Tips Mengatasi Alergi Wajah Karena Makeup dengan Makeup

Tips Mengatasi Alergi Wajah Karena Makeup dengan Makeup,- Wanita memang tidak bisa lepas dari makeup. Sebagian besar wanita mungkin Anda juga termasuk salah satunya tidak akan percaya diri keluar ruamh tanpa menggunakan makeup. Bahkan, kemanapun Anda pergi, kantung makeup pasti selalu ada di dalam tas.

Namun, bagi Anda yang memiliki kulit sensitif, makeup yang mengandung bahan-bahan tertentu mungkin bisa menyebabkan alergi. Setipa kulit wanita memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap produk perawatan kulit atau makeup tertentu.

Untuk beberapa wanita, beberapa makeup tertentu bisa memicu alergi dan efek samping berupa ruam-ruam, kulit kering, berjerawat, bahkan terasa terbakar untuk kulit sensitif. Beberapa wanita yang mengalami alergi pada kulit wajah mungkin akan segera memutuskan untuk pergi ke klinik kecantikan atau dokter kulit untuk mengobati kulit mereka. Namun, kenyataannya tidak semua wanita memiliki cukup biaya untuk mengobati alergi kulit mereka dengan obat dari klinik kecantikan atau dokter kulit, mengingat biayanya yang cukup besar.

Walaupun begitu, Anda sebaiknya tidak membiarkan alergi kulit karena makeup begitu saja. Selain dengan melakukan perawatan di klinik kecantikan atau dokter kulit, Anda juga bisa mengatasi alergi dengan cara menggunakan makeup. Bagaimana caranya ?

Berikut ini merupakan beberapa tips mengatasi alergi wajah karena makeup dengan makeup yang bisa dilakukan, yaitu diantaranya :

Kompres wajah sebelum menggunakan makeup

Sebelum menggunakan makeup, redakan bengkak dengan cara mengompres wajah dengan airhangat agar ruam kemerahan mereda dan wajah lebih baik. Jangan menggunakan makeup apapun agar tidak semakin parah. Anda bisa mengoleskan krim lidah buaya sebelum tidur dan cukup bilas wajah dengan air untuk mengurangi alergi kemerahan sebelum menggunakan makeup.

Gunakan waterproof eye makeup

Ketika mengalami alergi, biasanya kulit akan lebih sensitif, merah-merah dan terasa perih. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan waterproof eye makeup untuk tetap terlihat cantik namun tidak menyentuh bagian wajah lain. Hal ini dapat membantu makeup tak luntur meskipun terjadi reaksi alergi.

Gunakan color corrector

Jika alergi di wajah cukup parah, maak Anda bisa menutupinya sementara dengan menggunakan color corrector. Cara ini bisa membantu Anda untuk meminimalisasi tampilan alergi pada wajah. Rona kemerahan pada kulit akan disamarkan dan ditutup sehingga warna kulit tampak lebih rata.

Baca juga : Cara Mengobati Wajah Bengkak Karena Alergi Secara Alami

Cara Mengobati Wajah Bengkak Karena Alergi Secara Alami

Cara Mengobati Wajah Bengkak Karena Alergi Secara Alami,- Wajah Anda tiba-tiba membengkak dan terasa gatal ? Jangan panik, bengkak pada wajah terutama pada kelopak mata dan bibir bisa jadi merupakan salah satu gejala alergi. Biasanya gejala alergi langsung timbul saat terpapar langsung oleh alergen atau zat penyebab alergi.

Gigitan atau sengatan binatang, obat, komponen tanaman, kacang, bulu binatang, atau makanan laut, bisa menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Bahkan, komponen tersebut bisa menyebabkan reaksi alergi parah, atau disebut juga anafilaksis. Kondisi ini sangat serius dan memerlukan penanganan secepatnya.

Selain pada wajah, pembengkakan juga bisa terjadi pada tenggorokan dan mulut. Biasanya gejala alergi ini diikuti dengan gejala lainnya, seperti diantaranya sulit bernapas dan menelan, detak jantung lemah dan tidak beraturan, pusing, serta ruam.

Reaksi alergi juga biasanya menyebabkan angiodema, yaitu pembengkakan yang mirip dengan urtikaria (bilur berwarna merah dan putih yang terasa gatal), yang terbentuk di dalam lapisan kulit. Umumnya wajah akan bengkak di dekat mata dan mulut.

Untuk mengendalikan gejala tersebut, Anda bisa melakukan beberapa hal, seperti minum obat pereda gatal (antihistamin), menghindari faktor penyebab alergi dan jika perlu kompres hangat, hentikan penggunakan obat (jika ada), dan periksakan diri ke dokter jika kondisi berlanjut atau semakin memburuk.

Selain itu, ada juga cara lain yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi dan mengendalikan gejala alergi pada wajah tersebut, salah satunya dengan memanfaatkan bahan-bahan herbal sebagai langkah pengobatan alergi yang efektif dan aman.

Cara Mengobati Wajah Bengkak Karena Alergi Secara Alami

Ada banyak bahan-bahan herbal yang bisa dimanfaatkan untuk membantu mengobati wakah bengkak karena alergi secara alami, salah satunya yaitu teripang emas. Teripang merupakan salah satu biota laut yang kaya akan kandungan nutrisi sehingga banyak dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional. Bahkan, teripang emas ini telah digunakan oleh nenek moyang sejak dulu.

Untuk membantu mengatasi gejala alergi sendiri, teripang emas ini memiliki kandungan asam amino yang dapat membantu menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan antiseptik yang dimilikinya juga dapat berfungsi sebagai antibakteri, antijamur, serta dapat mencegah timbulnya infeksi. Tidak hanya itu, mengonsumsi teripang atau ekstrak teripang emas secara rutin juga dapat membantu mengurangi rasa sakit dan gatal pada permukaan kulit.

Karena kandungan serta manfaat yang dimilikinya, maka teripang emas ini cukup banyak dicari masyarakat untuk dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Bahkan, kini telah banyak produsen herbal yang menjadikan teripang emas sebagai bahan utamanya.

Diantara banyaknya produk ekstrak teripang emas, QnC Jelly Gamat hadir dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya. Mengapa harus memilih QnC Jelly Gamat untuk membantu mengobati wajah bengkak karena alergi ?

QnC Jelly Gamat merupakan salah satu produk herbal yang dibuat dengan memanfaatkan ekstrak teripang emas sebagai komposisi utamanya dan dikombinasikan dengan bahan alami lainnya, sehingga kandungan dan khasiatnya lebih banyak.

QnC Jelly Gamat diproses secara tradisional dengan dukungan teknologi higienis tanpa campuran bahan kimia obat (BKO) serta tanpa pengawet dan pemanis buatan, sehingga benar-benar aman untuk dikonsumsi, bahkan oleh semua kalangan usia, termasuk ibu hamil dan menyusui.

Disamping itu, QnC Jelly Gamat juga telah teregistrasi Badan POM TR 173301471 dan terdaftar di DEPKES P-IRT No. 109321601291-1229. Juga QnC Jelly Gamat ini telah memiliki lisensi HALAL dari MUI, sehingga 100% aman dan berkualitas.

Itulah beberapa kandungan serta khasiat yang dimiliki oleh QnC Jelly Gamat sebagai salah satu solusi cara mengobati wajah bengkak karena alergi secara alami yang tepat dan aman.

*Disclaimer : Reaksi dan efektifitas produk mungkin berbeda pada setiap individu. Hal ini tergantung pda stadium penyakit, kondisi tubuh, serta dosis dan keteraturan minum. Selain itu, bagi penderita alergi seafood, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi QnC Jelly Gamat.

Keterangan produk :

Nama produk : QnC Jelly Gamat
Komposisi :
Ekstrak Teripang Emas, Sweetener Stevia, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, Ekstrak Buah dan Sayur
Harga : Rp. 155.000,-/botol
Isi : 300 ml
Cara konsumsi : 2 kali 2 sendok makan sehari
*Harga belum termasuk ongkos kirim

Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat dan bisa membantu menjadi solusi terbai untuk mengatasi masalah kesehatan yang Anda alami.

Bagi Anda yang berminat untuk merasakan khasiatnya secara langsung, silahkan klik tautan di bawah ini untuk informasi lengkap cara pemesanan dan daftar harga.

=> Cara Pemesanan QnC Jelly Gamat

Semoga lekas sembuh.

Wajib Baca! Ini Cara Membedakan Henna Palsu dengan Asli

Wajib Baca! Ini Cara Membedakan Henna Palsu dengan Asli,- Henna adalah seni membuat tatto temporary dan pewarnaan permukaan kulit tubuh kita dengan menggunakan ramuan herbal berbagan dasar tumbuhan yang diolah berbentuk pasta henna. Tato henna merupakan salah satu pilihan yang banyak digunaklan oleh wanita.

Henna sendiri merupakan tumbuhan alami yang sering digunakan untuk kosmetik. Banyak yang menyebut henna sebagai innai atau pacar, namun fungsinya tetap sama, yaitu untuk membuat hiasan pada bagian tubuh.

Henna sudah dikenal sejak lebih dari 5.000 tahun lalu di Pakistan, Indoa, Afrika, dan Timur Tengah. Bahkan Cleoparta dalah salah satu wanita terkenal yang menggunakan produk ini untuk mempercantik kulitnya.

Saat ini, tren penggunaan henna sudah semakin luas, tidak hanya digunakan untuk melukis tangan di hari istimewa, henna juga sering digunakan untuk mewarnai kuku dan rambut, atau tato temporer untuk bergaya.

Walaupun banyak orang yang percaya bahwa henna besifat alami dan aman digunakan, sebaiknya Anda harus tetap waspadai sebelum menggunakan tato henna. Terlebih lagi sempat ada pernyataan dari American Academy of Dermatology yang menyebutkan bahwa tato henna bisa menyebabkan timbulnya reaksi alergi. Alergi henna ini disebabkan oleh henna yang telah dicampur dengan bahan kimia berbahaya.

Memang bukan hal yang mudah untuk mengetahui apakah bahan henna yang digunakan adalah bahan yang aman. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahuinya. Berikut ini merupakan cara membedakan henna paslu dengan asli yang perlu diketahui, diantaranya :

*) Warna

Rata-rata warna henna natural adalah reddish-brown, tapi kembali lagi beda orang yang menggunakan bisa beda juga hasil level warnanya. Terlebih lagi jika merek yang digunakan juga berbeda. Berbeda dengan henna natural, henna yang palsu atau berwarna hitam kemungkinan mengandung PDD dan hampir 100% mengandung zat pewarna rambut.

*) Tekstur

Henna alami dikemas dalam bentuk bubuk yang dicairkan dengan sejumlah materi alami untuk menghasilkan warna yang kuat dan tahan lama. Sedangkan henna dalam bentuk cair dapat berisik mudah dicampur dengan bahan kimia berbahaya.

*) Bahan pembuat

Henna natural atau fresh dibuat menggunakan bahan herbal seperti b ubuk henna (lawsonia inermis) diracik dengan air perasan jeruk lemon, essensial oil (minyak lavender, messo), dan gula. Berbeda dengan henna yang berisiko menyebabkan alergi biasanya terbuat dari campuran bahan kimia seperti gel dengan komposisi henna natural lebih sedikit atau mungkin tidak ada sama sekali kemudian dicampur dengan pewarna kimia.

*) Bau

Selain warna dan teksturna, henna yang natural juga bisa diketahui dari baunya. Henna yang alami atau natural, baunya menyeripai jamu, herbal, potongan rumput, atau sejenisnya. Jika baunya menyerupai bahan kimai yang menyengat dan tidak enak, maka bisa dipastikan bahwa henna tersebut palsi dan berbahaya.

*) Jangka waktu henna mengering

Henna alami memerlukan waktu yang lama untuk bisa mengering, sekitar 6-8 jam. Warnanya pun akan semakin terang dan tahan lama sampai mencapai 10 hari. Sedangakn henna yang berbahan kimia akan cepat mengering, dan warna yang dihasilkan akan langsung keluar dalam hitungan menit.

*) Warna yang dihasilkan

Setelah henna alami kering dan rontok, maka akan tersisa warna orange-kuning di kulit. Warna ini akan berubah semakin gelap (beroksidasi) menjadi reddish-brown (coklat kemerahan) dalam waktu 48 jam. Warna akhir ini tergantung pada sifat kimia di kulit/tubuh pengguna, beda orang bisa beda pula level warnanya. Sedangkan warna dari henna yang mengadnung bahan kimia akan tetap berwarna hitam, baik ketika diaplikasikan ataupun setelah rontok.

*) Tes kepekaan kulit

Ini penting dilakukan sebelum menggunakan henna. Pasalnya dengan melakukan tes kulit ini kita bisa mengetahui apakah henna yang akan digunakan menimbulkan reaksi alergi atau tidak. Caranya, tempelkan sedikit henna pada kulit belakang telinga atau tangan. Tunggu samapi 30 menit sampai kering. Lihat reaksinya, jika tidak menimbulkan gejala apapun, maka henna ini aman untuk digunakan. Namun, jika menimbulkan reaksi iritasi atau alergi, gatal-gatal, atau kulit memerah, maka hentikan penggunaan.

 

Artikel terkait :

Pengobatan Alergi Henna
Cara Aman Menggunakan Henna Agar Tak Sebabkan Alergi

Cara Aman Menggunakan Henna Agar Tak Sebabkan Alergi

Cara Aman Menggunakan Henna Agar Tak Sebabkan Alergi,- Bagi sebagian orang, tato merupakan seni yang indah yang ada di bagian tubuh. Risiko rasa sakit dan jaminan kesehatan pada tato permanen membuat sebagian orang lebih memilih untuk menggunakna tato temporer dengan cara pembuatan yang tidak sakit dan aman. Dan henna merupakan salah satu cara untuk membuat tato temporer yang cukup banyak dipilih.

Henna biasanya digunakan untuk mempercantik kulit, terutama dibagian tangan. Henna sendiri merupakan tumbuhan alami yang tidak berbahaya dan sudah sering digunakan sejak zaman Mesir Kuno sebagai bahan kosmetik. Henna juga sering digunakan oleh wanita India di acara khusus seperti pernikahan.

Serbuk dari tumbuhan henna tersebut umumnya berwarna hijau dan akan berubah menjadi merah kecoklatan ketika dicampur dengan air. Sampai tahap ini, henna terbilang aman untuk digunakan. Namun, luka bakar yang dialami oleh anak perempuan usia 7 tahun asal Inggris akibat penggunaan henna sempat membuat penggunanya trauma. Banyak yang bertanya-tanya, benarkah henna memiliki efek samping yang berbahaya ?

Menurut konsultan National Skin Centre Singapura, Dr Suzanne Cheng, persepsi tentang henna selama ini salah. Banyak orang yang menganggap henna itu alami dan organik, maka pasti aman. Namun, mereka tidak menyadar bahwa pengertian itu hanya berlaku bagi henna asli.

Henna asli berasal dari tanaman yang ketika dihancurkan akan menghasilkan warna kejingga-jinggaan pada kulit. Henna ini umumnya tidak akan menimbulkan kerusakan atau dampak pada kulit. Kecuali jika dicampur dengan PPD (paraphenylene-diamine) untuk menghasilkan warna coklat tua atau hitam dan agar henna lebih cepat kering.

PPD sendiri sudah familiar digunakan pada campuran produk cat rambut. Sifatnya biasanya tidak berbahaya, namun bisa menyebabkan alergi bagi beberapa orang. Mereka yang alergi dengan PPD akan mengalami kemerahan pada kulit hingga menimbulkan gatal atau melepuh dalam waktu 24-48 jam bagi mereka yang berkulit sensitif. Kemerahan ini bisa bertahan hingga 2 minggu bahkan pada beberapa kasus, bekasnya baru akan menghilang beberapa bulan setelah henna dibersihkan.

Kondisi alergi henna ini bisa menjadi lebih berat jika penderita menggunakan jenis henna pabrikan kecil yang sering diproduksi dengan menambahkan sejumlah senyawa minyak pelarut yang ternyata akan membuat penderita memiliuki banyak agen alergi.

Agar Anda bisa terhindar dari alergi henna, sebaiknya pastikan terlebih dahulu produk henna yang Anda gunakan tidak mengandung PDD. Agar lebih aman, apliaksikan sedikit henna pada tangamn bagian dalam, atau dibelakang telinga, atau di samping leher selama 48-72 jam. Jika timbul reaksi berupa kemerahan, bersisik, atau gatal selama 72 jam, maka kemungkinan Anda alergi dengan produk tersebut.

Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi gejala alergi henna, salah satunya yaitu dengan mengoleskan salep kortisol pada area yang terkena iritasi. Akan lebih baik jika segera diatasi dengan salep kortisol tepat ketika rasa gatal mulai muncul dan tanda merah mulai timbul untuk mencegah agar kulit tidak semakin teriritasi.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan obat alergi henna yang telah diresepka dokter ataupun memanfaatkan bahan alami yang direkomendasikan untuk membantu meredakan inflamasi atau gejala alergi henna yang timbul.

Lukisan henna memang menarik dan memikat, namun Anda harus tetap waspada terhadap risiko yang mungkin terjadi. Pastikan Anda melakukan uji alergi sebelum menggunakan jenis henna pabrikan. Ini dapat membantu Anda terhindar dari alergi henna, dan penampilan yang menarik pun tidak akan terganggu karena alergi kulit.

Cara Mencegah Alergi Sebelum Kambuh Menurut Ilmuwan

Cara Mencegah Alergi Sebelum Kambuh Menurut Ilmuwan,- Bagi penderita alergi, tentu harus menghindari berbagai faktor yang bisa memicu timbulnya reaksi alergi. Ketika tubuh menunjukkan gejala alergi, seperti akibat debu atau makanan tertentu, itu akan menjadi hal yang sangat menyebalkan.

Hal inilah yang memicu penelitian asal Universitas Aarhus, Denmark untuk menghentikan reaksi alergi yang umum terjadi. Melalui hasil penelitian yang diterbitkan di Nature Communications, tim peneliti menemukan bahwa antibodi bisa menjadi jawabannya.

Mereka menyebutkan jika antibodi dapat mencegah alergi sebelum hal tersebut menyebar lebih luas. Peneliti berharap ini bisa mengubah hidup banyak orang.

Sebelum menemukan kesimpulan tersebut, peneliti telah mempelajari antibodi alergi manusia (IgE) yang menempel pada sel. IgE merupakan penyebab alergi karena memicu produksi histamin yang merupakan inti dari reaksi alergi. Para peneliti melihat mekanisme biokimia yang menghubungkan IgE dengan sel efektor (sel yang menanggapi rangsangan) dan menemukan bahwa antibodi lain dapat menggantikan posisi IgE yang menempel dalam kondisi tertentu.

