Sembuhkan Alergi Kulit Dengan Mandi Oatmeal

Sudah sejak lama oatmeal dikenal sebagai makanan yang menyehatkan. Kandungan nutrisi lengkap seperti serat, kalsium, dan protein yang ada didalamnya diyakini mampu mengatasi berbagai masalah pecernaan, stress, menstabilkan tekanan darah. bagkan mampu mengurangi kerutan di wajah.

Namun, tidak hanya bisa dikonsumsi saja. Menurut sebuah riset, oatmeal juga bisa dimanfaatkan sebagai lulur mandi. Salah satu tujuan mandi dengan menggunakan oatmeal adalah untuk mengatasi kulit gatal akibat alergi.

Sembuhkan Alergi Kulit Dengan Mandi Oatmeal
Menurut ilmuwan, rajin mandi dengan oatmeal dapat membantu mengurnagi gatal kulit, kulit kering, serta dampak lain yang disebabkan oleh alergi. Selain itu, kebiasaan tersebut juta diyakini bisa menghilangkan bekas ruam bahkan cara air.

Untuk mendapatkan manfaat dari oatmeal untuk mandi, cukup mudah. Anda hanya perlu menyediakan secangkir oatmeal dan kanting plastik. Jika ukuran masuh trelalu besar, maka gilinglah oatmeal dengan cara membungkusnya dengan kanting plastik. Dalam hal ini, pastikan oatmeal tidak sampai menjadi bubuk.

Setalh itu, masuk oatmeal tersebut ke dalam bak mandi yang berisi ari panas. Tunggu beberapa menit hingga air cukup hangat. Untuk mengatasi alergi kulit, berendamlah di dalam bak mandi kurang lebih 10 menit. Sedangakn untuk relaksasi, Anda bisa berendam sepuasnya, namun dalam batasan yang wajar.

Jangan Lewatkan : Pakai Parfum Berlebihan Bisa Bahaya Pada Penderita Alergi

Alergi Gigitan Nyamuk Pada Anak

alergi gigitan nyamuk pada anak

Nyamuk merupakan serangga kecil yang cukup mengganggu. Nyamuk banyak bertebaran dimana-mana, tidak terkecuali di dalam rumah. Perludiketahui, bahwa hanya nyamuk betina yang menghisap darah manusia yang dibutuhkan untuk memproduksi sel telur. Ketika menghisap darah, nyamuk betina menggigit kulit sambil mengeluarkan air liur.

Air liur tersebut mengandung banyak protein yang membuat darah menjadi tidak membeku, sehingga nyamuk dapat menghisap darah dengan leluasa. Protein dari air liur tersebut menyebabkan reaksi imun yang dapat muncul sebagai reksi alergi.

Reaksi alergi yang lebih parah yang disebut dengan sindrom Skeeter kadang muncul dan menyebabkan benjolan merah yang di sertai dengan rasa gatal. Pada kasus biasa, mungkin rasa gatal dan bengkak umumnya terlihat setelah gigitan, tetapi pada sindrok skeeter ini gejala muncul beberapa jam bahkan beberapa hari setelah gigitan tersebut.

Pembengkakan merupakan gejala umum yang langsung bisa diamati. Pembengkakn ini akan diikuti dengan rasa gatak disekitar area gigitan. Pada kasus alergi, gatal, bengkak, dan kemerahan mungkin berlangsung selama beberapa hari. Luas pembengkakan akan lebih besar dari biasanya dan menyebabkan lecet pada kulit.

Meskipun sangat jarang terjadi, gigitan nyamuk mungkin dapat memicu anafilaksis yang mempengaruhi banyakj organ dan sistem tubuh atau angiodema yang dapat memicu pembengkakan di seluruh tubuh.

Anak kecil dan remaja lebih rentan terhadap alergi gigitan nyamuk dibandingkan dengan orang dewasa. Seiring dengan bertambahya usia, tubuh akan mengembangkan kekebalan terhadap air liur nyamuk.

Untuk mengatasi alergi gigitan nyamuk pada anak yang memiliki kulit sensitif bisa dilakukan dengan mengoleskan pasta yang terbuat dari campuran dua bagian baking soda dan satu bagian air. Jika tidak bisa mengatasi reaksi alergi yang timbul, salep anti peradangan bisa digunakan untuk membantu mengurangi bengkak. Selain itu, obat alergi atau antihistamin juga bisa digunakan untukmengatasi reaksi alergi yang timbul akibat gigitan nyamuk.

Alergi Kulit Kepala Akibat Cat Rambut

alergi kulit kepala akibat cat rambut

Mewarnai ramut merupkan hal yang umum dilakukan pada sekarang ini. Bahkan mewarnai rambut seolah menajdi sebuah trend modern. Mewarnai rambut sringkali dilakukan untuk memperidah penampilan dan memberikan tampilan visual yang berbeda pada warna rambut. Tapi, apakah Anda tahu jika cat rambut dapat maemicu timbulnya reaksi alergi ?

Alergi dapt timbul kapan saja dan tes kulit sebelum menggunakan cat pewarna rambut sangat penting untuk dilakukan. Sebuah studi telah menghubungkan paparan PPD dengan meningkatkannya kanker kandung kemih. PPd merupakan senyawa tidak berwarna tetapi menjadi kaya warna ketika bereaksi dengan oksigen yang terkandung dalam bahan pewarna rambut, seperti hidrogen peroksida. Kimia in digunakan pada pewarna rambut permanen karena ia mengikat kuat ke rambut.

Reaksi alergi yang dapat timbul akibat pekmakaian cat rambut diantaranya adalah gatal-gatal di kepala. Selain itu, zat alergen juga bisa menimbulkan bengkak di bagian muka. Hal yang umum terjadi adalah seperti kulit kering, gatal, kulit mengelupas dengan rasa yang sangat gatal di kepala dan wajah.

Tingkat keparahan gejala akan berbeda pada setiap orang, tetapi dalam kebanyakan kasus, tanda-tanda reaksi alergi akan mulai terlihat dalam rentang 24 jam setelah memakai cat rambut.

Jika sudah terlanjur mengalami reaksi alergi karena cat rambut, sebaiknya rambut segera di cuci dengan menggunakan air tanpa shampo hingga bersih dan juag sebaiknya hindari penggunaan cat rambut kembali. Obat alergi atau antihistamin mungkin dibutuhkan untuk mengurangi reaksi alergi yang terjadi.

Penyakit Angiodema Pada Kulit

penyakit angiodema pada kulitAngiodema yaitu salah satu kelainan sitem kekebalan yang diturunkan, yang menyebabkan pembengkaka jaringan pada tubuh secara tiba-tiba. Gejala pembengkakan atau benjolan tersebut sangat mirip dengan urtikaria, namun urtikaria umumnya dikenal sebagai gatal-gatal, terjadi di dermis atas. Angiodema merupakan jenis bengkak, bilur-bilur besar dan melibatkan lapisan kulit yang lebih dalam, terutama didaerah dekat bibir dan mata.

Pada kebanyakan kasus, angiodema tidak berbahaya bahkan tanpa memerlukan pengibatan, dan tidak meninggalkan bekas pada kulit setelah sembuh. Dalam kasus pembengkakan angiodema dapat menyebabkan tenggorokan atau lidah menghalangi jalan napas dan menyebabakn kehilangan kesadaran yang dapat mengancam jiwa.

Angiodema dapat terjadi di daerah sekitar kelopak mata dan bibir, atau orang, tangan, kaki, genitaliyah. Terdapat 3 jenis angiodema, yaitu hereditary angiodema, acquired angiodema, dan angiodema-eosinophilia.

Penyebab Angiodema

Peradangan yang terjadi di kulit dapat menyebabkan gatal-gatal dan ngiodema. Gatal-gatal dan angiodema terkadang dapat dipicu ketika sel-sel tertentu yang disebut dengan sel mast melepaskan bahan kimia histamin dan bahan lainnya ke dalam aliran darah dan kulit. Angiodema dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat atau makanan. Banyak alergen (zat pemicu alergi) yang telah diidentifikasi, seperti obat, makanan dan alergen lainnya (bulu binatang, serbuk sari, lateks, dan sengatan serangga).

Gatal-gatal dan angiodema juga dapat diakibatkan karena respon terhadap produksi antibodi tubuh. Gangguan sistem kekebalan tubuh (lupus atau kanker), infeksi (hepatitis), transfusi darah, ganggaun tiroid tertentu, atau bahkan dingin.

Gejala Angiodema

Gejala utama dari angiodema diantaranya adalah pembengkakan pada wajah, tangan, leher, kaki, dan pada bagian-bagian pribadi. Selain itu, pembengkakan juga dapat ditemukan pada mata dan mulut. Gejala lain yang dapat timbul adalah nyeri atau kehangatan di daerah yang terkena, sensasi tebal dan bengkak pada daerah yang terkena, melepuh di daerah pembengkakan yang parah, dan pada kasus yang berat dapat menyebabkan kesulitan menelan atau bernapas.

Pengobatan Angiodema

Penderita angiodema ringan biasanya akan sembuh kurang lebih selama 3-4 hari dengan atau tanpa pengobatan. Sedangkan pada penderita angiodema yang parah yang mengalami masalah pernapasan harus segera  mendapatkan perhatian medis. Perhatian utama harus ditujukan untuk memastikan jalan napas ditenggorokan tetap terbuka. Penderta juga dapat diberikan H1 dan H2 blocker, steroid, antihistamin, dan epinefrin subkutan.

Seseorang yang sebelumnya pernah mengalami angiodema cenderung dapat kambuh kembali. Maka dari itu, tindakan pencegahan perlu dilakukan untuk mengurangi resiko kambuhnya kembali angiodema. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya seperti menghindari konsumsi makanan yang dapat memicu alergi dan berbagai jenis alergen lainnya.

Masalah Alergi Makanan Laut (Seafood)

Mungkin ada diantara kita yang sering mengalami masalah setelah mengonsumsi seafood atau makanan laut. Hal tersebut bisa saja merupakan reaksi alergi terhadap seafood. Sangat disayangkan jika seseorang mengalami alergi terhadap seafood, karena seperti yang telah diketahui pada seafood banyak sekali kandungan nutrisi yang penting untuk tubuh, seperti omega 3 dan vitamin B 12 yang diperlukan oleh tubuh, terutama untuk kesehatan otak dan sistem syaraf pusat.

 

masalah alergi makanan laut (seafood)

Alergi seafood timbul sebagai respon dari sistem tubuh terhadap tropomyosin atau protein dalam seafood. Antibodi lalu memicu pelepasan bahan kimia seperti histamin untuk menyerang balik tropomyosin hingga menimbulkan gejal alergi mulai dari skala ringan hingga mengancam nyawa. Terkadang butuh waktu beberapa lama sebelum gejala alergi seafood tersebut menyerang, namun alergi seafood juga bisa terjadi dalam beberapa menit. Beberapa gejala alergi seafood diantaranya :

  • Sakit perut, mual, diare, atau muntah
  • Hidung berlendir, sulit bernapas, atau mengeluarkan suara yang mirip seseorang yang terserang asma (mengi)
  • Kulit gatal, biduran, atau eczema
  • Bengkak pada wajah, bibir, lidah, tenggorokan, telinga, jari-jari, atau tangan
  • Kepala pening, pusing, atau pingsan

Masalah alergi tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena, respon alergi antara stau orang dengan orang yang lainnya bisa bermacam-macam dan berbeda-beda. Ada yang hanya merasakan gatal-gatal sementara dibeberapa bagian tubuh sampai respon berat lainnya yang tidak jarang dapat mengancam jiwa.

Lalu, apa saja jenis makanan laut atau seafood yang dapat menimbulkan reaksi alergi ?

Makanan dari hasil laut yang dapat menimbulkanalergi tidak hanya ikan saja, namun ada beberapa jenis makanan laut lain yang juga dapat menjadi pemciu timbulnya reaksi alergi, yaitu :

  • Moluska. Kerang, cumi-cumi, tiram, cumi besar (gurita, keong, kupang (kerang hijau).
  • Artropoda. Lobster, udang karang, kepiting, udang kecil (shrimp).
  • Chordata. Ikan tuna, ikan salmon, ikan tenggirin, dan sebagainya.

Jika didalam keluarga Anda memiliki riwayat alergi, maka resiko untuk mengalami alergi seafood dapat meningkat. Alergi seafood banyak dialami oleh orang dewasa, terutama wanita, meskipun semua orang dari segala usia bisa mengalaminya. Sedangkan jika pada anak-anak lebih sering terjadi pada anak laki-laki. Penderita asma juga memiliki resiko mengalami reaksi anafilaksis. Hal ini juga dirasakan oleh penderita alergi meskipun mengonsumsi makanan apapun yang mengandung sedikit seafood.

Cara pencegahan alergi seafood terbaik dan termudah adalah dengan menghindari makanan ataupun segala produk yang mengandung seafood yang dapat memicu terjadinya reaksi alergi.

Gejala Reaksi Alergi Antibiotik

gejala reaksi alergi antibiotikAntibiotik biasa digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi yang disebabkan oleh berbagai jensi bakteri. Mengonsumsi antibiotik untuk hempir semua masalah kesehatan telah menjadi cara yang normal dalampenanganan infeksi dan penyakit. Sebagian atau keseluruhan dari obat antibiotik juga berasal dari bakteri atau jamur. Ketika bakteri menyerang tubuh, maka dapat menyebabkan gangguan fungsi dan sistem kekebalan tubuh gagal untukmelawannya, antibiotik yang kuat akan membantu sistem kekebalan tubuh. Antibiotik dapat membunuh bakteri atau menghambat pertumbuhan mereka. Jika digunakan dengan tepat, maka antibiotik dapat menyelamatkan jiw, namun jika digunakna tanpa aturan atau resep maka dapat menimbulkan komplikasi.

Setiap antibiotik hanya efektif untuk melawan bakteri-bakteri tertentu saja. Dalam memilih untuk mengobati seseorang dengan infeksi, dokter memperkirakan bakteri yang mana kiranya paling mungkin menyebabkan infeksi. Penggunaan antibiotik tidak selamanya aman. Terdapat efek samping yang bisa ditimbulkan dari penggunaanya, mulai dari yang ringan hingga yang berat dan beberapa efek samping tersebut berupa reaksi alergi dan reaksi anafilaksi.

Reaksi alergi terhadap antibiotik sangat tergantung pada jenis dan jumlah antibiotik yang digunakan. Dalam kebanyakan kasus, gejala alergi antibiotik terjadi setelah 24 jam. Alergi biasanya terjadi selama beberapa jam setelah mengambul pengobatan. Beberapa orang memiliki resiko lebih tinggi mengalami alergi antibiotik. Ini termasuk orang-orang dalam kelompok usia 20-49 tahun, dan orang-orang yang rentan terhadap alergi umum atau memiliki beberapa alergi antibiotiklainnya. Seseorang yang memiliki penyakit kronis atau memiliki anggota keluarga yang memiliki alergi antibiotik juga rentan mengalami reaksi alergi.

Diagnosis alergi antibiotik jarang jelas. Hal ini sering tidak jelas apakah gejala tersebut karena kondisi yang mendasari pasien atau pengobatan. Tidak ada tes tunggal untuk alergi antibiotik. Masalah dasar dalam mendiagnosis alergi antibiotik dengan metode imunologi adalah kenyataan bahwa kebanyakan antibiotik tidak antigen lengkpa, namun metabolik agak haptenic dari obat induk ditambah dengan protein jaringan operator. Dengan pengecualian penisilin, metabolit obat immunoreactive jarang diidentifikasi. Kedua tes tusuk kulit dan alergen IgE spesifik (RAST) tes dapat dilakukan.

Berikut beberapa gejala yang mungkin timbul akibat reaksi alergi antibiotik :

  • Ruam yang menyakitkan baik dalam bentuk sederhana ataupun gatal-gatal
  • Kemerahan, pembengkakan dan gatal-gatal
  • Mual dan muntah
  • Syok anafilaksis, yaitu reakasi alergi yang sangat serius yang membutuhkan perhatian dari dokter dengan segera. Ini bisa membuktikan menjadi fatal, jika ada yang tidak stabil dan diberikan perawatan medis yang sesuai.
  • Batuk
  • Kesulitan bernafas
  • Kesulitan dalam menelan
  • Letusan cairan ringan

Reaksi alergi antibiotik pada anak-anak juga hampir sama dengan yang telah disebutkan diatas. Mereka dapat mengalami serangan diare dan juga ketidaknyamanan diperut. Amoksilin dan ampisilin adalah dua jenis antibiotik yang dapat menyebabkan alergi yang biasa diresepkan untuk anak-anak. Para orang tua tidak boleh memberikan anak-anak dan bayi antibiotik tanpa resep, dan juga harus menginformasikan kasus reaksi alergi yang dialami kepada dokter.

Meskipun dokter memiliki langkah-langkah dalam menangani kasus reaksi alerfi, namun pencegahan jauh lebih baik untuk dilakukan. Salah satu pencegahan terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari obat antibiotik yang menjadi pemicu timbulnya reaksi alergi. Jangka waktu pengobatan tentu tergantung pada tingkat gejala alergi. Pada anak-anak, orang tua harus memperhatikan gejala dan harus mencari tahu apakah anak alergi terhadap antibiotik ataupun tidak.

Diagnosis Alergi

diagnosis alergiSetiap reaksi alergi dipicu oleh suatu alergen tertentu,  maka dari itu tujuan utama dari diagnosis adalah untuk  mengenali alergen. Aleren bisa brupa tumbuhan  musiman seperti serbuk rumput atau rumput liar atau  bisa juga bahan tertentu, misalnya bulu kucing,  makanan, atau obat. Jika terpapar oleh alergen  (tersentuh, terhirup, termakan, atau masuk ke dalam  mata) , maka bisa menyebabkan alergi. Pemeriksaan  bisa membantu untuk menentukan apakah gejalanya  berhubungan dengan alergi dan menentukan  penyebabnya.

Pada awal pemeriksaan, dokter akan menanyakan  gejala secara detail, frekuensi serta waktu kemunculan,  dan pemicu alergi yang dialami. Dokter juga akan  memeriksa bagian tubuh yang terkena dampak alergi.  Jika alergi belum diketahui dengan pasti lewat  pemeriksaan awal, maka untuk evaluasi lebih lanjut  dokter biasanya akan menganjurkan untuk melakukan  beberapa tes.

Tes Pada Kulit

Tes kulit sangat bernabfaat untuk menemtukan alergen  penyebab terjadinya reaksi alergi. Tes kulit dapat  dilakukan dengan dua cara, yaitu tes tusuk kulit dan tes  tempel. Pada tes tusuk kulit, kulit pasien akan  ditetesi  cairan alergen yang umum, kemudian ditusuk secara  halus dan pelan-pelan dengan jarus suntuk untuk  mengetahui reaksi yang ditimbulkan. Jika pasien  mengalami alergi terhadap substansi tersebut, maka  dalam waktu 10-15 menit dikulit akan muncul benjolan  merah dan gatal. Tes tusuk kulit biasanya digunakan  untuk memeriksa jenis alergi pada makanan dan obat- obatan tertentu, alergen di udara, serta racun dari  serangga. Tes ini termasuk jenis tes yang aman dan  dapat digunakan oleh semua orang.

Jenis tes pada kulit yang selanjutnya adalah tes tempel.  Tes tempel digunakan untuk menentukan jenis alergi  kontak. Dalam tes tersebu, satu ensi alergen akan  diletakkan pada tempat tertentu kemudian ditempelkan  pada kulit selama 48 jam sambil memantau reaksi kulit.

Tes Darah

Jenis teh darah yang digunakan adalah  radioallergosorbent test (RAST) yang akan mengukur  kadar jenis IgE tertentu dalam darah. Tes darah  mungkin dianjurkan bersamaan dengan atau untuk  menggantikan tes tusuk kulit.

Selain memeriksakan diri ke dokter, Anda juga dapat  mnegevaluasi penyebab alergi dengan memperhatikan  jenis makanan atau alergen lainnya dan reaksi alergi  yang ditimbulkan pada tubuh. Pencegahan alergi yang  terbaik adalah dengan menghidari kontak langsung  dengan pemicu alergi.

Mekanisme Terjadinya Alergi Didalam Tubuh Manusia

Kata alergi berarti kerja yang diubah. Alergi merupakan suatu proses yang dilakukan oleh sistem kekebalan terhadap suatu makanan, zat yang terhirup, inhalan, atau zat kimia tertentu. Secara sederhana, alergi merupakan respon sistem kekebalan yang diperkuat secara tidak tepat atau buruk terhadap sesuatu yang tidak membahayakan.

Alergi memang menjadi masalah kesehatan yang sangat mengganggu penderitanya. Keadaan fisik dan kesehatan menjadi sangat sensitif terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak berbahaya. Tentu hal ini akan sangat mengganggu jika terjadi pada saat melakukan aktivitas, terlebih jika membahayakan tubuh. Jangan menganggap sepele pada alergi, karena dalam kasus yang lebih parah bisa menyebabkan halusinasi, hingga shock yang kemudian menyebabkan pingsan bahkan koma.

Mekanisme Terjadinya Alergi

mekanisme terjadinya alergi didalamtubuh manusiaDidalam tubuh terdapat 5 jenis antibodi atau imunologi, diantaranya adalah G, A, M, E, dan D. Yang banyak berperan pada reaksi alergi adalah antibodi atau imunoglobulin E. Antibodi atau imunoglobulin E tinggi terdapat didalam tubuh penderita yang mengidap penyakit alergi yang spesifik terhadap zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan reaksi alergi (zat alergen), seperti debu, susu, ikan laut, dan sebagainya. Didalam jaringan tubuh, antibodi atau imunoglobulin E yang bereaksi pada alergen-alergen tersebut menempel pada sel mast, yaitu sel yang berperan pada reaksi alergi dan peradangan. Jika antibodi ini kontak lagi dengan zat-zat terkait, misalnya protein susu sapi, protein telur, tungau debu rumah dan lain-lain, maka sel mast ini akan mengalanu degranulasi (pecah) dan mengeluarkan zat-zat seperti histamin, kinin, dan bradikinin yang terkandung didalam granulanya yang berperan pada reaksi alergi. Zat-zat tersebutlah yang menyebabkan timbulnya gejala-gejala alergi seperti gatal-gatal (biduran), sistem saluran pernafasan (alergi asma, rhinitis alergi), saluran cerna (diare, muntah), kuliy (eksim, biduran), mata (konjungtivitas alergika), dan susunan syaraf (sakit kepala dan lain-lain).

Reaksi alergi setelah terkena zat alergen membutuhkan waktu atau yang disebut dengan proses sensitisasi yaitu masa sejak kontak dengan alergen hingga terjadi reaksi alergi. Reaksi alergi dapat terjadi jika kadar imunoglobulin E sudah cukup banyak. Pada awal kontak dengan alergen mulai timbul perlawanan dari tubuh yang memiliki bakat atopik, yaitu terbentuknya antibodi atau imunoglobulin yang spesifik. Jika kontak dengan alergen ini terjadi secara terus menerus, kadar imunoglobulin E yang spesifik terhadap alergen semakin banyak hingga suatu saat dapat menimbulkan reaksi alergi bila terpapar lagi oleh alergen tersebut.

Timbulnya reaksi alergi terhadap alergen ketika kontak pertama kali atau disebut dengan proses sensitisasi dapat timbul dalam waktu yang singkat atau beberapa bulan atau hingga beberapa tahun kemudian. Jika alergen tidak dihindari, maka kadar imunoglobulin E yang spesifik terhadap alergen tesebut akan semakin meningkat. Sel mast yang mengalami granulasi atau pecah dapat mengeluarkan zat yang disebut dengan interleukin 4 yang dapat merangsang sel limfosit B untuk menghasilkan imunoglobulin E yang lebih banyak lagi. Reaksi alergen yang berlanjut dapat menghasilkan zat mediator baru yang lebih poten dari zat histamin, yaitu leukoterin. Kondisi ini terutama terjadi pada penyakit alergi yang sudah memasuki tahapan alergi kronis. Jika terjadi hal yang seperti ini, umumnya seseorang akan kebal dengan obat alergi antihistamin biasa. Dibutuhkan obat radang yang lebih bagus, seperti obat golongan kortikosteroid untuk mengobati reaksi alergi yang terjadi.

Menghindari alergen atau zat yang dapat memicu alergi merupakan salah satu langkah pencegahan yang tepat untuk dilakukan. Dengan menghidari pemciu alergi, penderita dapat mencegah reaksi alergi yang telah terjadi agar tidak semakin parah. Lakukan pemeriksaan kepada dokter untuk mengetahui perkembangan selanjutnya dari reaksi alergi yang dialami.

Semoga informasi yang kami bagikan bisa bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kita mengenai masalah kesehatan yang sering terjadi di sekitar kita.

Alergi Akibat Alkohol

Alergi yang disebabkan oleh alkohol dapat menyebabkan  reaksi langsung yang memberikan ketidaknyamanan  setelah mengonsumsinya. Alergi alkohol ini merupakan  kasus yang langka terjadi yang ditandai dengan ketidak  mampuan seseorang mencerna alkohol. Kondisi ini  disebabkan karena kurangnya atau tidak adanya enzim  yantg disebut dengan Aldehyde Dehydrogenase (ALDH)  dalam tubuh, khususnya hati.

Alergi Akibat Alkohol
Dalam beberapa kasus, seseorang yang mungkin  mengalami alergi alkohol karena disebabkan oleh reaksi  tubuh terhadap sesuatu yang lain yang terkandung didalam  minuman beralkohol, seperti bahan kimia atau bahan  pengawet. Dalam kasus lain, reaksi disebabkan oleh  alkohol yang dikombinasikan dengan obat-obatan tertentu.   Dalam dalam kasus yang lainnya lagi yang sangat jarang  terjadi, reaksi alergi alkohol dapat menjadi sebuah ciri dari  masalah kesehatan serius yang membutuhkan perawatan  dan pengobatan.

Reaksi alergi juga bisa disebabkan oleh sejumlah bahan- bahan lain yang umum ditemukan dalam minuman  beralkohol, terutama bir dan anggur termasuk diantaranya  adalah :

  • Sulfit atau zat pengawet
  • Bahan kimia, biji-bijian atau bahan lainnya
  • Histamin, produk sampingan dari fermentasi atau  pembuatan bir

Gejala alergi alkohol yang mungkin timbul adalah sebagai  berikut :

  • Wajah berubah menjadi kemerahan
  • Kulit terasa panas, merah dan gatal
  • Gejala yang sudaha ada akan semakin memburuk
  • Hidung berair atau tersumbat
  • Tekanan darah rendah
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Detak jantung meningkat
  • Pembengkakan pada bibir atau lidah
  • Sakit dada dan pusing

Satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi  dan menghindari reaksi alergi terhadap alkohol adalah  dengan tidak mengonsumsi alkohol, minuman tertentu,  atau bahan-bahan yang dapat menimbulkan masalah.  Untuk reaksi yang ringan, antihistamin dapat membantu  mengurangi gejala. Namun antihistamin tidak dapat  mengobati reaksi alergi yang lebih serius.

Faktor resiko dari alergi alkohol atau reaksi lain dari  minuman beralkohol adalah sebagai berikut :

  • Orang Asia. Beberapa orang keturunan Asia dapat memiliki  gejala alergi lainnya setelah mengonsumsi alkohol
  • Memiliki alergi terhadap biji-bijian atau makanan lain
  • Memiliki Infoma Hodgkin
  • Menggunakan obat antibiotik atau antijamur tertentu
  • Penggunaan disulfiram (Antabuse) untuk penyalahgunaan  alkohol. Ketika Anda minum, disulfiram dapat  menyebabkan reaksi yang dapat mengalami kemerahan  pada kulit, detak jantung kencang, mual dan muntah.

Pengobatan yang utama adalah dengan melakukan yang  terbaik untuk menghindari minuman yang bersangkutan.  Kerjasama dengan dokter untuk mengidentifikasi langkah- langkah apa yang dapat diambil untuk meredakan gejala  dan bagaimana cara untuk melihat dan mengatasi reaksi  yang cukup parah

Mengatasi Alergi Bersin

bersinApabila Anda mengalami bersin yang  terus menerus dan berkepanjangan  terutama pada pagi hari, kemungkina itu  merupakan salah satu dari gejala rhinitis  alergi atau alergi bersin. Meskipun tidak  membahayakan, namun bersin alergi ini  daapt mengganggu aktivitas si penderita.

Bersin alergi dapat disebabkan oleh  berbagai zat tertentu, seperti debu, bulu  binatang, serbuk sari, dan sebagainya.  Jika penyebab dari alergi itu sendiri  belum diketahui, maka bersin alergi  akan sulit untuk diatasi. Karena biasanya  secara umum alergi dapat diatasi dengan  cara menghindari penyebabnya. Dengan  melakukan tes alergi mungkin dapat  membantu untuk mengidentifikasi  penyebab alergi tersebut.

Cara Mengatasi Alergi Bersin

Secara umum mengatsasi alergi bersin  dapat dilakukan dengan beberapa cara.  Dari cara tersebut masing-masing  memiliki kekurangan dan kelebihan  tersendiri, sehingga dapat disesuaikan  dengan keperluan si penderita.Berikut  cara yang dapat dilakukan untuk  mengatasi bersin alergi, yaitu :

  1. Menghindari alergen pemicu bersin- bersin. Penderita harus mengamati dan  mengetahui faktor yang menjadi  penyebab dari bersin-bersin tersebut.
  2. Penggunaan obat-obatan. Cara mengatasi alergi bersin tersebut  merupakan salah satu cara yang paling  sering dilakukan oleh penderita. Namun,  penderita juga harus berhati-hati dalam  menggunakan obat-obatan tersebut.  Karena jika dikonsumsi secara terus  menerus juga tidak baik.
  3. Desensitisasi. Merupakan pengurangan  kepekaan secara perlahan. Caranya yaitu  dengan memberikan bahan pemicu  alergi dalam porsi yang kecil secara rutin  kepada penderita. Kesabaran   merupakan kunci dari proses ini, karena  proses ini membutuhkan waktu yang  relatif lama. Derajat kesembuhannya  sekitar 80-90%.
  4. Pengobatan dan treatmen atau  perawatan secara alami.

Itulah beberapa cara yang dapat  dilakukan untuk mengatasi alergi bersin.  lakukan pengontrolah terhadap kondisi  alergi bersin Anda dan berkonsultasilah  dengan dokter mengenai penyakit  tersebut untuk mengetahui  perkembangannya. Semoga bermanfaat  .