Gejala Alergi Pada Bayi

alergi-gejala pada bayiGejala Alergi Pada Bayi,- Terkadang para orang  tua tidak sadar bahwa bayinya sudah terkena  lergi. Gejala yang hampir sama dengan pilek  seperti hidung meler, ruam pada kulit, sakait  perut atau anak menjadi rewel bisa jadi itu  sebuah pertanda adanya alergi. saat tubuh bayi  terpapar oleh zat pemicu alergi (alergen) yang  terdapat dalam bulu rumah, bulu binatang,  atau makanan tertentu, maka kekebalan  tubuhnya bisa memberikan reaksi yang  berlebihan. Gejala lergi dapat menggangu  semua organ dan sistem tubuh anak. Secara  spesifik, gejala alergi dapat terjadi pada sistem  pencernaan, saluran pernafasan, dan klit, atua  juga dapat terjadi secara simultan diseluruh  tubuh.

Menurut Dr. Widodo Judarawanto, SpA, dari  Allergy Behaviour Clinic Menyatakan bahwa  alergi dipengaruhi oleh 3 hal, yakni faktor  genetik, ketidak matangan  saluran cerna, dan  papran yang dapat menyebabkan alergi itu  sendiri. Seseorang yang memiliki bakat alergi  akan terus menderita alergi sampai dewasa.  Walaupun demikian, manifestasi alergi saat  dewasa dengan saat masih kecil akan berbeda.

Gejala Alergi Akibat Makanan

Alergi makanan umum terjadi pada anak-anak.  Sebenarnya semua makanan dapat  menimbulkan alergi. Namun, antara makanan  yang satu dengna yang lainnya memiliki derajat  alergitas yang berbeda-beda. Masih ada yang  menganggap bahwa alergi makanan sama  dengan intoleransi makanan. Padahal, terdapat  perbedaan antara keduanya, mulai dari gejala  sampai dampak yang ditimbulkan. Berikut  terdapat beberapa makanan serta gejala alergi  yang ditimbulkan :

  • Susu sapi dan produk susu lainnya : diare dan  muntah
  • Telur ayam : gejala eksim berupa kulit  kemerahan, kulit melenting berisis cairan, basah  dan sangat gatal
  • Makanan laut (ikan, udang, kepiting) : urtikaria  (biduran), asma
  • Kacang-kacangan (kacang tanah, kacang  mede) : gatal-gatal ditenggorokan
  • Gandum : gatal-gatal, sesak napas, mual dan  muntah
  • Sayur dan buah : gatal-gatal pada mulut

Dari uraian diatas dapat terlihat bahwa gejala  alergi karena makanan bisa berdampak secara  menyeluruh terhadap tubuh, mulai dari sisitem  pencernaan, saluran pernapasan, hingga pada  kulit. Sedangkan pada kasus intoleransi  makanan, keluhan yang biasa muncul yaitu  mual dan muntah, mulas, kembung, dan diare.  Intoleransi makanan terjadi ketika sistem  pencernaa tidak mampu mencerna makanan  dengan baik, karena kurangnya kadar enzim  untuk mencerna zat tertentu pada makanan.

Gejala Alergi Pada Saluran Pernapasan

  • asma-bayiAsma Bronchial atau dikenal dengan sebutan  bengek ini ditandai dengan adanya peningkatan  kepekaan saluran pernapasan terhadap alergen  seperti debu, serbuk bunga, bulu binatang,  makanan, dan lainnya. Kondisi ini dapat  mengakibatkan sesak napas berulang, napas  berbunyi, batuk kering dimalam dan menjelang  pagi hari hingga batuk yang kerap disertai  dengan dahak.
  • Rinitis Alergika. Ini merupakan gejala alergi  yang terjadi pada hidung. Gejalanya berupa  bersin-bersin, gatal pada hidung, ingus encer,  hidung tersumbat, mata gatal, merah dan  berair, dan kadang disertai dengan gejala  sinusitis yaitu peradangan sinus di sekitar  hidung. Rinitis alergika pada masa anak-anak  biasanya akan menetap hingga usia dewasa dan  mereda saat memasuki usia lanjut.

Gejala Alergi Pada Kulit

  1. Urtikaria. Ini disebut juga biduran ialah suatu  keklainan pada kulit berupa bentol-bentol  berwarna merah yang disertai dengan rasa  gatal. Urtikaria dapat timbul segera atau  beberapa hari setelah kontak dengan faktor  penyebab, seperti alergi terhadap obat-obatan  tertentu, makanan tertentu, debu, tungau, suhu,  goresan dan sebagainya.
  2. Dermatitis Atopik. Merupakan suatu gejala  eksim yang umumnya timbul pada masa bayi  hingga balita. Gejala dermatitis atopik  pada  bayi dapat berupa kemerahan pada kulit,  bentol-bentol berisi cairan, serta kulit pecah- pecah atau lecet. Dermatitis atopik biasa timbul  pada pipi, siku, lipat lutut, pergelangan tangan  dan tekuk. Pada anak dengan usiayang lebih  tua, bisa mengenai kulit kelopak mata, telapak  tangan, dan kaki.

Cara mengatasi Gejala Alergi pada Bayi

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi  gejala alergi yaitu dengan mencegah timbulnya  alergi. Para orang tua harus mengenali alergen  yang dapat memicu reaksi alergi dan jauhkan  dari si kecil. Berikut beberapa cara yang dapat  dilakukan untuk mencegah alergi :

  • Menutupi alas tidur dan bantal dengan penutup  antidebu halus.
  • Mengganti detergen dan kosmetik bayi dengan  yang mengandung hypoallergenic.
  • Dilarang merokok didalam rumah
  • Bersihkan rumah dari debu secara berkala. debu  bisa terdapat pada benda yang telah lama  tersimpan dalam lemari, karpet,
  • dan  sebagainya.
  • Tidak menggunakan karpet (terutama di kamar  bayi).
  • Tidak memelihara binatang peliharaan  dirumah.
  • Berikan ASI minimal selama 6 bulan. Anda  dapat memperoleh manfaat ASI lebih banyak  dengan menghindari makanan-makanan yang  mengandung protein, seperti susu, telur, ikan,  dan kacang.

Bila si kecil menunjukkan gejala alergi,  sebaiknya segera periksa dan konsultasikan ke  dokter untuk mengetahui zat yang menjadi  penyebab alergi tersebut. Serta tanyakan juga  tentang cara penanganan yang tepat untuk  mengatasi alergi pada bayi. Para orang tua tidak  perlu khawatir, karena alergi pada si kecil bisa  hilang seiring dengan bertambahnya usia dan  tergantung pada kekebalan tubuh anak. Atau bunda juga bisa memberikan obat alergi alami QnC Jelly Gamat yang terbuat dari 100% ekstraksi teripang laut tanpa campuran bahan kimia. Informasi lengkapnya, KLIK DISINI.

Demikian artikel ini saya buat. Semoga  informasi gejala alergi pada bayi diatas dapat  bermanfaat bagi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *