Pencegahan Alergi Sejak Dini

1384311072-1200x450pengobatanalergi.com,- Penyakit alergi  pada anak memang sudah tidak asing  lagi kita temukan. Alergi termasuk salah  satu gangguan kesehatan yang menjadi  masalah penting pada anak. Alergi dapat  mengganggu semua organ pada anak,  maka dari itu alergi tidak boleh  dipandang sebelah mata. Alergi dapat  diturunkan dari kedua orang tuanya.  Jika salah satu orang tua menderita  alergi maka dapat menurunkan resiko  pada anak 20-40%, sedangkan jika  kedua orang tua menderita alergi maka  resiko si kecil terkena alergi meningkat  yaitu 40-80%. Namun, apabila tidak ada  riwayat dari orang tua, maka resikonya  adalah 5-15%.

Mengingat dampak yang bisa  ditimbulkannya, maka sebaiknya  pencegahan alergi dilakukan dari dini,  yaitu dengan menghindari faktor  penyebabnya, baik yang berasal dari  makanan maupun dari lingkungan  sekitar. Terdapat beberapa cara yang  dapat dilakukan sebagai upaya  pencegahan alergi, yaitu :

  1. Memberikan ASI secara eksklusif sampai  bayi berusia 6 bulan dapat membantu  mengurangi resiko terjadinya alergi.  NaMun, makanan yang dikonsumsi oleg  ibu menyusui jug aharus diperhatikan  agar tidak dapat menyebabkan reaksi  alergi pada bayi. Makanan laut terutama  udang, kerang dan cumi serta kacang  tanah merupakan makanan ibu  menyusui yang paling sering  menimbulkan reaksi alergi pada bayi.
  2. Menunda pemberian makanan padat  pertama pada bayi karena fungsi usus  bayi yang belum sempurna bisa  menimbulkan kesulitan untuk mencerna  dan membedakan berbagai macam  alergen yang terdapat didalam  makanana. Pemberian makanan padat  pertama dapat diberikan setelah bayi  berusia 6 bulan.
  3. Tunda pemberian makanan pemicu  alergi, seperti ayam diberikan pada usia  diatas 1 tahun, telur dan kacang tanah  pada usia diatas 2 tahun, dan ikan laut  diberikan ketika usia si kecil diatas 3  tahun.
  4. Memberikan si kecil makanan yang kaya   antioksidan. Makanan yang  mengandung antioksidan misalnya  buah-buahan yang berwarna kuning,  seperti wortel, apel, dan sebagainya.
  5. Jaga kebersihan lingkungan rumah, baik  didalam rumah maupun dilingkungan  sekitar. Bersihkan tempat tidur dan  tempat bermain si kecil secara teratur.  Usahakan untuk tidak menyimpan  tumpukan buku, baju-baju yang  digantung, karpet, dan gorden yang tebal   ditempat tersebut. Jangan biarkan  hewan peliharaan seperti kucing dan  anjing masuk kedalam rumah, hindari  penggunaan obat nyamuk ditempat tidur  dan tempat bermain anak, gunakan  kasur busa sebagai tempat tidur anak,  serta berlakukan larangan merokok  didalam rumah.

Demikian beberapa tips pencegahan  alergi yang dapat dilakuakn sejak dini  pada anak Anda. Pencegahan alergi sejak  dini harus dilakukan untuk mencegah  terjadinya reaksi alergi terhadap buah  hati Anda. Karena mencegah lebih baik  dari pada mengobati.

Semoga informasi penceganah alergi  sejak dini diatas dapat bermanfaat.

Penanganan Batuk Alergi Pada Anak

Jenis-Batuk-Pada-Anakpengobatanalergi.com,- Batuk bukanlah  suatu penyakit, namun meknism  eperlindungan tubuh, khususnya saluran  pernapasan untuk membersihkan  saluran napas dari benda asing yang  masuk. Udara yang keluar dari paru- paru ketika batuk akan membuat segala  sesuatu yang menghambat pada saluran  pernapasan keluar, baik berupa benda  asing, cairan atau lendir, sehingga  saluran pernapasan menjadi lebih bersih.

Saat anak terserang batuk memang  dapat mengganggu aktivitasnya. Selain  itu, tidurnya pun menjadi tidak pulas  karena tenggorokannya terasa sakit dan  batuk-batuk. Batuk yang dialami oleh  anak tidak selalu disebabkan oleh virus  influenza, namun bisa juga karena  alergi. Masalah batuk alergi pada anak  cukup sering membuat para orang tua  merasa khawatir, apalagi terdapat  kemungkinan batuk alergi dapat  menjurus pada penyakit asma.

Sebenarnya jika kita mengetahui lebih  banyak mengenai alergi, maka kita  dapat mengatasinya secara bijaksana.  Sebenarnya sifat alergi  yang  menimbulkan batuk tersebut memang  tidak dapat dihilangkan dari tubuh anak,  tapi hal tersebut dapat dikontrol agar  tidak berkembang menjadi penyakit  asma.

Batuk alergi pada anak bisa disebabkan  oleh berbagai hal. Misalnya batuk alergi  karena zat-zat yang berterbangan dan  terhirup oleh anak (debu, bulu binatang,  asap rokok, serbuk sari bunga, dan  bahan kimia yang disemprot seperti  minyak wangi dan obat nyamuk), cuaca  dingin, dan zat-zat yang terdapat  didalam makanan, seperti zat pewarna,  pengawet, dan sebagainya. Jadi, bisa saja  anak mengalami batuk alergi karena  mengonsumsi makanan tertentu atau  karena terpapar oleh cuaca dingin. Dengan penanganan yang tepat, batuk  alergi pada si kecil tidak akan berulang.  Maka, dengan demikian resiko asma pun  dapat dicegah. batuk alergi pada anak  dapat diobati secara bertahap tergantung  dari tingkat keparahan gejalanya.

jahe merahTerdapat beberapa obat alami yang  dapat ibu gunakan untuk mengobati  batuk alergi pada anak, seperti tanaman  habbatussauda, meniran, mengkudu,  jahe merah, dan teh rosella yang  dicampur dengan madu. Selain  pengobatan, penanganan batuk alergi  pada anak juga dapat dilakukan dengan  beberapa tips berikut :

  1. Selidiki penyebab alergi pada anak

    Para orang tua perlu mencari tahu  penyebab dari batuk alergi anak. Jika  penyebab tersebut telah diketahui, maka  ibu akan melakukann antisipasi agar  batuk si anak tidak kambuh lagi yaitu  dengna cara menghindari pemicu yang  menjadi penyebab batuk alergi tersebut.

  2. Jika alergi dipu oleh cuaca, pakaikan  baju hangan pada anak

    Kenakan pakaian yang hangat pada  anak, sehingga tubuhnya akan lebih  nyaman dan terhindar dari rasa dingin  yang dapat memicu terjadinya reaksi  alergi.

  3. Menjaga kebersihan rumah, baik  didalam maupun dilingkungan  sekitarnya

    Debu-debu yang menempel pada  perabotan rumah ataupun yang  berterbangan kapan saja dapat terhirup  oleh anak. Selain itu, perhatikan juga  kasur, bantal dan seprei dikamar sikecil.  Jemur kasur dan bantal serta ganti  seprei 2 kali dalam seminggu agar tidak  ada debu yang bersarang.

  4. Hindarkan dari binatang peliharaan

    bulu binatang bisa menjadi salah satu  pemicu batuk pada anak. Bulu binatang  peliharan yang terkena angin dapat  terbang dan terhirup oleh anak.

  5. Hindari jajanan yang mengandung zat  pengawet dan pewarna

    Selain berbahya bagi tubuh, makanan  yang mengandung pengawet dan  pewarna juga dapat menjadi pemicu  alergi.

  6. Hubungi dokter jika kondisi semakin  memburuk

    Jika batuk alergi yang diderita si kecil  tidak kunjung membaik, para orang tua  bisa langsung melakukan pemeriksaan  lebih lanjut dan berkonsultasi dengan  dokter.

Penanganan batuk alergi pada anak dengan QnC Jelly Gamat juga bisa menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi batuk akibat alergi pada anak secara alami. Karena QnC Jelly Gamat merupakan obat herbal yang terbuat dari bahan alami pilihan, yaitu teripang atau gamat emas yang memiliki kandungan nutrisi yang sangat lengkap. QnC Jelly Gamat dapat membantu meningkatkan dan membangun sistem imun tubuh untuk mencegah dan mengatasi berbagai penyebab batuk alerlgi pada anak. Selain itu, QnC Jelly gamat  ini terbuat dari 100% bahan alami pilihan tanpa adanya campuran bahan kimia sedikitpun, sehingga aman sikonsumsi oleh anak dan semua kalangan usia, termasuk ibu hamil dan menyusui. Untuk pemesanan, silahkan beralih ke halaman cara pemesanan QnC Jelly Gamat.

Semoga informasi penanganan batuk  alergi pada anak diatas dapat  bermanfaat dan dapat memberikan  solusi dalam menangani anak yang  mengalami batuk alergi.

Makanan Pemicu Alergi Pada Anak

Orang tua sering tidak sadar jika anaknya  sudah terjena alergi. Gejala yang mirip  pilek, seperti hidung meler, ruam pada kulit,  sakit perut, atau anak menjadi rewel bisa  saja itu merupakan salah satu gejala  adanya alergi pada anak. Alergi bisa  disebabkan oleh cuaca yang ekstrim, bulu  binatang, debu, makanan, dan sebagainya.

alergi-makanan pemicuSalah satu nutrisi yang diperlukan untuk  tumbuh kembang anak adalah protein.  Namun sayangnya protein ini justru  menjadi salah satu sumber utama pemicu  reaksi alergi pada anak. Bahan makanan  tertentu dapat memicu alergi pada anak.  Makan diperlukan kecermatan didalam  memilih dan menyiapkan menu makanan  bagi anak yang memiliki alergi. Salah  sedikit saja dalam memilih makanan alergi  dapat kambuh dan gangguan kesehatan  seperti mual, muntah, hingga gatal-gatal  dapat muncul. Alergi makanan merupakan  reaksi abnormal tubuh yang bereaksi secara  berlebihan terhadap zat tertentu yang  terkandung didalam makanan.

Menurut dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K),  sekitar 20% anak usia 1 tahun pernah  mengalami reaksi terhadap makanan,  termasuk alergi. Pada bayi yang sudah  mendapatkan makanan pendamping ASI  tidak menutup kemungkinan akan  mengalami alergi. Menurut hasil penelitian  terdapat beberapa jenis yang menjadi makanan pemicu alergi pada anak, meliputi :

Susu Sapi

Pada bayi, susu sapi termasuk protein asing.   Maka dari itu, sebaiknya susu ini dinerikan  kepada anak setelah ia usia 1 tahun. Protein  susu sapi bisa menyebabkan alergi yang  menetap, baik susu murni atau pun hasil  oalhan dari susu seperti ice cream, keju,  kue, dan sebagainya.

Telur Ayam

Bagian putih telur dapat menyebabkan  reaksi terhadap alergi pada anak. Bila alergi  muncul, biasanya anak akan merasakan  gatal di seluruh tubuh, kulit bengkak atau  kemerahan. Anak yang alergi terhadap  telur ayam, belum tentu ia juga mengalami  alergi terhadap daging atau bulu ayam.

Ikan

Ikan merupakan alergen yang kuat,  terutama ikan laut. Reaksi alergi yang  sering muncul yaitu asma. Hanya dengan  mencium baunya ketika sedang dimasak,  anak yang sangat sensitif akan mengalami  sesak napas dan bersin-bersin. Selain ikan,  makanan laun lain yang sering  memicu  alergi adalah udang dan kepiting.

Kacang-kacangan

Meski sifatnya ringan, kacang tanah,  kacang mede, dan yang lainnya dapat  memicu terjadinya reaksi alergi. Gejala  yang biasa timbul dapat berupa gatal-gatal  ditenggorokan.

Sayur dan buah

Sayur dan buah juga dapat menimbulkan  alergi, yaitu berupa gatal-gatal pada mulut.  Sifat alerginya akan hilang jika sayur dan  buah tersebut dimasak selama 2 menit atau  dimasukan ke dalam freezer (pendingin)  selama 2 minggu.

Gandum

Roti atau sereal yang terbuat dari gandum  dapat menyebabkan berbagai gejala alergi  seperti mual, gatal-gatal, dan sesak napas.  Bagi anak yang alergi terhadap gandum  sebaiknya menghindari makanan yang  mengandung gluten dan semolina. Ibu  dapat menggantinya dengan beras atau  jagung sebagai aleternatif.

Kerang-kerangan

Gejala yang muncul berupa urtikaria (gatal  dikulit), angioedema (bengkak-bengkak),  asma atau kombunasi dari  beberapakelainan tersebut.

Resiko yang paling ringan adalah gatal- datal tetapi jika sudah berat dapat  mengakibatkan sesak napas. Alergi  makanan karena makanan laut paling  mudah dideteksi karena gejala yang timbul  relatof cepat, biasanya kurang dari 8 jam  keluhan alergi sudah dapat dikenali.

PPada beberapa alergi seperti alergi telur,  susu sapi, kacang kedelai dan gandum  dapat diatasi oleh tubuh anak seiring  dengan bertambahnya usia dan  pertumbuhannya anak. Namun, terdapat  pula beberapa jenis alergi yang tidak dapat  hilang dari tubuh, seperti alergi terhadap  ikan, kerang, udang, dan kacang-kacangan  yang akan terus membawa alergi seumur  hidupnya. Dari hasil penelitian diketahui  bahwa protein pemicu alergi anak bisa  dikelola tubuh pada waktu tertentu dan  setiap anak berbeda.

Ibu dapat mengatasi alergi pada si kecil  dengan memberikan porsi kecil terlebih  dahulu unruk jenis makanan yang dapat  memicu alergi. Kemudian lihat reaksi yang  dihasilkan, jika tidak menimbulkan reaksi  alergi maka pemberian makanan dapat  diberikan dengan porsi yang lebih besar.  Ibu dapat mencari alternaftif menu  pengganti jika memang si anak memiliki  alergi terhadap makanan tertentu untuk  memenuhi nutrisinya, seperti jika anak  alergi terhadap ikan, ibu bisa mencari  alternatif sumber protein yang lain seperti  ayam atau daging.

Ibu juga harus mewaspadai dengan produk  turunan makanna pemicu alergi. Misalnya  jika anak memiliki alergi terhadap susu  sapi, sebaiknya ibu tidak memberikan ice  cream, keju, yoghurt, dll kepada anak.  Karena produk turunan ini juga dapat  memicu alergi pada anak.

Sekian artikel tentang makanan pemicu  alergi pada anak ini saya buat. Semoga  informasi diatas dapat bermanfaat dan bisa  membantu para ibu untuk dapat mencegah  dan mengatasi alergi, khususnya alergi  makanan pada si kecil.

Penyakit Alergi Makanan Pada Anak

Penyakit Alergi Makanan Pada Anak,-   Alergi makanan merupakan salah satu  masalah yang bisa dihadapi oleh anak dan  bayi. Sekitar 20% anak usia 1 tahun  pertama pernah mengalami reaksi  terhadap makanan yang diberikan,  termasuk yang disebabkan oleh alergi.  Maka dari itu ada baiknya jika para orang  tua mengenali terlabih dahulu aleri  makanan, mengingat bahaya sekali jika  sembarangan memberikan makanan pada  anak, terutama makanan yang  merupakan alergen tinggi.

Alergi Makanan Pada Anak

alergi-makanan anakAlergi makanan adalah suatu reaksi klinis  yang tidak diinginkan terhadap makanan  secara imunologis. Tubuh bayi maupun  dewasa memiliki antibodi yang disebut IgE  yang merupakan protein pendeteksi zat  makanna yang masuk kedalam tubuh.  Ketika makanan tertentu yang  mengakibatkan alergi masuk, maka  antibodi ini akan melepaskan zat-zat  seperti histamin. Hal inilah yang dapat  menyebabkan reaksi alergi, baik ringan  maupun berat.

Terdapat beberapa gejala yang  menunjukkan bahwa anak alergi terhadap  makanan tertentu, antaralain :

  1. Perut membesar dan kembung
  2. sering buang air, namun tanpa disertai  dengan darah atau lendir
  3. Tinja lebih cair atau mencret
  4. Rewel akibar ketidaknyamanan pada  organ pencernaan
  5. Muntah
  6. Batuk
  7. Pembengkakan pada bibir dan  tenggorokan
  8. Sesak napas
  9. Mata berair dan memerah
  10. Gatal, biduran, atau eksim pada kulit

Gejala-gejala awal seperti gatal-gatal,  bengkak, atau kesulitan bernapas biasanya  muncul hingga 2 jam setelah zat penyebab  alergi dari makanan tertentu masuk  kedalam tubuh. Dalam beberapa kasus  juga ditemukan gejala alergi pada  pencernaan seperti muntah atau diare  yang kronis. Bayi yang memiliki atau  berpotensi memiliki alergi terhadap  makanan tertentu mungkin tidak akan  menunjukkan reaksi alergi tertentu saat  pertama kali mengonsumsinya, namun  setelah beberapa kali mengonsumsi, baru  tampak gejala dan reaksinya.

Makanan Yang Menjadi Pemicu Alergi

Berdasarkan penelitian, terdapat 8 jenis  kelompok makanan yang dapat memicu  alergi, diantaranya :

  1. Telur
    082641_telurkuning460tsTelur merupakan salah satu makanan  yang mengandung banyak protein yang  dapat membantu proses pertumbuhan  anak. Namun, untuk anak yang  mengalami alergi pada telur sudah tentu  tidak dapat menikmatinya.Pada bagian  putih telur, baik telur ayam, bebek atau  telur puyuh dapat menyebabkan reaksi  alergi pada anak. bila alergi muncul,  biasanya anak akan merasa gatal  diseluruh tubuh dan kulit membengkak  atau kemerahan.
  2. Susu (sapi dan kambing)
    reaksi yang dapat ditimbulkan dapat  berupa diare atau muntah. Biasanya  dalam kasusu ini dokter akan  menyarankan makanan yang terbuat dari  protein susu sapi yang telah terhidrolisa  sehingga tidak menimbulkan alergi pada  bayi, atau menggantinya dengan  makanna yang mengandung protein  kedelai.
  3. Kacang Tanah
    Makanan yang mengandung kacang  tanah dapat mengakibatkan gatal pada  tubuh bayi atau munculnya bisul  kemerahan pada tangan dan wajah. aren  aprotein nabati yang terkandung didalam  kacang tanah termasuk tinggi.
  4. Gandum
    gandumBebarapa jenis makanan yang terbuat dari  gandum atau mengandung gandum  seperti sereal dan roti dapat menimbulkan  berbagai gejala alergi seperti gatal-gatal,  sesak napas, mual, termasuk reaksi alergi  fatal yang disebut anafilaksis. Bagi anak  yang alergi terhadap gandum, sebaiknya  menghindari makanan yang mengandung  gulten dan semolina. Sebagai alternatif,  dapat diganti dengan beras atau jagung.
  5. Kacang Kedelai
    Biasanya alergi kedelai dialami oleh bayi  yang mengonsumsi susu yang  mengandung kedelai. Makanan yang  mengandung kedelai seperti miso soup,  sau kedelai dan makanan yang  mengandung minyak kedelai juga dapat  memicu laergi.
  6. Kacang
    Kacang yang dapat memicu alergi ialah  kacang yang yang tumbuh dipohon,  seperti kenari, kacang mede dan pistasio.  Reaksi alergi yang biasa ditimbulkan sama  dengan reaksi alergi terhadap kacang  tanah.
  7. Ikan (tuna, salmon, cod)
    download (1)Beberapa bayi mungkin memiliki alergi  terhadap ikan. Oleh sebab itu, sebelum  mencapai usia 6 bulan, sebaiknya jangan  berikan ikan pada makanan pendamping  ASI. Setelah berusia 8 atau 12 bulan, ibu  dapat memasukkan ikan dalam menu  seimbang anak.
  8. Kerang-kerangan (termasuk lobster,  udang dan kepiting)
    Gejala yang dapat ditimbulkan berupa  gatal dikulit (urtikaria), bengkak-bengkak,  asma atau kombinasi dari beberapa  kelainana tersebut. Alergi makanan karena  ikan laut dapat dideteksi dengan mudah,  karena gejala yang ditimbulkan relatif  cepat. Biasanya kurang dari 8 jam keluhan  alergi sudah bisa dikenali.

Pengobatan yang paling penting pada  aleargi makanan adalah dengan  menghindari makanan yang bersifat  alergen. Dengan menghindari makanan  alergen yang ketat, dalam jangka waktu  yang lama dapat menyebabkan malnutrisi  atau kesulitam kmakan pada anak. Jadi,  para orang tua harus mengupayakan  untuk memberi makanan pengganti yang  tepat.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk  menghindari penyakit alergi makanan  pada anak yaitu dengan menunda  pemberian makanan padat pada anak  hingga berusia 6 bulan. Hal tersebut telah  terbukti dapat dapat mengurangi resiko  anak terserang alergi makanan. Selain itu  juga dengan mengurangi asupan  makanan yang bersifat alergen dari menu  sehari-hari bisa membantu menjauhkan  anak dari paparan makanan alergen. Jika anak terlanjur memiliki gejala alergi, segera lakukan pengobatan dengan obat alergi QnC Jelly Gamat yang telah terbukti dan teruji berkhasiat mengobati alergi dan berbagai jenis penyakit lain secara alami dan efektif.

Untuk informasi lengkapnya, silahkan KLIK DISINI.