Wajib Baca! Ini Cara Membedakan Henna Palsu dengan Asli

Wajib Baca! Ini Cara Membedakan Henna Palsu dengan Asli,- Henna adalah seni membuat tatto temporary dan pewarnaan permukaan kulit tubuh kita dengan menggunakan ramuan herbal berbagan dasar tumbuhan yang diolah berbentuk pasta henna. Tato henna merupakan salah satu pilihan yang banyak digunaklan oleh wanita.

Henna sendiri merupakan tumbuhan alami yang sering digunakan untuk kosmetik. Banyak yang menyebut henna sebagai innai atau pacar, namun fungsinya tetap sama, yaitu untuk membuat hiasan pada bagian tubuh.

Henna sudah dikenal sejak lebih dari 5.000 tahun lalu di Pakistan, Indoa, Afrika, dan Timur Tengah. Bahkan Cleoparta dalah salah satu wanita terkenal yang menggunakan produk ini untuk mempercantik kulitnya.

Saat ini, tren penggunaan henna sudah semakin luas, tidak hanya digunakan untuk melukis tangan di hari istimewa, henna juga sering digunakan untuk mewarnai kuku dan rambut, atau tato temporer untuk bergaya.

Walaupun banyak orang yang percaya bahwa henna besifat alami dan aman digunakan, sebaiknya Anda harus tetap waspadai sebelum menggunakan tato henna. Terlebih lagi sempat ada pernyataan dari American Academy of Dermatology yang menyebutkan bahwa tato henna bisa menyebabkan timbulnya reaksi alergi. Alergi henna ini disebabkan oleh henna yang telah dicampur dengan bahan kimia berbahaya.

Memang bukan hal yang mudah untuk mengetahui apakah bahan henna yang digunakan adalah bahan yang aman. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahuinya. Berikut ini merupakan cara membedakan henna paslu dengan asli yang perlu diketahui, diantaranya :

*) Warna

Rata-rata warna henna natural adalah reddish-brown, tapi kembali lagi beda orang yang menggunakan bisa beda juga hasil level warnanya. Terlebih lagi jika merek yang digunakan juga berbeda. Berbeda dengan henna natural, henna yang palsu atau berwarna hitam kemungkinan mengandung PDD dan hampir 100% mengandung zat pewarna rambut.

*) Tekstur

Henna alami dikemas dalam bentuk bubuk yang dicairkan dengan sejumlah materi alami untuk menghasilkan warna yang kuat dan tahan lama. Sedangkan henna dalam bentuk cair dapat berisik mudah dicampur dengan bahan kimia berbahaya.

*) Bahan pembuat

Henna natural atau fresh dibuat menggunakan bahan herbal seperti b ubuk henna (lawsonia inermis) diracik dengan air perasan jeruk lemon, essensial oil (minyak lavender, messo), dan gula. Berbeda dengan henna yang berisiko menyebabkan alergi biasanya terbuat dari campuran bahan kimia seperti gel dengan komposisi henna natural lebih sedikit atau mungkin tidak ada sama sekali kemudian dicampur dengan pewarna kimia.

*) Bau

Selain warna dan teksturna, henna yang natural juga bisa diketahui dari baunya. Henna yang alami atau natural, baunya menyeripai jamu, herbal, potongan rumput, atau sejenisnya. Jika baunya menyerupai bahan kimai yang menyengat dan tidak enak, maka bisa dipastikan bahwa henna tersebut palsi dan berbahaya.

*) Jangka waktu henna mengering

Henna alami memerlukan waktu yang lama untuk bisa mengering, sekitar 6-8 jam. Warnanya pun akan semakin terang dan tahan lama sampai mencapai 10 hari. Sedangakn henna yang berbahan kimia akan cepat mengering, dan warna yang dihasilkan akan langsung keluar dalam hitungan menit.

*) Warna yang dihasilkan

Setelah henna alami kering dan rontok, maka akan tersisa warna orange-kuning di kulit. Warna ini akan berubah semakin gelap (beroksidasi) menjadi reddish-brown (coklat kemerahan) dalam waktu 48 jam. Warna akhir ini tergantung pada sifat kimia di kulit/tubuh pengguna, beda orang bisa beda pula level warnanya. Sedangkan warna dari henna yang mengadnung bahan kimia akan tetap berwarna hitam, baik ketika diaplikasikan ataupun setelah rontok.

*) Tes kepekaan kulit

Ini penting dilakukan sebelum menggunakan henna. Pasalnya dengan melakukan tes kulit ini kita bisa mengetahui apakah henna yang akan digunakan menimbulkan reaksi alergi atau tidak. Caranya, tempelkan sedikit henna pada kulit belakang telinga atau tangan. Tunggu samapi 30 menit sampai kering. Lihat reaksinya, jika tidak menimbulkan gejala apapun, maka henna ini aman untuk digunakan. Namun, jika menimbulkan reaksi iritasi atau alergi, gatal-gatal, atau kulit memerah, maka hentikan penggunaan.

 

Artikel terkait :

Pengobatan Alergi Henna
Cara Aman Menggunakan Henna Agar Tak Sebabkan Alergi

Cara Aman Menggunakan Henna Agar Tak Sebabkan Alergi

Cara Aman Menggunakan Henna Agar Tak Sebabkan Alergi,- Bagi sebagian orang, tato merupakan seni yang indah yang ada di bagian tubuh. Risiko rasa sakit dan jaminan kesehatan pada tato permanen membuat sebagian orang lebih memilih untuk menggunakna tato temporer dengan cara pembuatan yang tidak sakit dan aman. Dan henna merupakan salah satu cara untuk membuat tato temporer yang cukup banyak dipilih.

Henna biasanya digunakan untuk mempercantik kulit, terutama dibagian tangan. Henna sendiri merupakan tumbuhan alami yang tidak berbahaya dan sudah sering digunakan sejak zaman Mesir Kuno sebagai bahan kosmetik. Henna juga sering digunakan oleh wanita India di acara khusus seperti pernikahan.

Serbuk dari tumbuhan henna tersebut umumnya berwarna hijau dan akan berubah menjadi merah kecoklatan ketika dicampur dengan air. Sampai tahap ini, henna terbilang aman untuk digunakan. Namun, luka bakar yang dialami oleh anak perempuan usia 7 tahun asal Inggris akibat penggunaan henna sempat membuat penggunanya trauma. Banyak yang bertanya-tanya, benarkah henna memiliki efek samping yang berbahaya ?

Menurut konsultan National Skin Centre Singapura, Dr Suzanne Cheng, persepsi tentang henna selama ini salah. Banyak orang yang menganggap henna itu alami dan organik, maka pasti aman. Namun, mereka tidak menyadar bahwa pengertian itu hanya berlaku bagi henna asli.

Henna asli berasal dari tanaman yang ketika dihancurkan akan menghasilkan warna kejingga-jinggaan pada kulit. Henna ini umumnya tidak akan menimbulkan kerusakan atau dampak pada kulit. Kecuali jika dicampur dengan PPD (paraphenylene-diamine) untuk menghasilkan warna coklat tua atau hitam dan agar henna lebih cepat kering.

PPD sendiri sudah familiar digunakan pada campuran produk cat rambut. Sifatnya biasanya tidak berbahaya, namun bisa menyebabkan alergi bagi beberapa orang. Mereka yang alergi dengan PPD akan mengalami kemerahan pada kulit hingga menimbulkan gatal atau melepuh dalam waktu 24-48 jam bagi mereka yang berkulit sensitif. Kemerahan ini bisa bertahan hingga 2 minggu bahkan pada beberapa kasus, bekasnya baru akan menghilang beberapa bulan setelah henna dibersihkan.

Kondisi alergi henna ini bisa menjadi lebih berat jika penderita menggunakan jenis henna pabrikan kecil yang sering diproduksi dengan menambahkan sejumlah senyawa minyak pelarut yang ternyata akan membuat penderita memiliuki banyak agen alergi.

Agar Anda bisa terhindar dari alergi henna, sebaiknya pastikan terlebih dahulu produk henna yang Anda gunakan tidak mengandung PDD. Agar lebih aman, apliaksikan sedikit henna pada tangamn bagian dalam, atau dibelakang telinga, atau di samping leher selama 48-72 jam. Jika timbul reaksi berupa kemerahan, bersisik, atau gatal selama 72 jam, maka kemungkinan Anda alergi dengan produk tersebut.

Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi gejala alergi henna, salah satunya yaitu dengan mengoleskan salep kortisol pada area yang terkena iritasi. Akan lebih baik jika segera diatasi dengan salep kortisol tepat ketika rasa gatal mulai muncul dan tanda merah mulai timbul untuk mencegah agar kulit tidak semakin teriritasi.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan obat alergi henna yang telah diresepka dokter ataupun memanfaatkan bahan alami yang direkomendasikan untuk membantu meredakan inflamasi atau gejala alergi henna yang timbul.

Lukisan henna memang menarik dan memikat, namun Anda harus tetap waspada terhadap risiko yang mungkin terjadi. Pastikan Anda melakukan uji alergi sebelum menggunakan jenis henna pabrikan. Ini dapat membantu Anda terhindar dari alergi henna, dan penampilan yang menarik pun tidak akan terganggu karena alergi kulit.

Cara Mencegah Alergi Sebelum Kambuh Menurut Ilmuwan

Cara Mencegah Alergi Sebelum Kambuh Menurut Ilmuwan,- Bagi penderita alergi, tentu harus menghindari berbagai faktor yang bisa memicu timbulnya reaksi alergi. Ketika tubuh menunjukkan gejala alergi, seperti akibat debu atau makanan tertentu, itu akan menjadi hal yang sangat menyebalkan.

Hal inilah yang memicu penelitian asal Universitas Aarhus, Denmark untuk menghentikan reaksi alergi yang umum terjadi. Melalui hasil penelitian yang diterbitkan di Nature Communications, tim peneliti menemukan bahwa antibodi bisa menjadi jawabannya.

Mereka menyebutkan jika antibodi dapat mencegah alergi sebelum hal tersebut menyebar lebih luas. Peneliti berharap ini bisa mengubah hidup banyak orang.

Sebelum menemukan kesimpulan tersebut, peneliti telah mempelajari antibodi alergi manusia (IgE) yang menempel pada sel. IgE merupakan penyebab alergi karena memicu produksi histamin yang merupakan inti dari reaksi alergi. Para peneliti melihat mekanisme biokimia yang menghubungkan IgE dengan sel efektor (sel yang menanggapi rangsangan) dan menemukan bahwa antibodi lain dapat menggantikan posisi IgE yang menempel dalam kondisi tertentu.

Ketika tes laboratorium, peneliti menggunakan sampel darah pasien yang alergi terhadap serbuk racun serangga. Kemudian mereka memulai reaksi alergi sambil memberikan antibodi lain. Dalam 15 menit, antibodi ini berhasil mencegah interaksi antara molekul alergi dan sel imun.

“Begitu IgE pada sel kekebalan tubuh dapat dihilangkan, tidak masalah tubuh menghasilkan jutaan molekul IgE alergen. Asal kita bisa menghilangkan pemicu, reaksi alergi dan gejalanya tidak akan terjadi,” kata Profesor Edzard Spillner dilansir dari IFL Science

Para peneliti percaya cara ini juga dapat diterapkan pada jenis alergi lainnya. Menariknya, peneliti menemukan bahwa antibodi lain ini berukuran lebih kecil dari antibodi yang saat ini digunakan dalam pengobatan alergi.

Menurut rekan peneliti Edzard Spillner, ini merupakan antibodi domain tunggal yang mudah diproduksi dengan menggunakan mikroorganisme saja. Antibodi ini sangat stabil dan bisa menjadi peluang baru untuk digunakan pasien.

Mereka menambahkan penggunaan antibodi tidak harus disuntikkan, tetapi juga bisa ditelan atau dihidurp yang lebih mudah dilakukan penderita alergi. Meskipun demikian, percobaan lanjutan masih perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pendekatan tersebut efektif dan aman bagi manusia.

Cara Alternatif Mengatasi Alergi dengan Pengobatan Mandiri

Cara Alternatif Mengatasi Alergi dengan Pengobatan Mandiri,- Alergi bisa terjadi pada siapapun dan kapanpun. Alergi yang timbul bisa berupa bersin-bersin, mata berair, batuk, sulit bernapas, ataupun gatal-gatal. Kondisi alergi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal dan tidak bisa dihindari jika Anda belum menemukan penyebabnya, seperti dingin atau debu. Untuk menghindarinya, maka Anda perlu mengetahui dan menghindari penyebabnya.

Tapi, bagaimana jika penyebab alergi sulit dihindari dan sudah terlanjur mengalami alergi ?

Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan pengobatan sendiri atau bisa disebut juga dengan pengobatan mandiri atau swamedikasi. Swamedikasi adalah cara mengatasi alergi dengan cara mengobati diri sendiri terhadap keluhan-keluhan dan penyakti ringan yang sering dialami masyarakan.

Pemilihan obat untuk swamedikasi disesuaikan gejala dengan keluhan dan penyakit yang dialami. Pilihan obat alergi untuk swamedikasi yang bisa digunakan yaitu diantaranya CTM (chlorpheniramine maleat) dan diphenhydramine, yang termasuk obat bebas dan obat bebas terbatas yang bisa dibeli di supermarket, toko obat, ataupun apotek. Namun, untuk pengobatan mandiri untuk mengatasi alergi dengan menggunakan Cetirizine, Anda bisa membelinya secara ebas di apotek namun dengan syarat tertentu.

Perlu diketahui, menurut SK Menkes No, 1176 tahun 1999, Cetirizine hanya bisa dibeli bebas di apotek jika merupakan pengulangan dari resep dokter, dan terbatas hanay 10 tablet. Sedangkan untuk obat jenis Loratadine, Anda tidak dapat membelinya secara bebas di apotek kecuali dengan resep dokter.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menggunakan Obat untuk Pengobatan Mandiri

Setelah mengetahui jenis obat apa saja yang bisa digunakan untuk pengobatan swamedikasi, juga terdapat beberapa hal yang perlu diketahui dalam menggunakan obat-obatan ini, diantaranya :

  1. Perhatikan kondisi khusus seperti sedang hamil atau menyusui, akan memberikan obat alergi ini pada bayi, seorang lansia, penderita diabetes, hipertensi, dan penyakit kronis lainnya, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui dosis yang tepat.
  2. Pertimbangan pengalaman alergi pada obat tertentu (jika ada).
  3. Hindari dosis melebihi yang dianjurkan, selalu lihat kembali dosis yang diperlukan.
  4. Hindari penggunaan bersama dengan minuman beralkohol atau obat tidur.
  5. Selalu perhatikan nama obat, zat berkhasiat, kegunaan, cara penggunaan, efek samping, dan interaksi obat yang dapat dibaca pada etiket atau brosur.

Hal utama yang perlu diperhatikan mengenai cara mengatasi alergi dengan pengobatan mandiri dengan anti alergi adalah kebanyakan obat anti alergi menyebabkan kantuk. Pada kondisi tertentu ini dapat menjadi efek samping yang positif karena akan membantu mengistirahatkan tubuh. Namun, jika harus tetap beraktivitas setelah minum obat, maka sangat disarankan untuk tidak mengemudi, mengoperasikan alat berat, ataupun melakukan pekerjaan yang memerlukan konsentrasi penuh karena bisa menimbulkan bahaya.

Jika Anda tidak mengharapkan adanya efek tersebut, terdapat obat anti alergi generai terbaru yang memiliki efek mengantuk yang minumal bahkan tidak ada sama sekali. salah satunya Loratadine. Namun, obat tersebut hanya bisa dibeli dengan resep dokter.

Baca juga : Solusi Obat Herbal Ruam di Wajah Karena Alergi

Cara Tepat Menolong Lansia Ketika Mengalami Alergi

Cara Tepat Menolong Lansia Ketika Mengalami Alergi,- Alergi merupakan salah satu masalah kesehatan yang bisa dialami oleh siapa saja, tidak terkecuali oleh lansia. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan alergi pada lansia, seperti diantaranya daya tahan tubuh yang menurun, perubahan anatomi tubuh, serta penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat memperparah alergi.

Alergi pada lansia memang sering terjadi. Namun hal ini tidak boleh dianggap sepele, terlebih lagi pada lansia yang memiliki kondisi kekebalan tubuh yang sudah menurun. Karena meskipun terlihat ringan, alergi dapat berakibat fatal jika tidak segera diatasi.

Untuk membantu mengatasinya, berikut ini adalah beberapa cara tepat menolong lansia ketika mengalami alergi yang bisa dilakukan, diantaranya :

Kenali gejala yang sering timbul

Ada bermacam-macam gejala alergi yang sering timbul, mulai dari sesak napas, batuk, gatal pada kulit atau diare. Jadi, jika gejala yang sering timbul sudah tampak, maka sebaiknya segera berikan obat alergi yang biasa dikonsumsi.

Cari tahu penyebabnya

Jika alergi yang dialami lansia baru pertama kali, coba gali lebih dalam mengenai penyebabnya dari orang yang setiap hari merawat dan berada didekatnya. Penyebab alergi yang paling sering adalah debu, udara dingin, dan makanan seperti seafood atau telur. Setelah mengetahui penyebabnya, yang harus dilakukan pertama kali ada menghindarkan penyebab alergi tersebut dari lansia.

Bagi lansia penderita hipertensi yangmengonsumsi obat hipertensi golongan ACE Inhibitor disarankan untuk berhati-hati. Pasalnya obat tersebut memiliki efek samping batuk yang dapat memancing kambuhnya asma.

Sediakan obat yang biasa dikonsumsi

Lansia yang mengidap alergi biasanya sudah memiliki obat khusus yang harus selalu ada di tempat penyimpanan obat. Hati-hati terhadap kombinasi obat yang dikonsumsi tanpa petunjuk dokter. Karena beberapa kombinasi obat bisa menyebabkan dampak yang buruk bagi lansia. Hal ini dikarenakan mulai menurunnya fungsi ginjal di saat usia menua.

Kombinasi obat yang biasanya diberikan saat timbul gejala alergi pada lansia adalah obat antihistamin yang dikombinasikan dengan obat steroid.

Bawa ke dokter jika gejala tidak mereda

Jika pemberian obat antihistamin tidak meredakan gejala yang timbul, maka segera bawa lansia ke dokter untuk penanganan yang lebih lanjut.

Cara Melakukan Tes Alergi Sebelum Mewarnai Rambut

Cara Melakukan Tes Alergi Sebelum Mewarnai Rambut,- Bagi sebagian orang, mewarnai rambut merupakan salah satu pilihan gaya hidup untuk menunjang penampilannya agar terlihat lebih menarik. Namun, sebelum menggunakan pewarna rambut, ada hal yang harus diperhatikan, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.

Tes alergi merupakan salah satu hal yang harus dilakukan sebelum mewarnai rambut untuk mengetahui apakah produk tersebut dapat memicu alergi atau tidak. Hal ini sangat penting dilakukan, mengingat beberapa orang bisa saja mengalami alergi ketika menggunakan cat rambut.

Tes alergi cat rambut ini cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Pertama, oleskan sedikit cat rambut ke bagian bawah telinga. Kemudian diamkan selama 48 jam.

Jika terjadi reaksi gatal ataupun iritasi, maka jangan teruskan penggunaan cat rambut tersebut. Namun, jika Anda tidak mengalami masalah apapun, maka Anda bisa menggunakan cat rambut tersebut.

Lakukan juga hal yang sama dengan produk yang berebda meskipun dalam satu merk yang sama. Terkadang satu merk memiliki beberapa produk, sehingga Anda harus tetap melakukan tes pada setiap produk tersebut.

Untuk menghindari alergi cat rambut, juga disarankan untuk menggunakan produk perawatan rambut yang sudah terpercaya sehingga aman untuk digunakan tanpa menimbulkan alergi pada kulit dan rambut pun tetap sehat.

Selain itu, agar rambut tetap sehat, Anda juga harus melakukan perawatan pada rambut setelah pewarnaan dengan tepat. Anda disarankan untuk mencuci rambut dengan air dingin, dan jika ada, gunakan sampo khusus untuk rambut berwarna.

Selain itu, Anda juga memerlukan perawatan rambut setidaknya satu minggu sekali. Cara termudah untuk melakukan hal ini adalah dengan menggunakan produk creambath di rumah yang kemudian dilapisi dengan handuk hangat.

Terakhir, disarankan untuk menghindarkan rambut dari hal-hal yang berpotensi merusak rambut, seperti terpapar di bawah sinar matahari dan juga berenang.

Baca juga : Kandungan Bahan Kimia Dibalik Cat Rambut dan Risikonya

10 Cara Terbaik Untuk Usir Kutu Kasur atau Tungau

10 Cara Terbaik Untuk Usir Kutu Kasur atau Tungau,- Karena memiliki ukuran yang sangat kecil, maka keberadaan kutu sering kali tidak disadari. Meskipun tidak terlihat, namun efeknya bisa Anda rasakan. Hewan ini biasanya berada di tempat tidur, lemari pakaian, karpet, hingga sofa.

Jika rumah tidak dibersihkan secar rutin, maka tidak menutup kemungkinan kutu ini bisa memenuhi beberapa perabotan rumah Anda, khususnya kasur. Keberadaan kutu kasur ini bisa menimbulkan beberapa gangguan kesehata, seperti salah satunya alergi tungau.

Membersihkan rumah merupakan salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengusir tungau. Berikut ini merupakan 10 cara terbaik untuk usir kutu kasur atau tungau yang bisa Anda lakukan, diantaranya :

*) Jemur kasur

Menjemur kasur merupakan hal sederhana, namun cukup berpengaruh dalam kemnjaga kebersihan kasur. Jemur kasur, bantal, guling, dan selimut dibawah sinar matahari langsung. Sebelum menjemur, sebaiknya pindahkan barang-barang yang ada di kamar agar debu dan tungau tidak menyebar ke tempat lain saat proses penjemuran.

*) Taburkan silika gel

Silika gel bisa digunakan untuk menghilangakn kutu busuk. Pembasmi kutu ini digunakan dengan cara ditabur ke seluruh kamar dan sebagian kasur. Dengan begitu, maka kutu akan menempel pada silika gel dan mati dengan sendirinya.

*) Penguapan

Anda bisa menggunakan ketel listrik dan tambahkan selang kecil kemudian uapkan se sepanjang jahitan kasur. Bersihkan juga ke sela-sela kasur hingga tempat tidur. Usahakan agar semua sudut mendapatkan uap panas.

*) Cuci dengan air panas

Campurkan air panas dengan sabun bakteri, kemudian bersihkan kasur, bantal, dan guling. Keringkan di bawah sinar matahari langsung.

*) Garam

Campurkan garam dan air kemudian masukkan ke botol semprot. Semprotkan cairan tersebut ke kasur dan area lain yang menjadi sarang tungau. Campuran ini cukup sederhana dan tentu bisa dengan mudah dibuat di rumah.

*) Minyak tanah dan kapur barus

Campurkan minyak tanah dan kapur barus kemudian semprotkan ke area-area yang menjadi sarang tungau atau kutu busuk. Campuran ini ampuh untuk membunuh kutu kasur dan sangat praktik karena terbuat dari bahan yang mudah didapat.

*) Insektisida

Anda juga bisa memanfaatkan obat pembasmi nyamuk untuk menghilangkan kutu di kasur. Pilihlah insektisida dengan racun yang tidak terlalu keras. Membasmi kutu dengan cara ini cukup praktis. Anda bisa melakukan penyemprotan ini hingga telur kutu menetas.

*) Kulit durian

Setelah menikmati durian, sebaiknya jangan buang dulu kulitnya. Pasalnya, kulit durian ini juga bisa digunakan untuk membasmi kutu busuk kasur. Bau menyengat dari kulit durian bisa membantu menghilangkan tungau. Caranya cukup mudah, Anda bisa langsung meletakkan kulit durian di sarang kutu kasur.

*) Lilin

Jika Anda memiliki lilin di rumah, maka bisa digunakan untuk menghilangkan kutu kasur. Cukup teteskan cairan lilin yang dibakar ke celah tempat kutu kasur. Untuk takarannya, bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan area kasur. Cara alami ini dirasa cukup efektif untuk membasmi kutu.

*) Cuka

Cuka merupakan salah satu bahan uang cukup multifungsi. Cukup semprotkan cuka ke tempat bersarangnya kutu kasur. Maka kutu dan telurkan akan cepat mati. Untuk bahan yang satu ini, Anda tidak perlu mencapurnya dengan air.

 

Artikel terkait :

Obat Alergi Tungau Debu
Hal yang Perlu Dilakukan Jika Ingin Bebas Alergi Tungau
Langkah Efektif Bebaskan Rumah dari Debu
Meningkatkan Kualitas Udara di Rumah Bantu Cegah Alergi

Aturan Memilih Makeup yang Aman Bagi Penderita Alergi

Aturan Memilih Makeup yang Aman Bagi Penderita Alergi,- Kosmetik atau makeup menjadi salah satu hal yang dapat membantu mempercantik diri, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri, terutama bagi wanita. Namun, pagi penderita alergi dan kulit sensitif, penggunaan makeup ini justru dapat menimbulkan masalah.

Walaupun begitu, bukan berarti Anda tidak bisa menggunakan makeup sama sekali. Agar kulit tetap cantik dan terhindari dari alergi, berikut ini beberapa aturan memilih makeup yang aman bagi penderita alergi.

Bagi mereka yang memiliki alergi, sebaiknya memulai riasan dengan membubuhkan pembersihan dan pelembab wajah. Selanjutkan lapisi wajah dengan foundation tipis.

Setelah itu, usapkan bronzer di bawah tulang pipi, tulang hidung, dan di tepian luar dahi, untuk membuat kulit bersinar seketika. Namuh, jika Anda takut menimbulkan risiko, sebaiknya terapkan kontur di kedua sisi hidung saja.

Penderita alergi paling sulit untuk menerapkan riasan mata, karena bagian tersebut akan sangat mudah berair dan berubah kemerahan. Untuk mengatasi hal tersebut, belilah produk riasan mata yang telah diuji secara oftalmologis.

Usahakan untuk menghindari produk yang tidak teruji, karena dapat berpotensi merugikan kulit wajah. Pengujian secara sederhana bisa dilakukan dengan mengoleskan produk pada kulit t angan. Jika tidak menimbulkan reaksi seperti gatal atau memerah, maka produk tersebut aman untuk digunakan.

Artikel terkait :

Cara Mengatasi Alergi Kosmetik
Penyakit Alergi Kosmetik pada Wajah

Selain itu, penderita alergi juga harus menghindari penggunaan tisu dan kuas rias. Pasalnya, keduanya akan menimbulkan reaksi pada kulit. Ganti kedua alat tersebut dengan menggunakan saputangan katun atau sutra, bahkan Anda juga bisa memanfaatkan jari tangan yang sebelumnya telah dibersihkan. Oleskan makeup secara pelan-pelan pada area wajah sensitif.

Sedangkan lingkaran gelap di sekitar mata, biasanya terjadi karena kecenderungan alergi. Maka dari itu diperlukan krim mata yang berkualitas untuk menyembuhkannya. Gunakan krim mata tersebut secara rutin sebelum tidur, sampai kulit di area tersebut kembali cerah. Pilihlah krim mata yang menganduung asam hyaluronic untuk menghindari kulit, serta akan mempengaruhi melanin.

Penderita alergi kulit tidak bisa berbagi produk kecantikan dengan orang lain. Jadi, sebaiknya jangan meminjamkan produk kecantikan Anda kepada orang lain karena akan bertindak sebagai pembawa bakyeri.

Perlu diperhatikan, pilihlah serbuk yang tidak mengandung mika, agar tidak menimbulkan reaktan pada alergi kulit. Pastikan juga untuk memilih foundation bebas mika agar terlindungi dan bebas alergi.

Tips Mengatasi Alergi pada Kulit dengan Bahan Alami

Tips Mengatasi Alergi pada Kulit dengan Bahan Alami,- Gatal, ruam, atau kulit yang kemerahan seringkali dianggap sepele oleh para penderitanya, karena dianggap akan segera sembuh dengan sendirinya. Padahal, gatal yang timbul pada kulit ini bisa menjadi berbahaya jika tidak ditangani dengan segera.

Selain itu, kemerahan pada kulit, gatal, dan ruam yang timbul juga bisa maenjadi salah satu gejala yang menunjukkan alergi kulit. Alergi bisa mempengaruhi setiap bagian dari tubuh, termasuk kulit. Alergi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kosmestik, atau makanan tertentu.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda tidak perlu khawatir. Berikut ini merupakan beberapa tips mengatasi alergi pada kulit dengan bahan alami yang bisa dilakukan, yaitu :

Kompres

Gatal dan bengkak merupakan gejala yang paling tidak nyaman. Cara terbaik untuk mengatasinya yaitu dengan menerapkan kompres dingin pada daerah yang terkena. Tempatkan 3-4 es batu dalam kantong plastik dan letakkan pada kulit. Ulangi pengobatan ini 3-4 kali sehari untuk memfasilitasi penyembuhan cepat. Anda juga bisa mencelupkan saputangan katun dalam mangkuk air dingin dan letakkan di daerah yang terkena.

Minyak zaitun

Minyak zaitun merupakan pelembab alami yang kaya aka kandungan vitamin E dan antioksidan, yang mempromosikan penyembuhan dan pembaharuan kulit. Campurkan madu ke dalam mangkuk minyak zaitun dan terapkan campuran tersebut pada ruam secara langsung untuk mencegah gatal-gatal.

Lemon

Lemon memiliki kandungan vitamin C yang bersifat pemutihan juga, membuatnya menjadi salah satu solusi alami terbaik untuk mengatasi masalah pada kulit. Untuk mendapatkan manfaatnya, cukup dengan menerapkan jus lemon pada daerah yang terkan dan biarkan hingga kering. Mungkin pada awalnya akan terasa sensasi seperti terbakar, namun lemon akan menyembuhkan gatal dengan cepat. Jangan lupa untuk membilasnya dengan air.

Artikel terkait :

Obat Alergi Sabun pada Kulit
Obat Alergi Kulit Gatal Berair
Cara Mengobati Alergi Kulit

Lidah buaya

Lidah buaya memiliki manfaat yang menakjubkan untuk kesehatan, yaitu salah satunya bersifat antiinflamasi, antibakteri, dan antijamur. Menggunakan lidah buaya secara teratur bisa membantu penyembuhan dan mengurangi kemerahan ruam yang timbul pada kulit. Caranya yaitu ambil gel ekstrak lidah buaya segar dari daun tanaman dan aplikasikan pada daerah yang terkena alergi secara langsung. Biarkan selama kurang lebih 30 menit dan cuci dengan air bersih. Ulangi perawatan ini 3 kali sehari untuk menghilangkan alergi kulit sepenuhnya.

Daun mint

Daun miny bisa dimanfaatkan untuk mengurangi pembengkakan dan menenangkan sensasi terbakar. Cara terbaik untuk mendapatkan manfaatnya yaitu Anda hanya perlu menghancurkan daun segar dengan cara ditumbuk. Kemudian terapkan daun yang telah halus pada kulit. Diamkan selama 30 menit dan bilas.

Baking soda

Baking soda dapat membantu mempercepat proses penyembuhan dengan menenangkan peradangan yang terkait dengan alergi. Tambahkan satu sendok baking soda kedalam 3 sendok air dan aduk rata. Oleskan campuran ini pada kulit yang terkena dan biarkan selama 15 menit. Lakukan ini sekali dalam sehari. Pilihan lain yaitu dengan mencampurkan baking soda dalam minyak kelapa dan menerapkan campuran ini ke kulit selama 5 menit. Ulangi ini dua kali sehari untuk mengobati alergi kulit secara alami.

Cara Mengatasi Reaksi Alergi Akibat Tanaman Beracun

Cara Mengatasi Reaksi Alergi Akibat Tanaman Beracun,- Mengalami gatal-gatal setelah bersentuhan dengan tanaman tertentu atau getah tanaman beracun mungkin merupakan reaksi yang umum. Seseorang yang terpapar urushiol dari tanaman beracun genus Toxicodendron seperti poison oak, sumac, maupun posion ivy atau jetang, biasanya akan maerasakan timbulnya reaksi alergi dalam 12 jam hingga 3 hari, bahkan satu minggu setelahnya.

Selain ruam kulit yang berwarna kemerahan dan gatal, kulit juga bisa melepuh dan membengkak. Iritasi ataupun reaksi alergi tidak terhadi pada orang lain yang menyentuh ruam pada kulit penderita. Reaksi alergi ini juga dikenal dengan istilah Toxicodendron dermatitis, yaitu sejenis dermatitis kontak karena terpapar tanaman genus Toxicodendron.

Bagi Anda yang baru pertama kali terkena urushiol, mungkin reaksi alerginya tidak akan langsung terlihat. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang masih menyesuaikan mekanisme pertahanannya terhadap sumber alergi baru. Namun, reaksi dapat langsung timbul ketika Anda terkena minyak ini kembali. Kendati demikian, risiko timbulnya reaksi alergi akan lebih kecil jika Anda sudah pernah terpapar kandungan urushiol pada tanaman beracun sejak kecil.

Selain menimbulkan reaksi pada kulit, zat beracun urushiol ini juga bisa menimbulkan reaksi jika terkena mata, jalan napas termasuk paru-paru melalui asap dari tanaman yang dibakar, dan organ pencernaan jika mengonsumsi tanaman herba yang mengandung zat tersebut. Jika terpapar pada tubuh dan menimbulkan alergi berat syok anafilaktik, gatal-gatal berat, atau sesak napas, maka Anda perlu segera mendapat pertolongan medis karena kondisi tersebut merupakan kondisi yang berpotensi mengancam nyawa.

Cara Mengatasi Reaksi Alergi Akibat Tanaman Beracun

Selain paparah langsung minyak urushiol, Anda juga bisa terkena alergi jika urushiol tertiup angin dan menempel pada kulit, bulu binatang, alat berkebun, ataupun perkakas lain yang disentuh. Hindari menyentuh atau menggaruk ruam jika Anda terkena urushiol atau mengalami ruam akibat bersentuhan dengan tanaman racun.

Segera bersihkan area yang terkena tanaman beracun dengan air hangat selama 20-30 menit. Hal ini bertujuan untuk memastikan berkurangnya sisa minyak urushiol. Anda bisa menggunakan sabun untuk membersihkan area tersebut, serta disarankan untuk membersihkan area di bawah kuku agar tidak ada sisa minyak urushiol yang menempel. Selain itu, cuci juga paklaian yang Anda gunakan ketika berada di sekitar area tanaman beracun. Bagi yang sering terpapar dengan tanaman-tanaman beracun tersebut, gunakanlah alat pelindung diri yang baik agar meminimalisir risiko terpapar zat racun.

Biasanya reaksi ini bisa dialami selama 1 hingga 3 minggu dan tidak memerlukan penanganan atau obat alergi khusus. Selama proses penyembuhan berlangsung, Anda bisa mengurangi rasa gatal dengan meletakkan kompres dingin di area alergi. Untuk reaksi alergi yang lebih serius, dokter mungkin akan memberikan losion calamine, antihistamin, pereda rasa sakit, kortikostiroid oral atau salep jika realsi alergi cukup berat, hingga antibiotik jika terdapat infeksi.

Tanda infeksi kulit yang mungkin timbul diantaranya yaitu jika terdapat nanah pada kulit, bisul, atau kerak berwarna kekuningan karena nanah yang mengering. Namun, perlu diingat bahwa obat-obatan antihistamin tertentu dapat menyebabkan efek samping mengantuk.

Jika kondisi tidak kunjung membaik atau mengalami reaksi alergi berat, seperti susah bernapas, sulit menelan, wajah membengkak, ruam yang meluas atau adanya tanda infeksi seperti demam dan timbul nanah pada kulit, segeralah berobat ke dokter atau unit gawat darurat. Meskipun sangat jarang terjadi, pada penderita alergi tanaman beracun yang parah, dapat terjadi reaksi anafilaksis yang bisa berujung pada kematian jika tidak segera ditangani di rumah sakit.