Cara Mengobati Wajah Bengkak Karena Alergi Secara Alami

Cara Mengobati Wajah Bengkak Karena Alergi Secara Alami,- Wajah Anda tiba-tiba membengkak dan terasa gatal ? Jangan panik, bengkak pada wajah terutama pada kelopak mata dan bibir bisa jadi merupakan salah satu gejala alergi. Biasanya gejala alergi langsung timbul saat terpapar langsung oleh alergen atau zat penyebab alergi.

Gigitan atau sengatan binatang, obat, komponen tanaman, kacang, bulu binatang, atau makanan laut, bisa menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Bahkan, komponen tersebut bisa menyebabkan reaksi alergi parah, atau disebut juga anafilaksis. Kondisi ini sangat serius dan memerlukan penanganan secepatnya.

Selain pada wajah, pembengkakan juga bisa terjadi pada tenggorokan dan mulut. Biasanya gejala alergi ini diikuti dengan gejala lainnya, seperti diantaranya sulit bernapas dan menelan, detak jantung lemah dan tidak beraturan, pusing, serta ruam.

Reaksi alergi juga biasanya menyebabkan angiodema, yaitu pembengkakan yang mirip dengan urtikaria (bilur berwarna merah dan putih yang terasa gatal), yang terbentuk di dalam lapisan kulit. Umumnya wajah akan bengkak di dekat mata dan mulut.

Untuk mengendalikan gejala tersebut, Anda bisa melakukan beberapa hal, seperti minum obat pereda gatal (antihistamin), menghindari faktor penyebab alergi dan jika perlu kompres hangat, hentikan penggunakan obat (jika ada), dan periksakan diri ke dokter jika kondisi berlanjut atau semakin memburuk.

Selain itu, ada juga cara lain yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi dan mengendalikan gejala alergi pada wajah tersebut, salah satunya dengan memanfaatkan bahan-bahan herbal sebagai langkah pengobatan alergi yang efektif dan aman.

Cara Mengobati Wajah Bengkak Karena Alergi Secara Alami

Ada banyak bahan-bahan herbal yang bisa dimanfaatkan untuk membantu mengobati wakah bengkak karena alergi secara alami, salah satunya yaitu teripang emas. Teripang merupakan salah satu biota laut yang kaya akan kandungan nutrisi sehingga banyak dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional. Bahkan, teripang emas ini telah digunakan oleh nenek moyang sejak dulu.

Untuk membantu mengatasi gejala alergi sendiri, teripang emas ini memiliki kandungan asam amino yang dapat membantu menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan antiseptik yang dimilikinya juga dapat berfungsi sebagai antibakteri, antijamur, serta dapat mencegah timbulnya infeksi. Tidak hanya itu, mengonsumsi teripang atau ekstrak teripang emas secara rutin juga dapat membantu mengurangi rasa sakit dan gatal pada permukaan kulit.

Karena kandungan serta manfaat yang dimilikinya, maka teripang emas ini cukup banyak dicari masyarakat untuk dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Bahkan, kini telah banyak produsen herbal yang menjadikan teripang emas sebagai bahan utamanya.

Diantara banyaknya produk ekstrak teripang emas, QnC Jelly Gamat hadir dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya. Mengapa harus memilih QnC Jelly Gamat untuk membantu mengobati wajah bengkak karena alergi ?

QnC Jelly Gamat merupakan salah satu produk herbal yang dibuat dengan memanfaatkan ekstrak teripang emas sebagai komposisi utamanya dan dikombinasikan dengan bahan alami lainnya, sehingga kandungan dan khasiatnya lebih banyak.

QnC Jelly Gamat diproses secara tradisional dengan dukungan teknologi higienis tanpa campuran bahan kimia obat (BKO) serta tanpa pengawet dan pemanis buatan, sehingga benar-benar aman untuk dikonsumsi, bahkan oleh semua kalangan usia, termasuk ibu hamil dan menyusui.

Disamping itu, QnC Jelly Gamat juga telah teregistrasi Badan POM TR 173301471 dan terdaftar di DEPKES P-IRT No. 109321601291-1229. Juga QnC Jelly Gamat ini telah memiliki lisensi HALAL dari MUI, sehingga 100% aman dan berkualitas.

Itulah beberapa kandungan serta khasiat yang dimiliki oleh QnC Jelly Gamat sebagai salah satu solusi cara mengobati wajah bengkak karena alergi secara alami yang tepat dan aman.

*Disclaimer : Reaksi dan efektifitas produk mungkin berbeda pada setiap individu. Hal ini tergantung pda stadium penyakit, kondisi tubuh, serta dosis dan keteraturan minum. Selain itu, bagi penderita alergi seafood, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi QnC Jelly Gamat.

Keterangan produk :

Nama produk : QnC Jelly Gamat
Komposisi :
Ekstrak Teripang Emas, Sweetener Stevia, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, Ekstrak Buah dan Sayur
Harga : Rp. 155.000,-/botol
Isi : 300 ml
Cara konsumsi : 2 kali 2 sendok makan sehari
*Harga belum termasuk ongkos kirim

Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat dan bisa membantu menjadi solusi terbai untuk mengatasi masalah kesehatan yang Anda alami.

Bagi Anda yang berminat untuk merasakan khasiatnya secara langsung, silahkan klik tautan di bawah ini untuk informasi lengkap cara pemesanan dan daftar harga.

=> Cara Pemesanan QnC Jelly Gamat

Semoga lekas sembuh.

Waspadai 6 Hal yang Menjadi Pemicu Alergi Seks Berikut !

Waspadai 6 Hal yang Menjadi Pemicu Alergi Seks Berikut !,- Mungkin kita sering mendengar mengenai alergi makanan, alergi udara, alergi bulu binatang, dan lainnya. Namun, apakah Anda pernah mendengar mengenai alergi seks ?

