Intoleransi Laktosa

09. Isomil - TENTANG INTOLERANSI LAKTOSAIntoleransi laktosa adalah kondisi dimana laktase, sebuah enzim yang diperlukan untuk mencerna laktosa tidak diproduksi dalam masa dewasa. Laktosa merupakan gula alami yang terdalam susu atau produk susu, seperti keju, yoghurt, dan sebagainya. Intoleransi laktosa lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan anak-anak. Intoleransi laktosa bukanlah sesuatu yang menakutkan, namun dampak dari gangguan ini seringkali mengganggu penderitanya.

Tingkat intoleransi laktosa pada masing-masing orang berbeda tergantung banyaknya jumlah enzim laktase yang dapat diproduksi oleh tubuh. Oleh sebab itu, ada beberapa orang yang masih bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan sedikit laktosa, tapi juga ada beberapa orang yang harus benar-benar menghindarinya.

Perbedaan Intoleransi Laktosa Dengan Alergi Susu

Intoleransi laktosa berbeda dengan alergi susu. Alergi susu atau alergi makanan terjadi karena masalah dengan sistem pertahanan tubuh, yang disebut dengan sistem kekebalan tubuh. Sebaliknya, intoleransi laktosa diakibatkan karena tidak memiliki laktase yang cukup. Gejala alergi susu dimulai tepat setelah mengonsumsi susu, namun gejala intoleransi laktosa memerlukan waktu lebih lama untuk menimbulkan gejala.

Perbedaan lain antara alergi susu dengan intoleransi laktosa adalah bahwa penderita alergi susu harus menghindari semua makanan atau minuman yang mengandung susu, karena konsumsi protein susu sedikit saja dapat memicu reaksi kekebalan tubuh yang berbahaya. Berbeda dengan penderita intoleransi laktosa yang masih dapat mengonsumsi susu dan produk olahan dengan kandungan laktosa yang lebih sedikit. Penderita alergi protein susu umumnya terjadi pada bayi dan anak-anak, sedangkan intoleransi laktosa lebih umum terjadi pada orang dewasa.

Secara garis besar, intoleransi laktosa disebabkan oleh ketidak mampuan sistem pencernaan manusia dalam membentuk laktase (enzim pada usus), yang berfungsi untuk mencerna laktosa yang masuk ke dalam tubuh. Beberapa penderita juga mengalami intoleransi karena berhentinya produktifitas usus kecil dalam menciptakan laktase setelah sakit, seperti flu atau setelah operasi.

Gejala Intoleransi Laktosa

Gejala intoleransi laktosa biasanya dimulai dalam waktu setengah hingga dua jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa. Gejala intoleransi laktosa meliputi :

  • Diare
  • Mual
  • Perut kram
  • Kembung
  • Sering buang gas

Meskipun kondisi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan, tapi kondisi ini tidak menyebabkan masalah serius. Salah satu cara untuk menghindari gejala intoleransi laktosa adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung laktosa. Selain susu, terdapat beberapa jenis makanan yang juga mengandung laktosa, seperti es krim, cream, butter, beberapa jenis keju (termasuk keju cottage), yoghurt, dan sebagainya. Selain itu, laktosa juga sering ditambahkan pada beberapa jenis makanan olahan, diantaranya roti panggang, sereal, campuran untuk kue, cookies, pancake, dan biskuit, kentang instan dan sup, salad, dan margarin.

Beberapa orang dengan intoleransi laktosa masih bisa mengonsumsi beberapa makanan yang mengandung laktosa, namun hanya dalam jumlah yang sedikit. Misalnya, mereka mungkin bisa makan keju yoghurt, seperti cheddar. Ada juga yang bisa mentolerir susu jika mereka meminumnya dalam jumlah kecil atau minum saat makan. Jika tidak bisa mentolerir sejumlah susu atau produk susu, Anda harus bisa menemukan cara lain untuk mendapatkan cukup kalsium. Kalsium diperlukan untuk kesehatan tulang dan gigi.

Orang dengan batas intoleransi laktosa dapat mengonsumsi produk-produk bebas laktosa, seperti susu kedelai, susu almond, dan susu beras. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *