Waspada! Inilah Jenis Alergi yang Bisa Bikin Wajah Gatal

Waspada! Inilah Jenis Alergi yang Bisa Bikin Wajah Gatal,- Alergi merupakan salah satu bentuk respon tubuh terhadap benda atau kondisi tertentu yang dianggap berbahaya. Biasanya alergi terdeteksi dengan berbagai tanda seperti gatal-gatal, pusing, mual, dan sebagainya.

Sampai sekarang penyebab pasti dari alergi masih belum diketahui. Alergi juga sampai saat ini masih belum bisa diobati. Namun, pengobatan alergi bertujuan untuk meredakan gejala alergi yang timbul.

Alergi biasanya diturunkan dalam keluarga. Namun, bukan berarti sudah pasti Anda terkena alergi jika orangtua memiliki alergi tertentu. Hanya saja, kemungkinan Anda terkena alergi akan lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki riwayat alergi dalam keluarga.

Alergi bisa terjadi ketika suatu benda asing terpapar pada tubuh dan menyebabkan sel imunitas tubuh bereaksi terlalu berlebihan, sehingga timbul gejala alergi. Paparan benda asing tersebut bisa dikonsumsi, inhalasi, bahkan sentuhan.

Berbagai gejala alergi bisa timbul seperti gangguan pada kulit (gatal, biduran, dan eksim), gangguan pada mata (mata berair dan gatal), gangguan pada hidung (hidung berair), gangguan pada saluran napas (asma), dan gangguan pada saluran pencernaan (diare).

Diantara beberapa gejala tersebut, wajah gatal merupakan salah satu gejala alergi yang sering terjadi. Ada beberapa jenis alergi yang bisa bikin wajah gatal, diantaranya adalah :

*) Makanan

Alergi makanan tertentu sering menyebabkan wajah gatal. Tingkat keparahan dari alaergi makanan bervariasi. Mulai dari wajah gatal, gangguan pencernaan, wajah bengkak, hingga sesak napas. Jika sudah menyebabkan bengkak pada wajah, lidah, dan tenggorokan, berarti alergi yang dialami sudah sangat parah dan dapat menyebabkan reaksi anafilaksis. Jika hal ini terjadi, maka sebaiknya segera ke unit gawat darurat untuk segera dilakukan tindakan medis.

*) Binatang

Berbagai jenis binatang juga bisa menjadi penyebab wajah gatal. Penyebabnya bukan hanya bulu dari binatang tersebut, tetapi juga karena air liur dan sel kulit matinya. Gejala lain alergi binatang selain wajah gatal adalah berupa bersin hingga sesak napas.

*) Obat-obatan

Obat-obatan selain yang dikonsumsi dan dioleskan pada wajah juga bisa menyebabkan wajah gatal. Untuk obat minum, biasanya juga menyebabkan gatal pada area tubuh lain seperti tangan, perut, dan kaki. Alergi obat yang parah juga bisa menyebabkan reaksi anafilaksis.

*) Dermatitis kontak

Zat alergen lainnya juga bisa menyebabkan wajah gatal. Namun, zat alergen tersebut belum tentu menyebabkan alergi ke orang lain. Zat alergen tersebut dapat berupa sabun, sampo, deterjen, dan lain-lain. Biasanya, zat alergen ini akan menyebabkan alergi di bagian kulit manapun yang terjadi kontak, tak hanya pada wajah.

*) Eksim

Eksim juga bisa menyebabkan wajah gatal. Selain itu, gejalanya juga bisa berupa bercak merah dan bersisik. Penyebab pasti dari eksim atau dermatitis atopik ini masih belum diketahui secara pasti. Penderita asma dan alergi musim lebih berisiko mengalami eksim.

*) Alergi musim

Wajah gatal bisa disebabkan oleh alergi musim atau sering disebut dengan hay fever. Biasanya alergi musim terjadi saat musim menjelang berangin dan dingin. Gejalanya dapat berupa wajah gatal, mata merah, berair, gatal, hingga bengkak. Bahkan alergi juga bisa menjadi konjungtivitas atau peradangan konjungtiva mata jika sudah cukup parah.

 

Baca juga :

Solusi Herbal untuk Atasi Ruam di Wajah karena Alergi
Mengobati Alergi pada Wajah Bayi
Penyakit Alergi Kosmetik pada Kulit Wajah

Mengenal Penyebab dan Jenis Alergi yang Sering Dialami Bayi

Mengenal Penyebab dan Jenis Alergi yang Sering Dialami Bayi,- Alergi merupakan bentuk reaksi imun tubuh secara berlebihan pada benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Hampir setiap orang pasti pernah mengalami reaksi alergi, baik itu karena debu, makanan yang dikonsumsi, paparan zat kimia, atau yang lainnya. Kondisi alergi ternyata juga bisa dialami oleh bayi. Bahkan, bayi merupakan sumjek yang paling rentan mengalami alergi, mengingat sistem imunitas tubuhnya belum terbentuk dengan sempurna.

Meksipun alergi merupakan reaksi normal dari tubuh, namun alergi pada bayi tidak boleh disepelekan begitu saja. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan bayi mengalami alergi. Namun, faktor genetiklah yang paling sering memainkan peran penting dalam terjadinya alergi pada bayi. Selain itu, faktor lain yang sering menjadi penyebab alergi pada bayi adalah makanan dan lingkungan.

Hampir sekitar 6 juta anak memiliki alergi terhadap makanan. Alergi ini juga biasanya lebih banyak dialami oleh anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan. Jenis makanan yang paling sering membuat anak mengalami alergi diantaranya adalah kacang, susu sapi, telur, sea food, kedelai, dan tepung terigu.

Sedangkan alergi yang disebabkan oleh faktor lingkungan biasanya terjadi karena paparan dari benda-benda yang ada di dalam ataupun di luar ruangan, seperti serbuk sari, debu tungau, bulu binatang, jamur, atau kecoak.

Selain 3 faktor tersebut, ada juga beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan bayi mengalami alergi. Seperti gigitan serangga yang menyebabkan kulit bengkak, gatal, dan memerah. Atau efek obat-obatan dan bahan kimia tertentu, misalnya detergen yang bisa menyebabkan alergi pada kulit bayi.

Mengenal Jenis Alergi yang Sering Dialami Bayi

Ada 4 jenis alergi yang sering dialami bayi yang perlu diketahui dan diwaspadai, diantaranya adalah :

Dermatitis kontak

Dermatitis kontak adalah jenis alergi pada bayi yang ditandai dengan kulit kemerahan yang timbul segera setelah terpapar dengan suatu iritan atau pemicu alergi. Kulit bayi akan terlihat kering dan tampak bersisik. Konsultasikan dengan dokter jika Anda mencurigai gejala-gejala yang dialami oleh si kecil.

Urtikaria kronis

Urtikaria kronis merupakan reaksi alergi pada bayi yang tergolong berat. Urtikaria timbul dengan ditandai adanya ruam kemerahan yang lebar setelah kontak dengan alergen. Tiak seperti alergi kulit yang lainnya, urtikaria kronis tidak menyebabkan kulit menjadi kering. Gejala lain yang timbul antara lain sulit bernapas atau bengkak pada mulut dan wajah. Pada sebagian besar kasus, urtikaria kronis akan hilang dengan sendirinya selama terhindar dari paparan alergen.

Dermatitis atopik (eksem)

Diperkirakan sekitar 1 dari 10 bayi dilaporkan mengalami kondisi dermatitis atopik atau yang lebih sering dikenal dengan nama eksem. Dermatitis atopik merupakan kondisi peradangan kulit yang ditandai dengan kulit kemerahan dan terasa gatal.

Sebagian besar kondisi alergi ini dialami oleh bayi yang tidak mendapatkan ASI dan diberikan susu formula dengan bahan dasar susu sapi. Namun, seiring waktu, alergi susu ini bisa hilang mengingat pencernaan bayi yang sudah semakin sempurna.

Beberapa gejala yang bisa timbul jika bayi mengalami dermatitis atopik, seperti diantaranya :

*) Ruam merah yang tersebar pada tubuh akibat digaruk
*) Gatal-gatal, terutama di malam hari
*) Luka melepuh yang mengeluarkan cairan. Dalam beberapa kasus, luka ini akan menjadi luka terbuka jika digaruk
*) Kulit kering, pecah-pecah, dan bersisik

Alergi rhinitis

Apa ibu pernah menemukan si kecil yang bersih tanpa henti secara tiba-tiba ? Jika iya, mungkin anak ibu sedang mengalami alergi rhinitis. Gejala utama dari alergiini memang berupa bersin-bersin, beringus, hingga hidung tersumbat. Umumnya, alergi rhinitis disebabkan karena bayi terpapar debu, serbuk sari, atau bulu binatang. Dalam kondisi yang tergolong berat, gejala rhinitis yang dialami bisa meliputi serangan asma atau sesak napas.

 

Artikel terkait :

Mengobati Alergi pada Wajah Bayi
Cara Mengatasi Gejala Alergi Bayi
Cara Menghilangkan Bintin Merah pada Dada dan Perut Bayi

Jenis Penyakit Kulit yang Umum Terjadi Pada Anak

Tidak hanya pada orang dewasa saja, penyakit kulit juga bisa dialami oleh anak-anak, terlebih lagi kulit anak masih sangat sensitif dan berbeda dengan anatomi orang dewasa. Penyakit kulit pada anak akan membuatnya merasa tidak nyaman. Anak akan sering menaring dan mengeluhkan gatal, kepanasan, bahkan hingga merasakan perih.

Dikarenakan sistem kekebalan tubuh anak masih berkembang, menyebabkan penularan penyakit kulit pada anak sangat mungkin terjadi. Dengan begitu, para orangtua harus waspada dengan berbagai kondisi yang dapat memicu timbulnya penyakit kulit pada anak.

jenis-penyakit-kulit-yang-umum-terjadi-pada-anak

Berikut ini beberapa jenis penyakit kulit yang umum terjadi pada anak dan patut diwaspadai, diantaranya adalah :

Biang Keringat

Salah satu jenis penyakit kulit yang umum terjadi pada anak yaitu biang keringat. Hal ini disebabkan karena terdapat penyumbatan pada pori kulit, sehingga keringat tidak dapat keluar. Biang keringat kemudian akan menyebabkan timbulnya bintik-bintik seperti jerawat yang memenuhi bagian leher dan kepala anak. Biasanya penyakit ini akan hilang dengan sendirinya. Ketika anak mengalami biang keringat, orangtua harus memakaikan pakaian yang nyaman agar biang keringat tidak bertambah parah.

Ruam Popok

Ruam popok atau peradangan pada daerah yang tertutup popok, seperti bokong. Penyakit ini disebut sebagai dampak dari kulit yang terlalu lama bersentuhan dengan air kencing dan tinja. Ruam popok juga bisa disebabkan oleh paparan air yang terlalu banyak ataupun karena adanya sisa sabun dalam popok yang bersentuhan dengan kulit dalam waktu yang lama. Gangguan kulit yang satu ini jangan dianggap remeh, karena kondisi ini merupakan bentuk dasar dari dermatitis kontak iritan. Beruntung, gangguan ini biasanya terbatas pada lokasi yang tertutup popok saja, sehingga penanganannya dapat difokuskan pada daerah tersebut saja.

Seborrhea

Peradangan pada kulit bagian atas yang ditandai dengan timbulnya sisik pada kulit kepala, bagian laeher, pipi, dada, atau bagian lainnya. Penyakit ini hampir sama seperti ketombe yang bersisik atau berkerak pada bayi. Penanganan penyakit kulit ini yaitu dengan menggunakan minyak zaitun atua babi oil pada kulit kepala bayi. Ibu harus mengoleskan dengan lembut, karena kulit bayi sangat sensitif.

Baca Juga : Mengobati Gatal di Kulit Akibat Alergi

Campak

Jenis penyakit yang umum menimpa pada anak-anak yang lainnya yaitu campak. Ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengan penyebaran yang cepat. Pada kasus yang jarang terjadi, penyakit campak bisa menyebabkan komplikasi serius pada anak-anak, seperti pneumonia atau peradangan pada paru-paru. Namun, ibu tidak perlu khawatir. Karena kini telah ada vaksinasi campak. Maka kemungkinan mereka terkena penyakit ini akan semakin kecil.

Eksim

Eksim merupakan penyakit kulit yang dapat menyerang pada bayi. Meskipun penyakit eksim tidak menular, namun penyakit yang ditandai dengan adanya peradangan yang hebat dan menyebabkan timbulnya gelembung kecil hingga akhirnya pecah dan mengeluarkan cairan. Pada kondisi yang lebih parah bisa mengakibatkan kulit bayi menjadi merah, bahkan hingga mengeluarkan nanah. Penyebab eksim dapat di picu karena bayi genetik atau karena beberapa bahan kimia lainnya. Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan menghilangkan rasa gatal, sehingga menghindari infeksi. Untuk membuat kulit tetap lembab, maka ibu bisa menggunakna lotion atau krim khusus bayi.

Intertrigo

Jenis penyakit kulit yang umum terjadi pada anak yang terakhir yaitu intertigo yang merupakan gangguan kulit pada lipatan tubuh bayi. Penyakit kulit ini biasanya terjadi pada bagian ketiak, perut, dan bagian dalam. Ditandai dengan kulit yang merah, gatal, dan sakit jika mengalami gesekan. Penyebab dari gangguan ini bisa terjadi karena lembab yang berlebihan. Oleh karena itu, untuk melakukan pencegahannya ibu bisa mencuci bagian lipatan kulit bayi dengan air atau menggunakan krim sehingga melindung kulit bayi.