Ya, selain alergi makanan, ternyata ada alergi seks juga. Sebenarnya yang paling tepat bukan aktivitas seksnya yang membuat alergi namun reaksi alergi timbul akibat kontak permukaan kulit dengan sperma, untuk mengatasi masalah ini perempuan yang mengidap alergi sperma harus menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks.

Seorang seksolog klinis dan pembawa acara seri Sexpectation di YouTube, Lindsey Doe, menyebutkan ada beberapa gejala umum alergi seks, diantaranya sesak napas, kulit gatal, mata berair, hidung berair, pembengkakan vagina, sesak dada, muntah, diare, dan hilang kesadaran.

Dan berikut ini merupakan 6 hal yang menjadi pemicu alergi seks yang perlu diketahui, yaitu :

1. Rutinitas pra-seks

Jangan salah, apa yang diasup sebelum berhubungan pun bisa merusak hubungan seks. Anda mungkin tidak alergi terhadap seks, tetapi makanan yang dikonsumsi sebelum berhubungan seksual atau obat-obatan yang diminum sebelum tidur dan berhubungan dapat mengacaukan sistem kekebalan.

Beberapa hal bisa saja terjadi seperti reaksi tubuh karena menggunakan sabun yang mengiritasi kulit saat mandi. Bahan lain misalnya minyak pijat juga terkadang bisa memicu reaksi di kulit.

Jika memperhatikan reaksi alergi, pikirkan kembali apa yang telah dilakukan, kemudian coba hilangkan terlebih dahulu, jika reaksinya tidak timbul, maka besar kemungkinan memang itu penyebabnya.

2. Pelumas

Seperti kondom, pelumas mengadnung bahan yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Gejala-gejalanya akan sangat mirip, seperti rasa terbakar, bengkak, dan ruam.

Doe menjelaskan, pelumas yang menawarkan rasa, sensasi dingin atau panas dapat memiliki sejumlah tambahan yang mungkin tidak disukai sistem tubuh.

Ia melanjutkan, gliserin merupakan salah satu bahan lain yang tidak hanya bisa menyebabkan reaksi alergi, juga memiliki potensi untuk mengubah menjadi gula dan memicu infeksi ragi dengan gejala yang mirip dengan alergi.

Bahan pengiritasi lain yang mungkin termasuk penghilang rasa sakit benzocaine dan lidocaine, L-Arginine untuk meningkatkan gairah, nitrosamine pengawet atau nonoxynol-9 untuk membunuh sperma.

Jika merasa memiliki alergi pelumas, disarankan berhenti menggunakannya untuk melihat apakah gejalanya hilang. Jika tidak, segera konsultasi ke dokter.

3. Lateks

Lateks merupakan salah satu bahan utama yang digunakan dalam kondom, tetapi sayangya banyak orang yang alergi terhadap bahan yang satu ini.

Lateks juga biasanya digunakan dalam beberapa mainan seks, sehingga memiliki alergi ini dapat menyebabkan sedikit masalah di ranjang. Jika Anda memiliki alergi lateks, maka kemungkinan akan mengalami iritasi vagina, gatal dan rasa seperti terbakar. Beberapa orang mungkin juga akan mengalami ruam.

Cara termudah untuk menentukan apakah kita memiliki alergi terhadap lateks atau tidak, yaitu jika timbul reaksi setiap kali berhubungan seks dengan menggunakan kondom atau produk lain yang mengandung lateks.

Selain itu, ada juga bahan lain dalam kondom dan alat kontrasepsi lain yang juga dapat menyebabkan reaksi buruk, yaitu kasein dan paraben. Reaksi ini biasanya hilang dalam beberapa hari.

Tidak ada peraturan untuk produk seks, sehingga produsen tidak perlu mencantumkan semua materi dalam produk mereka walau ada kemungkinan menyebabkan alergi. Untuknya, ada kondom non-lateks yang bisa dibeli, jadi Anda masih tetap bisa menikmati seks tanpa rasa khawatir.

4. Alat kontrasepsi

Beberapa perempuan mungkin mengalami respons alergi terhadap alat kontrasepsi, terutama jika baru mengubah metode kontrasepsi. Hal mudah yang bisa dilakukan adalah cari tahu apa yang terjadi setelahnya.

Apa gejalanya dan apa yang terjadi situ sama atau berbeda dari hari-hari tanpa ada reaksi alergi. Efek samping dari pil KB dapat termasuk sakit kepala, mual dan muntah, masalah perut dan diare, ruam, dan tekanan darah tinggi atau rendah.

Ini mirip dengan reaksi alergi, dan jika terus berlanjut, maka segera konsultasi dengan dokter untuk mencari opsi lain. Reaksi serupa dapat terjadi dengan kontrasepsi lain seperti implan, injeksi, dan NuvaRing.

Baca juga : Gejala yang Timbul pada Penerita Alergi Kondom

5. Orgasme

Meskipun sangat jarang, namun seseorang bisa saja mengalami alergi terhadap orgasme. Orang tersebut biasanya memiliki kondisi yang disebut dengan sindrom penyakit pasca-orgasme (POIS), atau sindrom penyakit pasca-ejakulasi.

Hal ini bisa membuat seseorang merasa lemah, demam, lelah, dan mudah tersinggung. Menurut Doe. Kondisi langka ini juga menyebabkan gejala mirip flu dimulai sesaat setelah ejakulasi.

Mereka kesulitan berkonsentrasi dan berusaha melawan kepala tersumbat segera setelah ejakulasi. Ia melanjutkan, para peneliti yang mempelajari POIS tidak semuanya setuju, tetapi banyak dari mereka percaya bahwa penyebabnya adalah sperma, baik pada spermanya sendiri atau wanita yang tubuhnya mengeluarkan respon alergi pada sperma pasangannya.

Pada dasarnya, protein dalam cairan memicu reaksi alergi, biasanya rasa sakit dan terbakar. Kita juga mungkin mengalami gatal-gatal, bengkak, sesak dada, pusing, diare, dan kehilangan kesadaran.

Menurut penelitia Tulan University baru-baru ini, POIS pertama kali didokumentasikan pada tahun 2002 dan ada lebih dari 50 kasus yang tercatat di seluruh dunia, tetapi bisa lebih tinggi jika pria belum pernah mendengar kondisi sebelumnya.

6. Trauma

Beberapa perempuan dapat mengalami reaksi di ranjang jika memiliki hubungan buruk dengan seks.

“Sepengetahuan saya, tidak ada alergi nyata untuk hubungan seksual, tetapi ada sesuatu yang sangat dekat yang disebut dispareunia atau hubungan seks yang menyakitkan” kata Doe.

Pada dasarnya, katanya, sesuatu yang bersifat psikologis yang mengendapkan respons fisiologis. Misalnya kekerasan dalam hubungan, rasa malu, atau tabu terhadap seksualitas atau kurangnya kepercayaan pada pasangan.

Gejala dispeurania termasuk rasa sakit saat penetrasi, rasa sakit saat berhubungan seks, rasa seperti terbakar yang bisa berlangsung selama berjam-jam setelah berhubungan seks.

Hal tersebut bisa disebabkan oleh masalah fisik dan emosional. Jika mengalami hal tersebut, Anda harus segera konsultasi dengan dokter.

Waspada! Faktor Pemicu Alergi Juga Ada di Dalam Rumah

Waspada! Faktor Pemicu Alergi Juga Ada di Dalam Rumah,- Alergi merupakan mekanisme perlindungan alami yang muncul saat sistem imun tubuh bekerja melawan balik partikel asing berpotensi bahaya yang masuk ke dalam tubuh. Ironisnya, banyak hal yang dianggap asing oleh sistem imun tubuh ini ternyata adalah hal-hal yang biasa kita temukan di sekitar kita.

Bagi sebagian orang, alergi menjadi suatu penyakit yang sangat mengganggu. Tidak hanya di luar rumah, tetapi juga di dalam rumah. Beberapa pemicu alergi juga terdapat di dalam rumah, sehingga dapat meningkatkan kemungkinan kambuhnya alergi.

Rumah adalah sebuah perangkat besar bagi alergen, yang membuat alergi semakin sulit untuka dihindari. Reaksi alergi bisa timbul sepanjang tahun, dipicu oleh alergen dalam ruangan. Dan berikut ini merupakan beberapa faktor pemicu alergi yang ada di dalam rumah yang perlu diwaspadai, yaitu :

Debu

Debu adalah kumpulan partikel sisa dari berbagai macam hal, mulai dari rerontokan daun kering, sel kulit mati, tanah, bangkai serangga, sisa makanan, serat, dan sampah lainnya.

Lumut

Lumut dan jamur akan tumbuh berkembang semakin baik di tempat gelap, basah, dan lembap, seperti kamar mandi, gudang, atau tempat-tempat dengan kebocoran.

di masa panennya, jamur dan lumut akan melepaskan spora mikrobik pemicu reaksi alergi. Sama halnya dengan gejala aelrgi serbuk sari bunga, asma bisa timbul akibat menghirup spora dalam jumlah yang besar.

Tungau

Tungau adalah penyebab utama dari alergi, dan debu yang terkumpul di sudut-sudut rumah menyediakan tempat tinggal yang nyaman bagi kutu mikroskopik ini. Tungau hidup dari sel-sel kulit mati yang dilepaskan setiap hari. Oleh karena itu, salah satu area favorit mereka adalah kasur, bersembunyi di seprai, sela-sela jahitan pinggir kasur, bantal, bahkan boneka koleksi anak.

Hewan peliharaan

Sebagai mekanisme adaptasi alami, anjing dan kucing jenis tertentu akan merontokkan bulu-bulunya. Bulu dan sel kulit mati yang rontok inilah yang menjadi penyebab timbulnya reaksi alergi, bukannya bulu yang masih menempel di badan dbinatang.

Selain itu, reaksi alergi juga bisa timbul akibat protein yang terkandung di dalam air liur dan/atau urin anjing, kucing, dan binatang-binatang pengerat (hamster, kelinci, tikus).

Partikel asing sisa binatang ini ringan, sehingga bisa beterbangan di udara, menempel di perabotan rumah dan bertahan sampai berbulan-bulan, hingga kemudian menjadi sarang tumbuhnya mutasi alergen yang mudah tersebar melalui udara.

Kecoa

Kecoa merupakan serangga penyebar bakteri dan penyakit. Yang lebih menyebalkan lagi, kecoa adalah salah stau binatang paling tahan banting dan sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar, terutama jika daerah tersebut memiliki banyak persediaan air dan makanan.

Apa yang menyebabkan alergi kecoa ? Hal ini disebabkan karena alergennya bisa ditemukan dalam enzim pencernaan, air liur, feses, dan tubuh kecoa. Bagi sebagian orang, alergi yang disebabkan oleh kecoa ini bis amenjadi faktor utama penyebab asma serius dan masalah pernapasan lainnya.

Insektisida pembasmi kecoa pun bisa menimbulkan reaksi alergi jika digunakan secara sembarangan, akibat racun yang terkandung dalam gas tersebut.

Namun, penderita bisa meminimalisir hadirnya pemicu alergi ini dengan menjauhkannya dari penderita alaergi. Menjaga rumah tetap bersih dan kering mungkin merupakan langkah paling penting untuk meminimalisir hadirnya pemicu alergi di dalam rumah.

Membersihkan rumah secara total adalah langkah awal untuk menjaga rumah bebas alergen. Air purifier atau pemurni udara juga memiliki peran penting untuk menjaga suhu ruangan tetap netral.

Langkah lain yang bisa dilakukan adalah menjauhkan hewan lpeliharaan agar tidak tidur di ranjang. Selain itu, sterilisasi kasur dari ngengat dan kutu busuk tidak kalah penting, jika perlu Anda juga bisa meminta bantuan dari profesional.

Langkah pencegah alergi lain adalah mencegah karpet dan plafon menjadi lembab akibat tumpahan atau kebocoran air. Jika hal ini terjadi, segera keringkat untuk mencegah kelembaban penyebab timbulnya jamur.

Terakhir, pilihlah perabot dan dekorasi rumah yang tepat untuk menciptakan rumah sehat bebas alergi.

 

Artikel terkait :

Cara Jadikan Rumah Anti Alergi
5 Langkah Efektif Bebaskan Rumah dari Debu
Meningkatkan Kualitas Udara di Rumah Bantu Cegah Alergi

Waspada! Inilah Jenis Alergi yang Bisa Bikin Wajah Gatal

Waspada! Inilah Jenis Alergi yang Bisa Bikin Wajah Gatal,- Alergi merupakan salah satu bentuk respon tubuh terhadap benda atau kondisi tertentu yang dianggap berbahaya. Biasanya alergi terdeteksi dengan berbagai tanda seperti gatal-gatal, pusing, mual, dan sebagainya.

Sampai sekarang penyebab pasti dari alergi masih belum diketahui. Alergi juga sampai saat ini masih belum bisa diobati. Namun, pengobatan alergi bertujuan untuk meredakan gejala alergi yang timbul.

Alergi biasanya diturunkan dalam keluarga. Namun, bukan berarti sudah pasti Anda terkena alergi jika orangtua memiliki alergi tertentu. Hanya saja, kemungkinan Anda terkena alergi akan lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki riwayat alergi dalam keluarga.

Alergi bisa terjadi ketika suatu benda asing terpapar pada tubuh dan menyebabkan sel imunitas tubuh bereaksi terlalu berlebihan, sehingga timbul gejala alergi. Paparan benda asing tersebut bisa dikonsumsi, inhalasi, bahkan sentuhan.

Berbagai gejala alergi bisa timbul seperti gangguan pada kulit (gatal, biduran, dan eksim), gangguan pada mata (mata berair dan gatal), gangguan pada hidung (hidung berair), gangguan pada saluran napas (asma), dan gangguan pada saluran pencernaan (diare).

Diantara beberapa gejala tersebut, wajah gatal merupakan salah satu gejala alergi yang sering terjadi. Ada beberapa jenis alergi yang bisa bikin wajah gatal, diantaranya adalah :

*) Makanan

Alergi makanan tertentu sering menyebabkan wajah gatal. Tingkat keparahan dari alaergi makanan bervariasi. Mulai dari wajah gatal, gangguan pencernaan, wajah bengkak, hingga sesak napas. Jika sudah menyebabkan bengkak pada wajah, lidah, dan tenggorokan, berarti alergi yang dialami sudah sangat parah dan dapat menyebabkan reaksi anafilaksis. Jika hal ini terjadi, maka sebaiknya segera ke unit gawat darurat untuk segera dilakukan tindakan medis.

*) Binatang

Berbagai jenis binatang juga bisa menjadi penyebab wajah gatal. Penyebabnya bukan hanya bulu dari binatang tersebut, tetapi juga karena air liur dan sel kulit matinya. Gejala lain alergi binatang selain wajah gatal adalah berupa bersin hingga sesak napas.

*) Obat-obatan

Obat-obatan selain yang dikonsumsi dan dioleskan pada wajah juga bisa menyebabkan wajah gatal. Untuk obat minum, biasanya juga menyebabkan gatal pada area tubuh lain seperti tangan, perut, dan kaki. Alergi obat yang parah juga bisa menyebabkan reaksi anafilaksis.

*) Dermatitis kontak

Zat alergen lainnya juga bisa menyebabkan wajah gatal. Namun, zat alergen tersebut belum tentu menyebabkan alergi ke orang lain. Zat alergen tersebut dapat berupa sabun, sampo, deterjen, dan lain-lain. Biasanya, zat alergen ini akan menyebabkan alergi di bagian kulit manapun yang terjadi kontak, tak hanya pada wajah.

*) Eksim

Eksim juga bisa menyebabkan wajah gatal. Selain itu, gejalanya juga bisa berupa bercak merah dan bersisik. Penyebab pasti dari eksim atau dermatitis atopik ini masih belum diketahui secara pasti. Penderita asma dan alergi musim lebih berisiko mengalami eksim.

*) Alergi musim

Wajah gatal bisa disebabkan oleh alergi musim atau sering disebut dengan hay fever. Biasanya alergi musim terjadi saat musim menjelang berangin dan dingin. Gejalanya dapat berupa wajah gatal, mata merah, berair, gatal, hingga bengkak. Bahkan alergi juga bisa menjadi konjungtivitas atau peradangan konjungtiva mata jika sudah cukup parah.

 

Baca juga :

Solusi Herbal untuk Atasi Ruam di Wajah karena Alergi
Mengobati Alergi pada Wajah Bayi
Penyakit Alergi Kosmetik pada Kulit Wajah

Jangan Salah! Inilah Cara Mengenali Gejala Alergi pada Anak

Jangan Salah! Inilah Cara Mengenali Gejala Alergi pada Anak,- Alergi yang menyerang anak bisa terjadi kapanpun. Hal ini bisa membuat anak rewel, merasa tidak nyaman, sampai-sampai kehilangan nafsu makan karena lemas.

Bagi para orangtua baru, tentu keluhan pada anak tersebut seringkali menimbulkan tanda tanya besar. Apakah gangguan tersebut merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau mungkin karena serangan alergi.

Sebagian besar kasus alergi terjadi karena faktor genetik. Namun, ada pula yang disebabkan karena faktor luar, seperti makanan atau lingkungan. Beberapa makanan yang sering menyebabkan alergi diantaranya seperti kacang, susu, telur, kerang, dan ikan.

Sedangkan alergi yang disebabkan oleh lingkungan biasanya terjadi saat anak menginjak usia 18 bulan. Beberapa hal yang menjadi penyebabnya antara lain serbuk sari, debu, tungau, bubu binatang, atau jamur.

Untuk mengetahui apakah anak memiliki alergi atau tidak, memang perlu dilakukan pemeriksaan medis dan berkonsultasi dengan dokter. Namun selain itu, alangkah lebih baik jika sebagai orangtua, Anda juga perlu mengetahui beberapa gejala alergi.

Agar tidak salah, inilah cara mengenali gejala alergi pada anak yang perlu diketahui, yaitu :

Alergi makanan

Alergi dan toleransi makanan biasanya terjadi secara bergantian. Alergi merupakan reaksi dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang masuk karena dianggap membahayakan.

Reaksi yang timbul diantaranya gatal, bibir bengkak, muntah, diare, dan bantuk mengi atau berbunyi. Ketika seorang bayi memiliki alergi terhadap makanan, maka ia akan kehilangan enzim yang diperlukan untuk memecah protein menjadi bagian mudah dicerna.

Akibatnya, adanya gas yang berlebihan atau kram pada perut yang membuatnya rewel. Gejala dari keduanya dapat terjadi ketika si kecil mulai kenyang, termasuk juga saat diberi susu formula atau menyusui. Jika curiga anak mengalami hal ini, maka segera konsultasikan kondisinya dengan dokter spesialis alergi.

Baca juga : Tisu Basah Ternyata Bisa Picu Alergi pada Anak

Ruam

Ruam merupakan tanda yang biasanya timbul pertama. Beberapa bayi yang baru lahir memiliki jerawat kecil di wajah. Namun, berbeda lagi dengan eksim, yang merupakan ruam wajah yang menyebar secara luas, berwarna merah, bersisik, dan gatal. Setelah timbul di wajah, akan timbul pada bagian lengan, kaki, lipatan lutut, bahkan pada siku.

Untuk mengatasinya, mandikan bayi dengan sabun hypoallergenic dan gunakan pelembab tanpa aroma. Jika tak kunjung mereda, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Nantinya dokter akan memberikan obat topikal dan antihistamin untuk menyembuhkan dan mengontrol gatal.

Batuk berkepanjangan

Asma merupakan salah satu bentuk alergi yang menyebabkan peradangan di saluran napas. Ditandai dengan timbulnya batuk mengi atau berbunyi dan sesak napas. Bayi yang memiliki alergi eksim dan makanan lebih mungkin terkena asma.

Biasanya gejalanya tidak disebabkan oleh pilek atau virus. Tetapi timbul batuk berbunyi terus menerus dan tak kunjung sembuh. Jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter.

Mengejutkan! Tisu Basah Ternyata Bisa Picu Alergi pada Anak

Mengejutkan! Tisu Basah Ternyata Bisa Picu Alergi pada Anak,- Tisu basah merupakan salah satu keperluan yang selalu tersedia dalam tas bayi, terutama saat melakukan perjalanan jauh. Saat si kecil buang air besar atau buang air kecil, orantua akan mengandalkan tisu basah untuk membersihkan area yang kotor tersebut.

Selain itu, jika tangan dan kaki anak kotor dan tidak ada air, maka tinggal di lap saja. Tisu basah memang memiliki peranan yang cukup besar di kehidupan sehari-hari. Namun, ternyata penggunaan tisu basah secara terus menerus memiliki dampak negatif.

Sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology mengungkapkan bahwa kebiasaan orangtua menggunakan tisu basah untuk membersihkan kulit anak dapat meningkatkan risiko alergi.

Hal ini disebabkan karena kandungan sabun pada tisu basah dapat menghilangkan lipid atau minyak alami yang berfungsi untuk melindungi kulit. Jika sisa sabun ini tidak segera dibilas, maka bayi akan menyerap lebih banyak zat kimia yang dapat memicu reaksi alergi.

Inilah mengapa, jumlah kasus alergi di Amerika Serikat meningkat sebanyak 20% selama 20 tahun terakhir. Para penelitin secara khusus memperinagtkan para orangtua yang anaknya secara genetis berpotensi memiliki alergi dengan kondisi dermatitis atopik.

Perlu diketahui, dermatitis atau eksim atopik adalah kondisi kronis yang menyebabkan gatal-gatal. Kondisi ini disebabkan oleh mutasi genetik yang mengganggu protein kulit yang berfungsi menciptakan perlindungan.

Penulit utama studi dan profesor alergi-imunologi di Northwestern University, Joan Cook-MIlls, mendapati bahwa dermatitis atopik tidak serta merta terjadi hanya karena paparan terhadap alergen, seperti kacang.

Ia mendapatkan ide mengenai pengaruh tisu basah setelah membaca beberapa studi yang menunjukkan bahwa obat-obatan untuk dermatitis atopik diberikan kepada kulit yang baru disabun untuk memecah perlindungannya.

Untuk membuktikan hipotesisnya, Mills bersama dengan koleganya kemudian melakukan pengujian terhadap bayi tikus yang memiliki mutasi dermatitis atopik.

Mereka mengaplikasikan natrium laurel sulfat, bahan sabun yang biasa ditemukan pada tisu basah, ke kulit tikus. Setelah itu, selama 2 minggu, bayi tikus diberi 3 sampai 4 kali paparan terhadap alergen dengan durasi 40 menit dan diberi makan kacang atau telur.

Meskipun seharunya tikus tidak menunjukkan reaksi gatal-gatal dan kulit kering sampai berusia beberapa bulan yang setara dengan usia manusia dewasa muda, bayi tikus dalam studi langsung mengalami iritasi pada usus dan area kulit yang terpapar. Bayi tikus juga menunjukkan anafilaksis atau reaksi alergi berat di seluruh tubuh.

Ia menyebutkan, bayi mungkin tidak memakan alergen ketika baru lahir, namun mereka mendapatkannya dari kontak kulit. Misalnya saat saudara dengan selai kacang diwajahnya mencium bayi, atau orangtua yang mempersiapkan makanan dengan kacang tiba-tiba menggendong bayi.

Dibandingkan dengan menggunakan tisu basah, Cook-Mills lebih menyarankan untuk mencuci tangan bayi karena efek sabun akan terbilas, Selain itu, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum memegang bayi untuk mengurangi paparan terhadap alergen.

 

Artikel terkait :

Cara Menghindarkan Anak dari Alergi
Obat Alergi Anak 1 Tahun
Obat Alergi Anak Tradisional

Obat Alami Alergi Kulit Karena Cuaca Dingin yang Aman

Obat Alami Alergi Kulit Karena Cuaca Dingin yang Aman,- Alergi atau dalam istilah medis disebut dengan urtikaria dingin adalah reaksi kulit terhadap dingin yang menyebabkan timbulnya bilur yang terasa gatal dan kulit menjadi kemerahan.

Gejala alergi dingin yang timbul memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda pada setiap penderita. Sebagian orang bisa sampai kehilangan kesadaran, mengalami tekanan darah yang sangat rendah, dan bahkan yang terparah bisa menyebabkan kematian.

Usia remaja meruapakan usia yang paling sering terken alergi dingin, namun biasanya akan menghilang sepenuhnya dalam waktu beberapa tahun.

Biasanya reaksi alergi paling parah terjadi saat tubuh terpapar oleh suhu dingin, seperti pada saat berenang di air dingin. Reaksi yang ditimbulkan bisa berpotensi membahayakan nyawa, seperti pembengkakan pada tenggorokan dan lidah sehingga sulit bernapas, tekanan darah menurun drastis, jantung berdebar, pingsan, serta membengkaknya lengan dan kaki.

Artikel terkait : Tips Mengatasi Alergi Dingin

Pada umumnya, alergi dingin akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu atau bulan, namun ada juga yang bertahan lebih lama. Jika tenggorokan atau lidah terasa bengkak, merasa pusing dan sulit bernapas, maka segera temui dokter.

Rekomendasi Obat Alami Alergi Kulit Karena Cuaca Dingin yang Aman

Menghindari cuaca dingin merupakan salah satu langkah yang tepat untuk menghindari alergi dingin ini. Namun, jika Anda terlanjur mengalami reaksi alergi, maka perlu dilakukan pengobatan alergi untuk mengurangi gejala penyakit ini dan mencegah agar gejala tidak sering timbul di kemudian hari.

Untuk membantu mengatasi gejala alergi pada kulit akibat cuaca dingin, maka QnC Jelly Gamat bisa menjadi solusi terbaik untuk Anda. Dimana, ini merupakan produk kesehatan herbal yang dibuat dari 100% bahan alami terbaik yang diproses secara tradisional dengan teknologi higienis, sehingga kealamian dan keaslian dari komposisi tetap terjaga dengan baik.

Selain itu, QnC Jelly Gamat juga tidak mengandung campuran bahan kimia obat (BKO), bahan pemanis dan pengawet buatan, sehingga sangat aman untuk dikonsumsi dan kualitasnya pun terjamin.

Keterangan produk :

Nama produk : QnC Jelly Gamat
Komposisi : Ekstrak Teripang Emas, Sweetener Stevia, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, Ekstrak Buah dan Sayur
Harga : Rp. 155.000,-/botol
Isi : 300 ml
Cara konsumsi : 2 kali 2 sendok makan sehari juga bisa dioleskan pada kulit yang mengalami iritasi secara rutin

*Harga belum termasuk ongkos kirim

Semua komposisi yang terkandung didalam obat alami alergi kulit karena cuaca dingin yang aman QnC Jelly Gamat ini kaya akan kandungan nutrisi serta khasiat dan manfaat yang baik bagi kesehatan dan dapat membantu pengobatan penyakit serta memulihkan kesehatan secara menyeluruh.

Untuk mengobati alergi kulit karena cuaca dingin sendiri, kandungan antiseptik yang ada didalamnya dapat berfungsi sebagai antibakteri, antijamur, serta dapat mencegah timbulnya infeksi. Selain itu, mengonsumsi QnC Jelly Gamat secara rutin juga bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta mengurangi rasa sakit dan gatal pada permukaan kulit.

**Disclaimer : Reaksi dan efektifitas produk mungkin berbeda pada setiap individu. Hal ini tergantung pda stadium penyakit, kondisi tubuh, serta dosis dan keteraturan minum. Selain itu, bagi penderita alergi seafood, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi QnC Jelly Gamat.

QnC Jelly Gamat termasuk produk herbal yang telah memiliki legalitas resmi dari Badan POM TR 173301471 dan terdaftar di DEPKES P-IRT No. 109321601291-1229. Juga QnC Jelly Gamat ini telah memiliki lisensi HALAL dari MUI, sehingga 100% aman dan berkualitas.

Dengan begitu, maka Anda tidak perlu ragu lagi untuk memilih QnC Jelly Gamat sebagai solusi obat alami alergi karena cuaca dingin yang aman. Nah, bagi Anda yang berminat ingin merasakan khasiatnya secara langsung, silahkan lakukan pesanan terlebih dahulu dengan mengirimkan format pemesanan berikut :

SRG: Jumlah pesanan: Nama: Alamat Lengkap: No. Hp./tlp.

Kirim ke :
SMS/WA : 082320970600
atau PIN BB 53227614

Contoh
SRG: 5 botol: Ilham Nuralamsyah: Jl. Perintis Kemerdekaan No. 35 Jakarta: 081648537XXX

PERHATIAN !! Dalam setiap pemesanan harap mencantumkan kode SRG agar dapat terdeteksi oleh kami, dan pesanan Anda akan segar kami proses.

 

Atau, Anda juga bisa langsung mengunjungi laman Cara Pemesanan QnC Jelly Gamat untuk informasi lengkap cara pemesanan dan daftar harga.

Nikmati berbagai kemudahan berbelanja secara online di tempat kami dengan jaminan produk 100% original serta dapatkan potongan harga untuk pembelian yang lebih banyak. Selain itu, Anda juga bisa menikmati layanan terbaik kami “BARANG SAMPAI, BARU BAYAR” untuk setiap pembelian dibawah 2 botol.

*syarat dan ketentuan berlaku.

Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat dan bisa membantu menjadi solusi terbai untuk menagtasi masalah kesehatan yang Anda alami. Semoga lekas sembuh.

Alergi Kian Memburuk di Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya

Alergi Kian Memburuk di Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya,- Alergi yang terus kambuh dan semakin memburuk di malam hari tentu akan sangat mengganggu penderitanya. Waktu tidur penderita pasti akan terganggu dengan timbulnya berbagai gejala alergi, seperti kulit kemerahan dan gatal, batuk, dan gejala alergi lainnya.

Layaknya sesuatu yang datang tiba-tiba, alergi juga bisa semakin menjadi pada waktu yang tak terduga, misalnya saat hendak tidur di malam hari. Berdasarkan penjelasan Purvi Parikh, ahli alergi dan imunologi dari Allergy & Asthma Network dan Allergy & Asthma Associates Murray Hill, New York, yang dilansir dari TIME, ada beberapa faktor-faktor penyebab alergi kian memburuk di malam hari, diantaranya adalah :

Faktor pikiran

Saat Anda sibuk di siang hari, Anda mungkin melupakan alergi dan merasa sedikit lebih baik. Namun, ketika Anda berbaring di tempat tidur dan sudah tidak memikirkan apa-apa, maka gejala alergi bisa saja muncul dan terasa semakin memburuk.

Maka dari itu, malam hari adalah saat yang tepat untuk mencoba obat alergi tanpa resep. Anda bisa menggunakan obat seperti antihistamin untuk meminimalisir efek buruk dari alergi.

Antihistamin akan bekerja lebih baik jika digunakan sebelum Anda merasakan gejala-gejala aelrgi. Jika digunakan secara teratur, maka antihistamin bisa membentuk perlindungan dalam darah untuk melawan alergen dan pelepasan histamin. Namun, Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Berbaring tanpa menggunakan penyangga kepala

Ketika Anda berbaring, pada dasarnya segala sesuatu di hidung akan mulai mengalir ke tenggorokan. Mengingat anatomi hidung dan tenggorokan yang berdekatan, hal itu dapat menyebabkan batuk dan kesulitan bernapas karena hidung mampet.

Alergi bisa menjadi semakin parah jika hal tersebut terjadi. Oleh karena itu, gunakan beberapa bantal tambahan untuk membantu mengganjal kepala, dan mengurangi sesak napas karena saluran pernapasan tersumbat.

Kamar tidur kotor

Alergi bisa menjadi kian buruk di malam hari karena kondisi kebersihan kamar yang tak terjaga. Menurut Parikh, benda-benda seperti jamur, debu, hingga tungay dapat memicu alergi secara responsif. Selain itu, David Rosentreich, salah satu direktur dari Albert Einstein College of Medicine and Montefiore Medical Center di New York, memberikan fakta soal kamar yang tak pernah di duga sebelumnya.

Menurutnya, kamar tidur cenderung menjadi bagian yang paling sering menjadi alergen dibandingkan dengan bagian rumah lainnya. Alergi yang Anda hadapi di luar, ditambah dengan kondisi kamar yang kotor, bisa membuat gejala menjadi lebih buruk.

Perhatikan kebersihan sekitar seperti kasur, dinding dan lantai. Anda juga harus memeriksa kipas angin atau pendingin ruangan secara rutin, karena siapa tahu kondisinya kotor.

Jangan lupa juga untuk tidur dengan jendela tertutup untuk meminimalisir masuknya benda-benda seperti debu, serbuk sari, dan kuman-kuman dari jalanan yang nantinya bakal mengendap di kamar.

Mengetahui Keterkaitan Antibiotik dengan Peningkatan Alergi

Mengetahui Keterkaitan Antibiotik dengan Peningkatan Alergi,- Para ilmuwan telah memperinagtakn untuk pengembangan bakteri yang resisten terhadap obat, sehingga lebih sulit untuk melawan penyakit menular. The Centers for Disease Control and Prevention memperkirakan bahwa bakteri yang resisten terhadap obat menyebabkan 23 ribu kematian, dan 2 juta penyakit setiap tahunnya.

Namun, ketika memikirkan tentang antibiotik yang berlebihan, umumnya tidak ada yang mengaitkannya alergi. Penelitian mulai menunjukkan bahwa mungkin setiap orang harus melakukannya.

Antibiotik sebabkan alergi semakin sering terjadi

Dalam 2 sampai 3 dekade terakhir, ahli imunologi dan ahli alergi telah mencatat peningkatan prevalensi alaergi yang dramatis. American Academy of Asma, Allergy, and Immunology, melaporkan bahwa sekitar 40-50% anak sekolah di seluruh dunia peka terhadap satu atau lebih alergen.

Yang paling umum adalah alergi kulit seperti eksim (10%-17%), alergi pernapasan seperti asma dan rinitis (-10%), dan alergi makanan seperti pada kacang (-8%). Ini tidak hanya terjadi di AS, tetapi negara industri lain juga mengalami peningkatan.

Kenaikan ini telah menggambarkan peningkatan penggunaan antibiotik, terutama pada anak-anak untuk infeksi virus yang umum seperti pilek, dan sakit tenggorokan. Studi terbaru menunjukkan bahwa mereka mungkin terhubung.

Antibiotik bisa mengganggu mikrobioma usus

Sementara antibiotik melawan infeksi, mereka juga mengurangi bakteri normal dalam sistem pencernaan, yang disebut mikrobiom usus. Hal ini disebabkan karena interaksi antara bakteri usus dan ekuilibrium normal sel sistem kekebalan tubuh, mikrobiom usus berperan penting dalam pematangan respon imun.

Apakah lebih banyak mikroba berarti lebih sedikit alergi ?

Penelitian yang dilakukan di Eropa telah menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh di peternakan memiliki keragaman mikroba yang lebih luas di usus, dan memiliki sampai 70% penurunan prevalensi alergi dan asma dibandingkan dengan anak-anka yang tidak tumbuh di peternakan.

Hal ini disebabkan karena paparan berbagai mikroba semacam itu kemungkinan sistem kekebalan tubuh mengalami pematangan yang seimbang, sehingga memberikan perlindungan terjadap respons kekebalan yang tidak tepat.

Dalam usaha untuk mencegah infeksi, mungkin saat ini juga sedang mempersiapkan anak-anak untuk mengembangkan alergi, dan asma yang mengancam jiwa. Misalnya, sebuah penelitian dari 2005 menemukan bahwa bayi yang terpapar antibiotik dalam 4-6 bulan pertama memiliki risiko 1,3 sampai 5 kali lipat lebih tinggi untuk mengembangkan alergi.

Wajib Baca! Ini Cara Membedakan Henna Palsu dengan Asli

Wajib Baca! Ini Cara Membedakan Henna Palsu dengan Asli,- Henna adalah seni membuat tatto temporary dan pewarnaan permukaan kulit tubuh kita dengan menggunakan ramuan herbal berbagan dasar tumbuhan yang diolah berbentuk pasta henna. Tato henna merupakan salah satu pilihan yang banyak digunaklan oleh wanita.

Henna sendiri merupakan tumbuhan alami yang sering digunakan untuk kosmetik. Banyak yang menyebut henna sebagai innai atau pacar, namun fungsinya tetap sama, yaitu untuk membuat hiasan pada bagian tubuh.

Henna sudah dikenal sejak lebih dari 5.000 tahun lalu di Pakistan, Indoa, Afrika, dan Timur Tengah. Bahkan Cleoparta dalah salah satu wanita terkenal yang menggunakan produk ini untuk mempercantik kulitnya.

Saat ini, tren penggunaan henna sudah semakin luas, tidak hanya digunakan untuk melukis tangan di hari istimewa, henna juga sering digunakan untuk mewarnai kuku dan rambut, atau tato temporer untuk bergaya.

Walaupun banyak orang yang percaya bahwa henna besifat alami dan aman digunakan, sebaiknya Anda harus tetap waspadai sebelum menggunakan tato henna. Terlebih lagi sempat ada pernyataan dari American Academy of Dermatology yang menyebutkan bahwa tato henna bisa menyebabkan timbulnya reaksi alergi. Alergi henna ini disebabkan oleh henna yang telah dicampur dengan bahan kimia berbahaya.

Memang bukan hal yang mudah untuk mengetahui apakah bahan henna yang digunakan adalah bahan yang aman. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahuinya. Berikut ini merupakan cara membedakan henna paslu dengan asli yang perlu diketahui, diantaranya :

*) Warna

Rata-rata warna henna natural adalah reddish-brown, tapi kembali lagi beda orang yang menggunakan bisa beda juga hasil level warnanya. Terlebih lagi jika merek yang digunakan juga berbeda. Berbeda dengan henna natural, henna yang palsu atau berwarna hitam kemungkinan mengandung PDD dan hampir 100% mengandung zat pewarna rambut.

*) Tekstur

Henna alami dikemas dalam bentuk bubuk yang dicairkan dengan sejumlah materi alami untuk menghasilkan warna yang kuat dan tahan lama. Sedangkan henna dalam bentuk cair dapat berisik mudah dicampur dengan bahan kimia berbahaya.

*) Bahan pembuat

Henna natural atau fresh dibuat menggunakan bahan herbal seperti b ubuk henna (lawsonia inermis) diracik dengan air perasan jeruk lemon, essensial oil (minyak lavender, messo), dan gula. Berbeda dengan henna yang berisiko menyebabkan alergi biasanya terbuat dari campuran bahan kimia seperti gel dengan komposisi henna natural lebih sedikit atau mungkin tidak ada sama sekali kemudian dicampur dengan pewarna kimia.

*) Bau

Selain warna dan teksturna, henna yang natural juga bisa diketahui dari baunya. Henna yang alami atau natural, baunya menyeripai jamu, herbal, potongan rumput, atau sejenisnya. Jika baunya menyerupai bahan kimai yang menyengat dan tidak enak, maka bisa dipastikan bahwa henna tersebut palsi dan berbahaya.

*) Jangka waktu henna mengering

Henna alami memerlukan waktu yang lama untuk bisa mengering, sekitar 6-8 jam. Warnanya pun akan semakin terang dan tahan lama sampai mencapai 10 hari. Sedangakn henna yang berbahan kimia akan cepat mengering, dan warna yang dihasilkan akan langsung keluar dalam hitungan menit.

*) Warna yang dihasilkan

Setelah henna alami kering dan rontok, maka akan tersisa warna orange-kuning di kulit. Warna ini akan berubah semakin gelap (beroksidasi) menjadi reddish-brown (coklat kemerahan) dalam waktu 48 jam. Warna akhir ini tergantung pada sifat kimia di kulit/tubuh pengguna, beda orang bisa beda pula level warnanya. Sedangkan warna dari henna yang mengadnung bahan kimia akan tetap berwarna hitam, baik ketika diaplikasikan ataupun setelah rontok.

*) Tes kepekaan kulit

Ini penting dilakukan sebelum menggunakan henna. Pasalnya dengan melakukan tes kulit ini kita bisa mengetahui apakah henna yang akan digunakan menimbulkan reaksi alergi atau tidak. Caranya, tempelkan sedikit henna pada kulit belakang telinga atau tangan. Tunggu samapi 30 menit sampai kering. Lihat reaksinya, jika tidak menimbulkan gejala apapun, maka henna ini aman untuk digunakan. Namun, jika menimbulkan reaksi iritasi atau alergi, gatal-gatal, atau kulit memerah, maka hentikan penggunaan.

 

Artikel terkait :

Pengobatan Alergi Henna
Cara Aman Menggunakan Henna Agar Tak Sebabkan Alergi