Alergi Sinar Matahari

alergi matahariSinar matahari merupakan salah satu faktor alam yang paling penting bagi manusia. Sinar matahari sangat dibutuhkan manusia salah satunya untuk mengeringkan pakaian, membantu dalam proses produksi suatu produk bagi suatu perusahaan, dan tentunya juga bagi manusia sendiri bermanfaat untuk memproduksi vitamin D dalam tubuh dan juga diketahui mampu meningkatkan hormon endoferinyang dapat membuat suasana hati menjadi lebih baik. Namun, tidak semua orang dapat mendapatkan manfaat dari sianar matahari tersebut. Terdapat sebagian orang yang dapat mengalami reaksi alergi jika terpapar oleh sinar matahari.

Alergi sinar matahari merupakan suatu reaksi sistem kekbalan tubuh terhadap sinar matahari yang ditandai adanya ruam didaerah kulit yang terpapar oleh sinar  matahari atau disebut juga fotosensitifitas. Alergi sinar matahari terjadi saat sistem kekbalan tubuh memperlakukan kulit yang berubah akibat dari paparan sinar matahari sebagai zat asing dan memicu mekanisme pertahanan tubuh, sehingga menyebabkan terjadinya reaksi alergi. Secara umum yang melatarbelakangi timbulnya alergi yaitu kurang berfungsinya dari sistem kekbalan tubuh.

Walaupun disebut sebagai alergi, namun penyakit ini bukanlah benar-benar alergi yang sesuai dengan alergi dalam arti secara medis. Alergi sinar matahari lebih ke reaksi toksik lokal yang membuat kulit sensitif terhadap sinar matahari. Alergi kulit muncul pada hari pertama atau kedua saat kulit terpapar oleh sinar matahari. Yang bertanggung jawab atas reaksi-reaksi inflamasi tersebut adalah sinar UV, terutama UVA. Namun tidak jarang juga obat atau komponne dalam krim tabir surya dapat memperparah reaksi tersebut.

Gejala alergi sinar matahair dapat berbeda pada setiap orang tergantung dari penyebabnya. Namun, secara umum gejala yang timbul pada penderita, khususnya pada kuliy yaitu sebagai berikut :

  • Kemerahan
  • Gatal atau nyeri
  • Benjolan kecil
  • Pengerasan kulit atau perdarahan
  • Lecet atau gatal-gatal

Biasanya gejala tersebut muncul jika kulit terpapar oleh sinar matahari dan berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam setelah kulit terpapr sinar matahari.

Penyebab Alergi Sinar Matahari

Para ilmuwan tidak mengetahui secara pasti terhadap sebagian orang yang mengalami alergi terhadap sinar matahari sedangkan sebagian lagi tidak. Terdapat bukti yang menjelaskan bahwa faktor genetik/keturunan dapat membentuk alergi sinar matahari, dalam artian alergi terhadap sinar matahari ini diwariskan dari orang tua yang juga mengidap alergi.

37-84-thickboxSelain karena faktor genetik, alergi sinar matahari ini juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti produk kosmetik, tabir surya dan partikel kecil yang berasal dari serbuk sari tanaman. Alergi sinar matahari juga dapat dipicu oleh penyakit serius seperti hepatitis dan sirosis hati, gangguan sistem kekbalan tubuh, penyakit darah, serta penggunaan oba-obatan tertentu dalam jangka panjang, seperti obat antibiotik, barbiturat, atau kontrasepsi oral.

Pengobatan dan Pencegahan Alergi Sinar Matahari

Pengobatan terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari faktor pemicu. Tapi terdapat obat-obatan yang dapat digunakan sesuai dengan jenis dan gejala dari alergi sinar matahari yang dialami oleh penderita. Krim yang mengandung kortikosteroid bisa digunakan oleh penderita untuk mengatasi reaksi yang terjadi pada kulit yang parah.

