Penyakit Angiodema Pada Kulit

penyakit angiodema pada kulitAngiodema yaitu salah satu kelainan sitem kekebalan yang diturunkan, yang menyebabkan pembengkaka jaringan pada tubuh secara tiba-tiba. Gejala pembengkakan atau benjolan tersebut sangat mirip dengan urtikaria, namun urtikaria umumnya dikenal sebagai gatal-gatal, terjadi di dermis atas. Angiodema merupakan jenis bengkak, bilur-bilur besar dan melibatkan lapisan kulit yang lebih dalam, terutama didaerah dekat bibir dan mata.

Pada kebanyakan kasus, angiodema tidak berbahaya bahkan tanpa memerlukan pengibatan, dan tidak meninggalkan bekas pada kulit setelah sembuh. Dalam kasus pembengkakan angiodema dapat menyebabkan tenggorokan atau lidah menghalangi jalan napas dan menyebabakn kehilangan kesadaran yang dapat mengancam jiwa.

Angiodema dapat terjadi di daerah sekitar kelopak mata dan bibir, atau orang, tangan, kaki, genitaliyah. Terdapat 3 jenis angiodema, yaitu hereditary angiodema, acquired angiodema, dan angiodema-eosinophilia.

Penyebab Angiodema

Peradangan yang terjadi di kulit dapat menyebabkan gatal-gatal dan ngiodema. Gatal-gatal dan angiodema terkadang dapat dipicu ketika sel-sel tertentu yang disebut dengan sel mast melepaskan bahan kimia histamin dan bahan lainnya ke dalam aliran darah dan kulit. Angiodema dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat atau makanan. Banyak alergen (zat pemicu alergi) yang telah diidentifikasi, seperti obat, makanan dan alergen lainnya (bulu binatang, serbuk sari, lateks, dan sengatan serangga).

Gatal-gatal dan angiodema juga dapat diakibatkan karena respon terhadap produksi antibodi tubuh. Gangguan sistem kekebalan tubuh (lupus atau kanker), infeksi (hepatitis), transfusi darah, ganggaun tiroid tertentu, atau bahkan dingin.

Gejala Angiodema

Gejala utama dari angiodema diantaranya adalah pembengkakan pada wajah, tangan, leher, kaki, dan pada bagian-bagian pribadi. Selain itu, pembengkakan juga dapat ditemukan pada mata dan mulut. Gejala lain yang dapat timbul adalah nyeri atau kehangatan di daerah yang terkena, sensasi tebal dan bengkak pada daerah yang terkena, melepuh di daerah pembengkakan yang parah, dan pada kasus yang berat dapat menyebabkan kesulitan menelan atau bernapas.

Pengobatan Angiodema

Penderita angiodema ringan biasanya akan sembuh kurang lebih selama 3-4 hari dengan atau tanpa pengobatan. Sedangkan pada penderita angiodema yang parah yang mengalami masalah pernapasan harus segera  mendapatkan perhatian medis. Perhatian utama harus ditujukan untuk memastikan jalan napas ditenggorokan tetap terbuka. Penderta juga dapat diberikan H1 dan H2 blocker, steroid, antihistamin, dan epinefrin subkutan.

Seseorang yang sebelumnya pernah mengalami angiodema cenderung dapat kambuh kembali. Maka dari itu, tindakan pencegahan perlu dilakukan untuk mengurangi resiko kambuhnya kembali angiodema. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya seperti menghindari konsumsi makanan yang dapat memicu alergi dan berbagai jenis alergen lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *