Penyakit Bronkitis Alergi

bronkitis alergipengobatanalergi.com,- Saat ini banyak orang yang mengidap nernagai penyakit pernapasan yang bisa memiliki dampak yang begitu signifikan terhadap cara mereka hidup sehari-hari. Penyakit pernapasan dapat bermacam-macam, mulai dari yang akut hingga kronis.

Terdapat beberapa jenis penyakit pernapasan, salah satunya adalah penyakit bronkitis alergi. Brinkitis alaergi terjadi akibat adanya peradangan yang kronis pada saluran pernapasan yang menuju ke paru-paru. Penyakit ii merupakan sejenis kondisi aasma dimana bronki dan saluran napas bagian bawah dari sistem pernapasan meradang oelh iritasi dan alergi.

Beberapa penderita bronkitis alergi yang mengalami peradangan biasanya diikuti oleh demam, sakit pada tenggorokan dan batuk yang terjadi secara terus-menerus. Pada beberapa penderita bronkitis alergi juga dapat dilatar belakangi oleh adanya flu/pilek yang terjadi cukup lama. Tapi, hanya beberapa penderita penyakit bronkitis alergi yang disebabkan oleh makanan tertentu, seperti makanan yang berbahan dasar susu, alergi terhadap debu, udara dingin, asap rokok dan pengobatan flu yang tidak tuntas, daya tahan tubuh yang lemah, gangguan pencernaan juga dapat mempengaruhi terjadinya bronkitis alergi.

Penyakit bronkitis alergi juga sering disebut dengan asma alergi. Kondisi khusus ini dipicu oleh sistem kekbalan tubuh yang terlalu aktif menyerang zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh, sehingga melapaskan antibodi untuk melawan substansi.

Gejala bronkitis yang mungkin timbul ialah sebagai berikut :

  • Sesak napas
  • Pilek
  • Mata merah atau bengkak
  • Hiperventilasi
  • Ruam
  • Menggelitik di tenggorokan
  • Dada menyempit
  • Bersin secara terus-menerus
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Gejala lain yang berkaitan dengan asma.

Menghindari tempat-tempat yang lembab dan basah merupakan salah satu cara mencegah timbulnya bronkitis alergi. Selain itu, memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi juga harus dilakukan. Memperbanyak mengondsumsi buah dan sayur untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan berbagai penyakit.

Gejala penyakit bronkitis alergi ringan sampai sedang dapat diobati dengan menggunakan obat antihistamin dan dengan menghindari alergen yang menjadi pemicu munculnya reaksi alergi. Disarankan juga untuk beristirahat dan banyak meminum cairan. Jika gejala-gejala tersebut tidak kunjung membaik, disarankan untuk segera melakukan pemerikasaan kedokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan berkonsultsilah dengan dokter agar dapat melakukan penanganan sedini mungkin jika suatu saat gejala-gejala tersebut muncul kembali.

Semoga informasi penyakit bronkitis alergi diatas dapat bermanfaat.

 

Penyakit Alergi Pada Mata

pengobatanalergi.com,- Penyakit mata sangat beragam dan tidak semuanya menular. Jika disebabkan oleh virus dan bakteri, maka penyakit mata tersebut bisa menular. Sedangkan apabila disebabkan oleh alergi, maka tidak akan menular. Alergi mata disebabkan oleh reaksi berlebihan dari sistem kekbalan tubuh terhadap zat asing yang masuk ke mata. Sel mast akan menghasilkan histamin yang mengakibatkan gangguan pembuluh darah dan dapat mengakibatkan pembengkakan pada kelopak mata. Alergen (zat penyebab munculnya reaksi alergi) yang menjadi penyebab alergi pada mata seperti debu, lensa kontak, kosmetik, serta polutan dari kendaraan.

wngh4dd1b7b185553Penyakit alergi pada mata paling sering disebabkan oleh konjungtivitas alergik (hay fever), konjungtivitas vernalis, keratokonjungtivitas atopik dan konjungtivitas giant papilar. Konjungtivitas merupakan mukosa permukaan bola mata, setara dengan epitel usus dan bronkus yang berhubungan dengan sel dan berfungsi sebagai pertahanan terhadap antigen dan mikroorganisme dari luar. Kondisi suatu penyakit dapat diawali dari konyungtivitas hingga berat, seperti keratokonjungtivitas atopik yang dapat menyebabkan kebutaan.

Alergi mata dapat menyebabkan timbulnya lingkaran hitam dan bengkak pada daerah mata. Mata bengkak dan timbulnya lingkaran hitam disekitar mata diakibatkan oleh adanya gangguan aliran darah pada pembuluh darah diarea mata ketika terjadi alergi mata.

Gejala Alergi Mata

Gejala penyakit alergi pada mata dapat dipicu oleh berbagai macam alergen, seperti debu, jamur, bulu binatang, dan serbuk sari. Alergen tersebut tidak selalu dapat dihindari dan membutuhkan perawatan. Walaupun alergi tidak dapat disembuhkan, namun gejala penyakit alergi pada mata dapat dicegah. Berikut beberapa gejala yang mungkin timbul, yaitu :

  1. Gatal. Alergi dapat menimbulkan rasa gatal ketika histamin diproduksi oleh tubuh untuk membantu memerangi alergen tertentu. Alergi dapat menyebabkan rasa gatal terutama ketika terjadi kontak langsung dengan alergen.
  2. Kemerahan. Kemerahan yang berkaitan dengan alergi mata merupakan penyebab yang paling umum dari misdiagnosis konyungtivitas. Penyakit alergi pada mata menyebabkan kemerahan hingga mengakibatkan warna cahaya merah yang tidak begitu jelas. Kemerahan pada mata dapat dihilangkan dengan menggunakan obat tetes mata. Namun, alergi mata yang tidak diobati dapat menyebabkan konyungtivitas yang berlangsung cukup lama.
  3. Pembengkakan. Pembengkakan disekitar mata dapat disebabkan oleh iritasi yang berhubungan dengan alergi. Pada sekitar 40% penderita penyakit alergi pada mata alergi dapat menyebabkan terbentuknya kantung mata. Pnderita alergi yang memakai kontak lensa merupakan yang paling mungkin mengalami pembengkakan pada mata.
  4. Keluarnya cairan dari mata. Alergi pada mata juga dapat menyebabkan mata berair, hal tersebut karena terjadi kekeringan pada mata. Berbeda dengan kerusakan mata kuning-biru yang sering dikaitkan dengan mata merah muda, alergi mata dapat mengakibatkan keluarnya cairan bening atau putih. Ketika bangun, cairan tersebut akan mengering dan membentuk gumpalan.

Penghindaran alergen dan memberikan lingkungan yang sejuk merupakan tindakan awal yang perlu dilakukan. Pengobatan dengan tetes mata yang dikombinasikan dengan antihistamin topikal dan kortikosteroid dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit, namun harus berhati-hati jika sudah terjadi ulkus kornea.

Selain itu, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk dapat mempercepat penyembuhan penyakit alergi pada mata atau juga sebagai tidak pencegahan timbulnya alergi.

  1. Cuci tangan. Pastikan tangan dalam keadaan bersih ketika akan menyentuh mata. Karena pada umumnya alergi mata disebabkan oleh alergen yang masuk melalui tangan.
  2. Memakai obat tetes mata. untuk mengeluarkan alergen dari mata, Anda bisa membilas mata dengan menggunakan garam dan air mata buatan. Untuk mengatasinya gunakan obat tetes mata yang mampu mengecilkan pembuluh darah dan menhentikan histamin. Walaupun demikian, jangan terlalu sering menggunakan tetes mata, karenan dapat membuat mata lebih sensitif dan mudah teriritasi.
  3. Kompres dingin. Untuk mengatasi kelopak mata yang membengkak dan gatal ketika terjadi alergi, maka dengan mengompres mata dengan handuk dingin atau kentong beku dapat dilakukan untuk mengatasinya.
  4. Menutup jendela. Alergen dapat dicegah untuk masuk kedalam ruangan dengan menutup jendela, terutama ketika cuaca berangin.
  5. Memakai kacamata. Kacamata dapat menghalangi alergen utnuk masuk ke dalam mata.

Jenis Penyakit Alergi Dan Imunologi

pengobatanalergi.com,- Ketika mendengar kata alergi pasti kita langsung terbayang dengan kondisi seperti gata-gatal disertai dengan bintik  merah atau bentol, bersin-bersin dipagi hari, hidung berair kadang juga batuk dari ringan sampai sesak napas. Alergi dapat disebabkan oleh  berbagai macam seperti debu, udara dingin, obat, makanan dan bahan-bahan yang sering kita gunakan sehari-hari.

Jenis penyakit alergi dan imunologi sangat bermacam-macam. Asma merupakan salah satu jenis penyekit alergi yang relatif paling sering  terjadi, diikuti dengan rhinitis alergi, serta urtikaria kronik. Jenis alergi lainnya yang tidak kalah penting yaitu reaksi alergi obat. Sementara  itu dalam bidang imunologi, terdapat penyakit autoimun, khususnya Lupus Eritematosis Sistemik (LES). Sedangkan dari penyakit  imunodefisiensi yang palin terkenal salah satunya yaitu penyakit Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

Dibawah ini merupakan beberapa penyakit yang termasuk kedalam jenis penyakit alergi dan imunoligi, diantaranya :

  1. Asma Bronchial

    asma-bronkialTak jarang ditemukan rasa sesak disangka penyakit janung atua batuk-batuk kronis yang disebabkan oleh penyakit bronkitis atau ssusah  tidur karena insomnia. Keluhan batuk mengi atau sesak saja bukan merupakan monopoli penyakit asma. Beberapa penyakit atau kondisi  dapat menyerupai asma, misalnya Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), bronkitis kronik, dan emfisema, infeksi paru, sinusitis paranasal,  tuberkulosis, refluks gastroesofageal dan penyakit jantung seperti gagal jantung.

    Dalam praktiknya sering ditemukan pasien yang  mengobati penyakitnya sendiri dengan menggunakan obat semprot untuk mengatasi gejala  asma. Namun dalam jangka panjang kondisi ini malah akan memperburuk gejala asma dan serangan asma akan semakin sering.

    Hal yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan penderita obat antinflamasi, menghindari faktor pencetus, dan mendapatkan  pengetahuan mengenai asma dan penyebabnya.

  2. Rhinitis Alergi

    Obat-Rhinitis-AlergiRhinitis alergi merupakan salah satu bentuk rinitis yang secara umum menkanismenya melaui sistem imun, atua IgE secara khusus.  Rhinitis alergi dapat diderita oleh anak sampai dewasa. Gejala yang timbul berupa rinoera, hidung gatal, bersin dan hidung tersumbat,  terkadang disertai gatal dimata. Berdasarkan lama dan serignya gejala, rinitis dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu rinitis alergi intermiten  jika gejalanya berlangsung selama empat hari/minggu dan lamanya kurang dari empat minggu dan rinitis alergi persisten juka gejala  berlangsung selama lebih dari empat hari/minggu dan lamanya lebih dari empat minggu. Rinitis alergi merupakan salah satu faktor resiko  terjadinya serangan asma. Dengan pengobatan yang baik, maka gejala rinitis dapat terkontrol dengan baik.

  3. Alergi Obat

    cara-mengatasi-alergi-obatAlergi obat adalah respon yang tidak diinginkan pada pemberian obat tertentu. Banyak keadaan dimana gejalanya mirip atau sama dengan  gejala alergi, namun mekanismenya bukan alergi seperti sesak napas atau angiederma karena aspirin atau antiinflamasi non steroid, maka  dari itu diperkenalkanlah intilah hipersensitivitas obat.

