Tanda dan Gejala Alergi Gluten yang Perlu Diketahui

Tanda dan Gejala Alergi Gluten yang Perlu Diketahui,- www.pengobatanalergi.com – Akhir-akhir ini Anda mungkin sering melihat banyak produk yang berlabel bebas gluten. Makanan dengan kandungan gluten kini mulai dihindari oleh masyarakat yang dingin mulai hidup sehat. Gluten sering disebut sebagai silent killer karena bisa menyebabkan kerusakan kronis di seluruh tubuh secara diam-diam. Bahkan, terkadang penderita tidak menyadari jika mereka memiliki intoleransi gluten.

Lalu, apa itu gluten ?

Gluten adalah protein yang ditemukan pada endosperma gandum. Gluten memelihara embrio tanaman selama perkecambahan dan memengaruhi elastisitas bagian tanaman, yang akan memengaruhi kekenyalan produk gandum.

Gluten bisa mengancam mereka yang memiliki intoleransi gluten, atua kelainan pada respons imun saat memecah gluten dari makanan berbahan dasar gandum di pencernaan. Diperkirakan sekitar 99% orang dengan intoleransi gluten tidak terdeteksi, sedangkan kondsii ini bisa menimbulkan dampak negatif.

Gejala Alergi Gluten

Mengetahui Tanda dan Gejala Alergi Gluten

Para dokter memperkirakan sebanyak 15% populasi masyarakat mengalami alergi gluten. Sayangnya, masih banyak yang belum mengetahinya. Agar lebih waspada, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengenali kondisi tubuh yang mengalami alergi gluten.

Berikut merupakan tanda dan gejala alergi gluten yang perlu diketahui :

  • Pembengkakan

Pembengkakan atau sakit di jari-jari, lutut, atau paha merupakan salah satu hasil dari respons negatif tubuh terhadap makanan yang kaya akan kandungan gluten.

  • Kelelahan

Kelelahan atau kebingungan sesaat setelah mengonsumsi makanan gandum mengandung gluten merupakan salah satu gejala bahwa Anda sensitif terhadap gluten.

  • Masalah kulit

Kulit merupakan satu hal yang paling terkena dampaknya jika Anda memang alergi gluten. Berbagai bentuk dematitis pun bisa berkembang, seperti eksim dan ruam kulit. Jerawat juga bisa sebagai isu potensial lainnya dari alergi gluten.

  • Masalah pencernaan

Masalah pencernaan merupakan gejala alergi gluten yang paling umum dialami. Pemebntukan gas, disentri, konstipasi, dan perut kembung merupakan beberapa gejalanya. Konstipasi merupakan keluhan masalah pencernaan yang sering dirasakan oleh penderita alergi gluten.

  • Gejala saraf

Sakit kepala atau ketidakseimbangan tubuh merupakan masalah saraf yang menjadi indikasi adanya gluten dalam makanan dan gejala tubuh Anda memiliki alergi gluten.

Nah, itulah beberapa tanda dan gejala alergi gluten yang perlu diketahui dan diwaspadai. Segera kunjungi dokter jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala yang telah disebutkan diatas untuk mencari tahu kemungkinan alergi gluten. Semoga bermanfaat.

3 Tanda Penting yang Harus Diwaspadai saat Terkena Alergi

3 Tanda Penting yang Harus Diwaspadai saat Terkena Alergi,- Alergi menjadi salah satu gangguan kesehatan yang umum dialami oleh hampir semua orang. Gejala alergi seringkali menyerupai penyakit lain, sehingga terkadang membuat kita tidak sadar untuk mencegah dan mengobati reaksi alergi dengan benar.

Setiap orang memiliki alergi yang berbeda-beda, bahkan reaksi yang tombul pun juga berbeda. Sangat penting untuk kita mengetahui tanda-tanda alergi, agar tepat waktu dalam mengobatinya. Untuk itu, berikut ini kami berikan informasi seputar 3 tanda penting yang harus diwaspadai saat terkena alergi, diantaranya :

Ruam pada kulit

Ruam menjadi salah satu gejala alergi yang sangat mudah untuk dikenali. Ruam ini biasanya berbentuk seperti bekas gigitan nyamuk. Perlu diingat, beberapa orang bisa merasa alergi akan gigitan nyamuk. Namun, ruam kulit ini juga bisa disebabkan karena alergi pada detergen yang Anda gunakan.

Gejala menyerupai pilek

Jika tiba-tiba Anda batuk secara terus-menerus, bisa jadi itu merupakan tanda dari alergi. Pada penyakit pilek, batuk yang dirasakan biasanya disertai dengan tenggorokan sakit dan bengkak. Jika Anda tidak merasakan tanda tersebut, maka bisa jadi batuk yang dialami termasuk salah satu gejala alergi.

Mata terasa gatal dan kelopak mata bengkak

Ini juga termasuk salah satu dari 3 tanda penting yang harus diwaspadai saat alergi. Gejala ini seringkali dijumpai dan biasanya mata akan terasa lebih berair dan gatal. Gejala ini timbul pada mereka yang alergi serbuk bunga atau bulu binatang.

Pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, salah satunya kelopak mata juga menjadi tanda alergi. Biasanya gejala ini timbul karena alergi terhadap makanan tertentu.

Jika terus dibiarkan, gejala alergi ini tentu bisa berakibat fatal. Maka dari itu, jangan menganggap remeh gejala alergi, karena ini merupakan tanda bahwa tubuh mengalami reaksi gangguan kesehatan.

Jika Anda telah mengetahui zat yang menyebabkan timbulnya alergi, maka sebaiknya selalu hindari zat tersebut dan jangan lupa untuk selalu minum obat alergi (antihistamin) jika gejala timbul. Jika reaksi alergi terjadi lebih dari sekali dalam seminggu, bahkan tidak kunjung sembuh setelah minum obat antihistamin, maka Anda bisa langsung segera memeriksakan diri ke dokter.

Tanda Dan Gejala Alergi Obat Pada Anak

Alergi obat merupakan respon abnormal  seseorang terhadap bahan obat atau  metabolitnya melalui reaksi imunologi yang  dikenal sebagai reaksi imunologi yang  dikenal sebagai reaksi hipersensitivitas  yang terjadi selama atau setelah pemakaian  obat. Alergi obat seringkali sulit  dibedakan dengan reaksi jenis lain  terhadap obat seperti toksisitas, efek  samping, intoleransi, dan idiosinkrasi.

Reaksi alergi obat muncul ketika sistem  kekebalan tubuh diaktifkan dalam meres[on  obat. Alergi obat dapat terjadi dari obat  yang diminum, disuntikkan, atau dioleskan  pada kulit. Umumnya orang yang alergi  terhadap obat sebelumnya sudah perbah  terpapar obat tersebut atau sejenisnya.

Tanda dan Gejala Alergi Obat pada Anak
Alergi obat pada anak lebih jarang terjadi  dibandingkan pada orang dewasa. Namun,  sering menimbulkan masalah karena hampir  sama dengan gejala alergi yang disebabkan  oleh penyebab lain yang sering terjadi  pada anak, misalnya alergi makanan atau  alergi susu sapi.Angka kejadian alergi  obat pada bayi dan anak jauh lebih rendah  daripada pada dewasa, dan akan terus  meningkat seiring dengan bertambahnya  usia. Sebagian besar reaksi obat  disebabkan oleh efek non imunologi  (farmakologi) yang dapat diprediksi. Dan  sebanyak 20-25% disebabkan oleh efek yang  tidak dapat diprediksi, baik yang  diperantai atau tidak oleh imun. Reaksi  imun terjadi pada 5-10% reaksi obat dan  merupakan hipersensitivitas obat yang  sebenarnya, dengan diperantarai oleh IgE.

Gejala klinis alergi obat sangat  bervariasi dan tidak spesifik untuk obat  tertentu. Satu jenis obat dapat  mernimbulkan berbagai macam gejala pada  seorang anak dan gejala yang timbul dapat  berbeda dengan anak yang lain, dapat  berupa gejala yang ringan hingga gejala  yang berat. Gejala yang paling sering  timbul pada anak adalah :

 

  • Gejala dikulit, seperti gatal-gatal,  kemerahan pada kulit, dan biduran, namun  dapat juga terjadi gejala dikulit yangb  sangat berat berupa terkelupasnya kulitb  dalam jumlah yang luas.
  • Gejala lainnya dapat berupa kelainan pada  darah, reaksi di paru, kelainan hati,  ginjal, pembuluh darah, dan kelenjar getah  bening.
  • Demam juga dapat menjadi salah satu gejala  dari alergi obat. Demam biasanya timbul 7  hingga 10 hari setelah pemberian obat dab  menghilang dalam waktu 48 jam setelah  pemberian obat dihentikan.
  • Gejala alergi lain yang paling berat dan  patut diwaspadai adalah reaksi  anafilaksis. Pada reaksi anafilaksis  seorang anak akan menunjukka gejala  seperti sesak napas, bengkak pada bibir,  lidah danwajah, biduran yang luas  diseluruh tubuh, serta tekanan darah yang  rendah hingga syok. Apabila tidak segera  ditangani, reaksi anafilaksis ini dapat  mengakibatkan kemtian.
  • Gejala alergi dapat terjadi dalam hitungan  menit, jam, atau bahkan sampai beberapa  minggu setelah terpapar oleh obat. Gejala  alergi yang timbul pada kurang dari 30  menit setelah terpapar obat biasanya akan  menjadi gejala yang berat.

 

Alergi obat pada anak dapat terjadi kapan  saja ketika anak terapar oleh suatu jenis  obat. Semakin sering obat digunakan, maka  semakin besar pula resiko anak mengalami  alergi obat. Dan sebaliknya, semkain  sedikit obat yang diberikan kepada anak,  maka semakin kecil resiko yang terjadi  pada anak tersebut untuk mengalami alergi  obat. Jadi, berikanlah anak obat  jiakmemang sedang dibutuhkan. Dan berikan  obat sesuai dengan dosis yang  disarankanoleh dokter.