Jenis Penyakit Alergi Dan Imunologi

pengobatanalergi.com,- Ketika mendengar kata alergi pasti kita langsung terbayang dengan kondisi seperti gata-gatal disertai dengan bintik  merah atau bentol, bersin-bersin dipagi hari, hidung berair kadang juga batuk dari ringan sampai sesak napas. Alergi dapat disebabkan oleh  berbagai macam seperti debu, udara dingin, obat, makanan dan bahan-bahan yang sering kita gunakan sehari-hari.

Jenis penyakit alergi dan imunologi sangat bermacam-macam. Asma merupakan salah satu jenis penyekit alergi yang relatif paling sering  terjadi, diikuti dengan rhinitis alergi, serta urtikaria kronik. Jenis alergi lainnya yang tidak kalah penting yaitu reaksi alergi obat. Sementara  itu dalam bidang imunologi, terdapat penyakit autoimun, khususnya Lupus Eritematosis Sistemik (LES). Sedangkan dari penyakit  imunodefisiensi yang palin terkenal salah satunya yaitu penyakit Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

Dibawah ini merupakan beberapa penyakit yang termasuk kedalam jenis penyakit alergi dan imunoligi, diantaranya :

  1. Asma Bronchial

    asma-bronkialTak jarang ditemukan rasa sesak disangka penyakit janung atua batuk-batuk kronis yang disebabkan oleh penyakit bronkitis atau ssusah  tidur karena insomnia. Keluhan batuk mengi atau sesak saja bukan merupakan monopoli penyakit asma. Beberapa penyakit atau kondisi  dapat menyerupai asma, misalnya Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), bronkitis kronik, dan emfisema, infeksi paru, sinusitis paranasal,  tuberkulosis, refluks gastroesofageal dan penyakit jantung seperti gagal jantung.

    Dalam praktiknya sering ditemukan pasien yang  mengobati penyakitnya sendiri dengan menggunakan obat semprot untuk mengatasi gejala  asma. Namun dalam jangka panjang kondisi ini malah akan memperburuk gejala asma dan serangan asma akan semakin sering.

    Hal yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan penderita obat antinflamasi, menghindari faktor pencetus, dan mendapatkan  pengetahuan mengenai asma dan penyebabnya.

  2. Rhinitis Alergi

    Obat-Rhinitis-AlergiRhinitis alergi merupakan salah satu bentuk rinitis yang secara umum menkanismenya melaui sistem imun, atua IgE secara khusus.  Rhinitis alergi dapat diderita oleh anak sampai dewasa. Gejala yang timbul berupa rinoera, hidung gatal, bersin dan hidung tersumbat,  terkadang disertai gatal dimata. Berdasarkan lama dan serignya gejala, rinitis dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu rinitis alergi intermiten  jika gejalanya berlangsung selama empat hari/minggu dan lamanya kurang dari empat minggu dan rinitis alergi persisten juka gejala  berlangsung selama lebih dari empat hari/minggu dan lamanya lebih dari empat minggu. Rinitis alergi merupakan salah satu faktor resiko  terjadinya serangan asma. Dengan pengobatan yang baik, maka gejala rinitis dapat terkontrol dengan baik.

  3. Alergi Obat

    cara-mengatasi-alergi-obatAlergi obat adalah respon yang tidak diinginkan pada pemberian obat tertentu. Banyak keadaan dimana gejalanya mirip atau sama dengan  gejala alergi, namun mekanismenya bukan alergi seperti sesak napas atau angiederma karena aspirin atau antiinflamasi non steroid, maka  dari itu diperkenalkanlah intilah hipersensitivitas obat.

    Gejala alergi obat sanga beragam. Namun yang paling sering muncul adalah gejala pada kulit, mulai dari eritema, urtikaria, pruritus,  angioderma, vesikula, bula sampai kulit melepuh. Selain itu, terdapat beberapa gejala lain namun lebih jarang terjadi, misalnya sesak napas,  pusing hingga pingsan seperti halnya pada anafilaksisi, bisa juga terjadi anemia, serta gangguan fungsi hati atau ginjal. Komplikasi alergi  obat yang paling berbahay adalah anafilaksis, Steven Juhnson Syndrome, nekrosis epidermal toksik, dan Drug Rash Eosinophilia and  Systemic Symptoms (DRESS).

  4. Urtikaria dan Angioderma

    Urtikari adan angioderma yaitu kelainan kulit yang berupa bentol, kemerahan dan gatal. Sebagian besatr urtiakria kronik tidak diketahui  penyebabnya dan biasanya gejala berlangsung selama lebih dari enam minggu bahkan hingga 20 tahun. Sedangkan Angioderma  menyerupai urtikaria, namun lebih mengenai jaringan kulit yang lebih dalam. Gejala yang tidak muncul sering tidak terasa gatal, tetapi  terasa sakit. Angioderma umunya menyerang pada mukosa mata, bibir atau kemaluan. Jika mengenai trakea atau bronkus, seperti pada  reaksi anafilaksis dapat membahayakan nyawa penderita.

  5. Lupus Eritematosus Sistemik (LES)

    Karena menyerang beberapa organ, baik secara bersamaa atau berurutan maka LES termasuk kedalam salah satu dari penyakit autoimun  yang bersifat sistemik. Radang sendi dan demam yang berkepanjangan merupakan salah satu dari gejal lupus. Gejala seperti kemerahan  diwajah, sariawan, anemia, lekopeni atau trambositopeni merupakan petunjuk kearah LES. Semakin dini penanganan dilakukan, makan  diharapkan komplikasi yang serius dapat dicegah dan dihindari.

  6. Penyakit Imunodefisiensi

    Virus_HIVPenyakit Imunodefisiensi yang dapat diperoleh ketika lahir. Salah satunya infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang merupakan  salah satu dari penyebab imunodefisiensi yang dikenal dengan AIDS. Penyakit kronis lainnya seperti diabetes mellitus, gagal ginjal kronik,  sirosis hati, dan PPOK dapat menurunkan daya tahan tubuh. Oleh sebab itu, menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh sangat  diperlukan untuk menghindari bahayanya penyakit infeksi.

Pemicu alergi dapat diketahui melalui riwayat penyakit seperti bengkak setelah mengonsumsi makanan tertentu. Apabila diperlukan, tes  alergi dapat dilakukan dengan pemeriksaan kulit atau darah. Tes kulit yang umum dilakukan yaitu seperti uji cukit kulit (skin prick test) dan  uji tempel (patch test). Adapun tes darah dengan pemeriksaan IgE lebih spesifik terhadap jenis alergen tertentu.

Demikian artikel tentang Jenis Penyakit Alergi dan Imunologi ini saya buat. Semoga dapat bermanfaat dan bisa memberikan sedikit  informasi mengenai jenis penyakit alergi dan imunologi. Serta dapat membantu kita dalam menjalani hidup yang lebih sehat.

Cara Alami Mengobati Alergi Obat

alergi-obatCara Mengatasi Alergi Obat,- Alergi obat adalah  reaksi dimana sistem kekebalan tubuh bereaksi  secara berlebihan (abnormal) terhadap obat- obatan tertentu yang dikonsumsi. Beberapa jenis  obat termasuk obat yang dijual bebas atau resep  dokter dapat menimbulkan alergi terhadap  seseorang yang sensitif terhadap obat tertentu.  Beberapa tanda alergi obat yang sering muncul  yaitu gatal-gatal, ruam pada kulit, dan bisa juga  demam. Beberapa reaksi alergi obat bahkan dapat  parah dan mengancam jiwa.

Terdapat beberapa ciri atau gejala alergi obat  antara lain :

  • Penyempitan saluran napas dan tenggorokan  yang dapay mengakibatkan sesak
  • Shok, dengan penurunan tekanan darah
  • Nadi cepat dan lemah
  • Mual, muntah dan diare
  • Pusing, rasa melayang atau kehilangan  kesadaran

Anafilaksis jarang terjadi, tetapi kondisi tersebut  merupakan reaksi alergi obat yang paling serius  dan merupakan keadaan darurat medis. Jika  terjadi anafilaksis terhadap suatu obat, itu artinya  sisitem kekbalan tubuh Anda merespon obat  dengan menganggapnya sebagai zat yang  berbahaya. Hal tersebut menyebabkan pelepasan  histamin dan bahan kimia lainnya yang  menyebabkan gejala alergi. Gejala anafilaksis  biasanya muncul dalam beberapa menit setelah  terpapar obat, gejalanya antara lain :

  • Penyempitan saluran napas dan tenggorokan  yang dapay mengakibatkan sesak
  • Shok, dengan penurunan tekanan darah
  • Nadi cepat dan lemah
  • Mual, muntah dan diare
  • Pusing, rasa melayang atau kehilangan  kesadaran

Obat Penyebab Alergi

Terdapat beberapa obat yang berpotensi  menimbulkan alergi, diantaranya :

  1. Antobiotik. Alergi obat antibiotik sering  disebabkan oleh penisilin, antibiotik terkait erat  dengan penisilin dan antibiotik yang mengandung  sulfanamid (alergi sulfa). Anti biotik juga dapat  menyebabkan reaksi nonallergic (reaksi obat  bukan alergi) seperti mual atau diare.
  2. Vaksin. Alergi terhadap vaksin jarang terjadi,  reaksi alergi dapat terjadi setelah vaksinasi.  Dalam kasus-kasus tertentu reaksi alergi dapat  disebabkan oleh vaksin itu sendiri, tetapi lebih  sering disebabkan oleh bahan-bahan lain dalam  vaksi seperti telur atau neomycin. Reaksi  nonallergic terhadap vaksin seperti kemerahan  dan gatal-gatal, namun biasanya tidak parah dan  gejala dapat membaik dengan cepat.
  3. Reaksi Obat Nonallergic. Apa yang tampaknya  menjadi alergi obat sebenarnya merupakan reaksi  yang tidak melibatkan sistem kekbalan tubuh.  Meskipun mungkin tampak seperti alergi, reaksi  obat dapat merupakan efek samping obat atau  tanda-tanda kepekaan terhadap obat, bukan  reaksi alergi. Beberapa contoh obat yang dapat  menyebabkan reaksi nonallergic seperti kontras  X-ray, aspirin dan pereda nyeri lainnya,  antibiotik, serta obat tekanan darah tinggi.

Cara Mengatasi Alergi Obat

Cara mengatasi alergi obat adalah dengan  menghentikan pemakaian obat yang  menyebabkan alergi. Diperlukan juga obat untuk  meringankan gejala atau reaksi serius yang  ditimbulkan oleh obat alergi. Apabila Anda sudah  pernah mengalami alergi obat dan mengetahui  nama obat tersebut jangan pernah meminum  kembali obat tersebut, dan konsultasikan dengan  dokter setiap kali berobat agar obat yang  diberikan tidak mengandung obat yang dapat  menimbulkan alergi.

alergi-tes kulitJika Anda ingin mengetahui apakan Anda  memiliki alergi atau tidak, Anda dapat melakukan  tes kulit (skin test) untuk mencari tahu dengan  pasti. Namun, pada umunya pengujian penisilin  lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan  teskulit untuk alergi terhadap obat lain. Namun, dengan obat alergi QnC Jelly Gamat alergi obat yang Anda alami bisa diatasi secara efektif dan aman tanpa menimbulkan efek samping. Karena terbuat dari bahan alami tanpa adanya campuran bahan kimia sedikitpun.

Semoga informasi cara mengatasi alergi obat diatas dapat bermanfaat dan dapat menjadikan solusi bagi Anda yang memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu.