Waspada! Hal Ini Ternyata Bisa Memperparah Gejala Alergi

Waspada! Hal Ini Ternyata Bisa Memperparah Gejala Alergi,- Alergi merupaakn salah satu reaksi tubuh yang berlebihan terhadap benda asing yang sebenarnya tidak berbahaya. Alergi biasanya menimbulkan beberapa gejala, seperti diantaranya bersin, kulit gatal, hidung berair, batuk, dan lainnya. Gejala alergi ini tentu akan sangat mengganggu aktivitas penderitanya.

Terdapat beberapa langkah pengobatan alergi yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejala alergi yang timbul. Namun, sayangnya terdapat beberapa hal yang tanpa disadari bisa memperparah gejala alergi yang timbul. Apakah itu ?

Berikut ini beberapa hal yang bisa memperparah gejala alergi, diantaranya yaitu :

  • Pakaian

Pakaian, khususnya yang terbuat dari kain bertekstur kasar atau wol bisa membuat debu dan serbuk sari lebih mudah terperangkat didalam serat-seratnya. Ketika Anda akan mencuci pakaian tersebut dengan baik, bisa memperburuk alergi karena kotoran dan debu yang masih menempel.

  • Buah dan sayur

Meskipun memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan, tetapi beberapa jenis buah dan sayur bisa memperburuk gejala alergi. Hal ini disebabkan karena beberapa buah dan sayur mengandung protein yang mirip dengan yang ditemukan pada serbuk sari. Ini bisa membingungkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan timbulnya reaksi alergi. Beberapa jensi sayuran yang sebaiknya dihindari oleh penderita alergi diantaranya yaitu kentang dan bawang.

  • Asap rokok

Sebuah studi dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology menemukan bahwa asap rokok yang dihirup oleh perokok pasif bisa memperburuk gejala alergi yang dialami. Peneliti menemukan bahwa tingkat antibodi alergen IgE 16,6 kali lebih tinggi pada mereka yang terpapar asap rokok dibandingkan dengan mereka yang terpapar udara bersih. Asap merupakan zat iritan yang bisa mengganggu saluran pernapasan, sehingga bisa membuat gejala alergi sulit sembuh.

  • Pembersih debu

Membersihkan rumah dan lingkungan di sekitar merupakan hal yang tepat dilakukan untuk mencegah timbulnya alergi debu. Akan tetapi, Anda juga paerlu memperhatikan cara membersihkannya.

Ketika membersihkan rumah, sebenarnya lebih dianjurkan untuk menggunakan kain basah dibandingkan dengan menggunakan sapu ataupun kemoceng. Membersihkan perabotan rumah dengan kain lap kering atau kemoceng justru bisa membuat debu beterbangan dan bisa memperburuk reaksi alergi yang dialami.

  • Parfum dan lilin

Aroma aatu wewangian ternyata juga bisa berisiko mengiritasi lapisan kelopak mata dan saluran hidung. Jika Anda memiliki alergi terhadap parfum dan lilin, maka segeralah menghindar ketika seseorang yang berada di sekiatr Anda ingin menyemprotkan parfum atau membakar lilin.

  • Lari pagi

Bukan aktivitas lari pagi yang bisa membuat gejala alergi semakin memburuk, tetapi serbuk sari tanaman dan debu jalanan yang terhirup saat berlari. Serbuk sari paling banyak menyebar dan beterbangan di udara ketika pagi hari. Maka dari itu, Anda perlu segera mandi, mecuci rambut, dan mengganti pakaian setelah lari pagi, terutama jika Anda berlari di tempat yang terdapat banyak tanaman.

  • Stres

Stres bukanlah penyebab alergi, tetapi bisa membuat gejala alergi semakin memburuk akibat respons tubuh untuk melindungi diri. Ketika Anda stres, otak akan memberikan perintah untuk melepaskan hormon stres adrenalin dan kortisol, serta histamin, zat kimia penyebab timbulnya gejala alergi.

Stres yang terjadi berkepanjangan akan memperlambat respons melawan zat atau benda asing, sehingga Anda lebih rentan terkena penyakit, seperti influenza, batuk pilek, atau penyakit infeksi lainnya.

Setelah mengetahui beberapa hal yang bisa memperparah gejala alergi tersebut, kini Anda harus bisa lebih waspada dan hindari berbagai hal yang bisa memperburuk kondisi gejala alergi yang Anda alami. Semoga bermanfaat.

Mengetahui Gejala Alergi Coklat Serta Cara Mengatasinya

Mengetahui Gejala Alergi Coklat Serta Cara Mengatasinya,- Siapa yang tidak suka makan coklat. Hampir setiap orang pasti menyukai makanan manis yang satu ini, baik anak-anak atau pun orang dewasa. Terlebih lagi coklat bisa merangsang hormon yang membuat seseorang bahagia.

Walaupun begitu, sayangnya tidak semua orang bisa menikmati coklat. Pasalnya, terdapat beberapa orang yang memiliki alergi terhadap coklat. Biasanya alergi coklat terjadi karena seseorang mengonsumsi coklat secara langsung atau mengonsumsi makanan dan minuman yang berbahan dasar atau mengandung coklat.

Coklat mengandung sejumlah bahan seperti bubuk coklat, susu, gula, dan lemak, Penyebab alergi coklat sendiri bisa berasal dari biji coklat itu sendiri atau dari susu. Jika alergi coklat disebabkan oleh biji coklat, maka penderita bisa mengalami beberapa gejala, seperti :

  • Biduran
  • Nyeri perut
  • Sulit bernapas
  • Batuk dan mengi
  • Mual dan muntah
  • Lidah, bibir, dan tenggorokan mengalami pembengkakan

Lebih lanjut lagi, gejala alergi coklat tersebut bisa berkembang menjadi reaksi anafilaksis yang bisa mengancam jika tidak tidak segera ditangani.

