10 Cara Terbaik Untuk Usir Kutu Kasur atau Tungau

10 Cara Terbaik Untuk Usir Kutu Kasur atau Tungau,- Karena memiliki ukuran yang sangat kecil, maka keberadaan kutu sering kali tidak disadari. Meskipun tidak terlihat, namun efeknya bisa Anda rasakan. Hewan ini biasanya berada di tempat tidur, lemari pakaian, karpet, hingga sofa.

Jika rumah tidak dibersihkan secar rutin, maka tidak menutup kemungkinan kutu ini bisa memenuhi beberapa perabotan rumah Anda, khususnya kasur. Keberadaan kutu kasur ini bisa menimbulkan beberapa gangguan kesehata, seperti salah satunya alergi tungau.

Membersihkan rumah merupakan salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengusir tungau. Berikut ini merupakan 10 cara terbaik untuk usir kutu kasur atau tungau yang bisa Anda lakukan, diantaranya :

*) Jemur kasur

Menjemur kasur merupakan hal sederhana, namun cukup berpengaruh dalam kemnjaga kebersihan kasur. Jemur kasur, bantal, guling, dan selimut dibawah sinar matahari langsung. Sebelum menjemur, sebaiknya pindahkan barang-barang yang ada di kamar agar debu dan tungau tidak menyebar ke tempat lain saat proses penjemuran.

*) Taburkan silika gel

Silika gel bisa digunakan untuk menghilangakn kutu busuk. Pembasmi kutu ini digunakan dengan cara ditabur ke seluruh kamar dan sebagian kasur. Dengan begitu, maka kutu akan menempel pada silika gel dan mati dengan sendirinya.

*) Penguapan

Anda bisa menggunakan ketel listrik dan tambahkan selang kecil kemudian uapkan se sepanjang jahitan kasur. Bersihkan juga ke sela-sela kasur hingga tempat tidur. Usahakan agar semua sudut mendapatkan uap panas.

*) Cuci dengan air panas

Campurkan air panas dengan sabun bakteri, kemudian bersihkan kasur, bantal, dan guling. Keringkan di bawah sinar matahari langsung.

*) Garam

Campurkan garam dan air kemudian masukkan ke botol semprot. Semprotkan cairan tersebut ke kasur dan area lain yang menjadi sarang tungau. Campuran ini cukup sederhana dan tentu bisa dengan mudah dibuat di rumah.

*) Minyak tanah dan kapur barus

Campurkan minyak tanah dan kapur barus kemudian semprotkan ke area-area yang menjadi sarang tungau atau kutu busuk. Campuran ini ampuh untuk membunuh kutu kasur dan sangat praktik karena terbuat dari bahan yang mudah didapat.

*) Insektisida

Anda juga bisa memanfaatkan obat pembasmi nyamuk untuk menghilangkan kutu di kasur. Pilihlah insektisida dengan racun yang tidak terlalu keras. Membasmi kutu dengan cara ini cukup praktis. Anda bisa melakukan penyemprotan ini hingga telur kutu menetas.

*) Kulit durian

Setelah menikmati durian, sebaiknya jangan buang dulu kulitnya. Pasalnya, kulit durian ini juga bisa digunakan untuk membasmi kutu busuk kasur. Bau menyengat dari kulit durian bisa membantu menghilangkan tungau. Caranya cukup mudah, Anda bisa langsung meletakkan kulit durian di sarang kutu kasur.

*) Lilin

Jika Anda memiliki lilin di rumah, maka bisa digunakan untuk menghilangkan kutu kasur. Cukup teteskan cairan lilin yang dibakar ke celah tempat kutu kasur. Untuk takarannya, bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan area kasur. Cara alami ini dirasa cukup efektif untuk membasmi kutu.

*) Cuka

Cuka merupakan salah satu bahan uang cukup multifungsi. Cukup semprotkan cuka ke tempat bersarangnya kutu kasur. Maka kutu dan telurkan akan cepat mati. Untuk bahan yang satu ini, Anda tidak perlu mencapurnya dengan air.

 

Artikel terkait :

Obat Alergi Tungau Debu
Hal yang Perlu Dilakukan Jika Ingin Bebas Alergi Tungau
Langkah Efektif Bebaskan Rumah dari Debu
Meningkatkan Kualitas Udara di Rumah Bantu Cegah Alergi

Aturan Memilih Makeup yang Aman Bagi Penderita Alergi

Aturan Memilih Makeup yang Aman Bagi Penderita Alergi,- Kosmetik atau makeup menjadi salah satu hal yang dapat membantu mempercantik diri, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri, terutama bagi wanita. Namun, pagi penderita alergi dan kulit sensitif, penggunaan makeup ini justru dapat menimbulkan masalah.

Walaupun begitu, bukan berarti Anda tidak bisa menggunakan makeup sama sekali. Agar kulit tetap cantik dan terhindari dari alergi, berikut ini beberapa aturan memilih makeup yang aman bagi penderita alergi.

Bagi mereka yang memiliki alergi, sebaiknya memulai riasan dengan membubuhkan pembersihan dan pelembab wajah. Selanjutkan lapisi wajah dengan foundation tipis.

Setelah itu, usapkan bronzer di bawah tulang pipi, tulang hidung, dan di tepian luar dahi, untuk membuat kulit bersinar seketika. Namuh, jika Anda takut menimbulkan risiko, sebaiknya terapkan kontur di kedua sisi hidung saja.

Penderita alergi paling sulit untuk menerapkan riasan mata, karena bagian tersebut akan sangat mudah berair dan berubah kemerahan. Untuk mengatasi hal tersebut, belilah produk riasan mata yang telah diuji secara oftalmologis.

Usahakan untuk menghindari produk yang tidak teruji, karena dapat berpotensi merugikan kulit wajah. Pengujian secara sederhana bisa dilakukan dengan mengoleskan produk pada kulit t angan. Jika tidak menimbulkan reaksi seperti gatal atau memerah, maka produk tersebut aman untuk digunakan.

Artikel terkait :

Cara Mengatasi Alergi Kosmetik
Penyakit Alergi Kosmetik pada Wajah

Selain itu, penderita alergi juga harus menghindari penggunaan tisu dan kuas rias. Pasalnya, keduanya akan menimbulkan reaksi pada kulit. Ganti kedua alat tersebut dengan menggunakan saputangan katun atau sutra, bahkan Anda juga bisa memanfaatkan jari tangan yang sebelumnya telah dibersihkan. Oleskan makeup secara pelan-pelan pada area wajah sensitif.

Sedangkan lingkaran gelap di sekitar mata, biasanya terjadi karena kecenderungan alergi. Maka dari itu diperlukan krim mata yang berkualitas untuk menyembuhkannya. Gunakan krim mata tersebut secara rutin sebelum tidur, sampai kulit di area tersebut kembali cerah. Pilihlah krim mata yang menganduung asam hyaluronic untuk menghindari kulit, serta akan mempengaruhi melanin.

Penderita alergi kulit tidak bisa berbagi produk kecantikan dengan orang lain. Jadi, sebaiknya jangan meminjamkan produk kecantikan Anda kepada orang lain karena akan bertindak sebagai pembawa bakyeri.

Perlu diperhatikan, pilihlah serbuk yang tidak mengandung mika, agar tidak menimbulkan reaktan pada alergi kulit. Pastikan juga untuk memilih foundation bebas mika agar terlindungi dan bebas alergi.

Tips Mengatasi Alergi pada Kulit dengan Bahan Alami

Tips Mengatasi Alergi pada Kulit dengan Bahan Alami,- Gatal, ruam, atau kulit yang kemerahan seringkali dianggap sepele oleh para penderitanya, karena dianggap akan segera sembuh dengan sendirinya. Padahal, gatal yang timbul pada kulit ini bisa menjadi berbahaya jika tidak ditangani dengan segera.

Selain itu, kemerahan pada kulit, gatal, dan ruam yang timbul juga bisa maenjadi salah satu gejala yang menunjukkan alergi kulit. Alergi bisa mempengaruhi setiap bagian dari tubuh, termasuk kulit. Alergi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kosmestik, atau makanan tertentu.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda tidak perlu khawatir. Berikut ini merupakan beberapa tips mengatasi alergi pada kulit dengan bahan alami yang bisa dilakukan, yaitu :

Kompres

Gatal dan bengkak merupakan gejala yang paling tidak nyaman. Cara terbaik untuk mengatasinya yaitu dengan menerapkan kompres dingin pada daerah yang terkena. Tempatkan 3-4 es batu dalam kantong plastik dan letakkan pada kulit. Ulangi pengobatan ini 3-4 kali sehari untuk memfasilitasi penyembuhan cepat. Anda juga bisa mencelupkan saputangan katun dalam mangkuk air dingin dan letakkan di daerah yang terkena.

Minyak zaitun

Minyak zaitun merupakan pelembab alami yang kaya aka kandungan vitamin E dan antioksidan, yang mempromosikan penyembuhan dan pembaharuan kulit. Campurkan madu ke dalam mangkuk minyak zaitun dan terapkan campuran tersebut pada ruam secara langsung untuk mencegah gatal-gatal.

Lemon

Lemon memiliki kandungan vitamin C yang bersifat pemutihan juga, membuatnya menjadi salah satu solusi alami terbaik untuk mengatasi masalah pada kulit. Untuk mendapatkan manfaatnya, cukup dengan menerapkan jus lemon pada daerah yang terkan dan biarkan hingga kering. Mungkin pada awalnya akan terasa sensasi seperti terbakar, namun lemon akan menyembuhkan gatal dengan cepat. Jangan lupa untuk membilasnya dengan air.

Artikel terkait :

Obat Alergi Sabun pada Kulit
Obat Alergi Kulit Gatal Berair
Cara Mengobati Alergi Kulit

Lidah buaya

Lidah buaya memiliki manfaat yang menakjubkan untuk kesehatan, yaitu salah satunya bersifat antiinflamasi, antibakteri, dan antijamur. Menggunakan lidah buaya secara teratur bisa membantu penyembuhan dan mengurangi kemerahan ruam yang timbul pada kulit. Caranya yaitu ambil gel ekstrak lidah buaya segar dari daun tanaman dan aplikasikan pada daerah yang terkena alergi secara langsung. Biarkan selama kurang lebih 30 menit dan cuci dengan air bersih. Ulangi perawatan ini 3 kali sehari untuk menghilangkan alergi kulit sepenuhnya.

Daun mint

Daun miny bisa dimanfaatkan untuk mengurangi pembengkakan dan menenangkan sensasi terbakar. Cara terbaik untuk mendapatkan manfaatnya yaitu Anda hanya perlu menghancurkan daun segar dengan cara ditumbuk. Kemudian terapkan daun yang telah halus pada kulit. Diamkan selama 30 menit dan bilas.

Baking soda

Baking soda dapat membantu mempercepat proses penyembuhan dengan menenangkan peradangan yang terkait dengan alergi. Tambahkan satu sendok baking soda kedalam 3 sendok air dan aduk rata. Oleskan campuran ini pada kulit yang terkena dan biarkan selama 15 menit. Lakukan ini sekali dalam sehari. Pilihan lain yaitu dengan mencampurkan baking soda dalam minyak kelapa dan menerapkan campuran ini ke kulit selama 5 menit. Ulangi ini dua kali sehari untuk mengobati alergi kulit secara alami.

Cara Mengatasi Reaksi Alergi Akibat Tanaman Beracun

Cara Mengatasi Reaksi Alergi Akibat Tanaman Beracun,- Mengalami gatal-gatal setelah bersentuhan dengan tanaman tertentu atau getah tanaman beracun mungkin merupakan reaksi yang umum. Seseorang yang terpapar urushiol dari tanaman beracun genus Toxicodendron seperti poison oak, sumac, maupun posion ivy atau jetang, biasanya akan maerasakan timbulnya reaksi alergi dalam 12 jam hingga 3 hari, bahkan satu minggu setelahnya.

Selain ruam kulit yang berwarna kemerahan dan gatal, kulit juga bisa melepuh dan membengkak. Iritasi ataupun reaksi alergi tidak terhadi pada orang lain yang menyentuh ruam pada kulit penderita. Reaksi alergi ini juga dikenal dengan istilah Toxicodendron dermatitis, yaitu sejenis dermatitis kontak karena terpapar tanaman genus Toxicodendron.

Bagi Anda yang baru pertama kali terkena urushiol, mungkin reaksi alerginya tidak akan langsung terlihat. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang masih menyesuaikan mekanisme pertahanannya terhadap sumber alergi baru. Namun, reaksi dapat langsung timbul ketika Anda terkena minyak ini kembali. Kendati demikian, risiko timbulnya reaksi alergi akan lebih kecil jika Anda sudah pernah terpapar kandungan urushiol pada tanaman beracun sejak kecil.

Selain menimbulkan reaksi pada kulit, zat beracun urushiol ini juga bisa menimbulkan reaksi jika terkena mata, jalan napas termasuk paru-paru melalui asap dari tanaman yang dibakar, dan organ pencernaan jika mengonsumsi tanaman herba yang mengandung zat tersebut. Jika terpapar pada tubuh dan menimbulkan alergi berat syok anafilaktik, gatal-gatal berat, atau sesak napas, maka Anda perlu segera mendapat pertolongan medis karena kondisi tersebut merupakan kondisi yang berpotensi mengancam nyawa.

Cara Mengatasi Reaksi Alergi Akibat Tanaman Beracun

Selain paparah langsung minyak urushiol, Anda juga bisa terkena alergi jika urushiol tertiup angin dan menempel pada kulit, bulu binatang, alat berkebun, ataupun perkakas lain yang disentuh. Hindari menyentuh atau menggaruk ruam jika Anda terkena urushiol atau mengalami ruam akibat bersentuhan dengan tanaman racun.

Segera bersihkan area yang terkena tanaman beracun dengan air hangat selama 20-30 menit. Hal ini bertujuan untuk memastikan berkurangnya sisa minyak urushiol. Anda bisa menggunakan sabun untuk membersihkan area tersebut, serta disarankan untuk membersihkan area di bawah kuku agar tidak ada sisa minyak urushiol yang menempel. Selain itu, cuci juga paklaian yang Anda gunakan ketika berada di sekitar area tanaman beracun. Bagi yang sering terpapar dengan tanaman-tanaman beracun tersebut, gunakanlah alat pelindung diri yang baik agar meminimalisir risiko terpapar zat racun.

Biasanya reaksi ini bisa dialami selama 1 hingga 3 minggu dan tidak memerlukan penanganan atau obat alergi khusus. Selama proses penyembuhan berlangsung, Anda bisa mengurangi rasa gatal dengan meletakkan kompres dingin di area alergi. Untuk reaksi alergi yang lebih serius, dokter mungkin akan memberikan losion calamine, antihistamin, pereda rasa sakit, kortikostiroid oral atau salep jika realsi alergi cukup berat, hingga antibiotik jika terdapat infeksi.

Tanda infeksi kulit yang mungkin timbul diantaranya yaitu jika terdapat nanah pada kulit, bisul, atau kerak berwarna kekuningan karena nanah yang mengering. Namun, perlu diingat bahwa obat-obatan antihistamin tertentu dapat menyebabkan efek samping mengantuk.

Jika kondisi tidak kunjung membaik atau mengalami reaksi alergi berat, seperti susah bernapas, sulit menelan, wajah membengkak, ruam yang meluas atau adanya tanda infeksi seperti demam dan timbul nanah pada kulit, segeralah berobat ke dokter atau unit gawat darurat. Meskipun sangat jarang terjadi, pada penderita alergi tanaman beracun yang parah, dapat terjadi reaksi anafilaksis yang bisa berujung pada kematian jika tidak segera ditangani di rumah sakit.

Cara Efektif untuk Mengatasi Alergi Bawang Putih

Cara Efektif untuk Mengatasi Alergi Bawang Putih,- Alergi bawang putih termasuk jenis alergi yang jarang terjadi. Baisanya seseorang yang alergi terhadap bawang putih juga memiliki alergi terhadap bawang merah, bawang bombay, dan daun bawang. Adanya sensitifitas dan intoleransi terhadap bawang putih akan memicu gejala gangguan pencernaan.

Jika Anda merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi bawang putih, maka segera periksakan diri ke dokter. Tanda alergi akan dikonfirmasi dengan pemeriksaan skin prick dan pemeriksaan darah.

Berhubung setiap bumbu masakan di Indonesia umumnya mengadnung bawang putih, maka hal terbaik yang bisa dilakukan untuk mencegah alergi kambuh yaitu dengan menghindari makanan yang menyebabkan alergi. Pengobatan lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi cetirizine (antihistamin). Namun, obat alergi ini hanya bertujuan untuk mengurangi gejala alergi, karena pada dasarnya alergi itu tidak bisa disembuhkan.

Kemudian, jika Anda merasa tidak bisa menghindari makanan yang dapat memicu alergi, maka Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk melakukan terapi alergi, dimana Anda akan diberikan zat alergen dalam jumlah kecil dan dikontrol secara rutin dalam waktu beberapa tahun yang bertujuan untuk membiasakan tubuh terhadap zat alergen tersebut sehingga bisa meminimalkan keluhan yang timbul ketika terpapar alergen.

Baca juga : Penyebab Alergi Bawang Putih

Selain itu, penderita alergi juga harus mewaspadai dengan komplikasi yang mungkin terjadi. Kompliaksi berbahaya alaergi diantaranya adalah serangan asma hingga anafilaksis. Gejala asma meliputi sesak napas, dan kesulitan bernapas. Serangan asma ini sangat cepat dan bisa mengancam jiwa jika tidak segera diobati.

Potensi kedua adalah reaksi anafilaksis. Pada reaksi ini sangat berbahaya meskipun sangat jarang. Reaksi anafilaksis akan memicu syok anafilaksis. Kondsii ini harus segera diobati dengan epinefrin atau adrenalin. Gejala syok anafilaksis yang perlu diwaspadai dianatarnya adalah tekanan darah turun secara drastis dari normal, pulsasi nadi meningkat, pembengkakan pada kerongkongan dan penebalan saluran napas, serta pusing, bingung, dan penurunan kesadaran.

Tips dan Trik Mengatasi Alergi Selama Masa Kehamilan

Tips dan Trik Mengatasi Alergi Selama Masa Kehamilan,- Meskipun hanya sekitar 10% dari wanita usia subur yang memiliki alergi, namun hal ini menjadi masalah yang sering menimbulkan komplikasi kehamilan. Sulit menjelaskan bagaimana alergi dapat memengaruhi kehamilan. Namun, ini juga tergantung pada gejala alergi yang dialami, apakah ringan atau parah. Gejala aelrgi sendiri kemungkinan tidak akan memengaruhi janin.

Untuk menghindari timbulnya masalah pada kehamilan, berikut ini merupakan tips dan trik mengatasi alergi selama masa kehamilan yang bisa dilakukan, diantaranya :

Obati gejala ringan dengan pengobatan di rumah

Hidung mampet biasa terjadi selama kehamilan. Anda bisa menggunakan humidifier (alat penyerap kelembaban udara) di rumah untuk membantu mengatasi masalah ini. Ini tidak akan menghilangkan alergen atau zat penyebab alergi dari lingkungan, namun akan melembabkan udara. Sehingga hidung tidak akan mampet. Atau Anda juga bisa mencoba semprotan air garam untuk membantu meredakan hidung mampet.

Hati-hati dengan suntikan alergi dan obat herbal

Jika Anda telah menerima suntikan alergi sebelum hamil dan menduga akan membantu mengatasi gejala alergi, maka hal tersebut aman untuk dilakukan suntukan lagi. Namun, tidak direkomendasikan untuk melakukan suntikan alergi selama kehamilan karena Anda tidak akan mengetahui reaksi apa yang akan dialami. Untuk pengobatan herbal dan aromaterapi, dampak pada wanita hamil belum dipelajari secara mendalam.

Cobalahs emprotan steroid intra-nasal

Jika mengidap alergi parah, cobalah semprotan steroid intra-nasal untuk hidung, seperti Nasonex atau Flonase. Semprotan ini aman digunakan selama kehamilan dan dosis sesuai.

Hindari pemicu alergi sebanyak mungkin

Alergen lingkungan seperti jamur, serbuk sari, dan bulu binatang paling sering menjadi penyebab timbulnya gejala alergi. Alergen tersebut paling sulit untuk dihindari. Jika tingkat serbuk sari atau polusi tinggi, maka batasi waktu Anda berada di luar ruangan. Jaga agar jendela tetap tertutup dan nyalakan AC atau kipas angin untuk membantu membatasi paparan polusi dari luar.

Itulah 4 tips dan trik mengatasi alergi selama masa kehamilan yang bisa ibu lakukan untuk membantu mengurangi gejala alergi yang timbul. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai metode pengobatan alergi yang tepat dan aman, baik bagi ibu ataupun janin yang ada didalam kandungan. Semoga bermanfaat.

Artikel terkait :

 

Cara Efektif Cegah Gatal dan Iritasi Karena Pembalut

Cara Efektif Cegah Gatal dan Iritasi Karena Pembalut,- Menstruasi merupakan salah satu hal yang harus dialami oleh wanita setiap bulannya. Siklus bulanan ini memang terkadang menyiksa sejak PMS hingga pada saat haid. Salah satu keluhan yang sering dialami oleh para wanita saat menstruasi adalah timbulnya rasa gatal dan iritasi yang timbul didaerah kewanitaan akibat pembalut.

Untuk mencegah hal tersebut, hal pertama yang perlu dilakukan dan yang paling penting adalah memilih pembalut yang pasling pas dengan Anda. Pembalut yang berkualitas baik dapat membantu mencegah terjadinya iritasi dan gatal di daerah kewanitaan. Pembalut yang baik adalah pembalut yang dapat menyerap cairan dengan cepat, memiliki permukaan lembut untuk mengurangi gesekan penyebab iritasi, tidak mengandung parfum, dan tidak menimbulkan alergi.

Baca juga : Obat Gatal Akibat Alergi Pembalut

Pembalut haruslah cepat menyerap cairan, hal ini disebabkan karena akan mencegah organ intim menjadi terlalu lembab. Organ intim yang terlalu lembab dapat memicu perkembangbiakan kuman dan jamur yang menyebabkan iritasi bahkan keputihan. Pembalut ini juga akan membuat kulit bernafas dan tetap kering sehingga kulit tidak akan terasa panas.

Untuk mencapatkan jenis pembalut yang sesuai, tentu saja Anda harus mencobanya terlebih dahulu. Jika memang Anda merasa tidak nyaman dengan pembalut yang kenakan, atau kulit terasa panas dan lembab segeralah hentikan penggunaannya.

Anda juga harus sering mengganti pembalut ketika darah yang dikeluarkan berbentuk gumpalan. Darah yang menggumpal akan sulit diserap oleh pembalut, dan jika terus dibiarkan terlalu lama, maka akan menyebabkan iritasi.

Itulah beberapa cara efektif cegah gatal dan iritasi karena pembalut yang bisa dilakukan. Mulai sekarang, pilihlah pembalut yang tepat dan nyaman untuk menjaga kebersihan dan juga kesehatan daerah kewanitaan Anda. Semoga bermanfaat.

Memahami Gejala dan Cara Mendiagnosa Alergi Lateks

Memahami Gejala dan Cara Mendiagnosa Alergi Lateks,- Tidak sedikit orang yang sering merasakan reaksi alergi, seperti gatal-gatal pada kulit setelah bersentuhan dengan benda-benda yang terbuat dari bahan dasar lateks. Lateks disini mengacu pada lateks karet alam, yaitu produk yang dibuat dari cairan getah yang berasal dari pohon karet, Hevea brasiliensis. Beberapa jenis karet sintetis juga disebut sebagai lateks, namun ia tidak melepaskan protein yang menimbulkan reaksi alergi.

Lateks alam sering digunakan sebagai bahan pembuat berbagai produk, seperti sarung tangan karet, karet gelang, dot, sol sepatu, balon, mainan karet, popok seklai pakai, pembalut, penghapus pensil, kondom, botol air, dan barang-barang lainnya yang bahkan sering kita gunakan sehari-hari.

Pada sebagian individu, lateks ini bisa menimbulkan beberapa gejala atau reaksi alergi yang disebut dengan alergi lateks. ALergi lateks sendiri merupakan reaksi terhadap protein tertentu dalam karet lateks. Jumlah paparan lateks yang diperlukan untuk menghasilkan sensitisasi atau reaksi alergi tidak diketahui. Meningkatkan paparan protein lateks juga dapat meningkatkan risiko mengalami gejala alergi.

Mengetahui dan memahami gejala dan cara mendiagnosa alergi lateks bisa membantu Anda untuk menghindari perkembangan alergi lateks agar tidak semakin parah. Untuk mengetahui informasi lengkapnya, silahkan simak penjelasan di bawah ini !

Memahami Gejala Alergi Lateks

Sensitivitas terhadap lateks bisa timbul baik disebabakn oleh kontak langsung ataupun dengan menghirup partikel lateks dari udara. Gejalanya pun bisa terjadi ringan hingga berat, tergantung pada jenis alergi yang terjadi.

Pada orang yang peka, biasanya gejala akan mulai timbul dalam beberapa menit setelah pemaparan, tetapi gejala juga dapat terjadi beberapa jam kemudian dan dapat cukup bervariasi. Gejala alergi lateks juga akan bervariasi pada setiap individu.

Reaksi ringan terhadap lateks bisa menimbulkan kulit kemerahan, ruam, gatal-gatal, atau bercak merah. Reaksi yang lebih parah mungkin melibatkan gejala pada pernafasan, seperti pilek, bersin, mata gatal, gatal tenggorokan, dan asma (sesak nafas, batuk, dan mengi). Shock juga dapat terjadi meskipun kasusnya jarang. Reaksi yangmenganam nyawa dapat menjadi tanda pertama dari alergi lateks, namun jarang.

Cara Mendiagnosa Alergi Lateks

Untuk mengetahui atau mendiagnosa alergi lateks sendiri, terdapat 2 tes yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan tes pada kulit dan yang lain adalah melalui tes darah. Tes darah merupakan salah satu pilihan, karena dapat lebih cermat untuk diketahui pada beberapa orang. Selain itu, alergi lateks juga bisa didiagnosa dengan bantuan tes patch, dan RAST atau Radio-Allergo-Sorbent-Test.

Mereka yang bekerja pada industri karet lebih rentan mengalami alegi lateks, hal ini disebabkan karena mereka akan sering terkena lateks dan produk-produknya dalam jangka waktu yang lama. Beberapa anak dengan myelomenongocele dan orang-orang yang telah menjalani prosedur bedah banyak juga rentan terhadap alergi ini.

Walaupun obat alergi lateks bisa meringankan gejala, namun belum ada obat atau metode pengobatan yang bisa menyembuhkan alergi lateks sepenuhnya. Satu-satunya cara terbaik untuk menghindari timbulnya alergi lateks adalah dengan menjauhi atau menghindari penyebab alergi lateks itu sendiri, seperti produk yang mengandung lateks.

Orang yang mengalami alergi lateks berisiko mengalami alergi pula terhadap buah-buahan tertentu, seperti pisang, stroberi, nanas, buah kiwi, markisa, dan alpukat. Hal tersebut disebabkan karena buah-buahan tersebut mengadnung alergen yang sama seperti yang ditemukan pada lateks.

Cara Mengobati Alergi Lateks Berkepanjangan yang Ampuh

Cara Mengobati Alergi Lateks Berkepanjangan yang Ampuh,- Makanan, debu, cuaca, obat, merupakan beberapa faktor yang dapat menyebabkan reaksi tubuh yang berlebihan atau alergi pada sebagian orang. Namun, selain itu, ternyata masih ada beberapa faktor yang juga diketahui dapat menimbulkan reaksi alergi, salah satunya adalah lateks.

Alergi lateks merupakan reaksi terhadap protein tertentu yang ditemukan dalam lateks karet alam, produk yang dibuat dari cairan seperti susu dari pohon karet. Alergi lateks dapat menyebabkan reaksi alergi, mulai dari iritasi kulit hingga anafilaksis. Mengetahui dan memahami sumber penyebab alergi lateks dapat membantu mencegah timbulnya reaksi alergi.

Namun, jika gejala telah tumbul, Anda tidak perlu khawatir. Karena terdapat beberap cara mengobati alergi lateks berkepanjangan yang ampuh, salah satunya yaitu dengan mengonsumsi obat alergi herbal QnC Jelly Gamat.

Cara Mengobati Alergi Lateks Berkepanjangan yang Ampuh dengan Manfaat QnC Jelly Gamat

QnC Jelly Gamat dibuat dari 100% bahan alami pilihan dan diproses secara tradisional tanpa campuran bahan kimia, sehingga keaslian dan kealamian dari bahan tetap terjaga dengan baik. Disamping itu, QnC Jelly Gamat merupakan produk herbal yang telah memiliki legalitas resmi dari BPOM dengan no. registrasi POM TR 173301471 serta terdaftar di DEPKES P-IRT No. 109321601291-1229 serta bersertifikat HALAL MUI.

Komposisi : Ekstrak Teripang Emas, Sweetener Stevia, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, Ekstrak Buah dan Sayur

Teripang emas yang menjadi bahan dasar dari QnC Jelly Gamat ini diambil dari perairan terbaik Indonesia dan memiliki kandungan senyawa yang lengkap dan baik bagi kesehatan. Kandungan senyawa alami yang ada didalamnya diantaranya yaitu : Protein, Kolagen, Mukopolisakarida, Glucosaminoglycans (GAGs), Glucosamine dan Chondroitin, Lektin, Saponin, Asam Amino, Antiseptik Alamiah, Omega 3, 6, dan 9, serta Vitamin dan Mineral.

Asam amino yang dimiliki teripang emas ini dapat membantu menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh secara alami. Selain itu, antiseptik yang dimilikinya juga dapat berfungsi sebagai antibakteri, antijamur, serta dapat mencegah terjadinya infeksi akibat alergi. Teripang emas juga diketahui dapat membantu mengurangi rasa gatal di kulit dan membantu mengatasi reaksia alergi biduran yang timbul.

QnC Jelly Gamat aman dikonsumsi oleh semua kalangan, mulai dari bayi, balita, hingga lanjut usia, serta juga aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. QnC Jelly Gamat juga tidak menimbulkan efek samping, sehingga aman dikonsumsi dalam jangka panjang.

Setelah mengetahui khasiat serta manfaat yang dimilikinya, kini tentu Anda tidak perlu ragu lagi untuk memilih QnC Jelly Gamat sebagai solusi alami untuk mengobati alergi lateks berkepanjangan yang ampuh dan aman.

Bagi Anda yang berminat ingin merasakan khasiatnya secara langsung, silahkan klik tautan dibawah ini untuk mendapatkan informasi lengkap daftar harga dan cara pemesanannya !

>> Cara Pemesanan QnC Jelly Gamat <<

*Disclaimer : Reaksi dan keefektivitasan produk akan berbeda pada setiap individu sesuai dengan stadium penyakit, kondisi tubuh, dan keteraturan minum.

Semoga lekas sembuh.

Tips dan Trik Mengatasi Alergi Debu saat Berpuasa

Tips dan Trik Mengatasi Alergi Debu saat Berpuasa,- Pada saat berpuasa, tubuh mengistirahatkan diri dan tidak ada apapun yang masuk ke dalam badan. Walaupun begitu, terkadang beberapa kondisi menyebabkan seseorang harus mengonsumsi obat untuk mengatasinya, seperti salah satunya alergi. Terdapat beberapa jenis alergi yang bisa dialami, termasuk salah satunya adalah alergi debu.

Penyakit ini terbilang sangat sensitif. Sedikit saja terpapar oleh faktor penyebab alergi, maka tubuh akan langsung memberikan respon. Obat alergi menjadi salah satu cara yang ampuh untuk mengembalikan kondisi tubuh penderita alergi. Namun, ketika puasa, mengonsumsi obat tidak diperbolehkan. Selain itu, mengonsumsi obat secara terus menerus juga dapat menimbulkan dampak negatif pada tubuh.

Lalu, bagaimana tips mengatasi alergi debu saat berpuasa tanpa harus mengonsumsi obat ?

Anda tidak perlu khawatir. Meskipu tanpa obat, alergi debu tetap bisa diatasi dengan melakukan beberapa tips berikut :

Masker alergi

Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi alergi yaitu menggunakna masker dengan filter HEPS built-in. Penggunaannya juga tidak berkepanjangan. Anda hanya perlu menggunaannya ketika Anda ingin memotong rumput, menyapu, atau aktivitas lain yang berhubungan langsung dengan debu dan udara.

Nasal Gel

Mengoleskan nasal gel bisa membantu mengurangi alergi. Cara ini cocok bagi mereka yang alergi terhadap debu. Dengan kandungan Galfimia Glauca, itu cukup baik untuk mengembalikan pernafasan yang segar dan sehat.

Tutup jendela dan nyalakan AC

Tips mengatasi alergi debu saat berpuasa ini mungkin cukup sederhana dan mudah untuk dilakukan. Pasalnya, jika Anda berada di dalam rumah, Anda hanya perlu menutup semua jendela dan menyalakan AC. Jangan biarkan ada debu yangmasuk. Udara yang diciptakan pendingin ruangan biasanya mampu meminimalisir kuman bakteri yang memicu alergi.

Pergi ke wilayah berair

Tips dan trik mengatasi alergi debu saat berpuasa yang terakhir adalah dengan pergi ke tempat atau daerah yang berair. Pantai bisa menjadi pilihan yang tepat. Pantai memiliki serbuk sari dan jamur yang sedikit, sehingga dapat meminimalisir alergi debu dan kotoran yang dirasakan. Panasnya matahari juga dapat membantu memulihkan suhu tubuh yang tidak stabil.

Artikel terkait alergi debu :

Obat Alami Alergi Debu
Pengobatan Alergi Debu Anak dan Dewasa