Ketika tes laboratorium, peneliti menggunakan sampel darah pasien yang alergi terhadap serbuk racun serangga. Kemudian mereka memulai reaksi alergi sambil memberikan antibodi lain. Dalam 15 menit, antibodi ini berhasil mencegah interaksi antara molekul alergi dan sel imun.

“Begitu IgE pada sel kekebalan tubuh dapat dihilangkan, tidak masalah tubuh menghasilkan jutaan molekul IgE alergen. Asal kita bisa menghilangkan pemicu, reaksi alergi dan gejalanya tidak akan terjadi,” kata Profesor Edzard Spillner dilansir dari IFL Science

Para peneliti percaya cara ini juga dapat diterapkan pada jenis alergi lainnya. Menariknya, peneliti menemukan bahwa antibodi lain ini berukuran lebih kecil dari antibodi yang saat ini digunakan dalam pengobatan alergi.

Menurut rekan peneliti Edzard Spillner, ini merupakan antibodi domain tunggal yang mudah diproduksi dengan menggunakan mikroorganisme saja. Antibodi ini sangat stabil dan bisa menjadi peluang baru untuk digunakan pasien.

Mereka menambahkan penggunaan antibodi tidak harus disuntikkan, tetapi juga bisa ditelan atau dihidurp yang lebih mudah dilakukan penderita alergi. Meskipun demikian, percobaan lanjutan masih perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pendekatan tersebut efektif dan aman bagi manusia.

Cara Alternatif Mengatasi Alergi dengan Pengobatan Mandiri

Cara Alternatif Mengatasi Alergi dengan Pengobatan Mandiri,- Alergi bisa terjadi pada siapapun dan kapanpun. Alergi yang timbul bisa berupa bersin-bersin, mata berair, batuk, sulit bernapas, ataupun gatal-gatal. Kondisi alergi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal dan tidak bisa dihindari jika Anda belum menemukan penyebabnya, seperti dingin atau debu. Untuk menghindarinya, maka Anda perlu mengetahui dan menghindari penyebabnya.

Tapi, bagaimana jika penyebab alergi sulit dihindari dan sudah terlanjur mengalami alergi ?

Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan pengobatan sendiri atau bisa disebut juga dengan pengobatan mandiri atau swamedikasi. Swamedikasi adalah cara mengatasi alergi dengan cara mengobati diri sendiri terhadap keluhan-keluhan dan penyakti ringan yang sering dialami masyarakan.

Pemilihan obat untuk swamedikasi disesuaikan gejala dengan keluhan dan penyakit yang dialami. Pilihan obat alergi untuk swamedikasi yang bisa digunakan yaitu diantaranya CTM (chlorpheniramine maleat) dan diphenhydramine, yang termasuk obat bebas dan obat bebas terbatas yang bisa dibeli di supermarket, toko obat, ataupun apotek. Namun, untuk pengobatan mandiri untuk mengatasi alergi dengan menggunakan Cetirizine, Anda bisa membelinya secara ebas di apotek namun dengan syarat tertentu.

Perlu diketahui, menurut SK Menkes No, 1176 tahun 1999, Cetirizine hanya bisa dibeli bebas di apotek jika merupakan pengulangan dari resep dokter, dan terbatas hanay 10 tablet. Sedangkan untuk obat jenis Loratadine, Anda tidak dapat membelinya secara bebas di apotek kecuali dengan resep dokter.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menggunakan Obat untuk Pengobatan Mandiri

Setelah mengetahui jenis obat apa saja yang bisa digunakan untuk pengobatan swamedikasi, juga terdapat beberapa hal yang perlu diketahui dalam menggunakan obat-obatan ini, diantaranya :

  1. Perhatikan kondisi khusus seperti sedang hamil atau menyusui, akan memberikan obat alergi ini pada bayi, seorang lansia, penderita diabetes, hipertensi, dan penyakit kronis lainnya, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui dosis yang tepat.
  2. Pertimbangan pengalaman alergi pada obat tertentu (jika ada).
  3. Hindari dosis melebihi yang dianjurkan, selalu lihat kembali dosis yang diperlukan.
  4. Hindari penggunaan bersama dengan minuman beralkohol atau obat tidur.
  5. Selalu perhatikan nama obat, zat berkhasiat, kegunaan, cara penggunaan, efek samping, dan interaksi obat yang dapat dibaca pada etiket atau brosur.

Hal utama yang perlu diperhatikan mengenai cara mengatasi alergi dengan pengobatan mandiri dengan anti alergi adalah kebanyakan obat anti alergi menyebabkan kantuk. Pada kondisi tertentu ini dapat menjadi efek samping yang positif karena akan membantu mengistirahatkan tubuh. Namun, jika harus tetap beraktivitas setelah minum obat, maka sangat disarankan untuk tidak mengemudi, mengoperasikan alat berat, ataupun melakukan pekerjaan yang memerlukan konsentrasi penuh karena bisa menimbulkan bahaya.

Jika Anda tidak mengharapkan adanya efek tersebut, terdapat obat anti alergi generai terbaru yang memiliki efek mengantuk yang minumal bahkan tidak ada sama sekali. salah satunya Loratadine. Namun, obat tersebut hanya bisa dibeli dengan resep dokter.

Baca juga : Solusi Obat Herbal Ruam di Wajah Karena Alergi

Cara Tepat Menolong Lansia Ketika Mengalami Alergi

Cara Tepat Menolong Lansia Ketika Mengalami Alergi,- Alergi merupakan salah satu masalah kesehatan yang bisa dialami oleh siapa saja, tidak terkecuali oleh lansia. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan alergi pada lansia, seperti diantaranya daya tahan tubuh yang menurun, perubahan anatomi tubuh, serta penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat memperparah alergi.

Alergi pada lansia memang sering terjadi. Namun hal ini tidak boleh dianggap sepele, terlebih lagi pada lansia yang memiliki kondisi kekebalan tubuh yang sudah menurun. Karena meskipun terlihat ringan, alergi dapat berakibat fatal jika tidak segera diatasi.

Untuk membantu mengatasinya, berikut ini adalah beberapa cara tepat menolong lansia ketika mengalami alergi yang bisa dilakukan, diantaranya :

Kenali gejala yang sering timbul

Ada bermacam-macam gejala alergi yang sering timbul, mulai dari sesak napas, batuk, gatal pada kulit atau diare. Jadi, jika gejala yang sering timbul sudah tampak, maka sebaiknya segera berikan obat alergi yang biasa dikonsumsi.

Cari tahu penyebabnya

Jika alergi yang dialami lansia baru pertama kali, coba gali lebih dalam mengenai penyebabnya dari orang yang setiap hari merawat dan berada didekatnya. Penyebab alergi yang paling sering adalah debu, udara dingin, dan makanan seperti seafood atau telur. Setelah mengetahui penyebabnya, yang harus dilakukan pertama kali ada menghindarkan penyebab alergi tersebut dari lansia.

Bagi lansia penderita hipertensi yangmengonsumsi obat hipertensi golongan ACE Inhibitor disarankan untuk berhati-hati. Pasalnya obat tersebut memiliki efek samping batuk yang dapat memancing kambuhnya asma.

Sediakan obat yang biasa dikonsumsi

Lansia yang mengidap alergi biasanya sudah memiliki obat khusus yang harus selalu ada di tempat penyimpanan obat. Hati-hati terhadap kombinasi obat yang dikonsumsi tanpa petunjuk dokter. Karena beberapa kombinasi obat bisa menyebabkan dampak yang buruk bagi lansia. Hal ini dikarenakan mulai menurunnya fungsi ginjal di saat usia menua.

Kombinasi obat yang biasanya diberikan saat timbul gejala alergi pada lansia adalah obat antihistamin yang dikombinasikan dengan obat steroid.

Bawa ke dokter jika gejala tidak mereda

Jika pemberian obat antihistamin tidak meredakan gejala yang timbul, maka segera bawa lansia ke dokter untuk penanganan yang lebih lanjut.

Ketahui Hal Berikut Sebelum Mewarnai Rambut Pertama Kali

Ketahui Hal Berikut Sebelum Mewarnai Rambut Pertama Kali,- Mewarnai rambut menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk merubah penampilan menjadi lebih menarik sesuai dengan apa yang diinginkan. Tampil beda dan menambah daya tarik merupakan tujuan dari sebagian besar orang melakukan perubahan pada warna rambutnya.

Namun, bagi Anda yang baru pertama kali mewarnai rambut mungkin akan merasa khawatir, apakah cara ini aman untuk dilakukan ? Mengingat ada banyak kandungan bahan kimia pada cat rambut yang bisa memicu timbulnya berbagai gangguan pada kesehatan, khususnya pada kesehatan rambut dan kulit kepala.

Namun, jika Anda berniat untuk mencoba mewarnai rambut, ketahui hal berikut sebelum mewarnai rambut pertama kali :

*) Cari tahu

Sebelum memulai mewarnai rambut, carilah contoh warna rambut yang cocok dengan kulit Anda. Anda bisa mencari foto-foto selebriti yang warna kulitnya sama dengan Anda dan lihatlah warna rambut apa yang cocokd engan mereka. Dengan begitu, maka Anda tidak kaget dengan hasilnya nanti.