Sebenarnya alergi murni terhadap bahan coklat saja sangat jarang terjadi. Terdapat beberapa bahan makanan yang sering menimbulkan reaksi alergi, seperti diantaranya telur, susu sapi, kacang-kacangan, udang, kerang, dan ikan.

Maka dari itu, jika Anda mengalami alergi setelah mengonsumsi makanan berbahan coklat, ada kemungkinan jika alergi tersebut disebabkan oleh bahan lainnya.

Selain biji coklat, alergi coklat juga bisa disebabkan oleh susu yang terkandung didalam coklat. Gejala ini bisa timbul dalam waktu 1 jam sampai beberapa hari setelah mengonsumsi coklat. Gejala-gejala yang mungkin timbul diantaranya yaitu :

  • Diare
  • Batuk
  • Kran perut
  • Ruam kulit atau biduran
  • Rasa tidak nyaman di perut
  • Produksi lendir di hidung dan paru

Pada beberapa coklat terkadang juga mengandung kacang. Orang yang memiliki alergi terhadap kacang bisa mengalami gejala seperti reaksi di kulit seperti ruam, gatal, dan eksim, gangguan saluran cerna seperti nyeri perut, kram perut, kembung, dan begah, serta gejala asma seperti sesak atau batuk.

Untuk mencegah terjadinya alergi coklat, selain menghindari mengonsumsi coklat, Anda juga harus membaca label produk makanan dan minuman terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. Pastikan didalamnya tidak mengandung coklat.

Tidak hanya itu, penderita alergi coklat juga disarankan untuk melakukan tes alergi untuk memastikan apakah Anda memiliki pencetus alergi lainnya selain coklat atau tidak. Jika terjadi komplikasi, maka kasus alergi bisa terjadi hebat dan mengancam jiwa.

Penyebab dan Gejala Alergi Buah yang Perlu Diketahui

Penyebab dan Gejala Alergi Buah yang Perlu Diketahui,- Selain sayur, buah juga termasuk salah satu makanan sehat yang cukup banyak direkomendasikan untuk sering dikonsumsi. Hal ini disebabkan karena didalamnya terkandung vitamin dan mineral lengkap yang baik untuk kesehatan tubuh.

Walaupun begitu, ternyata tidak semua orang bisa mengonsumsi buah. Pasalnya, pada beberapa orang buah bisa memicu timbulnya reaksi alergi. Sama halnya dengan alergi makanan lainnya, alergi buah juga akan menimbulkan rasa gatal di kulit setelah mengonsumsi berbagai jenis buah.

Alergi Buah

Mengapa seseorang bisa mengalami alergi buah ?

Seseorang bisa mengalami alergi buah karena tubuh memproduksi imunoglobulin E atau IgE antibodi untuk makanan tertentu. Ini merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh yang terjadi setelah mengonsumsinya.

Alergi buah termasuk dalam kondisi yang dikenal juga sebagai sindrom alergi oral (OAS), yang disebabkan oleh buah-buahan yang mengandung protein tertentu. Sindrom alergi oral atau disebut juga Pollen-food allergy syndrome, terjadi karena beberapa buah dan sayuran segar mengandung protein yang mirip dengan protein penyebab alergi. Perotein penyebab alergi ini biasanya ditemukan didalam serbuk sari, seperti regweed, birch, muqwort, dan rumput.

Baca juga : Alergi Buah dan Sayur pada Anak

Beberapa jenis buah yang paling sering menyebabkan alergi diantaranya adalah apel, pir, ceri, persik, dan prem. Selain itu, buah-buahan yang mengandung banyak air seperti semangka dan melon juga diketahui dapat memicu alergi.

Diantara jenis buah-buahan tersebut, diketahui jika buah kiwi dapat menyebabkan gejala alergi yang paling berat. Anak yang memiliki alergi terhadap kiwi kemungkinan bisa memiliki alergi terhadap pisang, alpukat, dan juga lateks.

Selain buah, reaksi silang dari serbuk sari tanaman ini juga bisa terjadi pada sayuran segar dan kacang-kacangan. Gejalanya mungkin akan terasa gatal di bagian mulut atau tubuh lainnya, rasa terbakar, sensasi menyengat di mulut, serta tenggorokan.

Perlu diketahui, gejala alergi buah umumnya hanya terjadi beberapa detik atau menit. Hal ini disebabkan karena protein buah bisa dengan cepat dipecah oleh air liur. Biasanya alergi ini bisa hilang dengan cepat dan tidak memerlukan perawatan serius.

Untuk mencegah alergi buah, salah satu cara yang perlu dilakukan yaitu dengan menghindari mengonsumsi buah-buahan yang diketahui dapat memicu timbulnya reaksi alergi. Jika sudah terlanjur timbul gejala alergi, maka Anda bisa mengonsumsi obat alergi berupa antihistamin untuk membantu menghilangkan gejalanya.

Dalam beberapa kasus, memasak buah dan sayuran tertentu dapat menghancurkan dan mengubah protein yang menyebabkan sindrom alergi oral. Namun, ini tergantung pada buah, kacang dan sayuran apa yang dapat memicu alergi.

Kacang-kacangan dan rempah-rempah umumnya memiliki kondisi tertentu saat dimasak. Kacang-kacangan dan seledri mengandung beberapa alergen dan tidak semuanya bisa dihancurkan oleh panas. Selain itu, alergen dalam stroberi juga tahan terhadap panas.

Selain itu, jus buah yang sudah dipanaskan atau dimasak (dipasteurisasi) umumnya tidak apa dikonsumsi. Kemudian, sebagian sumber makanan seperti tomat, apel, kentang, pir, dan sebagian ebsar buah-buahan lunak lainnya juga aman dimasak untuk mengancurkan protein yang menjadi penyebab alergi.

Semoga bermanfaat.

Tips Pakai Lensa Kontak yang Aman untuk Penderita Alergi Mata

Tips Pakai Lensa Kontak yang Aman utnuk Penderita Alergi Mata,- pengobatanalergi.com – Lensa kontak termasuk salah satu pilihan alternatif yang biasanya dipilih untuk membantu penglihatan sekaligus mempercantik mata. Lensa merupakan salah satu peralatan medis yang paling aman jika digunakan secara bertanggungjawab.

Akan tetapi, bagi mereka yang memiliki alergi mata sering kali merasa ragu ketika ingin menggunakan lensa kontak. Tanpa menggunakan lensa kontak saja alergi mata bisa menyebabkan mata terasa gatal, berair, bahkan hingga bengkak. Kondisi ini tentu akan semakin parah jika Anda menggunakan lensa kontak pada kornea mata yang sensitif.

Jadi, apakah ada cara aman yang bisa dilakukan agar penderita alergi bisa menggunakan lensa kontak ? Tentu saja. Simak uraian berikut untuk informasi lengkapnya !

Tips Pakai Lensa Kontak

Tips Aman Gunakan Lensa Kontak utnuk Penderita Alergi Mata

Alergi mata dikenal juga sebagai alergi konjungtivitis, dimana reaksi alergi ini bisa timbul jika mata terkena berbagai faktor penyebab alergi yang menyebar di udara, seperti debu, bulu binatang, asap, serbuk sari, parfum, atau bahkan serpihan makanan.

Menggunakan lensa kontak saat alergi mata kambuh tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan pada penderitanya. Bahkan, hal ini bisa membuat mata terasa gatal, memerah, berair, hingga bengkak.

Walaupun begitu, bukan berarti Anda harus menghindari penggunaan lensa kontak. Berikut ini merupakan tips pakai lensa kontak yang aman untuk penderita alergi mata yang bisa dilakukan, yaitu diantaranya :

  • Ganti dengan lensa kontak sekali pakai

Jika Anda terbiasa menggunakan lensa kontak yang bisa digunakan selama beberapa bulan, sebaiknya mulai beralih ke lensa kontak sekali pakai. Umumnya lensa kontak sekali pakai lebih aman bagi penderita alergi.

Lensa kontak semi-permanen membuka kesempatan bagi alergen menempel pada permukaan lensa kontak. Semakin lama dibiarkan menumpuk, maka semakin besar pula kemungkinan alergi kambuh dan memicu iritasi pada mata.

Akan tetapi, jika Anda menggunakan lensa kontak sekali pakai, maka mata akan lebih terlindungi dari paparan zat pemicu alergi. Pasalnya, setelah digunakan selama beberapa jam, Anda hanya tinggal membuangnya bersama dengan semua alergen yang menempel. Dengan begitu, maka mata akan lebih aman dan sehat.

  • Bersihkan lensa kontak sesering mungkin

Membersihkan lensa kontak secara rutin bisa membuatnya terbebas dari alergen. Namun sebelumnya perhatikan terlebih dahulu jenis larutan pembersih yang Anda gunakan.

Sebagian orang memiliki alergi terhadap kandungan pengawet yang ada pada cairan disinfektan. Oleh karena itu, gunakan cairan disinfektan bebas pengawet untuk menghindari kemungkinan timbulnya reaksi alergi.

Jangan ragu untuk menggunakan cairan disinfektan yang sedikir lebih mahal, yang terpenting aman untuk Anda gunakan. Mintalah bantuan dokter untuk menentukan jenis cairan disinfektan yang aman dan tidak memicu alergi mata.

  • Gunakan kacamata

Alergen seperti sebuk sari dan debu akan lebih mudah menempel pada permukaan lensa kontak yang tipis. Jika Anda sudah mulai tidak tahan dengan reaksi alergi yang ditimbulkan, maka tidak ada salahnya untuk menggunakan kacamata sesekali.

Selain menghindari reaksi alergi, menggunakan kacamata juga dapat memberikan kesempatan bagi mata untuk beristirahat dari tempelan lensa kontak setiap hari.

  • Jaga kelembaban mata

Umumnya alergen yang menyerang mata membuat mata menjadi kering. Jika terus dibiarkan, maka hal ini bisa membuat alergi mata semakin parah, terlebih lagi jika Anda langsung menggunakan lensa kontak pada saat yang bersamaan.

Sebagai solusinya, pastikan kondisi mata tetap lembap sepanjang hari. Anda bisa menggunakan bantuan air mata buatan atau obat tetes mata untuk membantu membilas alergen dan meredakan iritasi yang timbul pada mata.

Air mata buatan umumnya dijual bebas di pasaran dan bisa dibeli tanpa harus menggunakan resep. Anda bisa menggunakan air mata buatan ini sesering mungkin, bahkan jika diperlukan bisa digunakan 2 jam sekali. Semakin sering air mata buatan digunakan, maka semakin kecil pula kemungkinan alergen dapat menempel ke permukaan lensa kontak.

  • Kompres mata

Ketika mata merah dan bengkak, jangan pernah sekali-kali menggosoknya. Kebiasaan mengucek mata justru bisa menyebabkan alergen menyebar dan memperparah kondisi peradangan di sekitar mata.

Agar lebih aman, kompres mata dengan air dingin untuk membantu meredakan peradangan pada mata. Anda juga bisa meletakkan air mata buatan di dalam kulkas sebelum menggunakannya bersama lensa kontak. Dengan begitu, maka mata akan lebih terasa dingin sekaligus dapat membantu meredakan mata merah.

  • Lakukan pemeriksaan ke dokter mata secara rutin

Meskipun gejala alergi mata sudah berkurang, Anda herus tetap memeriksakan kondisi kesehatan mata secara rutin. Dokter mungkin akan meresepkan beberapa obat tetes mata yang lebih ampuh untuk membantu mengurangi gejala alergi yang timbul.

Selain itu, konsultasikan juga jenis lensa kontak yang Anda gunakan saat ini. Pasalnya bisa jadi lensa kontak yang Anda gunakan tidak lagi aman untuk kesehatan mata Anda. Semoga bermanfaat.

Pengobatan Tradisional Alergi Lipstik dengan Manfaat Bahan Alami

Pengobatan Tradisional Alergi Lipstik dengan Manfaat Bahan Alami,- Menggunakan kosmetik atua makeup memang dapat menunjang penampilan seseorang, terutama wanita. Ada banyak jenis kosmetik yang biasa digunakan, salah satunya adalah lipstik. Lipstik bisa membuat tampilan bibir menjadi lebih cantik sehingga menyempurnakan penampilan Anda.

Meskipun memiliki ukuran yang kecil, akan tetapi lipstik memiliki fungsi yang sangat besar. Bahkan, ada beragai lipstik yang ditawarkan oleh perusahaan kosmetik, mulai dari lipstik yang bisa melembapkan bibir hingga matte. Namun, apakah Anda pernah merasakan bibir terasa gatal setelah menggunakan lipstik ? Kondisi ini mungkin merupakan tanda alergi lipstik.

Pengobatan Alergi Lipstik

Beberapa dari kita mungkin tidak cocok dengan bahan-bahan yang terkandung didalam lipstik yang digunakan. Sehingga hal ini bisa memicu timbulnya reaksi alergi pada bibir. Beberapa kandungan pada lipstik yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu parfum atau fragrance, parabens, imidazolidinyl, quaternium-15, DMDM hyndation, phenoxyethanol, methylchloroisothiazolunone, talc, dan formaldehid.

Selain memperhatikan kandungan lipstik, Anda juga harus waspada dengan beberapa gejala alergi lipstik yang bisa timbul, seperti diantaranya :

  • Bibir menjadi merah (bukan karena menggunakan lipstik)
  • Bibir terasa panas atau terbakar
  • Terasa kebas atau mati rasa pada bibir bagian atas ataupun bawah
  • Timbul sensasi gatal pada bibir
  • Bibir bagian atas atau pun bawah mengalami pembengkakan dan disertai dengan rasa nyeri dan tidak nyaman (sangat perih)

Selain pada bibir, gejala alergi lipstik juga bisa menimbulkan gejala lainnya, seperti hidung dan mata berair serta bengkak, mual, nyeri perut, dan diare. Pada kasus yang parah, gejala alergi lipstik juga bisa disertai dengan timbulnya pembengkakan pada tenggorokan yang menyebabkan penderita mengalami kesulitan saat bernapas.

Lalu, adakah cara pengobatan alergi lipstik tepat yang bisa dilakukan ?

Lipstik merupakan penyebab utama dari alergi lipstik ini, maka dari itu sebaiknya Anda hindari menggunakan lipstik terlebih dahulu ketika gejala mulai timbul. Selain itu, Anda juga bisa meringankan gejala alergi dengan beberapa cara berikut :

  • Kompres bibir dengan es batu yang telah dibungkus dengan kain selama beberapa menit. Langkah pengobatan alergi lipstik ini bertujuan untuk mengurangi pembengkakan yang terjadi pada bibir.
  • Manfaat kantung teh yang telah didinginkan di kulkas untuk mengurangi rasa gatal dan bengkak.
  • Mengoleskan gel lidah buaya juga bisa mengurangi bengkak pada bibir.

Selain melakukan beberapa tips tersebut, Anda juga bisa mengonsumsi obat alergi herbal QnC Jelly Gamat. Ini merupakan obat herbal yang terbuat dari 100% bahan alami pilihan yang memiliki kahsiat untuk membantu mengobati alergi secara alami.

Pengobatan Alergi Lipstik

Solusi Pengobatan Tradisional Alergi Lipstik dengan QnC Jelly Gamat

Qnc Jelly Gamat merupakan produk herbal yang dibuat dengan komposisi utama teripang emas yang diproses secara tradisional tanpa campuran bahan kimia sedikitpun. Sehingga keaslian dan kealamiannya tetap terjaga.

Seperti yang diketahui, teripang emas kaya akan kandungan nutrisi lengkap yang baik bagi tubuh dan dapat membantu pengobatan penyakit, termasuk pengobatan alergi lipstik secara alami. Bahkan, saat ini telah banyak penelitian yang dilakukan untuk membuktikan khasiat serta manfaat dari teripang emas ini.

Didalam teripang ini diketahui terkandung beberapa senyawa zat aktif biologi, diantaranya protein, kolagen, mukopolisakarida, glucosaminoglycans (GAGs), glucosamine dan chondroitin, lektin, saponin, asam amino, antiseptik alamiah, omega-3, 6, dan 9, serta vitamin dan mineral.

Secara alami, mengonsumsi teripang atau ekstrak teripang emas bisa membantu mengurangi rasa gatal serta nyeri di permukaan kulit. Selain itu, kandungan antiseptik yang ada didalamnya dapat berfungsi sebagai antibakteri, antijamur, serta dapat mencegah timbulnya infeksi.

Dengan kandungan serta khasiatnya tersebut, maka QnC Jelly Gamat bisa menjadi solusi pengobatan tradisional alergi lipstik dengan manfaat bahan alami yang aman dan juga tepat.

*Disclaimer : Reaksi dan efektifitas produk mungkin berbeda pada setiap individu. Hal ini tergantung pda stadium penyakit, kondisi tubuh, serta dosis dan keteraturan minum. Selain itu, bagi penderita alergi seafood, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi QnC Jelly Gamat.

QnC Jelly Gamat merupakan produk herbal yang bukan hanya terbuat dari 100% bahan alami pilihan, juga telah memiliki legalitas resmi dari Badan POM POM TR 173301471 dan terdaftar di DEPKES P-IRT No. 109321601291-1229. Juga QnC Jelly Gamat ini telah memiliki lisensi HALAL dari MUI, sehingga 100% aman dan berkualitas.

Keterangan produk :

Nama produk : QnC Jelly Gamat
Komposisi : Ekstrak Teripang Emas, Sweetener Stevia, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, Ekstrak Buah dan Sayur
Harga : Rp. 155.000,-/botol
Isi : 300 ml
Cara konsumsi : 2 kali 2 sendok makan sehari juga bisa dioleskan pada kulit yang mengalami iritasi secara rutin

*Harga belum termasuk ongkos kirim

Nah, bagi Anda yang ingin merasakan langsung khasiatnya, silahkan lakukan pemesanan terlebih dahulu dengan mengirimkan format berikut :

SRG: Jumlah pesanan: Nama: Alamat Lengkap: No. Hp./tlp.

Kirim ke :
SMS/WA : 082320970600
atau PIN BB 53227614

Contoh
SRG: 5 botol: Ilham Nuralamsyah: Jl. Perintis Kemerdekaan No. 35 Jakarta: 081648537XXX

PERHATIAN !! Dalam setiap pemesanan harap mencantumkan kode SRG agar dapat terdeteksi oleh kami, dan pesanan Anda akan segar kami proses.

Untuk informasi lengkap mengenai cara pemesanan serta daftar harga, Anda bisa langsung kunjungi tautan di bawah ini !!

>> Cara Pemesanan QnC Jelly Gamat

Nikmati berbagai kemudahan berbelanja secara online di tempat kami dengan jaminan produk 100% original serta dapatkan potongan harga untuk pembelian yang lebih banyak. Selain itu, Anda juga bisa menikmati layanan terbaik kami “BARANG SAMPAI, BARU BAYAR” untuk setiap pembelian dibawah 2 botol.

*syarat dan ketentuan berlaku.

Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat dan bisa membantu menjadi solusi terbaik untuk menagtasi masalah kesehatan yang Anda alami. Semoga lekas sembuh.

 

*Disclaimer : Reaksi dan efektifitas produk mungkin berbeda pada setiap individu. Hal ini tergantung pda stadium penyakit, kondisi tubuh, serta dosis dan keteraturan minum. Selain itu, bagi penderita alergi seafood, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi QnC Jelly Gamat.

Penyebab dan Gejala Alergi Tabir Surya yang Perlu Diwaspadai

Penyebab dan Gejala Alergi Tabir Surya yang Perlu Diwaspadai,- pengobatanalergi.com – Melindungi kulit dari paparan sinar matahari secara langsung tentu diperlukan. Paparan sinar ultraviolet tinggkat tinggi selama 20 tahun terakhir telah mengakibatkan lonjakan dalam jumlah kasus kanker kulit, dengan statistik yang tidak menunjukkan tanda-tanda melamba.

Untuk memperkecil risiko tersebut, maka cara yang bisa dilakukan dengan mudah yaitu dengan menggunakan tabir surya, terutama ketika akan beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan tabir surya dapat mencegah sun burn atau kulit terbakar karena sinar matahari hingga mencegahnya dari kanker kulit.

Akan tetapi, pada sebagian orang penggunaan tabir surya justru menimbulkan reaksi alergi. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Grup Dermatitis Amerika Utara atau NADCG antara tahun 2001-2002 menemukan, terdapat 1% dari 24 ribu orang yang mengalami alergi tabir surya. Meskipun jarang terjadi, akan tetapi kita harus tetap mewaspadai risiko alergi tabir surya ini.

Alergi Tabir Surya

Reaksi alergi biasanya timbul jika Anda menggunakan tabir surya dengan kadar SPF yang tinggi. Hal ini disebabkan karena semakin tinggi kadar SPF yang terkandung didalamnya, maka semakin banyak pula zat kimia yang digunakan. Hal ini tentu akan membuat risiko timbulnya efek samping juga semakin tinggi.

Berdasarkan penyebabnya, alergi tabir surya dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu :

  • Alergi kontak atau dermatitis

Alergi dermatitis terjadi ketika bahan kimia dalam produk memicu reaksi langsung pada kulit saat diaplikasikan. Ruam kulit merupakan reaksi alergi yang biasanya timbul.

  • Alergi fotoalergi

Alergi ini biasanya akan timbul ketika seseorang pergi ke luar ruangan dan terpapar sinar matahari secara langsung. Sinar matahari akan bereaksi dengan bahan kimia yang terkandung dalam tabir surya, sehingga menimbulkan reaksi alergi.

