Gejala yang Timbul pada Penderita Alergi Kondom

Gejala yang Timbul pada Penderita Alergi Kondom,- Selain untuk mengontrol kehamilan, penggunaan kondom juga merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual (PMS). Namun, sayangnya tidak semua orang bisa menggunakan kondom, pasalnya ada sebgian orang yang akan mengalami reaksi alergi jika bersentuhan dengan kondom.

Alergi kondom biasanya disebabkan oleh karet lateks, pelumas yang digunakan pada kondom, atau bahkan keduanya. Reaksi alergi ini dapat terjadi hanya dalam beberapa menit setelah kontak dengan kondom atau setelah beberapa jam kemudian.

Gejala yang ditimbulkan oleh alergi kondom bisa berbeda pada setiap orang, tergantung dengan sistem kekebalan tubuh yang dimilikinya. Namun, berikut ini merupakan beberapa gejala yang timbul pada penderita alergi kondom yang umum terjadi, diantaranya adalah :

Panas

Ketika mengalami alergi kondom, kulit bisa terasa panas yang menyiksa seperti terbakar. Ini merupakan reaksi alergi yang cukup parah dan memerlukan waktu untuk penyembuhannya. Terlebih lahi kulit di area vital biasanya sensitif dan mudah bereaksi terhadap alergen.

Gatal

Rasa gatal dapat terjadi setelah penggunaan alat kontrasepsi dari lateks tersebut, terkadang juga disertai dengan merah, dan ruam. Reaksi alergi tersebut memang tidak langsung timbul, namun bisa timbul setelah 5-10 menit setelah pemakaian.

Melepuh

Setelah mengalami gatal dan panas, kulit juga bisa melepuh sama seperti luka bakar. Jika hal tersebut terjadi, segera hubungi pihak medis untuk mendapatkan penanganan. Namun, kondisi ini juga bisa sembuh tanpa penanganan medis, asalka tidak banyak disentuh. Anda juga bisa menggunakan salep untuk mendinginkan dan menghilangkan reaksi alergi yang timbul.

Sesak napas

Jika alergi sampai masuk ke dalam aliran darah, maka Anda bisa saja mengalami sesak nafas. Racun lateks yang direspon negarif oleh tubuh akan menyebabkan pembengkakan di saluran pernapasan. Bahkan bisa menghalangi aliran darah dan mengganggu pasokan oksigen ke seluruh tubuh, teramsuk ke jantung.

Gejala alergi kondom terkadang hampir mirip dengan infeksi jamur yang menyerang kelamin, namun bedanya alergi kondom biasanya tidak menyebabakn keluarnya cairan dari vagina.

Artikel terkait :

Solusi Bagi Penderita Alergi Kondom Lateks
Cara Mengobati Alergi Lateks

Solusi Alternatif Bagi Penderita Alergi Kondom Lateks

Solusi Alternatif Bagi Penderita Alergi Kondom Latek,- Penggunaan kondom mungkin bukan sesuatu hal yang aneh bagi Anda yang telah aktif secara seksual. Kondom umumnya terbuat dari bahan lateks atau getah karet sebagai bahan dasarnya. Namun, tidak semua orang bisa memakai atau menerima sentuhan kondom dengan bahan dasar lateks.

Beberapa orang mungkin memiliki alergi terhadap lateks, karena pada dasarnya lateks terbuat dari getah karet yang seringkali menimbulkan gatal dan ruam kemerahan pada kulit.

Bagi Anda yang memiliki alergi terhadap lateks, maka perlu jeli dalam memilih dan mengidentifikasi bahan yang digunakan untuk membuat kondom tersebut. Sebagai solusi alternatif bagi penderita alergi kondim lateks, berikut ini beberapa pilihan kondom yang bisa dipilih sebagai pengganti kondom lateks, diantaranya :

Kondom berbahan polisuprena

Kondom ini terbuat dari bahan lateks sintetis tanpa kandungan protein getah karet yang bisa memicu timbulnya reaksi alergi. Karena kondom bahan polisuprena merupakan hasil uji laboratorium, kondom ini didesain dengan keuntungan yang didapatkan dari gabungan kondom lateks dan kondom poliuretan.

Kondom ini juga dinilai lebih kuat dan elastis. Walapun sedikit tebal dari kondom lateks atau poliuretan, namun setidaknya kondom ini lebih pas mengikuti bentuk masing-masing penis saat digunakan. Kekurangannya, kondom ini hanya tidak dapat digunakan bersamaan dengan pelumas.

Kondom berbahan poliuretan

Poliuretan merupakan salah satu kondom yang tidak memiliki bau dan tahan terhana panas pencahayaan sinar UV. Keuntungan dari kondom poliuretan adalah kondom ini juga dapat menghantarkan hangat tubuh antara penis dan vagina. Banyak orang yang menyebutkan bahwa kondom poliuretan ini menawarkan sensasi yang lebih nikmat dan menyenangkan daripada kondom lateks.

Dibandingkan dengan kondom lateks, sayangnya kondom poliuretan lebih tipis dan kurang elastis. Kondom jenis ini juga bisa dugunakan bersama dengan pelumas, beruntungnya lagi Anda juga tidak perlu menghirup aroma karet saat berhubungan dengan pasangan Anda.

Artikel Terkait : Gejala dan Cara Mendiagnosa Alergi Lateks

Kondom alami

Umumnya kondom alami ini sudah digunakan sejak lama untuk mengontrol lonjakan angka kelahiran di bumi. Kondom yang terbuat dari kulit domba ini lebih dahulu haidr dan tidak menimbulkan efek alergi kondom lateks seperti umumnya.

Banyak orang yang menggunakan kondom ini karena mereka merasa tekstur kondom yang tipis, dan yang paling penting bisa menstransfer hangat tubuh melalui penis dan vagina saat berhubungan seksual. Bahkan, banyak pria yang menggunakan kondom dari kulit domba menyatakan bahwa mereka hampir tidak merasakan perbedaan antara memakai kondom atau tidak. Kondom ini didapuk bisa mendukung gerakan cinta lingkungan dengan tidak menghasilkan limbah lateks yang berbahaya.

Kondom wanita

Bukan hanya pada pria, ternyata kondom juga tersedia bagi wanita. Kondom yang digunakan pada lubang vagina ini menawarkan keuntungan bagi wanita yang ongin dobel pengaman saat bercinta serta menghindari kehamilan ataupun infeksi seksual menular. Kondom perempuan berbentuk tipis, dan fleksibel mengikuti dorongan penis dan ruang vagina.

Kondom ini juga dapat digunakan dengan pelumas berbasis silikon atau pelumas lainnya. Kondom wanita merupakan pilihan yang tepat bagi mereka yanga lergi atau sensitif terhadap bahan kimia.

Selain beberapa solusi alternatif bagi penderita alergi lateks tersebut, sebenarnya alergi ini bisa diobati. Pengobatan dengan menggunakan obat-obatan seperti kortikosteroid, antihistamin, suntikan epinefrin, ataupun dengan obat alergi lateks alami. Umumnya epinefrin diberikan untuk reaksi hipersensitif atau anafilaksis.