Diagnosis Alergi

diagnosis alergiSetiap reaksi alergi dipicu oleh suatu alergen tertentu,  maka dari itu tujuan utama dari diagnosis adalah untuk  mengenali alergen. Aleren bisa brupa tumbuhan  musiman seperti serbuk rumput atau rumput liar atau  bisa juga bahan tertentu, misalnya bulu kucing,  makanan, atau obat. Jika terpapar oleh alergen  (tersentuh, terhirup, termakan, atau masuk ke dalam  mata) , maka bisa menyebabkan alergi. Pemeriksaan  bisa membantu untuk menentukan apakah gejalanya  berhubungan dengan alergi dan menentukan  penyebabnya.

Pada awal pemeriksaan, dokter akan menanyakan  gejala secara detail, frekuensi serta waktu kemunculan,  dan pemicu alergi yang dialami. Dokter juga akan  memeriksa bagian tubuh yang terkena dampak alergi.  Jika alergi belum diketahui dengan pasti lewat  pemeriksaan awal, maka untuk evaluasi lebih lanjut  dokter biasanya akan menganjurkan untuk melakukan  beberapa tes.

Tes Pada Kulit

Tes kulit sangat bernabfaat untuk menemtukan alergen  penyebab terjadinya reaksi alergi. Tes kulit dapat  dilakukan dengan dua cara, yaitu tes tusuk kulit dan tes  tempel. Pada tes tusuk kulit, kulit pasien akan  ditetesi  cairan alergen yang umum, kemudian ditusuk secara  halus dan pelan-pelan dengan jarus suntuk untuk  mengetahui reaksi yang ditimbulkan. Jika pasien  mengalami alergi terhadap substansi tersebut, maka  dalam waktu 10-15 menit dikulit akan muncul benjolan  merah dan gatal. Tes tusuk kulit biasanya digunakan  untuk memeriksa jenis alergi pada makanan dan obat- obatan tertentu, alergen di udara, serta racun dari  serangga. Tes ini termasuk jenis tes yang aman dan  dapat digunakan oleh semua orang.

Jenis tes pada kulit yang selanjutnya adalah tes tempel.  Tes tempel digunakan untuk menentukan jenis alergi  kontak. Dalam tes tersebu, satu ensi alergen akan  diletakkan pada tempat tertentu kemudian ditempelkan  pada kulit selama 48 jam sambil memantau reaksi kulit.

Tes Darah

Jenis teh darah yang digunakan adalah  radioallergosorbent test (RAST) yang akan mengukur  kadar jenis IgE tertentu dalam darah. Tes darah  mungkin dianjurkan bersamaan dengan atau untuk  menggantikan tes tusuk kulit.

Selain memeriksakan diri ke dokter, Anda juga dapat  mnegevaluasi penyebab alergi dengan memperhatikan  jenis makanan atau alergen lainnya dan reaksi alergi  yang ditimbulkan pada tubuh. Pencegahan alergi yang  terbaik adalah dengan menghidari kontak langsung  dengan pemicu alergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *