Jangan Salah! Inilah Cara Mengenali Gejala Alergi pada Anak

Jangan Salah! Inilah Cara Mengenali Gejala Alergi pada Anak,- Alergi yang menyerang anak bisa terjadi kapanpun. Hal ini bisa membuat anak rewel, merasa tidak nyaman, sampai-sampai kehilangan nafsu makan karena lemas.

Bagi para orangtua baru, tentu keluhan pada anak tersebut seringkali menimbulkan tanda tanya besar. Apakah gangguan tersebut merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau mungkin karena serangan alergi.

Sebagian besar kasus alergi terjadi karena faktor genetik. Namun, ada pula yang disebabkan karena faktor luar, seperti makanan atau lingkungan. Beberapa makanan yang sering menyebabkan alergi diantaranya seperti kacang, susu, telur, kerang, dan ikan.

Sedangkan alergi yang disebabkan oleh lingkungan biasanya terjadi saat anak menginjak usia 18 bulan. Beberapa hal yang menjadi penyebabnya antara lain serbuk sari, debu, tungau, bubu binatang, atau jamur.

Untuk mengetahui apakah anak memiliki alergi atau tidak, memang perlu dilakukan pemeriksaan medis dan berkonsultasi dengan dokter. Namun selain itu, alangkah lebih baik jika sebagai orangtua, Anda juga perlu mengetahui beberapa gejala alergi.

Agar tidak salah, inilah cara mengenali gejala alergi pada anak yang perlu diketahui, yaitu :

Alergi makanan

Alergi dan toleransi makanan biasanya terjadi secara bergantian. Alergi merupakan reaksi dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang masuk karena dianggap membahayakan.

Reaksi yang timbul diantaranya gatal, bibir bengkak, muntah, diare, dan bantuk mengi atau berbunyi. Ketika seorang bayi memiliki alergi terhadap makanan, maka ia akan kehilangan enzim yang diperlukan untuk memecah protein menjadi bagian mudah dicerna.

Akibatnya, adanya gas yang berlebihan atau kram pada perut yang membuatnya rewel. Gejala dari keduanya dapat terjadi ketika si kecil mulai kenyang, termasuk juga saat diberi susu formula atau menyusui. Jika curiga anak mengalami hal ini, maka segera konsultasikan kondisinya dengan dokter spesialis alergi.

Baca juga : Tisu Basah Ternyata Bisa Picu Alergi pada Anak

Ruam

Ruam merupakan tanda yang biasanya timbul pertama. Beberapa bayi yang baru lahir memiliki jerawat kecil di wajah. Namun, berbeda lagi dengan eksim, yang merupakan ruam wajah yang menyebar secara luas, berwarna merah, bersisik, dan gatal. Setelah timbul di wajah, akan timbul pada bagian lengan, kaki, lipatan lutut, bahkan pada siku.

Untuk mengatasinya, mandikan bayi dengan sabun hypoallergenic dan gunakan pelembab tanpa aroma. Jika tak kunjung mereda, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Nantinya dokter akan memberikan obat topikal dan antihistamin untuk menyembuhkan dan mengontrol gatal.

Batuk berkepanjangan

Asma merupakan salah satu bentuk alergi yang menyebabkan peradangan di saluran napas. Ditandai dengan timbulnya batuk mengi atau berbunyi dan sesak napas. Bayi yang memiliki alergi eksim dan makanan lebih mungkin terkena asma.

Biasanya gejalanya tidak disebabkan oleh pilek atau virus. Tetapi timbul batuk berbunyi terus menerus dan tak kunjung sembuh. Jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter.

Alergi Kian Memburuk di Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya

Alergi Kian Memburuk di Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya,- Alergi yang terus kambuh dan semakin memburuk di malam hari tentu akan sangat mengganggu penderitanya. Waktu tidur penderita pasti akan terganggu dengan timbulnya berbagai gejala alergi, seperti kulit kemerahan dan gatal, batuk, dan gejala alergi lainnya.

Layaknya sesuatu yang datang tiba-tiba, alergi juga bisa semakin menjadi pada waktu yang tak terduga, misalnya saat hendak tidur di malam hari. Berdasarkan penjelasan Purvi Parikh, ahli alergi dan imunologi dari Allergy & Asthma Network dan Allergy & Asthma Associates Murray Hill, New York, yang dilansir dari TIME, ada beberapa faktor-faktor penyebab alergi kian memburuk di malam hari, diantaranya adalah :

Faktor pikiran

Saat Anda sibuk di siang hari, Anda mungkin melupakan alergi dan merasa sedikit lebih baik. Namun, ketika Anda berbaring di tempat tidur dan sudah tidak memikirkan apa-apa, maka gejala alergi bisa saja muncul dan terasa semakin memburuk.

Maka dari itu, malam hari adalah saat yang tepat untuk mencoba obat alergi tanpa resep. Anda bisa menggunakan obat seperti antihistamin untuk meminimalisir efek buruk dari alergi.

Antihistamin akan bekerja lebih baik jika digunakan sebelum Anda merasakan gejala-gejala aelrgi. Jika digunakan secara teratur, maka antihistamin bisa membentuk perlindungan dalam darah untuk melawan alergen dan pelepasan histamin. Namun, Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Berbaring tanpa menggunakan penyangga kepala

Ketika Anda berbaring, pada dasarnya segala sesuatu di hidung akan mulai mengalir ke tenggorokan. Mengingat anatomi hidung dan tenggorokan yang berdekatan, hal itu dapat menyebabkan batuk dan kesulitan bernapas karena hidung mampet.

Alergi bisa menjadi semakin parah jika hal tersebut terjadi. Oleh karena itu, gunakan beberapa bantal tambahan untuk membantu mengganjal kepala, dan mengurangi sesak napas karena saluran pernapasan tersumbat.

Kamar tidur kotor

Alergi bisa menjadi kian buruk di malam hari karena kondisi kebersihan kamar yang tak terjaga. Menurut Parikh, benda-benda seperti jamur, debu, hingga tungay dapat memicu alergi secara responsif. Selain itu, David Rosentreich, salah satu direktur dari Albert Einstein College of Medicine and Montefiore Medical Center di New York, memberikan fakta soal kamar yang tak pernah di duga sebelumnya.

Menurutnya, kamar tidur cenderung menjadi bagian yang paling sering menjadi alergen dibandingkan dengan bagian rumah lainnya. Alergi yang Anda hadapi di luar, ditambah dengan kondisi kamar yang kotor, bisa membuat gejala menjadi lebih buruk.

Perhatikan kebersihan sekitar seperti kasur, dinding dan lantai. Anda juga harus memeriksa kipas angin atau pendingin ruangan secara rutin, karena siapa tahu kondisinya kotor.

Jangan lupa juga untuk tidur dengan jendela tertutup untuk meminimalisir masuknya benda-benda seperti debu, serbuk sari, dan kuman-kuman dari jalanan yang nantinya bakal mengendap di kamar.

Gejala Alergi Selain Bercak Merah yang Perlu Diketahui

Gejala Alergi Selain Bercak Merah yang Perlu Diketahui,- Menghindari makanan tertentu merupakan salah satu cara yang banyak dilakukan banyak orang untuk mencegah timbulnya alergi. Namun, sebuah penelitian etrbaru mengungkapkan jika tanpa disadari hampir setengah dari orang-orang dengan alergi makanan terus mengembangkannya saat dewasa.

Buruknya lagi, reaksi alergi semakin umum atau mungkin dapat membawa risiko tak terduga dalam beberapa saat setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Memang cukup sulit untuk mengetahui mengenai bagaimana dan mengapa alergi dapat berkembang ketika dewasa, bahkan Anda dapat alergi terhadap makanan yang sbelumnya tidak pernah Anda alami.

Selain kulit, reaksi alergi bisa memengaruhi beberapa bagian tubuh lainnya seperti sistem pernapasan, saluran pencernaan, dan bahkan jantung, tergantung dari mana tubuh melepaskan antibodi dan histamin yang melawan alergi.

Berikut ini merupakan gejala alergi selain bercak merah yang perlu diketahui dan diwaspadai, yaitu :

*) Denyut nadi melemah

Dalam beberapa kasus, alergi makanan tidak hanya menyerang kulit. Perubahan tekanan darah seperti penurunan denyut nadi atau menjadi lemah mendadak, juga bisa termasuk reaksi alergi.

*) Dada terasa kencang

Jika Anda mengalami kesulitan menelan makanan atau memiliki rasa sakit di dada, maka kemungkinan Anda mengalami esofagitis eosinofilik. Sederhananya, alergen (zat penyebab alaergi) yang berupa makanan dapat memicu respons kekebalan yang mengirimkan sejumlah besar sel darah putih ke kerongkongan dan membuatnya meradang, terasa kencang atau seperti ada makanan yang menyangkut di tengorokan.

*) Kulit menjadi aneh

Kulit terasa gatal dan disertai dengan kulit pecah-pecaha atu eksim yang parah sehingga menyebabkan bercak merah dan bengkak di kulit tangan, kaki atau persendia, bisa jadi termasuk gejala alergi. Selain itu, Anda juga paerlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi jika terjadi bintik merah, bengkak, atau gatal terutama di sekitar mulut.

*) Masalah saat buang air besar

Jika makanan yang dikonsumsi memicu mual, sakit perut, atau keinginan buang air besar, maka jangan langsung menduganya sebagai keracunan makanan atau intoleransi laktosa, terlebih ketika mengonsumsi makanan tertentu. Karena ini bisa jadi dikarenakan alergi makanan.

Disini memang seringkali sulit untuk mengetahui apakah Anda mengalami intoleransi makanan atau masalah lainnya. Pasalnya tidak seperti alergi, intoleransi makanan bukanlah respon dan umumnya membawa gejala yang kurang serius.

*) Masalah di bagian mulut

Alergi juga bisa menyebabkan mulut terasa batal atau batuk kering ringan. Ini biasanya terjadi karena alergi buah-buahan atau sayuran, uang memiliki protein seperti serbuk sari. Rasa gatal biasanya terbatas pada mulut dan hilang beberapa menit setelah menelan makanan.

Baca juga :

Cara Alternatif Mengatasi Alergi dengan Pengobatan Mandiri
Solusi Obat Ruam di Wajah Karena Alergi

Bawang Putih Ternyata Bisa Sebabkan Alergi, Ini Penyebabnya

Bawang Putih Ternyata Bisa Sebabkan Alergi, Ini Penyebabnya,- Makanan merupakan salah satu penyebab alergi yang cukup sering. Tidak sedikit orang yang mengalami alergi setelah mengonsumsi beberapa jenis makanan tertentu, seperti telur, ikan, kacang, atau makanan lainnya. Namun, selain itu, ternyata ada pula yang mengalami alergi terhadap bawang putih.

Bawang putih biasanya digunakan sebagai salah satu bumbu masakan dan juga diketahui memiliki manfaat sebagai obat herbal yang efektif. Namun, siapa sangka ternyata bawang putih ini dapat memicu timbulnya alergi. Alergi bawang putih sendiri disebabkan oleh enzim khusus yang terkandung dalam bawang putih.

Alergi biasanya disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang bereaksi secara berlebihan terhadap zat yang dianggap berbahaya bagi tubuh. Alergi bawang putih diduga disebabkan oleh enzim alliin lyase yang ada didalam bawang putih. Pernyataan ini didukung oleh sebuah studi yang diterbitkan alam Journal of Allergy and Clinical Immunology pada tahun 2004.

Ketika sistem imun gagal pahan dan menduga bahwa enzim tersebut membahayakan nyawa si pemilik tubuh, kemudian imun akan mulai menyerang balik dengan memproduksi antibodi yang pada akhirnya menimbulkan serangkaian gejala alergi.

Dalam beberapa kasus yang dilaporkan, terdapat sebagian orang yang alergi terhadap bawang putih mentah namun tidak alergi terhadap bawnag putih yang sudah dimasak. Para ahlimenyimpulkan bahwa hal ini bisa saja mengindikasikan protein dalam bawang putih yang mentah ataupun matang dapat memicu timbulnya alergi dan rasa panas pada pencernaan tubuh.

Baca juga :

Obat Alergi Bibir Gatal dan Tebal
Penyakit Angiodema pada Kulit
Mitos dan Fakta Alergi Makanan

Gejala yang biasa timbul pada penderita alergi bawang putih diantaranya berupa kulit ruam kemerahan gatal bertekstur kering mengelupas, yang jika digaruk berlebihan akan meninggalkan bekas luka. Gejala alergi bawang putih juga bisa termasuk pilek, bersin, batuk, mengi, dan sesak napas.

Terkadang alergi juga menimbulkan rasa gatal yang disertai dengan kondisi bengkak. Bengkak yang timbul akibat alergi ini umumnya terjadi pada bagian wajah, bibir, mulut, lidah dan tenggorokan sebagai reaksi terhadap paparan bawang putih. Terkadang pembengkakan bisa sangat parah sehingga mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bernapas. Hal ini bisa menyebabkan mengi, pusing, dan bahkan pingsan karena tubuh kekurangan oksigen.

Menurut Journal of American Medical Association, reaksi alergi terhadap bawnag putih juga bisa berdampak pada saluran pencernaan. Reaksinya bisa berupa muntah, sakit perut serta kram, hingga diare dan mual. Gejala ini biasanya terjadi dalam beberapa menit setelah mengonsumsi makanan yang mengandung bawang putih.

Pada kasus yang langka, alergi ini bisa menimbulkan syok anafilaktik yang mengancam nyawa. Gejala anafilaktik ini termasuk penurunan tekanan darah, sulit bernapas karena penyempitan saluran udara, peningkatan denyut nadi, pusing, dan kehilangan kesadaran.

Mengenali Gejala Alergi Pembalut yang Perlu Diwaspadai

Mengenali Gejala Alergi Pembalut yang Perlu Diwaspadai,- Penggunaan pembalut atau tampon sudah menjadi suatu keharusan saat haid. Kedua benda ini berfungsi untuk menyerap darah haid sekaligus menjaga kebersihkan daerah kewanitaan pada saat haid.

Namun, sayangnya tidak semua wanita bisa menggunakan pembalut. Terdapat beberapa wanita yang mengalami reaksi alergi setelah menggunakan pembalut. Alergi merupakan suatu gambaran perubahan reaksi tubuh seseorang terhadap lingkungan yang berhubungan dengan gangguan pada mekanisme sistem kekebalan tubuh (imunitas). Seorang penderita alergi memiliki bakat sensitif atau rentan terhadap zat-zat tertentu.

Pada dasarnya pembalut sudah dibuat seaman dan senyaman mungkin untuk digunakan. Sebelum dipasarkan, tentunya proses pembuatannya sendiri sudah melalui serangkaian penelitian dan uji coba yang panjang. Meskipun demikian, tetap saja terdapat beberapa zat yang ada didalam pembalut, seperti pewangi, pewarna, bahan perekat, pengawet, pelembut, dan sebagainya bisa menimbulkan efek negatif pada tubuh. Pasalnya tidak semua wanita bisa tahan terhadap zat-zat tersebut.

Bagi mereka yang memiliki alergi, pewangi pada pembalut bisa menjadi salah satu sumber alergi ataupun iritasi yang paling banyak ditemukan. Selain itu, perekat yang ada pada pembalut dan tampon, yang bersentuhan dengan kulit, juga bisa menimbulkan alergi. Beberapa gejala alergi pembalut yang bisa timbul diantaranya adalah :

  • Adanya kemerahan dan peradangan
  • Gatal di sekitar organ kewanitaan yang dapat menjalar hingga ke daerah sekeliling anus
  • Terasa nyeri yang terkadang disertai dengan perasaan terbakar atau tidak nyaman
  • Keluarnya cairan yang agak keruh dan berbau tidak sedap
  • Dapat disertai dengan gejala sistemik berupa pusing dan lemas

Setiap gejala yang ditimbulkan harus disertai dengan riwayat yang jelas. Hal ini disebabkan karena peradangan atau keluhan pada organ kewanitaan dapat juga ditimbulkan oleh adanya infeksi. Infeksi bsia terjadi jika organ kewanitaan tidak terjaga kebersihannya ketika menstruasi, atau juga dapat berkaitan dengan adanya penyakit lain yang dialaminya.

Alergi yang timbul akibat penggunaan pembalut dan tampon disebut sebagai dermatitis kontak, dimana reaksi alergi ini dapat hilang jika sudah dijauhkan dan dihindarkan dari pencetus alergi tersebut. Namun, selain itu Anda juga bisa mengobati alergi pembalut dengan mengonsumsi obat alergi pembalut yang telah direkomendasikan dan memiliki khasiat serta manfaat efektif dan juga aman.

Untuk menghindari alergi pembalut dan tampon, sebaiknya selalu cuci tangan dengan bersih jika akan menyentuh daerah kewanitaan, atau ketika akan menggunakan pembalut atau tampon.

Gejala yang Timbul pada Penderita Alergi Kondom

Gejala yang Timbul pada Penderita Alergi Kondom,- Selain untuk mengontrol kehamilan, penggunaan kondom juga merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual (PMS). Namun, sayangnya tidak semua orang bisa menggunakan kondom, pasalnya ada sebgian orang yang akan mengalami reaksi alergi jika bersentuhan dengan kondom.

Alergi kondom biasanya disebabkan oleh karet lateks, pelumas yang digunakan pada kondom, atau bahkan keduanya. Reaksi alergi ini dapat terjadi hanya dalam beberapa menit setelah kontak dengan kondom atau setelah beberapa jam kemudian.

Gejala yang ditimbulkan oleh alergi kondom bisa berbeda pada setiap orang, tergantung dengan sistem kekebalan tubuh yang dimilikinya. Namun, berikut ini merupakan beberapa gejala yang timbul pada penderita alergi kondom yang umum terjadi, diantaranya adalah :

Panas

Ketika mengalami alergi kondom, kulit bisa terasa panas yang menyiksa seperti terbakar. Ini merupakan reaksi alergi yang cukup parah dan memerlukan waktu untuk penyembuhannya. Terlebih lahi kulit di area vital biasanya sensitif dan mudah bereaksi terhadap alergen.

Gatal

Rasa gatal dapat terjadi setelah penggunaan alat kontrasepsi dari lateks tersebut, terkadang juga disertai dengan merah, dan ruam. Reaksi alergi tersebut memang tidak langsung timbul, namun bisa timbul setelah 5-10 menit setelah pemakaian.

Melepuh

Setelah mengalami gatal dan panas, kulit juga bisa melepuh sama seperti luka bakar. Jika hal tersebut terjadi, segera hubungi pihak medis untuk mendapatkan penanganan. Namun, kondisi ini juga bisa sembuh tanpa penanganan medis, asalka tidak banyak disentuh. Anda juga bisa menggunakan salep untuk mendinginkan dan menghilangkan reaksi alergi yang timbul.

Sesak napas

Jika alergi sampai masuk ke dalam aliran darah, maka Anda bisa saja mengalami sesak nafas. Racun lateks yang direspon negarif oleh tubuh akan menyebabkan pembengkakan di saluran pernapasan. Bahkan bisa menghalangi aliran darah dan mengganggu pasokan oksigen ke seluruh tubuh, teramsuk ke jantung.

Gejala alergi kondom terkadang hampir mirip dengan infeksi jamur yang menyerang kelamin, namun bedanya alergi kondom biasanya tidak menyebabakn keluarnya cairan dari vagina.

Artikel terkait :

Solusi Bagi Penderita Alergi Kondom Lateks
Cara Mengobati Alergi Lateks

Memahami Gejala dan Cara Mendiagnosa Alergi Lateks

Memahami Gejala dan Cara Mendiagnosa Alergi Lateks,- Tidak sedikit orang yang sering merasakan reaksi alergi, seperti gatal-gatal pada kulit setelah bersentuhan dengan benda-benda yang terbuat dari bahan dasar lateks. Lateks disini mengacu pada lateks karet alam, yaitu produk yang dibuat dari cairan getah yang berasal dari pohon karet, Hevea brasiliensis. Beberapa jenis karet sintetis juga disebut sebagai lateks, namun ia tidak melepaskan protein yang menimbulkan reaksi alergi.

Lateks alam sering digunakan sebagai bahan pembuat berbagai produk, seperti sarung tangan karet, karet gelang, dot, sol sepatu, balon, mainan karet, popok seklai pakai, pembalut, penghapus pensil, kondom, botol air, dan barang-barang lainnya yang bahkan sering kita gunakan sehari-hari.

Pada sebagian individu, lateks ini bisa menimbulkan beberapa gejala atau reaksi alergi yang disebut dengan alergi lateks. ALergi lateks sendiri merupakan reaksi terhadap protein tertentu dalam karet lateks. Jumlah paparan lateks yang diperlukan untuk menghasilkan sensitisasi atau reaksi alergi tidak diketahui. Meningkatkan paparan protein lateks juga dapat meningkatkan risiko mengalami gejala alergi.

Mengetahui dan memahami gejala dan cara mendiagnosa alergi lateks bisa membantu Anda untuk menghindari perkembangan alergi lateks agar tidak semakin parah. Untuk mengetahui informasi lengkapnya, silahkan simak penjelasan di bawah ini !

Memahami Gejala Alergi Lateks

Sensitivitas terhadap lateks bisa timbul baik disebabakn oleh kontak langsung ataupun dengan menghirup partikel lateks dari udara. Gejalanya pun bisa terjadi ringan hingga berat, tergantung pada jenis alergi yang terjadi.

Pada orang yang peka, biasanya gejala akan mulai timbul dalam beberapa menit setelah pemaparan, tetapi gejala juga dapat terjadi beberapa jam kemudian dan dapat cukup bervariasi. Gejala alergi lateks juga akan bervariasi pada setiap individu.

Reaksi ringan terhadap lateks bisa menimbulkan kulit kemerahan, ruam, gatal-gatal, atau bercak merah. Reaksi yang lebih parah mungkin melibatkan gejala pada pernafasan, seperti pilek, bersin, mata gatal, gatal tenggorokan, dan asma (sesak nafas, batuk, dan mengi). Shock juga dapat terjadi meskipun kasusnya jarang. Reaksi yangmenganam nyawa dapat menjadi tanda pertama dari alergi lateks, namun jarang.

Cara Mendiagnosa Alergi Lateks

Untuk mengetahui atau mendiagnosa alergi lateks sendiri, terdapat 2 tes yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan tes pada kulit dan yang lain adalah melalui tes darah. Tes darah merupakan salah satu pilihan, karena dapat lebih cermat untuk diketahui pada beberapa orang. Selain itu, alergi lateks juga bisa didiagnosa dengan bantuan tes patch, dan RAST atau Radio-Allergo-Sorbent-Test.

Mereka yang bekerja pada industri karet lebih rentan mengalami alegi lateks, hal ini disebabkan karena mereka akan sering terkena lateks dan produk-produknya dalam jangka waktu yang lama. Beberapa anak dengan myelomenongocele dan orang-orang yang telah menjalani prosedur bedah banyak juga rentan terhadap alergi ini.

Walaupun obat alergi lateks bisa meringankan gejala, namun belum ada obat atau metode pengobatan yang bisa menyembuhkan alergi lateks sepenuhnya. Satu-satunya cara terbaik untuk menghindari timbulnya alergi lateks adalah dengan menjauhi atau menghindari penyebab alergi lateks itu sendiri, seperti produk yang mengandung lateks.

Orang yang mengalami alergi lateks berisiko mengalami alergi pula terhadap buah-buahan tertentu, seperti pisang, stroberi, nanas, buah kiwi, markisa, dan alpukat. Hal tersebut disebabkan karena buah-buahan tersebut mengadnung alergen yang sama seperti yang ditemukan pada lateks.

Manfaat Susu Unta untuk Meringankan Gejala Alergi

Manfaat Susu Unta untuk Meringankan Gejala Alergi,- Mengalami gejala aergi memang dapat mengganggu penderitanya, terlbih lagi ketika berada diluar rumah. Antihistamin atau obat alergi merupakan salah satu solusi efektif yang banyak dipilih untuk mengatasi gejala alergi yang timbul.

Namun, selain itu, ternyata ada cara yang nikmat untuk membantu mengurangi gejala alergi selain dengan obat, yaitu dengan mengonsumsi susu unta.

Susu unta memiliki kandungan vitamin, mineral, dan imunoglobin yang tinggi. Namun, seperti hewan penghasil susu lainnya, komposisi susu unta bergantung pada spesies unta dan makananya.

Karena memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik, susu unta juga diketahui memiliki khasiat yang baik pula bagi kesehatan tubuh. Mengonsumsi susu unta secara rutin dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Senyawa organik dan protein yang terkandung dalam susu unta memiliki kemampuan antimikroba yang kuat. Jika dikonsumsi secara rutin, hal ini mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membuat kita tetap sehat.

Disamping itu, mengonsumsi susu unta secara teratur juga dapat mengurangi reaksi alergi. Susu unta tidak menyebabkan jenis yang sama pada reaksi intoleransi laktosa seperti susu sapi, karena kandungan komponen yang dimilikinya berbeda.

Susu unta memiliki kandungan laktosa 4,46 gram per 100 gram. Jumlah ini lebih rendah jika dibandingkan dengan susu sapi yang memiliki kandungan laktosa sebanyak 5,26 gram dalam setiap 100 gramnya. Maka dari itu, susu unta sering kali dimanfaatkan sebagai obat alternatif untuk membantu mengurangi gejala alergi.

Selain itu, kandungan berbagai mineral seperti kalium, magnesium, besi, tembaga, mangan, natrium, dan seng pada susu unta lebih tinggi dibandingkan pada susu sapi. Kandungan lemak dan proteinnya juga dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan susu sapi.

Artikel terkait :

Pengobatan Alergi Susu Sapi pada Bayi
Mengobati Sesak Napas karena Alergi Susu Sapi
Perbedaan Intoleransi Laktosa dan Alergi Susu

Obat Penghilang Gejala Alergi Bulu Anjing Anak dan Dewasa

Bagi sebagian orang, bulu anjing mungkin akan menyebabkan timbulnya reaksi alergi seperti bersin, gatal pada kulit, sesak nafas, atau batuk. Namun, bagi Anda yang memiliki sensitifitas terhadap bulu anjing tidak perlu khawatir. Karena obat penghilang gejala alergi bulu anjing anak dan dewasa QnC Jelly Gamat bisa menjadi solusi terbaik untuk Anda.

Mengenali Gejala Alergi Bulu Anjing

Anjing merupakan salah satu jenis hewan yang banyak dipilih sebagai hewan peliharaan. Namun, sayangnya pada beberapa orang, anjing bisa memicu timbulkan reaksi gejala alergi. Umumnya, reaksi alergi yang timbul disebabkan karena bulu anjing. Namun, sebenarnya bulu anjing tidak menyebabkanalergi pada manusia. Tetapi, menurut penelitian, alergi tersebut disebabkan oleh zat protein yang menempel pada bulu anjing tersebut. Zat protein tersebut bisa berasal dari minyak yang dihasilkan oleh kulit atau air liur anjing itu sendiri. Air liur anjing dapat menempel pada bulu karena anjing menjilati bulu mereka untuk membersihkan.

Rekomendasi Obat Penghilang Gejala Alergi Bulu Anjing Anak dan Dewasa

Untuk mengurangi gejala alergi bulu anjing, QnC Jelly Gamat bisa menjadi salah satu rekomendasi yang tepat dan juga aman. Karena Qnc Jelly Gamat ini dibuat dari 100% bahan alami dengan bahan dasar teripang emas terbaik yang diambil langsung dari perairan Indonesia.

Teripang emas ini diproses sesaat setelah pengambilan, sehingga kesegaran dan kualitasnya tetap terjaga dengan baik. Dengan menggunakan cara tradisional, teripang ini diproses tanpa campuran bahan kimia sedikitpun.

Berbicara mengenai khasiat dari teripang emas, terdapat beberapa penelitian yang telah dilakukan diberbagai negara untuk membuktikan khasiat teripang emas untuk kesehatan dan pengobatan penyakit.

Secara alami, teripang emas dapat membantu mengurangi rasa gatal di kulit. Teripang emas juga mampu berfungsi dalam pembentukan jaringan baru dalam waktu singkat. Selain itu, teripang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Artikel terkait :

Turunkan Risiko Asma Anak dengan Perlihara Anjing
Alergi Hewan Peliharaan
Trik Mencegah dan mengatasi Alergi Bagi Penyayang Binatang

Kandungan serta khasiat alami dalam QnC Jelly Gamat ini juga dilengkapi dengan kandungan bahan alami lainnya, seperti sweetener stevia, air RO, pengemulsi nabati, essen natural, serta ekstrak buah dan sayur.

Obat penghilang gejala alergi bulu anjing anak dan dewasa QnC Jelly Gamat merupakan produk herbal legal yang telah teregistrasi di DEPKES P-IRT No. 109321601291-1229 serta bersertifikat HALAL MUI. Sehingga kualitas serta keaslianya terjamin dan tidak diragukan lagi.

Bagi Anda yang ingin merasakan khasiatnya secara langsung, silahkan kirimkan pesanan Anda melalui SMS/WA sesuai dengan format pemesanan berikut ini :

SRG: Jumlah pesanan: Nama: Alamat Lengkap: No. Hp./tlp.

Kirim ke :
SMS/WA : 082320970600
atau PIN BB 53227614

Ingat !! Selalu cantumkan kode SRG dalam setiap SMS pemesanan Anda.

Informasi lengkap mengenai cara pemesanan dan daftar harga, silahkan KLIK DISINI.

Terimakasih telah berkunjung ke situs resmi kami www.pengobatanalergi.com. Semoga informasi yang kami berikan bisa bermanfaat dan bisa menjadi solusi obat penghilang gejala alergi bulu anjing anak dan dewasa yang tepat serta untuk menjaga keseahtan secara menyeluruh. Semoga lekas sembuh.

Cara Mengatasi Gejala Alergi Pada Bayi

Apakah bayi Anda memiliki riwayat alergi ? Ibu tidak perlu panik dan khawatir. Karena disini kami akan memberikan solusi atas keluhan Anda. Alergi pada bayi bisa ibu atasi dengan menggunakanQnC Jelly Gamat yang telah teruji secara klinis mampu mengatasi alergi pada bayi secara alami, efekif, dan juga aman. Dapatkan produk yang asli dengan pelayanan terbaik hanya di tempat kami. Selain itu, Anda juga bisa menikmati potongan harga dan promo menarik dengan pelayanan terbaik. Untuk pembelian 1-2 botol, Anda juga bisa menikmati layanan terbaik dari kami yaitu dengan KIRIM BARANG DULU, dan pembayaran bisa Anda lakukan setelah barang pesanan diterima. Jika pesanan tidak sampai pada alamat Anda, kami berikan jaminan UANG KEMBALI. Dengan begitu, Anda bisa menikmati kenyamanan berbelanja ditempat kami. (*syarat dan ketentuan berlaku)

Gejala Alergi Pada Bayi

cara mengatasi gejala alergi pada bayi

Reaksi alergi bisa terjadi pada siapapun, tidak terkecuali pada bayi. Namun, gejala alergi yang hampir sama dengan pilek, seperti hidung meler, ruam pada kulit, dan rewel terkadang kurang disadari oleh para orang tua. Banyak yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada bayi, diantaranya seperti makanan tertentu, debu, bulu binatang, atau yang lainnya.

Ketika bayi terpapr oleh alergen atau zat pemicu alergi, maka kekebalan tubuhnya bisia memberikan reaksi yang berlebihan. Bahkan, gejala alergi yang terjadi pada bayi bisa mengganggu semua organ dan sistem tubuh bayi. Secara spesifik, gejala alergi pada bayi bisa terjadi pada sistem pencernaan, saluran pernapasan, dan juga kulit, atau bisa juga terkadi secara simultan di seluruh tubuh.

Cara Mengatasi Gejala Alergi Pada Bayi

Alergi pada bayi bisa dicegah dan diatasi dengan menghindarkannya dari berbagai zat yang dapat memicu timbulnya reaksi alergi. Disamping itu, ibu juga bisa memberikannya QnC untuk membantu menghilangkan berbaagai gejala alergi yang telah timbul.

Cara Mengatasi Gejala Alergi pada BayiQnC Jelly Gamat adalah salah satu produk kesehatan herbal dari PT. Bijaksana Maju Utama dan dipasarkan oleh CV. Peduli Semesta Alam yang terbuat dari ekstraksi 100% gamat emas yang diambil dari perairan terbaik Indonesia dengan menyimpan kandungan serta khasiat yang sangat luar biasa untuk kesehatan.

Mengapa QnC Jelly Gamat ini sangat efektif untuk mengatasi gejala alergi pada bayi ? Karena didalam QnC Jelly Gamat ini terdapat kandungan asam amino yang dapat membantu menajaga dan mambangun sistem imun tubuh untuk mencegah terjadinya reaksi yang berlebihan terhadap zat asing yang amsuk ke dalah tubuh yang dapat menjadi pemicu alergi. Kandungan lain yang terdapat didalam QnC Jelly Gamat ini diantaranya adalah protein, kolagen, mineral, mukopolisakarida, glucosaninoglycans (GAGs), glucosamine dan chondroitin, lektin, spaonin, omega 3, 6, dan 9, antiseptik alamiah, vitamin dan mieral, serta gamapeptide (tidak ditemukan pada teripang lain)

Kandungan gamapeptide merupakan salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh QnC Jelly Gamat, karena kandungan ini mampu mencegah inflamasi atau peradangan yang mungkin terjadi akibat alergi, mengurangi rasa sakit, mempercepat penyembuhan luka, mengaktifkan sel, membantu meremajakan kulit, menstabilkan emosi, serta mengontrol sirkulasi darah.

Tidak hanya itu, QnC Jelly Gamat juga bersifat antijamur, antibakteri, antivirus yang dapat melindungi bayi dari serangan berbagai jenis virus, bakteri, dan jamur yang menjadi penyebab berbagai jenis penyakit.

Dengan kandungan yang lengkap tersebut, QnC Jelly Gamat merupakan solusi yang efektif sebagai solusi cara mengatasi alergi pada bayi. Ibu tidak perlu khawatir dengan keamanan dan keasliannya, karena QnC Jelly Gamat telah terdaftar di DEPKES No. 109321601291-1229 dan juga sertifikat HALAL dari MUI. Disamping itu, QnC Jelly Gamat juga tidak mengandung campuran bahan kimia, sehingga aman dikonsumsi oleh semua kalangan, termasuk bayi, anak-anak, dewasa, bahkan ibu hamil dan menyusui.

Itulah beberapa informasi tentang kandungan serta khasiat yang ada didalam QnC Jelly Gamat yang mampu untuk mencegah dan mengatasi gejala alergi pada bayi. Semoga QnC Jelly Gamat bisa menjadi solusi dan referensi yang efektif dan tepat sebagai obat alergi pada bayi.

Bagi Anda yang berminat ingin merasakan khasiatnya secara langsung, silahkan kirimkan pesanan Anda sesuai dengan format berikut :

SRG: Jumlah pesanan: Nama: Alamat  Lengkap: No. Hp./tlp.

Kirim ke :
SMS/WA : 082320970600
atau PIN BB 53227614

Contoh
SRG: 5 botol: Ilham Nuralamsyah: Jl.  Perintis Kemerdekaan No. 35 Jakarta:  081648537XXX

Ingat !! Dalam setiap pemesanan harap   mencantumkan kode SRG, karena itu  merupakan  kode pemesanan dan pesanan Anda akan segera kami proses.

Untuk informasi lengkap cara pemesanan dan daftar harga, silahkan klik gambar dibawah ini !

cara mengatasi gejala alergi pada bayi