Waspada! Inilah Jenis Alergi yang Bisa Bikin Wajah Gatal

Waspada! Inilah Jenis Alergi yang Bisa Bikin Wajah Gatal,- Alergi merupakan salah satu bentuk respon tubuh terhadap benda atau kondisi tertentu yang dianggap berbahaya. Biasanya alergi terdeteksi dengan berbagai tanda seperti gatal-gatal, pusing, mual, dan sebagainya.

Sampai sekarang penyebab pasti dari alergi masih belum diketahui. Alergi juga sampai saat ini masih belum bisa diobati. Namun, pengobatan alergi bertujuan untuk meredakan gejala alergi yang timbul.

Alergi biasanya diturunkan dalam keluarga. Namun, bukan berarti sudah pasti Anda terkena alergi jika orangtua memiliki alergi tertentu. Hanya saja, kemungkinan Anda terkena alergi akan lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki riwayat alergi dalam keluarga.

Alergi bisa terjadi ketika suatu benda asing terpapar pada tubuh dan menyebabkan sel imunitas tubuh bereaksi terlalu berlebihan, sehingga timbul gejala alergi. Paparan benda asing tersebut bisa dikonsumsi, inhalasi, bahkan sentuhan.

Berbagai gejala alergi bisa timbul seperti gangguan pada kulit (gatal, biduran, dan eksim), gangguan pada mata (mata berair dan gatal), gangguan pada hidung (hidung berair), gangguan pada saluran napas (asma), dan gangguan pada saluran pencernaan (diare).

Diantara beberapa gejala tersebut, wajah gatal merupakan salah satu gejala alergi yang sering terjadi. Ada beberapa jenis alergi yang bisa bikin wajah gatal, diantaranya adalah :

*) Makanan

Alergi makanan tertentu sering menyebabkan wajah gatal. Tingkat keparahan dari alaergi makanan bervariasi. Mulai dari wajah gatal, gangguan pencernaan, wajah bengkak, hingga sesak napas. Jika sudah menyebabkan bengkak pada wajah, lidah, dan tenggorokan, berarti alergi yang dialami sudah sangat parah dan dapat menyebabkan reaksi anafilaksis. Jika hal ini terjadi, maka sebaiknya segera ke unit gawat darurat untuk segera dilakukan tindakan medis.

*) Binatang

Berbagai jenis binatang juga bisa menjadi penyebab wajah gatal. Penyebabnya bukan hanya bulu dari binatang tersebut, tetapi juga karena air liur dan sel kulit matinya. Gejala lain alergi binatang selain wajah gatal adalah berupa bersin hingga sesak napas.

*) Obat-obatan

Obat-obatan selain yang dikonsumsi dan dioleskan pada wajah juga bisa menyebabkan wajah gatal. Untuk obat minum, biasanya juga menyebabkan gatal pada area tubuh lain seperti tangan, perut, dan kaki. Alergi obat yang parah juga bisa menyebabkan reaksi anafilaksis.

*) Dermatitis kontak

Zat alergen lainnya juga bisa menyebabkan wajah gatal. Namun, zat alergen tersebut belum tentu menyebabkan alergi ke orang lain. Zat alergen tersebut dapat berupa sabun, sampo, deterjen, dan lain-lain. Biasanya, zat alergen ini akan menyebabkan alergi di bagian kulit manapun yang terjadi kontak, tak hanya pada wajah.

*) Eksim

Eksim juga bisa menyebabkan wajah gatal. Selain itu, gejalanya juga bisa berupa bercak merah dan bersisik. Penyebab pasti dari eksim atau dermatitis atopik ini masih belum diketahui secara pasti. Penderita asma dan alergi musim lebih berisiko mengalami eksim.

*) Alergi musim

Wajah gatal bisa disebabkan oleh alergi musim atau sering disebut dengan hay fever. Biasanya alergi musim terjadi saat musim menjelang berangin dan dingin. Gejalanya dapat berupa wajah gatal, mata merah, berair, gatal, hingga bengkak. Bahkan alergi juga bisa menjadi konjungtivitas atau peradangan konjungtiva mata jika sudah cukup parah.

 

Baca juga :

Solusi Herbal untuk Atasi Ruam di Wajah karena Alergi
Mengobati Alergi pada Wajah Bayi
Penyakit Alergi Kosmetik pada Kulit Wajah

Jangan Salah! Inilah Cara Mengenali Gejala Alergi pada Anak

Jangan Salah! Inilah Cara Mengenali Gejala Alergi pada Anak,- Alergi yang menyerang anak bisa terjadi kapanpun. Hal ini bisa membuat anak rewel, merasa tidak nyaman, sampai-sampai kehilangan nafsu makan karena lemas.

Bagi para orangtua baru, tentu keluhan pada anak tersebut seringkali menimbulkan tanda tanya besar. Apakah gangguan tersebut merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau mungkin karena serangan alergi.

Sebagian besar kasus alergi terjadi karena faktor genetik. Namun, ada pula yang disebabkan karena faktor luar, seperti makanan atau lingkungan. Beberapa makanan yang sering menyebabkan alergi diantaranya seperti kacang, susu, telur, kerang, dan ikan.

Sedangkan alergi yang disebabkan oleh lingkungan biasanya terjadi saat anak menginjak usia 18 bulan. Beberapa hal yang menjadi penyebabnya antara lain serbuk sari, debu, tungau, bubu binatang, atau jamur.

Untuk mengetahui apakah anak memiliki alergi atau tidak, memang perlu dilakukan pemeriksaan medis dan berkonsultasi dengan dokter. Namun selain itu, alangkah lebih baik jika sebagai orangtua, Anda juga perlu mengetahui beberapa gejala alergi.

Agar tidak salah, inilah cara mengenali gejala alergi pada anak yang perlu diketahui, yaitu :

Alergi makanan

Alergi dan toleransi makanan biasanya terjadi secara bergantian. Alergi merupakan reaksi dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang masuk karena dianggap membahayakan.

Reaksi yang timbul diantaranya gatal, bibir bengkak, muntah, diare, dan bantuk mengi atau berbunyi. Ketika seorang bayi memiliki alergi terhadap makanan, maka ia akan kehilangan enzim yang diperlukan untuk memecah protein menjadi bagian mudah dicerna.

Akibatnya, adanya gas yang berlebihan atau kram pada perut yang membuatnya rewel. Gejala dari keduanya dapat terjadi ketika si kecil mulai kenyang, termasuk juga saat diberi susu formula atau menyusui. Jika curiga anak mengalami hal ini, maka segera konsultasikan kondisinya dengan dokter spesialis alergi.

Baca juga : Tisu Basah Ternyata Bisa Picu Alergi pada Anak

Ruam

Ruam merupakan tanda yang biasanya timbul pertama. Beberapa bayi yang baru lahir memiliki jerawat kecil di wajah. Namun, berbeda lagi dengan eksim, yang merupakan ruam wajah yang menyebar secara luas, berwarna merah, bersisik, dan gatal. Setelah timbul di wajah, akan timbul pada bagian lengan, kaki, lipatan lutut, bahkan pada siku.

Untuk mengatasinya, mandikan bayi dengan sabun hypoallergenic dan gunakan pelembab tanpa aroma. Jika tak kunjung mereda, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Nantinya dokter akan memberikan obat topikal dan antihistamin untuk menyembuhkan dan mengontrol gatal.

Batuk berkepanjangan

Asma merupakan salah satu bentuk alergi yang menyebabkan peradangan di saluran napas. Ditandai dengan timbulnya batuk mengi atau berbunyi dan sesak napas. Bayi yang memiliki alergi eksim dan makanan lebih mungkin terkena asma.

Biasanya gejalanya tidak disebabkan oleh pilek atau virus. Tetapi timbul batuk berbunyi terus menerus dan tak kunjung sembuh. Jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter.

Mengejutkan! Tisu Basah Ternyata Bisa Picu Alergi pada Anak

Mengejutkan! Tisu Basah Ternyata Bisa Picu Alergi pada Anak,- Tisu basah merupakan salah satu keperluan yang selalu tersedia dalam tas bayi, terutama saat melakukan perjalanan jauh. Saat si kecil buang air besar atau buang air kecil, orantua akan mengandalkan tisu basah untuk membersihkan area yang kotor tersebut.

Selain itu, jika tangan dan kaki anak kotor dan tidak ada air, maka tinggal di lap saja. Tisu basah memang memiliki peranan yang cukup besar di kehidupan sehari-hari. Namun, ternyata penggunaan tisu basah secara terus menerus memiliki dampak negatif.

Sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology mengungkapkan bahwa kebiasaan orangtua menggunakan tisu basah untuk membersihkan kulit anak dapat meningkatkan risiko alergi.

Hal ini disebabkan karena kandungan sabun pada tisu basah dapat menghilangkan lipid atau minyak alami yang berfungsi untuk melindungi kulit. Jika sisa sabun ini tidak segera dibilas, maka bayi akan menyerap lebih banyak zat kimia yang dapat memicu reaksi alergi.

Inilah mengapa, jumlah kasus alergi di Amerika Serikat meningkat sebanyak 20% selama 20 tahun terakhir. Para penelitin secara khusus memperinagtkan para orangtua yang anaknya secara genetis berpotensi memiliki alergi dengan kondisi dermatitis atopik.

Perlu diketahui, dermatitis atau eksim atopik adalah kondisi kronis yang menyebabkan gatal-gatal. Kondisi ini disebabkan oleh mutasi genetik yang mengganggu protein kulit yang berfungsi menciptakan perlindungan.

Penulit utama studi dan profesor alergi-imunologi di Northwestern University, Joan Cook-MIlls, mendapati bahwa dermatitis atopik tidak serta merta terjadi hanya karena paparan terhadap alergen, seperti kacang.

Ia mendapatkan ide mengenai pengaruh tisu basah setelah membaca beberapa studi yang menunjukkan bahwa obat-obatan untuk dermatitis atopik diberikan kepada kulit yang baru disabun untuk memecah perlindungannya.

Untuk membuktikan hipotesisnya, Mills bersama dengan koleganya kemudian melakukan pengujian terhadap bayi tikus yang memiliki mutasi dermatitis atopik.

Mereka mengaplikasikan natrium laurel sulfat, bahan sabun yang biasa ditemukan pada tisu basah, ke kulit tikus. Setelah itu, selama 2 minggu, bayi tikus diberi 3 sampai 4 kali paparan terhadap alergen dengan durasi 40 menit dan diberi makan kacang atau telur.

Meskipun seharunya tikus tidak menunjukkan reaksi gatal-gatal dan kulit kering sampai berusia beberapa bulan yang setara dengan usia manusia dewasa muda, bayi tikus dalam studi langsung mengalami iritasi pada usus dan area kulit yang terpapar. Bayi tikus juga menunjukkan anafilaksis atau reaksi alergi berat di seluruh tubuh.

Ia menyebutkan, bayi mungkin tidak memakan alergen ketika baru lahir, namun mereka mendapatkannya dari kontak kulit. Misalnya saat saudara dengan selai kacang diwajahnya mencium bayi, atau orangtua yang mempersiapkan makanan dengan kacang tiba-tiba menggendong bayi.

Dibandingkan dengan menggunakan tisu basah, Cook-Mills lebih menyarankan untuk mencuci tangan bayi karena efek sabun akan terbilas, Selain itu, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum memegang bayi untuk mengurangi paparan terhadap alergen.

 

Artikel terkait :

Cara Menghindarkan Anak dari Alergi
Obat Alergi Anak 1 Tahun
Obat Alergi Anak Tradisional

Obat Alami Alergi Kulit Karena Cuaca Dingin yang Aman

Obat Alami Alergi Kulit Karena Cuaca Dingin yang Aman,- Alergi atau dalam istilah medis disebut dengan urtikaria dingin adalah reaksi kulit terhadap dingin yang menyebabkan timbulnya bilur yang terasa gatal dan kulit menjadi kemerahan.

Gejala alergi dingin yang timbul memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda pada setiap penderita. Sebagian orang bisa sampai kehilangan kesadaran, mengalami tekanan darah yang sangat rendah, dan bahkan yang terparah bisa menyebabkan kematian.

Usia remaja meruapakan usia yang paling sering terken alergi dingin, namun biasanya akan menghilang sepenuhnya dalam waktu beberapa tahun.

Biasanya reaksi alergi paling parah terjadi saat tubuh terpapar oleh suhu dingin, seperti pada saat berenang di air dingin. Reaksi yang ditimbulkan bisa berpotensi membahayakan nyawa, seperti pembengkakan pada tenggorokan dan lidah sehingga sulit bernapas, tekanan darah menurun drastis, jantung berdebar, pingsan, serta membengkaknya lengan dan kaki.

Artikel terkait : Tips Mengatasi Alergi Dingin

Pada umumnya, alergi dingin akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu atau bulan, namun ada juga yang bertahan lebih lama. Jika tenggorokan atau lidah terasa bengkak, merasa pusing dan sulit bernapas, maka segera temui dokter.

Rekomendasi Obat Alami Alergi Kulit Karena Cuaca Dingin yang Aman

Menghindari cuaca dingin merupakan salah satu langkah yang tepat untuk menghindari alergi dingin ini. Namun, jika Anda terlanjur mengalami reaksi alergi, maka perlu dilakukan pengobatan alergi untuk mengurangi gejala penyakit ini dan mencegah agar gejala tidak sering timbul di kemudian hari.

Untuk membantu mengatasi gejala alergi pada kulit akibat cuaca dingin, maka QnC Jelly Gamat bisa menjadi solusi terbaik untuk Anda. Dimana, ini merupakan produk kesehatan herbal yang dibuat dari 100% bahan alami terbaik yang diproses secara tradisional dengan teknologi higienis, sehingga kealamian dan keaslian dari komposisi tetap terjaga dengan baik.

Selain itu, QnC Jelly Gamat juga tidak mengandung campuran bahan kimia obat (BKO), bahan pemanis dan pengawet buatan, sehingga sangat aman untuk dikonsumsi dan kualitasnya pun terjamin.

Keterangan produk :

Nama produk : QnC Jelly Gamat
Komposisi : Ekstrak Teripang Emas, Sweetener Stevia, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, Ekstrak Buah dan Sayur
Harga : Rp. 155.000,-/botol
Isi : 300 ml
Cara konsumsi : 2 kali 2 sendok makan sehari juga bisa dioleskan pada kulit yang mengalami iritasi secara rutin

*Harga belum termasuk ongkos kirim

Semua komposisi yang terkandung didalam obat alami alergi kulit karena cuaca dingin yang aman QnC Jelly Gamat ini kaya akan kandungan nutrisi serta khasiat dan manfaat yang baik bagi kesehatan dan dapat membantu pengobatan penyakit serta memulihkan kesehatan secara menyeluruh.

Untuk mengobati alergi kulit karena cuaca dingin sendiri, kandungan antiseptik yang ada didalamnya dapat berfungsi sebagai antibakteri, antijamur, serta dapat mencegah timbulnya infeksi. Selain itu, mengonsumsi QnC Jelly Gamat secara rutin juga bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta mengurangi rasa sakit dan gatal pada permukaan kulit.

**Disclaimer : Reaksi dan efektifitas produk mungkin berbeda pada setiap individu. Hal ini tergantung pda stadium penyakit, kondisi tubuh, serta dosis dan keteraturan minum. Selain itu, bagi penderita alergi seafood, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi QnC Jelly Gamat.

QnC Jelly Gamat termasuk produk herbal yang telah memiliki legalitas resmi dari Badan POM TR 173301471 dan terdaftar di DEPKES P-IRT No. 109321601291-1229. Juga QnC Jelly Gamat ini telah memiliki lisensi HALAL dari MUI, sehingga 100% aman dan berkualitas.

Dengan begitu, maka Anda tidak perlu ragu lagi untuk memilih QnC Jelly Gamat sebagai solusi obat alami alergi karena cuaca dingin yang aman. Nah, bagi Anda yang berminat ingin merasakan khasiatnya secara langsung, silahkan lakukan pesanan terlebih dahulu dengan mengirimkan format pemesanan berikut :

SRG: Jumlah pesanan: Nama: Alamat Lengkap: No. Hp./tlp.

Kirim ke :
SMS/WA : 082320688390

Contoh
SRG: 5 botol: Ilham Nuralamsyah: Jl. Perintis Kemerdekaan No. 35 Jakarta: 081648537XXX

PERHATIAN !! Dalam setiap pemesanan harap mencantumkan kode SRG agar dapat terdeteksi oleh kami, dan pesanan Anda akan segar kami proses.

Atau, Anda juga bisa langsung mengunjungi laman Cara Pemesanan QnC Jelly Gamat untuk informasi lengkap cara pemesanan dan daftar harga.

Nikmati berbagai kemudahan berbelanja secara online di tempat kami dengan jaminan produk 100% original serta dapatkan potongan harga untuk pembelian yang lebih banyak. Selain itu, Anda juga bisa menikmati layanan terbaik kami “BARANG SAMPAI, BARU BAYAR” untuk setiap pembelian dibawah 2 botol.

*syarat dan ketentuan berlaku.

Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat dan bisa membantu menjadi solusi terbai untuk menagtasi masalah kesehatan yang Anda alami. Semoga lekas sembuh.

Alergi Kian Memburuk di Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya

Alergi Kian Memburuk di Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya,- Alergi yang terus kambuh dan semakin memburuk di malam hari tentu akan sangat mengganggu penderitanya. Waktu tidur penderita pasti akan terganggu dengan timbulnya berbagai gejala alergi, seperti kulit kemerahan dan gatal, batuk, dan gejala alergi lainnya.

Layaknya sesuatu yang datang tiba-tiba, alergi juga bisa semakin menjadi pada waktu yang tak terduga, misalnya saat hendak tidur di malam hari. Berdasarkan penjelasan Purvi Parikh, ahli alergi dan imunologi dari Allergy & Asthma Network dan Allergy & Asthma Associates Murray Hill, New York, yang dilansir dari TIME, ada beberapa faktor-faktor penyebab alergi kian memburuk di malam hari, diantaranya adalah :

Faktor pikiran

Saat Anda sibuk di siang hari, Anda mungkin melupakan alergi dan merasa sedikit lebih baik. Namun, ketika Anda berbaring di tempat tidur dan sudah tidak memikirkan apa-apa, maka gejala alergi bisa saja muncul dan terasa semakin memburuk.

Maka dari itu, malam hari adalah saat yang tepat untuk mencoba obat alergi tanpa resep. Anda bisa menggunakan obat seperti antihistamin untuk meminimalisir efek buruk dari alergi.

Antihistamin akan bekerja lebih baik jika digunakan sebelum Anda merasakan gejala-gejala aelrgi. Jika digunakan secara teratur, maka antihistamin bisa membentuk perlindungan dalam darah untuk melawan alergen dan pelepasan histamin. Namun, Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Berbaring tanpa menggunakan penyangga kepala

Ketika Anda berbaring, pada dasarnya segala sesuatu di hidung akan mulai mengalir ke tenggorokan. Mengingat anatomi hidung dan tenggorokan yang berdekatan, hal itu dapat menyebabkan batuk dan kesulitan bernapas karena hidung mampet.

Alergi bisa menjadi semakin parah jika hal tersebut terjadi. Oleh karena itu, gunakan beberapa bantal tambahan untuk membantu mengganjal kepala, dan mengurangi sesak napas karena saluran pernapasan tersumbat.

Kamar tidur kotor

Alergi bisa menjadi kian buruk di malam hari karena kondisi kebersihan kamar yang tak terjaga. Menurut Parikh, benda-benda seperti jamur, debu, hingga tungay dapat memicu alergi secara responsif. Selain itu, David Rosentreich, salah satu direktur dari Albert Einstein College of Medicine and Montefiore Medical Center di New York, memberikan fakta soal kamar yang tak pernah di duga sebelumnya.

Menurutnya, kamar tidur cenderung menjadi bagian yang paling sering menjadi alergen dibandingkan dengan bagian rumah lainnya. Alergi yang Anda hadapi di luar, ditambah dengan kondisi kamar yang kotor, bisa membuat gejala menjadi lebih buruk.

Perhatikan kebersihan sekitar seperti kasur, dinding dan lantai. Anda juga harus memeriksa kipas angin atau pendingin ruangan secara rutin, karena siapa tahu kondisinya kotor.

Jangan lupa juga untuk tidur dengan jendela tertutup untuk meminimalisir masuknya benda-benda seperti debu, serbuk sari, dan kuman-kuman dari jalanan yang nantinya bakal mengendap di kamar.

Mengetahui Keterkaitan Antibiotik dengan Peningkatan Alergi

Mengetahui Keterkaitan Antibiotik dengan Peningkatan Alergi,- Para ilmuwan telah memperinagtakn untuk pengembangan bakteri yang resisten terhadap obat, sehingga lebih sulit untuk melawan penyakit menular. The Centers for Disease Control and Prevention memperkirakan bahwa bakteri yang resisten terhadap obat menyebabkan 23 ribu kematian, dan 2 juta penyakit setiap tahunnya.

Namun, ketika memikirkan tentang antibiotik yang berlebihan, umumnya tidak ada yang mengaitkannya alergi. Penelitian mulai menunjukkan bahwa mungkin setiap orang harus melakukannya.

Antibiotik sebabkan alergi semakin sering terjadi

Dalam 2 sampai 3 dekade terakhir, ahli imunologi dan ahli alergi telah mencatat peningkatan prevalensi alaergi yang dramatis. American Academy of Asma, Allergy, and Immunology, melaporkan bahwa sekitar 40-50% anak sekolah di seluruh dunia peka terhadap satu atau lebih alergen.

Yang paling umum adalah alergi kulit seperti eksim (10%-17%), alergi pernapasan seperti asma dan rinitis (-10%), dan alergi makanan seperti pada kacang (-8%). Ini tidak hanya terjadi di AS, tetapi negara industri lain juga mengalami peningkatan.

Kenaikan ini telah menggambarkan peningkatan penggunaan antibiotik, terutama pada anak-anak untuk infeksi virus yang umum seperti pilek, dan sakit tenggorokan. Studi terbaru menunjukkan bahwa mereka mungkin terhubung.

Antibiotik bisa mengganggu mikrobioma usus

Sementara antibiotik melawan infeksi, mereka juga mengurangi bakteri normal dalam sistem pencernaan, yang disebut mikrobiom usus. Hal ini disebabkan karena interaksi antara bakteri usus dan ekuilibrium normal sel sistem kekebalan tubuh, mikrobiom usus berperan penting dalam pematangan respon imun.

Apakah lebih banyak mikroba berarti lebih sedikit alergi ?

Penelitian yang dilakukan di Eropa telah menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh di peternakan memiliki keragaman mikroba yang lebih luas di usus, dan memiliki sampai 70% penurunan prevalensi alergi dan asma dibandingkan dengan anak-anka yang tidak tumbuh di peternakan.

Hal ini disebabkan karena paparan berbagai mikroba semacam itu kemungkinan sistem kekebalan tubuh mengalami pematangan yang seimbang, sehingga memberikan perlindungan terjadap respons kekebalan yang tidak tepat.

Dalam usaha untuk mencegah infeksi, mungkin saat ini juga sedang mempersiapkan anak-anak untuk mengembangkan alergi, dan asma yang mengancam jiwa. Misalnya, sebuah penelitian dari 2005 menemukan bahwa bayi yang terpapar antibiotik dalam 4-6 bulan pertama memiliki risiko 1,3 sampai 5 kali lipat lebih tinggi untuk mengembangkan alergi.

Cara Aman Menggunakan Henna Agar Tak Sebabkan Alergi

Cara Aman Menggunakan Henna Agar Tak Sebabkan Alergi,- Bagi sebagian orang, tato merupakan seni yang indah yang ada di bagian tubuh. Risiko rasa sakit dan jaminan kesehatan pada tato permanen membuat sebagian orang lebih memilih untuk menggunakna tato temporer dengan cara pembuatan yang tidak sakit dan aman. Dan henna merupakan salah satu cara untuk membuat tato temporer yang cukup banyak dipilih.

Henna biasanya digunakan untuk mempercantik kulit, terutama dibagian tangan. Henna sendiri merupakan tumbuhan alami yang tidak berbahaya dan sudah sering digunakan sejak zaman Mesir Kuno sebagai bahan kosmetik. Henna juga sering digunakan oleh wanita India di acara khusus seperti pernikahan.

Serbuk dari tumbuhan henna tersebut umumnya berwarna hijau dan akan berubah menjadi merah kecoklatan ketika dicampur dengan air. Sampai tahap ini, henna terbilang aman untuk digunakan. Namun, luka bakar yang dialami oleh anak perempuan usia 7 tahun asal Inggris akibat penggunaan henna sempat membuat penggunanya trauma. Banyak yang bertanya-tanya, benarkah henna memiliki efek samping yang berbahaya ?

Menurut konsultan National Skin Centre Singapura, Dr Suzanne Cheng, persepsi tentang henna selama ini salah. Banyak orang yang menganggap henna itu alami dan organik, maka pasti aman. Namun, mereka tidak menyadar bahwa pengertian itu hanya berlaku bagi henna asli.

Henna asli berasal dari tanaman yang ketika dihancurkan akan menghasilkan warna kejingga-jinggaan pada kulit. Henna ini umumnya tidak akan menimbulkan kerusakan atau dampak pada kulit. Kecuali jika dicampur dengan PPD (paraphenylene-diamine) untuk menghasilkan warna coklat tua atau hitam dan agar henna lebih cepat kering.

PPD sendiri sudah familiar digunakan pada campuran produk cat rambut. Sifatnya biasanya tidak berbahaya, namun bisa menyebabkan alergi bagi beberapa orang. Mereka yang alergi dengan PPD akan mengalami kemerahan pada kulit hingga menimbulkan gatal atau melepuh dalam waktu 24-48 jam bagi mereka yang berkulit sensitif. Kemerahan ini bisa bertahan hingga 2 minggu bahkan pada beberapa kasus, bekasnya baru akan menghilang beberapa bulan setelah henna dibersihkan.

Kondisi alergi henna ini bisa menjadi lebih berat jika penderita menggunakan jenis henna pabrikan kecil yang sering diproduksi dengan menambahkan sejumlah senyawa minyak pelarut yang ternyata akan membuat penderita memiliuki banyak agen alergi.

Agar Anda bisa terhindar dari alergi henna, sebaiknya pastikan terlebih dahulu produk henna yang Anda gunakan tidak mengandung PDD. Agar lebih aman, apliaksikan sedikit henna pada tangamn bagian dalam, atau dibelakang telinga, atau di samping leher selama 48-72 jam. Jika timbul reaksi berupa kemerahan, bersisik, atau gatal selama 72 jam, maka kemungkinan Anda alergi dengan produk tersebut.

Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi gejala alergi henna, salah satunya yaitu dengan mengoleskan salep kortisol pada area yang terkena iritasi. Akan lebih baik jika segera diatasi dengan salep kortisol tepat ketika rasa gatal mulai muncul dan tanda merah mulai timbul untuk mencegah agar kulit tidak semakin teriritasi.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan obat alergi henna yang telah diresepka dokter ataupun memanfaatkan bahan alami yang direkomendasikan untuk membantu meredakan inflamasi atau gejala alergi henna yang timbul.

Lukisan henna memang menarik dan memikat, namun Anda harus tetap waspada terhadap risiko yang mungkin terjadi. Pastikan Anda melakukan uji alergi sebelum menggunakan jenis henna pabrikan. Ini dapat membantu Anda terhindar dari alergi henna, dan penampilan yang menarik pun tidak akan terganggu karena alergi kulit.

Pengobatan Alergi Henna di Kulit Tangan Secara Tradisional

Pengobatan Alergi Henna di Kulit Tangan Secara Tradisional,- Beberapa waktu belakangan ini penggunaan henna menjadi tren tersendiri di kalangan masyarakat modern. Dulunya henna dikenal sebagai tato temporer dari masyarakat Indian, Timur Tengah, dan Asia yang biasa dilukiskan di tangan dan kaki sebagai penghias tampilan di hari istimewa. Namun kini, henna sering digunakan sebagai aksesoris oleh-oleh dari liburan atau sekedar bagian make-up untuk pergi ke pesta atau perayaan.

Namun, Anda harus berhati-hati saat menggunakan henna, pasalnya beberapa orang mengeluhkan timbulnya reaksi alergi seperti gatal-gatal setelah menggunakan henna. Jika Anda mengalami kondisi ini, sebaiknya hentikan penggunaan henna, menurut dokter hal tersebut bisa baerlanjut menjadi infeksi.

Gatal-gatal menunjukkan bahwa terjadi dermatitis kontak antara kulit dengan bahan kimia pada henna. Jika demikian, maka kondisi ini bisa berujung pada infeksi dan kulit melepuh.

Sebenarnya alergi henna bisa diatasi cukup dengan mengoleskan salep kortisol pada bagian kulit yang iritasi. untuk mencegah kulit melepuh, sebaiknya hindari paparan air jika tampak terlalu merah. Akan lebih baik jika segera diatasi dengan salep kortisol tepat ketika rasa gatal mulai timbul dan tanda merah mulai tampak. Ini akan mencegah kulit semakin teriritasi.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan pengobatan alergi henna di kulit tangan secara tradisional dengan manfaat teripang emas yang terkandung didalam QnC Jelly Gamat. Untuk informasi lengkapnya, simak informasi dibawah ini !!

Pengobatan Alergi Henna di Kulit Tangan Secara Tradisional dengan QnC Jelly Gamat

QnC Jelly Gamat merupakan salah satu obat alergi herbal yang dibuat dari 100% bahan alami pilihan terbaik yang kaya akan kandungan nutrisi serta khasiat yang luar biasa untuk kesehatan dan pengobatan. Maka tak heran jika QnC Jelly Gamat merupakan pilihan terbaik untuk membantu pengobatan alergi henna di kulit tangan.

Disamping itu, QnC Jelly Gamat juga telah memiliki legalitas dari Badan POM dengan no. registrasi POM TR 173301471 dan terdaftar di DEPKES P-IRT No. 109321601291-1229. Juga QnC Jelly Gamat ini telah memiliki lisensi HALAL dari MUI, sehingga kualitas dan keamanannya sudah pasti terjamin.

Keterangan produk :

Nama produk : QnC Jelly Gamat
Komposisi : Ekstrak Teripang Emas, Sweetener Stevia, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, Ekstrak Buah dan Sayur
Harga : Rp. 155.000,-/botol
Isi : 300 ml
Cara konsumsi : 2 kali 2 sendok makan sehari juga bisa dioleskan pada kulit yang mengalami iritasi secara rutin
*Harga belum termasuk ongkos kirim

Komposisi QnC Jelly Gamat diproses secara tradisional dengan memanfaatkan teknologi higienis serta bebas campuran bahan kimia obat (BKO) dan tanca campuran bahan pengawet dan pemanis buatan. Jadi sangata aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang dan oleh semua kalangan, mulai dari balita hingga lansia. Bahkan, QnC Jelly Gamat juga aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui.

Berikut ini merupakan salah satu kesaksian dari konsumen QnC Jelly Gamat yang telah merasakan khasiatnya secara langsung :

**Disclaimer : Reaksi dan efektifitas produk mungkin berbeda pada setiap individu. Hal ini tergantung pda stadium penyakit, kondisi tubuh, serta dosis dan keteraturan minum. Selain itu, bagi penderita alergi seafood, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi QnC Jelly Gamat.

Nah, bagi Anda yang ingin meraskan khasiat dari QnC Jelly Gamat sebagai solusi pengobatan alergi henna di kulit tangan secara tradisional, silahkan langsung kunjungi tautan dibawah ini untuk mengetahui informasi cara pemesanan dan daftar harga secara lengkap.

>>Cara Pemesanan QnC Jelly Gamat<<

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai solusi pengobatan alergi henna di kulit tangan. Semoga informasi yang kami sampaikan bisa bermanfaat dan menjadi solusi terbaik untuk Anda. Semoga lekas sembuh.

Cara Mencegah Alergi Sebelum Kambuh Menurut Ilmuwan

Cara Mencegah Alergi Sebelum Kambuh Menurut Ilmuwan,- Bagi penderita alergi, tentu harus menghindari berbagai faktor yang bisa memicu timbulnya reaksi alergi. Ketika tubuh menunjukkan gejala alergi, seperti akibat debu atau makanan tertentu, itu akan menjadi hal yang sangat menyebalkan.

Hal inilah yang memicu penelitian asal Universitas Aarhus, Denmark untuk menghentikan reaksi alergi yang umum terjadi. Melalui hasil penelitian yang diterbitkan di Nature Communications, tim peneliti menemukan bahwa antibodi bisa menjadi jawabannya.

Mereka menyebutkan jika antibodi dapat mencegah alergi sebelum hal tersebut menyebar lebih luas. Peneliti berharap ini bisa mengubah hidup banyak orang.

Sebelum menemukan kesimpulan tersebut, peneliti telah mempelajari antibodi alergi manusia (IgE) yang menempel pada sel. IgE merupakan penyebab alergi karena memicu produksi histamin yang merupakan inti dari reaksi alergi. Para peneliti melihat mekanisme biokimia yang menghubungkan IgE dengan sel efektor (sel yang menanggapi rangsangan) dan menemukan bahwa antibodi lain dapat menggantikan posisi IgE yang menempel dalam kondisi tertentu.

Ketika tes laboratorium, peneliti menggunakan sampel darah pasien yang alergi terhadap serbuk racun serangga. Kemudian mereka memulai reaksi alergi sambil memberikan antibodi lain. Dalam 15 menit, antibodi ini berhasil mencegah interaksi antara molekul alergi dan sel imun.

“Begitu IgE pada sel kekebalan tubuh dapat dihilangkan, tidak masalah tubuh menghasilkan jutaan molekul IgE alergen. Asal kita bisa menghilangkan pemicu, reaksi alergi dan gejalanya tidak akan terjadi,” kata Profesor Edzard Spillner dilansir dari IFL Science

Para peneliti percaya cara ini juga dapat diterapkan pada jenis alergi lainnya. Menariknya, peneliti menemukan bahwa antibodi lain ini berukuran lebih kecil dari antibodi yang saat ini digunakan dalam pengobatan alergi.

Menurut rekan peneliti Edzard Spillner, ini merupakan antibodi domain tunggal yang mudah diproduksi dengan menggunakan mikroorganisme saja. Antibodi ini sangat stabil dan bisa menjadi peluang baru untuk digunakan pasien.

Mereka menambahkan penggunaan antibodi tidak harus disuntikkan, tetapi juga bisa ditelan atau dihidurp yang lebih mudah dilakukan penderita alergi. Meskipun demikian, percobaan lanjutan masih perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pendekatan tersebut efektif dan aman bagi manusia.

Mengenal Penyebab dan Jenis Alergi yang Sering Dialami Bayi

Mengenal Penyebab dan Jenis Alergi yang Sering Dialami Bayi,- Alergi merupakan bentuk reaksi imun tubuh secara berlebihan pada benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Hampir setiap orang pasti pernah mengalami reaksi alergi, baik itu karena debu, makanan yang dikonsumsi, paparan zat kimia, atau yang lainnya. Kondisi alergi ternyata juga bisa dialami oleh bayi. Bahkan, bayi merupakan sumjek yang paling rentan mengalami alergi, mengingat sistem imunitas tubuhnya belum terbentuk dengan sempurna.

Meksipun alergi merupakan reaksi normal dari tubuh, namun alergi pada bayi tidak boleh disepelekan begitu saja. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan bayi mengalami alergi. Namun, faktor genetiklah yang paling sering memainkan peran penting dalam terjadinya alergi pada bayi. Selain itu, faktor lain yang sering menjadi penyebab alergi pada bayi adalah makanan dan lingkungan.

Hampir sekitar 6 juta anak memiliki alergi terhadap makanan. Alergi ini juga biasanya lebih banyak dialami oleh anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan. Jenis makanan yang paling sering membuat anak mengalami alergi diantaranya adalah kacang, susu sapi, telur, sea food, kedelai, dan tepung terigu.

Sedangkan alergi yang disebabkan oleh faktor lingkungan biasanya terjadi karena paparan dari benda-benda yang ada di dalam ataupun di luar ruangan, seperti serbuk sari, debu tungau, bulu binatang, jamur, atau kecoak.

Selain 3 faktor tersebut, ada juga beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan bayi mengalami alergi. Seperti gigitan serangga yang menyebabkan kulit bengkak, gatal, dan memerah. Atau efek obat-obatan dan bahan kimia tertentu, misalnya detergen yang bisa menyebabkan alergi pada kulit bayi.

Mengenal Jenis Alergi yang Sering Dialami Bayi

Ada 4 jenis alergi yang sering dialami bayi yang perlu diketahui dan diwaspadai, diantaranya adalah :

Dermatitis kontak

Dermatitis kontak adalah jenis alergi pada bayi yang ditandai dengan kulit kemerahan yang timbul segera setelah terpapar dengan suatu iritan atau pemicu alergi. Kulit bayi akan terlihat kering dan tampak bersisik. Konsultasikan dengan dokter jika Anda mencurigai gejala-gejala yang dialami oleh si kecil.

Urtikaria kronis

Urtikaria kronis merupakan reaksi alergi pada bayi yang tergolong berat. Urtikaria timbul dengan ditandai adanya ruam kemerahan yang lebar setelah kontak dengan alergen. Tiak seperti alergi kulit yang lainnya, urtikaria kronis tidak menyebabkan kulit menjadi kering. Gejala lain yang timbul antara lain sulit bernapas atau bengkak pada mulut dan wajah. Pada sebagian besar kasus, urtikaria kronis akan hilang dengan sendirinya selama terhindar dari paparan alergen.

Dermatitis atopik (eksem)

Diperkirakan sekitar 1 dari 10 bayi dilaporkan mengalami kondisi dermatitis atopik atau yang lebih sering dikenal dengan nama eksem. Dermatitis atopik merupakan kondisi peradangan kulit yang ditandai dengan kulit kemerahan dan terasa gatal.

Sebagian besar kondisi alergi ini dialami oleh bayi yang tidak mendapatkan ASI dan diberikan susu formula dengan bahan dasar susu sapi. Namun, seiring waktu, alergi susu ini bisa hilang mengingat pencernaan bayi yang sudah semakin sempurna.

Beberapa gejala yang bisa timbul jika bayi mengalami dermatitis atopik, seperti diantaranya :

*) Ruam merah yang tersebar pada tubuh akibat digaruk
*) Gatal-gatal, terutama di malam hari
*) Luka melepuh yang mengeluarkan cairan. Dalam beberapa kasus, luka ini akan menjadi luka terbuka jika digaruk
*) Kulit kering, pecah-pecah, dan bersisik

Alergi rhinitis

Apa ibu pernah menemukan si kecil yang bersih tanpa henti secara tiba-tiba ? Jika iya, mungkin anak ibu sedang mengalami alergi rhinitis. Gejala utama dari alergiini memang berupa bersin-bersin, beringus, hingga hidung tersumbat. Umumnya, alergi rhinitis disebabkan karena bayi terpapar debu, serbuk sari, atau bulu binatang. Dalam kondisi yang tergolong berat, gejala rhinitis yang dialami bisa meliputi serangan asma atau sesak napas.

 

Artikel terkait :

Mengobati Alergi pada Wajah Bayi
Cara Mengatasi Gejala Alergi Bayi
Cara Menghilangkan Bintin Merah pada Dada dan Perut Bayi