kemungkinan mengandung PDD dan hampir 100% mengandung zat pewarna rambut.

*) Tekstur

Henna alami dikemas dalam bentuk bubuk yang dicairkan dengan sejumlah materi alami untuk menghasilkan warna yang kuat dan tahan lama. Sedangkan henna dalam bentuk cair dapat berisik mudah dicampur dengan bahan kimia berbahaya.

*) Bahan pembuat

Henna natural atau fresh dibuat menggunakan bahan herbal seperti b ubuk henna (lawsonia inermis) diracik dengan air perasan jeruk lemon, essensial oil (minyak lavender, messo), dan gula. Berbeda dengan henna yang berisiko menyebabkan alergi biasanya terbuat dari campuran bahan kimia seperti gel dengan komposisi henna natural lebih sedikit atau mungkin tidak ada sama sekali kemudian dicampur dengan pewarna kimia.

*) Bau

Selain warna dan teksturna, henna yang natural juga bisa diketahui dari baunya. Henna yang alami atau natural, baunya menyeripai jamu, herbal, potongan rumput, atau sejenisnya. Jika baunya menyerupai bahan kimai yang menyengat dan tidak enak, maka bisa dipastikan bahwa henna tersebut palsi dan berbahaya.

*) Jangka waktu henna mengering

Henna alami memerlukan waktu yang lama untuk bisa mengering, sekitar 6-8 jam. Warnanya pun akan semakin terang dan tahan lama sampai mencapai 10 hari. Sedangakn henna yang berbahan kimia akan cepat mengering, dan warna yang dihasilkan akan langsung keluar dalam hitungan menit.

*) Warna yang dihasilkan

Setelah henna alami kering dan rontok, maka akan tersisa warna orange-kuning di kulit. Warna ini akan berubah semakin gelap (beroksidasi) menjadi reddish-brown (coklat kemerahan) dalam waktu 48 jam. Warna akhir ini tergantung pada sifat kimia di kulit/tubuh pengguna, beda orang bisa beda pula level warnanya. Sedangkan warna dari henna yang mengadnung bahan kimia akan tetap berwarna hitam, baik ketika diaplikasikan ataupun setelah rontok.

*) Tes kepekaan kulit

Ini penting dilakukan sebelum menggunakan henna. Pasalnya dengan melakukan tes kulit ini kita bisa mengetahui apakah henna yang akan digunakan menimbulkan reaksi alergi atau tidak. Caranya, tempelkan sedikit henna pada kulit belakang telinga atau tangan. Tunggu samapi 30 menit sampai kering. Lihat reaksinya, jika tidak menimbulkan gejala apapun, maka henna ini aman untuk digunakan. Namun, jika menimbulkan reaksi iritasi atau alergi, gatal-gatal, atau kulit memerah, maka hentikan penggunaan.

 

Artikel terkait :

Pengobatan Alergi Henna
Cara Aman Menggunakan Henna Agar Tak Sebabkan Alergi

Cara Aman Menggunakan Henna Agar Tak Sebabkan Alergi

Cara Aman Menggunakan Henna Agar Tak Sebabkan Alergi,- Bagi sebagian orang, tato merupakan seni yang indah yang ada di bagian tubuh. Risiko rasa sakit dan jaminan kesehatan pada tato permanen membuat sebagian orang lebih memilih untuk menggunakna tato temporer dengan cara pembuatan yang tidak sakit dan aman. Dan henna merupakan salah satu cara untuk membuat tato temporer yang cukup banyak dipilih.

Henna biasanya digunakan untuk mempercantik kulit, terutama dibagian tangan. Henna sendiri merupakan tumbuhan alami yang tidak berbahaya dan sudah sering digunakan sejak zaman Mesir Kuno sebagai bahan kosmetik. Henna juga sering digunakan oleh wanita India di acara khusus seperti pernikahan.

Serbuk dari tumbuhan henna tersebut umumnya berwarna hijau dan akan berubah menjadi merah kecoklatan ketika dicampur dengan air. Sampai tahap ini, henna terbilang aman untuk digunakan. Namun, luka bakar yang dialami oleh anak perempuan usia 7 tahun asal Inggris akibat penggunaan henna sempat membuat penggunanya trauma. Banyak yang bertanya-tanya, benarkah henna memiliki efek samping yang berbahaya ?

Menurut konsultan National Skin Centre Singapura, Dr Suzanne Cheng, persepsi tentang henna selama ini salah. Banyak orang yang menganggap henna itu alami dan organik, maka pasti aman. Namun, mereka tidak menyadar bahwa pengertian itu hanya berlaku bagi henna asli.

