Wajib Baca! Ini Cara Membedakan Henna Palsu dengan Asli

Wajib Baca! Ini Cara Membedakan Henna Palsu dengan Asli,- Henna adalah seni membuat tatto temporary dan pewarnaan permukaan kulit tubuh kita dengan menggunakan ramuan herbal berbagan dasar tumbuhan yang diolah berbentuk pasta henna. Tato henna merupakan salah satu pilihan yang banyak digunaklan oleh wanita.

Henna sendiri merupakan tumbuhan alami yang sering digunakan untuk kosmetik. Banyak yang menyebut henna sebagai innai atau pacar, namun fungsinya tetap sama, yaitu untuk membuat hiasan pada bagian tubuh.

Henna sudah dikenal sejak lebih dari 5.000 tahun lalu di Pakistan, Indoa, Afrika, dan Timur Tengah. Bahkan Cleoparta dalah salah satu wanita terkenal yang menggunakan produk ini untuk mempercantik kulitnya.

Saat ini, tren penggunaan henna sudah semakin luas, tidak hanya digunakan untuk melukis tangan di hari istimewa, henna juga sering digunakan untuk mewarnai kuku dan rambut, atau tato temporer untuk bergaya.

Walaupun banyak orang yang percaya bahwa henna besifat alami dan aman digunakan, sebaiknya Anda harus tetap waspadai sebelum menggunakan tato henna. Terlebih lagi sempat ada pernyataan dari American Academy of Dermatology yang menyebutkan bahwa tato henna bisa menyebabkan timbulnya reaksi alergi. Alergi henna ini disebabkan oleh henna yang telah dicampur dengan bahan kimia berbahaya.

Memang bukan hal yang mudah untuk mengetahui apakah bahan henna yang digunakan adalah bahan yang aman. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahuinya. Berikut ini merupakan cara membedakan henna paslu dengan asli yang perlu diketahui, diantaranya :

*) Warna

Rata-rata warna henna natural adalah reddish-brown, tapi kembali lagi beda orang yang menggunakan bisa beda juga hasil level warnanya. Terlebih lagi jika merek yang digunakan juga berbeda. Berbeda dengan henna natural, henna yang palsu atau berwarna hitam kemungkinan mengandung PDD dan hampir 100% mengandung zat pewarna rambut.

*) Tekstur

Henna alami dikemas dalam bentuk bubuk yang dicairkan dengan sejumlah materi alami untuk menghasilkan warna yang kuat dan tahan lama. Sedangkan henna dalam bentuk cair dapat berisik mudah dicampur dengan bahan kimia berbahaya.

*) Bahan pembuat

Henna natural atau fresh dibuat menggunakan bahan herbal seperti b ubuk henna (lawsonia inermis) diracik dengan air perasan jeruk lemon, essensial oil (minyak lavender, messo), dan gula. Berbeda dengan henna yang berisiko menyebabkan alergi biasanya terbuat dari campuran bahan kimia seperti gel dengan komposisi henna natural lebih sedikit atau mungkin tidak ada sama sekali kemudian dicampur dengan pewarna kimia.

*) Bau

Selain warna dan teksturna, henna yang natural juga bisa diketahui dari baunya. Henna yang alami atau natural, baunya menyeripai jamu, herbal, potongan rumput, atau sejenisnya. Jika baunya menyerupai bahan kimai yang menyengat dan tidak enak, maka bisa dipastikan bahwa henna tersebut palsi dan berbahaya.

*) Jangka waktu henna mengering

Henna alami memerlukan waktu yang lama untuk bisa mengering, sekitar 6-8 jam. Warnanya pun akan semakin terang dan tahan lama sampai mencapai 10 hari. Sedangakn henna yang berbahan kimia akan cepat mengering, dan warna yang dihasilkan akan langsung keluar dalam hitungan menit.

*) Warna yang dihasilkan

Setelah henna alami kering dan rontok, maka akan tersisa warna orange-kuning di kulit. Warna ini akan berubah semakin gelap (beroksidasi) menjadi reddish-brown (coklat kemerahan) dalam waktu 48 jam. Warna akhir ini tergantung pada sifat kimia di kulit/tubuh pengguna, beda orang bisa beda pula level warnanya. Sedangkan warna dari henna yang mengadnung bahan kimia akan tetap berwarna hitam, baik ketika diaplikasikan ataupun setelah rontok.

*) Tes kepekaan kulit

Ini penting dilakukan sebelum menggunakan henna. Pasalnya dengan melakukan tes kulit ini kita bisa mengetahui apakah henna yang akan digunakan menimbulkan reaksi alergi atau tidak. Caranya, tempelkan sedikit henna pada kulit belakang telinga atau tangan. Tunggu samapi 30 menit sampai kering. Lihat reaksinya, jika tidak menimbulkan gejala apapun, maka henna ini aman untuk digunakan. Namun, jika menimbulkan reaksi iritasi atau alergi, gatal-gatal, atau kulit memerah, maka hentikan penggunaan.

 

Artikel terkait :

Pengobatan Alergi Henna
Cara Aman Menggunakan Henna Agar Tak Sebabkan Alergi