Alergi Kian Memburuk di Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya

Alergi Kian Memburuk di Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya,- Alergi yang terus kambuh dan semakin memburuk di malam hari tentu akan sangat mengganggu penderitanya. Waktu tidur penderita pasti akan terganggu dengan timbulnya berbagai gejala alergi, seperti kulit kemerahan dan gatal, batuk, dan gejala alergi lainnya.

Layaknya sesuatu yang datang tiba-tiba, alergi juga bisa semakin menjadi pada waktu yang tak terduga, misalnya saat hendak tidur di malam hari. Berdasarkan penjelasan Purvi Parikh, ahli alergi dan imunologi dari Allergy & Asthma Network dan Allergy & Asthma Associates Murray Hill, New York, yang dilansir dari TIME, ada beberapa faktor-faktorĀ penyebab alergi kian memburuk di malam hari, diantaranya adalah :

Faktor pikiran

Saat Anda sibuk di siang hari, Anda mungkin melupakan alergi dan merasa sedikit lebih baik. Namun, ketika Anda berbaring di tempat tidur dan sudah tidak memikirkan apa-apa, maka gejala alergi bisa saja muncul dan terasa semakin memburuk.

Maka dari itu, malam hari adalah saat yang tepat untuk mencoba obat alergi tanpa resep. Anda bisa menggunakan obat seperti antihistamin untuk meminimalisir efek buruk dari alergi.

Antihistamin akan bekerja lebih baik jika digunakan sebelum Anda merasakan gejala-gejala aelrgi. Jika digunakan secara teratur, maka antihistamin bisa membentuk perlindungan dalam darah untuk melawan alergen dan pelepasan histamin. Namun, Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Berbaring tanpa menggunakan penyangga kepala

Ketika Anda berbaring, pada dasarnya segala sesuatu di hidung akan mulai mengalir ke tenggorokan. Mengingat anatomi hidung dan tenggorokan yang berdekatan, hal itu dapat menyebabkan batuk dan kesulitan bernapas karena hidung mampet.

Alergi bisa menjadi semakin parah jika hal tersebut terjadi. Oleh karena itu, gunakan beberapa bantal tambahan untuk membantu mengganjal kepala, dan mengurangi sesak napas karena saluran pernapasan tersumbat.

Kamar tidur kotor

Alergi bisa menjadi kian buruk di malam hari karena kondisi kebersihan kamar yang tak terjaga. Menurut Parikh, benda-benda seperti jamur, debu, hingga tungay dapat memicu alergi secara responsif. Selain itu, David Rosentreich, salah satu direktur dari Albert Einstein College of Medicine and Montefiore Medical Center di New York, memberikan fakta soal kamar yang tak pernah di duga sebelumnya.

Menurutnya, kamar tidur cenderung menjadi bagian yang paling sering menjadi alergen dibandingkan dengan bagian rumah lainnya. Alergi yang Anda hadapi di luar, ditambah dengan kondisi kamar yang kotor, bisa membuat gejala menjadi lebih buruk.

Perhatikan kebersihan sekitar seperti kasur, dinding dan lantai. Anda juga harus memeriksa kipas angin atau pendingin ruangan secara rutin, karena siapa tahu kondisinya kotor.

Jangan lupa juga untuk tidur dengan jendela tertutup untuk meminimalisir masuknya benda-benda seperti debu, serbuk sari, dan kuman-kuman dari jalanan yang nantinya bakal mengendap di kamar.

Mengetahui Keterkaitan Antibiotik dengan Peningkatan Alergi

Mengetahui Keterkaitan Antibiotik dengan Peningkatan Alergi,- Para ilmuwan telah memperinagtakn untuk pengembangan bakteri yang resisten terhadap obat, sehingga lebih sulit untuk melawan penyakit menular. The Centers for Disease Control and Prevention memperkirakan bahwa bakteri yang resisten terhadap obat menyebabkan 23 ribu kematian, dan 2 juta penyakit setiap tahunnya.

Namun, ketika memikirkan tentang antibiotik yang berlebihan, umumnya tidak ada yang mengaitkannya alergi. Penelitian mulai menunjukkan bahwa mungkin setiap orang harus melakukannya.

Antibiotik sebabkan alergi semakin sering terjadi

Dalam 2 sampai 3 dekade terakhir, ahli imunologi dan ahli alergi telah mencatat peningkatan prevalensi alaergi yang dramatis. American Academy of Asma, Allergy, and Immunology, melaporkan bahwa sekitar 40-50% anak sekolah di seluruh dunia peka terhadap satu atau lebih alergen.

Yang paling umum adalah alergi kulit seperti eksim (10%-17%), alergi pernapasan seperti asma dan rinitis (-10%), dan alergi makanan seperti pada kacang (-8%). Ini tidak hanya terjadi di AS, tetapi negara industri lain juga mengalami peningkatan.

Kenaikan ini telah menggambarkan peningkatan penggunaan antibiotik, terutama pada anak-anak untuk infeksi virus yang umum seperti pilek, dan sakit tenggorokan. Studi terbaru menunjukkan bahwa mereka mungkin terhubung.

Antibiotik bisa mengganggu mikrobioma usus

Sementara antibiotik melawan infeksi, mereka juga mengurangi bakteri normal dalam sistem pencernaan, yang disebut mikrobiom usus. Hal ini disebabkan karena interaksi antara bakteri usus dan ekuilibrium normal sel sistem kekebalan tubuh, mikrobiom usus berperan penting dalam pematangan respon imun.

Apakah lebih banyak mikroba berarti lebih sedikit alergi ?

Penelitian yang dilakukan di Eropa telah menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh di peternakan memiliki keragaman mikroba yang lebih luas di usus, dan memiliki sampai 70% penurunan prevalensi alergi dan asma dibandingkan dengan anak-anka yang tidak tumbuh di peternakan.

Hal ini disebabkan karena paparan berbagai mikroba semacam itu kemungkinan sistem kekebalan tubuh mengalami pematangan yang seimbang, sehingga memberikan perlindungan terjadap respons kekebalan yang tidak tepat.

Dalam usaha untuk mencegah infeksi, mungkin saat ini juga sedang mempersiapkan anak-anak untuk mengembangkan alergi, dan asma yang mengancam jiwa. Misalnya, sebuah penelitian dari 2005 menemukan bahwa bayi yang terpapar antibiotik dalam 4-6 bulan pertama memiliki risiko 1,3 sampai 5 kali lipat lebih tinggi untuk mengembangkan alergi.

Wajib Baca! Ini Cara Membedakan Henna Palsu dengan Asli

Wajib Baca! Ini Cara Membedakan Henna Palsu dengan Asli,- Henna adalah seni membuat tatto temporary dan pewarnaan permukaan kulit tubuh kita dengan menggunakan ramuan herbal berbagan dasar tumbuhan yang diolah berbentuk pasta henna. Tato henna merupakan salah satu pilihan yang banyak digunaklan oleh wanita.

Henna sendiri merupakan tumbuhan alami yang sering digunakan untuk kosmetik. Banyak yang menyebut henna sebagai innai atau pacar, namun fungsinya tetap sama, yaitu untuk membuat hiasan pada bagian tubuh.

Henna sudah dikenal sejak lebih dari 5.000 tahun lalu di Pakistan, Indoa, Afrika, dan Timur Tengah. Bahkan Cleoparta dalah salah satu wanita terkenal yang menggunakan produk ini untuk mempercantik kulitnya.

Saat ini, tren penggunaan henna sudah semakin luas, tidak hanya digunakan untuk melukis tangan di hari istimewa, henna juga sering digunakan untuk mewarnai kuku dan rambut, atau tato temporer untuk bergaya.

Walaupun banyak orang yang percaya bahwa henna besifat alami dan aman digunakan, sebaiknya Anda harus tetap waspadai sebelum menggunakan tato henna. Terlebih lagi sempat ada pernyataan dari American Academy of Dermatology yang menyebutkan bahwa tato henna bisa menyebabkan timbulnya reaksi alergi. Alergi henna ini disebabkan oleh henna yang telah dicampur dengan bahan kimia berbahaya.

Memang bukan hal yang mudah untuk mengetahui apakah bahan henna yang digunakan adalah bahan yang aman. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahuinya. Berikut ini merupakan cara membedakan henna paslu dengan asli yang perlu diketahui, diantaranya :

*) Warna

Rata-rata warna henna natural adalah reddish-brown, tapi kembali lagi beda orang yang menggunakan bisa beda juga hasil level warnanya. Terlebih lagi jika merek yang digunakan juga berbeda. Berbeda dengan henna natural, henna yang palsu atau berwarna hitam kemungkinan mengandung PDD dan hampir 100% mengandung zat pewarna rambut.

*) Tekstur

Henna alami dikemas dalam bentuk bubuk yang dicairkan dengan sejumlah materi alami untuk menghasilkan warna yang kuat dan tahan lama. Sedangkan henna dalam bentuk cair dapat berisik mudah dicampur dengan bahan kimia berbahaya.

*) Bahan pembuat

Henna natural atau fresh dibuat menggunakan bahan herbal seperti b ubuk henna (lawsonia inermis) diracik dengan air perasan jeruk lemon, essensial oil (minyak lavender, messo), dan gula. Berbeda dengan henna yang berisiko menyebabkan alergi biasanya terbuat dari campuran bahan kimia seperti gel dengan komposisi henna natural lebih sedikit atau mungkin tidak ada sama sekali kemudian dicampur dengan pewarna kimia.

*) Bau

Selain warna dan teksturna, henna yang natural juga bisa diketahui dari baunya. Henna yang alami atau natural, baunya menyeripai jamu, herbal, potongan rumput, atau sejenisnya. Jika baunya menyerupai bahan kimai yang menyengat dan tidak enak, maka bisa dipastikan bahwa henna tersebut palsi dan berbahaya.

*) Jangka waktu henna mengering

Henna alami memerlukan waktu yang lama untuk bisa mengering, sekitar 6-8 jam. Warnanya pun akan semakin terang dan tahan lama sampai mencapai 10 hari. Sedangakn henna yang berbahan kimia akan cepat mengering, dan warna yang dihasilkan akan langsung keluar dalam hitungan menit.

*) Warna yang dihasilkan

Setelah henna alami kering dan rontok, maka akan tersisa warna orange-kuning di kulit. Warna ini akan berubah semakin gelap (beroksidasi) menjadi reddish-brown (coklat kemerahan) dalam waktu 48 jam. Warna akhir ini tergantung pada sifat kimia di kulit/tubuh pengguna, beda orang bisa beda pula level warnanya. Sedangkan warna dari henna yang mengadnung bahan kimia akan tetap berwarna hitam, baik ketika diaplikasikan ataupun setelah rontok.

*) Tes kepekaan kulit

Ini penting dilakukan sebelum menggunakan henna. Pasalnya dengan melakukan tes kulit ini kita bisa mengetahui apakah henna yang akan digunakan menimbulkan reaksi alergi atau tidak. Caranya, tempelkan sedikit henna pada kulit belakang telinga atau tangan. Tunggu samapi 30 menit sampai kering. Lihat reaksinya, jika tidak menimbulkan gejala apapun, maka henna ini aman untuk digunakan. Namun, jika menimbulkan reaksi iritasi atau alergi, gatal-gatal, atau kulit memerah, maka hentikan penggunaan.

 

Artikel terkait :

Pengobatan Alergi Henna
Cara Aman Menggunakan Henna Agar Tak Sebabkan Alergi

Cara Aman Menggunakan Henna Agar Tak Sebabkan Alergi

Cara Aman Menggunakan Henna Agar Tak Sebabkan Alergi,- Bagi sebagian orang, tato merupakan seni yang indah yang ada di bagian tubuh. Risiko rasa sakit dan jaminan kesehatan pada tato permanen membuat sebagian orang lebih memilih untuk menggunakna tato temporer dengan cara pembuatan yang tidak sakit dan aman. Dan henna merupakan salah satu cara untuk membuat tato temporer yang cukup banyak dipilih.

Henna biasanya digunakan untuk mempercantik kulit, terutama dibagian tangan. Henna sendiri merupakan tumbuhan alami yang tidak berbahaya dan sudah sering digunakan sejak zaman Mesir Kuno sebagai bahan kosmetik. Henna juga sering digunakan oleh wanita India di acara khusus seperti pernikahan.

Serbuk dari tumbuhan henna tersebut umumnya berwarna hijau dan akan berubah menjadi merah kecoklatan ketika dicampur dengan air. Sampai tahap ini, henna terbilang aman untuk digunakan. Namun, luka bakar yang dialami oleh anak perempuan usia 7 tahun asal Inggris akibat penggunaan henna sempat membuat penggunanya trauma. Banyak yang bertanya-tanya, benarkah henna memiliki efek samping yang berbahaya ?

Menurut konsultan National Skin Centre Singapura, Dr Suzanne Cheng, persepsi tentang henna selama ini salah. Banyak orang yang menganggap henna itu alami dan organik, maka pasti aman. Namun, mereka tidak menyadar bahwa pengertian itu hanya berlaku bagi henna asli.

Henna asli berasal dari tanaman yang ketika dihancurkan akan menghasilkan warna kejingga-jinggaan pada kulit. Henna ini umumnya tidak akan menimbulkan kerusakan atau dampak pada kulit. Kecuali jika dicampur dengan PPD (paraphenylene-diamine) untuk menghasilkan warna coklat tua atau hitam dan agar henna lebih cepat kering.

PPD sendiri sudah familiar digunakan pada campuran produk cat rambut. Sifatnya biasanya tidak berbahaya, namun bisa menyebabkan alergi bagi beberapa orang. Mereka yang alergi dengan PPD akan mengalami kemerahan pada kulit hingga menimbulkan gatal atau melepuh dalam waktu 24-48 jam bagi mereka yang berkulit sensitif. Kemerahan ini bisa bertahan hingga 2 minggu bahkan pada beberapa kasus, bekasnya baru akan menghilang beberapa bulan setelah henna dibersihkan.

Kondisi alergi henna ini bisa menjadi lebih berat jika penderita menggunakan jenis henna pabrikan kecil yang sering diproduksi dengan menambahkan sejumlah senyawa minyak pelarut yang ternyata akan membuat penderita memiliuki banyak agen alergi.

Agar Anda bisa terhindar dari alergi henna, sebaiknya pastikan terlebih dahulu produk henna yang Anda gunakan tidak mengandung PDD. Agar lebih aman, apliaksikan sedikit henna pada tangamn bagian dalam, atau dibelakang telinga, atau di samping leher selama 48-72 jam. Jika timbul reaksi berupa kemerahan, bersisik, atau gatal selama 72 jam, maka kemungkinan Anda alergi dengan produk tersebut.

Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi gejala alergi henna, salah satunya yaitu dengan mengoleskan salep kortisol pada area yang terkena iritasi. Akan lebih baik jika segera diatasi dengan salep kortisol tepat ketika rasa gatal mulai muncul dan tanda merah mulai timbul untuk mencegah agar kulit tidak semakin teriritasi.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan obat alergi henna yang telah diresepka dokter ataupun memanfaatkan bahan alami yang direkomendasikan untuk membantu meredakan inflamasi atau gejala alergi henna yang timbul.

Lukisan henna memang menarik dan memikat, namun Anda harus tetap waspada terhadap risiko yang mungkin terjadi. Pastikan Anda melakukan uji alergi sebelum menggunakan jenis henna pabrikan. Ini dapat membantu Anda terhindar dari alergi henna, dan penampilan yang menarik pun tidak akan terganggu karena alergi kulit.

Pengobatan Alergi Henna di Kulit Tangan Secara Tradisional

Pengobatan Alergi Henna di Kulit Tangan Secara Tradisional,- Beberapa waktu belakangan ini penggunaan henna menjadi tren tersendiri di kalangan masyarakat modern. Dulunya henna dikenal sebagai tato temporer dari masyarakat Indian, Timur Tengah, dan Asia yang biasa dilukiskan di tangan dan kaki sebagai penghias tampilan di hari istimewa. Namun kini, henna sering digunakan sebagai aksesoris oleh-oleh dari liburan atau sekedar bagian make-up untuk pergi ke pesta atau perayaan.

Namun, Anda harus berhati-hati saat menggunakan henna, pasalnya beberapa orang mengeluhkan timbulnya reaksi alergi seperti gatal-gatal setelah menggunakan henna. Jika Anda mengalami kondisi ini, sebaiknya hentikan penggunaan henna, menurut dokter hal tersebut bisa baerlanjut menjadi infeksi.

Gatal-gatal menunjukkan bahwa terjadi dermatitis kontak antara kulit dengan bahan kimia pada henna. Jika demikian, maka kondisi ini bisa berujung pada infeksi dan kulit melepuh.

Sebenarnya alergi henna bisa diatasi cukup dengan mengoleskan salep kortisol pada bagian kulit yang iritasi. untuk mencegah kulit melepuh, sebaiknya hindari paparan air jika tampak terlalu merah. Akan lebih baik jika segera diatasi dengan salep kortisol tepat ketika rasa gatal mulai timbul dan tanda merah mulai tampak. Ini akan mencegah kulit semakin teriritasi.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan pengobatan alergi henna di kulit tangan secara tradisional dengan manfaat teripang emas yang terkandung didalam QnC Jelly Gamat. Untuk informasi lengkapnya, simak informasi dibawah ini !!

Pengobatan Alergi Henna di Kulit Tangan Secara Tradisional dengan QnC Jelly Gamat

QnC Jelly Gamat merupakan salah satu obat alergi herbal yang dibuat dari 100% bahan alami pilihan terbaik yang kaya akan kandungan nutrisi serta khasiat yang luar biasa untuk kesehatan dan pengobatan. Maka tak heran jika QnC Jelly Gamat merupakan pilihan terbaik untuk membantu pengobatan alergi henna di kulit tangan.

Disamping itu, QnC Jelly Gamat juga telah memiliki legalitas dari Badan POM dengan no. registrasi POM TR 173301471 dan terdaftar di DEPKES P-IRT No. 109321601291-1229. Juga QnC Jelly Gamat ini telah memiliki lisensi HALAL dari MUI, sehingga kualitas dan keamanannya sudah pasti terjamin.

Keterangan produk :

Nama produk : QnC Jelly Gamat
Komposisi : Ekstrak Teripang Emas, Sweetener Stevia, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, Ekstrak Buah dan Sayur
Harga : Rp. 155.000,-/botol
Isi : 300 ml
Cara konsumsi : 2 kali 2 sendok makan sehari juga bisa dioleskan pada kulit yang mengalami iritasi secara rutin
*Harga belum termasuk ongkos kirim

Komposisi QnC Jelly Gamat diproses secara tradisional dengan memanfaatkan teknologi higienis serta bebas campuran bahan kimia obat (BKO) dan tanca campuran bahan pengawet dan pemanis buatan. Jadi sangata aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang dan oleh semua kalangan, mulai dari balita hingga lansia. Bahkan, QnC Jelly Gamat juga aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui.

Berikut ini merupakan salah satu kesaksian dari konsumen QnC Jelly Gamat yang telah merasakan khasiatnya secara langsung :

**Disclaimer : Reaksi dan efektifitas produk mungkin berbeda pada setiap individu. Hal ini tergantung pda stadium penyakit, kondisi tubuh, serta dosis dan keteraturan minum. Selain itu, bagi penderita alergi seafood, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi QnC Jelly Gamat.

Nah, bagi Anda yang ingin meraskan khasiat dari QnC Jelly Gamat sebagai solusi pengobatan alergi henna di kulit tangan secara tradisional, silahkan langsung kunjungi tautan dibawah ini untuk mengetahui informasi cara pemesanan dan daftar harga secara lengkap.

>>Cara Pemesanan QnC Jelly Gamat<<

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai solusi pengobatan alergi henna di kulit tangan. Semoga informasi yang kami sampaikan bisa bermanfaat dan menjadi solusi terbaik untuk Anda. Semoga lekas sembuh.

Cara Mencegah Alergi Sebelum Kambuh Menurut Ilmuwan

Cara Mencegah Alergi Sebelum Kambuh Menurut Ilmuwan,- Bagi penderita alergi, tentu harus menghindari berbagai faktor yang bisa memicu timbulnya reaksi alergi. Ketika tubuh menunjukkan gejala alergi, seperti akibat debu atau makanan tertentu, itu akan menjadi hal yang sangat menyebalkan.

Hal inilah yang memicu penelitian asal Universitas Aarhus, Denmark untuk menghentikan reaksi alergi yang umum terjadi. Melalui hasil penelitian yang diterbitkan di Nature Communications, tim peneliti menemukan bahwa antibodi bisa menjadi jawabannya.

Mereka menyebutkan jika antibodi dapat mencegah alergi sebelum hal tersebut menyebar lebih luas. Peneliti berharap ini bisa mengubah hidup banyak orang.

Sebelum menemukan kesimpulan tersebut, peneliti telah mempelajari antibodi alergi manusia (IgE) yang menempel pada sel. IgE merupakan penyebab alergi karena memicu produksi histamin yang merupakan inti dari reaksi alergi. Para peneliti melihat mekanisme biokimia yang menghubungkan IgE dengan sel efektor (sel yang menanggapi rangsangan) dan menemukan bahwa antibodi lain dapat menggantikan posisi IgE yang menempel dalam kondisi tertentu.

Ketika tes laboratorium, peneliti menggunakan sampel darah pasien yang alergi terhadap serbuk racun serangga. Kemudian mereka memulai reaksi alergi sambil memberikan antibodi lain. Dalam 15 menit, antibodi ini berhasil mencegah interaksi antara molekul alergi dan sel imun.

“Begitu IgE pada sel kekebalan tubuh dapat dihilangkan, tidak masalah tubuh menghasilkan jutaan molekul IgE alergen. Asal kita bisa menghilangkan pemicu, reaksi alergi dan gejalanya tidak akan terjadi,” kata Profesor Edzard Spillner dilansir dari IFL Science

Para peneliti percaya cara ini juga dapat diterapkan pada jenis alergi lainnya. Menariknya, peneliti menemukan bahwa antibodi lain ini berukuran lebih kecil dari antibodi yang saat ini digunakan dalam pengobatan alergi.

Menurut rekan peneliti Edzard Spillner, ini merupakan antibodi domain tunggal yang mudah diproduksi dengan menggunakan mikroorganisme saja. Antibodi ini sangat stabil dan bisa menjadi peluang baru untuk digunakan pasien.

Mereka menambahkan penggunaan antibodi tidak harus disuntikkan, tetapi juga bisa ditelan atau dihidurp yang lebih mudah dilakukan penderita alergi. Meskipun demikian, percobaan lanjutan masih perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pendekatan tersebut efektif dan aman bagi manusia.

Mengenal Penyebab dan Jenis Alergi yang Sering Dialami Bayi

Mengenal Penyebab dan Jenis Alergi yang Sering Dialami Bayi,- Alergi merupakan bentuk reaksi imun tubuh secara berlebihan pada benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Hampir setiap orang pasti pernah mengalami reaksi alergi, baik itu karena debu, makanan yang dikonsumsi, paparan zat kimia, atau yang lainnya. Kondisi alergi ternyata juga bisa dialami oleh bayi. Bahkan, bayi merupakan sumjek yang paling rentan mengalami alergi, mengingat sistem imunitas tubuhnya belum terbentuk dengan sempurna.

Meksipun alergi merupakan reaksi normal dari tubuh, namun alergi pada bayi tidak boleh disepelekan begitu saja. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan bayi mengalami alergi. Namun, faktor genetiklah yang paling sering memainkan peran penting dalam terjadinya alergi pada bayi. Selain itu, faktor lain yang sering menjadi penyebab alergi pada bayi adalah makanan dan lingkungan.

Hampir sekitar 6 juta anak memiliki alergi terhadap makanan. Alergi ini juga biasanya lebih banyak dialami oleh anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan. Jenis makanan yang paling sering membuat anak mengalami alergi diantaranya adalah kacang, susu sapi, telur, sea food, kedelai, dan tepung terigu.

Sedangkan alergi yang disebabkan oleh faktor lingkungan biasanya terjadi karena paparan dari benda-benda yang ada di dalam ataupun di luar ruangan, seperti serbuk sari, debu tungau, bulu binatang, jamur, atau kecoak.

Selain 3 faktor tersebut, ada juga beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan bayi mengalami alergi. Seperti gigitan serangga yang menyebabkan kulit bengkak, gatal, dan memerah. Atau efek obat-obatan dan bahan kimia tertentu, misalnya detergen yang bisa menyebabkan alergi pada kulit bayi.

Mengenal Jenis Alergi yang Sering Dialami Bayi

Ada 4 jenis alergi yang sering dialami bayi yang perlu diketahui dan diwaspadai, diantaranya adalah :

Dermatitis kontak

Dermatitis kontak adalah jenis alergi pada bayi yang ditandai dengan kulit kemerahan yang timbul segera setelah terpapar dengan suatu iritan atau pemicu alergi. Kulit bayi akan terlihat kering dan tampak bersisik. Konsultasikan dengan dokter jika Anda mencurigai gejala-gejala yang dialami oleh si kecil.

Urtikaria kronis

Urtikaria kronis merupakan reaksi alergi pada bayi yang tergolong berat. Urtikaria timbul dengan ditandai adanya ruam kemerahan yang lebar setelah kontak dengan alergen. Tiak seperti alergi kulit yang lainnya, urtikaria kronis tidak menyebabkan kulit menjadi kering. Gejala lain yang timbul antara lain sulit bernapas atau bengkak pada mulut dan wajah. Pada sebagian besar kasus, urtikaria kronis akan hilang dengan sendirinya selama terhindar dari paparan alergen.

Dermatitis atopik (eksem)

Diperkirakan sekitar 1 dari 10 bayi dilaporkan mengalami kondisi dermatitis atopik atau yang lebih sering dikenal dengan nama eksem. Dermatitis atopik merupakan kondisi peradangan kulit yang ditandai dengan kulit kemerahan dan terasa gatal.

Sebagian besar kondisi alergi ini dialami oleh bayi yang tidak mendapatkan ASI dan diberikan susu formula dengan bahan dasar susu sapi. Namun, seiring waktu, alergi susu ini bisa hilang mengingat pencernaan bayi yang sudah semakin sempurna.

Beberapa gejala yang bisa timbul jika bayi mengalami dermatitis atopik, seperti diantaranya :

*) Ruam merah yang tersebar pada tubuh akibat digaruk
*) Gatal-gatal, terutama di malam hari
*) Luka melepuh yang mengeluarkan cairan. Dalam beberapa kasus, luka ini akan menjadi luka terbuka jika digaruk
*) Kulit kering, pecah-pecah, dan bersisik

Alergi rhinitis

Apa ibu pernah menemukan si kecil yang bersih tanpa henti secara tiba-tiba ? Jika iya, mungkin anak ibu sedang mengalami alergi rhinitis. Gejala utama dari alergiini memang berupa bersin-bersin, beringus, hingga hidung tersumbat. Umumnya, alergi rhinitis disebabkan karena bayi terpapar debu, serbuk sari, atau bulu binatang. Dalam kondisi yang tergolong berat, gejala rhinitis yang dialami bisa meliputi serangan asma atau sesak napas.

 

Artikel terkait :

Mengobati Alergi pada Wajah Bayi
Cara Mengatasi Gejala Alergi Bayi
Cara Menghilangkan Bintin Merah pada Dada dan Perut Bayi

Perbedaan Alergi Kafein dengan Sensitivitas Terhadap Kafein

Perbedaan Alergi Kafein dengan Sensitivitas Terhadap Kafein,– Minum teh atau kopi sudah menjadi kebiasaan yang tidak bisa ditinggalkan oleh sebagian besar orang. Namun, sayangnya tidak semua orang bisa mengonsumsiminuman ini. Bukan dikarenakan tidak suka, tetapi karena alergi terhadap kandungan kafein yang ada didalamnya.

Alergi merupakan penyakit autoimun, sebuah kondisi yang disebabkan oleh kerja sistem imun yang keliru mengira zat jinak yang sebenarnya aman dan bermanfaat bagi tubuh sebagai sebuah zat asing yang mengancam.

Pada mereka yang memiliki alergi kafein, tubuhnya menganggap asupan kafein sebagai suatu bahaya dengan memproduksi antibodi yang disebut dengan immunoglobin E. Antibodi ini kemudian memicu sertiap sel tubuh untuk melawan balik kafein yang menyerang tubuh. Pertempuran ini akhirnya menyebabkan reaksi peradangan pada tubuh seperti kuilt gatal-gatal, ruam, dan bengkak.

Pada umumnya makanan penyebab alergi adalah protein khusus yang terkandung dalam telur, susu, kacang, dan seafood. Namun, penyebab alergi kafein belum sepenuhnya dapat diketahui.

Mungkin ada yang mengira jika alergi kafein sama dengan sensitivitas terhadap kafein, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda dan bertolak belakang. Sensitivitas terhadap kafein mengacu pada masalah pencernaan, karena lambung yang memang tidak cocok dan tidak dapat mencerna kafein dengan baik.

Baca juga : Gejala Alergi Kopi

Beberapa tanda dan gejala yang dapat timbul jika mengalami sensitivitas terhadap kafein dianataranya seperti :

  • Letih
  • Gugup
  • Gelisah
  • Susah tidur
  • Sakit kepala
  • Perut kembung
  • Jantung berdebar
  • Asam lambung naik
  • Sakit perut/perut perih
  • Sensasi panas di ulu hati (heathburn)

Sedangkan alergi kafein pada dasarnya masih termasuk ke dalam alergi makanan. Alergi makanan disebabkan oleh sistem imun yang bereaksi secara abnormal terhadap sesuatu yang dikonsumsi, karena tubuh menganggapnya sebagai ancaman.

Reaksi alergi makanan dapat memengaruhi kulit, saluran pencernaan, hingga sistem pernapasan atau kardiovaskular. Gejala alergi kafein ini bisa timbul dalam waktu 1 jam setelah mengonsumsi kafein. Beberapa gejala yang bisa timbul diantaranya adalah :

  • Diare
  • Kram perut
  • Pembengkakan di bibir dan lidah
  • Mulut, bibir, dan lidah terasa gatal
  • Kulit mengalami ruam dan benolan merah yang terasa gatal

Jika gejala yang timbul termasuk ruam kulit dan masalah pernapasan, maka kemungkinan besar dokter dapat memastikan jika keluhan yang Anda alami adalah tanda alergi.

Namun, seperti kebanyakan alergi lainnya, dokter akan melakukan tes kulit untuk mendiagnosis alergi. Dokter akan menaruh sedikit alergen pada lengan Anda dan melihat apakah ada reaksi yang ditimbulkan setidaknya dalam waktu 24 jam.

Cara Pengobatan Alergi Kafein

Berbeda dengan sensitivitas kafein yang tidak memerlukan pengobatan khusus, alergi dapat diobati dengan obat alergi antihistamin untuk mengurangi gatal serta pembengkakan yang terjadi. Pada kasus yang sangat jarang, seseorang yang alergi kadein parah dan rentan mengalami syok anafilaktik dapat diberikan suntik epinephirine (adrenalin).

Jika Anda, keluarga, aatu teman mengalami tanda-tanda syok anafilaktik, mak segera kunjungi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Gejala Alergi Selain Bercak Merah yang Perlu Diketahui

Gejala Alergi Selain Bercak Merah yang Perlu Diketahui,- Menghindari makanan tertentu merupakan salah satu cara yang banyak dilakukan banyak orang untuk mencegah timbulnya alergi. Namun, sebuah penelitian etrbaru mengungkapkan jika tanpa disadari hampir setengah dari orang-orang dengan alergi makanan terus mengembangkannya saat dewasa.

Buruknya lagi, reaksi alergi semakin umum atau mungkin dapat membawa risiko tak terduga dalam beberapa saat setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Memang cukup sulit untuk mengetahui mengenai bagaimana dan mengapa alergi dapat berkembang ketika dewasa, bahkan Anda dapat alergi terhadap makanan yang sbelumnya tidak pernah Anda alami.

Selain kulit, reaksi alergi bisa memengaruhi beberapa bagian tubuh lainnya seperti sistem pernapasan, saluran pencernaan, dan bahkan jantung, tergantung dari mana tubuh melepaskan antibodi dan histamin yang melawan alergi.

Berikut ini merupakan gejala alergi selain bercak merah yang perlu diketahui dan diwaspadai, yaitu :

*) Denyut nadi melemah

Dalam beberapa kasus, alergi makanan tidak hanya menyerang kulit. Perubahan tekanan darah seperti penurunan denyut nadi atau menjadi lemah mendadak, juga bisa termasuk reaksi alergi.

*) Dada terasa kencang

Jika Anda mengalami kesulitan menelan makanan atau memiliki rasa sakit di dada, maka kemungkinan Anda mengalami esofagitis eosinofilik. Sederhananya, alergen (zat penyebab alaergi) yang berupa makanan dapat memicu respons kekebalan yang mengirimkan sejumlah besar sel darah putih ke kerongkongan dan membuatnya meradang, terasa kencang atau seperti ada makanan yang menyangkut di tengorokan.

*) Kulit menjadi aneh

Kulit terasa gatal dan disertai dengan kulit pecah-pecaha atu eksim yang parah sehingga menyebabkan bercak merah dan bengkak di kulit tangan, kaki atau persendia, bisa jadi termasuk gejala alergi. Selain itu, Anda juga paerlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi jika terjadi bintik merah, bengkak, atau gatal terutama di sekitar mulut.

*) Masalah saat buang air besar

Jika makanan yang dikonsumsi memicu mual, sakit perut, atau keinginan buang air besar, maka jangan langsung menduganya sebagai keracunan makanan atau intoleransi laktosa, terlebih ketika mengonsumsi makanan tertentu. Karena ini bisa jadi dikarenakan alergi makanan.

Disini memang seringkali sulit untuk mengetahui apakah Anda mengalami intoleransi makanan atau masalah lainnya. Pasalnya tidak seperti alergi, intoleransi makanan bukanlah respon dan umumnya membawa gejala yang kurang serius.

*) Masalah di bagian mulut

Alergi juga bisa menyebabkan mulut terasa batal atau batuk kering ringan. Ini biasanya terjadi karena alergi buah-buahan atau sayuran, uang memiliki protein seperti serbuk sari. Rasa gatal biasanya terbatas pada mulut dan hilang beberapa menit setelah menelan makanan.

Baca juga :

Cara Alternatif Mengatasi Alergi dengan Pengobatan Mandiri
Solusi Obat Ruam di Wajah Karena Alergi

Cara Alternatif Mengatasi Alergi dengan Pengobatan Mandiri

Cara Alternatif Mengatasi Alergi dengan Pengobatan Mandiri,- Alergi bisa terjadi pada siapapun dan kapanpun. Alergi yang timbul bisa berupa bersin-bersin, mata berair, batuk, sulit bernapas, ataupun gatal-gatal. Kondisi alergi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal dan tidak bisa dihindari jika Anda belum menemukan penyebabnya, seperti dingin atau debu. Untuk menghindarinya, maka Anda perlu mengetahui dan menghindari penyebabnya.

Tapi, bagaimana jika penyebab alergi sulit dihindari dan sudah terlanjur mengalami alergi ?

Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan pengobatan sendiri atau bisa disebut juga dengan pengobatan mandiri atau swamedikasi. Swamedikasi adalah cara mengatasi alergi dengan cara mengobati diri sendiri terhadap keluhan-keluhan dan penyakti ringan yang sering dialami masyarakan.

Pemilihan obat untuk swamedikasi disesuaikan gejala dengan keluhan dan penyakit yang dialami. Pilihan obat alergi untuk swamedikasi yang bisa digunakan yaitu diantaranya CTM (chlorpheniramine maleat) dan diphenhydramine, yang termasuk obat bebas dan obat bebas terbatas yang bisa dibeli di supermarket, toko obat, ataupun apotek. Namun, untuk pengobatan mandiri untuk mengatasi alergi dengan menggunakan Cetirizine, Anda bisa membelinya secara ebas di apotek namun dengan syarat tertentu.

Perlu diketahui, menurut SK Menkes No, 1176 tahun 1999, Cetirizine hanya bisa dibeli bebas di apotek jika merupakan pengulangan dari resep dokter, dan terbatas hanay 10 tablet. Sedangkan untuk obat jenis Loratadine, Anda tidak dapat membelinya secara bebas di apotek kecuali dengan resep dokter.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menggunakan Obat untuk Pengobatan Mandiri

Setelah mengetahui jenis obat apa saja yang bisa digunakan untuk pengobatan swamedikasi, juga terdapat beberapa hal yang perlu diketahui dalam menggunakan obat-obatan ini, diantaranya :

  1. Perhatikan kondisi khusus seperti sedang hamil atau menyusui, akan memberikan obat alergi ini pada bayi, seorang lansia, penderita diabetes, hipertensi, dan penyakit kronis lainnya, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui dosis yang tepat.
  2. Pertimbangan pengalaman alergi pada obat tertentu (jika ada).
  3. Hindari dosis melebihi yang dianjurkan, selalu lihat kembali dosis yang diperlukan.
  4. Hindari penggunaan bersama dengan minuman beralkohol atau obat tidur.
  5. Selalu perhatikan nama obat, zat berkhasiat, kegunaan, cara penggunaan, efek samping, dan interaksi obat yang dapat dibaca pada etiket atau brosur.

Hal utama yang perlu diperhatikan mengenai cara mengatasi alergi dengan pengobatan mandiri dengan anti alergi adalah kebanyakan obat anti alergi menyebabkan kantuk. Pada kondisi tertentu ini dapat menjadi efek samping yang positif karena akan membantu mengistirahatkan tubuh. Namun, jika harus tetap beraktivitas setelah minum obat, maka sangat disarankan untuk tidak mengemudi, mengoperasikan alat berat, ataupun melakukan pekerjaan yang memerlukan konsentrasi penuh karena bisa menimbulkan bahaya.

Jika Anda tidak mengharapkan adanya efek tersebut, terdapat obat anti alergi generai terbaru yang memiliki efek mengantuk yang minumal bahkan tidak ada sama sekali. salah satunya Loratadine. Namun, obat tersebut hanya bisa dibeli dengan resep dokter.

Baca juga : Solusi Obat Herbal Ruam di Wajah Karena Alergi