    Gejala alergi obat sanga beragam. Namun yang paling sering muncul adalah gejala pada kulit, mulai dari eritema, urtikaria, pruritus,  angioderma, vesikula, bula sampai kulit melepuh. Selain itu, terdapat beberapa gejala lain namun lebih jarang terjadi, misalnya sesak napas,  pusing hingga pingsan seperti halnya pada anafilaksisi, bisa juga terjadi anemia, serta gangguan fungsi hati atau ginjal. Komplikasi alergi  obat yang paling berbahay adalah anafilaksis, Steven Juhnson Syndrome, nekrosis epidermal toksik, dan Drug Rash Eosinophilia and  Systemic Symptoms (DRESS).

  4. Urtikaria dan Angioderma

    Urtikari adan angioderma yaitu kelainan kulit yang berupa bentol, kemerahan dan gatal. Sebagian besatr urtiakria kronik tidak diketahui  penyebabnya dan biasanya gejala berlangsung selama lebih dari enam minggu bahkan hingga 20 tahun. Sedangkan Angioderma  menyerupai urtikaria, namun lebih mengenai jaringan kulit yang lebih dalam. Gejala yang tidak muncul sering tidak terasa gatal, tetapi  terasa sakit. Angioderma umunya menyerang pada mukosa mata, bibir atau kemaluan. Jika mengenai trakea atau bronkus, seperti pada  reaksi anafilaksis dapat membahayakan nyawa penderita.

  5. Lupus Eritematosus Sistemik (LES)

    Karena menyerang beberapa organ, baik secara bersamaa atau berurutan maka LES termasuk kedalam salah satu dari penyakit autoimun  yang bersifat sistemik. Radang sendi dan demam yang berkepanjangan merupakan salah satu dari gejal lupus. Gejala seperti kemerahan  diwajah, sariawan, anemia, lekopeni atau trambositopeni merupakan petunjuk kearah LES. Semakin dini penanganan dilakukan, makan  diharapkan komplikasi yang serius dapat dicegah dan dihindari.

  6. Penyakit Imunodefisiensi

    Virus_HIVPenyakit Imunodefisiensi yang dapat diperoleh ketika lahir. Salah satunya infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang merupakan  salah satu dari penyebab imunodefisiensi yang dikenal dengan AIDS. Penyakit kronis lainnya seperti diabetes mellitus, gagal ginjal kronik,  sirosis hati, dan PPOK dapat menurunkan daya tahan tubuh. Oleh sebab itu, menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh sangat  diperlukan untuk menghindari bahayanya penyakit infeksi.

Pemicu alergi dapat diketahui melalui riwayat penyakit seperti bengkak setelah mengonsumsi makanan tertentu. Apabila diperlukan, tes  alergi dapat dilakukan dengan pemeriksaan kulit atau darah. Tes kulit yang umum dilakukan yaitu seperti uji cukit kulit (skin prick test) dan  uji tempel (patch test). Adapun tes darah dengan pemeriksaan IgE lebih spesifik terhadap jenis alergen tertentu.

Demikian artikel tentang Jenis Penyakit Alergi dan Imunologi ini saya buat. Semoga dapat bermanfaat dan bisa memberikan sedikit  informasi mengenai jenis penyakit alergi dan imunologi. Serta dapat membantu kita dalam menjalani hidup yang lebih sehat.

Penyakit Alergi Protein Hewani

protein-food-sources1pengobatanalergi.com,- Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang sangat diperlukan oleh tubuh. Telur, ikan laut dan udang merupakan sumber protein tan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Namun, sayangnya terdapat beberapa orang yang justru menderita rekasi gatal-gatal begitu mengonsumsi makanan sumber protein tersebut. Nutrisi protein tersebut memang dapat memicu terjadinya reaksi alergi, terutama yang terdapat pada protein hewani. Pada beberapa penderita alergi, memang terdapat jenis-jenis protein tertentu yang dapat memicu alergi dengan gejala yang bervariasi, mulai dari gatal dikulit sampai gangguan pencernaan pada penderita. Jika alergi yang terjadi sudah mencapai tahap parah, maka pencerita akan mengalami sesak napas.

Protein yang belum diuraikan menjadi nutrisi memasuki peredaran darah melalui dinding usus sebagai zat yang tidak dikenal yang dapat menimbulkan reaksi alergi. Mengonsumsi protein hewani yang berlebihan dan reaksi alaeragi yang ditimbulkan dapat menyebabkan meningakatnya kasus-kasus dermatitis atopic, kaligata, penyakit kolagen, colitus ulserativa, dan penyakit Crohn.

Secara umum protein memang sangat dibutuhkan oleh tubuh, namun beberapa jenis protein dapat memicu reaksi yang berlebihan. Dibandingkan dengan jenis protein nabati jenis protein hewani lebih sering memicu alergi, sedangkan jenis protein hewani pada umumnya lebih bisa ditoleransi oleh tubuh.

Protein pada dasarnya sangat diperlukan oleh tubuh untuk membangun daya tahan tubuh terhadap penyakit. Namun, apabila jumlahnya ditambah maka bisa menyebabkan hiper yang berujung pada meracuni tubuh atau disebut dengan auto-imun. Alergi ini diawali dengan hipersensitif yang kemudian akan menyebabkan auto-imun jika berlebihan.

Alergi jensi ini memang sulit untuk disembuhkan, namun para penderita dapat mengontrol dan melakukan pencegahan dengan menjauhi sumber yang menjadi pemicu alergi untuk menghindari gejala gatal-gatal atau reaksi alergi lain yang tidak diinginkan. Namun, perlu Anda ketahui bahwa protein merupakan gizi makro yang sangat penting bagi tubuh. Jadi, sebaiknya Anda berlatih untuk membiasakan tubuh Anda agar terbiasa menerima protein.

Jika alergi protein diketahui ketika masih kecil, para orang tua dapat melakukan pengenalan secara bertahap pada sumber-sumber alergi. Ibu dapat memberikan suber protein pada menu si kecil dalam porsi yang kecil. Ketika tubuh sudah terbiasa menerima protein, maka ibu dapat menambah jumlah porsi menjadi lebih besar. Dengan demikian, tubuh dapat belajar menyesuaikan dengan sumber nutrisi penting bagi tubuh dan sebaiknya diusahakan untuk tidak dihindari.

Semoga informasi penyakit alergi protein hewani diatas dapat bermanfaat.

Makanan Pemicu Alergi Pada Anak

Orang tua sering tidak sadar jika anaknya  sudah terjena alergi. Gejala yang mirip  pilek, seperti hidung meler, ruam pada kulit,  sakit perut, atau anak menjadi rewel bisa  saja itu merupakan salah satu gejala  adanya alergi pada anak. Alergi bisa  disebabkan oleh cuaca yang ekstrim, bulu  binatang, debu, makanan, dan sebagainya.

alergi-makanan pemicuSalah satu nutrisi yang diperlukan untuk  tumbuh kembang anak adalah protein.  Namun sayangnya protein ini justru  menjadi salah satu sumber utama pemicu  reaksi alergi pada anak. Bahan makanan  tertentu dapat memicu alergi pada anak.  Makan diperlukan kecermatan didalam  memilih dan menyiapkan menu makanan  bagi anak yang memiliki alergi. Salah  sedikit saja dalam memilih makanan alergi  dapat kambuh dan gangguan kesehatan  seperti mual, muntah, hingga gatal-gatal  dapat muncul. Alergi makanan merupakan  reaksi abnormal tubuh yang bereaksi secara  berlebihan terhadap zat tertentu yang  terkandung didalam makanan.

Menurut dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K),  sekitar 20% anak usia 1 tahun pernah  mengalami reaksi terhadap makanan,  termasuk alergi. Pada bayi yang sudah  mendapatkan makanan pendamping ASI  tidak menutup kemungkinan akan  mengalami alergi. Menurut hasil penelitian  terdapat beberapa jenis yang menjadi makanan pemicu alergi pada anak, meliputi :

Susu Sapi

Pada bayi, susu sapi termasuk protein asing.   Maka dari itu, sebaiknya susu ini dinerikan  kepada anak setelah ia usia 1 tahun. Protein  susu sapi bisa menyebabkan alergi yang  menetap, baik susu murni atau pun hasil  oalhan dari susu seperti ice cream, keju,  kue, dan sebagainya.

Telur Ayam

Bagian putih telur dapat menyebabkan  reaksi terhadap alergi pada anak. Bila alergi  muncul, biasanya anak akan merasakan  gatal di seluruh tubuh, kulit bengkak atau  kemerahan. Anak yang alergi terhadap  telur ayam, belum tentu ia juga mengalami  alergi terhadap daging atau bulu ayam.

Ikan

Ikan merupakan alergen yang kuat,  terutama ikan laut. Reaksi alergi yang  sering muncul yaitu asma. Hanya dengan  mencium baunya ketika sedang dimasak,  anak yang sangat sensitif akan mengalami  sesak napas dan bersin-bersin. Selain ikan,  makanan laun lain yang sering  memicu  alergi adalah udang dan kepiting.

Kacang-kacangan

Meski sifatnya ringan, kacang tanah,  kacang mede, dan yang lainnya dapat  memicu terjadinya reaksi alergi. Gejala  yang biasa timbul dapat berupa gatal-gatal  ditenggorokan.

Sayur dan buah

Sayur dan buah juga dapat menimbulkan  alergi, yaitu berupa gatal-gatal pada mulut.  Sifat alerginya akan hilang jika sayur dan  buah tersebut dimasak selama 2 menit atau  dimasukan ke dalam freezer (pendingin)  selama 2 minggu.

Gandum

Roti atau sereal yang terbuat dari gandum  dapat menyebabkan berbagai gejala alergi  seperti mual, gatal-gatal, dan sesak napas.  Bagi anak yang alergi terhadap gandum  sebaiknya menghindari makanan yang  mengandung gluten dan semolina. Ibu  dapat menggantinya dengan beras atau  jagung sebagai aleternatif.

Kerang-kerangan

Gejala yang muncul berupa urtikaria (gatal  dikulit), angioedema (bengkak-bengkak),  asma atau kombunasi dari  beberapakelainan tersebut.

Resiko yang paling ringan adalah gatal- datal tetapi jika sudah berat dapat  mengakibatkan sesak napas. Alergi  makanan karena makanan laut paling  mudah dideteksi karena gejala yang timbul  relatof cepat, biasanya kurang dari 8 jam  keluhan alergi sudah dapat dikenali.

PPada beberapa alergi seperti alergi telur,  susu sapi, kacang kedelai dan gandum  dapat diatasi oleh tubuh anak seiring  dengan bertambahnya usia dan  pertumbuhannya anak. Namun, terdapat  pula beberapa jenis alergi yang tidak dapat  hilang dari tubuh, seperti alergi terhadap  ikan, kerang, udang, dan kacang-kacangan  yang akan terus membawa alergi seumur  hidupnya. Dari hasil penelitian diketahui  bahwa protein pemicu alergi anak bisa  dikelola tubuh pada waktu tertentu dan  setiap anak berbeda.

Ibu dapat mengatasi alergi pada si kecil  dengan memberikan porsi kecil terlebih  dahulu unruk jenis makanan yang dapat  memicu alergi. Kemudian lihat reaksi yang  dihasilkan, jika tidak menimbulkan reaksi  alergi maka pemberian makanan dapat  diberikan dengan porsi yang lebih besar.  Ibu dapat mencari alternaftif menu  pengganti jika memang si anak memiliki  alergi terhadap makanan tertentu untuk  memenuhi nutrisinya, seperti jika anak  alergi terhadap ikan, ibu bisa mencari  alternatif sumber protein yang lain seperti  ayam atau daging.

Ibu juga harus mewaspadai dengan produk  turunan makanna pemicu alergi. Misalnya  jika anak memiliki alergi terhadap susu  sapi, sebaiknya ibu tidak memberikan ice  cream, keju, yoghurt, dll kepada anak.  Karena produk turunan ini juga dapat  memicu alergi pada anak.

Sekian artikel tentang makanan pemicu  alergi pada anak ini saya buat. Semoga  informasi diatas dapat bermanfaat dan bisa  membantu para ibu untuk dapat mencegah  dan mengatasi alergi, khususnya alergi  makanan pada si kecil.

Macam-Macam Penyakit Alergi Pada Kulit

alergi kulitMacam-Macam Penyakit Alergi Pada Kulit,- Iritasi dan gatal-gatal dikulit bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti panas, masalah pada sistem imun tubuh, pengobatan dan infeksi. Tidak hanya dapat mengganggu kenyamanan, beberapa jenis penyakit gatal-gatal dikulit dapat merupakan manifestasi dari penyakit yang mungkin luput dari perhatian. Seperti adanya proses peradangan pada kulit, alergi, infeksi, jamur, dan lain-lain. Namun, yang akan kita bahas saat ini adalah mengenai alergi. Alergi gatal kulit merupakan salah satu gejala yang dapat timbul saat alergen (bahan penyebab alergi) memicu reaksi sistem imun. Berikut ini merupakan macam-macam penyakit alergi pada kulit, yaitu sebagai berikut :

Dermatitis

alergi kulit-dermatitisDermatitis merupakan peradangan pada kulit dan salah satunya disebabkan oleh alergi. Alergi gatal dikulit pada penyakit ini terjadi apabila terjadi  kontak secara langsung antara kulit dengan alergen, sehingga terjadi gatal-gatal dan kemerahan.  Ada juga radang kulit yang disebut Atopic Dermatitis (Eksim), yaitu kondisi kronis (lama dan progresif) karena reaksi sistem imun yang berlebihan dipermukaan kulit. Atopic Dermatitis (Eksim) dapat disebabkan  karena alergi tertentu, protein tertentu, jamur, dan lain-lain. Pada umunya orang dengan eksim memiliki alergi terhadap makanan yang dapat bertambah parah jka mengonsumsi makanan pemicu tersebut.

Urtikaria

urtikariaKemerahan dan bentol-bentol pada anak atau sering disebut dengan biduran, yaitu reaksi peradangan dikulit yang disebabkan karena pelepasan histamin yang menyebabkan gatal-gatal, kemerahan, dan bentol-bentol besar. Biduran tersebut bisa disebabkan oleh makanan, perubahan suhu ysng ekstrim, tergigit serangga, ulat bulu, dan obat-obatan tertentu.

Angioedema

angioedemaAngioedema hampir sama dengan urtikaria bahkan sering juga disertai urtikaria. Yang membedakannya adalah angioedema terjadi pada bagian kulit yang lebih dalam, seperti bengkak kelopak mata, bibir/mulut atau kelamin. Penyebabnya juga hampir sama yaitu bisa disebabkan oleh obat-obatan, serangga, atau makanan.

Sebenarnya penyakit gatal-gatal dikulit dapat ditangani dan diobati sendiri bila penderita mengetahui penyebab gatal-gatal tersebut. Misalnya rasa gatal yang disebabkan karena mengonsumsi makanan tertentu dapat diatasi dengan menghindari makanan yang menjadi pemicu alergi pada kulit. Alergi gatal pada kulit yang tidak terlalu berat dapat diterapi dengan perubahan gaya hidup misalnya dengan cara menghindari bahan-bahan yang menjadi pemicu timbulnya reaksi alergi, seperti logam, makanan, bahan kimia, obat-obatan, serangga, dan lain-lain.

Semoga informasi macam-macam penyakit alergi pada kulit diatas bisa bermanfaat bagi para pembaca. Dan semoga dapat membantu kita dalam menjalani hidup yang lebih sehat.

Penyakit Alergi Pada Ibu Hamil

alergi pada ibu hamilpengobatanalergi.com,- Bukan hanya bayi yang rawan terkena penyakit alergi, ternyata ibu hamil juga bisa terkena alergi. Sejumlah dokter ahli alergi menyatakan bahwa alergi sang ibulah yang biasanya menurun pada si bayi. Memang alergi tidak dapat hilang 100%, tetapi ibu dapat mengontrolnya sehingga bisa tetap beraktifitas seperti biasanya tanpa harus terganggu oleh alergi. Saat ibu hamil, ibu akan merasakan tubuh menjadi lebih sensitif terhadap makanan tertentu atau jenis alergi lainnya. Terjadinya reaksi alergi pada ibu hamil dipengaruhi oleh meningkatnya hormon progesteron dan menurunnya sistem kekbalan tubuh. Sehingga kondisi tersebut menyebabkan ibu hamil menjadi lebih rentan terhadap virus atau penyebab penyakit lainnya, termasuk alergi.

Untuk mengatasi alergi ketika hamil, cara terbaik yang dapat ibu lakukan adalah dengan mengenali apa yang menjadi pemicu alergi tersebut dan menghindarinya. Jika makanan tertentu yang menjadi pemicunya, maka ibu harus menghindari makanan tersebut. Gunakan masker saat keluar rumah dan bersihkan lingkungan rumah, baik didalam maupun diluar semaksimal mungkin jika ibu merasa debu yang menjadi penyebabnya.

Beberapa gejala alergi yang mungkin timbul adalah sebagai berikut :

  • Terganggunya sistem pernapasan seperti timbulnya batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit telinga, sampai suara serak.
  • Terganggunya sistem pencernaan yang dapat menimbulkan nyeri diperut, diare, sulit buang air besar, kembung, dan sering buang gas.
  • Terganggunya kesehatan kulit ditandai dengan kulit gatal, kulit memerah disetai bintik-bintik, kulit menebal, hingga bibir menjadi bengkak.
  • Terganggunya fungsi mata yang terlihat secara langsung seperti mata gatal, merah, berair dan belekan, terdapat warna kehitaman dibawah mata, dan bintitan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir alergi terhadap ibu hamil, yaitu :

Mengenali jenis alergen

nri824-f2Alergen atau penyebab alergi dapat masuk kedalam tubuh melalui pernapasan (seperti debu kasur, bantal, karepet, dll), saluran pencernaan (makanan), atua menempel pada kulit (misalnya kosmetik). Masuknya alergen tersebut akan langsung merangsang reaksi yang menyimpang dari tubuh. Bila penyebab alergi telah diketahui, misalnya udang, kepiting, atau kacang-kacangan, maka hindari makanan tersebut. Bila penyebabnya belum diketahui secara pasti, sebaiknya amati terlebih dahulu apakah karena faktor debu, cuaca, atau yang lainnya. Alergi pada ibu hamil tidak akan timbul jika tidak dipicu oleh pencetus alergi, sebaiknya lakukan tindakan pencegahan untuk mencegah timbulnya alergi. Pola hidup sehat menjadi langkah terbaik untuk mengatasi alergi pada ibu hamil.

Konsultasi Ke Dokter

Apabila reaksi alergi tidak hilang, maka sebainya ibu segera berkonsultasi dengan dokter kandungan atau dokter spesialis alergi untuk mengetahui penanganan yang tepat dan tidak menimbulkan efek yang berbahaya pada si janin.

Perhatikan kebersihan

1_1_1-Photokebersihan diri dan lingkungan juga harus diperhatikan. misalnya menjaga kebersihan badan dan tidak menggaruk area kulit yang terasa gatal karena kulit yang terluka dapat dengan mudah dimasuki kuman. Begitu juga dengan kebersihan lingkungan, seperti membersihkan tempat dimana sering terdapat tumpukan debu baik dikamar, lemari, gudang dan sebagainya. Perhatikan juga ventilasi rumah.

Hindari stress

Stress dapat melemahkan imun tubuh dan meningkatkan histamin atau zat pemicu yang dapat memperparah alergi. Oleh sebab itu, stress harus dihindari.

Melakukan Olahraga

berolahraga-ringanStamina tubuh merupakan faktor lain yang perlu dipertehankan selama kehamilan. Melakukan jalan kaki santai diudara yang besih dan segar sangat dianjurkan. Pemilihan olahraga ringan seperti berenang dapat dilakukan untuk penderita alergi, terutama dengan gejala asma.

Selain itu, perhatikan juga pantangan ibu hamil, karena bisa saja terjadinya alergi dapat memicu timbulnya stress yang dapat mengganggu kehamilan. Disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda untuk mengetahui perkembangannya.

Semoga informasi penyakit alergi pada ibu hamil diatas dapat bermanfaat.

Alergi Terhadap Cuaca

pengobatanalergi.com,- Cuaca pada saat ini mungkin lagi tidak bersahabat, terkadang cuaca sangat panas kemudian turun hujan yang cukup lebat. Perubaha cuaca yang ekstrim saat ini dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, salah satunya alergi terhadap cuaca. Alergi cuaca pada dasarnya dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu alergi terhadap  cuaca dingin, alergi terhadap cuaca panas, dan alergi terhadap keduanya. Perubahan cuaca, baik dari panas ke dingin ataupun sebaliknya inilah yang dapat memicu reaksi alergi.

alergi cuaca

Menurut salah seorang spesialis andrologi, alergi terhadap cuaca yang dialami seseorang sebenarnya lebih banyak terjadi pada alergi angin. Hal ini disebabkan karena angin bisa membawa debu. Berikut beberapa gejala alergi cuaca yang kemungkinan timbul, meliputi :

  1. Urtikaria (bercak merah)

    Debu yang terbawa angin atau udara dingin dapat menimbulkan reaksi alergi berupa bercak-bercak kemerahan pada tubuh seseorang. Biasanya bercak ini muncul pada bagian tubuh tertentu, kemudian dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain. Bercak tersebut terkadang muncul disertai dengan rasa gatal yang dapat menyebar. Biasanya juga bercak tersebut akan memerah dan meluas kebagian lain seperti lipatan tangan dan ketiak.

  2. Angioedema (Bengkak pada jaringan dalam tubuh)

    Munculnya bercak kemerahan dapat menyebabkan pembengkakan pada jaringan yang lebih dalam (cold-induced). Dan kondisinya akan lebih buruk jika disertai dengan penurunan tekanan darah karena akan menimbulkan pusing atau gejala lain yang lebih serius. Berbeda dengan urtikaria, pembengkakan pada jaringan akibat alergi cuaca ini dapat menimbulkan rasa terbakar atau nyeri.

  3. Sindrom Raynaud

    Pada sebagian kasus, gejala ini muncul ditandai dengan penyempitan pembuluh darah yang berat pada tangan dan kaki yang dapat mengakibatkan kadar oksigen menurun, sehingga bagian kulit tersebut menjadi berwarna putih dan terasa nyeri. Ketika dihangatkan, justru kulit akan berubah menjadi berwarna seperti pelangi, merah diikuti dengan biru.

  4. Asma

    Seseorang yang menderita asma dan memiliki alergi terhadap cuaca ketika menghirup udara dingin biasanya asmanya akan kambuh. Pada awalnya ditandai dengan rasa sesak dan penyempitan saluran nafas. Cuaca dengan udara yang kering dan dingin terkadang memicu efek yang lebih kuat daripada udara yang lembab. Angin yang dingin dan disertai dengan pilek juga bisa memperburuk gejala asma yang timbul.

  5. Hidung Berair

    Hidung berair hampir sama dengan gejala alergi, meskipun secara teknis bukan merupakan alergi. Kondisi ini ditandai dengan hidung yang terus beriar, besin, dan hidung tersumbat.

Pada prinsipnya, setiap perubahan temperatur akan menjadi pemicu terjadinya reaksi alergi jika memang penderita sudah hipersensitif terhadap perubahan cuaca atau temperatur ini. Hal ini terjadi karena mekanisme pertahanan tubuh yang bereaksi secara berlebihan mengeluarkan suatu senyawa kimia yang menyebabkan timbulnya gejala alergi (histamin).

asma-ts-dalamSebenarnya alergi tidak dapat dihindari atau disembuhkan, karena tidak mungkin untuk menghindari kedua faktor yang menjadi penyebabnya, yaitu faktor keturunan dan faktor alam (cuaca). Tetapi kita dapat mengontrol dan menjaga agar reaksi alergi tidak muncul dengan menghindari faktor pemicunya. Gejala bercak kemerahan pada kulit dapat diatasi dengan obat yang mengandung antihistamin atau dengan menggunakan salep. Atau gangguan asma dapat diatasi dengan obat semprot, atau inhalasi (penguapan) yang bertujuan untuk mengatasi penyempitan saluran pernapasan.

Frekuensu kekambuhan dapat ditekan dengan menggunakan pakaian pakaian yang dapat menangkal cuaca, seperti ketika udara dingin mengenakan pakaian yang cukup hangat untuk meminimalkan serangan udara dingin. Sebaliknya, jika alergi terhadap cuaca panas, diusahakan agar tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Selain itu juga hindari keluarnya keringat yang berlebih dengan mengenakan pakaian katun yang dapat menyerap keringat sehingga panas dari keringat lekas menguap.

Jika Anda mengalami gejala-gejala reaksi alergi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga informasi tentang alergi terhadap cuaca diatas dapat bermanfaat.

Penyakit Alergi Kosmetik Pada Kulit Wajah

alergi-pada-kosmetik-ini-tanda-tandanyapengobatanalergi.com,- Bagian wajah merupakan salah satu bagian tubuh yang sering diperhatikan oleh semua orang, terutama wanita. Wanita indonesia khususnya banyak yang menginginkan memiliki wajah yang bersih dan cerah, maka dari itu, tidak sedikit orang yang menggunakan produk kecantikan untuk mewujudkan hal tersebut. Dalam penggunaan produk kecantikan, baik yang alami ataupun kosmetik pemutih wajah, kadang timbul berbagai masalah yang dapat mengakibatkan iritasi bahkan sampai alergi yterhadap kulit wajah. Sehingga bukan memberikan hasil yang baik, namun malah menjadikan wajah menjadi lebam atau berjerawat.

Kosmetik yang beredar diluaran sana kebanyakan mengandung atau terbuat dari bahan-bahan kimia, sehingga para dokter dan ahli pun sangat tidak menyarankan penggunaan kosmetik tersebut terlalu sering. Kulit muka merupakan bagian tubuh yang sangat sensitif dan apabila terpapar bahan kimia secara terus menerus akan berpotensi menimbulkan alergi.

Alergi pada kulit wajah tidak bisa dianggap remeh meskipun tidak separah beberapa jenis alergi lainnya. Namun, alergi pada kulit wajah ini dapat menimbulkan beberapa dampak yang bisa sangat mengganggu aktifitas dan penampilan. Beberapa akibat yang ditimbulkan oleh alergi kulit akibat kosmetik, antara lain :

Penyakit Alergi Kosmetik pada Kulit Wajah

  1. Kulit muka akan cenderung terasa lebih sensitif terhadap cahaya matahari, suhu dan bahkan air. Tidak jarang beberapa jenis kosmetik dapat mengakibatkan pengelupasan pada kulit wajah.
  2. Pada kulit muka akan terasa gatal dan kadang disertai rasa perih yang berkepanjangan.
  3. Kulit muka akan memerah.
  4. Tiba-tiba muncul jerawat pada kulit wajah dalam jumlah yang banyak. Ini diakibatkan kosmetik yang menempel pada wajah tersebut akan mengikat kotoran yang menghampiri wajah.

Jika setelah menggunakan kosmetik Anda mengalami hal-hal tersebut, maka segeralah hentikan pemakaian kosmetik tersebut. Karena tidak menutup kemungkinan kosmetik yang Anda gunakan mengandung beberapa zat kimia yang cukup berbahaya dan dapat memicu terjadinya reaksi alergi pada kulit wajah. Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar terhindar dari penyakit alergi pada kulit wajah Anda :

  1. Gunakan perawatan wajah alami seperti menggunakan masker buah untuk menghilangkan segala gangguan yang muncul pada wajah.
  2. Pilihlah kosmetik yang tidak mengandung bahan-bahan kimia yang dapat memicu alergi jika Anda memang membutuhkan kosmetik.
  3. Biasakan untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum menggunakan peralatan kosmetik dan jangan pernah berbagi make-up dengan orang lain.
  4. Tutup rapat kotak atau tempat kosmetik Anda, serta simpat ditempat yang besih, tidak terpapar sinar matahari secara langsung, dan juga ditempat yang tidak lembab untuk menghidari pertumbuhan jamur.

Jika Anda sudah mengalami penyakit alergi pada kulit wajah Anda, Anda dapat melakukan hal berikut :

  1. Hentikan segera pemakaian produk kosmetik tersebut dan cermati bahan apa yang memungkinkan dapat memicu reaksi alergi.
  2. Hindari membeli produk yang tidak jelas kandungannya.
  3. Bersihkan terlebih dahulu wajah sesaat sebelum menggunakan make-up.
  4. Ganti selalu alat make-up setiap 3-6 bulan sekali dan cuci setiap minggunya agar tetap bersih.
  5. Jangan menggosok, menggaruk, memakan scrub atau lulur atau juga masker pada bagian kulit yang mengalami alergi.

Apabila gejala alergi tidak juga hilang, maka sebaiknya Anda segera memeriksanya kedokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Tips Memilih Kosmetik Yang Aman

tips-memilih-kosmetik-aman

Berbagai jenis kosmetik menjadi produk yang digemari wanita. Mulai dari kosmetik yang bermanfaat untuk membersihkan wajah, mencearahkan, hingga serum vitamin untuk wajah. Keinginan untukyampil lebih baik kerap menjebak seseorang untuk menggunakan kosmetik yang belum diketahui keamanannya. Berikut beberapa tips memilih kosmetik yang aman untuk digunakan.

  1. Terdaftar di BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan)
    Kosmeti yang aman tentunya telah terdaftar di BPOM. Para produsen kosmetik harus melewati beberapa prosedur hingga produk tersebut diyamini keamanannya untuk mendapatkan nomor register dari BPOM. Teknologi saat ini sudah sangat pesat, sehingga banyak pemalsuan produk yang tidak mudah untuk dapat membedakan yang asli dengan yang palsu. Oleh karena itu, belilah kosmetik di gerai resmi atau tempat yang dapat menjamin keaslian produk.
  2. Menggunakan kosmetik yang sesuai usia
    Tips memilih kosmetik yang aman selanjutnya yaitu menggunakan kosmetik yang sesuai dengan usia yang disarankan. Remaja yang berusia belasan tahun sudah tentu belum membutuhkan cream antikerut yang dibuat untuk wanita matang yang berusia diatas 40 tahun.
  3. Pertimbangkan harga dan manfaat produk
    Jangan terlalu terburu-buru ketika membeli kosmetik yang harganya murah. Bagaimanapun produk yang berkualitas membutuhkan bahan baku yang berkualitas juga.
  4. Produk yang aman biasanya tidak menawarkan hasil yang instan
    Mendapatkan kulit wajah yang indah dan sehat tidak bisa dalam waktu yang singkat. Produk yang menawarkan hasil yang instan patut dicurigai keamanannya, karena bisa jadi bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan kosmetik tersebut terlalu tinggi kadarnya atau menggunakan bahan yang sudah jelas dilarang untuk bahan baku kosmetik. Bahan-bahan tersebut mampu membuat kulit tampak cantik dalam waktu yang singkat, namun memiliki efek samping jangka panjang yang sangat merugikan.

Semoga artikel tentang penyakit alergi kosmetik pada kulit wajah diatas dapat bermanfaat dan dapat membantu para pembaca dalam merawat kulit wajah dan mencegah terjadinya reaksi alergi akibat kosmetik pada kulit wajah Anda.

Penyakit Alergi Debu

alergiTerdapat bermacam- macam alergi yang ada, salah satu yang paling  banyak diderita adalah alergi debu. orang  dengan alergi debu terkadang mengalami gejala  alergi seperti hidung tersumbat, sesak napas,  susah tidur, dll. Alergi debu terjadi ketika sistem  kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat asing  seperti serbuk sari, bulu binatang, atau tungau  debu. Tungau debu disetiap sudut rumah dapat  memicu terjadinya reaksi alergi. Salah satu cara  yang dapat dilakukan untuk menghindari alergi  debu yaitu dengan mengurangi kontak langsung  dengan debu. Mulailah dengan menjaga selalu  kebersihan rumah dan lingkungan kerja.

Gejala Alergi Debu

Beberapa gejala alaergi debu sangat mirip  dengan gejala alergi pada hewan peliharaan.  Secara umum gejala alergi debu yang biasa  timbul meliputi bersin, hidung meler, mata  gatal, merah dan berair, hidung tersumbat, dal  sebagainya. Gejala biasanya semakin intensif  pada saat seseorang membersihkan rumah, atau  setelah membersihkan kamar tidur. Gejala lain  yang mungkin dialami oleh penderita alergi  debu, antaralain :

  • Asma
  • Eksim
  • Gatal-gatal
  • Sinus
  • Bengkak dibawah mata

Alergi debu yang diderita dapat berbeda-beda  tingkat gejala yang dialaminya. Jika ringan,  makan Anda tidak akan merasakan gejala yang  dapat mengganggu aktivitas diluar atau hal-hal  lainnya yang dapat sangat mengganggu Anda.

Pencegahan Penyakit Alergi Debu

1_1_1-PhotoMenghindari dan mengurang kontak dengan  faktor pemicu alergi debu merupakan salah satu  cara terbaik utnuk mengobati alergi debu.  Dengan menjaga lingkungan sekitar tetap bersih  serta rutin membersihkan rumah Anda dapat  meminimalkan menghirup paratikel debu dan  Anda juga dapat mengendalikan gejala alergi  debu. Pengurangan kelembaban ruangan akan  membantu untuk mengurangi populasi tungau  debu. Karen tungau debu merupakan organisme  mokrosopis yang hidup di tempat lembab dan  lingkungan yang hangat.

Selain itu, ada beberapa hal yang dapat  dilakukan untuk menghilangkan tungau debu,  diantaranya :

  1. Secara teratur bersihkan kebersihan lingkungan,  baik didalam maupun diluar rumah. Misalnya  tidak menumpuk banyak barang didalam  ruangan yang dapat menjadi sarang  bertumpuknya debu.
  2. Gantilah permadani atau gorden berat yang  dapat menangkap dan menyimpan debu dengan  tirai yang dapat dicuci dan permadani dari  katun.
  3. Cucilah sprei, selimut, karpet serta pakaian  dengan menggunakan air hangat.
  4. Menggunakan dehumidifer akan membantu  menjaga kamar tetap kering, sehingga tungau  debu dapat dihindari.
  5. Gunakan masker saat membersihkan rumah.  Karena pada saat itulah seseorang paling rentan  terhadap reaksi alergi.

Apabila gejala alergi debu telah muncul, obat  antihistamin dapat membantu meredakan  gejala alergi yang timbul. Obat semprot hidung  dan tetes mata juga dapat dijadikan alternatif  untuk mengurangu gejala alergi debu. Apabila  gejala alergi tidak kunjung membaik, segera  periksakan diri Anda ke dokter untuk  mendapatkan penanganan secara medis dan  mengetahui secara pasti gejala yang timbul.

Semoga informasi tentang penyakit alergi debu  diatas dapat bermanfaat. Dengan mengetahui  penyebab dab gejala alergi debu, kita dapat  meminimalisir yang menjadi pemicu timbulnya  rekasi alergi. Serta melakukan penanganan  sedini mungkin ketika gejala alergi tersebut  muncul.