Penyebab dan Gejala Alergi Buah yang Perlu Diketahui

Penyebab dan Gejala Alergi Buah yang Perlu Diketahui,- Selain sayur, buah juga termasuk salah satu makanan sehat yang cukup banyak direkomendasikan untuk sering dikonsumsi. Hal ini disebabkan karena didalamnya terkandung vitamin dan mineral lengkap yang baik untuk kesehatan tubuh.

Walaupun begitu, ternyata tidak semua orang bisa mengonsumsi buah. Pasalnya, pada beberapa orang buah bisa memicu timbulnya reaksi alergi. Sama halnya dengan alergi makanan lainnya, alergi buah juga akan menimbulkan rasa gatal di kulit setelah mengonsumsi berbagai jenis buah.

Alergi Buah

Mengapa seseorang bisa mengalami alergi buah ?

Seseorang bisa mengalami alergi buah karena tubuh memproduksi imunoglobulin E atau IgE antibodi untuk makanan tertentu. Ini merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh yang terjadi setelah mengonsumsinya.

Alergi buah termasuk dalam kondisi yang dikenal juga sebagai sindrom alergi oral (OAS), yang disebabkan oleh buah-buahan yang mengandung protein tertentu. Sindrom alergi oral atau disebut juga Pollen-food allergy syndrome, terjadi karena beberapa buah dan sayuran segar mengandung protein yang mirip dengan protein penyebab alergi. Perotein penyebab alergi ini biasanya ditemukan didalam serbuk sari, seperti regweed, birch, muqwort, dan rumput.

Baca juga : Alergi Buah dan Sayur pada Anak

Beberapa jenis buah yang paling sering menyebabkan alergi diantaranya adalah apel, pir, ceri, persik, dan prem. Selain itu, buah-buahan yang mengandung banyak air seperti semangka dan melon juga diketahui dapat memicu alergi.

Diantara jenis buah-buahan tersebut, diketahui jika buah kiwi dapat menyebabkan gejala alergi yang paling berat. Anak yang memiliki alergi terhadap kiwi kemungkinan bisa memiliki alergi terhadap pisang, alpukat, dan juga lateks.

Selain buah, reaksi silang dari serbuk sari tanaman ini juga bisa terjadi pada sayuran segar dan kacang-kacangan. Gejalanya mungkin akan terasa gatal di bagian mulut atau tubuh lainnya, rasa terbakar, sensasi menyengat di mulut, serta tenggorokan.

Perlu diketahui, gejala alergi buah umumnya hanya terjadi beberapa detik atau menit. Hal ini disebabkan karena protein buah bisa dengan cepat dipecah oleh air liur. Biasanya alergi ini bisa hilang dengan cepat dan tidak memerlukan perawatan serius.

Untuk mencegah alergi buah, salah satu cara yang perlu dilakukan yaitu dengan menghindari mengonsumsi buah-buahan yang diketahui dapat memicu timbulnya reaksi alergi. Jika sudah terlanjur timbul gejala alergi, maka Anda bisa mengonsumsi obat alergi berupa antihistamin untuk membantu menghilangkan gejalanya.

Dalam beberapa kasus, memasak buah dan sayuran tertentu dapat menghancurkan dan mengubah protein yang menyebabkan sindrom alergi oral. Namun, ini tergantung pada buah, kacang dan sayuran apa yang dapat memicu alergi.

Kacang-kacangan dan rempah-rempah umumnya memiliki kondisi tertentu saat dimasak. Kacang-kacangan dan seledri mengandung beberapa alergen dan tidak semuanya bisa dihancurkan oleh panas. Selain itu, alergen dalam stroberi juga tahan terhadap panas.

Selain itu, jus buah yang sudah dipanaskan atau dimasak (dipasteurisasi) umumnya tidak apa dikonsumsi. Kemudian, sebagian sumber makanan seperti tomat, apel, kentang, pir, dan sebagian ebsar buah-buahan lunak lainnya juga aman dimasak untuk mengancurkan protein yang menjadi penyebab alergi.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *