Penyakit Alergi Pada Mata

pengobatanalergi.com,- Penyakit mata sangat beragam dan tidak semuanya menular. Jika disebabkan oleh virus dan bakteri, maka penyakit mata tersebut bisa menular. Sedangkan apabila disebabkan oleh alergi, maka tidak akan menular. Alergi mata disebabkan oleh reaksi berlebihan dari sistem kekbalan tubuh terhadap zat asing yang masuk ke mata. Sel mast akan menghasilkan histamin yang mengakibatkan gangguan pembuluh darah dan dapat mengakibatkan pembengkakan pada kelopak mata. Alergen (zat penyebab munculnya reaksi alergi) yang menjadi penyebab alergi pada mata seperti debu, lensa kontak, kosmetik, serta polutan dari kendaraan.

wngh4dd1b7b185553Penyakit alergi pada mata paling sering disebabkan oleh konjungtivitas alergik (hay fever), konjungtivitas vernalis, keratokonjungtivitas atopik dan konjungtivitas giant papilar. Konjungtivitas merupakan mukosa permukaan bola mata, setara dengan epitel usus dan bronkus yang berhubungan dengan sel dan berfungsi sebagai pertahanan terhadap antigen dan mikroorganisme dari luar. Kondisi suatu penyakit dapat diawali dari konyungtivitas hingga berat, seperti keratokonjungtivitas atopik yang dapat menyebabkan kebutaan.

Alergi mata dapat menyebabkan timbulnya lingkaran hitam dan bengkak pada daerah mata. Mata bengkak dan timbulnya lingkaran hitam disekitar mata diakibatkan oleh adanya gangguan aliran darah pada pembuluh darah diarea mata ketika terjadi alergi mata.

Gejala Alergi Mata

Gejala penyakit alergi pada mata dapat dipicu oleh berbagai macam alergen, seperti debu, jamur, bulu binatang, dan serbuk sari. Alergen tersebut tidak selalu dapat dihindari dan membutuhkan perawatan. Walaupun alergi tidak dapat disembuhkan, namun gejala penyakit alergi pada mata dapat dicegah. Berikut beberapa gejala yang mungkin timbul, yaitu :

  1. Gatal. Alergi dapat menimbulkan rasa gatal ketika histamin diproduksi oleh tubuh untuk membantu memerangi alergen tertentu. Alergi dapat menyebabkan rasa gatal terutama ketika terjadi kontak langsung dengan alergen.
  2. Kemerahan. Kemerahan yang berkaitan dengan alergi mata merupakan penyebab yang paling umum dari misdiagnosis konyungtivitas. Penyakit alergi pada mata menyebabkan kemerahan hingga mengakibatkan warna cahaya merah yang tidak begitu jelas. Kemerahan pada mata dapat dihilangkan dengan menggunakan obat tetes mata. Namun, alergi mata yang tidak diobati dapat menyebabkan konyungtivitas yang berlangsung cukup lama.
  3. Pembengkakan. Pembengkakan disekitar mata dapat disebabkan oleh iritasi yang berhubungan dengan alergi. Pada sekitar 40% penderita penyakit alergi pada mata alergi dapat menyebabkan terbentuknya kantung mata. Pnderita alergi yang memakai kontak lensa merupakan yang paling mungkin mengalami pembengkakan pada mata.
  4. Keluarnya cairan dari mata. Alergi pada mata juga dapat menyebabkan mata berair, hal tersebut karena terjadi kekeringan pada mata. Berbeda dengan kerusakan mata kuning-biru yang sering dikaitkan dengan mata merah muda, alergi mata dapat mengakibatkan keluarnya cairan bening atau putih. Ketika bangun, cairan tersebut akan mengering dan membentuk gumpalan.

Penghindaran alergen dan memberikan lingkungan yang sejuk merupakan tindakan awal yang perlu dilakukan. Pengobatan dengan tetes mata yang dikombinasikan dengan antihistamin topikal dan kortikosteroid dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit, namun harus berhati-hati jika sudah terjadi ulkus kornea.

Selain itu, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk dapat mempercepat penyembuhan penyakit alergi pada mata atau juga sebagai tidak pencegahan timbulnya alergi.

  1. Cuci tangan. Pastikan tangan dalam keadaan bersih ketika akan menyentuh mata. Karena pada umumnya alergi mata disebabkan oleh alergen yang masuk melalui tangan.
  2. Memakai obat tetes mata. untuk mengeluarkan alergen dari mata, Anda bisa membilas mata dengan menggunakan garam dan air mata buatan. Untuk mengatasinya gunakan obat tetes mata yang mampu mengecilkan pembuluh darah dan menhentikan histamin. Walaupun demikian, jangan terlalu sering menggunakan tetes mata, karenan dapat membuat mata lebih sensitif dan mudah teriritasi.
  3. Kompres dingin. Untuk mengatasi kelopak mata yang membengkak dan gatal ketika terjadi alergi, maka dengan mengompres mata dengan handuk dingin atau kentong beku dapat dilakukan untuk mengatasinya.
  4. Menutup jendela. Alergen dapat dicegah untuk masuk kedalam ruangan dengan menutup jendela, terutama ketika cuaca berangin.
  5. Memakai kacamata. Kacamata dapat menghalangi alergen utnuk masuk ke dalam mata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *