Masalah Alergi Makanan Laut (Seafood)

Mungkin ada diantara kita yang sering mengalami masalah setelah mengonsumsi seafood atau makanan laut. Hal tersebut bisa saja merupakan reaksi alergi terhadap seafood. Sangat disayangkan jika seseorang mengalami alergi terhadap seafood, karena seperti yang telah diketahui pada seafood banyak sekali kandungan nutrisi yang penting untuk tubuh, seperti omega 3 dan vitamin B 12 yang diperlukan oleh tubuh, terutama untuk kesehatan otak dan sistem syaraf pusat.

 

masalah alergi makanan laut (seafood)

Alergi seafood timbul sebagai respon dari sistem tubuh terhadap tropomyosin atau protein dalam seafood. Antibodi lalu memicu pelepasan bahan kimia seperti histamin untuk menyerang balik tropomyosin hingga menimbulkan gejal alergi mulai dari skala ringan hingga mengancam nyawa. Terkadang butuh waktu beberapa lama sebelum gejala alergi seafood tersebut menyerang, namun alergi seafood juga bisa terjadi dalam beberapa menit. Beberapa gejala alergi seafood diantaranya :

  • Sakit perut, mual, diare, atau muntah
  • Hidung berlendir, sulit bernapas, atau mengeluarkan suara yang mirip seseorang yang terserang asma (mengi)
  • Kulit gatal, biduran, atau eczema
  • Bengkak pada wajah, bibir, lidah, tenggorokan, telinga, jari-jari, atau tangan
  • Kepala pening, pusing, atau pingsan

Masalah alergi tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena, respon alergi antara stau orang dengan orang yang lainnya bisa bermacam-macam dan berbeda-beda. Ada yang hanya merasakan gatal-gatal sementara dibeberapa bagian tubuh sampai respon berat lainnya yang tidak jarang dapat mengancam jiwa.

Lalu, apa saja jenis makanan laut atau seafood yang dapat menimbulkan reaksi alergi ?

Makanan dari hasil laut yang dapat menimbulkanalergi tidak hanya ikan saja, namun ada beberapa jenis makanan laut lain yang juga dapat menjadi pemciu timbulnya reaksi alergi, yaitu :

  • Moluska. Kerang, cumi-cumi, tiram, cumi besar (gurita, keong, kupang (kerang hijau).
  • Artropoda. Lobster, udang karang, kepiting, udang kecil (shrimp).
  • Chordata. Ikan tuna, ikan salmon, ikan tenggirin, dan sebagainya.

Jika didalam keluarga Anda memiliki riwayat alergi, maka resiko untuk mengalami alergi seafood dapat meningkat. Alergi seafood banyak dialami oleh orang dewasa, terutama wanita, meskipun semua orang dari segala usia bisa mengalaminya. Sedangkan jika pada anak-anak lebih sering terjadi pada anak laki-laki. Penderita asma juga memiliki resiko mengalami reaksi anafilaksis. Hal ini juga dirasakan oleh penderita alergi meskipun mengonsumsi makanan apapun yang mengandung sedikit seafood.

Cara pencegahan alergi seafood terbaik dan termudah adalah dengan menghindari makanan ataupun segala produk yang mengandung seafood yang dapat memicu terjadinya reaksi alergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *