Tips Mengatasi Alergi Wajah Karena Makeup dengan Makeup

Tips Mengatasi Alergi Wajah Karena Makeup dengan Makeup,- Wanita memang tidak bisa lepas dari makeup. Sebagian besar wanita mungkin Anda juga termasuk salah satunya tidak akan percaya diri keluar ruamh tanpa menggunakan makeup. Bahkan, kemanapun Anda pergi, kantung makeup pasti selalu ada di dalam tas.

Namun, bagi Anda yang memiliki kulit sensitif, makeup yang mengandung bahan-bahan tertentu mungkin bisa menyebabkan alergi. Setipa kulit wanita memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap produk perawatan kulit atau makeup tertentu.

Untuk beberapa wanita, beberapa makeup tertentu bisa memicu alergi dan efek samping berupa ruam-ruam, kulit kering, berjerawat, bahkan terasa terbakar untuk kulit sensitif. Beberapa wanita yang mengalami alergi pada kulit wajah mungkin akan segera memutuskan untuk pergi ke klinik kecantikan atau dokter kulit untuk mengobati kulit mereka. Namun, kenyataannya tidak semua wanita memiliki cukup biaya untuk mengobati alergi kulit mereka dengan obat dari klinik kecantikan atau dokter kulit, mengingat biayanya yang cukup besar.

Walaupun begitu, Anda sebaiknya tidak membiarkan alergi kulit karena makeup begitu saja. Selain dengan melakukan perawatan di klinik kecantikan atau dokter kulit, Anda juga bisa mengatasi alergi dengan cara menggunakan makeup. Bagaimana caranya ?

Berikut ini merupakan beberapa tips mengatasi alergi wajah karena makeup dengan makeup yang bisa dilakukan, yaitu diantaranya :

Kompres wajah sebelum menggunakan makeup

Sebelum menggunakan makeup, redakan bengkak dengan cara mengompres wajah dengan airhangat agar ruam kemerahan mereda dan wajah lebih baik. Jangan menggunakan makeup apapun agar tidak semakin parah. Anda bisa mengoleskan krim lidah buaya sebelum tidur dan cukup bilas wajah dengan air untuk mengurangi alergi kemerahan sebelum menggunakan makeup.

Gunakan waterproof eye makeup

Ketika mengalami alergi, biasanya kulit akan lebih sensitif, merah-merah dan terasa perih. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan waterproof eye makeup untuk tetap terlihat cantik namun tidak menyentuh bagian wajah lain. Hal ini dapat membantu makeup tak luntur meskipun terjadi reaksi alergi.

Gunakan color corrector

Jika alergi di wajah cukup parah, maak Anda bisa menutupinya sementara dengan menggunakan color corrector. Cara ini bisa membantu Anda untuk meminimalisasi tampilan alergi pada wajah. Rona kemerahan pada kulit akan disamarkan dan ditutup sehingga warna kulit tampak lebih rata.

Baca juga : Cara Mengobati Wajah Bengkak Karena Alergi Secara Alami

Cara Alternatif Mengatasi Alergi dengan Pengobatan Mandiri

Cara Alternatif Mengatasi Alergi dengan Pengobatan Mandiri,- Alergi bisa terjadi pada siapapun dan kapanpun. Alergi yang timbul bisa berupa bersin-bersin, mata berair, batuk, sulit bernapas, ataupun gatal-gatal. Kondisi alergi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal dan tidak bisa dihindari jika Anda belum menemukan penyebabnya, seperti dingin atau debu. Untuk menghindarinya, maka Anda perlu mengetahui dan menghindari penyebabnya.

Tapi, bagaimana jika penyebab alergi sulit dihindari dan sudah terlanjur mengalami alergi ?

Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan pengobatan sendiri atau bisa disebut juga dengan pengobatan mandiri atau swamedikasi. Swamedikasi adalah cara mengatasi alergi dengan cara mengobati diri sendiri terhadap keluhan-keluhan dan penyakti ringan yang sering dialami masyarakan.

Pemilihan obat untuk swamedikasi disesuaikan gejala dengan keluhan dan penyakit yang dialami. Pilihan obat alergi untuk swamedikasi yang bisa digunakan yaitu diantaranya CTM (chlorpheniramine maleat) dan diphenhydramine, yang termasuk obat bebas dan obat bebas terbatas yang bisa dibeli di supermarket, toko obat, ataupun apotek. Namun, untuk pengobatan mandiri untuk mengatasi alergi dengan menggunakan Cetirizine, Anda bisa membelinya secara ebas di apotek namun dengan syarat tertentu.

Perlu diketahui, menurut SK Menkes No, 1176 tahun 1999, Cetirizine hanya bisa dibeli bebas di apotek jika merupakan pengulangan dari resep dokter, dan terbatas hanay 10 tablet. Sedangkan untuk obat jenis Loratadine, Anda tidak dapat membelinya secara bebas di apotek kecuali dengan resep dokter.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menggunakan Obat untuk Pengobatan Mandiri

Setelah mengetahui jenis obat apa saja yang bisa digunakan untuk pengobatan swamedikasi, juga terdapat beberapa hal yang perlu diketahui dalam menggunakan obat-obatan ini, diantaranya :

  1. Perhatikan kondisi khusus seperti sedang hamil atau menyusui, akan memberikan obat alergi ini pada bayi, seorang lansia, penderita diabetes, hipertensi, dan penyakit kronis lainnya, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui dosis yang tepat.
  2. Pertimbangan pengalaman alergi pada obat tertentu (jika ada).
  3. Hindari dosis melebihi yang dianjurkan, selalu lihat kembali dosis yang diperlukan.
  4. Hindari penggunaan bersama dengan minuman beralkohol atau obat tidur.
  5. Selalu perhatikan nama obat, zat berkhasiat, kegunaan, cara penggunaan, efek samping, dan interaksi obat yang dapat dibaca pada etiket atau brosur.

Hal utama yang perlu diperhatikan mengenai cara mengatasi alergi dengan pengobatan mandiri dengan anti alergi adalah kebanyakan obat anti alergi menyebabkan kantuk. Pada kondisi tertentu ini dapat menjadi efek samping yang positif karena akan membantu mengistirahatkan tubuh. Namun, jika harus tetap beraktivitas setelah minum obat, maka sangat disarankan untuk tidak mengemudi, mengoperasikan alat berat, ataupun melakukan pekerjaan yang memerlukan konsentrasi penuh karena bisa menimbulkan bahaya.

Jika Anda tidak mengharapkan adanya efek tersebut, terdapat obat anti alergi generai terbaru yang memiliki efek mengantuk yang minumal bahkan tidak ada sama sekali. salah satunya Loratadine. Namun, obat tersebut hanya bisa dibeli dengan resep dokter.

Baca juga : Solusi Obat Herbal Ruam di Wajah Karena Alergi

Cara Tepat Menolong Lansia Ketika Mengalami Alergi

Cara Tepat Menolong Lansia Ketika Mengalami Alergi,- Alergi merupakan salah satu masalah kesehatan yang bisa dialami oleh siapa saja, tidak terkecuali oleh lansia. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan alergi pada lansia, seperti diantaranya daya tahan tubuh yang menurun, perubahan anatomi tubuh, serta penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat memperparah alergi.

Alergi pada lansia memang sering terjadi. Namun hal ini tidak boleh dianggap sepele, terlebih lagi pada lansia yang memiliki kondisi kekebalan tubuh yang sudah menurun. Karena meskipun terlihat ringan, alergi dapat berakibat fatal jika tidak segera diatasi.

Untuk membantu mengatasinya, berikut ini adalah beberapa cara tepat menolong lansia ketika mengalami alergi yang bisa dilakukan, diantaranya :

Kenali gejala yang sering timbul

Ada bermacam-macam gejala alergi yang sering timbul, mulai dari sesak napas, batuk, gatal pada kulit atau diare. Jadi, jika gejala yang sering timbul sudah tampak, maka sebaiknya segera berikan obat alergi yang biasa dikonsumsi.

Cari tahu penyebabnya

Jika alergi yang dialami lansia baru pertama kali, coba gali lebih dalam mengenai penyebabnya dari orang yang setiap hari merawat dan berada didekatnya. Penyebab alergi yang paling sering adalah debu, udara dingin, dan makanan seperti seafood atau telur. Setelah mengetahui penyebabnya, yang harus dilakukan pertama kali ada menghindarkan penyebab alergi tersebut dari lansia.

Bagi lansia penderita hipertensi yangmengonsumsi obat hipertensi golongan ACE Inhibitor disarankan untuk berhati-hati. Pasalnya obat tersebut memiliki efek samping batuk yang dapat memancing kambuhnya asma.

Sediakan obat yang biasa dikonsumsi

Lansia yang mengidap alergi biasanya sudah memiliki obat khusus yang harus selalu ada di tempat penyimpanan obat. Hati-hati terhadap kombinasi obat yang dikonsumsi tanpa petunjuk dokter. Karena beberapa kombinasi obat bisa menyebabkan dampak yang buruk bagi lansia. Hal ini dikarenakan mulai menurunnya fungsi ginjal di saat usia menua.

Kombinasi obat yang biasanya diberikan saat timbul gejala alergi pada lansia adalah obat antihistamin yang dikombinasikan dengan obat steroid.

Bawa ke dokter jika gejala tidak mereda

Jika pemberian obat antihistamin tidak meredakan gejala yang timbul, maka segera bawa lansia ke dokter untuk penanganan yang lebih lanjut.

Tips Mengatasi Alergi pada Kulit dengan Bahan Alami

Tips Mengatasi Alergi pada Kulit dengan Bahan Alami,- Gatal, ruam, atau kulit yang kemerahan seringkali dianggap sepele oleh para penderitanya, karena dianggap akan segera sembuh dengan sendirinya. Padahal, gatal yang timbul pada kulit ini bisa menjadi berbahaya jika tidak ditangani dengan segera.

Selain itu, kemerahan pada kulit, gatal, dan ruam yang timbul juga bisa maenjadi salah satu gejala yang menunjukkan alergi kulit. Alergi bisa mempengaruhi setiap bagian dari tubuh, termasuk kulit. Alergi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kosmestik, atau makanan tertentu.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda tidak perlu khawatir. Berikut ini merupakan beberapa tips mengatasi alergi pada kulit dengan bahan alami yang bisa dilakukan, yaitu :

Kompres

Gatal dan bengkak merupakan gejala yang paling tidak nyaman. Cara terbaik untuk mengatasinya yaitu dengan menerapkan kompres dingin pada daerah yang terkena. Tempatkan 3-4 es batu dalam kantong plastik dan letakkan pada kulit. Ulangi pengobatan ini 3-4 kali sehari untuk memfasilitasi penyembuhan cepat. Anda juga bisa mencelupkan saputangan katun dalam mangkuk air dingin dan letakkan di daerah yang terkena.

Minyak zaitun

Minyak zaitun merupakan pelembab alami yang kaya aka kandungan vitamin E dan antioksidan, yang mempromosikan penyembuhan dan pembaharuan kulit. Campurkan madu ke dalam mangkuk minyak zaitun dan terapkan campuran tersebut pada ruam secara langsung untuk mencegah gatal-gatal.

Lemon

Lemon memiliki kandungan vitamin C yang bersifat pemutihan juga, membuatnya menjadi salah satu solusi alami terbaik untuk mengatasi masalah pada kulit. Untuk mendapatkan manfaatnya, cukup dengan menerapkan jus lemon pada daerah yang terkan dan biarkan hingga kering. Mungkin pada awalnya akan terasa sensasi seperti terbakar, namun lemon akan menyembuhkan gatal dengan cepat. Jangan lupa untuk membilasnya dengan air.

Artikel terkait :

Obat Alergi Sabun pada Kulit
Obat Alergi Kulit Gatal Berair
Cara Mengobati Alergi Kulit

Lidah buaya

Lidah buaya memiliki manfaat yang menakjubkan untuk kesehatan, yaitu salah satunya bersifat antiinflamasi, antibakteri, dan antijamur. Menggunakan lidah buaya secara teratur bisa membantu penyembuhan dan mengurangi kemerahan ruam yang timbul pada kulit. Caranya yaitu ambil gel ekstrak lidah buaya segar dari daun tanaman dan aplikasikan pada daerah yang terkena alergi secara langsung. Biarkan selama kurang lebih 30 menit dan cuci dengan air bersih. Ulangi perawatan ini 3 kali sehari untuk menghilangkan alergi kulit sepenuhnya.

Daun mint

Daun miny bisa dimanfaatkan untuk mengurangi pembengkakan dan menenangkan sensasi terbakar. Cara terbaik untuk mendapatkan manfaatnya yaitu Anda hanya perlu menghancurkan daun segar dengan cara ditumbuk. Kemudian terapkan daun yang telah halus pada kulit. Diamkan selama 30 menit dan bilas.

Baking soda

Baking soda dapat membantu mempercepat proses penyembuhan dengan menenangkan peradangan yang terkait dengan alergi. Tambahkan satu sendok baking soda kedalam 3 sendok air dan aduk rata. Oleskan campuran ini pada kulit yang terkena dan biarkan selama 15 menit. Lakukan ini sekali dalam sehari. Pilihan lain yaitu dengan mencampurkan baking soda dalam minyak kelapa dan menerapkan campuran ini ke kulit selama 5 menit. Ulangi ini dua kali sehari untuk mengobati alergi kulit secara alami.

Cara Mengatasi Reaksi Alergi Akibat Tanaman Beracun

Cara Mengatasi Reaksi Alergi Akibat Tanaman Beracun,- Mengalami gatal-gatal setelah bersentuhan dengan tanaman tertentu atau getah tanaman beracun mungkin merupakan reaksi yang umum. Seseorang yang terpapar urushiol dari tanaman beracun genus Toxicodendron seperti poison oak, sumac, maupun posion ivy atau jetang, biasanya akan maerasakan timbulnya reaksi alergi dalam 12 jam hingga 3 hari, bahkan satu minggu setelahnya.

Selain ruam kulit yang berwarna kemerahan dan gatal, kulit juga bisa melepuh dan membengkak. Iritasi ataupun reaksi alergi tidak terhadi pada orang lain yang menyentuh ruam pada kulit penderita. Reaksi alergi ini juga dikenal dengan istilah Toxicodendron dermatitis, yaitu sejenis dermatitis kontak karena terpapar tanaman genus Toxicodendron.

Bagi Anda yang baru pertama kali terkena urushiol, mungkin reaksi alerginya tidak akan langsung terlihat. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang masih menyesuaikan mekanisme pertahanannya terhadap sumber alergi baru. Namun, reaksi dapat langsung timbul ketika Anda terkena minyak ini kembali. Kendati demikian, risiko timbulnya reaksi alergi akan lebih kecil jika Anda sudah pernah terpapar kandungan urushiol pada tanaman beracun sejak kecil.

Selain menimbulkan reaksi pada kulit, zat beracun urushiol ini juga bisa menimbulkan reaksi jika terkena mata, jalan napas termasuk paru-paru melalui asap dari tanaman yang dibakar, dan organ pencernaan jika mengonsumsi tanaman herba yang mengandung zat tersebut. Jika terpapar pada tubuh dan menimbulkan alergi berat syok anafilaktik, gatal-gatal berat, atau sesak napas, maka Anda perlu segera mendapat pertolongan medis karena kondisi tersebut merupakan kondisi yang berpotensi mengancam nyawa.

Cara Mengatasi Reaksi Alergi Akibat Tanaman Beracun

Selain paparah langsung minyak urushiol, Anda juga bisa terkena alergi jika urushiol tertiup angin dan menempel pada kulit, bulu binatang, alat berkebun, ataupun perkakas lain yang disentuh. Hindari menyentuh atau menggaruk ruam jika Anda terkena urushiol atau mengalami ruam akibat bersentuhan dengan tanaman racun.

Segera bersihkan area yang terkena tanaman beracun dengan air hangat selama 20-30 menit. Hal ini bertujuan untuk memastikan berkurangnya sisa minyak urushiol. Anda bisa menggunakan sabun untuk membersihkan area tersebut, serta disarankan untuk membersihkan area di bawah kuku agar tidak ada sisa minyak urushiol yang menempel. Selain itu, cuci juga paklaian yang Anda gunakan ketika berada di sekitar area tanaman beracun. Bagi yang sering terpapar dengan tanaman-tanaman beracun tersebut, gunakanlah alat pelindung diri yang baik agar meminimalisir risiko terpapar zat racun.

Biasanya reaksi ini bisa dialami selama 1 hingga 3 minggu dan tidak memerlukan penanganan atau obat alergi khusus. Selama proses penyembuhan berlangsung, Anda bisa mengurangi rasa gatal dengan meletakkan kompres dingin di area alergi. Untuk reaksi alergi yang lebih serius, dokter mungkin akan memberikan losion calamine, antihistamin, pereda rasa sakit, kortikostiroid oral atau salep jika realsi alergi cukup berat, hingga antibiotik jika terdapat infeksi.

Tanda infeksi kulit yang mungkin timbul diantaranya yaitu jika terdapat nanah pada kulit, bisul, atau kerak berwarna kekuningan karena nanah yang mengering. Namun, perlu diingat bahwa obat-obatan antihistamin tertentu dapat menyebabkan efek samping mengantuk.

Jika kondisi tidak kunjung membaik atau mengalami reaksi alergi berat, seperti susah bernapas, sulit menelan, wajah membengkak, ruam yang meluas atau adanya tanda infeksi seperti demam dan timbul nanah pada kulit, segeralah berobat ke dokter atau unit gawat darurat. Meskipun sangat jarang terjadi, pada penderita alergi tanaman beracun yang parah, dapat terjadi reaksi anafilaksis yang bisa berujung pada kematian jika tidak segera ditangani di rumah sakit.

Cara Efektif untuk Mengatasi Alergi Bawang Putih

Cara Efektif untuk Mengatasi Alergi Bawang Putih,- Alergi bawang putih termasuk jenis alergi yang jarang terjadi. Baisanya seseorang yang alergi terhadap bawang putih juga memiliki alergi terhadap bawang merah, bawang bombay, dan daun bawang. Adanya sensitifitas dan intoleransi terhadap bawang putih akan memicu gejala gangguan pencernaan.

Jika Anda merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi bawang putih, maka segera periksakan diri ke dokter. Tanda alergi akan dikonfirmasi dengan pemeriksaan skin prick dan pemeriksaan darah.

Berhubung setiap bumbu masakan di Indonesia umumnya mengadnung bawang putih, maka hal terbaik yang bisa dilakukan untuk mencegah alergi kambuh yaitu dengan menghindari makanan yang menyebabkan alergi. Pengobatan lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi cetirizine (antihistamin). Namun, obat alergi ini hanya bertujuan untuk mengurangi gejala alergi, karena pada dasarnya alergi itu tidak bisa disembuhkan.

Kemudian, jika Anda merasa tidak bisa menghindari makanan yang dapat memicu alergi, maka Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk melakukan terapi alergi, dimana Anda akan diberikan zat alergen dalam jumlah kecil dan dikontrol secara rutin dalam waktu beberapa tahun yang bertujuan untuk membiasakan tubuh terhadap zat alergen tersebut sehingga bisa meminimalkan keluhan yang timbul ketika terpapar alergen.

Baca juga : Penyebab Alergi Bawang Putih

Selain itu, penderita alergi juga harus mewaspadai dengan komplikasi yang mungkin terjadi. Kompliaksi berbahaya alaergi diantaranya adalah serangan asma hingga anafilaksis. Gejala asma meliputi sesak napas, dan kesulitan bernapas. Serangan asma ini sangat cepat dan bisa mengancam jiwa jika tidak segera diobati.

Potensi kedua adalah reaksi anafilaksis. Pada reaksi ini sangat berbahaya meskipun sangat jarang. Reaksi anafilaksis akan memicu syok anafilaksis. Kondsii ini harus segera diobati dengan epinefrin atau adrenalin. Gejala syok anafilaksis yang perlu diwaspadai dianatarnya adalah tekanan darah turun secara drastis dari normal, pulsasi nadi meningkat, pembengkakan pada kerongkongan dan penebalan saluran napas, serta pusing, bingung, dan penurunan kesadaran.

Tips dan Trik Mengatasi Alergi Selama Masa Kehamilan

Tips dan Trik Mengatasi Alergi Selama Masa Kehamilan,- Meskipun hanya sekitar 10% dari wanita usia subur yang memiliki alergi, namun hal ini menjadi masalah yang sering menimbulkan komplikasi kehamilan. Sulit menjelaskan bagaimana alergi dapat memengaruhi kehamilan. Namun, ini juga tergantung pada gejala alergi yang dialami, apakah ringan atau parah. Gejala aelrgi sendiri kemungkinan tidak akan memengaruhi janin.

Untuk menghindari timbulnya masalah pada kehamilan, berikut ini merupakan tips dan trik mengatasi alergi selama masa kehamilan yang bisa dilakukan, diantaranya :

Obati gejala ringan dengan pengobatan di rumah

Hidung mampet biasa terjadi selama kehamilan. Anda bisa menggunakan humidifier (alat penyerap kelembaban udara) di rumah untuk membantu mengatasi masalah ini. Ini tidak akan menghilangkan alergen atau zat penyebab alergi dari lingkungan, namun akan melembabkan udara. Sehingga hidung tidak akan mampet. Atau Anda juga bisa mencoba semprotan air garam untuk membantu meredakan hidung mampet.

Hati-hati dengan suntikan alergi dan obat herbal

Jika Anda telah menerima suntikan alergi sebelum hamil dan menduga akan membantu mengatasi gejala alergi, maka hal tersebut aman untuk dilakukan suntukan lagi. Namun, tidak direkomendasikan untuk melakukan suntikan alergi selama kehamilan karena Anda tidak akan mengetahui reaksi apa yang akan dialami. Untuk pengobatan herbal dan aromaterapi, dampak pada wanita hamil belum dipelajari secara mendalam.

Cobalahs emprotan steroid intra-nasal

Jika mengidap alergi parah, cobalah semprotan steroid intra-nasal untuk hidung, seperti Nasonex atau Flonase. Semprotan ini aman digunakan selama kehamilan dan dosis sesuai.

Hindari pemicu alergi sebanyak mungkin

Alergen lingkungan seperti jamur, serbuk sari, dan bulu binatang paling sering menjadi penyebab timbulnya gejala alergi. Alergen tersebut paling sulit untuk dihindari. Jika tingkat serbuk sari atau polusi tinggi, maka batasi waktu Anda berada di luar ruangan. Jaga agar jendela tetap tertutup dan nyalakan AC atau kipas angin untuk membantu membatasi paparan polusi dari luar.

Itulah 4 tips dan trik mengatasi alergi selama masa kehamilan yang bisa ibu lakukan untuk membantu mengurangi gejala alergi yang timbul. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai metode pengobatan alergi yang tepat dan aman, baik bagi ibu ataupun janin yang ada didalam kandungan. Semoga bermanfaat.

Artikel terkait :

 

Tips dan Trik Mengatasi Alergi Debu saat Berpuasa

Tips dan Trik Mengatasi Alergi Debu saat Berpuasa,- Pada saat berpuasa, tubuh mengistirahatkan diri dan tidak ada apapun yang masuk ke dalam badan. Walaupun begitu, terkadang beberapa kondisi menyebabkan seseorang harus mengonsumsi obat untuk mengatasinya, seperti salah satunya alergi. Terdapat beberapa jenis alergi yang bisa dialami, termasuk salah satunya adalah alergi debu.

Penyakit ini terbilang sangat sensitif. Sedikit saja terpapar oleh faktor penyebab alergi, maka tubuh akan langsung memberikan respon. Obat alergi menjadi salah satu cara yang ampuh untuk mengembalikan kondisi tubuh penderita alergi. Namun, ketika puasa, mengonsumsi obat tidak diperbolehkan. Selain itu, mengonsumsi obat secara terus menerus juga dapat menimbulkan dampak negatif pada tubuh.

Lalu, bagaimana tips mengatasi alergi debu saat berpuasa tanpa harus mengonsumsi obat ?

Anda tidak perlu khawatir. Meskipu tanpa obat, alergi debu tetap bisa diatasi dengan melakukan beberapa tips berikut :

Masker alergi

Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi alergi yaitu menggunakna masker dengan filter HEPS built-in. Penggunaannya juga tidak berkepanjangan. Anda hanya perlu menggunaannya ketika Anda ingin memotong rumput, menyapu, atau aktivitas lain yang berhubungan langsung dengan debu dan udara.

Nasal Gel

Mengoleskan nasal gel bisa membantu mengurangi alergi. Cara ini cocok bagi mereka yang alergi terhadap debu. Dengan kandungan Galfimia Glauca, itu cukup baik untuk mengembalikan pernafasan yang segar dan sehat.

Tutup jendela dan nyalakan AC

Tips mengatasi alergi debu saat berpuasa ini mungkin cukup sederhana dan mudah untuk dilakukan. Pasalnya, jika Anda berada di dalam rumah, Anda hanya perlu menutup semua jendela dan menyalakan AC. Jangan biarkan ada debu yangmasuk. Udara yang diciptakan pendingin ruangan biasanya mampu meminimalisir kuman bakteri yang memicu alergi.

Pergi ke wilayah berair

Tips dan trik mengatasi alergi debu saat berpuasa yang terakhir adalah dengan pergi ke tempat atau daerah yang berair. Pantai bisa menjadi pilihan yang tepat. Pantai memiliki serbuk sari dan jamur yang sedikit, sehingga dapat meminimalisir alergi debu dan kotoran yang dirasakan. Panasnya matahari juga dapat membantu memulihkan suhu tubuh yang tidak stabil.

Artikel terkait alergi debu :

Obat Alami Alergi Debu
Pengobatan Alergi Debu Anak dan Dewasa

Mengatasi Alergi Kepiting dan Udang dengan Minyak Jarak

Mengatasi Alergi Kepiting dan Udang dengan Minyak Jarak,- Kepiting dan udang merupakan salah satu jenis seafood yang cukup banyak diminati karena memiliki rasa yang nikmat dan juga kaya akan khasiat. Meskipun begitu, pada beberapa orang kepiting dan udang dapat memicu timbulnya reaksi alergi.

Menurut pakar kesehatan, timbulnya alergi ketika mengonsumsi udang dan kepiting ini disebabkan oleh kadar protein yang ada didalam makanan tersebut. Bagi sebagian orang, konsumsi proteien dalam jumlah yang tinggi memang bisa menyebabkan gejala alergi.

Alergi akibat udah dan kepiting biasanya ditandai dengan gatal-gatal dikulit tubuh, bentol-bentol atau sembab, atau kulit berwarna merah-merah. Jika Anda mengalami alergi setelah mengonsumsi udang atau kepiting, tidak perlukhawatir. Dalam hitungan hari alergi tersebut akan sembuh dengan sendirinya.

Akan tetapi, penderita alergi biasanya akan mengonsumsi obat alergi agar reaksi alergi cepat hilang. Namun, selain mengonsumsi obat, And ajuga bisa memanfaatkan minyak jarak sebagai salah satu alternatif untuk menghilangkan gejala alergi.

Untuk mendapatkan manfaat dari minyak jarak ini cukup mudah, Anda hanya tinggal mengoleskannya secara merata pada kulit yang mengalami alergi. Anda juga bisa minum 1 gelas air hangat yang telah diberi 2-3 tetes minyak jarak.

Meskipun udang dan kepiting kaya akan kandungan nutrisi, khususnya omega 3, namun alangkah baiknya penderita alergi menghindarinya untuk mencegah timbulnya reaksi alergi. Selain itu, perhatikan pula makanan yang akan Anda konsumsi, pastikan jika makanan tersebut tidak mengandung bahan yang berasal dari kepiting atau udang.

Artikel Terkait :

Mengatasi Alergi Udang
Alasan Makanan Laut Bisa Menyebabkan Alergi
Masalah Alergi Makanan Laut
Cara Menghindari Alergi saat Makan Seafood

Tips Sederhana untuk Mengatasi Alergi Tanpa Obat

Tips Sederhana untuk Mengatasi Alergi Tanpa Obat,- Alergi merupakan suatu kondisi yang sangat mengganggu, bahkan bisa menurunkan kualitas hidup penderitanya. Ketika kambuh, banyak penderita alergi yang langsung minum obat alergi atau obat antihistamin untuk mengurangi dan menghilangkan reaksi alergi yang timbul. Padahal, tidak semua jenis alergi butuh obat.

Secara umum, alergi dapat diartikean sebagai bentuk reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap suatu unsur yang sebenarnya tidak berbahaya. Gejala alergi yang timbul dapat berupa bersin-bersin, batuk, ruam pada kulit, gatal, atau sesak napas.

Walaupun tidak dapat disembuhkan, tetapi beberapa jenis alergi tertentu bisa diatasi dan dikendalikan tanpa harus minum obat. Alergi yang dimaksud adalah alergi dengan derajat ringan-sedang. Tips sederhana untuk mengatasi alergi tanpa obat diantaranya adalah sebagai berikut :

Menghindari faktor penyebab alergi (alergen)

Menghindari alergen merupakan cara yang paling baik dan harus dilakukan untuk mengendalikan alergi. Karena pada dasarnya, alergi tidak akan timbul jika tidak ada faktor pencetusnya. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui faktor penyebab alergi yang Anda alami agar bisa menghindarinya.

Mandi

Ketika keluar rumah, tubuh berpotensi besar untuk terpapat beragam alergen, seperti debu, asap, atau serbuk sari. Di satu sisi, mandi dapat menghilangakn dan mencegah alergen tersebut menempel di tempat tidur, pakaian, atau perabotan rumah yang sering Anda gunakan.

Hindari asap rokok

Asap rokok bisa menjadi salah satu faktor penyebab alergi, termasuk asma. Selain itu, zat berbahaya ini juga dapat memperparah gejala hidung dan mata gatal, bersin-bersin, serta pilek.

Mencuci hidung

Bagi penderita rhinitis alergi, umumnya menimbulkan gejala berupa hidung mampet, bersin, atau gatal di hidung. Sebelum memutuskan untuk minum obat, cobalah untuk mencuci hidung dengan air hangat yang dicampur dengan garam.

Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi ramuan herbal QnC Jelly Gamat yang terbuat dari 100% bahan alami dengan bahan dasar ekstrak teripang emas untuk membantu mengurangi gejala alergi secara alami, efektif, dan minim efek samping.

Informasi lengkapnya, silahkan kunjungi laman Pengobatan Alergi untuk Anak dan Dewasa.

Nah, sekarang Anda telah mengetahui bagaimana cara sederhana untuk mengatasi alergi tanpa obat. Perlu diingat, cara tersebut hanya berlaku jika alergi yang terjadi masih dalam tahap ringan-sedang. Jangan menggunakannya untuk alergi derajat berat. Segera temui dokter jika Anda mengalami gejala alergi yang lebih serius. Semoga bermanfaat.