3 Tanda Penting yang Harus Diwaspadai saat Terkena Alergi

3 Tanda Penting yang Harus Diwaspadai saat Terkena Alergi,- Alergi menjadi salah satu gangguan kesehatan yang umum dialami oleh hampir semua orang. Gejala alergi seringkali menyerupai penyakit lain, sehingga terkadang membuat kita tidak sadar untuk mencegah dan mengobati reaksi alergi dengan benar.

Setiap orang memiliki alergi yang berbeda-beda, bahkan reaksi yang tombul pun juga berbeda. Sangat penting untuk kita mengetahui tanda-tanda alergi, agar tepat waktu dalam mengobatinya. Untuk itu, berikut ini kami berikan informasi seputar 3 tanda penting yang harus diwaspadai saat terkena alergi, diantaranya :

Ruam pada kulit

Ruam menjadi salah satu gejala alergi yang sangat mudah untuk dikenali. Ruam ini biasanya berbentuk seperti bekas gigitan nyamuk. Perlu diingat, beberapa orang bisa merasa alergi akan gigitan nyamuk. Namun, ruam kulit ini juga bisa disebabkan karena alergi pada detergen yang Anda gunakan.

Gejala menyerupai pilek

Jika tiba-tiba Anda batuk secara terus-menerus, bisa jadi itu merupakan tanda dari alergi. Pada penyakit pilek, batuk yang dirasakan biasanya disertai dengan tenggorokan sakit dan bengkak. Jika Anda tidak merasakan tanda tersebut, maka bisa jadi batuk yang dialami termasuk salah satu gejala alergi.

Mata terasa gatal dan kelopak mata bengkak

Ini juga termasuk salah satu dari 3 tanda penting yang harus diwaspadai saat alergi. Gejala ini seringkali dijumpai dan biasanya mata akan terasa lebih berair dan gatal. Gejala ini timbul pada mereka yang alergi serbuk bunga atau bulu binatang.

Pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, salah satunya kelopak mata juga menjadi tanda alergi. Biasanya gejala ini timbul karena alergi terhadap makanan tertentu.

Jika terus dibiarkan, gejala alergi ini tentu bisa berakibat fatal. Maka dari itu, jangan menganggap remeh gejala alergi, karena ini merupakan tanda bahwa tubuh mengalami reaksi gangguan kesehatan.

Jika Anda telah mengetahui zat yang menyebabkan timbulnya alergi, maka sebaiknya selalu hindari zat tersebut dan jangan lupa untuk selalu minum obat alergi (antihistamin) jika gejala timbul. Jika reaksi alergi terjadi lebih dari sekali dalam seminggu, bahkan tidak kunjung sembuh setelah minum obat antihistamin, maka Anda bisa langsung segera memeriksakan diri ke dokter.

Penyakit Alergi Kacang

alergi kacang tanahpengobatanalergi.com,- Reaski alergi dapat terjadi ketika sistem imun tubuh bereaksi negatif terhadap alergen yang terdapat didalam makanan tertentu, obat-obatan, dan sebagainya. Kacang merupakan salah satu makanan yang paling umum ditemukan sebagai penyebab alergi selain susu, udang, dll. Kacang merupakan makanan yang banyak digemari, terutama anak-anak. Kacang sering kali hadir sebagai pelengkap suatu makanan atau dikonsumsi sebagai cemilan. Terdapat banyak produk yang terbuat dari bahan dasar kacang, namun tidak semua orang bisa menikmatinya. Banyak dari mereka yang mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi kacang atau makanan yang mengandung kacang. Reaski alergi yang dirasakan diantaranya adalah gatal-gatal dikulit yang disertai dengan rasa pusing dikepala dan yang paling parah adalah terjadinya kematian.

Besarnya tingkat kematian yang diakibatkan karena penyakit alergi kacang membuat beberapa ilmuwan melakukan penelitian mengenai alergi kacang ini. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada beberapa anak yang mengalami alergi kacang menyebutkan bahwa satu dari lima anak penderita alergi kacnag memiliki cacat Filaggrin. Mereka yang memiliki cacat Filaggrin tiga kali lebih beresiko mengidap alergi kacang daripada orang denga Fillagrin normal. Gen Fillagrin membantu membangun hambatan dalam kulit untuk melindungi tubuh terhadap iritasi dan alergi. Berdasarkan hasil penelitian para ilmuwan tersebut, cacat genetik pada gen Fillagrin dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya. Selain itu juga perubahan lingkungan dan eksposur terhadap kacang dianggap telah bertanggung jawab untuk kenaikan alergi kacang.

Selain faktor genetik, alergi terhadap kacang juga dapat terjadi oleh adanya perubahan lingkungan dan seberapa besar orang tersebut terpapar oleh kacang, artinya semakin banyak orang tersebut mengonsumsi kacang atau makanan dengan berbahan dasar kacang maka semakin besar pula resiko untuk mengalami alergi kacang.

Penyebab Dan Gejala Penyakit Alergi Kacang

Kedelai-ProdukPenyebab dari penyakit alergi kacang belum diketahui kepasatiannya. Kacang dapat menyebabkan alergi karena kacang mengandung 19 protein, salah satunya adalah arachin yang dikenal sebagai pencetus alergi nomor satu. Selain di goreng, direbus dan di kukus, kacang juga dapat digunakan sebagai bahan makanan seperti menjadi bahan baku tempe, tahu, kecap, tepung campuran, dan sebagainya. Selain karena mengonsumsi kacang saja yang dapat menimbulkan alergi, menghirup juga bisa menyebabkan timbulnya reaksi terhadap alergi. Hal ini kemungkinan terjadi apabila seseorang terkena partikel udara yang dilepaskan saat mengolah kacang. Namun, tidak ada bukti yang kuat untuk membuktikan bahwa hanya dengan menghirup atau menyentuh kacang seseorang bisa mengalami alergi.

Gejala alergi pada setiap orang pasti berbeda. Reaksi alergi kacang bisa muncul sesaat setelah mengonsumsi kacang atau makanan yang mengandung kacang atau juga muncul dalam jangka waktu satu atau dua jam. Gejala alergi kacang bisa saja hanya ringan, namun pada kasus tertentu bisa juga menjadi parah dan bahkan sampai mengancam jiwa. Berikut beberapa gejala yang mungkin timbul, antaralain :

  • Reaksi kulit seperti gatal-gatal, kemerahan atau pembengkakan
  • Gata-gatal atau kesemutan didalam atau disekitar mulut dan tenggorokan sehingga menyebabkan kesulitan menelan, sesak napas dan jalannya napas tersumbat.
  • Gangguan saluran pncernaan seperti diare, sulit BAB, nyeri perut, mual atau muntah
  • Sesak napas atau mengi
  • Hidung berair atau tersumbat

Dalam kondisi terburuk, alergi dapat menyebabkan anafilaksis, reaksi tiba-tiba yang beerpotensi mrngancam nyawa. Anafilaksis dapat membuat saluran udara membengkak dan penurunan tekanan darah. Akibatnya dapat membuat seseorang kesulitan untuk bernapas dan dapat membuat penderita kehilangan kesadaran. Reaksi alergi kacang bisa sangat parah walaupun hanya mengonsumsi dalam jumlah yang kecil.

Penanganan Alergi Kacang

Hingga saat ini belum terdapat pengobatan yang pasati untuk mengatasi penyakit alergi kacang. Cara mengatasi yang terbaik adalah dengan menghindari kacang itu sendiri. Untuk mengendalikan penyakit alergi akibat dari mengonsumsi kacang, jauhi makanan yang telah terkontaminasi oleh kacang. Keterangan pada kemasan seperti “May contain nuts”, “Prodoced on shared equipment with nuts or peanuts”, atau “Produce in a facility that also processes nuts” menunjukkanproduk tersebut mengandung atau terkontaminasi oleh kacang. Nutrisi dari kacang dapat diganti dengan makanan lain seperti beras, jagung dan gandum.

Apabila Anda mendapati gejala yang semakin parah, segeralah lakukan pemeriksaan kepada dokter spesialis alergi untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan berkonsultasilah untuk mengetahui lebih jelas mengenai alergi dan gejala yang sedang dialami.

Penyakit Alergi Pada Ibu Hamil

alergi pada ibu hamilpengobatanalergi.com,- Bukan hanya bayi yang rawan terkena penyakit alergi, ternyata ibu hamil juga bisa terkena alergi. Sejumlah dokter ahli alergi menyatakan bahwa alergi sang ibulah yang biasanya menurun pada si bayi. Memang alergi tidak dapat hilang 100%, tetapi ibu dapat mengontrolnya sehingga bisa tetap beraktifitas seperti biasanya tanpa harus terganggu oleh alergi. Saat ibu hamil, ibu akan merasakan tubuh menjadi lebih sensitif terhadap makanan tertentu atau jenis alergi lainnya. Terjadinya reaksi alergi pada ibu hamil dipengaruhi oleh meningkatnya hormon progesteron dan menurunnya sistem kekbalan tubuh. Sehingga kondisi tersebut menyebabkan ibu hamil menjadi lebih rentan terhadap virus atau penyebab penyakit lainnya, termasuk alergi.

Untuk mengatasi alergi ketika hamil, cara terbaik yang dapat ibu lakukan adalah dengan mengenali apa yang menjadi pemicu alergi tersebut dan menghindarinya. Jika makanan tertentu yang menjadi pemicunya, maka ibu harus menghindari makanan tersebut. Gunakan masker saat keluar rumah dan bersihkan lingkungan rumah, baik didalam maupun diluar semaksimal mungkin jika ibu merasa debu yang menjadi penyebabnya.

Beberapa gejala alergi yang mungkin timbul adalah sebagai berikut :

  • Terganggunya sistem pernapasan seperti timbulnya batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit telinga, sampai suara serak.
  • Terganggunya sistem pencernaan yang dapat menimbulkan nyeri diperut, diare, sulit buang air besar, kembung, dan sering buang gas.
  • Terganggunya kesehatan kulit ditandai dengan kulit gatal, kulit memerah disetai bintik-bintik, kulit menebal, hingga bibir menjadi bengkak.
  • Terganggunya fungsi mata yang terlihat secara langsung seperti mata gatal, merah, berair dan belekan, terdapat warna kehitaman dibawah mata, dan bintitan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir alergi terhadap ibu hamil, yaitu :

Mengenali jenis alergen

nri824-f2Alergen atau penyebab alergi dapat masuk kedalam tubuh melalui pernapasan (seperti debu kasur, bantal, karepet, dll), saluran pencernaan (makanan), atua menempel pada kulit (misalnya kosmetik). Masuknya alergen tersebut akan langsung merangsang reaksi yang menyimpang dari tubuh. Bila penyebab alergi telah diketahui, misalnya udang, kepiting, atau kacang-kacangan, maka hindari makanan tersebut. Bila penyebabnya belum diketahui secara pasti, sebaiknya amati terlebih dahulu apakah karena faktor debu, cuaca, atau yang lainnya. Alergi pada ibu hamil tidak akan timbul jika tidak dipicu oleh pencetus alergi, sebaiknya lakukan tindakan pencegahan untuk mencegah timbulnya alergi. Pola hidup sehat menjadi langkah terbaik untuk mengatasi alergi pada ibu hamil.

Konsultasi Ke Dokter

Apabila reaksi alergi tidak hilang, maka sebainya ibu segera berkonsultasi dengan dokter kandungan atau dokter spesialis alergi untuk mengetahui penanganan yang tepat dan tidak menimbulkan efek yang berbahaya pada si janin.

Perhatikan kebersihan

1_1_1-Photokebersihan diri dan lingkungan juga harus diperhatikan. misalnya menjaga kebersihan badan dan tidak menggaruk area kulit yang terasa gatal karena kulit yang terluka dapat dengan mudah dimasuki kuman. Begitu juga dengan kebersihan lingkungan, seperti membersihkan tempat dimana sering terdapat tumpukan debu baik dikamar, lemari, gudang dan sebagainya. Perhatikan juga ventilasi rumah.

Hindari stress

Stress dapat melemahkan imun tubuh dan meningkatkan histamin atau zat pemicu yang dapat memperparah alergi. Oleh sebab itu, stress harus dihindari.

Melakukan Olahraga

berolahraga-ringanStamina tubuh merupakan faktor lain yang perlu dipertehankan selama kehamilan. Melakukan jalan kaki santai diudara yang besih dan segar sangat dianjurkan. Pemilihan olahraga ringan seperti berenang dapat dilakukan untuk penderita alergi, terutama dengan gejala asma.

Selain itu, perhatikan juga pantangan ibu hamil, karena bisa saja terjadinya alergi dapat memicu timbulnya stress yang dapat mengganggu kehamilan. Disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda untuk mengetahui perkembangannya.

Semoga informasi penyakit alergi pada ibu hamil diatas dapat bermanfaat.

Penyebab Dan Gejala Alergi

Pengobatan Alergi,- Alergi merupakan suatu  rekasi kepekaan tubuh yang tidak biasa  terhadap sesuatu objek tertentu. Orang-orang  dengan alergi memiliki sisitem kekebalan  tubuh yang bereaksi terhadap suatu zat yang  biasanya tidak berbahaya dilingkungan,  seperti bulu binatang, debu, serbuk sari, dan  lain-lain. Setiap orang memiliki sistem  kekebalan tubuh yang berbeda, sehingga ada  yang sangat sensitif terhadap paktor pemicu  alergi (alergen) tertentu.

Penyebab Alergi

penyebab alergiTerdapat dua faktor yang dapat  menyebabkan alergi, yaitu faktor genetik dan  faktor lingkungan. Resiko alergi  berhubungan dengan sejarah alergi orang  tua. Jika orang tua tidak memiliki alergi,  maka hanya 15% resiko Anda mengidap  alergi. Namun, jika orang tua mengidap  alergi, maka Anda beresiko lebih dari 60%.  Faktor lainnya adalah lingkungan. Reaksi  alergi terjadi ketika terkena suatu alergen.  Semakin besar paparan alergen, maka alergi  akan semakin cepat berkembang. Babarapa  alergen yang sering ditemukan, diantaranya :

  1. Tungau dan debu rumah. Tungau hidup dari  kulit manusia yang terkelupas secara teratur  menjadi debu dalam rumah dan suka hidup  ditempat yang lembab dan hangat, seperti  kasur, selimut, seprai, bantal, dan lain-lain.  Tungau yang terhirup dapat menyebabkan  gejala demam serbuk sari (hay fever)dan  asma. Dan jika terkena kulit dapat  menyebabkan eksim.
    Rumput dan serbuk bunga (pollen). Serbuk  ini jika terkena mata, hidung atau paru-paru  seseorang yang sangat peka, maka dapat  menyebabkan hay fever.
  2. Kulit, bulu, dan ludah binatang. Hampir  semua binatang yang berbulu dapat  menyebabkan alergi. Alergen yang terdapat  pada kerak kulit, bulu, dan ludah binatang  fapat bertahan lama dan sangat mudah  menyebar, sehingga dapat menyerang orang  yang bukan pemilik hewan tersebut.
  3. Makanan. Makanan tertentu, khusunya yang  memiliki kandungan protein dapat  menimbulkan alergi, seperti seafood, susu,  daging, dan lain-lain. Alergi maknan  menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai  dari gejala ringan seperti gatal-gatal dan bibir  bengkak, hingga gejala berat yang dapat  mengancam jiwa.
  4. Obat. Beberapa obat antibiotik dapat memicu  alergi. Biasanya alergi terhadap obat timbul  tidak pada saat pertama kali minum obat  tersebut, tetapi timbul  pada pemakaian  berikutnya.

Selain itu, terdapat faktor lain yang menjadi  pemicu alergi, diantaranya kebiasaan  merokok, polusi, infeksi dan hormon.

Gejala Alergi

Gejala alergi yang terjadi dalam tubuh dapat  dibedakan dari bagian dimana alergi itu  sendiri terjadi. Beberapa bagian tubuh yang  sering dipengaruhi oleh alergi,seperti :

  • gejala alergiSistem pernapasan : Gejala yang timbul  meliputi batuk, pilek, hidung tersumbat,  bersin, sesak napas, mengi suara, mimisan,  sakit telinga, telinga berwarna kemerahan,  tenggorokan gatal, dan suara serak.
  • Sistem pencernaan : Meliputi nyeri perut,  diare, sulit buang air besar, kembung, dan  sering kentut.
  • Kulit : Gejala alergi pada kulit yaitu kulit  terasa gatal, berwarna merah dan bintik- bintik, kulit menebal, eksim, kulit menjadi  kebiruan/hitam, bibir bengkak.
  • Mata : Gejalanya meliputi mata terasa gatal,  mata memerah, berair, mata belekan, warna  kehitaman dibawah mata, dan bintitan.

Dengan mengetahui penyebab dan gejala  alergi , tindakan pencegahan dan pengobatan  dapat dilakukan lebih dini untuk menghindari  gejala yang lebih parah. Jika gejala yang  timbul sudah cukup parah, segera lakukan  pemeriksaan diri ke dokter untuk mengetahui  lebih lanjut gejala dan tindakan tepat yang  harus dilakukan.

Sekian artikel ini saya buat, semoga informasi  penyebab dan gejala alergi tersebut dapat  bermanfaat dan membantu dalam  menciptakan hidup kita yang lebih sehat.

Pengobatan Alergi Susu Sapi Pada Bayi

alergi-susu-600x600Pengobatan Alergi Susu Sapi Pada Bayi,- Tidak sedikit bayi bisa mengalami alergi terhadap susu sapi. Alergi susu dapat  terjadi pada 2-8% bayi.  Sekitar 5-15% dari bayi tersebut memiliki reaksi terhadap protein susu sapi, tetapi tidak semua reaksi tersebut adalah reaksi alergi, misalnya  intoleransi laktosa. Sebuah fakta menuturkan bahwa alergi susu sapi paling banyak terjadi pada usia balita. Padahal, susu merupakan salah satu  sumber gizi yang esensial, terutama bagi balita.

Alergi susu sapi merupakan suatu reaksi ketidak tahanan tubuh terhadap satu atau lebih protein susu. Pada bebrapa anak, mengonsumsi susu  dapat memicu tubuh untuk mengeluarkan reaksi kekbalan tubuh yang tepat terhadap protein-protein didalam susu, sehingga mengakibatkan  suatu reaksi alergi. Selain susu sapi, susu kambing, domba dan kerbau juga dapat memicu reaksi alergi. Reaksi alergi susu sapi dapat timbul  bebrapa menit sampai bebrapa jam setelah mengonsumsi susu sapi. Penyebab dari alergi susu sapi ialah 2 komponen paling penting yang  terdapat didalalm susu sapi, yaitu whey dan casein, keduanya dapat bersifat alergen.

Gejala alergi susu bervariasi, mulai dari gejala ringan hingga gejala yang parah. Gejala alergi dapat berupa sesak napas, muntah, bintik  kemerahan yang didisertai gatal pada kulit serta masalah pada pencernaan.

Gejala alergi susu yang dapat terjadi sesaat setelah mengonsumsi susu, antaralain :

  • Bintik merah yang disertai dengan rasa gatal
  • Napas sesak
  • Muntah

Gejala alergi susu yang muncul dalam jangka waktu yang lama setelah mengkonsumsi susu, yaitu :

  • kotoran encer, dapat pula disertai dengan darah
  • Diare
  • Kram pada perut
  • Batuk atau sesak napas
  • Hidung berair
  • Mata berair
  • Ruam kulit yang gatal, paling sering timbul disekitar mulut
  • Colic pada bayi

Pengobatan Alergi Susu Sapi

Pengobatan alergi susu sapi pada bayi salah satunya yaitu dengan menghindari protein susu secara total. Jika bayi diberi ASI, ibu yang  menyusui harus diberi makanan yang dapat menghilangkan protein pemicu alergi. Jika gejala tidak juga berkurang, bayi abisa diberi susu  formula sebagai pengganti susu yang memberikan nutrisi yang lengkap untuk bayi. Susu pengganti yang dapat digunakan yaitu susu kedelai,  susu beras/tajin, dan susu formula rendah alergi yang mengandung protein terhidrolisa atau bebas asam amino.

Namun, sekitar sebagian  anak-anak yang alergi terhadap susu sapi juga alergi terhadap susu kedelai. Jadi susu kedelai tidak direkomendasikan untuk bayi yang berusia  dibawah 6 bulan. Tapi bisa dicoba pertama sebagai susu alternatif pada bayi yang berusia diatas 6 bulan. Selain itu, bagi ibu yang menyusui  terdapat beberapa makanan yang harus dihindari agar si kecil tidak terkena alergi, seperti susu sapi, telur, kacang tanah, dan seafood, atau  makanan yang berbahan dasar atau mengandung susu sapi.

Pengobatan Alergi Susu Sapi pada Bayi

Dan kini, telah hadir solusi alami yang mampu mengatasi alergi susus sapi pada bayi. QnC Jelly Gamat merupakan obat herbal multikhasiat yang mampu mengatasi alergi susu sapi pada bayi secara alami dan juga efektif. Terbuat dari bahan alami dengan bahan dasar ekstraksi 100% gamat emas dan berbagai bahan alami lainnya, seperti Sweetener Stevia, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, serta Ekstrak Buah dan Sayur menjadikan QnC memiliki kandungan manfaat serta khasiat yang begitu lengkap.

Seperti yang telah kita ketahui gamat emas merupakan salah satu spesies hewan laun yang telah sejak jaman dahulu digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Hal tersebut karena didalamnya terkandung zat serta nutrisi yang sangat lengkap dan ampuh untuk mengobati penyakit secara alami, efektif, dan juga aman tanpa menimbulkan bahaya dan efek ketergantungan pada obat. Manfaat serta khasiat dari teripang emasn ini sudah tidak perlu diraukan lagi. Hewan ini memiliki kandungan yang dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan secara menyeluruh.

Tidak hanya memiliki khasiat dan manfaat yang bagus untuk mengatasi alergi, QnC Jelly Gamat juga merupakan obat herbal yang telah memiliki izin resmi dari DEPKES No: 109321601291-1229. Jadi, Anda tidak perlu khawatir dengan keamanan serta kualitasnya. Maka dari itulah kami merekomendasikan QnC Jelly Gamat sebagai solusi pengobatan alergi susu sapi pada bayi yang efektif dan aman.

Informasi lengkap daftar harga dan cara pemesanan, silahkan KLIK DISINI.

Gejala Alergi Pada Bayi

alergi-gejala pada bayiGejala Alergi Pada Bayi,- Terkadang para orang  tua tidak sadar bahwa bayinya sudah terkena  lergi. Gejala yang hampir sama dengan pilek  seperti hidung meler, ruam pada kulit, sakait  perut atau anak menjadi rewel bisa jadi itu  sebuah pertanda adanya alergi. saat tubuh bayi  terpapar oleh zat pemicu alergi (alergen) yang  terdapat dalam bulu rumah, bulu binatang,  atau makanan tertentu, maka kekebalan  tubuhnya bisa memberikan reaksi yang  berlebihan. Gejala lergi dapat menggangu  semua organ dan sistem tubuh anak. Secara  spesifik, gejala alergi dapat terjadi pada sistem  pencernaan, saluran pernafasan, dan klit, atua  juga dapat terjadi secara simultan diseluruh  tubuh.

Menurut Dr. Widodo Judarawanto, SpA, dari  Allergy Behaviour Clinic Menyatakan bahwa  alergi dipengaruhi oleh 3 hal, yakni faktor  genetik, ketidak matangan  saluran cerna, dan  papran yang dapat menyebabkan alergi itu  sendiri. Seseorang yang memiliki bakat alergi  akan terus menderita alergi sampai dewasa.  Walaupun demikian, manifestasi alergi saat  dewasa dengan saat masih kecil akan berbeda.

Gejala Alergi Akibat Makanan

Alergi makanan umum terjadi pada anak-anak.  Sebenarnya semua makanan dapat  menimbulkan alergi. Namun, antara makanan  yang satu dengna yang lainnya memiliki derajat  alergitas yang berbeda-beda. Masih ada yang  menganggap bahwa alergi makanan sama  dengan intoleransi makanan. Padahal, terdapat  perbedaan antara keduanya, mulai dari gejala  sampai dampak yang ditimbulkan. Berikut  terdapat beberapa makanan serta gejala alergi  yang ditimbulkan :

  • Susu sapi dan produk susu lainnya : diare dan  muntah
  • Telur ayam : gejala eksim berupa kulit  kemerahan, kulit melenting berisis cairan, basah  dan sangat gatal
  • Makanan laut (ikan, udang, kepiting) : urtikaria  (biduran), asma
  • Kacang-kacangan (kacang tanah, kacang  mede) : gatal-gatal ditenggorokan
  • Gandum : gatal-gatal, sesak napas, mual dan  muntah
  • Sayur dan buah : gatal-gatal pada mulut

Dari uraian diatas dapat terlihat bahwa gejala  alergi karena makanan bisa berdampak secara  menyeluruh terhadap tubuh, mulai dari sisitem  pencernaan, saluran pernapasan, hingga pada  kulit. Sedangkan pada kasus intoleransi  makanan, keluhan yang biasa muncul yaitu  mual dan muntah, mulas, kembung, dan diare.  Intoleransi makanan terjadi ketika sistem  pencernaa tidak mampu mencerna makanan  dengan baik, karena kurangnya kadar enzim  untuk mencerna zat tertentu pada makanan.

Gejala Alergi Pada Saluran Pernapasan

  • asma-bayiAsma Bronchial atau dikenal dengan sebutan  bengek ini ditandai dengan adanya peningkatan  kepekaan saluran pernapasan terhadap alergen  seperti debu, serbuk bunga, bulu binatang,  makanan, dan lainnya. Kondisi ini dapat  mengakibatkan sesak napas berulang, napas  berbunyi, batuk kering dimalam dan menjelang  pagi hari hingga batuk yang kerap disertai  dengan dahak.
  • Rinitis Alergika. Ini merupakan gejala alergi  yang terjadi pada hidung. Gejalanya berupa  bersin-bersin, gatal pada hidung, ingus encer,  hidung tersumbat, mata gatal, merah dan  berair, dan kadang disertai dengan gejala  sinusitis yaitu peradangan sinus di sekitar  hidung. Rinitis alergika pada masa anak-anak  biasanya akan menetap hingga usia dewasa dan  mereda saat memasuki usia lanjut.

Gejala Alergi Pada Kulit

  1. Urtikaria. Ini disebut juga biduran ialah suatu  keklainan pada kulit berupa bentol-bentol  berwarna merah yang disertai dengan rasa  gatal. Urtikaria dapat timbul segera atau  beberapa hari setelah kontak dengan faktor  penyebab, seperti alergi terhadap obat-obatan  tertentu, makanan tertentu, debu, tungau, suhu,  goresan dan sebagainya.
  2. Dermatitis Atopik. Merupakan suatu gejala  eksim yang umumnya timbul pada masa bayi  hingga balita. Gejala dermatitis atopik  pada  bayi dapat berupa kemerahan pada kulit,  bentol-bentol berisi cairan, serta kulit pecah- pecah atau lecet. Dermatitis atopik biasa timbul  pada pipi, siku, lipat lutut, pergelangan tangan  dan tekuk. Pada anak dengan usiayang lebih  tua, bisa mengenai kulit kelopak mata, telapak  tangan, dan kaki.

Cara mengatasi Gejala Alergi pada Bayi

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi  gejala alergi yaitu dengan mencegah timbulnya  alergi. Para orang tua harus mengenali alergen  yang dapat memicu reaksi alergi dan jauhkan  dari si kecil. Berikut beberapa cara yang dapat  dilakukan untuk mencegah alergi :

  • Menutupi alas tidur dan bantal dengan penutup  antidebu halus.
  • Mengganti detergen dan kosmetik bayi dengan  yang mengandung hypoallergenic.
  • Dilarang merokok didalam rumah
  • Bersihkan rumah dari debu secara berkala. debu  bisa terdapat pada benda yang telah lama  tersimpan dalam lemari, karpet,
  • dan  sebagainya.
  • Tidak menggunakan karpet (terutama di kamar  bayi).
  • Tidak memelihara binatang peliharaan  dirumah.
  • Berikan ASI minimal selama 6 bulan. Anda  dapat memperoleh manfaat ASI lebih banyak  dengan menghindari makanan-makanan yang  mengandung protein, seperti susu, telur, ikan,  dan kacang.

Bila si kecil menunjukkan gejala alergi,  sebaiknya segera periksa dan konsultasikan ke  dokter untuk mengetahui zat yang menjadi  penyebab alergi tersebut. Serta tanyakan juga  tentang cara penanganan yang tepat untuk  mengatasi alergi pada bayi. Para orang tua tidak  perlu khawatir, karena alergi pada si kecil bisa  hilang seiring dengan bertambahnya usia dan  tergantung pada kekebalan tubuh anak. Atau bunda juga bisa memberikan obat alergi alami QnC Jelly Gamat yang terbuat dari 100% ekstraksi teripang laut tanpa campuran bahan kimia. Informasi lengkapnya, KLIK DISINI.

Demikian artikel ini saya buat. Semoga  informasi gejala alergi pada bayi diatas dapat  bermanfaat bagi kita semua.

Cara Mengobati Gejala Rhinitis Alergi

alergi-Rhinitis AlergiCara Mengobati Gejala Rhinitis Alergi,-  Rhintis yaitu radang selaput hidung.  Rhinitis alergi ditandai dengan gejala  kompleks yang tersiri dari kombinasi dari  bersin, hidung tersumbat, gatal hidung,  dan Rhinorrhea mata, telinga dan juga  tenggorokan. Rhinitis merupakan  penyebab yang paling umum dari  penyebab rhinitis. Rhinitis alergi biasanya  terjadi ketika alergen tertentu yang  mudah terbawa oleh udara terhirup oleh  hidung. Berdasarkan sifat  berlangsungnya, rinitis alergi dibedakan  menjadi 2 macam, diantaranya :

  1. Rhinitis alergi musimam (seasonal, hay  fever, pollinosisi). Hanya terdapat  dinegara dinegara yang memiliki 4  musim. Alergen yang menyebabkan  rhinitis musiman adalah tepungsari dan  spora jamur.
  2. Rhinitis alergi sepanjang tahun. Gejala keduanya hampir sama, hanya  sifat berlangsungnya yang berbeda.  Gejala rhinitos alergi sepanjang tahun  timbul terus-menerus atau intermiten.  Rhinitis sepanjang tahun dapat timbul  pada semua tingkatan umur, terutama  anak dan dewasa muda, namun  berkurang dengan bertambahnya usia.

Penyebab dan Gejala Rhinitis Alergi

Rhintis terjadi ketika sistem imun  mendeteksi suatu alergen atau material  asing. Kemudian sistem imun akan  mencoba menyingkirkan alergen tersebut  dengan cara menghasilkan sebyawa  histamin. Senyawa histamin itulah yang  menyebabkan terjadinya gejala rhinitis  seperti bersin-bersin. Kebanyakan  alergenpemicu alergi tidaklah berbahay,  namun karena seseorang memiliki alergi  pada material tersebut, maka tubuhnya  akan merespon alergen sebagai bahan  asing yang dianggap berbahaya.  Penyabab timbulnya rhinitis alergi  meliputi serbuk sari dan spora yang  hanya akan menimbulkan gejala selama  bulan-bulan tertentu. Terdapat beberapa  contoh pencetus rhinitis alergi, seperti :

  • alergi-serbukSerbuk sari pohon. Ini cenderung  memngaruhi orang-orang musim semi.
  • Serbuk sari rumput. Cenderung  mempengaruhi orang-orang dikemudian  hari dimusim semi dan juga musim  panas.
  • Serbuk sari gulma. Lebih umum selama  musin gugur.
  • Jamur dan spora jamur. Lebih umum  ketika cuaca hangat.

Seseorang yang salah satu keluarganya  memiliki riwayat alergi, beresiko lebih  tinggi mengalami gejala rhinitis alergi  daripada orang yang bukan keturunan  alergi. Orang-orang yang memiliki alergi  terhadap makanan tertentu juga dapat  berpotensi mengalami rhinitis.

Gejala rhinitis alergi bermacam-macam,  mulai dari yang ringan sampai yang  parah. Secara umum gejala rhinitis akan  menyerang rongga hidung, tenggorokan  dan mata. Berikut gejala yang mungkin  terjadi :

  1. Bersin-bersin
  2. Hidung tersumbat
  3. Tenggorokan gatal
  4. Hidung ingusan
  5. Hidung gatal
  6. Mata gatal dan berair
  7. Terdapat lendir di tenggorokan
  8. Kehilangan penciuman
  9. Letih
  10. Batuk

Orang dengan asma mungkin  menemukan bahwa ketika gejala muncul  maka mengi dan sesak napas akan  menjadi lebih parah.

Pengobatan Rhinitis Alergi

Cara Mengobati rhinitis alergi yang paling   baik yaitu menghindari alergen yang  menjadi pemicu rhinitis alergi. Mungkin  tidak dapat sepenuhnya menghindari  semua alergen pemicu, namun  setidaknya kita dapat mengambil  langkah-langkah untuk mengurangi  paparan alergen. Jika Anda tidak dapat  menghindari alergen, biasanya obat- obatan seperti obat antihistamin, obat  decongestan dan obat semprot hidung  khusus dapat membantu meringankan  gejala yang muncul. Atau juga Anda  dapat mengobati rhinitis alergi dengan  cara Allergy Shots atau Imunoterapi.  Untuk Lebih jelasnya, Anda bisa  konsultasikan dengan dokter. Apabila  anak Anda mengalami rhinitis Alergi,  terlebih dahulu konsultasikan dengan  dokter tenteng perawatang terbaik.  Karena terdapat obat-obatan yang bisa  untuk orang dewasa tetapi tidak baik  untuk anak-anak, jadi Anda jangan  sembarangan memberikan obat kepada  anak.

Selain itu, Anda juga bisa mengatasi rhinitis alergi secara alami dengan obat alergi QnC Jelly Gamat yang merupakan obat herbal multikhasiat yang terbuat dari teripang emas terbaik dengan kandungan nutrisi yang lengkap, sehingga ampuh untuk atasi rhinitis alergi secara alami.

Didalam teripang ini terkandung sekitar 50 senyawa aktif biologi yang bagus untuk kesehatan, dianatarnya adalah protein 86.8%, kolagen 80.0%, mukopolisakarida, glucosaminoglycans (GAGs), glucosamine dan chondroitin, lektin, saponin, asam amino, antiseptik alamiah, omega 3, 6, dan 9, vitamin dan mineral.

Kandungan yang lengkap tersebut dapat membantu meningkatkan serta membangun sistem imun tubuh. Sehingga tidak mudah terserang berbagai jenis virus serta bakteri yang menjadi penyebab berbagai jenis penyakit, termasuk rhinitis.

Anda tidak perlu khawatir dengan keamanan serta keasliannya, karena QnC Jelly Gamat ini juga telah memiliki izin resmi dari DEPKES No:  109321601291-1229, sehingga kualitas dan keamanannya terjamin. Maka tidak heran jika QnC Jelly Gamat merupakan solusi pengobatan rhinitis alergi yang tepat dan juga efektif.

Untuk informasi harga dan cara pemesanan QnC Jelly Gamat, silahkan Anda bisa beralih ke halaman cara pemesanan.

Demikian artikel yang saya buat. Semoga  informasi cara mengobati gejala rhinitis  alergi diatas dapat bermanfaat. Semoga  kita semua selalu diberikan kesehatan.