Selain pengobatan, penderita juga harus melakukan pencegahan agar reaksi alergi sinar matahari tidak kembali muncul. Berikut beberapa tips pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu sebagai berikut :

  1. Lindungi diri Anda dari pancaran sinar UV rays secara benar.
  2. Sebelum melakukan aktifitas diluar ruangan, sebaiknya gunakan lotion sunscreen dan lip balm dengan kadar SPF minimal 15.
  3. Gunakan pelindung kulit dengan tingkat perlindungan yang tinggi, dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit mengenai keamanannya.
  4. Gunakanlah celana dan baju yang panjang untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahri secara langsung.

Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya alergi sinar matahari. Jika gejala yang dirasakan semakin parah, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat .

Pencegahan Alergi Sejak Dini

1384311072-1200x450pengobatanalergi.com,- Penyakit alergi  pada anak memang sudah tidak asing  lagi kita temukan. Alergi termasuk salah  satu gangguan kesehatan yang menjadi  masalah penting pada anak. Alergi dapat  mengganggu semua organ pada anak,  maka dari itu alergi tidak boleh  dipandang sebelah mata. Alergi dapat  diturunkan dari kedua orang tuanya.  Jika salah satu orang tua menderita  alergi maka dapat menurunkan resiko  pada anak 20-40%, sedangkan jika  kedua orang tua menderita alergi maka  resiko si kecil terkena alergi meningkat  yaitu 40-80%. Namun, apabila tidak ada  riwayat dari orang tua, maka resikonya  adalah 5-15%.

Mengingat dampak yang bisa  ditimbulkannya, maka sebaiknya  pencegahan alergi dilakukan dari dini,  yaitu dengan menghindari faktor  penyebabnya, baik yang berasal dari  makanan maupun dari lingkungan  sekitar. Terdapat beberapa cara yang  dapat dilakukan sebagai upaya  pencegahan alergi, yaitu :

  1. Memberikan ASI secara eksklusif sampai  bayi berusia 6 bulan dapat membantu  mengurangi resiko terjadinya alergi.  NaMun, makanan yang dikonsumsi oleg  ibu menyusui jug aharus diperhatikan  agar tidak dapat menyebabkan reaksi  alergi pada bayi. Makanan laut terutama  udang, kerang dan cumi serta kacang  tanah merupakan makanan ibu  menyusui yang paling sering  menimbulkan reaksi alergi pada bayi.
  2. Menunda pemberian makanan padat  pertama pada bayi karena fungsi usus  bayi yang belum sempurna bisa  menimbulkan kesulitan untuk mencerna  dan membedakan berbagai macam  alergen yang terdapat didalam  makanana. Pemberian makanan padat  pertama dapat diberikan setelah bayi  berusia 6 bulan.
  3. Tunda pemberian makanan pemicu  alergi, seperti ayam diberikan pada usia  diatas 1 tahun, telur dan kacang tanah  pada usia diatas 2 tahun, dan ikan laut  diberikan ketika usia si kecil diatas 3  tahun.
  4. Memberikan si kecil makanan yang kaya   antioksidan. Makanan yang  mengandung antioksidan misalnya  buah-buahan yang berwarna kuning,  seperti wortel, apel, dan sebagainya.
  5. Jaga kebersihan lingkungan rumah, baik  didalam rumah maupun dilingkungan  sekitar. Bersihkan tempat tidur dan  tempat bermain si kecil secara teratur.  Usahakan untuk tidak menyimpan  tumpukan buku, baju-baju yang  digantung, karpet, dan gorden yang tebal   ditempat tersebut. Jangan biarkan  hewan peliharaan seperti kucing dan  anjing masuk kedalam rumah, hindari  penggunaan obat nyamuk ditempat tidur  dan tempat bermain anak, gunakan  kasur busa sebagai tempat tidur anak,  serta berlakukan larangan merokok  didalam rumah.

Demikian beberapa tips pencegahan  alergi yang dapat dilakuakn sejak dini  pada anak Anda. Pencegahan alergi sejak  dini harus dilakukan untuk mencegah  terjadinya reaksi alergi terhadap buah  hati Anda. Karena mencegah lebih baik  dari pada mengobati.

Semoga informasi penceganah alergi  sejak dini diatas dapat bermanfaat.