Henna asli berasal dari tanaman yang ketika dihancurkan akan menghasilkan warna kejingga-jinggaan pada kulit. Henna ini umumnya tidak akan menimbulkan kerusakan atau dampak pada kulit. Kecuali jika dicampur dengan PPD (paraphenylene-diamine) untuk menghasilkan warna coklat tua atau hitam dan agar henna lebih cepat kering.

PPD sendiri sudah familiar digunakan pada campuran produk cat rambut. Sifatnya biasanya tidak berbahaya, namun bisa menyebabkan alergi bagi beberapa orang. Mereka yang alergi dengan PPD akan mengalami kemerahan pada kulit hingga menimbulkan gatal atau melepuh dalam waktu 24-48 jam bagi mereka yang berkulit sensitif. Kemerahan ini bisa bertahan hingga 2 minggu bahkan pada beberapa kasus, bekasnya baru akan menghilang beberapa bulan setelah henna dibersihkan.

Kondisi alergi henna ini bisa menjadi lebih berat jika penderita menggunakan jenis henna pabrikan kecil yang sering diproduksi dengan menambahkan sejumlah senyawa minyak pelarut yang ternyata akan membuat penderita memiliuki banyak agen alergi.

Agar Anda bisa terhindar dari alergi henna, sebaiknya pastikan terlebih dahulu produk henna yang Anda gunakan tidak mengandung PDD. Agar lebih aman, apliaksikan sedikit henna pada tangamn bagian dalam, atau dibelakang telinga, atau di samping leher selama 48-72 jam. Jika timbul reaksi berupa kemerahan, bersisik, atau gatal selama 72 jam, maka kemungkinan Anda alergi dengan produk tersebut.

Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi gejala alergi henna, salah satunya yaitu dengan mengoleskan salep kortisol pada area yang terkena iritasi. Akan lebih baik jika segera diatasi dengan salep kortisol tepat ketika rasa gatal mulai muncul dan tanda merah mulai timbul untuk mencegah agar kulit tidak semakin teriritasi.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan obat alergi henna yang telah diresepka dokter ataupun memanfaatkan bahan alami yang direkomendasikan untuk membantu meredakan inflamasi atau gejala alergi henna yang timbul.

Lukisan henna memang menarik dan memikat, namun Anda harus tetap waspada terhadap risiko yang mungkin terjadi. Pastikan Anda melakukan uji alergi sebelum menggunakan jenis henna pabrikan. Ini dapat membantu Anda terhindar dari alergi henna, dan penampilan yang menarik pun tidak akan terganggu karena alergi kulit.

Cara Mencegah Alergi Sebelum Kambuh Menurut Ilmuwan

Cara Mencegah Alergi Sebelum Kambuh Menurut Ilmuwan,- Bagi penderita alergi, tentu harus menghindari berbagai faktor yang bisa memicu timbulnya reaksi alergi. Ketika tubuh menunjukkan gejala alergi, seperti akibat debu atau makanan tertentu, itu akan menjadi hal yang sangat menyebalkan.

Hal inilah yang memicu penelitian asal Universitas Aarhus, Denmark untuk menghentikan reaksi alergi yang umum terjadi. Melalui hasil penelitian yang diterbitkan di Nature Communications, tim peneliti menemukan bahwa antibodi bisa menjadi jawabannya.

Mereka menyebutkan jika antibodi dapat mencegah alergi sebelum hal tersebut menyebar lebih luas. Peneliti berharap ini bisa mengubah hidup banyak orang.

Sebelum menemukan kesimpulan tersebut, peneliti telah mempelajari antibodi alergi manusia (IgE) yang menempel pada sel. IgE merupakan penyebab alergi karena memicu produksi histamin yang merupakan inti dari reaksi alergi. Para peneliti melihat mekanisme biokimia yang menghubungkan IgE dengan sel efektor (sel yang menanggapi rangsangan) dan menemukan bahwa antibodi lain dapat menggantikan posisi IgE yang menempel dalam kondisi tertentu.

Ketika tes laboratorium, peneliti menggunakan sampel darah pasien yang alergi terhadap serbuk racun serangga. Kemudian mereka memulai reaksi alergi sambil memberikan antibodi lain. Dalam 15 menit, antibodi ini berhasil mencegah interaksi antara molekul alergi dan sel imun.

“Begitu IgE pada sel kekebalan tubuh dapat dihilangkan, tidak masalah tubuh menghasilkan jutaan molekul IgE alergen. Asal kita bisa menghilangkan pemicu, reaksi alergi dan gejalanya tidak akan terjadi,” kata Profesor Edzard Spillner dilansir dari IFL Science

Para peneliti percaya cara ini juga dapat diterapkan pada jenis alergi lainnya. Menariknya, peneliti menemukan bahwa antibodi lain ini berukuran lebih kecil dari antibodi yang saat ini digunakan dalam pengobatan alergi.

Menurut rekan peneliti Edzard Spillner, ini merupakan antibodi domain tunggal yang mudah diproduksi dengan menggunakan mikroorganisme saja. Antibodi ini sangat stabil dan bisa menjadi peluang baru untuk digunakan pasien.

Mereka menambahkan penggunaan antibodi tidak harus disuntikkan, tetapi juga bisa ditelan atau dihidurp yang lebih mudah dilakukan penderita alergi. Meskipun demikian, percobaan lanjutan masih perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pendekatan tersebut efektif dan aman bagi manusia.

Cara Alternatif Mengatasi Alergi dengan Pengobatan Mandiri

Cara Alternatif Mengatasi Alergi dengan Pengobatan Mandiri,- Alergi bisa terjadi pada siapapun dan kapanpun. Alergi yang timbul bisa berupa bersin-bersin, mata berair, batuk, sulit bernapas, ataupun gatal-gatal. Kondisi alergi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal dan tidak bisa dihindari jika Anda belum menemukan penyebabnya, seperti dingin atau debu. Untuk menghindarinya, maka Anda perlu mengetahui dan menghindari penyebabnya.

Tapi, bagaimana jika penyebab alergi sulit dihindari dan sudah terlanjur mengalami alergi ?

Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan pengobatan sendiri atau bisa disebut juga dengan pengobatan mandiri atau swamedikasi. Swamedikasi adalah cara mengatasi alergi dengan cara mengobati diri sendiri terhadap keluhan-keluhan dan penyakti ringan yang sering dialami masyarakan.

Pemilihan obat untuk swamedikasi disesuaikan gejala dengan keluhan dan penyakit yang dialami. Pilihan obat alergi untuk swamedikasi yang bisa digunakan yaitu diantaranya CTM (chlorpheniramine maleat) dan diphenhydramine, yang termasuk obat bebas dan obat bebas terbatas yang bisa dibeli di supermarket, toko obat, ataupun apotek. Namun, untuk pengobatan mandiri untuk mengatasi alergi dengan menggunakan Cetirizine, Anda bisa membelinya secara ebas di apotek namun dengan syarat tertentu.

Perlu diketahui, menurut SK Menkes No, 1176 tahun 1999, Cetirizine hanya bisa dibeli bebas di apotek jika merupakan pengulangan dari resep dokter, dan terbatas hanay 10 tablet. Sedangkan untuk obat jenis Loratadine, Anda tidak dapat membelinya secara bebas di apotek kecuali dengan resep dokter.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menggunakan Obat untuk Pengobatan Mandiri

Setelah mengetahui jenis obat apa saja yang bisa digunakan untuk pengobatan swamedikasi, juga terdapat beberapa hal yang perlu diketahui dalam menggunakan obat-obatan ini, diantaranya :

  1. Perhatikan kondisi khusus seperti sedang hamil atau menyusui, akan memberikan obat alergi ini pada bayi, seorang lansia, penderita diabetes, hipertensi, dan penyakit kronis lainnya, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui dosis yang tepat.
  2. Pertimbangan pengalaman alergi pada obat tertentu (jika ada).
  3. Hindari dosis melebihi yang dianjurkan, selalu lihat kembali dosis yang diperlukan.
  4. Hindari penggunaan bersama dengan minuman beralkohol atau obat tidur.
  5. Selalu perhatikan nama obat, zat berkhasiat, kegunaan, cara penggunaan, efek samping, dan interaksi obat yang dapat dibaca pada etiket atau brosur.

Hal utama yang perlu diperhatikan mengenai cara mengatasi alergi dengan pengobatan mandiri dengan anti alergi adalah kebanyakan obat anti alergi menyebabkan kantuk. Pada kondisi tertentu ini dapat menjadi efek samping yang positif karena akan membantu mengistirahatkan tubuh. Namun, jika harus tetap beraktivitas setelah minum obat, maka sangat disarankan untuk tidak mengemudi, mengoperasikan alat berat, ataupun melakukan pekerjaan yang memerlukan konsentrasi penuh karena bisa menimbulkan bahaya.

Jika Anda tidak mengharapkan adanya efek tersebut, terdapat obat anti alergi generai terbaru yang memiliki efek mengantuk yang minumal bahkan tidak ada sama sekali. salah satunya Loratadine. Namun, obat tersebut hanya bisa dibeli dengan resep dokter.

Baca juga : Solusi Obat Herbal Ruam di Wajah Karena Alergi