*) Lakukan di rumah

Penata rambut Cynthia Alvarez, menjelaskan jika Anda ingin mewarnai seluruh rambut dengan satu warna saja, maka tidak ada salahnya untuk melakukan hal tersebut di rumah. Menurutnya, mewarnai rambut sendiri di rumah telah dilakukan sejak 20 tahun terakhir.

Menurutnya, jika Anda ingin warna rambut terang atau ombre, maka menggunakan cat rambut yang dibeli di supermarket bukanlah pilihan terbaik. Namun, jika Anda menginginkan warna rambut yang lebih gelap, maka hal tersebut akan lebih praktis dan ekonomis jika dilakukan di rumah.

*) Jangan keramas

Cynthia menyarangkan, usahakan jangan keramas sebelum mewarnai rambut. Justru biarkan rambut dalam keadaan kotor karena kondisi tersebut adalah kondisi yang paling ideal untuk mewarnai rambut.

Minyak alami pada kulit kepala berfungsi sebagai penyangga antara kulit kepala dan bahan pewarna rambut. Jadi, sebaiknya tidak perlu keramas minuman sehari sebelum proses pewarnaan.

*) Siapkan persediaan cat rambut

Saat pertama kali mewarnai rambut sendiri di rumah, sebaiknya belilah pewarna rambut lebih dari 2 botol. Hal tersebut dimaksudkan untuk berjaga-jaga agar proses pewarnaan berjalan dengan lancar.

Anda tentu tidak mau jika ada bagian rambut yang tidak diwarnai karena pewarna rambutnya habis. Maka dari itu, sebaiknya siapkan persediaan cat rambut lebih banyak karena hampir semua wanita menyepelekan ketebalan rambutnya.

Baca juga : Obat Herbal Alergi Cat Rambut

*) Perhatikan tekstur cat rambut

Jika ingin mewarnai rambut sendiri, gunakanlah cat rambut yang bertekstur gel atau cair. Dibandingkan dengan cat rambut yang bertekstur busa atau foam, formula cat rambut gel atau cair ini dirancang untuk menutupi warna rambut asli lebih merata pada setiap helai rambut.

*) Warnai rambut perlahan

Bagi Anda yang memiliki rambut keriting, lakukan pewarnaan secara perlahan agar tidak berpengaruh pada tekstur rambut. Jika pewarnaan tersebut dilakukan dengan tepat, maka rambut yang diwarnai akan tetap keriting. Namun, Cynthia menyarankan agar tetap berhati-hati dalam proses pewarnaan tersebut karena bisa maenyebabkan kerusakan tekstur rambut.

Ia menjelaskan, semakin besar berbedaan warna rambut asli dengan warna rambut yang diinginkan, maka elastisitas rambut juga akan berkurang meski untuk sementara waktu.

*) Perawatan rambut

Rambut yang diwarnai juga memerlukan perawatan yang ekstra. Setidaknya gunakan kondisioner seminggu sekali kemudian bungkus rambut dengan plastik pembungkus rambut (shower cap) dan diamkan rambut selam 20 menit. Ia juga menyarankan untuk menggunakan minyak rambut seperti essential oil atau minyak zaitun setelah keramas.

*) Gunakan sampo khususnya

Setelah mewarnai rambut, gunakanlah sampo yang memang diformulasikan khusus untuk rambut yang diwarnai. Sampo khusus tersebut tidak mengandung bahan kimia seperti sulfat dan memiliki perlindungan ringan untuk mencegah warna rambut memudar.

Selain memperhatikan beberapa hal diatas, Anda juga sebaiknya melakukan tes alergi sebelum mewarnai rambut. Ini dilakukan untuk memastikan apakah cat rambut yang digunakan dapat memicu alergi atau tidak.

Itulah beberapa hal yang harus diketahui sebelum mewarnai rambut pertama kali. Selain memperhatikan keindahannya, Anda juga harus memperhatikan keamanan serta kesehatan rambut dan kulit kepala saat mewarnai rambut. Lakukan beberapa hal tersebut agar selain mempercantik diri, aktivitas mewarnai rambut juga aman bagi kesehatan. Semoga bermanfaat.

Cara Melakukan Tes Alergi Sebelum Mewarnai Rambut

Cara Melakukan Tes Alergi Sebelum Mewarnai Rambut,- Bagi sebagian orang, mewarnai rambut merupakan salah satu pilihan gaya hidup untuk menunjang penampilannya agar terlihat lebih menarik. Namun, sebelum menggunakan pewarna rambut, ada hal yang harus diperhatikan, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.

Tes alergi merupakan salah satu hal yang harus dilakukan sebelum mewarnai rambut untuk mengetahui apakah produk tersebut dapat memicu alergi atau tidak. Hal ini sangat penting dilakukan, mengingat beberapa orang bisa saja mengalami alergi ketika menggunakan cat rambut.

Tes alergi cat rambut ini cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Pertama, oleskan sedikit cat rambut ke bagian bawah telinga. Kemudian diamkan selama 48 jam.

Jika terjadi reaksi gatal ataupun iritasi, maka jangan teruskan penggunaan cat rambut tersebut. Namun, jika Anda tidak mengalami masalah apapun, maka Anda bisa menggunakan cat rambut tersebut.

Lakukan juga hal yang sama dengan produk yang berebda meskipun dalam satu merk yang sama. Terkadang satu merk memiliki beberapa produk, sehingga Anda harus tetap melakukan tes pada setiap produk tersebut.

Untuk menghindari alergi cat rambut, juga disarankan untuk menggunakan produk perawatan rambut yang sudah terpercaya sehingga aman untuk digunakan tanpa menimbulkan alergi pada kulit dan rambut pun tetap sehat.

Selain itu, agar rambut tetap sehat, Anda juga harus melakukan perawatan pada rambut setelah pewarnaan dengan tepat. Anda disarankan untuk mencuci rambut dengan air dingin, dan jika ada, gunakan sampo khusus untuk rambut berwarna.

Selain itu, Anda juga memerlukan perawatan rambut setidaknya satu minggu sekali. Cara termudah untuk melakukan hal ini adalah dengan menggunakan produk creambath di rumah yang kemudian dilapisi dengan handuk hangat.

Terakhir, disarankan untuk menghindarkan rambut dari hal-hal yang berpotensi merusak rambut, seperti terpapar di bawah sinar matahari dan juga berenang.

Baca juga : Kandungan Bahan Kimia Dibalik Cat Rambut dan Risikonya

Konsumsi Ini saat Hamil Agar Anak Tak Lahir Alergi

Konsumsi Ini saat Hamil Agar Anak Tak Lahir Alergi,- Alergi adalah kondisi diman asistem kekebalan tubuh memberikan respons berlebihan terhadap bahan yang disebut alergen (zat penyebab alergi). Salah satu penyebab alergi yang paling umum adalah makanan.

Kondisi ini memiliki kecenderungan diwariskan dari orangtua kepada anaknya. Jika ayah atau ibu memiliki alergi, maka anak kemungkinan juga terkena alergi. Anak yang memiliki orangtua alergi juga semakin berisiko tinggi jika dilahirkan melalui operasi caesar. Pasalnya, pada aank yang lahir melalui operasi caesar, bisa jadi ada gangguan flora normal baik secara jumlah ataupun kualitasnya.

Untuk mencegah timbulnya alergi pada anak, ibu hamil perlu meningkatkan asupan makann yang bergizi. Di masa lalu, masyarakan menganut kepercayaan bahwa ibu hamil harus menghindari konsumsi makanan yang sering menyebabkan alergi, seperti ikan, telur, atau kacang agar nantinya bayi tidak mengidap alergi.

Namun, berbagai penelitian membuktikan bahwa membatasi konsumsi makanan tersebut tidak membuat bayi terhindar dari alergi. Sebaliknya, membatasi makanan justru menimbulkan risiko ibu kekurangan mikronutreien yang penting untuk kesehatan janin dalam kandungan.

Berbagai kandungan nutrisi penting seperti asam lemak omega-3 pada ikan atau folat pada kacang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Sehingga ibu hamil tidak perlu menghindari makanan pemicu alergi. Kecuali jika ibu memang mengidap alergi terhadap makanan tersebut.

Selain itu, ibu yang memiliki alergi atau ibu dengan suami yang memiliki alergi disarankan untuk mengonsumsi probiotik. Hal ini bisa membantu mencegah timbulnya alergi pada bayi.

Mengonsumsi probiotik saat hamil. ketika persalinan normal tidak bisa dilakukan akibat kondisi tertentu, dan ibu harus melahirkan melalui operasi caesar, alergi pada bayi bisa dihindari. Terlebih lagi jika ayah dan ibu, salah satu atau keduanya memiliki riwayat alergi.

Diketahi, probiotik memiliki efek perlindungan terhadap alergi. Namun, hal tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut. Logikanya, probiotik dikenal sebagai penyeimbang bakteri yang hidup dalam usus dan saluran pencernaan. Padahal, bakteri dalam usus dan saluran pencernaan ini yang memegang kendali kesehatan sistem kekebalan, sehingga konsumsi probiotik dianggap mampu membantu menopang sistem imun yang sehat.

 

Baca juga :

Pengobatan Alergi untuk Ibu Hamil
Penyakit Alergi pada Ibu Hamil
Tips Mengatasi Alergi Selama Masa Kehamilan