Dan berikut ini merupakan beberapa gejala yang biasanya timbul akibat alergi tabir surya, diantaranya yaitu :

  • Gatal
  • Kulit memerah
  • Kulit melepuh yang disertai dengan cairan
  • Pembengkakan

Bagi Anda yang memiliki alergi terhadap tabir surya, alangkah baiknya untuk melakukan tes. Tes darah bisa memberitahu Anda mengetahui zat apa yang memicu timbulnya alergi. Karena didalam tabir surya terdapat banyak zat yang bisa memicu timbulnya reaksi alergi, sedangkan pemicu alergi pada setiap orang berbeda-beda.

Tes ini akan membuat Anda lebih mudah untuk menghindari zat pemicu alergi. Anda juag bisa memilih tabir surya yang tidak memiliki kandungan zat yang bisa memicu timbulnya reaksi alergi.

Walaupun Anda memiliki alergi terhadap tabir surya, bukan berarti Anda akan menghindari penggunaan tabir surya dan membiarkan kulit terpapar sinar matahari secara langsung. Paslanya, paparan radiasi sinar UV bisa memicu penuaan dini dan meningkatkan risiko kanker kulit. Semoga bermanfaat.

Awas! Ternyata Alergi Makanan Bisa Picu Kecemasan Pada Anak

Awas! Ternyata Alergi Makanan Bisa Picu Kecemasan Pada Anak,- pengobatanalergi.com – Alergi makanan merupakan salah satu jensi alergi yang cukup sering dialami oleh anak. Terdapat beberapa jenis makanan yang bisa memicu timbulnya reaksi alergi pada anak, seperti diantaranya ikan, susu, telur, kacang-kacangan, dan lainnya. Tidak sedikit orang yang menganggap jika alergi merupakan penyakit yang ringan dan tidak berbahaya. Padahal, jika kondisi ini terus dibiarkan bisa menimbulkan dampak yang fatal.

Ruam, gatal, bengkakak, pusing, bahkan pingsang merupakan beberapa gejala alergi makanan yang biasa timbul. Alergi juga bisa menyebabkan bronchospasm, yaitu penyempitan pada saluran pernafasan. Jika tidak segera ditangani, maka kondisi ini akan berujung pada kematian.

Namun, selain itu, ternyata diketahui bahwa alergi makanan pada anak juga bisa menyebabkan kecemasan. Anak-anak dengan alergi makanan memiliki prevalensi kecemasan di masa kecil yang jauh lebih tinggi. Namun, alegi makanan tidak terbaik dengan gejala depresi di masa kecil.

Tim peneliti di Amerika Serikat mempelajari sekitar 80 pasien anak yang berusia 4 sampai 12 tahun, rata-rata sampel yang berusia 8 tahun dengan atau tanpa alergi makanan dan meneliti pengasuh mereka dari klinik rawat jalan pediatrik di Bronx, New York. Mereka mengendalikan diagnosis asma pada anak-anak karena kegelisahan dan gangguan mood lebih umum terjadi pada anak-anak minoritas sosio ekonomi rendah.

57% diantara anak-anak yang memiliki alergi makanan dilaporkan memiliki gejala kecemasan dibandingkan dengan 48% anak tanpa alergi makanan.

Penulit utama penelitian, Renee Goodwin PhD, di Departement of Epidemiologi di Mailman School of Public Health, menjelaskan jika pengelolaan alergi makanan bisa mahal, baik dari segi belanja makanan, persiapan makan, danbiaya injeksi intra auto epinefrin, yang kadaluwarsa setiap tahunnya.

Tuntutan ini tentu bisa menyebabkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi bagi mereka yang memiliki sumber daya keuangan yang lebih sedikit dan meningkatkan kecemasan lebih lanjut. Gejala bisa timbul pada anak-anak dan pengasuh mereka.

Baca juga : Pengobatan Alergi Karena Makanan untuk Anak dan Dewasa

Para peneliti juga menemukan adanya hubungan antara alergi makanan dengan kecemasan yang dialami oleh anak dan menyebabkan ketakutan pada penolakan sosial.

Terdapat sejumlah penjelasan yang mungkin berhubungan antara diagnosis alergi makanan dan meningkatnya masalah kecemasan sosial pada sampel pasien anak-anak ini. Pengelolaan kondisi yang berpotensi mengancam jiwa mungkin akan menimbulkan kecemasan, dan beberapa anak mungkin mengalami kecemasan sosial yang meningkat tentang ‘berbeda’ dari anak-anak lain tergantung pada usia mereka dan bagaimana alergi makanan dikelola oleh orang dewasa dalam situasi tertentu.

Maka dari itu, bisa disimpulkan bahwa alergi makanan dengan gejala depresi di masa kecil atau dengan gejala kecemasan dan depresi diantara masa pengasuh mereka tidak berhubungan secara signifikan.

Diperlukan penelitian yanglebih lanjut agar hasilnya lebih optimal. Juga perlu dilakukan penelitian terhadap hubungan antara remaja usia lanjut dan dewasa muda yang memiliki alergi makanan dengan terjadinya depresi.

Benarkah Hidup Terlalu Higienis Bisa Picu Timbulnya Alergi?

Benarkah Hidup Terlalu Higienis Bisa Picu Timbulnya Alergi?,- pengobatanalergi.com – Menjaga kebersihan, baik tubuh ataupun lingkungan sekitar memang dianjurkan agar kita tetap sehat dan terhindar dari serangan berbagai jenis penyakit. Namun, apakah Anda tahu, jika hidup terlalu higienis ternyata justru bisa memicu timbulnya alergi. Benarkah demikian ?

Menurut beberapa ilmuwan, hidup terlalu higienis itu salah karena bisa mempercepat timbulnya gejala asma dan alergi. Sederhanaya, sistem imun tubuh kita terdiri dari sel-sel imun yang bertugas menghalau datangnya kuman. Ketika tubuh terpapar kuman, maka sel-sel imun sibuk atau sangat aktif mengangkap dan menjinakkan kumah tersebut agar tidak terjadi infeksi.

Jika tubuh tidak pernah terpapar kuman atau bakteri, karena selalu berada di lingkungan yang sangat bersih, maka sel-sel imun tubuh tidak terlatih. Sel imun yang memang didesain untuk selalu aktif ini kemudian menjadi bodoh dan bereaksi berlebihan ketika terdapat paparan benda asing. Padahal, benda asing tersebut tidak mengancam, seperti debu atau bulu binatang. Anda juga akan mengalami reaksi alergi.

hidup terlalu higienis picu alergi

Hipotesis Alergi dan Hidup Terlalu Higienis

Memiliki kebiasaan hidup higienis memang merupakan hal yang baik. Namun, apakah Anda pernah berpikir jika ternyata hidup terlalu bersih juga bisa menimbulkan dampak bagi kesehatan, salah satunya yaitu memicu timbulnya alergi.

Hal ini berhubungan dengan teori hipotesis higiene yang mengindikasikan angka kejadian alergi di negara maju lebih tinggi dibandingkan dengan negara berkembang. Ini sama halnya dengan angka alergi di kota yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan di desa.

Hipotesis higiene merupakan sebuah teori yang menyatakan jika peningkatan kebersihan akan meningkatkan angka kejadian alergi dan penyakit yang berhubungan dengan kekebalan.

Seperti yang dijelaskan oleh Prof Budi Setiabudiawan, Konsultan Alergi-Imunologi Anak RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung, jika kurang terpapar kotoran justru akan membuat sistem kekebalan tidak terlatih. Alasannya, alergi diperantarai oleh sel T helper2 atau Th2 yang tinggi. Anak-anak yang tidak bersih memiliki Th1 yang tinggi, sering terkena infeksi, sehingga hal ini justru menekan Th2 yang membuat mereka menjadi mudah terkena alergi.

Walaupun begitu, bukan berarti Anda tidak boleh hidup bersih. Tetapi alangkah baiknya Anda tidak terlalu berlebihan dalam menjaga kebersihan. Pasalnya tidak semua bakteri atau mikroba buruk.

Terdapat beberapa jenis bakteri yang memang bisa menyebabkan timbulnya penyakit, atau bahkan mematikan. Akan tetapi, lebih banyak lagi bakteri yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan juga lingkungan. Jadi, hidup terlalu higienis denan mematikan semua bakteri ternyata tidak selalu baik, karena hal ini memiliki dampak yang cukup mengerikan.

Semoga bermanfaat.

Perawatan yang Tepat untuk Mencegah Alergi Kewanitaan

Perawatan yang Tepat untuk Mencegah Alergi Kewanitaan,- Selain pada tangan atua badan, reaksi alergi juga bisa timbul di daerah kewanitaan. Terdapat banyak faktor yang bisa menyebabkan timbulnya reaksi alergi di daerah kewanitaan, seperti diantaranya hubungan seksual, kebersihan organ intim, atau produk-produk tertentu yang mengandung zat penyebab alergi.

Sama halnya dengan kulit bagian tubuh lainnya, kulit di sekitar vagina juga bisa mengalami alergi. Alergi akan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat-zat tertentu (alergen). Alergi ini bisa menyebabkan vulvitis, vagina gatal, kemerahan, iritasi, dan timbul rasa perih di sekitar organ kewanitaan.

Perawatan yang Tepat untuk Mencegah Alergi Kewanitaan

Menjaga kebersihan daerah kewanitaan dan perawatan organ intim wanita yang tepat merupakan salah satu langkah jitu untuk menjaga kesehatan dan kebersihan vagina serta mencegah timbulnya berbagai masalah pada organ kewanitaan.

Merawat dan menjaga kebersihan serta kesehatan organ intim wanita harus dilakukan dengan rutin dan harus didukung dengan penerapan pola hidup sehat. Selain itu, berikut ini merupakan beberapa cara perawatan yang tepat untuk mencegah alergi kewanitaan yang bisa dilakukan :

  • Menghindari faktor penyebab alergi dan iritasi

Untuk mencegah timbulnya alergi di daerah kewanitaan, hindari zat-zat yang bisa menyebabkan alergi, seperti tidak menggunakan tisu toilet atau sabun pembersih dengan wewangian. Selain itu, hindari juga menggunakan pakaian yang terlalu ketat dan gunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun agar dapat menyerap keringat dan nyaman digunakan.

  • Produk hipoalergenik

Terdapat berbagai jenis produk pembersih kewanitaan yang beredar di pasaran, namun sebagian diantaranya mengandung bahan kimia yang memicu alergi. Untuk meminimalkan reaksi alergi ini, pilihlah sabun atau produk kewanitaan yang berlabel hipoalergenik.

Produk hipoalergenik baik digunakan untuk kulit sensitif dan kulit normal, karena diklaim dapat membantu mengurangi risiko alergi dibandingkan dengan produk biasa. Penggunaan produk hipoalergenik bukan berarti 100% bebas dari risiko alergi, tetapi reaksi yang terjadi pada kulit yang sangat sensitif terhadap bahan tertentu dapat dibatasi hingga sangat minimal.

Agar lebih aman digunakan, sebelum digunakan, disarankan untuk melakukan pengujian produk. Caranya yaitu dengan mengaplikasikannya di kulit lengan dan perhatikan apakah terjadi reaksi alergi atau tidak. Jika timbul reaksi alergi, maka jangan gunakan produk tersebut.

  • Produk dengan kandungan kolagen

Salah satu manfaat kolagen yang paling populer adalah menjaga elastisitas kulit, menjaga kulit agar tetap sehat, serta mencegah keriput dan kekeringan pada kulit.

  • Sabun pembersih tanpa wewangian dan antiseptik

Jika Anda ingin menggunakan sabun pembersih kewanitaan, gunakanlah produk yang lembut, ringan, dan tanpa wewangian. Hal ini disebabkan karena penggunaan sabun yang menggunakan pewangi dan antiseptik dapat menyebabkan iritasi serta memngaruhi keseimbangan pH dan membunuh bakteri baik di dalam vagina. Ketika hal ini terjadi, maka vagina akan rentan mengalami infeksi.

  • Produk dengan Lactobacillus

Produk kewanitaan dengan formula yang mengandung Lactobacillus juga bisa digunakan. Lactobacillus merupakan bakteri baik yang hidup di vagina, yang menjaga keseimbangan pH vagina dan mencegah timbulnya bakteri penyebab vaginosis bakterialis, infeksi jamur, dan keputihan yang tidak normal.

  • Mengandung bahan alami

Salah satu bahan alami yang sering digunakan adalah lidah buaya atau aloe vera. Tanaman ini dikenal memiliki khasiat untuk kesehatan kulit dan kaya akan kandungan enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida, serta zat lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aloe vera baik untuk menjaga kelembapan kulit, juga dapat mengatasi berbagai masalah kulit, seperti psoriasis, dermatitis seboroik, luka bakar ringan, dan lecet pada kulit.

 

Baca juga :

6 Hal yang Menjadi Pemicu Alergi Seks
Obat Gatal Akibat Alergi Pembalut
Gejala Alergi Kondom

Benarkah Anak dengan Autisme Lebih Rentan Terkena Alergi?

Benarkah Anak dengan Autisme Lebih Rentan Terkena Alergi?,- pengobatanalergi.com – Autisme merupakan gangguan yang timbul pada perkembanan anak dibawah 3 tahun. Gangguan ini mengakibatkan anak tidak mampu membentuk hubungan sosial dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara normal.

Anak autis menjadi terisolasi dari kontak dengan orang lain dan tenggelam pada dunianya sendiri yang diekspresikan dalam minat dan perilaku yang berulang-ulang.

Baru-baru ini sebuah studi yang dimuat dalam Jurnal American Medical Association, Jama Network Open, menyebutkan bahwa anak-anak yang didiagnosis dengan autisme berisiko tinggi mengalami alergi.

Menurut para peneliti, anak-anak dengana utisme lebih rentan mengiap alergi makanan, gangguan pernapasan, dan alergi kulit seperti eksmin dan demam. Studi yang dipimpin oleh peneliti kesehatan masyarakat dari Universitas Iowa di AS ini menduga bahwa autisme dan alergi berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh anak.

Dr Wei Bao, asisten profesor epidemiologi, menyebutkan bahwa gangguan imunologi ini kemungkinan berkembang sejak awal kehidupan dan memengaruhi perkembangan otak dan fungsi sosial. Hal inilah yang kemudian menimbulkan gangguan spektrum autisme.

Para ahli percaya bahwa faktor genetik dan lingkungan berperan dalam mengembangkan kondisi autisme dan alergi. Untuk membuktikan hal tersebut, Bao dan timnya melihat hasil survei kesehatan nasional AS sejak 1997 sampai 2016 dengan subjek 200.000 anak.

Survei kesehatan nasional ini tidak melibatkan riwayat kesehatan yang diberikan dokter. Data ini didapatkan dari informasi yang diberikan orangtua setelah mengamati anak-anak mereka selama setahun.

Beberapa informasi yang orangtua berikan berhubungan dengan autisme dan alergi. Misalnya, apakah anak-anak memiliki diagnosis autisme atau kondisi perkembangan serupa dan apakah anak mengalami alergi makanan, kulit, atau pernapasan dalam 12 bulan terakhir.

Dari data tersebut, Bao dan tim menemukan anak-anak dengan autisme sangat mungkin mengalami alergi makanan, bahkan risikonya sampai 129%. Sedangkan alergi kulit dan pernapasan masing-masing 50% dan 28%.

Para ahli mengingatkan, hasil ini rentan terhadap bias karena hanya berdasarkan ingatan orangtua saja. Walaupun begitu, temuan ini menunjukkan jika orangtua dari anak-anak dengan autisme cenderung lebih memperhatikan dan melaporkan alergi anak-anak mereka, dibandingkan dengan orangtua yang anaknya tidak didiagnosis dengan autisme.

Dr James Cusack, direktur untuk badan aman Autistica kepada The Independent, menjelaskan, ada kemungkinan orangtua yang melaporkan satu kondisi lebih mungkin melaporkan hal yang lain. Efek semacan ini menjelaskan peningkatan laporan alergi dalam penelitian ini.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa autisme dihubungkan dengan kesehatan fsik yang buruk, termasuk asma. Jadi, temuan ini bisa dibilang cukup masuk akal. Sebagai catatan, temuan ini tidak menjelaskan hubungan sebab akibat. Maka dari itu, masih diperlukan penelitian lain yang lebih mendalam untuk membuktikannya.