Penyakit Alergi Protein Hewani

protein-food-sources1pengobatanalergi.com,- Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang sangat diperlukan oleh tubuh. Telur, ikan laut dan udang merupakan sumber protein tan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Namun, sayangnya terdapat beberapa orang yang justru menderita rekasi gatal-gatal begitu mengonsumsi makanan sumber protein tersebut. Nutrisi protein tersebut memang dapat memicu terjadinya reaksi alergi, terutama yang terdapat pada protein hewani. Pada beberapa penderita alergi, memang terdapat jenis-jenis protein tertentu yang dapat memicu alergi dengan gejala yang bervariasi, mulai dari gatal dikulit sampai gangguan pencernaan pada penderita. Jika alergi yang terjadi sudah mencapai tahap parah, maka pencerita akan mengalami sesak napas.

Protein yang belum diuraikan menjadi nutrisi memasuki peredaran darah melalui dinding usus sebagai zat yang tidak dikenal yang dapat menimbulkan reaksi alergi. Mengonsumsi protein hewani yang berlebihan dan reaksi alaeragi yang ditimbulkan dapat menyebabkan meningakatnya kasus-kasus dermatitis atopic, kaligata, penyakit kolagen, colitus ulserativa, dan penyakit Crohn.

Secara umum protein memang sangat dibutuhkan oleh tubuh, namun beberapa jenis protein dapat memicu reaksi yang berlebihan. Dibandingkan dengan jenis protein nabati jenis protein hewani lebih sering memicu alergi, sedangkan jenis protein hewani pada umumnya lebih bisa ditoleransi oleh tubuh.

Protein pada dasarnya sangat diperlukan oleh tubuh untuk membangun daya tahan tubuh terhadap penyakit. Namun, apabila jumlahnya ditambah maka bisa menyebabkan hiper yang berujung pada meracuni tubuh atau disebut dengan auto-imun. Alergi ini diawali dengan hipersensitif yang kemudian akan menyebabkan auto-imun jika berlebihan.

Alergi jensi ini memang sulit untuk disembuhkan, namun para penderita dapat mengontrol dan melakukan pencegahan dengan menjauhi sumber yang menjadi pemicu alergi untuk menghindari gejala gatal-gatal atau reaksi alergi lain yang tidak diinginkan. Namun, perlu Anda ketahui bahwa protein merupakan gizi makro yang sangat penting bagi tubuh. Jadi, sebaiknya Anda berlatih untuk membiasakan tubuh Anda agar terbiasa menerima protein.

Jika alergi protein diketahui ketika masih kecil, para orang tua dapat melakukan pengenalan secara bertahap pada sumber-sumber alergi. Ibu dapat memberikan suber protein pada menu si kecil dalam porsi yang kecil. Ketika tubuh sudah terbiasa menerima protein, maka ibu dapat menambah jumlah porsi menjadi lebih besar. Dengan demikian, tubuh dapat belajar menyesuaikan dengan sumber nutrisi penting bagi tubuh dan sebaiknya diusahakan untuk tidak dihindari.

Semoga informasi penyakit alergi protein hewani diatas dapat bermanfaat.

Makanan Pemicu Alergi Pada Anak

Orang tua sering tidak sadar jika anaknya  sudah terjena alergi. Gejala yang mirip  pilek, seperti hidung meler, ruam pada kulit,  sakit perut, atau anak menjadi rewel bisa  saja itu merupakan salah satu gejala  adanya alergi pada anak. Alergi bisa  disebabkan oleh cuaca yang ekstrim, bulu  binatang, debu, makanan, dan sebagainya.

alergi-makanan pemicuSalah satu nutrisi yang diperlukan untuk  tumbuh kembang anak adalah protein.  Namun sayangnya protein ini justru  menjadi salah satu sumber utama pemicu  reaksi alergi pada anak. Bahan makanan  tertentu dapat memicu alergi pada anak.  Makan diperlukan kecermatan didalam  memilih dan menyiapkan menu makanan  bagi anak yang memiliki alergi. Salah  sedikit saja dalam memilih makanan alergi  dapat kambuh dan gangguan kesehatan  seperti mual, muntah, hingga gatal-gatal  dapat muncul. Alergi makanan merupakan  reaksi abnormal tubuh yang bereaksi secara  berlebihan terhadap zat tertentu yang  terkandung didalam makanan.

Menurut dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K),  sekitar 20% anak usia 1 tahun pernah  mengalami reaksi terhadap makanan,  termasuk alergi. Pada bayi yang sudah  mendapatkan makanan pendamping ASI  tidak menutup kemungkinan akan  mengalami alergi. Menurut hasil penelitian  terdapat beberapa jenis yang menjadi makanan pemicu alergi pada anak, meliputi :

Susu Sapi

Pada bayi, susu sapi termasuk protein asing.   Maka dari itu, sebaiknya susu ini dinerikan  kepada anak setelah ia usia 1 tahun. Protein  susu sapi bisa menyebabkan alergi yang  menetap, baik susu murni atau pun hasil  oalhan dari susu seperti ice cream, keju,  kue, dan sebagainya.

Telur Ayam

Bagian putih telur dapat menyebabkan  reaksi terhadap alergi pada anak. Bila alergi  muncul, biasanya anak akan merasakan  gatal di seluruh tubuh, kulit bengkak atau  kemerahan. Anak yang alergi terhadap  telur ayam, belum tentu ia juga mengalami  alergi terhadap daging atau bulu ayam.

Ikan

Ikan merupakan alergen yang kuat,  terutama ikan laut. Reaksi alergi yang  sering muncul yaitu asma. Hanya dengan  mencium baunya ketika sedang dimasak,  anak yang sangat sensitif akan mengalami  sesak napas dan bersin-bersin. Selain ikan,  makanan laun lain yang sering  memicu  alergi adalah udang dan kepiting.

Kacang-kacangan

Meski sifatnya ringan, kacang tanah,  kacang mede, dan yang lainnya dapat  memicu terjadinya reaksi alergi. Gejala  yang biasa timbul dapat berupa gatal-gatal  ditenggorokan.

Sayur dan buah

Sayur dan buah juga dapat menimbulkan  alergi, yaitu berupa gatal-gatal pada mulut.  Sifat alerginya akan hilang jika sayur dan  buah tersebut dimasak selama 2 menit atau  dimasukan ke dalam freezer (pendingin)  selama 2 minggu.

Gandum

Roti atau sereal yang terbuat dari gandum  dapat menyebabkan berbagai gejala alergi  seperti mual, gatal-gatal, dan sesak napas.  Bagi anak yang alergi terhadap gandum  sebaiknya menghindari makanan yang  mengandung gluten dan semolina. Ibu  dapat menggantinya dengan beras atau  jagung sebagai aleternatif.

Kerang-kerangan

Gejala yang muncul berupa urtikaria (gatal  dikulit), angioedema (bengkak-bengkak),  asma atau kombunasi dari  beberapakelainan tersebut.

Resiko yang paling ringan adalah gatal- datal tetapi jika sudah berat dapat  mengakibatkan sesak napas. Alergi  makanan karena makanan laut paling  mudah dideteksi karena gejala yang timbul  relatof cepat, biasanya kurang dari 8 jam  keluhan alergi sudah dapat dikenali.

PPada beberapa alergi seperti alergi telur,  susu sapi, kacang kedelai dan gandum  dapat diatasi oleh tubuh anak seiring  dengan bertambahnya usia dan  pertumbuhannya anak. Namun, terdapat  pula beberapa jenis alergi yang tidak dapat  hilang dari tubuh, seperti alergi terhadap  ikan, kerang, udang, dan kacang-kacangan  yang akan terus membawa alergi seumur  hidupnya. Dari hasil penelitian diketahui  bahwa protein pemicu alergi anak bisa  dikelola tubuh pada waktu tertentu dan  setiap anak berbeda.

Ibu dapat mengatasi alergi pada si kecil  dengan memberikan porsi kecil terlebih  dahulu unruk jenis makanan yang dapat  memicu alergi. Kemudian lihat reaksi yang  dihasilkan, jika tidak menimbulkan reaksi  alergi maka pemberian makanan dapat  diberikan dengan porsi yang lebih besar.  Ibu dapat mencari alternaftif menu  pengganti jika memang si anak memiliki  alergi terhadap makanan tertentu untuk  memenuhi nutrisinya, seperti jika anak  alergi terhadap ikan, ibu bisa mencari  alternatif sumber protein yang lain seperti  ayam atau daging.

Ibu juga harus mewaspadai dengan produk  turunan makanna pemicu alergi. Misalnya  jika anak memiliki alergi terhadap susu  sapi, sebaiknya ibu tidak memberikan ice  cream, keju, yoghurt, dll kepada anak.  Karena produk turunan ini juga dapat  memicu alergi pada anak.

Sekian artikel tentang makanan pemicu  alergi pada anak ini saya buat. Semoga  informasi diatas dapat bermanfaat dan bisa  membantu para ibu untuk dapat mencegah  dan mengatasi alergi, khususnya alergi  makanan pada si kecil.

Macam-Macam Penyakit Alergi Pada Kulit

alergi kulitMacam-Macam Penyakit Alergi Pada Kulit,- Iritasi dan gatal-gatal dikulit bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti panas, masalah pada sistem imun tubuh, pengobatan dan infeksi. Tidak hanya dapat mengganggu kenyamanan, beberapa jenis penyakit gatal-gatal dikulit dapat merupakan manifestasi dari penyakit yang mungkin luput dari perhatian. Seperti adanya proses peradangan pada kulit, alergi, infeksi, jamur, dan lain-lain. Namun, yang akan kita bahas saat ini adalah mengenai alergi. Alergi gatal kulit merupakan salah satu gejala yang dapat timbul saat alergen (bahan penyebab alergi) memicu reaksi sistem imun. Berikut ini merupakan macam-macam penyakit alergi pada kulit, yaitu sebagai berikut :

Dermatitis

alergi kulit-dermatitisDermatitis merupakan peradangan pada kulit dan salah satunya disebabkan oleh alergi. Alergi gatal dikulit pada penyakit ini terjadi apabila terjadi  kontak secara langsung antara kulit dengan alergen, sehingga terjadi gatal-gatal dan kemerahan.  Ada juga radang kulit yang disebut Atopic Dermatitis (Eksim), yaitu kondisi kronis (lama dan progresif) karena reaksi sistem imun yang berlebihan dipermukaan kulit. Atopic Dermatitis (Eksim) dapat disebabkan  karena alergi tertentu, protein tertentu, jamur, dan lain-lain. Pada umunya orang dengan eksim memiliki alergi terhadap makanan yang dapat bertambah parah jka mengonsumsi makanan pemicu tersebut.

Urtikaria

urtikariaKemerahan dan bentol-bentol pada anak atau sering disebut dengan biduran, yaitu reaksi peradangan dikulit yang disebabkan karena pelepasan histamin yang menyebabkan gatal-gatal, kemerahan, dan bentol-bentol besar. Biduran tersebut bisa disebabkan oleh makanan, perubahan suhu ysng ekstrim, tergigit serangga, ulat bulu, dan obat-obatan tertentu.

Angioedema

angioedemaAngioedema hampir sama dengan urtikaria bahkan sering juga disertai urtikaria. Yang membedakannya adalah angioedema terjadi pada bagian kulit yang lebih dalam, seperti bengkak kelopak mata, bibir/mulut atau kelamin. Penyebabnya juga hampir sama yaitu bisa disebabkan oleh obat-obatan, serangga, atau makanan.

Sebenarnya penyakit gatal-gatal dikulit dapat ditangani dan diobati sendiri bila penderita mengetahui penyebab gatal-gatal tersebut. Misalnya rasa gatal yang disebabkan karena mengonsumsi makanan tertentu dapat diatasi dengan menghindari makanan yang menjadi pemicu alergi pada kulit. Alergi gatal pada kulit yang tidak terlalu berat dapat diterapi dengan perubahan gaya hidup misalnya dengan cara menghindari bahan-bahan yang menjadi pemicu timbulnya reaksi alergi, seperti logam, makanan, bahan kimia, obat-obatan, serangga, dan lain-lain.

Semoga informasi macam-macam penyakit alergi pada kulit diatas bisa bermanfaat bagi para pembaca. Dan semoga dapat membantu kita dalam menjalani hidup yang lebih sehat.

Penyakit Alergi Pada Ibu Hamil

alergi pada ibu hamilpengobatanalergi.com,- Bukan hanya bayi yang rawan terkena penyakit alergi, ternyata ibu hamil juga bisa terkena alergi. Sejumlah dokter ahli alergi menyatakan bahwa alergi sang ibulah yang biasanya menurun pada si bayi. Memang alergi tidak dapat hilang 100%, tetapi ibu dapat mengontrolnya sehingga bisa tetap beraktifitas seperti biasanya tanpa harus terganggu oleh alergi. Saat ibu hamil, ibu akan merasakan tubuh menjadi lebih sensitif terhadap makanan tertentu atau jenis alergi lainnya. Terjadinya reaksi alergi pada ibu hamil dipengaruhi oleh meningkatnya hormon progesteron dan menurunnya sistem kekbalan tubuh. Sehingga kondisi tersebut menyebabkan ibu hamil menjadi lebih rentan terhadap virus atau penyebab penyakit lainnya, termasuk alergi.

Untuk mengatasi alergi ketika hamil, cara terbaik yang dapat ibu lakukan adalah dengan mengenali apa yang menjadi pemicu alergi tersebut dan menghindarinya. Jika makanan tertentu yang menjadi pemicunya, maka ibu harus menghindari makanan tersebut. Gunakan masker saat keluar rumah dan bersihkan lingkungan rumah, baik didalam maupun diluar semaksimal mungkin jika ibu merasa debu yang menjadi penyebabnya.

Beberapa gejala alergi yang mungkin timbul adalah sebagai berikut :

  • Terganggunya sistem pernapasan seperti timbulnya batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit telinga, sampai suara serak.
  • Terganggunya sistem pencernaan yang dapat menimbulkan nyeri diperut, diare, sulit buang air besar, kembung, dan sering buang gas.
  • Terganggunya kesehatan kulit ditandai dengan kulit gatal, kulit memerah disetai bintik-bintik, kulit menebal, hingga bibir menjadi bengkak.
  • Terganggunya fungsi mata yang terlihat secara langsung seperti mata gatal, merah, berair dan belekan, terdapat warna kehitaman dibawah mata, dan bintitan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir alergi terhadap ibu hamil, yaitu :

Mengenali jenis alergen

nri824-f2Alergen atau penyebab alergi dapat masuk kedalam tubuh melalui pernapasan (seperti debu kasur, bantal, karepet, dll), saluran pencernaan (makanan), atua menempel pada kulit (misalnya kosmetik). Masuknya alergen tersebut akan langsung merangsang reaksi yang menyimpang dari tubuh. Bila penyebab alergi telah diketahui, misalnya udang, kepiting, atau kacang-kacangan, maka hindari makanan tersebut. Bila penyebabnya belum diketahui secara pasti, sebaiknya amati terlebih dahulu apakah karena faktor debu, cuaca, atau yang lainnya. Alergi pada ibu hamil tidak akan timbul jika tidak dipicu oleh pencetus alergi, sebaiknya lakukan tindakan pencegahan untuk mencegah timbulnya alergi. Pola hidup sehat menjadi langkah terbaik untuk mengatasi alergi pada ibu hamil.

Konsultasi Ke Dokter

Apabila reaksi alergi tidak hilang, maka sebainya ibu segera berkonsultasi dengan dokter kandungan atau dokter spesialis alergi untuk mengetahui penanganan yang tepat dan tidak menimbulkan efek yang berbahaya pada si janin.

Perhatikan kebersihan

1_1_1-Photokebersihan diri dan lingkungan juga harus diperhatikan. misalnya menjaga kebersihan badan dan tidak menggaruk area kulit yang terasa gatal karena kulit yang terluka dapat dengan mudah dimasuki kuman. Begitu juga dengan kebersihan lingkungan, seperti membersihkan tempat dimana sering terdapat tumpukan debu baik dikamar, lemari, gudang dan sebagainya. Perhatikan juga ventilasi rumah.

Hindari stress

Stress dapat melemahkan imun tubuh dan meningkatkan histamin atau zat pemicu yang dapat memperparah alergi. Oleh sebab itu, stress harus dihindari.

Melakukan Olahraga

berolahraga-ringanStamina tubuh merupakan faktor lain yang perlu dipertehankan selama kehamilan. Melakukan jalan kaki santai diudara yang besih dan segar sangat dianjurkan. Pemilihan olahraga ringan seperti berenang dapat dilakukan untuk penderita alergi, terutama dengan gejala asma.

Selain itu, perhatikan juga pantangan ibu hamil, karena bisa saja terjadinya alergi dapat memicu timbulnya stress yang dapat mengganggu kehamilan. Disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda untuk mengetahui perkembangannya.

Semoga informasi penyakit alergi pada ibu hamil diatas dapat bermanfaat.

Alergi Terhadap Cuaca

pengobatanalergi.com,- Cuaca pada saat ini mungkin lagi tidak bersahabat, terkadang cuaca sangat panas kemudian turun hujan yang cukup lebat. Perubaha cuaca yang ekstrim saat ini dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, salah satunya alergi terhadap cuaca. Alergi cuaca pada dasarnya dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu alergi terhadap  cuaca dingin, alergi terhadap cuaca panas, dan alergi terhadap keduanya. Perubahan cuaca, baik dari panas ke dingin ataupun sebaliknya inilah yang dapat memicu reaksi alergi.

alergi cuaca

Menurut salah seorang spesialis andrologi, alergi terhadap cuaca yang dialami seseorang sebenarnya lebih banyak terjadi pada alergi angin. Hal ini disebabkan karena angin bisa membawa debu. Berikut beberapa gejala alergi cuaca yang kemungkinan timbul, meliputi :

  1. Urtikaria (bercak merah)

    Debu yang terbawa angin atau udara dingin dapat menimbulkan reaksi alergi berupa bercak-bercak kemerahan pada tubuh seseorang. Biasanya bercak ini muncul pada bagian tubuh tertentu, kemudian dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain. Bercak tersebut terkadang muncul disertai dengan rasa gatal yang dapat menyebar. Biasanya juga bercak tersebut akan memerah dan meluas kebagian lain seperti lipatan tangan dan ketiak.

  2. Angioedema (Bengkak pada jaringan dalam tubuh)

    Munculnya bercak kemerahan dapat menyebabkan pembengkakan pada jaringan yang lebih dalam (cold-induced). Dan kondisinya akan lebih buruk jika disertai dengan penurunan tekanan darah karena akan menimbulkan pusing atau gejala lain yang lebih serius. Berbeda dengan urtikaria, pembengkakan pada jaringan akibat alergi cuaca ini dapat menimbulkan rasa terbakar atau nyeri.

  3. Sindrom Raynaud

    Pada sebagian kasus, gejala ini muncul ditandai dengan penyempitan pembuluh darah yang berat pada tangan dan kaki yang dapat mengakibatkan kadar oksigen menurun, sehingga bagian kulit tersebut menjadi berwarna putih dan terasa nyeri. Ketika dihangatkan, justru kulit akan berubah menjadi berwarna seperti pelangi, merah diikuti dengan biru.

  4. Asma

    Seseorang yang menderita asma dan memiliki alergi terhadap cuaca ketika menghirup udara dingin biasanya asmanya akan kambuh. Pada awalnya ditandai dengan rasa sesak dan penyempitan saluran nafas. Cuaca dengan udara yang kering dan dingin terkadang memicu efek yang lebih kuat daripada udara yang lembab. Angin yang dingin dan disertai dengan pilek juga bisa memperburuk gejala asma yang timbul.

  5. Hidung Berair

    Hidung berair hampir sama dengan gejala alergi, meskipun secara teknis bukan merupakan alergi. Kondisi ini ditandai dengan hidung yang terus beriar, besin, dan hidung tersumbat.

Pada prinsipnya, setiap perubahan temperatur akan menjadi pemicu terjadinya reaksi alergi jika memang penderita sudah hipersensitif terhadap perubahan cuaca atau temperatur ini. Hal ini terjadi karena mekanisme pertahanan tubuh yang bereaksi secara berlebihan mengeluarkan suatu senyawa kimia yang menyebabkan timbulnya gejala alergi (histamin).

asma-ts-dalamSebenarnya alergi tidak dapat dihindari atau disembuhkan, karena tidak mungkin untuk menghindari kedua faktor yang menjadi penyebabnya, yaitu faktor keturunan dan faktor alam (cuaca). Tetapi kita dapat mengontrol dan menjaga agar reaksi alergi tidak muncul dengan menghindari faktor pemicunya. Gejala bercak kemerahan pada kulit dapat diatasi dengan obat yang mengandung antihistamin atau dengan menggunakan salep. Atau gangguan asma dapat diatasi dengan obat semprot, atau inhalasi (penguapan) yang bertujuan untuk mengatasi penyempitan saluran pernapasan.

Frekuensu kekambuhan dapat ditekan dengan menggunakan pakaian pakaian yang dapat menangkal cuaca, seperti ketika udara dingin mengenakan pakaian yang cukup hangat untuk meminimalkan serangan udara dingin. Sebaliknya, jika alergi terhadap cuaca panas, diusahakan agar tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Selain itu juga hindari keluarnya keringat yang berlebih dengan mengenakan pakaian katun yang dapat menyerap keringat sehingga panas dari keringat lekas menguap.

Jika Anda mengalami gejala-gejala reaksi alergi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga informasi tentang alergi terhadap cuaca diatas dapat bermanfaat.

Penyakit Alergi Kosmetik Pada Kulit Wajah

alergi-pada-kosmetik-ini-tanda-tandanyapengobatanalergi.com,- Bagian wajah merupakan salah satu bagian tubuh yang sering diperhatikan oleh semua orang, terutama wanita. Wanita indonesia khususnya banyak yang menginginkan memiliki wajah yang bersih dan cerah, maka dari itu, tidak sedikit orang yang menggunakan produk kecantikan untuk mewujudkan hal tersebut. Dalam penggunaan produk kecantikan, baik yang alami ataupun kosmetik pemutih wajah, kadang timbul berbagai masalah yang dapat mengakibatkan iritasi bahkan sampai alergi yterhadap kulit wajah. Sehingga bukan memberikan hasil yang baik, namun malah menjadikan wajah menjadi lebam atau berjerawat.

Kosmetik yang beredar diluaran sana kebanyakan mengandung atau terbuat dari bahan-bahan kimia, sehingga para dokter dan ahli pun sangat tidak menyarankan penggunaan kosmetik tersebut terlalu sering. Kulit muka merupakan bagian tubuh yang sangat sensitif dan apabila terpapar bahan kimia secara terus menerus akan berpotensi menimbulkan alergi.

Alergi pada kulit wajah tidak bisa dianggap remeh meskipun tidak separah beberapa jenis alergi lainnya. Namun, alergi pada kulit wajah ini dapat menimbulkan beberapa dampak yang bisa sangat mengganggu aktifitas dan penampilan. Beberapa akibat yang ditimbulkan oleh alergi kulit akibat kosmetik, antara lain :

Penyakit Alergi Kosmetik pada Kulit Wajah

  1. Kulit muka akan cenderung terasa lebih sensitif terhadap cahaya matahari, suhu dan bahkan air. Tidak jarang beberapa jenis kosmetik dapat mengakibatkan pengelupasan pada kulit wajah.
  2. Pada kulit muka akan terasa gatal dan kadang disertai rasa perih yang berkepanjangan.
  3. Kulit muka akan memerah.
  4. Tiba-tiba muncul jerawat pada kulit wajah dalam jumlah yang banyak. Ini diakibatkan kosmetik yang menempel pada wajah tersebut akan mengikat kotoran yang menghampiri wajah.

Jika setelah menggunakan kosmetik Anda mengalami hal-hal tersebut, maka segeralah hentikan pemakaian kosmetik tersebut. Karena tidak menutup kemungkinan kosmetik yang Anda gunakan mengandung beberapa zat kimia yang cukup berbahaya dan dapat memicu terjadinya reaksi alergi pada kulit wajah. Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar terhindar dari penyakit alergi pada kulit wajah Anda :

  1. Gunakan perawatan wajah alami seperti menggunakan masker buah untuk menghilangkan segala gangguan yang muncul pada wajah.
  2. Pilihlah kosmetik yang tidak mengandung bahan-bahan kimia yang dapat memicu alergi jika Anda memang membutuhkan kosmetik.
  3. Biasakan untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum menggunakan peralatan kosmetik dan jangan pernah berbagi make-up dengan orang lain.
  4. Tutup rapat kotak atau tempat kosmetik Anda, serta simpat ditempat yang besih, tidak terpapar sinar matahari secara langsung, dan juga ditempat yang tidak lembab untuk menghidari pertumbuhan jamur.

Jika Anda sudah mengalami penyakit alergi pada kulit wajah Anda, Anda dapat melakukan hal berikut :

  1. Hentikan segera pemakaian produk kosmetik tersebut dan cermati bahan apa yang memungkinkan dapat memicu reaksi alergi.
  2. Hindari membeli produk yang tidak jelas kandungannya.
  3. Bersihkan terlebih dahulu wajah sesaat sebelum menggunakan make-up.
  4. Ganti selalu alat make-up setiap 3-6 bulan sekali dan cuci setiap minggunya agar tetap bersih.
  5. Jangan menggosok, menggaruk, memakan scrub atau lulur atau juga masker pada bagian kulit yang mengalami alergi.

Apabila gejala alergi tidak juga hilang, maka sebaiknya Anda segera memeriksanya kedokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Tips Memilih Kosmetik Yang Aman

tips-memilih-kosmetik-aman

Berbagai jenis kosmetik menjadi produk yang digemari wanita. Mulai dari kosmetik yang bermanfaat untuk membersihkan wajah, mencearahkan, hingga serum vitamin untuk wajah. Keinginan untukyampil lebih baik kerap menjebak seseorang untuk menggunakan kosmetik yang belum diketahui keamanannya. Berikut beberapa tips memilih kosmetik yang aman untuk digunakan.

  1. Terdaftar di BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan)
    Kosmeti yang aman tentunya telah terdaftar di BPOM. Para produsen kosmetik harus melewati beberapa prosedur hingga produk tersebut diyamini keamanannya untuk mendapatkan nomor register dari BPOM. Teknologi saat ini sudah sangat pesat, sehingga banyak pemalsuan produk yang tidak mudah untuk dapat membedakan yang asli dengan yang palsu. Oleh karena itu, belilah kosmetik di gerai resmi atau tempat yang dapat menjamin keaslian produk.
  2. Menggunakan kosmetik yang sesuai usia
    Tips memilih kosmetik yang aman selanjutnya yaitu menggunakan kosmetik yang sesuai dengan usia yang disarankan. Remaja yang berusia belasan tahun sudah tentu belum membutuhkan cream antikerut yang dibuat untuk wanita matang yang berusia diatas 40 tahun.
  3. Pertimbangkan harga dan manfaat produk
    Jangan terlalu terburu-buru ketika membeli kosmetik yang harganya murah. Bagaimanapun produk yang berkualitas membutuhkan bahan baku yang berkualitas juga.
  4. Produk yang aman biasanya tidak menawarkan hasil yang instan
    Mendapatkan kulit wajah yang indah dan sehat tidak bisa dalam waktu yang singkat. Produk yang menawarkan hasil yang instan patut dicurigai keamanannya, karena bisa jadi bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan kosmetik tersebut terlalu tinggi kadarnya atau menggunakan bahan yang sudah jelas dilarang untuk bahan baku kosmetik. Bahan-bahan tersebut mampu membuat kulit tampak cantik dalam waktu yang singkat, namun memiliki efek samping jangka panjang yang sangat merugikan.

Semoga artikel tentang penyakit alergi kosmetik pada kulit wajah diatas dapat bermanfaat dan dapat membantu para pembaca dalam merawat kulit wajah dan mencegah terjadinya reaksi alergi akibat kosmetik pada kulit wajah Anda.

Penyakit Alergi Debu

alergiTerdapat bermacam- macam alergi yang ada, salah satu yang paling  banyak diderita adalah alergi debu. orang  dengan alergi debu terkadang mengalami gejala  alergi seperti hidung tersumbat, sesak napas,  susah tidur, dll. Alergi debu terjadi ketika sistem  kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat asing  seperti serbuk sari, bulu binatang, atau tungau  debu. Tungau debu disetiap sudut rumah dapat  memicu terjadinya reaksi alergi. Salah satu cara  yang dapat dilakukan untuk menghindari alergi  debu yaitu dengan mengurangi kontak langsung  dengan debu. Mulailah dengan menjaga selalu  kebersihan rumah dan lingkungan kerja.

Gejala Alergi Debu

Beberapa gejala alaergi debu sangat mirip  dengan gejala alergi pada hewan peliharaan.  Secara umum gejala alergi debu yang biasa  timbul meliputi bersin, hidung meler, mata  gatal, merah dan berair, hidung tersumbat, dal  sebagainya. Gejala biasanya semakin intensif  pada saat seseorang membersihkan rumah, atau  setelah membersihkan kamar tidur. Gejala lain  yang mungkin dialami oleh penderita alergi  debu, antaralain :

  • Asma
  • Eksim
  • Gatal-gatal
  • Sinus
  • Bengkak dibawah mata

Alergi debu yang diderita dapat berbeda-beda  tingkat gejala yang dialaminya. Jika ringan,  makan Anda tidak akan merasakan gejala yang  dapat mengganggu aktivitas diluar atau hal-hal  lainnya yang dapat sangat mengganggu Anda.

Pencegahan Penyakit Alergi Debu

1_1_1-PhotoMenghindari dan mengurang kontak dengan  faktor pemicu alergi debu merupakan salah satu  cara terbaik utnuk mengobati alergi debu.  Dengan menjaga lingkungan sekitar tetap bersih  serta rutin membersihkan rumah Anda dapat  meminimalkan menghirup paratikel debu dan  Anda juga dapat mengendalikan gejala alergi  debu. Pengurangan kelembaban ruangan akan  membantu untuk mengurangi populasi tungau  debu. Karen tungau debu merupakan organisme  mokrosopis yang hidup di tempat lembab dan  lingkungan yang hangat.

Selain itu, ada beberapa hal yang dapat  dilakukan untuk menghilangkan tungau debu,  diantaranya :

  1. Secara teratur bersihkan kebersihan lingkungan,  baik didalam maupun diluar rumah. Misalnya  tidak menumpuk banyak barang didalam  ruangan yang dapat menjadi sarang  bertumpuknya debu.
  2. Gantilah permadani atau gorden berat yang  dapat menangkap dan menyimpan debu dengan  tirai yang dapat dicuci dan permadani dari  katun.
  3. Cucilah sprei, selimut, karpet serta pakaian  dengan menggunakan air hangat.
  4. Menggunakan dehumidifer akan membantu  menjaga kamar tetap kering, sehingga tungau  debu dapat dihindari.
  5. Gunakan masker saat membersihkan rumah.  Karena pada saat itulah seseorang paling rentan  terhadap reaksi alergi.

Apabila gejala alergi debu telah muncul, obat  antihistamin dapat membantu meredakan  gejala alergi yang timbul. Obat semprot hidung  dan tetes mata juga dapat dijadikan alternatif  untuk mengurangu gejala alergi debu. Apabila  gejala alergi tidak kunjung membaik, segera  periksakan diri Anda ke dokter untuk  mendapatkan penanganan secara medis dan  mengetahui secara pasti gejala yang timbul.

Semoga informasi tentang penyakit alergi debu  diatas dapat bermanfaat. Dengan mengetahui  penyebab dab gejala alergi debu, kita dapat  meminimalisir yang menjadi pemicu timbulnya  rekasi alergi. Serta melakukan penanganan  sedini mungkin ketika gejala alergi tersebut  muncul.

Penyebab Dan Gejala Alergi

Pengobatan Alergi,- Alergi merupakan suatu  rekasi kepekaan tubuh yang tidak biasa  terhadap sesuatu objek tertentu. Orang-orang  dengan alergi memiliki sisitem kekebalan  tubuh yang bereaksi terhadap suatu zat yang  biasanya tidak berbahaya dilingkungan,  seperti bulu binatang, debu, serbuk sari, dan  lain-lain. Setiap orang memiliki sistem  kekebalan tubuh yang berbeda, sehingga ada  yang sangat sensitif terhadap paktor pemicu  alergi (alergen) tertentu.

Penyebab Alergi

penyebab alergiTerdapat dua faktor yang dapat  menyebabkan alergi, yaitu faktor genetik dan  faktor lingkungan. Resiko alergi  berhubungan dengan sejarah alergi orang  tua. Jika orang tua tidak memiliki alergi,  maka hanya 15% resiko Anda mengidap  alergi. Namun, jika orang tua mengidap  alergi, maka Anda beresiko lebih dari 60%.  Faktor lainnya adalah lingkungan. Reaksi  alergi terjadi ketika terkena suatu alergen.  Semakin besar paparan alergen, maka alergi  akan semakin cepat berkembang. Babarapa  alergen yang sering ditemukan, diantaranya :

  1. Tungau dan debu rumah. Tungau hidup dari  kulit manusia yang terkelupas secara teratur  menjadi debu dalam rumah dan suka hidup  ditempat yang lembab dan hangat, seperti  kasur, selimut, seprai, bantal, dan lain-lain.  Tungau yang terhirup dapat menyebabkan  gejala demam serbuk sari (hay fever)dan  asma. Dan jika terkena kulit dapat  menyebabkan eksim.
    Rumput dan serbuk bunga (pollen). Serbuk  ini jika terkena mata, hidung atau paru-paru  seseorang yang sangat peka, maka dapat  menyebabkan hay fever.
  2. Kulit, bulu, dan ludah binatang. Hampir  semua binatang yang berbulu dapat  menyebabkan alergi. Alergen yang terdapat  pada kerak kulit, bulu, dan ludah binatang  fapat bertahan lama dan sangat mudah  menyebar, sehingga dapat menyerang orang  yang bukan pemilik hewan tersebut.
  3. Makanan. Makanan tertentu, khusunya yang  memiliki kandungan protein dapat  menimbulkan alergi, seperti seafood, susu,  daging, dan lain-lain. Alergi maknan  menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai  dari gejala ringan seperti gatal-gatal dan bibir  bengkak, hingga gejala berat yang dapat  mengancam jiwa.
  4. Obat. Beberapa obat antibiotik dapat memicu  alergi. Biasanya alergi terhadap obat timbul  tidak pada saat pertama kali minum obat  tersebut, tetapi timbul  pada pemakaian  berikutnya.

Selain itu, terdapat faktor lain yang menjadi  pemicu alergi, diantaranya kebiasaan  merokok, polusi, infeksi dan hormon.

Gejala Alergi

Gejala alergi yang terjadi dalam tubuh dapat  dibedakan dari bagian dimana alergi itu  sendiri terjadi. Beberapa bagian tubuh yang  sering dipengaruhi oleh alergi,seperti :

  • gejala alergiSistem pernapasan : Gejala yang timbul  meliputi batuk, pilek, hidung tersumbat,  bersin, sesak napas, mengi suara, mimisan,  sakit telinga, telinga berwarna kemerahan,  tenggorokan gatal, dan suara serak.
  • Sistem pencernaan : Meliputi nyeri perut,  diare, sulit buang air besar, kembung, dan  sering kentut.
  • Kulit : Gejala alergi pada kulit yaitu kulit  terasa gatal, berwarna merah dan bintik- bintik, kulit menebal, eksim, kulit menjadi  kebiruan/hitam, bibir bengkak.
  • Mata : Gejalanya meliputi mata terasa gatal,  mata memerah, berair, mata belekan, warna  kehitaman dibawah mata, dan bintitan.

Dengan mengetahui penyebab dan gejala  alergi , tindakan pencegahan dan pengobatan  dapat dilakukan lebih dini untuk menghindari  gejala yang lebih parah. Jika gejala yang  timbul sudah cukup parah, segera lakukan  pemeriksaan diri ke dokter untuk mengetahui  lebih lanjut gejala dan tindakan tepat yang  harus dilakukan.

Sekian artikel ini saya buat, semoga informasi  penyebab dan gejala alergi tersebut dapat  bermanfaat dan membantu dalam  menciptakan hidup kita yang lebih sehat.

Tips Mengatasi Alergi Dingin

Alergi DinginPengobatan Alergi,- Alergi terhadap suhu dingin atau cold urticaria dapat mengakibatkan reaksi seperti kemerahan, gatal, dan bengkak pada kulit yang terkena udara dingin. Diusahakan para penderita alergi dingin harus menghindari paparan udara dingin dan air dingin, karena jika reaksi alergi memburuk dapat mengarah ke pingsan dan bahkan kematian. Selain itu, reaksi alergi dingin juga dapat berupa flu atau pilek. Udara dingin memang berpotensi menyerang bagian hidung dan menimbulkan pembengkakan, hidung tersumbat, pilek dan flu. Namun, bagi penderita alergi dingin, berada pada tempat dengan temperatur udara yang rendah tanpa perlindungan baju hangat, munculnya flu bersamaan dengan gejala alergi dingin. Udara dingin yang ekstrim juga dapat memicu reaksi asma. Oleh karena itu, para penderita asma sebaiknya mengenakan pakaian yang cukup hangat untuk menhindari akibat dari terpaparnya udara dingin.

Dibawah ini terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi alergi dingin, diantaranya :

  1. Jauhi pemicunya. Penderita alergi dingin sebisa mungkin untuk mencoba menjauhi tempat-tempet dengan suhu udara yang rendah yang ekstrim. Selain itu, mandi pada malam hari juga harus dihindari. Gunakan air hangat jika Anda ingin mandi pada malam hari.
  2. Gunakan pakaian tebal. Bagi para penderita alergi dingin sebisa mungkin untuk menghindari reaksi antara udara dingin dengan kulit, lindungi kulit dengan menggunakan pakaian yang cukup tebal dan hangat. jauhi pakaian yang dapat memicu alergi lainnya, seperti pakaian dari wol atau serat berlebih.
    Gunakan bedak atau lotion yang dapat mengurangi rasa gatal. Bila alergi berada pada tingkat yang masih rendah, Anda dapat menggunakan bedak dan lotion untuk mengurangi reaksi alergi. Oleskan bedak yang mengandung salicyl atau lotion yang mengandung antihistamin untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang dirasakan akibat dari reaksi alergi.
  3. Sediakan antihistamin. Antihistamin merupaka obat alergi yang disaranlkan. Antihistamin bermanfaat untuk mengurangi gejala dan reaksi yang muncul akibat dari pemicu.
  4. Jaga pola hidup dan pola makan. Pola hidup yang sehat dapat membantu dalam proses penyembuhan. Bagaimana cara kita merawat diri sendiri dan memperhatikan pola makan merupakan kata sukses dalam segala macam penyembuhan. Kita harus selalu menjaga pola makan serta hindari merokok, alkohol dan narkoba.
  5. Jauhi stres. Stres juga dapat menjadi salah satu penyebab alergi. Ketika seseorang stres, sel immunoglobulin melepaskan histamin yang dapat menyebabkan menculnya alergi. Oleh sebab itu, sebisa mungkin hindari stres untuk mengurangi munculnya alergi dingin.
  6. Pengobatan lanjutan. Apabila alergi dingin sudah sering muncul, Anda dapat melakukan pengobatan dengan menggunakan kortikostreoid, akan tetapi pengobatan ini tidak aman untuk kesehatan jika digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, Anda juga dapat melakukan imunoterapi, yaitu menyuntikkan sejumlah alergen kedalam tubuh dengan jumlah yang meningkat secara berkala.

Itulah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi alergi dingin. Anda juga bisa mengobati alergi dingin dengan QnC Jelly Gamat yang merupakan suplemen herbal multikhasiat dengan kandungan nutrisi yang sangat lengkap. Semoga informasi tips mengatasi alergi dingin diatas dapat bermanfaat bagi kita semua untuk mendapatkan kesembuhan dan menjalani hidup yang lebih sehat.

Pengobatan Alergi Susu Sapi Pada Bayi

alergi-susu-600x600Pengobatan Alergi Susu Sapi Pada Bayi,- Tidak sedikit bayi bisa mengalami alergi terhadap susu sapi. Alergi susu dapat  terjadi pada 2-8% bayi.  Sekitar 5-15% dari bayi tersebut memiliki reaksi terhadap protein susu sapi, tetapi tidak semua reaksi tersebut adalah reaksi alergi, misalnya  intoleransi laktosa. Sebuah fakta menuturkan bahwa alergi susu sapi paling banyak terjadi pada usia balita. Padahal, susu merupakan salah satu  sumber gizi yang esensial, terutama bagi balita.

Alergi susu sapi merupakan suatu reaksi ketidak tahanan tubuh terhadap satu atau lebih protein susu. Pada bebrapa anak, mengonsumsi susu  dapat memicu tubuh untuk mengeluarkan reaksi kekbalan tubuh yang tepat terhadap protein-protein didalam susu, sehingga mengakibatkan  suatu reaksi alergi. Selain susu sapi, susu kambing, domba dan kerbau juga dapat memicu reaksi alergi. Reaksi alergi susu sapi dapat timbul  bebrapa menit sampai bebrapa jam setelah mengonsumsi susu sapi. Penyebab dari alergi susu sapi ialah 2 komponen paling penting yang  terdapat didalalm susu sapi, yaitu whey dan casein, keduanya dapat bersifat alergen.

Gejala alergi susu bervariasi, mulai dari gejala ringan hingga gejala yang parah. Gejala alergi dapat berupa sesak napas, muntah, bintik  kemerahan yang didisertai gatal pada kulit serta masalah pada pencernaan.

Gejala alergi susu yang dapat terjadi sesaat setelah mengonsumsi susu, antaralain :

  • Bintik merah yang disertai dengan rasa gatal
  • Napas sesak
  • Muntah

Gejala alergi susu yang muncul dalam jangka waktu yang lama setelah mengkonsumsi susu, yaitu :

  • kotoran encer, dapat pula disertai dengan darah
  • Diare
  • Kram pada perut
  • Batuk atau sesak napas
  • Hidung berair
  • Mata berair
  • Ruam kulit yang gatal, paling sering timbul disekitar mulut
  • Colic pada bayi

Pengobatan Alergi Susu Sapi

Pengobatan alergi susu sapi pada bayi salah satunya yaitu dengan menghindari protein susu secara total. Jika bayi diberi ASI, ibu yang  menyusui harus diberi makanan yang dapat menghilangkan protein pemicu alergi. Jika gejala tidak juga berkurang, bayi abisa diberi susu  formula sebagai pengganti susu yang memberikan nutrisi yang lengkap untuk bayi. Susu pengganti yang dapat digunakan yaitu susu kedelai,  susu beras/tajin, dan susu formula rendah alergi yang mengandung protein terhidrolisa atau bebas asam amino.

Namun, sekitar sebagian  anak-anak yang alergi terhadap susu sapi juga alergi terhadap susu kedelai. Jadi susu kedelai tidak direkomendasikan untuk bayi yang berusia  dibawah 6 bulan. Tapi bisa dicoba pertama sebagai susu alternatif pada bayi yang berusia diatas 6 bulan. Selain itu, bagi ibu yang menyusui  terdapat beberapa makanan yang harus dihindari agar si kecil tidak terkena alergi, seperti susu sapi, telur, kacang tanah, dan seafood, atau  makanan yang berbahan dasar atau mengandung susu sapi.

Pengobatan Alergi Susu Sapi pada Bayi

Dan kini, telah hadir solusi alami yang mampu mengatasi alergi susus sapi pada bayi. QnC Jelly Gamat merupakan obat herbal multikhasiat yang mampu mengatasi alergi susu sapi pada bayi secara alami dan juga efektif. Terbuat dari bahan alami dengan bahan dasar ekstraksi 100% gamat emas dan berbagai bahan alami lainnya, seperti Sweetener Stevia, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, serta Ekstrak Buah dan Sayur menjadikan QnC memiliki kandungan manfaat serta khasiat yang begitu lengkap.

Seperti yang telah kita ketahui gamat emas merupakan salah satu spesies hewan laun yang telah sejak jaman dahulu digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Hal tersebut karena didalamnya terkandung zat serta nutrisi yang sangat lengkap dan ampuh untuk mengobati penyakit secara alami, efektif, dan juga aman tanpa menimbulkan bahaya dan efek ketergantungan pada obat. Manfaat serta khasiat dari teripang emasn ini sudah tidak perlu diraukan lagi. Hewan ini memiliki kandungan yang dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan secara menyeluruh.

Tidak hanya memiliki khasiat dan manfaat yang bagus untuk mengatasi alergi, QnC Jelly Gamat juga merupakan obat herbal yang telah memiliki izin resmi dari DEPKES No: 109321601291-1229. Jadi, Anda tidak perlu khawatir dengan keamanan serta kualitasnya. Maka dari itulah kami merekomendasikan QnC Jelly Gamat sebagai solusi pengobatan alergi susu sapi pada bayi yang efektif dan aman.

Informasi lengkap daftar harga dan cara pemesanan, silahkan KLIK DISINI.